• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGELOLAAN LOGISTIKPENGELOLAAN LOGISTIK

PENGELOLAAN LOGISTIK

g y g p g p y

g y g p g p y

dibagi menjadi dua jenis yaitu logistik obat antituberkulosis (OAT) dibagi menjadi dua jenis yaitu logistik obat antituberkulosis (OAT) dan logistik non-OAT. Penggolongan jenis logistik ini untuk lebih dan logistik non-OAT. Penggolongan jenis logistik ini untuk lebih memudahkan pengelolaan barang tersebut sesuai dengan fungsi memudahkan pengelolaan barang tersebut sesuai dengan fungsi penggunaannya.

penggunaannya.

1.1

1.1 LogistiLogistik k Obat Obat Anti Anti Tuberkulosis Tuberkulosis (OA(OAT)T) Yang termasuk dalam logistik OAT yaitu:

Yang termasuk dalam logistik OAT yaitu:

a.

a. Obat Obat TB TB Sensitif: Sensitif: Sediaan Sediaan obat obat TB TB sensitif sensitif yang yang disediakandisediakan oleh Program TB dalam bentuk paket Kombinasi Dosis Tetap oleh Program TB dalam bentuk paket Kombinasi Dosis Tetap (KDT) dan paket Kombipak. Obat TB sensitif terdiri dari OAT (KDT) dan paket Kombipak. Obat TB sensitif terdiri dari OAT kategori I dan OAT kategori anak.

kategori I dan OAT kategori anak.

b.

b. Obat Obat TB TB Resistan Resistan ObatObat Sediaan obat TB RO yang

Sediaan obat TB RO yang disediakan oleh Program TB bentukdisediakan oleh Program TB bentuk obat satuan atau obat lepas, tidak dalam bentuk paket. Obat obat satuan atau obat lepas, tidak dalam bentuk paket. Obat yang disediakan oleh Program TB dapat berubah sewaktu yang disediakan oleh Program TB dapat berubah sewaktu waktu tergantung dari kebijakan program dalam mengobati waktu tergantung dari kebijakan program dalam mengobati pasien TB resistan obat. Obat TB RO yang disediakan oleh pasien TB resistan obat. Obat TB RO yang disediakan oleh program saat ini seperti pada Tabel 25 berikut.

program saat ini seperti pada Tabel 25 berikut.

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 144

144

  

Tabel 25. Jenis obat TB RO yang disediakan Tabel 25. Jenis obat TB RO yang disediakan

Program TB Nasional Program TB Nasional

Moksioksasin Moksioksasin Bedaquiline Bedaquiline Linezolid Linezolid

Mfx Mfx Bdq Bdq Lzd Lzd Clofazimin

Clofazimin Sikloserin Sikloserin

Cfz Cfz Cs Cs Etambutol

Etambutol Delamanid Delamanid Pirazinamid Pirazinamid Etionamid Etionamid

p-aminosalicylic acid p-aminosalicylic acid

E E Dlm Dlm Z Z Eto Eto P PASAS

c.

c. Obat Obat TTerapi erapi Pencegahan Pencegahan TBTB

Obat–obatan yang disediakan oleh Program TB untuk Obat–obatan yang disediakan oleh Program TB untuk pencegahan TB yaitu isoniazid, vitamin B6, levooksasin, pencegahan TB yaitu isoniazid, vitamin B6, levooksasin, etambutol, rifapentin.

etambutol, rifapentin.

1.2

1.2 LogistiLogistik k Non-OANon-OATT Logisti

Logistik non OAk non OAT yang digunakan dalam Program PengendaliT yang digunakan dalam Program Pengendalianan Tuberkulosis adalah:

Tuberkulosis adalah:

a.

a. Bahan Bahan dan dan alat alat pendukung pendukung laboratorium laboratorium untuk: untuk: reagensia,reagensia, pot dahak, kaca sediaan, minyak emersi, eter alkohol, tisu, pot dahak, kaca sediaan, minyak emersi, eter alkohol, tisu, mikroskop, ose/lidi, lampu spiritus/bunsen, rak pengering, mikroskop, ose/lidi, lampu spiritus/bunsen, rak pengering, kaca sediaan, alat TCM, kartrid TCM, masker N95 tipe 1860, kaca sediaan, alat TCM, kartrid TCM, masker N95 tipe 1860, 1860S dan 1870, a

1860S dan 1870, alat t test, lisol, dlllat t test, lisol, dll

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 145145

  

b.

b. Formulir Formulir Pencatatan Pencatatan dan dan Pelaporan Pelaporan TB TB Sensitif Sensitif dan dan TB TB RO,RO, yaitu:

yaitu:

1)

1) TBC.01 TBC.01 5) 5) TBC.05 TBC.05 9) 9) TBC.09 TBC.09 13) 13) TBC.13TBC.13 2)

2) TBC.02 TBC.02 6) 6) TBC.06 TBC.06 10) 10) TBC.10 TBC.10 14) 14) TBC.14TBC.14

4)

4) TBC.04 TBC.04 8) 8) TBC.08 TBC.08 12) 12) TBC.12 TBC.12 16) 16) TBC.16TBC.16 c.

c. Barang Barang cetakan cetakan lainnya lainnya seperti seperti buku buku pedoman, pedoman, buku buku panduan,panduan, buku petunjuk teknis,

buku petunjuk teknis, leaet, brosur, posterleaet, brosur, poster, lembar , lembar balik, stiker,balik, stiker, dan lain-lain.

dan lain-lain.

2.

2. Pengelolaan Pengelolaan LogistikLogistik

Kegiatan pengelolaan logistik pada dasarnya berhubungan Kegiatan pengelolaan logistik pada dasarnya berhubungan dengan perencanaan, pengadaan, penyimpanan, permintaan, dengan perencanaan, pengadaan, penyimpanan, permintaan, distribusi, monitoring dan evaluasi. Pengelolaan logistik OAT TB distribusi, monitoring dan evaluasi. Pengelolaan logistik OAT TB RO berbeda dengan pengelolaan OAT untuk TB sensitif. OAT TB RO berbeda dengan pengelolaan OAT untuk TB sensitif. OAT TB RO tidak bisa disediakan dalam bentuk paket seperti OAT TB SO RO tidak bisa disediakan dalam bentuk paket seperti OAT TB SO karena lama pengobatan pasien yang lama dan jenis obat yang karena lama pengobatan pasien yang lama dan jenis obat yang dimungkinkan untuk berubah selama pengobatan. Masa simpan dimungkinkan untuk berubah selama pengobatan. Masa simpan (

(shelf lifeshelf life) OAT TB RO relatif lebih cepat dibanding OAT TB SO.) OAT TB RO relatif lebih cepat dibanding OAT TB SO.

Oleh karena itu untuk menjamin ketersediaan dan jumlah logistik Oleh karena itu untuk menjamin ketersediaan dan jumlah logistik yang cukup untuk pengobatan pasien TB RO maka petugas yang cukup untuk pengobatan pasien TB RO maka petugas kesehatan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam kesehatan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola logistik TB RO.

mengelola logistik TB RO.

2.1 Perencanaan 2.1 Perencanaan

Perencanaan OAT TB RO dilakukan oleh Kementerian Perencanaan OAT TB RO dilakukan oleh Kementerian Kesehatan menggunakan perangkat lunak Quan TB

Kesehatan menggunakan perangkat lunak Quan TB yang dilakukanyang dilakukan setiap satu tahun sekali pada awal tahun, dengan melibatkan tim setiap satu tahun sekali pada awal tahun, dengan melibatkan tim TB RO dan logistik. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan TB RO dan logistik. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam proses perhitungan kebutuhan obat TB RO, yaitu:

dalam proses perhitungan kebutuhan obat TB RO, yaitu:

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 146

146

  

• Jumlah Jumlah target target pasien pasien baru baru yang yang akan akan diobati diobati berdasarkanberdasarkan paduan pengobatan.

paduan pengobatan.

Jumlah

Jumlah obat obat yang yang sudah sudah dibeli dibeli namun namun belum belum diterima diterima ((stock instock in  pipe line

 pipe line).).

• Masa Masa tunggu tunggu ((lead timelead time) dari waktu pemesanan sampai barang) dari waktu pemesanan sampai barang tiba.

tiba.

• Periode Periode perhitungan perhitungan kebutuhan kebutuhan yang yang diharapkan.diharapkan.

• Dosis Dosis setiap setiap jenis jenis obat obat yang yang akan akan diberikan diberikan per per kg kg beratberat badan.

badan.

Perencanaan

Perencanaan logistilogistik k non non OAOAT T dilaksandilaksanakan akan oleh oleh dinasdinas kesehatan kabupaten yang memiliki fasyankes penyedia layanan kesehatan kabupaten yang memiliki fasyankes penyedia layanan TB

TB RO RO melalui melalui koordinasi koordinasi dengan dengan dinas dinas kesehatan kesehatan provinsiprovinsi untuk selanjutnya dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan.

untuk selanjutnya dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan.

Perencanaan logistik non OAT dari setiap kabupaten/kota dan Perencanaan logistik non OAT dari setiap kabupaten/kota dan provinsi harus memperhatikan sumber pendanaan daerah yang provinsi harus memperhatikan sumber pendanaan daerah yang dapat dimanfaatkan sehingga keberlangsungan program TB dapat dimanfaatkan sehingga keberlangsungan program TB dapat terjamin. Perhitungan kebutuhan logistik non OAT harus dapat terjamin. Perhitungan kebutuhan logistik non OAT harus memperhitungkan beberapa hal, yaitu:

memperhitungkan beberapa hal, yaitu:

• Spesikasi Spesikasi barangbarang

• TTanggal anggal kadaluakadaluarsa rsa barangbarang

• Jumlah Jumlah kebutuhan kebutuhan berdasarkan berdasarkan konsumsi konsumsi perbulan perbulan yangyang disesuaikan dengan target dan

disesuaikan dengan target dan konsumsi sebelumnyakonsumsi sebelumnya

• Stok Stok yang yang tersedia tersedia yang yang masih masih dapat dapat dipergunakandipergunakan

• Stok Stok yang yang diperkirakan diperkirakan akan akan datang datang ((stock in pipe linestock in pipe line))

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 147147

  

2.2 Pengadaan 2.2 Pengadaan

Pengadaan merupakan proses penyediaan barang logistik Pengadaan merupakan proses penyediaan barang logistik yang dibutuhkan pada institusi maupun fasilitas pelayanan yang dibutuhkan pada institusi maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Pengadaan yang baik harus dapat

kesehatan. Pengadaan yang baik harus dapat memastikan logistikmemastikan logistik

dengan kontrak kerja dan harga yang kompetitif.

dengan kontrak kerja dan harga yang kompetitif. Pengadaan barangPengadaan barang baik OAT maupun non OAT harus sesuai dengan spesikasi yang baik OAT maupun non OAT harus sesuai dengan spesikasi yang ditentukan oleh Program TB. Pengadaan OAT maupun non OAT ditentukan oleh Program TB. Pengadaan OAT maupun non OAT diharapkan menggunakan mekanisme pengadaan barang dan jasa diharapkan menggunakan mekanisme pengadaan barang dan jasa yang telah ditentukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

yang telah ditentukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pengadaan logistik dapat dilaksanakan oleh dinkes kabupaten/

Pengadaan logistik dapat dilaksanakan oleh dinkes kabupaten/

kota, dinkes provinsi dan Kementerian Kesehatan. Sumber dana kota, dinkes provinsi dan Kementerian Kesehatan. Sumber dana yang digunakan dapat berasal dari pemerintah pusat, pemerintah yang digunakan dapat berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan bantuan luar negeri. Pengadaan obat TB RO saat daerah dan bantuan luar negeri. Pengadaan obat TB RO saat ini sebagian besar dibiayai oleh pendanaan hibah luar negeri.

ini sebagian besar dibiayai oleh pendanaan hibah luar negeri.

Diharapkan dimasa yang akan datang

Diharapkan dimasa yang akan datang pendanaan akan bersumberpendanaan akan bersumber dari pemerintah Indonesia. Obat TB RO yang digunakan saat dari pemerintah Indonesia. Obat TB RO yang digunakan saat ini banyak yang belum diproduksi di dalam negeri, sehingga ini banyak yang belum diproduksi di dalam negeri, sehingga pengadaannya masih diimpor. Pengadaan impor membutuhkan pengadaannya masih diimpor. Pengadaan impor membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama (7-8 bulan) sehingga untuk proses dan waktu yang cukup lama (7-8 bulan) sehingga untuk menjamin ketersediaan obat TB RO di setiap fasyankes masih menjamin ketersediaan obat TB RO di setiap fasyankes masih merupakan tantangan yang cukup besar.

merupakan tantangan yang cukup besar.

2.3 Permintaan 2.3 Permintaan

Permintaa

Permintaan login logistik OAstik OAT maupun non T maupun non OAOATT, dila, dilaksanakan setksanakan setiapiap 3 bulan sekali secara berjenjang menggunakan formulir standar.

3 bulan sekali secara berjenjang menggunakan formulir standar.

Proses permintaan logistik dilakukan secara berjenjang mulai dari Proses permintaan logistik dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat fasyankes ke dinkes

tingkat fasyankes ke dinkes kabupaten/kota, dinkes kabupaten/kotakabupaten/kota, dinkes kabupaten/kota ke dinkes provinsi, dinkes provinsi ke Subdirektorat Tuberkulosis, ke dinkes provinsi, dinkes provinsi ke Subdirektorat Tuberkulosis, Dit.P2PML, Kementerian Kesehatan. Jadwal permintaan logistik Dit.P2PML, Kementerian Kesehatan. Jadwal permintaan logistik

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 148

148

  

sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan agar proses distribusi sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan agar proses distribusi dan analisis dapat dilakukan secara teratur dan ketersedian logistik dan analisis dapat dilakukan secara teratur dan ketersedian logistik

Tabel 26. Jadwal permintaan logistik TB Tabel 26. Jadwal permintaan logistik TB

Kebutuhan Untuk

Kebutuhan Untuk JadwalJadwal Permintaan

Permintaan Perkiraan OATPerkiraan OAT Dikirim Dikirim T

Trriiwwuullaann BBuullaann

Fasyankes ke Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota Fasyankes ke Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota 1

1 JJaannuuaarri i ss//d d MMaarreett MMiinnggggu u kkee--2 2 bbuullaann November 

November 

Minggu ke-4 bulan Minggu ke-4 bulan Desember 

Desember  2

2  April s/d  April s/d JuniJuni Minggu keMinggu ke-2 bulan-2 bulan Februari

Februari

Minggu

Minggu ke-4 ke-4 bulanbulan Maret

Maret 3

3 JJuulli i ss//d d SSeepptteemmbbeerr MMiinnggggu u kkee--2 2 bbuullaann Mei

Mei

Minggu ke-4 bulan Minggu ke-4 bulan Juni

Juni 4

4 Oktober s/dOktober s/d Desember 

Desember  Minggu ke-2 bulanMinggu ke-2 bulan  Agustus

 Agustus Minggu ke-4 bulanMinggu ke-4 bulan September 

September  Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota ke Dinas Kesehatan Provinsi Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota ke Dinas Kesehatan Provinsi

1

1 JJaannuuaarri i ss//d d MMaarreett Minggu ke-3 bulanMinggu ke-3 bulan November 

November 

Minggu ke-3 bulan Minggu ke-3 bulan Desember 

Desember  2

2 AApprriil l ss//d d JJuunnii Minggu ke-3 bulanMinggu ke-3 bulan Februari

Februari

Minggu

Minggu ke-3 ke-3 bulanbulan Maret

Maret 3

3 JJuulli i ss//d d SSeepptteemmbbeer  r   Minggu ke-3 bulanMinggu ke-3 bulan Mei

Mei

Minggu ke-3 bulan Minggu ke-3 bulan Juni

Juni 4

4 Oktober s/dOktober s/dDesember Desember   Agustus AgustusMinggu ke-3 bulanMinggu ke-3 bulan Minggu ke-3 bulanMinggu ke-3 bulanSeptember September  Dinas Kesehatan Provinsi Ke Pusat (Subdit TB)

Dinas Kesehatan Provinsi Ke Pusat (Subdit TB) 1

1 JJaannuuaarri i ss//d d MMaarreett Minggu ke-4 bulanMinggu ke-4 bulan November 

November 

Minggu ke-2 bulan Minggu ke-2 bulan Desember 

Desember  2

2 AApprriil l ss//d d JJuunnii Minggu ke-4 bulanMinggu ke-4 bulan Februari

Februari

Minggu

Minggu ke-2 ke-2 bulanbulan Maret

Maret

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 149149

  

Kebutuhan Untuk

Kebutuhan Untuk JadwalJadwal Permintaan Permintaan

Perkiraan OAT Perkiraan OAT

Dikirim Dikirim T

Trriiwwuullaann BBuullaann 3

3 JJuulli i ss//d d SSeepptteemmbbeer  r   Minggu ke-4 bulanMinggu ke-4 bulan Mei

Mei

Minggu ke-2 bulan Minggu ke-2 bulan Juni

Juni

Desember 

Desember   Agustus Agustus September September 

Saat ini program telah menyediakan aplikasi yang memudahkan Saat ini program telah menyediakan aplikasi yang memudahkan dalam proses permintaan logistik

dalam proses permintaan logistik dengan menggunakan perangkatdengan menggunakan perangkat SITB yang dapat diakses di alamat:

SITB yang dapat diakses di alamat: http://sitb.id/sitb/apphttp://sitb.id/sitb/app. Proses. Proses permintaan logistik OAT dan Non OAT dapat dilakukan dengan permintaan logistik OAT dan Non OAT dapat dilakukan dengan menggunakan fungsi “Permintaan Keluar”. Petugas wajib mengisi menggunakan fungsi “Permintaan Keluar”. Petugas wajib mengisi variabel yang telah ditentukan sehingga sistem akan menghitung variabel yang telah ditentukan sehingga sistem akan menghitung secara otomatis jumlah obat yang dibutuhkan untuk memenuhi secara otomatis jumlah obat yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan selama 3 bulan ke depan.

kebutuhan selama 3 bulan ke depan.

a)

a) Permintaan Permintaan obat obat dari dari fasyankes fasyankes TB TB RO RO ke ke dinas dinas kesehatankesehatan kabupaten/kota

kabupaten/kota

Berikut ini contoh permintaan obat dari

Berikut ini contoh permintaan obat dari fasyankes TB RO ke Dinasfasyankes TB RO ke Dinas Kesehatan Kab/Kota:

Kesehatan Kab/Kota:

  

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 150

150

  

Setelah mengecek jumlah obat yang terhitung otomatis, Setelah mengecek jumlah obat yang terhitung otomatis, maka langkah selanjutnya adalah mengklik tombol ”Simpan” dan maka langkah selanjutnya adalah mengklik tombol ”Simpan” dan

”Kirim Permintaan”, maka permintaan dari fasyankes akan terkirim

”Kirim Permintaan”, maka permintaan dari fasyankes akan terkirim otomatis ke dinas

otomatis ke dinas kesehatan kabupaten/kota.kesehatan kabupaten/kota.

Proses permintaan obat dari fasyankes sangat dipengaruhi Proses permintaan obat dari fasyankes sangat dipengaruhi oleh jumlah pasien TB RO yang sedang diobati, perkiraan jumlah oleh jumlah pasien TB RO yang sedang diobati, perkiraan jumlah pasien baru yang akan diobati

pasien baru yang akan diobati dan stok obat yang tercatat didalamdan stok obat yang tercatat didalam software SITB, oleh karena itu sebelum melakukan permintaan software SITB, oleh karena itu sebelum melakukan permintaan obat, petugas kesehatan harus memastikan data tersebut telah obat, petugas kesehatan harus memastikan data tersebut telah diinput ke dalam software SITB.mBerikut adalah tampilan SITB di diinput ke dalam software SITB.mBerikut adalah tampilan SITB di tingkat kabupaten/kota apabila ada permintaan obat dari

tingkat kabupaten/kota apabila ada permintaan obat dari fasyankes:fasyankes:

  

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 151151

  

b)

b) Permintaan Permintaan obat obat dari dari dinas dinas kesehatan kesehatan kabupaten kabupaten kotakota

Langkah yang harus dilakukan oleh dinas kesehatan Langkah yang harus dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota setelah ada transaksi permintaan dari fasyankes kabupaten/kota setelah ada transaksi permintaan dari fasyankes adalah

adalah melakukan melakukan penerimaan penerimaan permintaan permintaan obat obat dan dan melakukanmelakukan rekapitulasi permintaan tersebut untuk diteruskan ke dinas rekapitulasi permintaan tersebut untuk diteruskan ke dinas kesehatan provinsi. Klik tombol tanda kaca pembesar pada

kesehatan provinsi. Klik tombol tanda kaca pembesar pada transaktitransakti permintaan dari fasyankes lalu klik tombol ”Terima Permintaan”

permintaan dari fasyankes lalu klik tombol ”Terima Permintaan”

dan ”Simpan”. Lakukan langkah ini untuk semua permintaan yang dan ”Simpan”. Lakukan langkah ini untuk semua permintaan yang masuk ke dinkes kabupaten/kota.

masuk ke dinkes kabupaten/kota.

  

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 152

152

  

Langkah selanjutnya adalah mengisi /memberi tanda Langkah selanjutnya adalah mengisi /memberi tanda rumput pada permintaan fasyankes yang akan direkapitulasi rumput pada permintaan fasyankes yang akan direkapitulasi untuk dikirimkan ke dinas kesehatan provinsi. Hanya transaski untuk dikirimkan ke dinas kesehatan provinsi. Hanya transaski yang sudah di ”Terima Permintaan” yang akan muncul pada yang sudah di ”Terima Permintaan” yang akan muncul pada fungsi rekapitulasi ini, oleh karena itu pastikan telah melakukan fungsi rekapitulasi ini, oleh karena itu pastikan telah melakukan

”Terima Permintaan” terlebih dahulu apabila kabupaten/kota ingin

”Terima Permintaan” terlebih dahulu apabila kabupaten/kota ingin melakukan rekapitulasi permintaan. Klik ”Simpan” dan ’Kirim melakukan rekapitulasi permintaan. Klik ”Simpan” dan ’Kirim Permintaan”, maka permintaan kabupaten kota akan terkirim Permintaan”, maka permintaan kabupaten kota akan terkirim otomatis ke dinas kesehatan provinsi. Langkah di

otomatis ke dinas kesehatan provinsi. Langkah di dinas kesehatandinas kesehatan provinsi untuk melakukan permintaan kepada Kemenkes adalah provinsi untuk melakukan permintaan kepada Kemenkes adalah sama dengan yang dil

sama dengan yang dilakukan oleh kabupaten/kota.akukan oleh kabupaten/kota.

  

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 153153

  

Permintaan kebutuhan logistik OAT dan Non OAT hanya Permintaan kebutuhan logistik OAT dan Non OAT hanya akan disetujui apabila permintaan tersebut melalui software SITB.

akan disetujui apabila permintaan tersebut melalui software SITB.

Tahapan proses permintaan OAT dan non OAT juga dapat dilihat Tahapan proses permintaan OAT dan non OAT juga dapat dilihat pada petunjuk teknis penggunaan perangkat SITB atau melihat pada petunjuk teknis penggunaan perangkat SITB atau melihat video tutorial SITB.

video tutorial SITB.

2.4 Distribusi 2.4 Distribusi

Distribusi adalah pengeluaran dan pengiriman logistik dari Distribusi adalah pengeluaran dan pengiriman logistik dari satu tempat ke tempat lainnya dengan sesuai persyaratan baik satu tempat ke tempat lainnya dengan sesuai persyaratan baik administratif maupun teknis untuk memenuhi ketersediaan jenis administratif maupun teknis untuk memenuhi ketersediaan jenis dan jumlah logistik agar sampai di tempat tujuan. Proses distribusi dan jumlah logistik agar sampai di tempat tujuan. Proses distribusi ini harus memperhatikan aspek keamanan, mutu dan manfaat.

ini harus memperhatikan aspek keamanan, mutu dan manfaat.

Pendistribusian logistik merupakan kegiatan pengeluaran dan Pendistribusian logistik merupakan kegiatan pengeluaran dan penyerahan logistik secara merata dan teratur untuk memenuhi penyerahan logistik secara merata dan teratur untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan distribusi ialah:

kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan distribusi ialah:

• TTerlaksananya erlaksananya pengiriman pengiriman logistik logistik secara secara merata merata dan dan teraturteratur sehingga dapat diperoleh pada saat dibutuhkan.

sehingga dapat diperoleh pada saat dibutuhkan.

• TTerjaminnya erjaminnya kecukupan kecukupan logistik logistik di di fasyankes.fasyankes.

• TTerjaminnya erjaminnya mutu mutu logistik logistik pada pada saat saat pendistribusian.pendistribusian.

Distribusi dilaksanakan berdasarkan permintaan secara Distribusi dilaksanakan berdasarkan permintaan secara berjenjang untuk memenuhi kebutuhan logistik di setiap tingkat berjenjang untuk memenuhi kebutuhan logistik di setiap tingkat penyelenggara program TB. Distribusi logistik dari Kementerian penyelenggara program TB. Distribusi logistik dari Kementerian Kesehatan dilaksanakan setiap triwulan dengan jumlah dan jenis Kesehatan dilaksanakan setiap triwulan dengan jumlah dan jenis

PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 154

154

  

barang sesuai dengan kebutuhan dinas kesehatan provinsi.

barang sesuai dengan kebutuhan dinas kesehatan provinsi.

Pendistribusian logistik dari dinas kesehatan provinsi ke dinas Pendistribusian logistik dari dinas kesehatan provinsi ke dinas kabupaten/kota, fasyanke

kabupaten/kota, fasyankes maupun s maupun balai layanan TB RO balai layanan TB RO dilakukandilakukan