PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
Pencegahan dan pengendalian Infeksi
Pencegahan dan pengendalian Infeksi (PPI) TB Resistan Obat(PPI) TB Resistan Obat
Pencegahan dan pengendalian infeksi TB RO wajib dilaksanakan Pencegahan dan pengendalian infeksi TB RO wajib dilaksanakan di fasyankes yang mengobati pasien TB. PPI TB RO tidak hanya di fasyankes yang mengobati pasien TB. PPI TB RO tidak hanya dilaksanakan di fasyankes, namun juga di lingkungan pasien TB dilaksanakan di fasyankes, namun juga di lingkungan pasien TB RO, misalnya lingkungan kontak erat pasien di
RO, misalnya lingkungan kontak erat pasien di rumah, sekolah danrumah, sekolah dan tempat kerja.
tempat kerja.
Pelaksanaan PPI TB RO merupakan bagian dari
Pelaksanaan PPI TB RO merupakan bagian dari kegiatan PPIkegiatan PPI di fasyankes. Pengorganisasian kegiatan PPI TB RO di rumah sakit di fasyankes. Pengorganisasian kegiatan PPI TB RO di rumah sakit dilakukan oleh Komite PPI, sedangkan di Puskesmas dilakukan dilakukan oleh Komite PPI, sedangkan di Puskesmas dilakukan oleh koordinator PPI yang ditunjuk oleh Kepala Puskesmas.
oleh koordinator PPI yang ditunjuk oleh Kepala Puskesmas.
Komite PPI di RS dan koordinator PPI bertanggung jawab untuk Komite PPI di RS dan koordinator PPI bertanggung jawab untuk menerapkan PPI di fasyankes, meliputi perencanaan, pembinaan, menerapkan PPI di fasyankes, meliputi perencanaan, pembinaan, pendidikan dan pelatihan serta monitoring evaluasi. Tindakan PPI pendidikan dan pelatihan serta monitoring evaluasi. Tindakan PPI secara umum meliputi:
secara umum meliputi:
a.
a. Kewaspadaan Kewaspadaan standarstandar, , seperti seperti higiene higiene tangan tangan (kebersihan(kebersihan pribadi), pemakaian alat pelindung diri (APD), etika batuk pribadi), pemakaian alat pelindung diri (APD), etika batuk dan higiene respirasi, pencegahan tusukan jarum atau benda dan higiene respirasi, pencegahan tusukan jarum atau benda tajam, pencucian dan disinfeksi alat medis, penatalaksanaan tajam, pencucian dan disinfeksi alat medis, penatalaksanaan limbah, penata laksanaan linen, misalnya sarung bantal, limbah, penata laksanaan linen, misalnya sarung bantal, seprei, jas praktik, dll.
seprei, jas praktik, dll.
b.
b. Kewaspadaan Kewaspadaan berdasarkan berdasarkan penularan penularan lewat lewat udara udara ((transmisitransmisi airborne
airborne), yang merupakan fokus dari PPI TB.), yang merupakan fokus dari PPI TB.
PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 170
170
Pencegahan dan pengendalian infeksi memiliki
Pencegahan dan pengendalian infeksi memiliki 4 pilar, yaitu:4 pilar, yaitu:
1.
1. Pengendalian Pengendalian ManajerialManajerial 2.
2. Pengendalian Pengendalian Administratif Administratif
p g j p g
p g j p g
paling besar dalam mencegah penularan TB di fasyankes.
paling besar dalam mencegah penularan TB di fasyankes.
1.
1. Pilar Pilar Pengendalian Pengendalian Manajerial Manajerial untuk untuk TB TB RORO
Risiko penularan TB RO di fasyankes dapat diturunkan Risiko penularan TB RO di fasyankes dapat diturunkan melalui kebijakan PPI TB RO yang dimulai dari aspek manajerial melalui kebijakan PPI TB RO yang dimulai dari aspek manajerial berupa komitmen dan kepemimpinan untuk kegiatan pengendalian berupa komitmen dan kepemimpinan untuk kegiatan pengendalian infeksi di fasyankes. Tujua
infeksi di fasyankes. Tujuan pengendalian manajerial n pengendalian manajerial adalah untukadalah untuk menjamin tersedianya sumber daya terlatih yang diperlukan untuk menjamin tersedianya sumber daya terlatih yang diperlukan untuk pelaksanaan PPI. Kegiatan pengendalian manajerial meliputi:
pelaksanaan PPI. Kegiatan pengendalian manajerial meliputi:
▪
▪ Perencanaan dan pembuatan kebijakan PPI TBPerencanaan dan pembuatan kebijakan PPI TB
Setiap fasyankes sebaiknya memiliki pedoman PPI TB yang Setiap fasyankes sebaiknya memiliki pedoman PPI TB yang berisi protokol untuk mengenali,
berisi protokol untuk mengenali, memisahkan dan menyediakanmemisahkan dan menyediakan pelayanan dan rujukan bagi terduga dan pasien TB. Pasien pelayanan dan rujukan bagi terduga dan pasien TB. Pasien atau terduga TB seharusnya diberikan petunjuk tentang etika atau terduga TB seharusnya diberikan petunjuk tentang etika batuk, disediakan masker dan tidak mengantri seperti pasien batuk, disediakan masker dan tidak mengantri seperti pasien lain sehingga meminimalisir kemungkinan penularan. Apabila lain sehingga meminimalisir kemungkinan penularan. Apabila fasyankes tidak memiliki sarana diagnostik atau pengobatan fasyankes tidak memiliki sarana diagnostik atau pengobatan untuk pasien TB RO, maka harus ada sistem rujukan ke untuk pasien TB RO, maka harus ada sistem rujukan ke fasyankes terdekat yang diatur oleh dinas Kesehatan. Perlu fasyankes terdekat yang diatur oleh dinas Kesehatan. Perlu ditunjuk petugas khusus yang bertanggungjawab untuk PPI TB ditunjuk petugas khusus yang bertanggungjawab untuk PPI TB yang bertugas untuk memastikan skrining pasien dilakukan, yang bertugas untuk memastikan skrining pasien dilakukan, etika batuk dan SPO terkait PPI diterapkan serta melakukan etika batuk dan SPO terkait PPI diterapkan serta melakukan monitoring pelaksanaan PPI TB di
monitoring pelaksanaan PPI TB di fasyankesfasyankes
PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA
PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 171171
▪
▪ Penyusunan Standar Prosedur Operasional terkait PPI TBPenyusunan Standar Prosedur Operasional terkait PPI TB
SPO SPO majemen majemen pasien pasien dalam dalam rangka rangka mencegah mencegah penularan penularan TBTB di fasyankes terdiri dari 5 langkah yaitu skrining, edukasi pasien di fasyankes terdiri dari 5 langkah yaitu skrining, edukasi pasien dalam melakukan etika batuk, memisahkan pasien/ terduga dalam melakukan etika batuk, memisahkan pasien/ terduga TB, triase pasien bergejala agar tidak mengantri lama serta TB, triase pasien bergejala agar tidak mengantri lama serta
▪
▪ Pelatihan petugas untuk PPI TBPelatihan petugas untuk PPI TB
Semua Semua petugas petugas di di fasyankes fasyankes harus harus diberikan diberikan pelatihan pelatihan tentangtentang prinsip penularan TB, tanda dan gejala pasien TB serta peran prinsip penularan TB, tanda dan gejala pasien TB serta peran masing-masing petugas dalam PPI TB.
masing-masing petugas dalam PPI TB.
▪
▪ Edukasi pasien dan Edukasi pasien dan meningkatkan kewaspadaan masyarakatmeningkatkan kewaspadaan masyarakat
Masyarakat Masyarakat perlu perlu diberi diberi pemahaman pemahaman tentang tentang tanda tanda dan dan gejalagejala TB, cara perlindungan diri dan
TB, cara perlindungan diri dan upaya memperoleh pertolonganupaya memperoleh pertolongan medis.
medis.
▪
▪ Monitoring dan evaluasi ketersediaan sarana, kepatuhanMonitoring dan evaluasi ketersediaan sarana, kepatuhan terhadap pelaksanaan prosedur PPI dan surveilens gejala dan terhadap pelaksanaan prosedur PPI dan surveilens gejala dan tanda TB pada petugas.
tanda TB pada petugas.
2.
2. Pilar Pilar Pengendalian Pengendalian AdministratifAdministratif
Tujuan pengendalian administratif adalah untuk melindungi Tujuan pengendalian administratif adalah untuk melindungi petugas kesehatan, pengunjung dan pasien dari penularan TB petugas kesehatan, pengunjung dan pasien dari penularan TB RO dan untuk menjamin
RO dan untuk menjamin tersedianya sumberdaytersedianya sumberdaya yang diperlukana yang diperlukan untuk pelaksanaan PPI. Prosedur pengendalian administratif untuk pelaksanaan PPI. Prosedur pengendalian administratif dibedakan sesuai dengan jenis
dibedakan sesuai dengan jenis fasyankes, yaitu:fasyankes, yaitu:
a.
a. Prosedur Prosedur di di fasyankes fasyankes TB TB RO:RO:
▪
▪ Rawat JalanRawat Jalan
−
− Identikasi Identikasi cepat cepat terduga terduga TB TB RO.RO.
− Penyuluhan pasien mengenai etika batuk/higiene
− Penyuluhan pasien mengenai etika batuk/higiene respirasi (menutup mulut dengan tangan, tisu, atau respirasi (menutup mulut dengan tangan, tisu, atau
PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 172
172
siku ketika batuk atau bersin, memakai masker dan siku ketika batuk atau bersin, memakai masker dan mencuci tangan setelah batuk atau bersin).
mencuci tangan setelah batuk atau bersin).
−
− Pemisahan Pemisahan pasien pasien dan dan suspek suspek TB TB RO RO dengan dengan pasienpasien
−
− TTempatkan empatkan pasien pasien yang yang diwaspadai diwaspadai memiliki memiliki penyakitpenyakit yang menular melalui udara
yang menular melalui udara di kamar yang berventilasidi kamar yang berventilasi baik (12 ACH
baik (12 ACH) dan terpisah dari ) dan terpisah dari pasien lain.pasien lain.
−
− 1 1 (satu) (satu) kamar kamar untuk untuk 1 1 (satu) (satu) pasien.pasien.
− Petugas kesehatan memakai masker respirator
− Petugas kesehatan memakai masker respirator partikulat bila memberikan pelayanan medis kepada partikulat bila memberikan pelayanan medis kepada pasien, pastikan petugas telah melakukan t test dan pasien, pastikan petugas telah melakukan t test dan menggunakan respirator sesuai prosedur.
menggunakan respirator sesuai prosedur.
−
− Batasi Batasi aktivitas aktivitas pasien, pasien, penyuluhan penyuluhan etika etika batuk, batuk, higienehigiene respirasi dan pakai masker jika keluar ruangan
respirasi dan pakai masker jika keluar ruangan
− Cuci tangan sebelum dan setelah memberikan
− Cuci tangan sebelum dan setelah memberikan pelayanan.
pelayanan.
−
− Pengaturan Pengaturan pengunjung pengunjung dan dan anggota anggota keluarga keluarga yangyang merawat pasien
merawat pasien b.
b. Prosedur Prosedur di di fasyankes fasyankes satelit satelit TB TB RORO
Pada dasarnya PPI fasyankes satelit TB RO sama dengan Pada dasarnya PPI fasyankes satelit TB RO sama dengan fasyankes TB RO, hanya menyesuaikan dengan
fasyankes TB RO, hanya menyesuaikan dengan situasi fasyankessituasi fasyankes satelit yang pada dasarnya lebih
satelit yang pada dasarnya lebih sederhana dari fasyankes TB RO.sederhana dari fasyankes TB RO.
c.
c. Prosedur Prosedur di di laboratoriumlaboratorium
▪
▪ Prosedur laboratorium sesuai dengan prinsip keamananProsedur laboratorium sesuai dengan prinsip keamanan dan keselamatan kerja laboratorium.
dan keselamatan kerja laboratorium.
▪
▪ Pengaturan Pengaturan cara cara melakukan melakukan induksi induksi sputum,sputum, penatalaksanaan bahan infeksius, pembuangan dan penatalaksanaan bahan infeksius, pembuangan dan
PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA
PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 173173
penatalaksanaan limbah infeksius dan non
penatalaksanaan limbah infeksius dan non infeksius.infeksius.
▪
▪ Menerapkan kewaspadaan standar dan kewaspadaanMenerapkan kewaspadaan standar dan kewaspadaan berdasar transmisi melalui udara.
berdasar transmisi melalui udara.
▪
▪ Adanya Adanya prosedur prosedur tetap tetap tertulis tertulis yang yang harus harus dipatuhi dipatuhi dandan
3.
3. Pilar Pilar Pengendalian Pengendalian LingkunganLingkungan
Pengendalian lingkungan dalam PPI TB bertujuan untuk Pengendalian lingkungan dalam PPI TB bertujuan untuk mengurangi konsentrasi
mengurangi konsentrasi droplet nuclei droplet nuclei di udara dan mengurangi di udara dan mengurangi keberadaan benda-benda yang terkontaminasi sesuai dengan keberadaan benda-benda yang terkontaminasi sesuai dengan epidemiologi infeksi di instalasi rawat jalan, kamar perawatan epidemiologi infeksi di instalasi rawat jalan, kamar perawatan pasien TB RO dan laboratorium. Pengendalian lingkunan saja pasien TB RO dan laboratorium. Pengendalian lingkunan saja tanpa pengendalian manajerial dan admnistratif tidak akan mampu tanpa pengendalian manajerial dan admnistratif tidak akan mampu mengurangi risiko penularan TB RO. Pilar pengendalian lingkungan mengurangi risiko penularan TB RO. Pilar pengendalian lingkungan terdiri dari beberapa upaya sebagai berikut:
terdiri dari beberapa upaya sebagai berikut:
▪
▪ Pengaturan ventilasi baik secara alami maupun mekanik.Pengaturan ventilasi baik secara alami maupun mekanik.
−
− TTeknologi peknologi pengaturan engaturan ventilasi udara ventilasi udara secara mekaniksecara mekanik seringkali mahal dan kompleks, karena itu kadang seringkali mahal dan kompleks, karena itu kadang hanya ada di fasyankes rujukan. Namun ventilasi alami hanya ada di fasyankes rujukan. Namun ventilasi alami yang terkontrol dapat mengurangi risiko penularan TB.
yang terkontrol dapat mengurangi risiko penularan TB.
Ventilasi adalah pergerakan udara keluar masuk ruangan.
Ventilasi adalah pergerakan udara keluar masuk ruangan.
Pengaturan ventilasi secara alami artinya adanya aliran Pengaturan ventilasi secara alami artinya adanya aliran udara keluar masuk melalui pintu atau jendela.
udara keluar masuk melalui pintu atau jendela. PengaturanPengaturan ventilasi secara natural yang terkontrol artinya adanya ventilasi secara natural yang terkontrol artinya adanya pengaturan supaya pintu dan jendela selalu dalam pengaturan supaya pintu dan jendela selalu dalam keadaan terbuka, kipas angin dapat digunakan untuk keadaan terbuka, kipas angin dapat digunakan untuk membantu mengalirkan udara sehingga saat udara
membantu mengalirkan udara sehingga saat udara bersihbersih masuk, akan mengurangi konsentrasi partikel di udara.
masuk, akan mengurangi konsentrasi partikel di udara.
Ruangan untuk kewaspadaan berdasarkan transmisi Ruangan untuk kewaspadaan berdasarkan transmisi
PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 174
174
airborne sebaiknya memiliki pergantian udara sebesar airborne sebaiknya memiliki pergantian udara sebesar 12 ACH dengan sistem pembuangan udara keluar atau 12 ACH dengan sistem pembuangan udara keluar atau penggunaan penyaring udara (
penggunaan penyaring udara (hepalter hepalter ) sebelum masuk) sebelum masuk
yang jauh dari keramaian, tidak diperbolehkan berdahak yang jauh dari keramaian, tidak diperbolehkan berdahak di ruangan sempit seperti toilet.
di ruangan sempit seperti toilet.
▪
▪ Penggunaan sinar ultraviolet (UV) untuk Penggunaan sinar ultraviolet (UV) untuk antibakteri.antibakteri.
▪
▪ Kebersihan dan desinfektasi (Kebersihan dan desinfektasi (cleaning and disinfectioncleaning and disinfection)) menggunakan bahan-bahan disinfektan.
menggunakan bahan-bahan disinfektan.
4.
4. Pilar Perlindungan DiriPilar Perlindungan Diri
Pemakaian alat pelindung diri (APD) yang tepat bertujuan Pemakaian alat pelindung diri (APD) yang tepat bertujuan untuk melindungi petugas kesehatan, pengunjung dan pasien untuk melindungi petugas kesehatan, pengunjung dan pasien dari penularan TB RO. Sasaran APD adalah petugas kesehatan, dari penularan TB RO. Sasaran APD adalah petugas kesehatan, pasien dan pengunjung. Jenis-jenis APD yang sering dipakai pasien dan pengunjung. Jenis-jenis APD yang sering dipakai ialah masker respirator N95 untuk petugas kesehatan dan masker ialah masker respirator N95 untuk petugas kesehatan dan masker bedah bagi pasien. Penggunaan respirator N95 dibatasi di ruangan bedah bagi pasien. Penggunaan respirator N95 dibatasi di ruangan dengan risiko penularan tinggi. Prosedur t test bagi petugas dengan risiko penularan tinggi. Prosedur t test bagi petugas sebelum menggunakan respirator merupakan keharusan, idealnya sebelum menggunakan respirator merupakan keharusan, idealnya dilakukan di awal kerja di ruangan yang baru dan minimal sekali dilakukan di awal kerja di ruangan yang baru dan minimal sekali setahun. Fit test perlu dilakukan untuk memastikan respirator yang setahun. Fit test perlu dilakukan untuk memastikan respirator yang dipakai sesuai dengan karakter wajah
dipakai sesuai dengan karakter wajah masing-masing petugas danmasing-masing petugas dan memberikan perlindungan maksimal.
memberikan perlindungan maksimal.
PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA
PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI INDONESIA 175175