• Tidak ada hasil yang ditemukan

kupdf.net final juknis penatalaksanaan tb ro 2020 published

N/A
N/A
Muhammad Thoriq

Academic year: 2025

Membagikan "kupdf.net final juknis penatalaksanaan tb ro 2020 published"

Copied!
230
0
0

Teks penuh

(1)

  

PETUNJUK TEKNIS PETUNJUK TEKNIS   

PENATALAKSANAAN PENATALAKSANAAN

TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

DI INDONESIA

616.995 616.995 Ind Ind p p

(2)

  

 T  T   

e e   

 m  m   

 u  u   

 k  k   

 a  a   

 n  n   

 T  T   

 B  B   

 O  O   

 b  b   

 a  a   

 t  t   

 i  i     

 S  S   

 a  a   

 m  m   

 p  p   

 a  a   

 i  i   

 S  S   

e e   

 m  m   

 b  b   

 u  u   

 h  h

PETUNJUK TEKNIS PETUNJUK TEKNIS PENA

PENA T T ALAKSANAAN ALAKSANAAN TUBERKULOSIS TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

RESISTAN OBAT DI INDONESIA

Direktorat Jenderal Pencegahan dan

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian PenyakitPengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

(3)

  

  

Katalog Da

Katalog Dalam Tlam Terbitanerbitan. . KemeKementerian Kesehatan nterian Kesehatan RIRI 616.995

616.995 Ind

Ind IIndonesia. Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderalndonesia. Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal p

p Pencegahan Pencegahan dan dan Pengendalian Pengendalian PenyakPenyakitit

Petunjuk Teknis Penatalaksanaan Tuberkulosis Petunjuk Teknis Penatalaksanaan Tuberkulosis Resistan Obat 2020.

Resistan Obat 2020.  Jakarta :Jakarta :  KemKementerian Kesehatan RIenterian Kesehatan RI..

2020 2020  

ISBN 978-623-301-029-0 ISBN 978-623-301-029-0

(4)

  

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) merupakan penyakit Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) merupakan penyakit yang berdampak pada kesehatan masyarakat, dengan jumlah yang berdampak pada kesehatan masyarakat, dengan jumlah kasus yang semakin meningkat sehingga memerlukan upaya kasus yang semakin meningkat sehingga memerlukan upaya penanggu

penanggulangan yang komprehensilangan yang komprehensif dari semua pihak. Tf dari semua pihak. Tatalaksanaatalaksana penanggulangan TB RO telah dilaksanakan di Indonesia sejak penanggulangan TB RO telah dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 2009 dan telah ditetapkan menjadi bagian dari Program tahun 2009 dan telah ditetapkan menjadi bagian dari Program Penanggulangan TB Nasional.

Penanggulangan TB Nasional.

Pada tahun 2013, Menteri Kesehatan RI telah menetapkan Pada tahun 2013, Menteri Kesehatan RI telah menetapkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 Tahun 2013 tentang Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 Tahun 2013 tentang Pedoman Manajemen Terpadu Pengendalian Tuberkulosis Pedoman Manajemen Terpadu Pengendalian Tuberkulosis Resistan Obat, sebagai acuan dalam tatalaksana penanggulangan Resistan Obat, sebagai acuan dalam tatalaksana penanggulangan TB RO di Indonesia. Perkembangan tatalaksana TB RO di tingkat TB RO di Indonesia. Perkembangan tatalaksana TB RO di tingkat global terjadi dengan cepat baik terkait alur diagnostik, paduan global terjadi dengan cepat baik terkait alur diagnostik, paduan pengobatan maupun tatalaksana penyakit yang berpusat pada pengobatan maupun tatalaksana penyakit yang berpusat pada pasien (

pasien ( patient  patient centered centered approachapproach). Oleh karena itu perlu dilakukan). Oleh karena itu perlu dilakukan pembaruan dokumen yang digunakan dalam tatalaksana TB RO, pembaruan dokumen yang digunakan dalam tatalaksana TB RO, sesuai dengan perkembangan dan rekomendasi dari

sesuai dengan perkembangan dan rekomendasi dari WHO.WHO.

Buku Petunjuk Teknis Tatalaksana TB Resistan Obat di Buku Petunjuk Teknis Tatalaksana TB Resistan Obat di Indonesia ini merupakan pembaharuan dari Buku Petunjuk Teknis Indonesia ini merupakan pembaharuan dari Buku Petunjuk Teknis Manajemen Terpadu Pengendalian TB RO yang telah diterbitkan Manajemen Terpadu Pengendalian TB RO yang telah diterbitkan Kementerian Kesehatan RI tahun 2014. Diharapkan buku ini dapat Kementerian Kesehatan RI tahun 2014. Diharapkan buku ini dapat menjadi pedoman nasional dalam penanganan kasus TB RO di menjadi pedoman nasional dalam penanganan kasus TB RO di Indonesia bagi seluruh pelaksana program TB di semua tingkatan, Indonesia bagi seluruh pelaksana program TB di semua tingkatan, fasilitas pelayanan kesehatan dan

fasilitas pelayanan kesehatan dan stakeholderstakeholder terkait.terkait.

(5)

  

Kami ucapkan terima kasih kepada tim penyusun dan semua Kami ucapkan terima kasih kepada tim penyusun dan semua pihak terkait yang telah berkontribusi dalam penyusunan Petunjuk pihak terkait yang telah berkontribusi dalam penyusunan Petunjuk Teknis Penatalaksanaan TB Resistan Obat di Indonesia. Semoga Teknis Penatalaksanaan TB Resistan Obat di Indonesia. Semoga dokumen ini berperan dalam mewujudkan Indonesia bebas TB.

dokumen ini berperan dalam mewujudkan Indonesia bebas TB.

Jakarta,

Jakarta, September September 20202020 Direktur Jenderal P2P Direktur Jenderal P2P

dr. Achmad Yurianto dr. Achmad Yurianto

(6)

  

TIM PENYUSUN TIM PENYUSUN

Pengarah

Pengarah   : : Direktur Direktur Jenderal Jenderal Pencegahan Pencegahan dandan Pengendalian Penyakit (P2P)

Pengendalian Penyakit (P2P) Penanggung Jawab

Penanggung Jawab : : dr. dr. Imran Imran Pambudi, Pambudi, MPHMMPHM Editor

Editor : : dr. dr. Endang Endang Lukitosari, Lukitosari, MPHMPH  

  dr. dr. Retno Retno Kusuma Kusuma Dewi, Dewi, MPHMPH  

  dr. dr. YYusie usie Permata, Permata, MIHMIH Kontributor :

Kontributor :

 Andriansjah Rukmana

 Andriansjah Rukmana, M.Biomed, PhD, M.Biomed, PhD UKK LMK FKUIUKK LMK FKUI  Anis Karuniawati, dr

 Anis Karuniawati, dr, Sp.MK, PhD, Sp.MK, PhD UKK LMK FKUIUKK LMK FKUI  Antonius Sianturi, d

 Antonius Sianturi, dr, Spr, Sp.P.P RSUD Embung FatimahRSUD Embung Fatimah  Arinda Putri Wihardi,

 Arinda Putri Wihardi, SKMSKM BBLK SurabayaBBLK Surabaya  Ariyani Kiranasari,

 Ariyani Kiranasari, Dra., M. BiomedDra., M. Biomed UKK LMK FKUIUKK LMK FKUI  Arto Y

 Arto Yuwono, Dr., druwono, Dr., dr, Sp.PD-KP, Sp.PD-KP, FCCP, FCCP, FINASIM, FINASIM RSUP Dr Hasan SadikinRSUP Dr Hasan Sadikin B

Biinnttaanng g YYM M SiSinnaaggaa, , MM..KeKedd, , SpSp..PP((K)K) PePerrhhiimmppuunnaan n DDookktteer r PPaarru u IInnddoonneessiiaa D

Daannggaan n PPrraasseettyyaa, , SS..IIPP SSuubbddiirreekkttoorraat t TTuubbeerrkkuulloossiis s DDiitt. . PP22PPMMLL D

Deeddi i NNoovviizzaarr, , ddrr, , SSpp..PP RRSSUUD D TTaannggeerraanng g SSeellaattaann D

Deessi i AAuulliiaa, , SSKKMM SSuubbddiirreekkttoorraat t TTuubbeerrkkuulloossiis s DDiitt. . PP22PPMMLL D

Diiaah h AAssrri i WWuullaannddaarrii, , ddrr, , SSpp..AA((KK)) UUKKK K RReessppiirroollooggi i IIDDAAII D

Diinna a FFrraassaassttii, , SSKKMM SSuubbddiirreekkttoorraat t TTuubbeerrkkuulloossiis s DDiitt. . PP22PPMMLL E

Egga a FFeebbrriinnaa, , DDrraa.., , AApptt BBaaddaan n PPeennggaawwaas s OObbaat t ddaan n MMaakkaannaann E

Errlliinna a BBuurrhhaann, , DDrr.., , ddrr, , SSpp..PP((KK)), , MMSScc RRSSUUP P PPeerrssaahhaabbaattaann F

Faahhrruul l UUddiinn, , ddrr, , SSppAA, , MM..KKeess UUKKK K RReessppiirroollooggi i IIDDAAII F

Faarraah h AAllpphhi i NNaabbiillaa, , SSKKMM SSuubbddiirreekkttoorraat t TTuubbeerrkkuulloossiis s DDiitt. . PP22PPMMLL Fa

Faththiyiyah ah IsIsbabaniniahah, d, drr, Sp, Sp.P.P(K)(K), M., M.PdPd.K.Keded RSURSUP PP Perersasahahababatatann F

Fiinnnny y FFiittrry y YYaannii, , DDrr.., , ddrr, , SSpp..AA((KK)) UUKKK K RReessppiirroollooggi i IIDDAAII Ga

Galuluh Bh Buudhdhi Li Lekeksosono no AdAdhihi, d, drr, M, M.K.Keses SuSubdbdirireektktororaat Tt Tububererkkululososiis Ds Ditit. P. P2P2PMLML

(7)

  

Han

Hanifaifah Rh Rizkizky y PurPurwanwandindini Si Sugiugiartarto, o, SKMSKM SubSubdirdirektektoraorat t TuTuberberkulkulosiosis Ds Dit. it. P2PMP2PMLL H

Haarrssiinnii, , DDrr.., , ddrr, , SSpp..PP((KK)) RRSSUUD D DDrr. . MMooeewwaarrddii Indra Yovi, dr, Sp.P (K)

Indra Yovi, dr, Sp.P (K) RSUD Arifn AchmadRSUD Arifn Achmad I

Issaak k SSoolliihhiinn, , DDrrss.. LLaabbkkees s PPrroovviinnssi i JJaawwa a BBaarraatt K

Kooeesspprriijjaannii, , ddrr, , SSpp..PPKK BBBBLLK K SSuurraabbaayyaa L

Lyyddiia a MMuurrssiiddaa, , SS..SSii SSuubbddiirreekkttoorraat t TTuubbeerrkkuulloossiis s DDiitt. . PP22PPMMLL M Syarofl Anam, dr, M.Si.Med, Sp.A

M Syarofl Anam, dr, M.Si.Med, Sp.A UKK Respirologi IDAIUKK Respirologi IDAI M. Arifn Nawas, dr, Sp.P(K)

M. Arifn Nawas, dr, Sp.P(K) RSUP PersahabatanRSUP Persahabatan M

Miikkyyaal l FFaarraalliinnaa, , SSKKMM WWHHO O IInnddoonneessiiaa Nafrialdi, dr

Nafrialdi, dr, Sp.FK, , Sp.FK, Sp.PD, PhDSp.PD, PhD Departemen Farmakologi UI/ RSCM JakartaDepartemen Farmakologi UI/ RSCM Jakarta N

Naanni i WWiiddooddoo, , ddrr, , SSpp..MM DDiitt. . PPKKRR- - DDiittjjeen n YYaannkkeess N

Naattiitti i KKaasswwaannddaannii, , DDrr.., , ddrr, , SSpp..AA((KK)) UUKKK K RReessppiirroollooggi i IIDDAAII Neni Sawitri, dr, Sp.P

Neni Sawitri, dr, Sp.P RS Paru Dr. M. Goenawan PartowidigdoRS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo P

Paarrlluuhhuuttaan n SSiiaaggiiaann, , ddrr, , SSpp..PP((KK)) RRSSUUP P HH. . AAddaam m MMaalliikk P

Peennggeelloolla a PPrrooggrraam m TTBB DDiinnaas s KKeesseehhaattaan n PPrroovviinnssi i DDKKI I JJaakkaarrttaa P

Peennggeelloolla a PPrrooggrraam m TTBB DDiinnaas s KKeesseehhaattaan n PPrroovviinnssi i JJaawwa a BBaarraatt P

Peennggeelloolla a PPrrooggrraam m TTBB DDiinnaas s KKeesseehhaattaan n PPrroovviinnssi i JJaawwa a TTeennggaahh P

Peennggeelloolla a PPrrooggrraam m TTBB DDiinnaas s KKeesseehhaattaan n PPrroovviinnssi i JJaawwa a TTiimmuur  r   Pengelola Program TB

Pengelola Program TB Dinas Kesehatan Provinsi DI YogyakartaDinas Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta Pengelola Program TB

Pengelola Program TB Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi SelatanDinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Pengelola Program TB

Pengelola Program TB Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra UtaraDinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara P

Peennggeelloolla a PPrrooggrraam m TTBB DDiinnaas s KKeesseehhaattaan n PPrroovviinnssi i BBaallii Pengelola Program TB

Pengelola Program TB Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan RiauDinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau P

Poommppiinni i AAgguussttiinnaa, , ddrr, , SSpp..PP RRSSPPI I PPrroof f DDr r SSuurraanntti i SSaarroossoo Pr

Praayuyuddi Si Sanantotososo, d, drr, S, Sp.p.PDPD-K-KPP, M, M.K.Keses RSRSUP UP Dr Dr HaHassan an SaSadidikikinn Pur

Purwanwantyatyastustuti, ti, ProProf., f., DrDr., ., drdr, M., M.Sc, Sc, Sp.Sp.FKFK KetKetua ua PokPokja ja TB RTB ROO R

Raahhmmaanniiaahh, , ddrr.., , MM..BBiioommeedd BBaaddaan n PPeennggaawwaas s OObbaat t ddaan n MMaakkaannaann R

Reeggiinna a LLoopprraanngg, , ddrr WWHHO O IInnddoonneessiiaa Re

Renna Ta Tititiis Ns Nur ur KuKususumamawawarrdadanini, S, SKMKM SuSubdbdirireektktoorarat Tt Tububeerkrkululoosisis Ds Ditit. P. P22PMPMLL

(8)

  

Rina Triasih, dr, M.Med (Paed), PhD, Sp.A(K)

Rina Triasih, dr, M.Med (Paed), PhD, Sp.A(K) UKK Respirologi IDAIUKK Respirologi IDAI R

Roonni i CChhaannddrraa, , MM..BBiioommeedd TTB B SSTTAAR R UUSSAAIIDD R

Roorro o AAnnttaassaarrii, , SSKKMM SSuubbddiirreekkttoorraat t TTuubbeerrkkuulloossiis s DDiitt. . PP22PPMMLL Ry

Ryan an BaBayuyusasanntitikka a RiRisstatandndii, , ddrr, , SpSp..PKPK LaLabkbkes es PrProvovininssi i JJawawa a BaBararatt S

Saarrddiikkiin n GGiirri i PPuuttrroo, , ddrr, , SSpp..PP((KK)) RRSSUUP P PPeerrssaahhaabbaattaann S

Seettiiaawwaan n JJaattiillaakkssoonnoo, , ddrr WWHHO O IInnddoonneessiiaa S

Sooeeddaarrssoonnoo, , DDrr.., , ddrr, , SSpp..PP((KK)) RRSSUUD D DDr r SSooeettoommoo S

Suulliissttyya a WWiiddaaddaa, , ddrr SSuubbddiirreekkttoorraat t TTuubbeerrkkuulloossiis s DDiitt. . PP22PPMMLL S

Suulliissttyyoo, , MM..EEppiidd SSuubbddiirreekkttoorraat t TTuubbeerrkkuulloossiis s DDiitt. . PP22PPMMLL T

Thhoommaas s HHaannddooyyoo, , ddrr, , SSpp..PPDD((KK)) RRSSUUP P DDr r KKaarriiaaddii T

Tiiaar r SSaallmmaann, , SSTT, , MMMM TTB B SSTTAAR R UUSSAAIIDD T

Tiiaarra a VVeerrddiinnaawwaattii, , SSKKMM SSuubbddiirreekkttoorraat t TTuubbeerrkkuulloossiis s DDiitt. . PP22PPMMLL T

Tititieiek Sk Sululisistytyowowarari, i, drdr, M, M.K.Keded.K.Klilin, n, SpSp.M.MKK BBLBBLK SK Sururababayayaa T

Tjjaattuur r KKuuaat t SSaaggoorroo, , ddrr, , SSpp..AA((KK)) UUKKK K RReessppiirroollooggi i IIDDAAII T

Toottook k HHaarryyaannttoo, , SSKKMM, , MM..KKeess SSuubbddiirreekkttoorraat t TTuubbeerrkkuulloossiis s DDiitt. . PP22PPMMLL Tri

Tri Asti Asti Isnariani, Isnariani, Dra., Dra., Apt., Apt., M.Pharm M.Pharm Badan Badan Pengawas Pengawas Obat Obat dan dan MakananMakanan T

Trriiaanna a YYuulliiaarrssiihh, , SSKKMM SSuubbddiirreekkttoorraat t TTuubbeerrkkuulloossiis s DDiitt. . PP22PPMMLL V

Viinni Gi Gookkkkaanna Ca Cllaarra Ma Maannuurruunngg, S, SKMKM SuSubbddiirreekkttoorraat Tt Tuubbeerrkkuulloossiis Ds Diitt. P. P22PPMLML W

Waahhyyuunni i IInnddaawwaattii, , ddrr, , SSpp..AA((KK)) UUKKK K RReessppiirroollooggi i IIDDAAII W

Waawwaaiimmuulli i AArroozzaall, , ddrr, , MM..BBiioommeedd DDeeppaarrtteemmeen n FFaarrmmaakkoollooggi i UUII W

Wiinnddy y OOkkttaavviinnaa, , SSKKMM, , MM..KKeess SSuubbddiirreekkttoorraat t TTuubbeerrkkuulloossiis s DDiitt. . PP22PPMMLL W

Wiitta a NNuurrsshhaannttii, , ddrr, , MMAARRSS DDiitt. . PPKKRR- - DDiittjjeen n YYaannkkeess Y

Yaanni i JJaanne e SSuuggiirrii, , ddrr, , SSpp..PP((KK)) RRSSUUD D DDr r SSaaiiffuul l AAnnwwaar  r   Y

Yooaanna a AAnnaannddiittaa, , SSKKMM WWHHO O IInnddoonneessiiaa Y

Yuussiie e PPeerrmmaattaa, , ddrr, , MMIIHH TTB B SSTTAAR R UUSSAAIIDD

(9)

  

(10)

KA

KATTA A PENGANPENGANTTAR AR ... ... ii TIM

TIM PENYUSUPENYUSUN N ... ... iiiiii DAFT

DAFTAR AR ISI ISI ... ... viivii DAFT

DAFTAR AR TTABEL ABEL ... ... xx DAFT

DAFTAR AR GAMBAGAMBAR R ... ... xiixii DAFT

DAFTAR SINGKAAR SINGKATTAN AN ... ... xiiixiii DAFT

DAFTAR LAMPIRAR LAMPIRAN AN ... ... xviixvii BAB

BAB I. I. PENDAHPENDAHULUAN ULUAN ... ... 11  

  1. 1. Latar Latar Belakang Belakang ... ... 11 2.

2. Pengertian Pengertian ... . 33  

  3. 3. Faktor Faktor yang yang Menyebabkan Menyebabkan TTerjadinya erjadinya TBTB Resistan

Resistan Obat Obat ... ... 33 BAB

BAB II. II. KEBIJAKAKEBIJAKAN N DAN DAN STRATEGI STRATEGI ... ... 55  

  1. 1. Tujuan Tujuan ... ... 55  

  2. 2. Kebijakan Kebijakan ... ... 55  

  3. 3. Strategi Strategi ... ... 77 BAB

BAB III. III. ORGANORGANISASI ISASI DAN DAN JEJARING JEJARING ... ... 99  

  1. 1. Organisasi Organisasi Pelaksana Pelaksana Kegiatan Kegiatan TB TB ResistanResistan Obat

Obat ... ... 99  

  2. 2. Jejaring Jejaring Layanan Layanan TB TB Resistan Resistan Obat Obat ... ... 1717 BAB

BAB IVIV. . PENEMPENEMUAN UAN PPASIEN ASIEN TB TB RESISTAN RESISTAN OBAT OBAT ... ... 2222  

  1. 1. KegiatKegiatan an Penemuan Penemuan Pasien Pasien TB TB ResistResistan an Obat Obat ... . 2222  

  2. 2. Jenis Jenis Resistansi Resistansi terhadap terhadap Obat Obat Antituberkulosis Antituberkulosis ... ... 2222  

  3. 3. Kriteria Kriteria TTerduga erduga TB TB Resistan Resistan Obat Obat ... ... 2323  

  4. 4. Mekanisme Mekanisme Rujukan Rujukan dalam dalam Manajemen Manajemen TBTB Resistan

Resistan Obat Obat ... ... 2424 BAB

BAB VV. . PENEGAKAN PENEGAKAN DIAGNOSIS DIAGNOSIS TB TB RESISTRESISTAN AN OBAOBAT T .... .... 2626  

  1. 1. Jenis Jenis PemeriksPemeriksaan aan MikrobiMikrobiologi ologi untuk untuk TB TB RO RO ... . 2626  

  2. 2. Alur Alur Diagnosis Diagnosis TB TB RO RO ... ... 3131

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA viivii

(11)

 

  3. 3. Penguatan Penguatan Kapasitas Kapasitas Laboratorium Laboratorium Biakan Biakan UjiUji Kepekaan

Kepekaan ... .. 3333  

  4. 4. Akses Akses terhadterhadap ap PemeriksPemeriksaan aan Uji Uji KepekaaKepekaan n ... ... 3434  

  5. 5. Tindak Tindak Lanjut Lanjut terhadap terhadap Hasil Hasil Diskordan Diskordan ... .. 3636 BAB

BAB VV. . PENGOPENGOBABATTAN AN TB TB RESISTAN RESISTAN OBAT OBAT ... ... 3939  

  1. 1. Strategi Strategi Pengobatan Pengobatan TB TB Resistan Resistan Obat Obat ... .. 3939  

  2. 2. Pengelompokan Pengelompokan Obat Obat dan dan Alur Alur Pengobatan Pengobatan TBTB Resistan

Resistan Obat Obat ... ... 4040  

  3. 3. Pengobatan Pengobatan TB TB RO RO dengan dengan Paduan Paduan JangkaJangka Pendek

Pendek ... ... 4444  

  4. 4. Pengobatan Pengobatan TB TB RO RO dengan dengan Paduan Paduan JangkaJangka Panjang

Panjang ... ... 5353  

  5. 5. Dosis Dosis dan dan Sediaan Sediaan Obat Obat TB TB RO RO ... ... 6363  

  6. 6. TTahapan ahapan Inisiasi Inisiasi Pengobatan Pengobatan TB TB Resistan Resistan Obat Obat ... ... 6464  

  7. 7. Evaluasi Evaluasi Lanjutan Lanjutan Setelah Setelah Pasien Pasien MenyelesaikanMenyelesaikan Pengobatan

Pengobatan TB TB RO RO ... . 6969 BAB VII.

BAB VII. PENGOPENGOBABATTAN TB AN TB RESISTAN RESISTAN OBAT OBAT DALAMDALAM KEADA

KEADAAN AN KHUSUKHUSUS S ... ... 7171  

  1. 1. Pengobatan Pengobatan TB TB RO RO pada pada Ibu Ibu Hamil Hamil ... ... 7171  

  2. 2. Pengobatan Pengobatan TB TB RO RO pada pada Ibu Ibu Menyusui Menyusui ... .. 7373  

  3. 3. PengobatPengobatan an TB TB RO RO pada pada DiabeteDiabetes s Melitus Melitus ... ... 7373  

  4. 4. Pengobatan Pengobatan TB TB RO RO pada pada HIV HIV ... .. 7676  

  5. 5. Pengobatan Pengobatan TB TB RO RO pada pada Gagal Gagal Ginjal Ginjal ... .. 7979  

  6. 6. PengobatPengobatan an TB TB RO RO pada pada Gangguan Gangguan Liver Liver ... ... 8080 BAB

BAB IX. IX. PENATPENATALAKSANALAKSANAAN AAN TB TB RESISTAN RESISTAN OBATOBAT P

PADA ADA ANAK ANAK ... ... 8181  

  1. 1. Diagnosis Diagnosis TB TB RO RO pada pada Anak Anak ... .... 8181  

  2. 2. Alur Alur DiagnosDiagnosis is dan dan PengobatPengobatan an TB TB RO RO Anak Anak ... ... 8888  

  3. 3. Pengobatan Pengobatan TB TB RO RO Anak Anak ... ... 9191 BAB

BAB X. X. INVESTIGAINVESTIGASI SI KONTAK KONTAK PPADA ADA PPASIEN ASIEN TBTB RESISTAN OBA

RESISTAN OBAT T ... ... 111414  

  1. 1. Investigasi Investigasi Kontak Kontak Pasien Pasien TB TB Resistan Resistan Obat Obat ... ... 111414

(12)

 

  2. 2. TTerapi erapi Pencegahan Pencegahan Tuberkulosis Tuberkulosis pada pada KontakKontak TB Resistan

TB Resistan Obat Obat ... ... 111515 BAB

BAB XI. XI. TTAATTA A LAKSANLAKSANA A EFEK EFEK SAMPING PENGOBATSAMPING PENGOBATANAN TB RESIST

TB RESISTAN OBAAN OBAT T ... .... 120120 BAB

BAB XII. XII. MONITORINMONITORING G EFEK SAMPING EFEK SAMPING OBAT OBAT SECARASECARA AKTIF

AKTIF... ... 133133  

  1. 1. TTahapan ahapan Kegiatan Kegiatan Monitoring Monitoring Efek Efek SampingSamping Obat

Obat ... ... 134134 2.

2. Penilaian Penilaian Kausalitas Kausalitas ... . 140140 BAB XIII. PENGELOLAAN LOG

BAB XIII. PENGELOLAAN LOGISTIK ISTIK ... ... 144144   1.

1. Jenis Jenis Logistik Logistik ... ... 144144  

  2. 2. Pengelolaan Pengelolaan Logistik Logistik ... . 146146  

  3. 3. Jaga Jaga Mutu Mutu Logistik Logistik ... .... 166166 BAB XIV

BAB XIV. PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI . PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI ... . 170170  

  1. 1. Pilar Pilar Pengendalian Pengendalian Manajerial Manajerial untuk untuk TB TB RO RO ... ... 171171  

  2. 2. Pilar Pilar Pengendalian Pengendalian Administratif Administratif ... ... 172172  

  3. 3. Pilar Pilar Pengendalian Pengendalian Lingkungan Lingkungan ... ... 174174  

  4. 4. Pilar Pilar Perlindungan Perlindungan Diri Diri ... ... 175175 BAB XV

BAB XV. . MONITORINMONITORING EVG EVALUASI DAN IALUASI DAN INDIKATNDIKATOROR PROGR

PROGRAM AM ... ... 176176  

  1. 1. Pencatatan Pencatatan dan dan Pelaporan Pelaporan ... ... 178178  

  2. 2. Formulir Formulir Pencatatan Pencatatan dan dan Pelaporan Pelaporan ProgramProgram TB Nasional

TB Nasional ... ... 178178  

  3. 3. Pencatatan Pencatatan dan dan Pelaporan Pelaporan Kegiatan Kegiatan TB TB RORO menggunakan SITB

menggunakan SITB ... . 183183  

  4. 4. Indikator Indikator Pelaksanaan Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan TB TB RO RO ... ... 184184 BAB XVI. DUKUNG

BAB XVI. DUKUNGAN PENGOBATAN PENGOBATAN TB AN TB RESISTRESISTAN OBAAN OBAT T .... .... 187187 BAB XVII.

BAB XVII. PEMBIAPEMBIAYYAAN TB RESAAN TB RESISTISTAN OBAT AN OBAT ... ... 197197 DAFT

DAFTAR PUSTAKA AR PUSTAKA ... ... 198198

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA ixix

(13)

T

Tabel abel 1. 1. Hasil Hasil pengobatpengobatan an pasien pasien TB TB RO RO tahun tahun 2009–2017 2009–2017 ... ... 22 T

Tabel abel 2. 2. TTanggung anggung Jawab Jawab Fasyankes Fasyankes Pelaksana Pelaksana Layanan Layanan TBTB RO dan Fasyankes Satelit ...

RO dan Fasyankes Satelit ... ... 1616 T

Tabel abel 2. 2. PeriodiasaPeriodiasasi si laboratolaboratorium rium uji uji kepekaan kepekaan TB TB (Panel(Panel SDP 2018–2020)

SDP 2018–2020) ... ... 2929 T

Tabel abel 3. 3. Pengelompokan Pengelompokan obat obat TB TB RO RO ... 40... 40 T

Tabel abel 4. 4. Durasi Durasi pemberiapemberian n obat obat pada pada paduan paduan pengobatapengobatan n TBTB RO jangka pendek ...

RO jangka pendek ... ... 4848 T

Tabel abel 5. 5. Dosis Dosis OAOAT T berdasarkan berdasarkan berat berat badan badan untuk untuk paduanpaduan pengobatan TB RO

pengobatan TB RO jangka pendek jangka pendek ... ... 4949 T

Tabel abel 6. 6. Pemeriksaan Pemeriksaan awal awal dan dan selama selama pengobatapengobatan n TB TB RORO (jangka pendek) ...

(jangka pendek) ... .... 5151 T

Tabel abel 7. 7. Langkah Langkah penyusunan penyusunan paduan paduan pengobatapengobatan n TB TB RORO  jangka panjang

 jangka panjang ... ... 5555 T

Tabel abel 8. 8. Contoh Contoh Paduan Paduan Pengobatan Pengobatan TB TB RO RO Jangka Jangka PanjangPanjang berdasarkan Kond

berdasarkan Kondisi Pasien ...isi Pasien ... ... 5757 T

Tabel abel 9. 9. Durasi Durasi pengobatan pengobatan TB TB RO RO jangka jangka panjang panjang ... 59... 59 T

Tabel 10. abel 10. Pemeriksaan awal dan selama pengobatan TB Pemeriksaan awal dan selama pengobatan TB RORO (Jangka panjang) ...

(Jangka panjang) ... ... 6060 T

Tabel 1abel 11. 1. Dosis OADosis OAT untuk paduan pengobatan TB RO jangkaT untuk paduan pengobatan TB RO jangka panjang ( ≥ 15 tahun)

panjang ( ≥ 15 tahun)  ... ... 6363 T

Tabel 12. Kategori keamanan obat TB RO pada abel 12. Kategori keamanan obat TB RO pada kehamilan .kehamilan ... ... 7272 Tabel 13. Dosis dan frekuensi pemberian OAT pada pasien TB Tabel 13. Dosis dan frekuensi pemberian OAT pada pasien TB

RO dengan

RO dengan gagal ginjal gagal ginjal ... ... 7979 T

Tabeabel 14l 14. . Jenis spesimen Jenis spesimen saluran napas saluran napas untuk diagnosis untuk diagnosis TB ROTB RO anak ...

anak ... ... 8484 T

Tabel 15. abel 15. Jenis spesimen non dahak Jenis spesimen non dahak ... ... 8686

DAFTAR TABEL

DAFTAR TABEL

(14)

T

Tabel 16. abel 16. Dosis OADosis OAT untuk pengobatan TB RO (usia < 15T untuk pengobatan TB RO (usia < 15  

  tahun) tahun) ... ... 9292 T

Tabel 17. abel 17. Prinsip penyusunan paduan pengobaPrinsip penyusunan paduan pengobatan TB tan TB RORO  

  pada pada anak anak ... ... 9595 T

Tabel 18. abel 18. Paduan pengobatPaduan pengobatan TB an TB RO anak berdasarkan umurRO anak berdasarkan umur dan resistansi uorokuinolon

dan resistansi uorokuinolon  ... . 9898 T

Tabel 19. abel 19. Durasi pengobatan TB RO pada anak Durasi pengobatan TB RO pada anak ...100100 T

Tabel 20. abel 20. Pemeriksaan awal dan Pemeriksaan awal dan pemantauapemantauan n pengobatpengobatanan TB RO anak

TB RO anak ...102102 Tabel 21.

Tabel 21. Daftar efek samping pengobatan TB RO pada anakDaftar efek samping pengobatan TB RO pada anak ... ...104104 T

Tabel 22. abel 22. Komposisi obat untuk terapi Komposisi obat untuk terapi pencegahapencegahan untukn untuk kontak

kontak TB TB RO RO ...111919 T

Tabel 23. abel 23. Daftar efek samping pengobatan TB RO Daftar efek samping pengobatan TB RO ...121121 T

Tabel 24. abel 24. Hubungan kausalitas berdasarkan WHO-UMC Hubungan kausalitas berdasarkan WHO-UMC ...142142 T

Tabel 25. abel 25. Jenis obat TB RO yang disediakan Program TBJenis obat TB RO yang disediakan Program TB Nasional

Nasional ...145145 T

Tabel abel 26. 26. Jadwal permintaan Jadwal permintaan logistik TB logistik TB ...149149 T

Tabel 27. abel 27. Indikator logistik tingkat kabupaten/kota Indikator logistik tingkat kabupaten/kota ...162162 T

Tabel 28. abel 28. Indikator logistik tingkat provinsi ...Indikator logistik tingkat provinsi ...163163 T

Tabel 29. abel 29. Jenis formulir pada program TB RO Jenis formulir pada program TB RO dan tingkatdan tingkat

penggunaannya ...

penggunaannya ...181181 T

Tabel 30. abel 30. Periode pelaporan kegiatPeriode pelaporan kegiatan TB an TB RO berdasarkanRO berdasarkan formulir

formulir ...184184 T

Tabel 31. abel 31. Indikator kegiatan TB RO Indikator kegiatan TB RO ...185185 T

Tabel 32. abel 32. Paket dukungan pengobatan pasien Paket dukungan pengobatan pasien TB RO TB RO ...189189 T

Tabel 33. abel 33. Kegiatan peningkatan kualitas Kegiatan peningkatan kualitas layanan TB RO layanan TB RO ...196196

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA xixi

(15)

Gambar

Gambar 1. 1. Skema Skema Sistem Sistem Rujukan Rujukan (berdasarka(berdasarkan n PP PP No No 11 tahun

tahun 2012) 2012) ... ... 1717 Gambar

Gambar 2. 2. Alur Alur Diagnosis Diagnosis TB TB Resistan Resistan Obat Obat ... ... 3232 Gambar

Gambar 3. 3. Alur Alur Pengobatan Pengobatan TB TB Resistan Resistan Obat Obat ... ... 4141 Gambar

Gambar 5. 5. Alur Alur Diagnosis Diagnosis dan dan Pengobatan Pengobatan TB TB RO RO padapada  Anak

 Anak ... ... 8989 Gambar

Gambar 6. 6. Alur Alur TTata ata Laksana Laksana TB TB RO RO dan dan HIV HIV pada pada Anak Anak ... ... 111111 Gambar

Gambar 8. 8. Alur Alur Kerja Kerja Kader Kader dan dan Petugas Petugas Kesehatan Kesehatan dalamdalam Pelaksanaan

Pelaksanaan IK IK ... ... 111515 Gambar

Gambar 9. 9. Alur Alur Penapisan Penapisan TB TB RO RO dan dan Pemberian Pemberian TPT TPT padapada Kontak

Kontak TB TB RO RO ... ... 111717 Gambar

Gambar 10. 10. Skema Skema Pelaksanaan Pelaksanaan MESO-akMESO-aktif TB tif TB RO RO ... ... 134134 Gambar 1

Gambar 11. 1. Alur Informasi Pelaporan KTD pada Program Alur Informasi Pelaporan KTD pada Program TBTB Resistan

Resistan Obat Obat ... ... 140140 Gambar 12.

Gambar 12. Alur Permintaan, DisAlur Permintaan, Distribusi dan Pelaporantribusi dan Pelaporan Logistik

Logistik ... ... 155155

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR GAMBAR

(16)

DAFTAR SINGKATAN DAFTAR SINGKATAN

3TC

3TC : : LamivudineLamivudine  ABC

 ABC : : Abacavir Abacavir 

aDSM :

aDSM :  Active Drug-safety Monitoring and Management  Active Drug-safety Monitoring and Management   Amk

 Amk : : AmikasinAmikasin  APD

 APD : : Alat Pelindung DirAlat Pelindung Dirii  ARV

 ARV : : Anti RetroviraAnti Retrovirall  AZT

 AZT : : ZidovudineZidovudine BAL

BAL : : Broncho-AlveoBroncho-Alveolar lar LavageLavage Balkes

Balkes : : Balai Balai KesehatanKesehatan BAST

BAST : : Berita Berita Acara Acara Serah Serah TTerimaerima BBLK

BBLK : : Balai Balai Besar Besar Laboratorium Laboratorium KesehatanKesehatan Bdq

Bdq : : BedaquilineBedaquiline BPJS-K

BPJS-K : : Badan Badan PenyelengPenyelenggara gara Jaminan Jaminan Sosial Sosial KesehatanKesehatan BPOM

BPOM : : Badan Badan Pengawas Pengawas Obat Obat dan dan MakananMakanan BT

BTA A : : BakteBakteri ri TTahan ahan AsamAsam Ca

Ca : : KalsiumKalsium Cfz

Cfz : : ClofaziminClofazimin Cm

Cm : : KapreomisinKapreomisin Cs

Cs : : SikloserinSikloserin D4T

D4T : : StavudineStavudine DDI

DDI : : DidanosineDidanosine Dlm

Dlm : : DelamanidDelamanid DM

DM : : Diabetes Diabetes MelitusMelitus

DOTS :

DOTS : Directly Observed Directly Observed TTreatment Shortcoursereatment Shortcourse DPM

DPM : : Dokter Dokter Praktik Praktik MandiriMandiri

DRS :

DRS : Drug Resistancy SurveilanceDrug Resistancy Surveilance

DST :

DST : Drug Suscepbility Testing Drug Suscepbility Testing  E

E : : EtambutolEtambutol Efv

Efv : : EfavirensEfavirens EKG

EKG : : ElektrokardiElektrokardiogramogram

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA xiiixiii

(17)

ESO

ESO : : Efek Efek Samping Samping ObatObat Eto

Eto : : EtionamidEtionamid Fasyankes

Fasyankes : Fasilitas : Fasilitas Pelayanan Pelayanan KesehatanKesehatan FKRTL

FKRTL : : FasilitaFasilitas s Kesehatan Kesehatan Rujukan Rujukan Tingkat Tingkat LanjutLanjut FKTP

FKTP : : FasilitaFasilitas s Kesehatan Kesehatan Tingkat Tingkat PertamaPertama

FNAB :

FNAB : Fine Needle Apirate Biopsy Fine Needle Apirate Biopsy  FQ

FQ : : FluorokuinolonFluorokuinolon

GA :

GA : Gastric AspirateGastric Aspirate

GL :

GL : Gastric LavageGastric Lavage H

H : : IsoniazidIsoniazid

HAART :

HAART : Highly Active Antiretroviral Therapy Highly Active Antiretroviral Therapy 

HIV :

HIV : Human Immunodeciency VirusHuman Immunodeciency Virus

ICD :

ICD : International Classication of DiseasesInternational Classication of Diseases

ICSR :

ICSR : Individual Case Safety Report Individual Case Safety Report  IDAI

IDAI : : Ikatan Ikatan Dokter Dokter Anak Anak IndonesiaIndonesia IDI

IDI : : Ikatan Ikatan Dokter Dokter IndonesiaIndonesia IK

IK : : Investigasi Investigasi KontakKontak IMT

IMT : : Indeks Indeks Massa Massa TubuhTubuh INH

INH : : IsoniazidIsoniazid Ipm-Cln

Ipm-Cln : : Imipenem–silastatinImipenem–silastatin

IRIS :

IRIS : Immune Reconstitution Inammatory SyndromeImmune Reconstitution Inammatory Syndrome K

K : : KaliumKalium KIE

KIE : : KomunikasiKomunikasi, , Informasi Informasi dan dan EdukasiEdukasi Km

Km : : KanamisinKanamisin KMK

KMK : : Keputusan Keputusan Menteri Menteri KesehatanKesehatan Komli

Komli : : Komite Komite AhliAhli KTD

KTD : : Kejadian Kejadian Tidak Tidak DiharapkanDiharapkan

LJ :

LJ : Lowenstein JensenLowenstein Jensen

LPA :

LPA : Line Probe Essay Line Probe Essay  LRN

LRN : : Laboratorium Laboratorium Rujukan Rujukan NasionalNasional Lzd

Lzd : : LinezolidLinezolid

MDR :

MDR : Multidrug Resistant Multidrug Resistant 

(18)

MESO

MESO : : Monitoring Monitoring Efek Efek Samping Samping ObatObat Mfx

Mfx : : MoksioksasinMoksioksasin Mg

Mg : : MagnesiumMagnesium

MGIT :

MGIT : Mycobacteria Growth Mycobacteria Growth Indicator TIndicator Tubeube Mpm

Mpm : : MeropenemMeropenem Na

Na : : NatriumNatrium

NNRTI :

NNRTI : Non-Nucleoside Reverse-Transcriptase Inhibitor Non-Nucleoside Reverse-Transcriptase Inhibitor 

NRTI :

NRTI : Nucleoside Reverse-Transcriptase Inhibitor Nucleoside Reverse-Transcriptase Inhibitor  NVP

NVP : : NevirapinNevirapinee OAD

OAD : : Obat Obat AntidiabetikAntidiabetik OA

OAT T : : Obat Obat AntitubeAntituberkulosisrkulosis Ofx

Ofx : : OoksasinOoksasin P

PAMKI AMKI : : PerhimpunaPerhimpunan n Ahli Ahli MikrobiolMikrobiologi ogi Klinis Klinis IndonesiIndonesiaa P

PAPDI APDI : : PerhimpunaPerhimpunan n Dokter Dokter SpesialiSpesialis s Penyakit Penyakit DalamDalam Indonesia

Indonesia

PAS :

PAS : P-Aminosalicylic Acid P-Aminosalicylic Acid  PDPI

PDPI : : Perhimpunan Perhimpunan Dokter Dokter Spesialis Spesialis Paru Paru IndonesiaIndonesia PERDAF

PERDAFKI KI : : Perhimpunan Perhimpunan Dokter Dokter Farmakologi Farmakologi Klinik Klinik IndonesiaIndonesia PHBS

PHBS : : Perilaku Perilaku Hidup Hidup Bersih Bersih dan dan SehatSehat

PI :

PI : Protease Inhibitor Protease Inhibitor  PMO

PMO : : Pengawas Pengawas Menelan Menelan ObatObat Pokja

Pokja : : Kelompok Kelompok KerjaKerja PPI

PPI : : Pencegahan Pencegahan dan dan Pengendalian Pengendalian InfeksiInfeksi Pto

Pto : : ProtionamidProtionamid RHZ

RHZ : : Rifampisin, Rifampisin, Isoniazid, Isoniazid, PirazinamidPirazinamid RTV

RTV : : RitonaviRitonavir r  S

S : : StreptomisinStreptomisin SBBK

SBBK : : Surat Surat Bukti Bukti Barang Barang KeluarKeluar SDM

SDM : : Sumber Sumber Daya Daya ManusiaManusia

SDP :

SDP : Standardized Drug Standardized Drug Susceptibility TSusceptibility Testing Packagesesting Packages

SGOT :

SGOT : Serum Glutamic Serum Glutamic Oxaloacetic TOxaloacetic Transaminaseransaminase

SGPT :

SGPT : Serum Glutamic Serum Glutamic Pyruvic TPyruvic Transaminaseransaminase

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA xvxv

(19)

SITB

SITB : : Sistem Sistem Informasi Informasi TuberkulosisTuberkulosis SPO

SPO : : Standar Standar Prosedur Prosedur OperasionaOperasionall SSP

SSP : : Susunan Susunan Saraf Saraf PusatPusat

SSRI :

SSRI : Serotonin Selective Re-Uptake Inhibitor Serotonin Selective Re-Uptake Inhibitor  T

TAK AK : : Tim Tim Ahli Ahli KlinisKlinis T

TAAT T : : Turn Turn ArounAround d TimeTime TB

TB RO RO : : Tuberkulosis Tuberkulosis Resistan Resistan ObatObat TB

TB RR RR : : Tuberkulosis Tuberkulosis Resistan Resistan RifampisiRifampisinn TB

TB SO SO : : Tuberkulosis Tuberkulosis Sensitif Sensitif ObatObat TB

TB XDR XDR : : TuberkulosisTuberkulosis Extensively Drug ResistanceExtensively Drug Resistance TCM

TCM : : TTest est Cepat Cepat Molekuler Molekuler  TDF

TDF : : TTenofenofovir ovir  TPT

TPT : : TTerapi erapi Pencegahan Pencegahan TBTB Trd

Trd : : TTerizerizidoidonene

TSH :

TSH : Thyroid Stimulating HormonThyroid Stimulating Hormon UKM

UKM : : Upaya Upaya Kesehatan Kesehatan MasyarakatMasyarakat UKP

UKP : : Upaa Upaa Kesehatan Kesehatan PeroranganPerorangan UV

UV : : Sinar Sinar ultravioletultraviolet

VOT :

VOT : Video-Observed Treatment Video-Observed Treatment  Z

Z : : PirazinamidPirazinamid

(20)

Lampiran 1. Dosis Obat TB RO Anak berdasark

Lampiran 1. Dosis Obat TB RO Anak berdasarkan Berat Badan an Berat Badan ...200200 Lampiran 2. Formulir

Lampiran 2. Formulir Pelaporan Kejadian TidaPelaporan Kejadian Tidak Diinginkan Serius k Diinginkan Serius ...207207

DAFTAR LAMPIRAN

DAFTAR LAMPIRAN

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA xviixvii

(21)
(22)

BAB I.

BAB I.

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

1.

1. Latar Latar BelakangBelakang

Tuberkulosis resistan obat (TB RO) masih menjadi ancaman Tuberkulosis resistan obat (TB RO) masih menjadi ancaman dalam pengendalian TB dan merupakan salah satu masalah dalam pengendalian TB dan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di banyak negara di dunia. Secara kesehatan masyarakat utama di banyak negara di dunia. Secara global pada tahun 2019, diperkirakan 3,3% dari pasien TB baru global pada tahun 2019, diperkirakan 3,3% dari pasien TB baru dan 17,7% dari pasien TB yang pernah diobati merupakan pasien dan 17,7% dari pasien TB yang pernah diobati merupakan pasien TB resistan obat. Pada tahun 2019, diperkirakan terdapat 9,96 TB resistan obat. Pada tahun 2019, diperkirakan terdapat 9,96  juta

 juta insidens insidens TB TB di di seluruh seluruh dunia, dunia, dimana dimana 465.000 465.000 diantaranyadiantaranya merupakan TB MDR/TB RR. Dari perkiraan 465.000 pasien TB merupakan TB MDR/TB RR. Dari perkiraan 465.000 pasien TB RO tersebut, hanya 206.030 yang berhasil ditemukan dan 177.099 RO tersebut, hanya 206.030 yang berhasil ditemukan dan 177.099 (86%) diobati, dengan angka keberhasilan pengobatan global 57%.

(86%) diobati, dengan angka keberhasilan pengobatan global 57%.

Di Indonesia, estimasi TB RO adalah 2,4% dari seluruh Di Indonesia, estimasi TB RO adalah 2,4% dari seluruh pasien TB baru dan 13% dari pasien TB yang pernah diobati pasien TB baru dan 13% dari pasien TB yang pernah diobati dengan total perkiraan insiden kasus TB RO sebesar 24.000 atau dengan total perkiraan insiden kasus TB RO sebesar 24.000 atau 8,8/100.000 penduduk. Pada tahun 2019, sekitar 11.500 pasien TB 8,8/100.000 penduduk. Pada tahun 2019, sekitar 11.500 pasien TB RR ditemukan dan dilaporkan, sekitar 48% pasien yang memulai RR ditemukan dan dilaporkan, sekitar 48% pasien yang memulai pengobatan TB lini kedua, dengan angka keberhasilan pengobatan pengobatan TB lini kedua, dengan angka keberhasilan pengobatan 45% (WHO Global TB Report 2020).

45% (WHO Global TB Report 2020).

Tatalaksana pasien TB RO telah dilaksanakan di Indonesia Tatalaksana pasien TB RO telah dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 2009. Pengobatan TB RO ditetapkan menjadi bagian sejak tahun 2009. Pengobatan TB RO ditetapkan menjadi bagian dari Program Pengendalian TB Nasional dengan terbitnya dari Program Pengendalian TB Nasional dengan terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 565/

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 565/

MENKES/PER/III/2011 perihal Strategi Nasional Pengendalian MENKES/PER/III/2011 perihal Strategi Nasional Pengendalian TB tahun 2011-2014. Strategi nasional dalam pengobatan TB RO TB tahun 2011-2014. Strategi nasional dalam pengobatan TB RO selalu berupaya mengikuti perkembangan global yang terbaru yang selalu berupaya mengikuti perkembangan global yang terbaru yang diharapkan dapat memberikan angka keberhasilan pengobatan diharapkan dapat memberikan angka keberhasilan pengobatan yang maksimal. Hasil pengobatan pasien TB RO dari tahun yang maksimal. Hasil pengobatan pasien TB RO dari tahun 2009–2017 masih menunjukan adanya kecenderungan penurunan 2009–2017 masih menunjukan adanya kecenderungan penurunan

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 11

(23)

angka keberhasilan pengobatan, peningkatan angka pasien putus angka keberhasilan pengobatan, peningkatan angka pasien putus berobat, serta peningkatan angka pasien meninggal (Tabel 1).

berobat, serta peningkatan angka pasien meninggal (Tabel 1).

Oleh karena itu, Program Penanggulangan melakukan Oleh karena itu, Program Penanggulangan melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan cakupan dan kualitas berbagai terobosan untuk meningkatkan cakupan dan kualitas layanan TB RO di Indonesia, salah satunya dengan implementasi layanan TB RO di Indonesia, salah satunya dengan implementasi paduan pengobatan TB resistan obat tanpa injeksi, baik paduan paduan pengobatan TB resistan obat tanpa injeksi, baik paduan  jangka

 jangka pendek pendek maupun maupun jangka jangka panjang. panjang. Selain Selain itu, itu, KementerianKementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan Kesehatan RI telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI (KMK) nomor 350 tahun 2017 tentang Penunjukan Rumah Sakit RI (KMK) nomor 350 tahun 2017 tentang Penunjukan Rumah Sakit dan Balai Kesehatan untuk melakukan pengobatan TB RO dan dan Balai Kesehatan untuk melakukan pengobatan TB RO dan memperluas ketersediaan fasilitas layanan kesehatan TB resistan memperluas ketersediaan fasilitas layanan kesehatan TB resistan obat. Peningkatan kualitas layanan dan manajemen pasien TB RO, obat. Peningkatan kualitas layanan dan manajemen pasien TB RO, ditambah dengan penyebaran layanan kesehatan TB RO yang ditambah dengan penyebaran layanan kesehatan TB RO yang merata di seluruh Indonesia diharapkan dapat meningkatkan angka merata di seluruh Indonesia diharapkan dapat meningkatkan angka cakupan pengobatan TB RO serta

cakupan pengobatan TB RO serta memutus rantai penyebaran TBmemutus rantai penyebaran TB dan TB RO di masyarakat.

dan TB RO di masyarakat.

Tabel 1. Hasil pengobatan pasien TB RO tahun 2009–2017 Tabel 1. Hasil pengobatan pasien TB RO tahun 2009–2017

Tahun

Tahun SembuhSembuh (%) (%)

Pengo- Pengo- batan batan lengkap lengkap

(%) (%)

Putus Putus berobat berobat

(%) (%)

Gagal Gagal

(%) (%)

Meninggal Meninggal

(%) (%)

Lainnya Lainnya

(%) (%)

Masih Masih dalam dalam pengo- pengo- batan (%) batan (%) 2

2000099 5522,,66 55,,33 1100,,55 55,,33 1100,,55 1155,,88 00 2

2001100 6622,,99 55 1100,,77 44,,33 1122,,99 44,,33 00 2

2001111 5566,,55 11,,66 2255,,11 11,,22 1155,,33 00,,44 00 2

2001122 5533,,55 11,,22 2266,,99 33,,22 1155,,33 00 00 2

2001133 4466,,88 11 2288,,55 22,,88 1155,,66 00 00 2

2001144 4466,,77 33,,66 2277,,99 22,,77 1177,,99 11,,22 00 2

2001155 4411,,66 55,,33 3300,,77 33,,66 1155,,99 11,,55 11,,44 2

2001166 4433,,44 66,,44 2255,,66 33,,77 1166,,99 22,,55 11,,44 2

2001177 3399,,22 55,,88 2266 33,,55 1188,,55 11,,44 55,,77

(24)

2. Pengertian 2. Pengertian

Resistansi kuman

Resistansi kuman Mycobacterium Mycobacterium tuberculosistuberculosis   (Mtb)(Mtb) disebabkan oleh mutasi spontan pada

disebabkan oleh mutasi spontan pada kromosom. Proporskromosom. Proporsi kumani kuman Mtb yang sudah mengalami mutasi (

Mtb yang sudah mengalami mutasi (wild-type resistant mutantswild-type resistant mutants)) pada pasien yang tidak pernah mendapatkan OAT sangat sedikit.

pada pasien yang tidak pernah mendapatkan OAT sangat sedikit.

Pengobatan TB menyebabkan hambatan selektif pada populasi Pengobatan TB menyebabkan hambatan selektif pada populasi kuman Mtb sehingga kuman Mtb sensitif dibunuh, sementara kuman Mtb sehingga kuman Mtb sensitif dibunuh, sementara populasi mutan akan bereproduksi dan menyebabkan terjadinya populasi mutan akan bereproduksi dan menyebabkan terjadinya resistansi terhadap OAT (resistansi didapat).

resistansi terhadap OAT (resistansi didapat).

Resistansi di antara pasien baru adalah resistansi terhadap Resistansi di antara pasien baru adalah resistansi terhadap OAT pada pasien yang belum pernah mendapatkan pengobatan OAT pada pasien yang belum pernah mendapatkan pengobatan TB sebelumnya atau sudah mendapatkan OAT kurang dari 1 TB sebelumnya atau sudah mendapatkan OAT kurang dari 1 bulan. Pasien ini terinfeksi dari orang dengan kuman TB resistan.

bulan. Pasien ini terinfeksi dari orang dengan kuman TB resistan.

Sementara resistansi di antara pasien yang pernah diobati adalah Sementara resistansi di antara pasien yang pernah diobati adalah resistansi yang terjadi pada pasien yang pernah mendapatkan resistansi yang terjadi pada pasien yang pernah mendapatkan pengobatan TB > 1 bulan, termasuk pasien gagal pengobatan, pengobatan TB > 1 bulan, termasuk pasien gagal pengobatan, pasien kambuh atau kembali setelah putus berobat. Pasien ini

pasien kambuh atau kembali setelah putus berobat. Pasien ini bisabisa mendapatkan kuman resistan selama pengobatan, atau mengalami mendapatkan kuman resistan selama pengobatan, atau mengalami reinfeksi / terinfeksi secara primer dari orang dengan kuman TB reinfeksi / terinfeksi secara primer dari orang dengan kuman TB resistan.

resistan.

3.

3. Faktor Faktor yang yang Menyebabkan Menyebabkan TTerjadinya erjadinya TB TB Resistan Resistan ObatObat Faktor utama penyebab terjadinya resistansi kuman terhadap Faktor utama penyebab terjadinya resistansi kuman terhadap OAT adalah akibat tata laksana pengobatan pasien TB yang OAT adalah akibat tata laksana pengobatan pasien TB yang tidak adekuat atau tidak sesuai standar. Resistansi OAT dapat tidak adekuat atau tidak sesuai standar. Resistansi OAT dapat disebabkan oleh 3 faktor berikut:

disebabkan oleh 3 faktor berikut:

a.

a. Pemberi Pemberi jasa jasa (petugas (petugas kesehatan), kesehatan), yaitu yaitu karena:karena:

− Diagnosis Diagnosis tidak tidak tepattepat

− Pengobatan Pengobatan tidak tidak menggunakan menggunakan paduan paduan yang yang tepattepat

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 33

(25)

− Dosis, Dosis, jenis, jenis, jumlah jumlah obat obat dan dan jangka jangka waktu waktu pengobatanpengobatan tidak adekuat

tidak adekuat

− Penyuluhan Penyuluhan kepada kepada pasien pasien yang yang tidak tidak adekuatadekuat b.

b. Pasien, Pasien, yaitu yaitu karena:karena:

− Tidak Tidak mematuhi mematuhi anjuran anjuran dokter dokter / / petugas petugas kesehatankesehatan

− Tidak Tidak teratuteratur r menelan menelan paduan paduan OAOATT

− Menghentikan Menghentikan pengobatan pengobatan secara secara sepihak sepihak sebelumsebelum waktunya

waktunya

− Memiliki Memiliki gangguan gangguan penyerapan penyerapan obatobat c.

c. Program Program Pengendalian Pengendalian TB, TB, yaitu yaitu karena:karena:

− PersediPersediaan aan OAOAT T yang yang kurangkurang

− Rendahnya Rendahnya kualitas kualitas OAOAT T yang yang disediakandisediakan

(26)

BAB II.

BAB II.

KEBIJAKAN DAN

KEBIJAKAN DAN STRA STRA TEGI TEGI

1. Tujuan 1. Tujuan

Tujua

Tujuan dari manajemen TB resistan obat in dari manajemen TB resistan obat ialah untuk memutusalah untuk memutus rantai penularan TB RO di masyarakat dengan menemukan, rantai penularan TB RO di masyarakat dengan menemukan, mengobati semua kasus TB RO serta menyediakan layanan TB mengobati semua kasus TB RO serta menyediakan layanan TB RO yang berkualitas dan mudah diakses oleh semua pasien TB RO yang berkualitas dan mudah diakses oleh semua pasien TB RO di Indonesia.

RO di Indonesia.

2. Kebijakan 2. Kebijakan

Kebijakan yang terkait dengan pengendalian dan tata laksana Kebijakan yang terkait dengan pengendalian dan tata laksana TB resistan obat di Indonesia adalah

TB resistan obat di Indonesia adalah sebagai berikut:sebagai berikut:

1.

1. Pengendalian Pengendalian TB TB RO RO di Inddi Indonesia onesia dilaksanakan dilaksanakan sesuaisesuai tatalaksana pengendalian TB yang berlaku saat ini dengan tatalaksana pengendalian TB yang berlaku saat ini dengan mengutamakan berfungsinya jejaring di antara fasilitas mengutamakan berfungsinya jejaring di antara fasilitas pelayanan kesehatan yang didukung oleh peran aktif pelayanan kesehatan yang didukung oleh peran aktif masyarakat. Titik berat manajemen program meliputi masyarakat. Titik berat manajemen program meliputi perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta menjamin ketersediaan sumber daya (dana, tenaga, sarana menjamin ketersediaan sumber daya (dana, tenaga, sarana dan prasarana).

dan prasarana).

2.

2. TTatalaksanatalaksana a TB TB RO RO dilaksanadilaksanakan kan dengan dengan pendekatapendekatan n yangyang berpusat pada pasien (

berpusat pada pasien (Patient-Centered ApproachPatient-Centered Approach), yaitu), yaitu pengembangan layanan pengobatan TB RO yang lebih mudah pengembangan layanan pengobatan TB RO yang lebih mudah diakses oleh pasien, sehingga layanan bisa tersedia sedekat diakses oleh pasien, sehingga layanan bisa tersedia sedekat mungkin dengan pasien.

mungkin dengan pasien.

3.

3. Penguatan Penguatan kebijakan kebijakan untuk untuk meningkatkan meningkatkan komitmen komitmen parapara pemegang kebijakan dan pelaksana kegiatan pengendalian pemegang kebijakan dan pelaksana kegiatan pengendalian TB RO.

TB RO.

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 55

(27)

4.

4. Penguatan Penguatan tatalaksana tatalaksana TB TB RO dRO dan pengeman pengembangannyabangannya ditujukan terhadap peningkatan mutu pelayanan, kemudahan ditujukan terhadap peningkatan mutu pelayanan, kemudahan akses untuk penemuan kasus dan pengobatan sehingga akses untuk penemuan kasus dan pengobatan sehingga mampu memutuskan rantai penularan dan mencegah mampu memutuskan rantai penularan dan mencegah terjadinya TB XDR.

terjadinya TB XDR.

5.

5. TTatalaksana atalaksana pengendapengendalian lian TB TB RO RO mengacu mengacu kepada kepada PermenkesPermenkes nomor 67 tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis nomor 67 tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis dan petunjuk teknis lain yang ditetapkan oleh Kementerian dan petunjuk teknis lain yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Kesehatan RI.

6. Pengembangan wilayah disesuaikan dengan rencana 6. Pengembangan wilayah disesuaikan dengan rencana pengembangan layanan TB RO yang ada dalam Strategi pengembangan layanan TB RO yang ada dalam Strategi Nasional TB, dilakukan secara bertahap sehingga seluruh Nasional TB, dilakukan secara bertahap sehingga seluruh wilayah Indonesia dapat mempunyai akses terhadap wilayah Indonesia dapat mempunyai akses terhadap pelayanan TB RO yang bermutu.

pelayanan TB RO yang bermutu.

7.

7. Pelayanan Pelayanan pasien pasien TB TB RO RO diberikan diberikan secara secara berjenjang berjenjang mengikutimengikuti sistem jejaring rujukan yang berlaku. Menteri Kesehatan sistem jejaring rujukan yang berlaku. Menteri Kesehatan menunjuk Fasyankes dan Balai Kesehatan yang memberikan menunjuk Fasyankes dan Balai Kesehatan yang memberikan layanan TB resistan obat berdasarkan KMK 350 tahun 2017.

layanan TB resistan obat berdasarkan KMK 350 tahun 2017.

Penetapan fasyankes pemberi layanan TB RO

Penetapan fasyankes pemberi layanan TB RO bersifat terbukabersifat terbuka dan dapat bertambah sejalan dengan penambahan jumlah dan dapat bertambah sejalan dengan penambahan jumlah pasien dan cakupan wilayah serta pertimbangan lainnya.

pasien dan cakupan wilayah serta pertimbangan lainnya.

8.

8. Pembiayaan Pembiayaan untuk untuk penanganan penanganan pasien pasien TB TB RO RO yang yang meliputimeliputi UKM dan UKP menjadi tanggung j

UKM dan UKP menjadi tanggung jawab bersama Pemerintahawab bersama Pemerintah Pusat, Provinsi, Kab/ Kota, BPJS-K dan sumber lain yang sah Pusat, Provinsi, Kab/ Kota, BPJS-K dan sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai mekanisme yang ada.

dan tidak mengikat sesuai mekanisme yang ada.

9.

9. Laboratorium Laboratorium TB TB merupakan merupakan unit yunit yang teang terdepan rdepan dalamdalam diagnosis dan evaluasi penatalaksanaan pasien TB RO diagnosis dan evaluasi penatalaksanaan pasien TB RO sehingga kemampuan dan mutu laboratorium harus sesuai sehingga kemampuan dan mutu laboratorium harus sesuai standar.

standar.

(28)

10.

10. Pengobatan Pengobatan TB RO TB RO dapat dilaksandapat dilaksanakan di sakan di seluruh fasyeluruh fasyankesankes dan balai kesehatan layanan TB RO dan dilanjutkan di dan balai kesehatan layanan TB RO dan dilanjutkan di fasyankes satelit yang berupa fasilitas kesehatan tingkat fasyankes satelit yang berupa fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun fasilitas kesehatan rujukan tingkat pertama (FKTP) maupun fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) yang mudah diakses oleh pasien sesuai lanjut (FKRTL) yang mudah diakses oleh pasien sesuai dengan mekanisme yang telah

dengan mekanisme yang telah disepakati sebelumnya.disepakati sebelumnya.

1

11. 1. PemerintaPemerintah h menyediakamenyediakan n OAOAT T lini kedua lini kedua yang yang berkualiberkualitas tas dandan logistik lainnya untuk pasien TB RO.

logistik lainnya untuk pasien TB RO.

12. Mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten 12. Mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam jumlah yang memadai untuk meningkatkan dan dalam jumlah yang memadai untuk meningkatkan dan mempertahankan kinerja program.

mempertahankan kinerja program.

13.

13. Meningkatkan Meningkatkan dukungan dukungan keluarga keluarga dan mdan masyarakat asyarakat bagi pbagi pasienasien TB RO.

TB RO.

14.

14. Memberikan Memberikan kontribusi kontribusi terhadap terhadap komitmen komitmen global.global.

3. Strategi 3. Strategi

Upaya penanggulangan TB RO telah tertuang pada

Upaya penanggulangan TB RO telah tertuang pada dokumendokumen Strategi Nasional (Stranas) 2021–2024, yang berisi pengembangan Strategi Nasional (Stranas) 2021–2024, yang berisi pengembangan program untuk kualitas layanan TB RO yang terintegrasi dan program untuk kualitas layanan TB RO yang terintegrasi dan percepatan menuju akses universal. Hal ini berarti bahwa layanan percepatan menuju akses universal. Hal ini berarti bahwa layanan TB RO harus dapat menjangkau semua

TB RO harus dapat menjangkau semua pasien tanpa membedakanpasien tanpa membedakan latar belakang sosial ekonomi, karakteristik demogra, wilayah latar belakang sosial ekonomi, karakteristik demogra, wilayah geogras dan kondisi klinis. Strategi nasional pengendalian TB RO geogras dan kondisi klinis. Strategi nasional pengendalian TB RO tersebut meliputi:

tersebut meliputi:

1.

1. Mencegah Mencegah munculnya munculnya resistansi resistansi melalui melalui akses akses universaluniversal terhadap layanan yang berkualitas tinggi untuk TB sensitif terhadap layanan yang berkualitas tinggi untuk TB sensitif obat sesuai dengan rencana strategis nasional TB.

obat sesuai dengan rencana strategis nasional TB.

2.

2. Mencegah Mencegah penyebaran penyebaran TB TB RO RO melalui akmelalui akses ses universaluniversal terhadap layanan diagnostik dan pengobatan TB RO yang terhadap layanan diagnostik dan pengobatan TB RO yang berkualitas tinggi.

berkualitas tinggi.

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 77

(29)

3.

3. Mencegah Mencegah penularan penularan TB TB RO RO melalui melalui penerapan penerapan PPI PPI TB TB sesuaisesuai standar.

standar.

4.

4. Penyediaan Penyediaan layanan layanan berpusat berpusat pada pada pasien pasien untuk untuk semuasemua pasien TB RO termasuk dukungan kepatuhan minum obat.

pasien TB RO termasuk dukungan kepatuhan minum obat.

5.

5. Meningkatkan Meningkatkan manajemen manajemen dan dan kepemilikan kepemilikan layanan layanan TB TB RO RO didi semua tingkat baik di provinsi, kabupaten/ kota dan fasilitas semua tingkat baik di provinsi, kabupaten/ kota dan fasilitas pelayanan kesehatan.

pelayanan kesehatan.

6.

6. Memperkuat Memperkuat komitmen komitmen politis politis di sdi semua emua tingkatan tingkatan untukuntuk MTPTRO melalui advokasi dan kemitraan dengan pemangku MTPTRO melalui advokasi dan kemitraan dengan pemangku kebijakan serta organisasi

kebijakan serta organisasi berbasis masyarakat.berbasis masyarakat.

7.

7. Implementasi Implementasi penggunaan penggunaan obat obat baru baru dan dan paduan paduan standarstandar  jangka

 jangka pendek pendek untuk untuk meningkatkan meningkatkan kualitas kualitas pengobatanpengobatan pasien TB RO di Indonesia.

pasien TB RO di Indonesia.

(30)

BAB III.

BAB III.

ORGANISASI DAN JEJARING ORGANISASI DAN JEJARING

1.

1. Organisasi Organisasi Pelaksana Pelaksana Kegiatan Kegiatan TB TB Resistan Resistan ObatObat a.

a. Tingkat Tingkat PusatPusat

Manajemen kegiatan TB resistan obat merupakan bagian Manajemen kegiatan TB resistan obat merupakan bagian dari upaya pengendalian TB nasional. Penatalaksanaan TB RO dari upaya pengendalian TB nasional. Penatalaksanaan TB RO di tingkat nasional berada di bawah tanggung jawab langsung di tingkat nasional berada di bawah tanggung jawab langsung Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, serta Direktorat Jenderal Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, serta Direktorat Jenderal lain yang terkait.

lain yang terkait.

Unit pelaksana harian kegiatan TB RO adalah Subdirektorat Unit pelaksana harian kegiatan TB RO adalah Subdirektorat T

Tuberkulosis (Subdit TB), Direktorat Pencegahan uberkulosis (Subdit TB), Direktorat Pencegahan dan Pengendaliandan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Penyakit Menular Langsung, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yang bekerjasama dengan Subdirektorat Pengendalian Penyakit yang bekerjasama dengan Subdirektorat terkait lainnya.

terkait lainnya. Secara rinci, tugas Secara rinci, tugas dari Subdirektorat Tuberdari Subdirektorat Tuberkulosiskulosis terkait pelaksanaan TB RO di tingkat pusat adalah:

terkait pelaksanaan TB RO di tingkat pusat adalah:

a. Mengembangkan dan menetapkan kebijakan, strategi, a. Mengembangkan dan menetapkan kebijakan, strategi, rencana, pedoman dan anggaran nasional tatalaksana TB rencana, pedoman dan anggaran nasional tatalaksana TB RO.

RO.

b.

b. Membangun Membangun kapasitas kapasitas untuk untuk implementasi implementasi TB TB RO.RO.

c.

c. Monitoring Monitoring kegiatan kegiatan TB TB RO RO di di tingkat tingkat provinsi provinsi dan dan kabupaten,kabupaten, termasuk kegiatan koordinasi, pemantauan, pengumpulan termasuk kegiatan koordinasi, pemantauan, pengumpulan dan analisis data melalui unit surveilans TB, dan penyusunan dan analisis data melalui unit surveilans TB, dan penyusunan laporan nasional.

laporan nasional.

d.

d. Pengawasan di tPengawasan di tingkat provinsi dan ingkat provinsi dan fasyankes fasyankes yangyang menyediakan perawatan dan pengobatan TB RO.

menyediakan perawatan dan pengobatan TB RO.

e.

e. Memfasilitasi Memfasilitasi manajemen manajemen kasus kasus sulit sulit oleh oleh tim tim ahli ahli klinis klinis (T(TAK)AK) dan tim terapeutik.

dan tim terapeutik.

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 99

(31)

f.

f. Memastikan Memastikan pelaksanaan pelaksanaan kegiatan kegiatan berbasis berbasis masyarakamasyarakat t untukuntuk mendukung pasien TB RO.

mendukung pasien TB RO.

g.

g. Mengelola Mengelola obat obat dan dan logistik logistik lain lain untuk untuk TB TB RO, RO, bekerja bekerja samasama dengan unit terkait di

dengan unit terkait di Kementerian Kesehatan.Kementerian Kesehatan.

h.

h. MelibatMelibatkan kan semua semua sektor, sektor, khususnya khususnya rumah rumah sakit sakit swasta swasta dandan dokter praktik mandiri (DPM).

dokter praktik mandiri (DPM).

i.

i. MengkoordinasikaMengkoordinasikan n kegiatan kegiatan yang yang terkait terkait TB TB RO RO dengandengan Direktorat dan institusi yang terkait antara lain BPOM, Ditjen Direktorat dan institusi yang terkait antara lain BPOM, Ditjen Farmasi dan Alat Kesehatan, Ditjen Pelayanan Kesehatan dan Farmasi dan Alat Kesehatan, Ditjen Pelayanan Kesehatan dan Laboratorium Rujukan Nasional.

Laboratorium Rujukan Nasional.

Dalam pelaksanaan tugasnya,

Dalam pelaksanaan tugasnya, Subdirektorat TB mendapatkanSubdirektorat TB mendapatkan bantuan teknis Komite Ahli (Komli) TB yang bertugas

bantuan teknis Komite Ahli (Komli) TB yang bertugas memberikanmemberikan masukan, melakukan analisis situasi dan membantu untuk masukan, melakukan analisis situasi dan membantu untuk merumuskan kebijakan berkaitan dengan aspek program dan merumuskan kebijakan berkaitan dengan aspek program dan klinis. Kelompok kerja (Pokja) TB RO di tingkat pusat merupakan klinis. Kelompok kerja (Pokja) TB RO di tingkat pusat merupakan kelompok independen yang

kelompok independen yang beranggotakan perwakilan-perwakberanggotakan perwakilan-perwakilanilan dari organisasi profesi, fasyankes, dinas kesehatan provinsi, mitra dari organisasi profesi, fasyankes, dinas kesehatan provinsi, mitra program TB, ahli klinis dan ahli kesehatan lain yang ditunjuk oleh program TB, ahli klinis dan ahli kesehatan lain yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pencegahan

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian dan Pengendalian Penyakit. TPenyakit. Tugasugas pokja TB RO adalah:

pokja TB RO adalah:

a.

a. Memberikan Memberikan masukan masukan dan dan mengawasi mengawasi penerapan penerapan kebijakan,kebijakan, strategi dan pengembangan pedoman, perencanaan, strategi dan pengembangan pedoman, perencanaan, mobilisasi dan pengembangan sumber daya manusia.

mobilisasi dan pengembangan sumber daya manusia.

b.

b. Memberikan Memberikan dukungan dukungan teknis teknis kepada kepada tim tim manajemen manajemen tingkattingkat nasional, provinsi dan fasilitas kesehatan (diagnostik dan nasional, provinsi dan fasilitas kesehatan (diagnostik dan pengobatan).

pengobatan).

c.

c. MengkoordinasikaMengkoordinasikan n kegiatan kegiatan Pokja Pokja TB TB RO RO di di provinsi provinsi sertaserta memberikan masukan bagi manajemen TB RO.

memberikan masukan bagi manajemen TB RO.

(32)

Pokja TB RO terdiri dari para ahli dan mitra program TB, Pokja TB RO terdiri dari para ahli dan mitra program TB, yaitu organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yaitu organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Paru

Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI), PerhimpunanIndonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter  Anak

 Anak Indonesia Indonesia (IDAI), (IDAI), Perhimpunan Perhimpunan Dokter Dokter Farmakologi Farmakologi KlinikKlinik Indonesia (PERDAFKI), Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinis Indonesia (PERDAFKI), Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinis Indonesia (PAMKI), organisasi

Gambar

Tabel 1. Hasil pengobatan pasien TB RO tahun 2009–2017Tabel 1. Hasil pengobatan pasien TB RO tahun 2009–2017
Tabel 2. Tanggung Jawab Fasyankes Pelaksana Layanan TB RO danTabel 2. Tanggung Jawab Fasyankes Pelaksana Layanan TB RO dan
Gambar 1. Skema Sistem Rujukan (berdasarkan PP No 1
Gambar 2. Alur Diagnosis TB Resistan ObatGambar 2. Alur Diagnosis TB Resistan Obat
+7

Referensi

Dokumen terkait