• Tidak ada hasil yang ditemukan

kuliah minggu ke 3 gaya aksial nominal dan momen nominal compress

N/A
N/A
Ferdinand Roiman Sihombing 2107134689

Academic year: 2025

Membagikan "kuliah minggu ke 3 gaya aksial nominal dan momen nominal compress"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

KULIAH MINGGU 3 STRUKTUR BETON II

GAYA AKSIAL NOMINAL DAN MOMEN NOMINAL KOLOM

Dian Rahmawati

1

(2)

KONSEP DASAR

• Perbedaan dasar kolom dengan balok: pada kolom, selain momen, juga bekerja gaya aksial pada penampang (tekan atau tarik)

• Asumsi, ketentuan dasar, serta proses hitungan tetap sama dengan desain dan analisis pada balok dengan beban luar berupa momen lentur

• Persamaan keseimbangan ΣH = 0 dicapai dengan mengikutsertakan Pn (gaya aksial nominal) yang bekerja pada c.g.c penampang

• Perhitungan momen sebaiknya dari titik berat penampang (c.g.c)

(3)

KOLOM DENGAN KOMBINASI P n dan M n

Penampang kolom yang dibebani dengan Gaya Aksial Nominal dan Momen Nominal, beserta distribusi tegangan dan regangan yang terjadi, dapat dilihat pada ilustrasi berikut:

c εc

εs

εs

a

fs

0.85 f’c

sb. netral c.g.c

Penampang

kolom Distribusi

regangan Distribusi

tegangan

Gaya dalam

d’

d

As

As

Pn Mn

b

h

d-d’

Cs Cc

Ts Mn

Pn

3

(4)

KOLOM DENGAN KOMBINASI P n dan M n

PERSAMAAN GAYA DALAM

' '

1

0.85 0.85

c c

c

C f b a

f b c

  

    *Note (SNI 2847-2013 10.2.7.3):

Untuk beton 17 ≤ f’c ≤ 28 MPa, β1 = 0.85

Untuk beton f’c > 28 MPa:

 

' 0.85 '

s s y c

C  A f  f 1. Gaya tekan beton:

' 1

0.85 28 0.05 7

fc

 

2. Gaya tekan baja tulangan:

s s y

T  A f

2. Gaya tarik baja tulangan:

Nilai β1 0.65

a   1 c

Dimana:

(5)

KOLOM DENGAN KOMBINASI P n dan M n

• RESULTAN GAYA NOMINAL

n c s s

P  C C T

• MOMEN NOMINAL

2 2 2 ' 2

n n

c s s

M P e

h a h h

C C d T d

     

         

 

' ' '

0.85 0.85

n c s y c s y

P  f b a A f  f  A f

 

' ' '

0.85 0.85 '

2 2 2 2

n c s y c s y

h a h h

M  f b a   A f  f  d  A f d  

     

Melalui persamaan keseimbangan didapatkan:

5

ΣH=0

ΣM=0

(6)

CONTOH 1 PERHITUNGAN KOLOM

(1)

1000 50

900

500

f’c = 40 MPa Perhitungan kolom dengan data sebagai berikut:

fy = 400 MPa εcu = 0.003 εy = 0.002

Gaya yang bekerja pada c.g.c:

Mu = 3000 kNm Pu = 1500 kN

Kolom dengan sengkang ikat

(?) Tentukan keperluan tulangan longitudinal

(7)

CONTOH 1 PERHITUNGAN KOLOM

(2)

c εc

εs

εs

a

fs

0.85 f’c

sb. netral c.g.c

Penampang

kolom Distribusi

regangan Distribusi

tegangan

Gaya dalam

d’

d

As

As

Pn Mn

b

h

d-d’

Cs Cc

Ts Mn

Pn

0.003

s

d c c

 

' ' 0.003

s

c d c

  7

(8)

CONTOH 1 PERHITUNGAN KOLOM

(3)

Asumsi εs dan εs’ > εy (kondisi compression controlled)

' 1

0.85 28 0.05 7

40 28

0.85 0.05

7 0.76

fc

MPa MPa

 

f’c = 40 MPa

1 0.76

a    c c

Pn = Pu/ = 1500 kN/0.65 = 2307.69 kN

Untuk kolom dengan sengkang ikat:

 = 0.65

Mn = Mu/ = 3000 kN/0.65 = 4615.38 kNm

(9)

CONTOH 1 PERHITUNGAN KOLOM

(4)

• RESULTAN GAYA NOMINAL

9

 

0.85 '

0.85 40 500 0.76 12993

c c

C f b a

MPa mm c

c

  

  

 

 

' 0.85 '

400 0.85 40 366

s s y c

s s

C A f f

A MPa

A

 

  

400

400

s s y

s s

T A f

A MPa

A

2308 12993 366 400

n c s s

s s

P C C T

c A A

  

  

Substitusi ke persamaan keseimbangan menghasilkan

As = 382c -67873

n 0

M  1

2

…cont’d

(pers. 1)

(10)

CONTOH 1 PERHITUNGAN KOLOM

(5)

Substitusi ke persamaan 1 dan 2, menghasilkan:

     

     

' ' '

2

0.85 2 2 0.85 2 ' 2

1000 0.76 1000 1000

12993 2 2 366 2 50 400 900 2

4615.38 5171.4 6630000 13600

n c s y c s y

n s s

s

h a h h

M f b a A f f d A f d

mm c mm mm

M c A mm A mm

c c A

 

2

…cont’d

4965.1c2 138221071.4c 28011312217 0

(pers. 2)

204.15 c

didapatkan nilai c:

(11)

CONTOH 1 PERHITUNGAN KOLOM

(6)

11

Cek nilai εc

950 204.15

0.003 0.003 0.01096

204.15

s

d c c

 

   

'

' 204.15 50

0.003 0.003 0.00227

204.15

s

c d c

 

≥ εy(0.002), OK

As = As’= 328 (204.15) – 67873 = 10142.32 mm2 Gunakan tulangan 4D49 (As aktual= 11314.45 mm2)

≥ εy(0.002), OK

(12)

Perhitungan kolom dengan data sebagai berikut:

800 100

300 500

700

800

Tulangan longitudinal D32 f’c = 40 MPa

εcu = 0.003 fy = 400 MPa εy = 0.002

CONTOH 2 PERHITUNGAN KOLOM

(1)

(?) Tentukan Gaya aksial nominal dan Momen nominal yang bekerja pada kolom pada

kondisi balance

(13)

Pada kondisi seimbang (balance), εcu=0.003 dan εs = εy = 0.002 (pada tulangan tarik terluar)

CONTOH 2 PERHITUNGAN KOLOM

(2)

13

Penampang Regangan Tegangan Gaya dalam

cb

0.003 εs1

εs4= εy =0.002 εs2

εs3

a

fs

0.85 f’c

sb. netral c.g.c

Cs1 Cc

Ts4 Cs2

Cs3 Mnb

Pnb

0.003

900 540

0.005

cb   mm  mm 1 40 28

0.85 0.005 0.76

7

MPa  MPa

 

     

1 410.4

b b

a    c mm

(14)

CONTOH 2 PERHITUNGAN KOLOM

(3)

Gaya-gaya dalam yang bekerja:

 

0.85 '

0.85 40 1000 0.76 540 14032285.71

c c

C f b a

MPa mm mm N

  

    

 

 

'

1 0.85

4 804.25 400 0.85 40 1177418.66 N

s s y c

C A f f

MPa

 

    

Pada daerah tekan

'

2 1

540 300 540 0.85

2 804.25 240 0.003 200000 0.85 40 14890.67 N 540

s s s s c

C  A    E  f 

 

        

  14

(15)

CONTOH 2 PERHITUNGAN KOLOM

(4)

Note: perhitungan gaya yg bekerja pada tulangan tengah(baik itu tarik maupun tekan), menggunakan keseimbangan segitiga pada diagram regangan, dengan

 

4 804.25 400 1286796.35

s s y

T A f

MPa N

  

'

2 3

540 500 540 0.85

2 804.25 40 0.003 200000 0.85 40 668.44 N 540

s s s s c

C  A    E  f 

 

 

        

' '

s s s y

f E   f Dalam contoh perhitungan ini, berlaku untuk Cs2 dan Cs3

15

(16)

CONTOH 2 PERHITUNGAN KOLOM

(5)

2 2

 

1 2 '

 

2 2 300

 

3 2 500

 

4 2

5109.15

nb c h a s h s h s h s h

M C C d C C T d

kNm

         

1 2 3 4

13938.47

nb c s s s s

P C C C C T

kN

    

Dapat dihitung Gaya aksial nominal dan Momen aksial nominal (pada kondisi balanced) sebagai berikut:

Referensi

Dokumen terkait

Pemasangan tulangan longitudinal dan tulangan geser (begel) untuk menahan beban aksial perlu, momen perlu dan gaya geser perlu yang bekerja pada kolom.. 2.8 Perencanaan

Gaya dan momen internal timbul didalam struktur sebagai akibat adanya sistem gaya/momen eksternal yang bekerja pada struktur dan berlaku bersama-sama sebagai

Mempunyai penampang yang seragam/homogen pada seluruh bentang Tidak dapat menahan momen dan gaya desak, Gaya-gaya dalam yang bekerja selalu merupakan gaya tarik

Pada perencanaan ini ditinjau pengaruh penggunaan dilatasi pada gaya dalam meliputi momen, gaya geser dan gaya aksial yang timbul pada balok dan kolom, elemen yang

memikul gaya tekan aksial saja, biasanya batang tekan memikul momen, tennasuk momen-momen pada ujung batang seperti yang terdapat pada balok Vierendeel Komponen yang memikul

Pada balok dan kolom gaya-gaya yang dipakai untuk redisain diperoleh dari hasil analisis dengan program microfeap, dan dipilih gaya yang terbesar dari variasi pembebanan antara

1) Gaya-gaya pada tulangan longitudinal balok di muka hubungan balok-kolom harus ditentukan dengan menganggap bahwa tegangan pada tulangan tarik lentur adalah 1,25f y. 2)

design). Kolom adalah elemen struktur yang menahan gaya aksial dan momen lentur. Pada prinsipnya kolom yaitu batang tekan vertikal dari rangka structural yang