25 Lampiran 1
Lampiran 1.1
Wawancara kepada manajer fasilitas perusahaan untuk pengelolaan sisa bahan baku dengan mitra kerja.
A. Pengelolaan sisa bahan baku pada PT Dirgantara Indonesia 1. Bagaimana proses terjadinya sisa bahan baku ?
Jawaban : Bahan baku dalam proses produksi tidak semua menjadi bagian produk jadi. Ketika proses pembersihan dan pemotongan bahan baku dilakukan, ada bagian dari bahan baku yang tidak habis atau tidak dapat digunakan.
2. Bagaimana sistem pengelolaan sisa bahan baku dengan mitra kerja ? Jawaban : jadi di PT DI pengelolaan itu ada yang jadi biaya dan pendapatan. Yang pendapatan bukan 100 % murni B3 atau masih punya nilai ekonomis. Disebabkan PTDI memproduksi pesawat terbang yang 90% bahan bakunya itu alumunium, jadi sisa bahan baku yang dihasilkan adalah aluminium seri ke-7. Proses pengelolaan sisa bahan baku dari machining diserahkan ke fasilitas perusahaan lalu serahkan lagi ke mitra kerja. Mitra kerja disini harus memenuhi syarat dari UUD 32 tentang lingkungan dan mempunyai ijin dari kementrian lingkungan hidup berupa proper minimal berwarna hijau. Nanti penyerahan oleh PTDI diserahkan di TPS (tempat pengelolaan sampah). Serbuk dipres oleh mitra dimasukan ke boks besi 1x1x2 meter. Untuk plates dipotong potong jadi bentuk yang beraturan.
3. Siapakah yang bertanggung jawab atas pengelolaan sisa bahan baku ? Jawaban : Dalam hal ini yang bertanggung jawab adalah mitra kerja yang dititipkan ke team pengelola sisa matrial usaha.
4. Seberapa banyak sisa bahan baku dihasilkan ? contoh 1 ton.
Jawaban : Sisa bahan baku yang dihasilkan tergantung dari jumlah pekerjaan. Misalkan tahun 2010-2013 kontrak sama air bus jadi harus ngirim 70 ship set perbulan, maka tiap bulannya mengasilkan sisa bahan
26
baku sebanyak 300 ton. Setelah berakhir kontrak sisa bahan baku yang dihasilkan relatif turun hingga 90 ton perbulan.
5. Jenis-jenis seperti apa sisa bahan baku yang dihasilakan ?
Jawaban : Sisa bahan baku dibagi menjadi 3 jenis yaitu aluminium balok plates, lembaran sheet , serbuk briket.
6. Apakah ada dampak negatif terhadap lingkungan sekitar akibat adanya sisa bahan baku yang dihasilkan ?
Jawaban : Pada saat ini karena melakukan proses kerjasama dengan mitra kerja, dampak dari sisa bahan baku terhadap lingkungan berkurang. Kalau tidak dikelola dampak terhadap lingkungan seperti pencemaran air tanah dan terjadi indikasi FOD (Foreigen object debrig) yaitu serpihan pada landasan pacu pesawat terbang yang membahayakan penerbangan.
B. Alternatif pengelolaan sisa bahan baku untuk keuntungan perusahaan 1. Apakah sisa bahan baku yang dihasilkan berdampak positif terhadap
perusahaan atau tidak ?
Jawaban : Berdampak positif untuk sisi revenue dan bisa jadi alternatif kegiatan perusahaan.
2. Apakah ada alternatif pengelolaan sisa bahan baku ?
Jawaban : Terdapat dua jenis pengelolaan sisa bahan baku yaitu langsung dijual atau melakukan proses lebih lanjut dengan mitra kerja seperti yang sekarang sedang dilakukan PT DI.
3. Apakah ada manfaat lain untuk sisa bahan baku yang dihasilkan untuk kegiatan perusahaan?
Jawaban : Ada, untuk pembuatan pesawat model, sheet tong sampah 3 warna, palang bangunan kantor dan untuk kegiatan perusahaan lainnya.
4. Mengapa pihak perusahaan tidak melakukan daur ulang dari sisa bahan baku yang dihasilkan untuk keuntungan perusahan ?
Jawaban : karena perusahaan mengikuti peraturan dari pemerintah yaitu undang-undang tentang pengelolaan bahan berbahaya dan beracun serta limbah bahan berbahaya dan beracun bagian ke dua pasal 59 poin tiga,
27
disebutkan bahwa “dalam hal setiap orang tidak mampu melakukan sendiri pengelolaan limbah B3, pengelolaannya diserahkan kepada pihak lain”
Lampiran 1.2
Wawancara kepada staff accounting selaku sekertaris team lelang sisa bahan baku perusahaan.
A. Pengelolaan sisa bahan baku pada PT Dirgantara Indonesia 1. Bagaimana proses terjadinya sisa bahan baku ?
Jawaban : Bahan baku dalam proses produksi tidak semua menjadi bagian produk jadi. Ketika proses pembersihan dan pemotongan bahan baku dilakukan, ada bagian dari bahan baku yang tidak habis atau tidak dapat digunakan.
2. Bagaimana sistem pengelolaan sisa bahan baku dengan menjualnya secara lelang ?
Jawaban : Pada tahun 2007 sisa bahan baku yang melewati proses produksi sepenuhnya merupakan kepemilikan PT DI. Sisa bahan baku dikumpulkan lalu melakukan pengarungan dan disimpan pada tumpukan yang telah disediakan. Setelah dilakukan pengepakan selanjutnya team pengelolaan penjualan sisa material usaha melakukan perhitungan banyaknya sisa bahan baku yang terkumpul dan menentukan harga dasar untuk proses pelelangan. Data terkumpul, team akan melakukan pembuatan kerangka acuan kerja atau TOR (Term Of Refence) untuk proses lelang yang akan dilaksanakan. Selanjutnya team membuat pengumuman lelang kepada balai lelang PT Arta Bumi Indonesia dan dipublikasikan melalui 3 media surat kabar seperti Kompas, Tribun Jabar dan Pikiran Rakyat dengan pengumuman akan menyelenggarakan lelang sukarela atas sisa material usaha aluminium milik PT Dirgantara Indonesia.
28
3. Siapakah yang bertanggung jawab atas pengelolaan sisa bahan baku ? Jawaban : Dalam hal ini yang bertanggung jawab adalah team lelang yang telah ditunjuk oleh perusahaan.
4. Seberapa banyak sisa bahan baku dihasilkan ? contoh 1 ton.
Jawaban : Sisa bahan baku yang dihasilkan tergantung dari jumlah pekerjaan. Misalkan untuk tahun 2007 jumlah yang dihasilkan sebanyak 225.000 kg.
5. Jenis-jenis seperti apa sisa bahan baku yang dihasilkan ?
Jawaban : Sisa bahan baku dibagi menjadi 3 jenis yaitu aluminium balok plates, lembaran sheet , serbuk briket.
6. Apakah sisa bahan baku yang dihasilkan berdampak positif terhadap perusahaan atau tidak ?
Jawaban : Berdampak positif untuk sisi revenue dan bisa jadi alternatif kegiatan perusahaan.
7. Apakah ada alternatif pengelolaan sisa bahan baku ?
Jawaban : Terdapat dua jenis pengelolaan sisa bahan baku yaitu langsung dijual atau melakukan proses lebih lanjut dengan mitra kerja seperti yang sekarang sedang berjalan dilakukan PT DI.
29 Lampiran 2 Surat Ijin Penelitian
Lampiran 2.1
Surat ijin penelitian dari fakultas
30 Lampiran 2.2
Surat ijin dari departemen fasility bussines partner
31 Lapiran 2.3
Id card ijin untuk penelitian di PT Dirgantara Indonesia
32 Lampiran 3 Dokumen
Lampiran 3.1
Undang-undang tentang pengelolaan bahan berbahaya dan beracun serta limbah bahan berbahaya dan beracun
33 Lampiran 3.2
Perbandingan antara proses lelang dan kerjasama
34 Lampiran 3.3
Pengumuman ke balai lelang dan jumlah material yang akan dijual
35 Lampiran 3.4
Rekapitulasi total penjualan sisa bahan baku aluminium periode februari 2014 – februari 2015
36 Lampiran 4 Gambar
Lampiran 4.1
Observasi ke salahsatu pesawat yang diproduksi oleh PT Dirgantara
Lampiran 4.2
Observasi ke tempat pengelolaan sampah PT Dirgantara Indonesia
37 Lampiran 4.3
Foto sebrbuk aluminium briket yang sudah di pres
Lampiran 4.4
Foto potongan aluminium sheet
38 Lamiran 4.5
Foto potongan aluminium plates