• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kunjungan Ratu Syeba

N/A
N/A
Ikhya Satari

Academic year: 2024

Membagikan "Kunjungan Ratu Syeba"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

Cover

1 Raja-raja 10:1-13

10:1

Ketika ratu negeri Syeba o mendengar kabar p tentang Salomo, berhubung dengan nama

TUHAN, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki.

q 10:2

Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring r yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak

emas dan batu permata yang mahal-mahal.

Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya

kepadanya.

10:10

Lalu diberikannyalah kepada raja seratus dua puluh talenta emas, z dan sangat banyak rempah-

rempah dan batu permata yang mahal-mahal;

tidak pernah datang lagi begitu banyak rempah- rempah seperti yang diberikan ratu negeri Syeba

kepada raja Salomo itu.

Sumber : Kitab Perjanjian Lama (Taurat)

Tertulis di secarik kertas Raja-raja 10: 1-13 Zoom out

Setumpuk kertas kuno diatas meja kerja kuno, angin bertiup,

secarik kertas paling atas terbang terbawa angin seorang anak remaja menangkap kertas yang terbang tersebut, mengapitnya bersama beberapa buku yang sedang dia pegang,

Meletakan sebuah benda berat diatas tumpukan kertas yang masih tersisa, lalu menutup jendela ruang kerja.

Tumpukan kertas yang tersisa di meja di zoom in, judul :

Jalur Rempah

Anak laki-laki tersebut kemudian keluar kamar menuju ke ruang makan.

---ii---

Scene : ruang makan di rumah Roma kecil

Pertiwi sedang membimbing putranya, Roma, belajar, roma berusia 10 tahun Pertiwi memperlihatkan buku, lalu membacakannya

Benda angkasa di tata surya kita contohnya adalah matahari, bumi dan bulan.

Bila diperhatikan, setiap benda angkasa bentuknya serupa, yaitu ? (Roma : hampir bulat)

Bila diperhatikan, setiap benda angkasa juga selalu berputar.

(2)

Bumi berputar dalam 2 cara yaitu berputar seperti gasing (rotasi), juga berputar mengelilingi matahari (revolusi).

Rotasi menyebabkan adanya siang dan malam. Sedangkan revolusi menyebabkan adanya pergantian musim.

Bila bumi dibelah menjadi dua bagian sama besar, mengikuti posisi matahari maka garis pembelahnya dikenal dengan sebutan garis ekuator, atau garis khatulistiwa. Bagian bumi yang berada pada garis ini selalu mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun.

Roma ngerti ngga maksudnya ? Roma : mengangguk perlahan

---ii---

Zoom in list to do yang tertempel di dinding cabinet dapur zoom out 1. Bangun, check.

2. Sholat shubuh, check.

3. Mengaji, check.

4. Sarapan, check.

5. Beres-beres 6.. Mandi

7. Siap-siap kerja atau sekolah

8. Diluar rumah, Ingat sholat, ingat makan 9. Pulang

10. Istirahat singkat 11. Mandi

12. Makan malam

13. Selesaikan tugas. Never put off until tomorrow what you can do today 13. Sikat gigi

14. Tidur (22.00)

---

Scene : ruang makan di rumah Roma remaja Waktu : 3 tahun kemudian

Zoom out list to do nya mama yang tertempel di dinding cabinet dapur zoom out

Roma sedang melakukan hal nomor 4 yang ada di daftar to do list yang sudah tertempel di dinding dapurnya semenjak Roma mulai masuk sekolah.

Ayah Roma pun sama, sarapan. Sepertinya list itu punya kekuatan magis, yang mampu membuat kami berdua patuh mengikutinya

Kamu hari ini sekolah? Tanya ayah memecah kesunyian sarapan pagi kami Iya yah, tapi siang.

Oh? Masih masuk ya? Kening ayah mengerenyit. Kaasian… sabtu sabtu masuk… di sekolah swasta, sabtu libur loh. Goda ayah sambil tersenyum

(3)

Penutupan MPLSnya secara resmi sudah kemarin, sekarang paling tinggal terakhir penyerahan formulir keikutsertaan eskul, sama pengumuman-pengumuman gitu.

Kamu masuk eskul apa?

Ga tau Yah, bingung. Formulirnya aja belum diisi.

Loh, kamu kan rajanya eskul

Lagi ingin ikut eskul yang beda, yang baru lagi, ga mau kaya yang dulu udah pernah dicoba pas di SD Wah, susah dong, SD kamu aja dulu sampai keabisan eskul untuk kamu, padahal itu di SD kamu eskulnya banyak banget loh.

Nah.. itu.

Kita juga kan bisa mengajukan eskul kita sendiri Ah masa?

Itu bisa, kamu tinggal ajuin proposalnya aja ke sekolah.

Proposal? Hii… ga kebayang..

Ibu kamu tuh, jago dia bikin proposal, tembus terus. Ayah juga kalau sedikit-sedikit aja sih bisa.. Jadi proposal itu yang penting tujuannya jelas.. abis sarapan ini, biar ayah terangkan ya, lanjut ayah Waduh gawat nih.. aku harus cepat-cepat mencari cara untuk keluar dari keadaan ini, sebelum ayah sampai mengambil pensil dan kertas lalu mengajariku cara untuk membuat proposal yang baik dan benar hingga siang. Maklum, sejak pensiun setahun lalu, ayah jadi seperti kekurangan aktivitas dirumah, sedikit saja ada hal yang mengingatkan ayah pada pekerjaannya, seketika ayah akan langsung on fire dan beraksi.

Mataku pun langsung berkeliling mencari cara untuk keluar dari keadaan ini. Proposal? males banget.

Eh.. yah.. itu apa? Sambil mataku masih sibuk mencari,

Harus aku akui, the power of kepepet itu hebat banget, dia bisa membuat sesuatu yang sama sekali tidak pernah kita perhatikan jadi tiba-tiba bisa terlihat jelas. Dan sekarang aku sedang melihat sebuah kunci, yang tergantung tepat disebelah list to do mama. Memang selama ini kunci itu selalu disana ya? Tanyaku dalam hati.

Apa? Tanya ayah?

Itu, Yah, itu yang disebelah list to do nya mama, apa? Tanyaku pada ayah

Oh.. itu? Itu… Namanya kunci. jawab ayah singkat, dengan tatatapan mata serta nada suara yang mengejek. Seolah mengatakan, masa begitu aja ga tau.

Baru juga aku membuka mulut, mau membalas jawab ayah, ayah sudah meneruskan

Kunci.. pintu ruangan itu loh, yang kamar dijadiin gudang, di sebelah kamar ayah… dia membaca pikiranku

(4)

Ooh… kataku dalam benak

Oooh… kata ayah dikeluarkan dari mulutnya, mengejek lagi

Aku pun tertawa geli, kemampuan ayah dalam membaca pikiranku sungguh sangat diluar nurul. Mudah- mudahan ayah tidak sambil membaca niatku untuk membelokan perhatiannya dari pelajaran membuat proposal ya.

Ayah sudah menyelesaikan sarapannya, tapi bukannya menyeruput the seperti yang biasanya dia lakukan untuk menutup sarapan, kini ayah malah bangkit dari kursinya.

Mataku mengikuti geraknya, Haduh.. ini keluar mulut buaya, masuk mulut harimau ga ya? Bisikku dalam hati

Ya, dan yang aku takutkan pun terjadi, ayah menghampiri list to di mamah untuk mengambil kunci kamar gudang. Ayah pun kembali duduk, lalu memperlihatkan kunci itu padaku.

Sudah lama ya, kita tidak pernah membuka pintu kamar itu. Serunya.

Nah.. kan.. mulut harimau..

Ah.. ga dibuka juga ga papa kok yah.. jawabku singkat. Mataku reflex mencari-cari lagi objek lain yang bisa menarik perhatian ayah dari membuka kamar itu.

Didalamnya itu penuh barang-barang mamahmu, lanjut ayah. Matanya menerawang.

Aku mengangguk perlahan, aduh.. apa ya… pengalih perhatian yang bagus… Mengajak ayah belanja?

Bahan makanan masih banyak tersimpan. Mengajak ayah berbincang politik? Aku baru SMP, tau apa aku?

Ayah kini sedang menyeruput the hangatnya, lalu menghela napas. Pasti didalam hatinya, sekarang dia sedang mengucap do’a setelah makan.

Ya, sudah diputuskan, habis kita list nomor 5 disini, kita buka kamar itu, putus ayah sambil menunjuk ke kamar yang dimaksud. Itu juga bagian dari nomor lima kan.

Aku pun mengangguk perlahan.

Ingat kata mama : “Never put off til tomorrow what you can do today” lanjutnya.

Aku tertunduk dan mengehela napas panjang. Sudah terlambat untuk membelokan ini.

Zoom out list nomor 5. Beres-beres. tertulis pada list tersebut. Kalimat “never put off untuil tomorrow, what you can do today”

---

Scene : koridor kamar rumah roma

So Next thing I knew, kita udah ada didepan pintu kamar gudang, kamar ini tiap hari aku lalui, karena posisinya tepat berada didepan kamarku. Sepertinya dari dulu aku memang kurang peduli dengan keberadaan kamar itu, karena setiap kali melewatinya, yang aku perhatikan adalah diriku sendiri, karena

(5)

di depan pintu kamar itu ayah menggantung cermin yang cukup besar untuk kami bercermin setiap kali mau keluar rumah.

Kini, terefleksikan dalam cermin itu adalah sosok ayah. Ya wajarlah.. karena sekarang ayah memang sedang berada di depannya untuk membuka kunci.

Rasa malas mulai merasukiku, Duh ini pasti adalah awal dari serentetan kegiatan beberes yang mestinya tadi bisa aku hindari, kalau saja dari awal aku tidak pernah bertanya tentang kunci itu. Tapi ya..

pilihannya adalah antara belajar membuat proposal, atau membereskan kamar lama. Masuk ke mulut hewan manapun, sama saja lah, asalkan kita bisa melaluinya dengan selamat.

Pintu yang selama ini selalu tertutup rapat pun kini terbuka, campuran bau debu dan aroma lama khas lembab sedikit berjamur mulai tercium.

Untuk pertama kalinya setelah aku tak tahu berapa lama pintu ini kembali dibuka. Terakhir kali yang aku ingat, itu setelah kepergian mamah. Dan itu berarti sudah lama sekali.

Ayah pun mulai masuk, lalu membuka jendelanya,. Aku mengikutinya dari belakang. Ya.. tidak terlalu buruk, setidaknya didalam kamar ini tidak ada bau-bau jorok seperti kotoran tikus atau bau kecoa atau apa.

Ternyata kamar ini tertata cukup rapi, dengan lemari kuno besar terletak disudutnya, namun tidak ada tempat tidur layaknya kamar pada umumnya, ya wajar sih, kamar ini kan hanya gudang.

Aku pun melihat kesekeliling. Kipas angin berdebu, perintilan peralatan masak, panic-panci, wok pan, oven juga ada, buku tua, kain-kain yang dibuntel dalam plastic transparan, beberapa cabinet kuno, mangkok-mangkok, lukisan, mesin jahit ahhh… banyak

Sudah lama ya.. lirih ayah Ayah pasti sedang teringat mama

Ini semua proyek mangkrak mamamu, jelas ayah sambil menunjuk ke sudut kamar, disana banyak bertumpuk barang-barang yang aku kurang tahu pasti apa, bertumpuk tumpuk kertas, gulungan koran, buku-buku, juga buntelan plastic yang entah berisi apa.

Keinginannya banyak, semua hal dia pegang, multi tasking. Banyak yang kesampaian, tapi banyak juga yang baru sampai setengah jalan, terus mangkrak. Jelas ayah lagi.

Mungkin dulu ayah kurang membantunya (pikirku dalam hati)

Ini semua kan proyek mamamu , dan mamamu itu punya pemikiran sendiri, mana mau dia di interfere, jawab ayah

hh… ayah membacaku lagi, pikirku. Jadi ini mesti dari mana? Tanyaku pada ayah

ya.. sebenarnya barang-barang yang ada dikamar ini kan sudah tidak pernah digunakan lagi, selama bertahun-tahun dibiarkan saja menumpuk, kalau pun kita perlu sesuatu, kita paling langsung membeli baru, dan ga pernah kita sengaja cari disini dulu, ya kan. Jadi ide awalnya, ya mau di rongsokin aja semua, sampai kamarnya kosong, terus kamarnya jadi bisa dipakai lagi..

(6)

Ayah tidak saying dengan semua barang ini?

Bukannya tidak saying, kita tuh kan hidup harus selalu melangkah kedepan. Mesti move on, semua barang-barang ini been holding me down. Kan jauh lebih saying kalau kamar ini terus dipakai sebagai gudang tempat menyimpan barang yang sudah tidak terpakai, mubazir tempat, mubazir barang, mubazirnya sampai kapan? Ini kan sudah bertahun-tahun. Jelas ayah.

Aku melihat jam di HP ku, jam 8, tiga jam untuk membereskan ini semua. Siap. Pikirku dalam hati sambil memasang alarm, tepat pukul 11. Satu jam cukup lah untuk ku bersiap-siap pergi ke sekolah.

Beberapa dari barang ini biasa mamahmu pakai, tapi sepeninggal mamah jadi tak terpakai, karena ayah ga jago masak, misalnya, atau ga bisa jahit, lirihnya sambil menunjuk ke tumpukan alat masak, juga mesin jahit.

Atau ga bisa motong rambut, timpal ku sambil menunjuk ke tumpukan peralatan mencukur.

Ya.. yang mamah kamu banget. Semua barang-barang ini sebenarnya dulu dia kumpulkan dengan bersusah payah, dari jaman gadis. Kayaknya masih bisa berfungsi sih, tapi kalau tetap disimpan juga untuk apa, orang ga akan kita pakai juga, kan lebih baik bila diberikan ke yang lebih membutuhkan.

Siap yah. Jawabku tanpa berlama-lama.

Ayah dan aku pun mulai mengeluarkan barang-barang mama dari kamar. Disamping peralatan mencukur itu terdapat sebuah bola basket yang diletakan berdampingan dengan globe kecil

Scene : Pertiwi mengajarkan Roma mengenai bumi sambil membawa globe .

Mama : Nah.. kemarin yang ini kan disebut garis khatulistiwa jelas pertiwi sambil menunjuk pada garis khatulistiwa yang terdapat pada globe kecil yang dibawanya

Mama : Nah.. sekarang yang ini daerah yang ini, yang paling dekat dengan garis khatulistiwa, disebut daerah tropis. Sambil menunjuk daerah yang dimaksud

Mama : Nah.. ini Indonesia disini. Berarti kita ada di daerah apa?

Roma: Tropis.

Mama : Pinter Roma.

Mama : Untungnya apa?

Roma : Kita terus-terusan dapat sinar matahari Mama: Pinter banget, anak mama

Itu, jadi ngaruhnya kemana? Kalau setiap saat kita dapat matahari, terus kita juga negara kepulauan, jadi semua daerahnya selalu kebagian hujan, apa yang terjadi? Ada air, ada matahari, bikin ada apa?

Tanaman gampang tumbuh.

Betul, Itulah istimewanya Indonesia.

Ayo kita tulis :

Istimewanya Indonesia : Banyak tanaman

(7)

1. Terletak di garis khatulistiwa  daerah tropis  mendapat sinar matahari sepanjang tahun.

2. Kepulauan atau archipelago  semua daerahnya selalu kebagian hujan 3. Apa ayo ? ,

Kita subur? Nah.. tanahnya subur. Kenapa Indonesia tanahnya subur?

---

Beberapa kali ayah berhenti, untuk mengenang juga mengambil foto disana sini dengan menggunakan Hpnya.

Mungkin ini masih berat untuk ayah, namun memang sudah saatnya dia mengiklaskan. Dua jam lebih telah berlalu, kini di koridor telah tertumpuk berbagai barang, yang dikelompokan drngasn rapi berdasarkan kategori.

Ayah masih di kamar gudang, lemari yang awalnya belum bisa terbuka karena terhalang oleh tumpukan barang, kini telah terbuka bebas. Aku mendekati ayah, lalu berjongkok di dekatnya. Ada sesuatu yang menarik perhatianku. Ini barang-barang pribadi mama. Foto-foto lama, pakaian mama, seperangkat baju pengantin lengkap, sepatu tua, dan tumpukan kertas.

Ayah melihatku, matanya lalu tertuju pada tumpukan foto yang ada dipangkuannya, ini tentunya tidak akan dibuang, ini kan foto, mana ada orang lain yang akan lebih peduli pada foto ini ketimbang kita. Jadi jelas ini akan di keep, seru ayah sambil memasukan foto-foto itu ke dalam kotak.

Tapi yang ini sepertinya akan di rongsokan saja. Jelas ayah sambil menunjuk pada sebuah kotak container plastic yang besar. Penasaran, aku pun lalu membukanya, buku harian mamah. Bertumpuk-tumpuk buku harian mamah.Paper-paper juga ada. Rahasia Nusantara..mm, judul yang catchy.. pikirku.

TIdak akan ada yang membacanya lagi. Dijadikan pajangan atau hiasan, juga tidak mungkin, sudah bertahun-tahun tersimpan tanpa ada manfaatnya, lebih benefit kertasnya di recycle kan, kata ayah. Dari nada suaranya, sangat jelas terdengar bahwa dia lebih sedang menguatkan dirinya, dibanding

menyakinkan aku.

Aku juga tidak memiliki ide yang lebih baik tentang sebaiknya diapakan pada barang-barang mama.

Terlebih aku. Aku kecil, yang hanya sempat mengenal mamah sebentar. Apapun keputusan ayah

mengenai barang peninggalan mama ini, pasti adalah keputusan yang terbaik. Mamanya kan juga sudah meninggal, jadi pastinya beliaunya juga tidak akan keberatan apa-apa. Adalah rasa keterikatan batin ayah pada mama yang selama ini membuat barang-barang ini tetap ada disini.

Alarm di HP ku berbunyi, jam sebelas, waktunya aku untuk menarik diri dari kegiatan ini.

Ayah menatapku, melihat jam tangannya, lalu tersenyum. Nomor 6, siap-siap sekolah atau kerja, ucap kami bersama.

Point to do list buatan mamah nomor 6 zoom out

Anak-anak, seperti diketahui, Indonesia adalah negara yang kaya akn sumberdaya alam. Ibu ga akan minta kalian untuk menyebutkan apa saja sumberdaya alam yang ada di Indonesia, Ibu minta kamu mencari, kenapa Indonesia ko bisa subur, makmur, low jinawi kaya begini. OK. Suk cari.

(8)

Anak-anak pun berhamburan mencari buku ---

Scene : koridor kamar rumah Roma

Aku pun bergegas mandi, dan bersiap. Next thing I knew, aku sudah berdiri ganteng di depan cermin kamar, yang kini terbuka.dengan seragam lengkap, dan arloji di tangan

Makan siang dulu.. kata ayah mengingatkan dari dalam kamar.

Siap yah, jawabku sambil berjalan ke arah dapur.

Aku pun mengambil empat helai roti dilemari dapur, mengoleskan margarin, lalu menaburinya dengan gula. Ahh.. wanginya, aku suka. Akupun duduk di meja makan, lalu menikmati siang sambil menyantap roti itu.

Dari jendela dapur terlihat seorang gadis sedang melintas di depan jalan rumah kami. Gadis itu lagi.

Minggu ini sudah beberapa kali aku melihatnya, tapi aku sama sekali tidak mengenalnya.

Lagi ngeceng ni ye.. ucap ayah, kedua tangannya membawa container plastic tempat diari mamah. . Aku pun hanya tersenyum tanpa menjawab

Jam dinding telah menunjukan jam setengah 12 lebih, aku pun bangkit dari kursi, lalu pamit.

Sekolahku hanya berjarak tepat seratu lima puluh enam koma dua puluh tiga meter dari rumah. Alasan aku sampai tahu sepersis itu adalah karena aku masuk ke SMP negeri ini karena keuntungan zonasi.

Meskipun sebenarnya kemampuanku juga sangat mumpuni untuk bisa masuk lewat jalur raport unggulan, atau jalur prestasi, tapi ketika pendaftaran, ayah tidak mau gambling, dan memilih jalur yang kuotanya paling besar.

Selang beberapa meter berjalan, dari kejauhan aku kembali melihat gadis tadi, dia tengah berada di ujung jalan, sekitar 6 meter dari posisiku, dia berdiri kaku membelakangiku, sambil kedua tangannya dia lebarkan.

Sedang apa sih dia..

Aku pun menghentikan langkahku, untuk memperhatikannya Loh, tapi ko kini dia berjalan mundur ya…

Belum hilang kerut di kening, tiba-tiba gadis itu berbalik arah dengan cepat lalu berlari, Lari… teriaknya, matanya bertemu dengan mataku, dia terlihat sangat ketakutan.

Kejadiannya begitu cepat, aku belum benar-benar mengerti apa yang sedang terjadi, namun kini kudapati diriku tengah berlari disampingnya, tanpa alasan yang jelas

Di pengkolan jalan, gadis itu dengan cepat berbelok, lalu menghilang.

(9)

Ini ada apa sih? Teriakku dalam hati, sambil mengerem kakiku.

Kini aku mendapati diriku, sendirian di pengkolan jalan sambil kebingungan.

Ini apa sihh??? Kembali aku berteriak dalam hati

Setengah terengah, di belakangku, aku melihat seekor induk ayam yang sedang marah, bulu-bulunya berdiri, dan kedua sayapnya terentang.

Melihatku berhenti sambil memandanginya tajam, induk ayam itu pun berhenti mengejar, dia lalu berbalik arah, dan kembali menuju anak-anaknya di ujung jalan.

Ayam?? Dari tadi aku berlari hanya karena dia dikejar ayam? Ah.. bener-bener…

Mana si ga.. Nah.. aku melihat kepalanya, seruku dalam hati, sambil tanpa sadar melambai-lambaikan telunjukku. Rupanya dia sedang bersembunyi di belakang mobil yang sudah sangat aku kenal. Aku pun kembali celingukan. Ini kan mobil tetangga sebelah rumah aku, ujarku dalam hati, rupanya aku berlari sampai kembali ke wilayah rumahku lagi. Haduh…mesti bolak-balik deh.

Mba.. ayamnya udah pergi tuh.. seruku sambil menaruh tangan dipinggang karena kecapekan. Gadis itu berada dalam posisi berjongkok menyelinap dipinggir mobil, sambil kedua tangannya dia telungkupkan di atas kepala.

Udah??, tanyanya dengan serius.

Berusaha sabar, aku pun menghela napas panjang.

Udah.. bener deh udah.. jawabku sambil ngeloyor pergi

Eh.. tunggu… serunya cepat, sambil berlari keluar dari persembunyiannya.

Tungguin.. Saya…

Takut ayam?? Jawabku sambil senyum mengejek Kamu tau jalan yang lain ga? Yang lebih aman?

Dari ayam? Ada, tapi nantinya lama.. Udah, lewat jalan ini aja, lagian juga ayamnya udah ga ada Sok kamu jalan duluan, suruhnya. Kasih tau ya kalau ayamnya ada seru gadis itu lagi

Iya… jawabku singkat

Di tempat kamu ga biasa ada ayam ya? Tanyaku Hehe…

Sudah.., aman.. seruku meyakinkannya.

Sesampainya di sekolah, ternyata gerbang sudah ditutup, kulirik jam tanganku, pukul satu dua puluh,.

Masih baru telat 5 menit, masih bisa seru gadis itu sambil melirik jam di tangannya.

(Hah, lima menit? Lima menit dari mana? Pikirku)

(10)

Gadis antah berantah itu pun lantas celingukan melihat kesisi kanan-kiri gerbang, aman. Serunya. Rasa excitement terpancar jelas dimukanya.

Ayo.. ayo.. sini, katanya, sambil merunduk setengah berlari, dia pun membimbingku sampai bagian utara gerbang ,

Disini bisa, serunya. Ayo.. ayo.. lanjutnya lagi, tangannya mengajakku untuk berkonspirasi

Rupanya dia memilih tempat ini karena disini ada pohon kersen landai, yang salah satu cabangnya mengarah ke tembok sekolah, dari sini, kita bisa lebih gampang, katanya. Dia pun mulai memanjat.

Ayo, aman. Katanya.

Tanpa pikir panjang, aku pun mengikuti arahannya dan mulai memanjat pohon.

Di balik tembok, seorang wanita memperhatikan hal yang sedang dilakukan kedua orang trespasser itu, lalu mengangkat teleponnya.

Sesampainya diatas dinding sekolah, gadis itu melemparkan tasnya ke tanah, lalu berjongkok mengarah kepadany, perlahan dia menurunkan kakinya satu demi satu, lalu hop kedua tangannya kini bergelayut di dinding tembok. Tampak professional.. pikirku. Beberapa lama berselang, aku pun telah berada di balik tembok safe and sound karena mengikuti gerak-geriknya.

Hei kalian berdua, panggil seseorang dibelakang kami, kami pun memejamkan mata, lalu melihat pada satu sama lain

Jangan mau kabur, kelakuan kamu tuh keliatan live sama Ibu BK, jelas orang dibelakang kami

Ternyata yang memanggil kami adalah seorang Satpam yang sangat gagah. Satpam berkumis tebal itu kini tengah berjalan cepat menuju kami.

Haduh… tertangkap basah. Piluku dalam hati.

Kalian tuh manjat-manjat tembok sekolah gini tuh juga ada rekamannya di pos, ga akan bisa ngelak kamu. Jelas satpam tersebut.

Sekarang kalian berdua di tunggu Bu Sita tuh di ruangannya, jelas satpam tersebut sambil menunjuk ke sebuah jendela di seberang kami. Nampak jelas terlihat didalamnya ada seorang wanita sedang

melambaikan tangannya pada kami.

Haduh…

Ayo ikut saya, seru Satpam tersebut, dengan nada sedikit galak.

Sesampainya diruangan :

Lati ya? Kata bu sita sambil membetulkan posisi kacamatanya,

Kamu sering banget telat ya Ti? Dicatatan saya aja, kamu sudah punya 5 kali catatan telat. Cerita tentang telatnya kamu tuh, udah sampai tembus ke saya, Masalahnya, ini kamu baru masuk lima hari, kamu udah punya lima catatan telat, berarti kamu telat setiap hari dong..

Ehehe… Iya ya bu?

(11)

Alesannya rupa-rupa. Kenapa lagi sekarang? Jangan cerita alasan yang absurd absurd, saya ga akan percaya. Ayo, kenapa?

Itu.. bu.. saya.. di.. dikejar ayam bu.. hehe…

Ibu Sita memasang tampang nah.. kan.. absurd

Tapi memang benar bu, hari ini saya sudah berusaha untuk datang lebih pagi, tapi di jalan ada ayam, ini saksinya.. jawab Lati sambil menunjukku

Ini siapa? Tanya Bu Sita pada gadis yang ternyata bernama Lati itu, sambil matanya menuju kepadaku Belum tahu bu, tapi dia yang tadi menolong saya sama ayam

Ga gitu bu, dia di depan saya, terus tiba-tiba lari, timpalku Iya.. terus dia ngikutin saya lari, sampai jauh..

Tapi kan aku ga salah apa-apa.. itu reflek aja, akunya ga tau apa-apa Sttt.. udah semuanya diam.

Berarti tentang ayam itu, benar adanya. OK. Kata bu Sita sambil mengangkat kedua tangannya.

Tapi selain karena telat, kamu berdua juga tau kan alasan sebenarnya kenapa saya panggil kesini?

Ya bu, jawab kami serempak sambil menundukan kepala.

Ga usah.. saya ceramahin kamu tentang betapa enaknya jadi kamu yang bisa sekolah di sekolah negeri, gratis, dekat, fasilitas lengkap dan bagus, dan lain sebagainya, karena kamu pastinya udah tau tentang semua itu, makanya kamu daftar kesini juga. Ini bukan lagi tentang bagus-bagusan sekolah, ini lagi tentang kamu berdua, begitu banyak anak yang kepengen banget masuk kesini, malah kamu yang kepilih, itu kamu untung. Sehingga seharusnya kamu berdua lebih effort, lebih struggle, lebih punya integritas sebagai siswa siswi teladan, dan lebih bisa membawa nama baik sekolah, gitu. Ngerti.

Selama ini saya effort bu, cuman hari ini aja saya apes, ketemu dia.. timpalku .

Ya, ga bisa gitu dong, hidup kan pilihan, kamu yang memilih untuk ngikutin lati manjat-manjat tembok sekolah. Ga usah cuci tangan. Tegas Bu Sita padaku.

Kamu ikut eksul apa? tanya ibu sita sambil melirik pada Lati, Belum ada bu..

Kok bisa? Seru ibu Sita sambil mengerenyitkan dahinya. Pramuka? Tanyanya lagi.

Saya ga boleh kemping bu, jawab Lati Paskibra? pas kepanasan pasti pingsan bu

PMR? pas liat darah, saya malah panic, terus teriak-teriak, Bu Sita kini menghela napas.

(12)

Mendengar jawaban-jawaban Lati, aku juga jadi dag dig dug, pasalnya kan sampai saat ini aku juga belum masuk eskul apa-apa, kalau sampai pas ditanya nanti aku juga zonk, waah… gawat ini..

Kalau kamu? Eskul mu apa? tanya Bu Sita sambil melirik tajam padaku Naah… kan,

Saya? Mmm… saya… (jangan panic, ayo mikir.. ayo mikir… ) lagi merintis bu, jawabku sambil menganggukan kepala dan tersenyum semanis-manisnya.

Maksudnya? Ko merintis? Alis bu sita berkernyit Aduh.. blunder, sesalku dalam hatiku.

Emh.. maksudnya saya itu adalah.. sedang mengajukan eksul baru bu, lagi dalam tahap proposal, jawabku sambil mengelus-elus paha, berusaha meyakinkan diri sendiri.

Wah, masa? Ekskul apa?

Waduh… gawat ini… Aduh, eskul apa, eskulnya apa…. (jangan panic, ayo mikir.. ayo mikir… ) Sebentar ya.. saya mau tanya dulu wakasek kesiswaannya, kata bu Sita sambil mengangkat telepon sekolah. Halo, bapa saya mau tanya, tentang permintaan eskul baru, tapi dari siswa baru, itu mekanismenya bagaimana? Tanya beliau pada orang diseberang telepon.

Asik, Ibunya malah menelepon. Aku pun tidak menyiakan kesempatan, mataku langsung menjelajah kesekeliling ruangan untuk mencari ide, persis seperti tadi pagi dengan ayah, mudah-mudahan kali ini tidak keluar mulut buaya masuk mulut harimau lagi..

Harus yang tentang pendidikan ya pak?

Oh, ternyata hanya boleh eskul tentang pendidikan? Apa dong ya? Kebudayaan nusantara (terbaca ada pada deretan kostum didalam lemari kaca). Hari maritime nasional (terbaca ada pada koran lama).

Nasionalisme, Tokoh, dan Eksistensi (terbaca ada dalam majalah lama).. hanya kata-kata itu yang bisa kutemukan sebagai inspirasi.

Kamu, sahut bu Sita sambil matanya tertuju kepadaku, Ekskul kamu tentang apa? Tanyanya

Eh.. itu bu, tentang pendidikan, tentang eksistensi..

Ibu Sita malah mengerenyitkan dahi. Eksistensi?

Coba jelaskan, katanya sambil menutup telepon.

Waduh.. salah ngomong, aku kembali tepok jidat dalam hati

Satu setengah jam kemudian, akhirnya kami berdua pun berhasil keluar dengan selamat dari ruangan BK Ibu Sita. Untungnya tadi aku sempat membaca tulisan mamah tentang Rahasia Nusantara, siapa sangka hal itu justru bisa menyelamatkanku (flash back sedang membaca tulisan mamah).

………..

(13)

Seorang pria berkacamata terlihat sedang menuliskan sesuatu pada papan tulis sebuah kelas. Didalam kelas itu terdapat sejumlah mahasiswa, yang duduk rapi dalam beberapa kelompok.

“Teka-teki : Sejak kapan nenek moyang kita mulai mengarungi samudera?”

Ujar pria berkacamata itu, membacakan apa yang baru saja ditulisnya di papan.

Jadi, sejauh ini, apa yang kita punya ? tanya pria tersebut pada mahasiswanya.

Coba kita mulai…. Dari tim naskah kuno, lanjut pria tersebut sambil menunjuk pada sekelompok mahasiswa yang duduk diujung kelas ?

Seorang wanita perlahan mengangkat tangannya, saya Tantri mewakili tim naskah kuno. Saya punya bahwa… sambil membolak-balik catatannya, Gadis itu pun berpikir sejenak, lalu menurunkan tangannya.

Masalahnya gini kak… mungkin ada masukan lain, tapi sepertinya berdasarkan bukti tertulis yang berhasil tim kami peroleh, terus kami bandingkan dengan hal-hal lainnya, kami dapati bahwa ternyata ketika nenek moyang kita sudah menjelajah samudera, sepertinya saat itu mereka belum bisa menulis, masih pra-aksara. Jadi tampaknya segala ilmu yang sudah mereka miliki saat itu, baru diturunkannya secara lisan saja,sehingga waktu itu nenek moyang kita jadinya tidak meninggalkan bukti tertulis apa- apa, termasuk naskah kuno.

Pria berkacamata itu terlihat mendengarkan dengan seksama, sambil sesekali mencatat apa yang didengarnya dari Tantri.

Padahal ketika itu mereka sudah mampu untuk mengarungi samudera, dan untuk dapat mengarungi samudera, nenek moyang kita itu kan pastinya sudah harus bisa untuk membaca bintang, membaca alam, membaca musim, dan pastinya juga harus sudah bisa membuat kapal layar yang cukup besar untuk dipakai mengarungi samudera yang ganas sambil membawa awak dan semua perbekalannya kan.

tambah seseorang dari kelompok Tantri. Pastinya udah ada baju, ga purbakala purbakala amat gitu, cuman belum bisa nulis

Sehingga teka-teki sejak kapan nenek moyang kita MULAI mengarungi samudera, sulit kami jawab berdasarkan peninggalan naskah kuno, Karena naskah kunonya tidak akan ada kalau yang dari jaman pra-aksara, dan kalau mau nekat maksa pun berdasarkan naskah kuno, pasti jawabannya sebenarnya juga akan meleset jauh dari masa berdasarkan naskah kuno, mengingat nenek moyang kita kan sudah mulai mengarungi samudera jauh sebelum mereka mengenal tulisan.

Gitu kak.. seru Tantri dengan wajah yang penuh ragu.

Ok, jawabannya kita tampung dulu. Berarti kesimpulannya kelompok kamu masih belum memiliki bukti berupa naskah kuno tentang perjalanan samudera nenek moyang kita, ya?

Tantri dan anggota kelompoknya yang lain saling bertukar pandang, lalu mengangguk bersamaan.

Ada yang mau menambahkan, atau mau bertanya?

Tadi dikatakan secara lisan, secara lisannya bagaimana? Tanya seseorang dari kelompok lain

(14)

Secara lisan turun temurunnya itu, mungkin bisa kaya melalui folklore, dongeng, legenda, tembang, mungkin juga tarian, tambah teman sekelompok Tantri lainnya.

Tadi dikatakan bahwa nenek moyang kita sudah melakukan penjelajahan samudera sebelum mereka punya kemampuan untuk menulis. Nah, itu bisa tau gitu dari mana? Buktinya apa?

Kelompok Tantri pun saling melimandang pada satu sama lain, clueless

Coba kita berganti ke kelompok kerajaan hindu budha Temuan kamu apa?

Bahwa kerajaan pertama yang ada di Indonesia adalah kerajaan kutai, yang berdasarkan hasil peninggalannya, prasati padang diperkirakan hidup pada jaman …

………..

Mama : Nah.. Roma masih inget kan sama daerah tropis?

Roma : mengangguk

Mama : Nah.. Kalau daerah yang ada di atas dan dibawah daerah tropis, disebut daerah sub tropis.

Sekarang mama mau cerita tentang daerah sub-tropis, kata mama sambil membuka sebuah buku

Bagian bumi disebelah atas dan bawah daerah tropis, disebut daerah sub-tropis, Daerah ini tidak selalu menperoleh sinar matahari, melainkan hanya enam bulan saja disepanjang tahunnya. Iklim di daerah ini disebut iklim subtropis. Daerah beriklim subtropis memiiki empat jenis musim, yaitu musim semi dan musim panas, ketika sinar matahari ada, serta musim gugur dan musim dingin, ketika sinar matahari tidak ada. Eropa berada di daerah sub-tropis.

Pada musim dingin, penduduk di daerah sub-tropis akan kekurangan bahan makanan, karena tumbuhan dan hewan yang biasa ada di musim semi jadi sulit untuk ditemukan. Sehingga sebelum masuk musim dingin, penduduk di daerah empat musim harus terlebih dahulu mengumpulkan bahan makanan dalam jumlah yang banyak sebagai bekal untuk dimakan dimusim dingin.

Masalahnya, bahan makanan merupakan materi organic yang mudah membusuk, sehingga tidak bisa disimpan dalam waktu yang lama. Terlebih sampai ke musim dingin. Sehingga penduduk di negara empat musim, harus pintar dalam mengolah dan mengawetkan makanan.

Tidak seperti penduduk nusantara yang bisa dengan mudah mengawetkan daging dengan cara diberi garam lalu dijemur hingga kering, bangsa Eropa kuno malah mengawetkan daging mereka dengan cara memendam daging yang telah mereka rebus didalam perairan yang ada disekitar rumah mereka.

Mereka tidak bisa mengawetkan bahan makanan dengan cara diasinkan dan dijemur seperti yang kita lakukan, karena di Eropa, garam tidak diperoleh dari air laut, melainkan hanya bisa didapat dengan cara ditambang. Bukannya membantu, Raja Henry II , raja mereka kala itu, malah mengambil keuntungan dari kesulitan rakyatnya dengan mengenakan pajak yang tinggi untuk garam, juga memberlakukan hukuman mati terhadap warganya yang membuat garam secara illegal. Hal ini membuat garam menjadi sangat mahal harganya. Saking mahalnya, di Eropa garam sampai dijuluki sebagai emas putih, dan dipakai untuk membayar upah para pekerja (salari atau gaji berasal dari kata salt atau garam).

(15)

Penduduk Eropa yang tinggal jauh dari perairan, akan sengaja mengambil banyak lumpur gambut dari rawa untuk membalut daging rebus mereka. Karena tanah gambut bersifat asam, dengan kandungan oksigen, dan suhu yang rendah. Yang paling penting, ternyata tanah gambut juga mengandung bakteri lactobacillus yang bisa menghasilkan asam laktat. Asam laktat dapat mempertahankan massa daging, namun asam laktat juga dapat membuat daging jadi memiliki bau yang kuat. Untuk menyamarkan rassa dan bau tak sedap dari makanan awetan, diperlukan bumbu. Maka bumbu menjadi bahan pokok yang sangat diperlukan oleh seluruh kalangan penduduk Eropa saat itu.

Jauh lebih penting dari sutera, yang hanya digunakan sebagai lambang kekayaan bagi segelintir orang.

Pertiwi melihat pada Roma, anak lelakinya yang kini sudah tertidur lelap, menutup buku, lalu mencium lembut kepala anaknya tersebut.

--- Scene : Roma dan Lati

Jadi sekarang gimana? Tanya Lati

Kita pulang, mau bagaimana lagi.. jawabku sambil berlalu meninggalkan gadis itu.

Ih.. ga bisa. Belum bisa, itu gerbangnya pasti sekarang masih dikunci, jelas Lati sambil mengejarku.

Aku pun berhenti (oh.. iya.. ya)

Ke kantin yuk. Ajak Lati bunyi kelaparan jelas terdengar dari perut gadis itu

Scene : di kantin sambil duduk

Kamu udah tau nama aku Lati, tapi aku belum tau loh nama kamu, jelas Lati, sambil menggigit plastic cilok yang baru saja dibelinya.

Roma, jelasku singkat.

Wah… serius??? Masa?? jawabnya Aku ga kaget sih liat respons kamu,

Ngga.. cuman.. kaya.. waw.. namanya legendaris.. jelasnya. Raut jahil, tampak jelas di mukanya.

Judi… yaw… gadis itu bernyanyi sambil menirukan gaya seorang penyanyi dangdut legendaris Indonesia.

I got that a lot sih.. padahal nama aku bukan berasal dari situ, jelasku Oh?? jawab Lati dengan heran, sambil mengelus-ngelus dagu

Bukan juga yang pepatah, tangkisku cepat, mencoba menghalanginya berasumsi.

Lati tersenyum

Aku tebak ya… lanjut lati

Ah, pasti kamu ga akan tau.. jawabku PD.

(16)

Aku mau nebak, kalau aku jawabannya betul, kamu traktir aku ya, serunya lagi. Ini cilokku udah abis nih, tapi masih laper.. jelasnya.

Merasa pastinya dia sama sekali tidak akan tau apa-apa mengenai sejarah namaku, aku pun said yes.

Ok, tapi cuman satu kali kesempatan ya. Jawabku.

Okay, Mie ayam ya.. semangkok, tantangnya.

Siap kaka… jawabku

Lati pun meletakan kedua sikunya diatas meja, mengepalkan kedua tangannya didepan dagu, lalu memandangku dalam-dalam.

Myrtaceae, Syzygium a ROMA… ticum, jawabnya dengan penuh keyakinan.

Dan seketika itu juga, aku adalah puzzle yang berhamburan. Rimpalstikalkan yang terkalahkan. Tertunduk malu, terbenam dalam-dalam. Loh ko bisa dia tau tentang sajarah namaku?? Gadis cengengesan, cuek, ceroboh, seperti dia?

Sambil tersenyum manis, dia pun melanjutkan. Aku benar kan??

Aku pun mengehela napas.

Lucu ya, betapa semua hal bisa berbalik dengan begitu cepat.

Gadis itu sekarang sedang sibuk memesan mie ayam. Senyuman yang sangat lebar jelas terukir di wajahnya, dia pasti sedang sangat sangat sangat bangga.

Ini aku jujur ya.. ini kali pertama aku makan mie ayam disini, jadi aku ga tau rasanya, apalagi harganya, hehe.. tapi pastinya ini akan menjadi mie ayam yang paling paling nikmat sejagad sih. Jelasnya sambil kembali duduk di kursi kami, tetap dengan senyum yang begitu lebar.

Kamu sekarang senang ya.. baru aja dua tiga jam lalu kamu merungkut, jalan dibelakangku, ketakutan sama ayam. Sekarang makan mie ayam.

Hehehe… gimana amaze kan sama aku.. jawabnya manis, sambil kedua tangannya sibuk mengaduk mie.

Aroma pala, kecap, merica, dan saos langsung mengisi udara disekitar kami.

Kamu ga makan? Tanyanya basa-basi sambil sibuk menyuapkan mie kedalam mulutnya. Mie itu tampak sangat enak, hingga aku pun sampai menelan ludah.

Ga.. takut uangnya kurang, jawabku sambil mengambil bekal roti mentega gula dari dalam tasku.

Sini aku minta jam kamu, seruku

Mau bayar mie ayamnya pakai jam? Tanya nya mengejek Sini…. cepetan copot. Kataku setengah memaksa.

Lati pun melepas jam nya lalu memberikannya padaku.

Nih.. aku setel jam kamu, supaya ga pernah telat lagi.. kataku sambil memberikan kembali jam itu pada pemiliknya. Acuan waktu kamu itu salah, ya pantes telat melulu, jelasku.

(17)

………..

Scene : Pertiwi

Seorang wanita tengah duduk sendirian di sebuah ruangan, disekitarnya terdapat banyak buku berserakan.

Kakawih Ramayana, Ramayana Valmiki,

Gadis itu pun lalu mengutip mbeberapa kalimat dalam kitab, lalu

Scenen: kelas ardi

Ada kak, kami barusan temu satu, tentang hikayat… tentang tawar menawar harga rempah, tapi itu kalau di masa, berarti dari… sedangkan nenek moyang kita dilu diperkirakan sudah mulai berlayar dari….

Masehi.

Ok. Moderator, catat.

Yo sekarang kita coba dari tim mitos dan legenda, lanjut pria itu sambil menunjuk pada sekelompok mahasiswa yang duduk dibarisan paling depan ?

Seorang pria dengan raut muka serius mengangkat tangannya, saya Indra mewakili tim mitos dan legenda. Saya punya beberapa temuan, namun namanya juga mitos, pasti dimasyarakat ada ditambah- tambah, lalu berkembang jadi beberapa versi, dan ketika digabungkan, ada juga yang malah jadi tidak nyambung, atau bertabrakan antara satu dengan yang lainnya, tapi itu bisa untuk dijadikan bahan perebatan kita nanti. Tanpa berlama-lama lagi, langsung aja saya mulai, Assalamu’alaikum

warahmatullahi wabarakatuh.. cerocos pria itu. Kemampuan bernapasnya hebat juga dia. News anchor..

news anchor.. bisik Tantri pada teman disebelahnya.

Berdasarkan legenda dari tanah Hindustan, Indonesian archipelago, atau kepulauan nusantara dulunya adalah satu lempeng dengan India, lalu terpisah. Lempeng utamanya, dalam mitos India, disebut sebagai Jambudwipa, kemudian jambu dwipa terpisah, menjadi swetadvipa dan javadwipa

Tidak banyak jejak yang tersimpan dalam bentuk tertulis

yang Dan mereDan memang dalam geografi juga disebutkan bahwa dataran Asia sebagai anak benua atau sub continent

Scene : Ardi dan pertiwi

Seorang wanita muda berdiri diluar kelas, tampaknya dia sedang menunggu sesuatu : Ok. Segini dulu, minggu depan kita sambung lagi, dari kelompok… ya,

Kak Ardi..

Eh.. iya?

(18)

Mm, saya Pertiwi, boleh saya curi waktunya sebentar?

Wah.. OK.

Saya sebenarnya perlu bantuan,

Boleh.. sambil ngobrol, kita juga sambil jalan kebawah yuk, cari tempat duduk, ajak Ardi sambil tetap berjalan.

Iya kak, Jawab pertiwi sambil menyusul. saya mau presentasi proposal, tapi masih perlu second opinion, sekiranya kakak bersedia untuk mereview proposal saya, kak?

Tentang apa proposalnya?

Kakawih Ramayana kak Alih apa?

Maksudnya?

Project kamu, apa rencananya kamu mengalih aksarakan dari aksara jawa kuno, mengalih bahasakan dari Bahasa jawa kuno, atau mengalih wahanakan dari bentuk tulisan, atau apa?

Bukan kak, saya mereview Kakawih Ramayana, dalam hubungannya dengan peradaban nusantara kak Oh.. Ok, disini aja ya.. sahut Ardi sambil menunjuk ke meja Satpam yang telah kosong.

Coba kamu ceritain brief, anggap saya mentor kamu Mmm, OK

Seperti biasa pria berkacamata itu pun lalu dengan seksama mendengarkan, sambil sesekali menulis catatan.

Gitu kak..

OK. Masalahnya gini, ini kan udah lumayan sore juga, dan saya juga harus cepat-cepat pulang.

Menurut saya, kamu masih ada miss, malah overall, permasalahan kamu tentang kakawih Ramayana ini, sebenarnya banyak

Coba, apa yang kamu ketahui tentang kakawih Ramayana?

Ya.. bahwa itu versi jawa kuno nya cerita Ramayana

Rama adalah sri baginda rama, dan Ayana adalah perjalanan, jadi singkatnya kitab ini berisi tentang cerita perjalanan sri baginda rama dalam mencari sinta, istrinya yang di culik oleh raksasa bernama rahwana.

Versi jawa kuno nya, kalau versi aslinya?

Oh.. kakawih Ramayana ini aslinya judulnya Ramayana aja, yang ditulis oleh Valmiki kak Menghela napas panjang

(19)

Kapan proposal kamu mau dipresentasikan?

---

Akhirnya membuat kelas yang membahas tentang Ramayana

Kesimpulan :

Pengarungan samudera oleh nenek moyang merupakan kejadian nyata yang silam, yang telah berlangsung ribuan tahun yang lalu. Jadi sudah tidak ada orang yang bisa kita kroscek. Sehingga informasi mengenai kebenarannya hanya bisa dilihat based on evidence yang ditinggalkan. Masalahnya,

biar bisa diketahui, evidencenya itu harus ditemukan terlebih dahulu. Sehingga, apa yang kita pikir sekarang adalah benar, berdasarkan bukti yang kita peroleh sekarang, belum tentu akan selamanya tetap

benar seperti itu. Melainkan bisa terjadi perubahan, misalkan karena ditemukannya bukti baru, contohnya seperti kutai yang telah selama ini dikira sebagai kerajaan tertua di Indonesia, ternyata berdasrkan temuan terbaru, bukan , melainkan ada lagi kerajaan yang jauh lebih tua dari kutai. Dsb. ,

Kesimpulan akhir bahwa jalur rempah

Bahwa cengkeh tertua berada di Indonesia harus dihidupkan untuk mengkumplitkan sejarah mengenai rempah nusantara, dari nusantara, dan berakhir di nusantara. Cengkeh Afo.

Yang telah terjadi dan bukan kita yang mengalami,

Tim Kerajaan Nusantara :

Awalnya menyajikan tentang kerajaan kutai sebagai kerajaan pertama di Indonesia

Roma menyajikan bahwa berdasarkan naskah wangsakerta ternyata kutai bukanlah kerajaan pertama, tapi

(20)

bahwa… sambil membolak-balik catatannya, Gadis itu pun berpikir sejenak, lalu menurunkan tangannya.

Masalahnya gini kak… mungkin ada masukan lain, tapi sepertinya berdasarkan bukti-bukti yang berhasil Ya.. ada beberapa versi,, kita mulai satu-satu,

Penduduk Indonesia diperkirakan mulai memasukkan masa aksara sekitar abad ke-5 masehi. Hal itu dihubungkan

dengan temuan prasasti peninggalan kerajaan tua seperti Kerjaan Kutai di Muara Kaman, Kalimantan Timur.

Padahal, bukti bahwa bangsa nusantara sudah berlayar,

sudah memiliki kerajaan, sudah maju, itu di 500 BCE Berakhirnya zaman praaksara Indonesia terbilang lebih

lambat bila dibandingkan dengan wilayah lain. Misalnya, Mesir dan Mesopotamia yang sudah mengenal tulisan sekitar 3000 sebelum masehi.

Lalu, hurus-huruf yang terdapat dalam prasasti adalah huruf palawa dengan Bahasa sansekerta. Bukan huruf jawa kuno, malah huruf jawa kuno datang belakangan

Akar paling tua dari aksara Jawa adalah aksara Brahmi di India yang berkembang menjadi aksara Pallawa di Asia Selatan dan Tenggara antara abad ke-6 hingga 8. Aksara Pallawa kemudian berkembang menjadi aksara Kawi yang digunakan sepanjang periode Hindu-Buddha Indonesia antara abad ke-8 hingga 15.

Di kitab Ramayana yang ditulis Valmiki, disebutkan bahwa pulau Jawa adalah Jawa dan Sumatera disebutkan,

Namun, peninggalan dalam bentuk tulisan sangat dibutuhkan untuk membuat ajeg, agar tidak ada yang misinterpretasi, seperti halnya yang terjadi pada kapal Candi Borobudur.

Berdasarkan prasasti kedukan bukit dengan kode D. 146 diketahui bahwa kerajaan Sriwijaya pada jaman hindu budha di nusantara dibawah penguasa Dapunta Hyang telah melakukan perjalanan air dengan menggunakan samvan yang bisa memuat 200 peti perbekalan serta 20.000 bala tentara.

2 prasasti di pesisir Bali berbahasa Bali kuno utara berangka tahun 896 dan 923 M dengan menggunakan lancing,

prasasti Julah tanggal 844 Saka (923 masehi), yang menjelaskan perintah raja Sri Ugrasena tentang aturan tertentu

(21)

Kalau sejauh ini, kamu sudah menemukan warisan benda yang berkaitan dengan penjelajahan samudera tidak?

Ada kak, yang sangat relevan, adalah relief perahu besar yang terdapat di dinding candi Borobudur kak.

Bagus, terus, apa temuan kamu? Candi Borobudur diperkirakan dibuat Ternyata meskipun relief itu adanya di Indonesia, namun

Berdasarkan pada kapal Borobudur, suku jawa telah menggunakan kapal untuk pelayaran jarak jauh sejak abad ke 8 hingga 9 masehi

Penelitian mendalam telah dilakukan oleh para ahli, kita tinggal mencarinya saja di internet, tidak usah kita yang menggali, mungkin beberapa masih dalam proceeding

Berdasarkan

Banyak arkeolog meneliti kehidupan masa lampau di Jawa kuno dan Nusantara abad ke-8 dan ke-9 dengan mencermati dan merujuk ukiran relief Borobudur. Bentuk rumah panggung, lumbung, istana dan candi, bentuk perhiasan, busana serta persenjataan, aneka tumbuhan dan margasatwa, serta alat transportasi, dicermati oleh para peneliti. Salah satunya adalah relief terkenal yang

menggambarkan Kapal Borobudur.[65] Kapal kayu bercadik khas Nusantara ini menunjukkan

kebudayaan bahari purbakala. Replika bahtera yang dibuat berdasarkan relief Borobudur tersimpan di Museum Samudra Raksa yang terletak di sebelah utara Borobudur.[66]

didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief

Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram ke 2 Rakai Panangkaran 770 M dan di lanjutkan wangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan dapat diselesaikan pada masa Rakai Pikatan Dan Pramudawardhani.

Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

Bukti fisik

Waktu pembangunannya diperkirakan berdasarkan perbandingan antara jenis aksara yang tertulis di kaki tertutup Karmawibhangga dengan jenis aksara yang lazim digunakan pada prasasti kerajaan abad ke-8 dan ke-9. Diperkirakan Borobudur dibangun sekitar tahun 800 masehi.[23] Kurun waktu ini sesuai dengan kurun antara 760 dan 830 M, masa puncak kejayaan wangsa Syailendra di Jawa Tengah,[24] yang kala itu menguasai tahta Kerajaan Medang. Pembangunan Borobudur diperkirakan menghabiskan waktu 75 - 100 tahun lebih dan benar-benar dirampungkan pada masa pemerintahan raja Samaratungga pada tahun 825.[25][26]

waktunya hanya bisa dikira-kira, dan tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

(22)

Sehingga peninggalan tertulis mengenai kedigdayaan maritime mereka tidak bisa terekam dengan baik, melainkan masih

waktu sulit diketahui

mereka tapi belum punya bukti tertulis, mereka, kita, nenek moyang kita folklore. Kalau dikatakan bahwa jaman sejarah itu dihitungnya sejak suatu bangsa mengenal tulisan, menurut saya ini ga adil, bangsa nusantara sudah bisa bikin perahu besar yang mumpuni untuk mengarungi samudera, sudah bisa baca bintang, sudah punya Bahasa, cuman ya ga ditulis aja sama mereka, masa udah semaju itu mereka, nenek moyang kita, malah dibilang masih dalam jaman purba.

Ini ada buktinya? tanya pria berkacamata,

Ya itu, bukti tertulisnya malah adanya di naskah kuno dari bangsa lain, yang sudah mengenal tulisan, mereka yang mencatat. Malah yang ada dikita, seperti relief perahu besar di candi Borobudur, karena tidak ada keterangan tulisannya, malah jadi juga diakui oleh India, sebagai perahu dari India, padahal itu jelas-jelas reliefnya ada di nusantara.

Pria berkacamata :

Kan, tadi disebutkan, naskah kuno dari negara lain. Nah naskah kunonya, apa?

Dari Hindustan kak, dalam Veda Ramayana, bagian Kiskinda-khanda 40:30 disebutkan:

yatnavanto Yava-dvipamsapta rajyopa-sobhitam artinya :

"Selanjutnya kalian akan memasuki wilayah pulau Jawa yang termasyhur, dan terdiri atas tujuh kerajaan"

Yava itu artinya raja, Dvipam itu tanah, dan memang Jawa pernah menjadi tanah para raja, tercatat 7 kerajaan hindu pernah ada

sudah banyak yang mengkonfirmasi, kalau Yava Dvipam itu ya.. Pulau Jawa..

Unfortunately, Historians don’t consider the Hindu’s sacred chronology (yugas, manvantars, kalpas etc) as scientific fact. There’s zero evidence that the

universe is organized as per Hindu cosmology. We have as little reason to accept the Hindu sacred chronology as we have to accept Christian, Igbo, Navajo or any other sacred chronology. Here’s what we know for sure.

1. Homo sapiens evolved on this planet some 200,000–300,000 years ago.

(23)

2. The very first evidence of writing in a cuneiform script appears in Mesopotamia (modern-day Iraq) around 4000 BC.

3. The Indus valley civilization precede the arrival of the Aryan settlers.

The Indus valley civilizations were abandoned around 2,000 BCE.

4. The Rg Veda, the oldest veda, was composed around 1500 BCE.

There’s no mention of the Ramayana in the Rg Veda. So the Ramayana came into being, orally and textually, after the Rg Veda was composed.

5. There are mentions of iron weapons in the Ramayana. We know the iron age started around 1500 BCE as well.

6. There’s also mention of people wearing silk. That indicates at the time the story was written down, there was ongoing trade with China (~post 500 BCE).

Considering the totality of identifiable objects mentioned in the various existing versions of Valmiki’s Ramayana, it’s clear the story is set in an Iron-age post- Vedic world.

Hence, a very liberal upper-bound for the earliest written version of the

Ramayana is the 5th century BC (i.e 2,500 years ago). It’s probably not much more than 2,000 years old.

There are precursor (oral) tales to the Ramayana. These stories have characters names Rama, Sita, etc. (for example, in the Jataka tales), but the story hadn’t taken its current familiar form.

Period: 8th century BCE–3rd century CE

Kapan pastinya kitab Ramaya Secara pastinya sendiri tidak dapat dipastikan, beberapa sumber ada yang mengatakan 400 masehi, dan ada juga yang mengatakan 500 masehi. Namun, yang juga diketahui adalah bahwa Sri Rama sendiri, memang benar ada sosok nyatanya didunia ini, yaitu di kerajaan India, beliau adalah raja ke 64 dinasti surya atau suryawangsa. Dan bahwa kisah Rama adalah nyata juga diperkuat oleh keyakinan dalam agama Hindu sendiri, yang menyebut Kitab Ramayana sebagai itihasa, iti, ha, sa, artinya sesungguhnya kejadian itu begitulah nyatanya, atau sejarah. Nah, dalam

(

https://bali.tribunnews.com/2021/07/19/kisah-ramayana-menurut-kepercayaan-hindu-bagian-dari- memperdalam-ajaran-weda?page=all.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata) Dinasti Surya atau Dinasti Matahari atau Suryawangsa

Para ahli mengatakan, bahwa Itihasa dibagi menjadi tiga bagian yakni iti, ha, dan asa. Yang artinya sesungguhnya kejadian itu begitulah nyatanya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Kisah Ramayana Menurut Kepercayaan Hindu, Bagian dari Memperdalam Ajaran Weda, https://bali.tribunnews.com/2021/07/19/kisah-

(24)

ramayana-menurut-kepercayaan-hindu-bagian-dari-memperdalam-ajaran-weda?page=all.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata

menurut dalam itu

di Wikipedia juga, beda bahasa, beda lagi keterangannya, namun berdasarkan sumber yang dapat dipercaya,

Kitab Ramayana ditulis oleh Valmiki pada sekitar, namun Baghavan Valmiki sendiri hidup pada

Dan beliau kan adalah

Ādi Kavi, the first poet, author of Ramayana, the first epic poem. Teks rama sendiri karena panjang, terdiri dari.. babak, maka diperkirakan dibuat sejak abad ke 8 sampai ke 4 sebelum masehi. Namun ada juga sumber yang mengatakan bahwa kitab Ramayana ditulis pada 400 sampai 500 masehi.

.. dikatakan ddalam akhir kitabnya sendiri bahwa Valmiki mendengar langsung kisah ini dari Sita sendiri, ketika Sita diasingkan ke tengah hutan oleh Rama lalu melahirkan anak kembar mereka di bawah perlindungan Valmiki.

Kakawin Ramayana yang terdapat di Indonesia bukan berasal dari kitab Ramayana yang ditulis oleh Valmiki, melainkan dari kitab lain, yaitu ….

Di kitab Ramayana karya Valmiki, di

Semua anggota

peninggalan perahu disepanjang jalur sutrajjjjjjjjjjjjj, ternyata punya bangsa Indonesia.

Kakawin Ramayana, dari…. Masehi. Mmm… Dua, Ramayana gubahan asli Valmiki, dari… masehi, tiga, Raghumvasa gubahan kalidasa, dari…. Masehi. Apalagi ya…

Terus kamu apa?

Bukti dari jaman prasejarah tentang relief perahu kuno di dinding candi Borobudur, dari … masehi, bukti temuan cengekeh di situs Terqa,

(25)

Kamu?

Bahwa rempah telah dipakai sekuno pembalsaman mumi oleh firaun, bah

Seorang wanita dengan paras yang sangat cantic terlihat begitu asik membaca di perpustakaan, sesekali dia menuliskan sesuatu pada buku catatan yang dibawanya.

Sepertinya aku mendapatkan sesuatu, katanya,

Kakawin Ramayana ini, kalau sekilas memang sepertinya gubahan dari Valmiki, tapi kalau benar-benar ditelusuri, beda..

Indonesia merupakan negara kepulauan. Sebelum namanya berubah menjadi nusantara, Indonesia

Kumpulkan senin pagi. Isi harus sesuai tema, kalau tidak, ibu panggil orang tua kalian kesini. Paham.

Mengikuti perintah Ibu Sita, jelas hanya itu yang bisa kami berdua lakukan. Kami pun mengambil surat ijin itu, lalu menuju ke kelas masing-masing.

Hari sudah sore, waktunya pulang, aku menuruni tangga dengan gontai

Hai.. seru gadis itu. Ia duduk di bangku sekolah, yang sepertinya telah dengan sengaja ia seret jauh-jauh dari kelas hingga ke bawah tangga sini.

Kamu..

Dia pun berdiri.

Saya.. mau minta maaf tentang kejadian tadi siang ya.. kamu jadi keseret-seret (ya,, kaya kursi itu.. jawabku dalam hati).

Ya.. mau bagaimana lagi.. jawabku sekenanya Kita OK kan..

(26)

Ya.. ok ok aja, orang asalnya juga ga kenal Lati, serunya sambil mengulurkan tangan Roma, jawabku

Ini rumahku, kamu mau masuk? Ada ayah ku ko didalam, tanyaku basa-basi Boleh..

Eh.. dia mau, aku terkaget-kaget dalam hati Assalamu’alaikum, ayah..

Ya.. disini teriak ayah, rupanya ayah masih membereskan kamar gudang itu Ini roma sama teman, mau kerja kelompok dulu sebentar

Oh.. ya.. seru ayah, kalau mau minum, makan, kamu tau sendiri kan tempatnya, teriak ayah lagi Swiap yah.. jawabku.

Yuk kita bahas, ajakku sambil duduk di meja makan. Apa sih tadi yang Ibu Sita minta..

And I quotes

“tolong kalian berdua bekerjasama, bikin makalah bersama mengenai arti pentingnya bahari, yang..

dikaitkan dengan eksistensi kamu, dalam hubungannya dengan eksistensi kamu”

“Kumpulkan senin pagi. Isi harus sesuai tema, kalau tidak, ibu panggil orang tua kalian kesini. Paham”

and I also quotes. Timpalku.

Seketika aku melihat Lati tercengang, lalu dengan cepat menoleh ke arah koridor Aku ko merasa ada yang mengawasiku ya, kata lati,

Paling ayah, jawabku, Ya yah ya… teriakku sambil memundurkan kursiku

Hehehe… busted. Hai.. saya anggoro, ayahnya Roma.. muka ayah ko menjadi aneh, jail-jail, mesam- mesem, tangannya sedikit-sedikit menyenggol, aku ah ga jelas

Sore om, ini saya, tadi seret-seret anak om ke dalam masalah, hehe..

Oh.. tampang ayah meninta penjelasan lebih

Gapapa ko yah, cuman ujungnya kita berdua disuruh bikin makalah, DL nya senin, pagi, first thing in the morning, late means dead, gitu aja.. jelasku sambil membawakan Lati air mineral dan kue.

Ihh.. segitunya.. kata ayah sambil menyeringai.

(27)

dia rentangkan, sambil melindungi dengan cepat melewatiku, berlari galak sambil merentangkan kedua sayapnya

Sambil terengah-engah dia kembali menarikku untuk

ku tidak tau persis dimana tempat tinggalnya, karena hanya sejauh sampai rumah inilah tempatku this house is as far as I can go, aku tak pernah ingin tau jalan selanjutnya, untuk apa. Semua yang kubutuhkan ada di jalan utama, warung sayur, minimarket, sekolah, semua di depan, untuk apa susah payah jalan- jalan ke belakang.

Masuk pelajaran sejarah, bosan

Di rumah, bahwa naskah harus dijaga, identitas diri Telat lagi ya..

Ya, tadi ayah memutuskan untuk membuang semua benda yang selama ini mendiang mama biasa simopan rapih di kamar, karena kamar itu mau dipakai

Aku tak setuju

(28)

Ayah tak melihat itu sebagai suatui yang berharga

Kamu tuh masih remaja, baru beranjak remaja malah, remaja awal, Apa kaitannya dengan telat

Bukan sembarang telat, tapi kamu telat selalu di hari ini, minggu kemarin gitu, minggu sebelumnya juga gitu,

Masalahnya, kamu jadi ketinggalan semua mata pelajaran saya, hal yang saya ajarkan, kamu missed Tolong kamu buat makalah tentang jatidirimu sebagai bangsa

Sejarah rempah, sebagaimana yang dikenal dunia, jelas berkiblat ke Barat. Namun, sejarah tidak bersifat statis. Filsuf dan sejarawan Italia, Giambattista Vico, menyadari bahwa sejarah selalu mengalami perkembangan. Arusnya bisa diubah. Lewat observasinya, Vico juga meyakini bahwa manusia sendirilah yang membuat sejarah mereka, bahwa apa yang mereka bisa ketahui adalah apa yang telah mereka buat (Said, 1994: 6). Ini berarti, segala kekaburan yang tercatat dalam lembar sejarah rempah terbuka untuk dikritik dan dibangun ulang,

khususnya pada bagian yang sangat penting, tapi tersingkirkan. Bagian di mana para penghuni Kepulauan Rempah bersaksi. Salah satu cara untuk melakukan rekonstruksi ini adalah lewat karya sastra.

Aceh, yang pernah terkenal sebagai pusat perdagangan dan penghasil merica terbaik dunia,

Tim :

1. Tim naskah kuno bahwa ga ada naskah kuno, di counter roma dengan .. nanti masing-masing kelompok setelah didskusikan hasil temuannya, lalu disuruh menyimpulkan

2. Adalah benar bahwa kita tidak bisa menganggap bangsa yang belum mengenal tulisan (pra- aksara) sebagai bangsa yang belum berbudaya (pra sejarah), dan hal ini juga sudah di tegaskan oleh … dalam …. Sehingga kini kita tidak lagi menggunakan istilah pra sejarah, namun pra aksara

untuk menggambarkan sudah berbudaya artau belum nya 3.

4. Tim mitos dan legenda tentang

5. Tim Kerajaan Nusantara mengangkat bahwa kerajaan tertua di Indonesia adalah kutai. Namun kalau benar bahwa kerajaan tertua itu letaknya di pulau Jawa, itu akan menjadi selaras dengan

kertanegara, di counter berdasarkan temuan terbaru

6. Tim arkeologis, yang membahas bahwa diotemukan lada hitam dari hdung 7. Tim kakawin Ramayana di

Yang dibahas oleh Lati dan Roma muda : Tentang bumi bulat

Tentang penemuan lada hitam di hidung mumi firaun

(29)

Tentang rempah telah digunakan sejak zaman nabi sulaiman dan queen sheeba dibahas oleh Lati dan Roma

Lati mengingat masa lalunya, mamanya sangat familiar dengan rempah karena dia adalah juru masak di keluarga eropa. Sehingga tau betapa mereka menyukai rempah, itu sebabnya Lati tau tentang syzyum

aaromaticum.

Tome pires dan Jack turner ---

Ending, roma masih berteman dengan lati hingga dewasa dan menjadi dosen,

Lati dan roma berdebat tentang Ramayana, bahwa ternyata kikitab Ramayana tidak berasal dari karya Valmiki

Lati meneliti di bawah mikroskop, tentang cengkeh.

Lati berbicara didepan mahasiswanya, Berdasarkan temuan penelitian biologi, ternyata cengkeh, tanaman yang bernama latin…. Memiliki….. kelenjar atsiri…

Bu, disebutkan bahwa cengkeh berasal dari Indonesia, itu tau nya dari mana? Atas dasar apa, anda bisa menulis informasi seperti ini? Tanya lati pada ,ahasiswanya bimbingannya ardi

Mereka saling memandang,

Lati sendiri S2 di kampus yang sama, dia dan roma janjian mau pergi ke kampong halaman lati di Maluku untuk melihat cengkeh tertua yang masih hidup disana. Yang sudah peninggalan, mati saja harus di konservasi, apalagi ini.

Saya ga terlalu suka warna tosca sih, karena aku item, jadi ga cocok, tapi kalau di kamu ini cocok banget In the end, roma menutup catatannya, ternyata cover rahasia nusantara mamanya dia jadikan cover catatannya dia.

Seorang wanita mendekati mereka berdua, Ma aku udah siap, seru wanita itu. Ada tahi lalat manis didagunya, Sama, aku juga udah. Bentar lagi ya.. aku ini dulu..

Referensi

Dokumen terkait

Proyeksi timbulan sampah Dari data tersebut dapat disimpulkan dengan bertambahnya jumlah pengunjung Mall Ratu Indah di masa yang akan datang maka akan bertambah pula volume sampah

Septiana Sulistyawati, 2015 PENERAPAN MEDIA TEKA-TEKI.. UNTUK KETERAMPILAN MENYIMAK BIPA

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan media Ular Tangga dan Teka-Teki Silang (TTS) terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan media Ular Tangga dan Teka-Teki Silang (TTS) terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teks-teks yang membicarakan tentang transformasi dalam novel Ratu-ratu Patani dengan menggunakan pendekatan

Menganalisa prosedur Permaian Teka-Teki Silang Online dengan menggunakan Algoritma runut balik ( backtracking ) dan merancang Permainan Teka-Teki Silang Online tersebut

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan media Ular Tangga dan Teka-Teki Silang (TTS) terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1

Ditinjau dari penjelasan di atas penulis berminat mengambil dan melakukan penelitian dengan judul “STRATEGI PENGEMBANGAN CANDI RATU BOKO UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN DI