PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Penelitian Relevan
Fokus penelitian ini adalah peningkatan pendapatan petani melalui praktik jual beli cabai di Sulili Barat dan analisis ekonomi syariah terhadap praktik jual beli menggunakan metode penelitian kualitatif. Menghasilkan keuntungan menjadi motivasi para petani untuk selalu melakukan praktik jual beli cabai hingga saat ini, apalagi saat harga cabai sedang tinggi, sehingga petani cabai di Sulili Barat dapat meningkatkan pendapatannya. Jual beli cabai di Sulila Barat untuk meningkatkan pendapatan sesuai dengan prinsip dasar, asas, rukun dan syarat jual beli dalam islam.
Praktek jual beli cabai di Sulili Barat yang dilakukan petani dan pedagang tidak termasuk penipuan, misalnya tidak ada monopoli dan penimbunan. Namun ketika dibayar untuk jual beli cabai di Sulili Barat, petani tidak langsung menerima hasil panennya atau menerima uang tunai. Analisis Ekonomi Syariah terhadap praktek jual beli cabai di Sulili Barat adalah jual beli halal dalam perekonomian syariah sebagaimana dijelaskan pada Q.S.
Apakah ada riba yang harus dibayar atau persentase yang harus dibayar dalam praktek jual beli cabai di Sulili Barat? Apakah ada riba yang harus dibayar atau persentase yang harus dibayar dalam praktek jual beli cabai di Sulili Barat?
Tinjauan Teori
- Teori Jual Beli
- Teori Cabai
- Teori Pendapatan
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi dan Waktu Penelitian
Fokus Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data
Uji Keabsahan Data
Teknik Analisis Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Pembahasan
Motivasi, salah satu hal yang mempengaruhi pendapatan petani adalah motivasi, karena jika petani tidak termotivasi bagaimana mereka bisa melakukan praktek jual beli selama ini. Jual beli cabai di Sulil Barat halal karena barang yang diperjualbelikan jelas merupakan cabai petani dan barang yang diperjualbelikan adalah produk lokal. Melakukan persetujuan petani dan pedagangnya bersama-sama melakukan praktek jual beli secara sadar dan telah mencapai baligh.
Jual beli di sulil barat termasuk jual beli lisan karena ada perjanjian yang diucapkan secara lisan, sedemikian rupa sehingga jika pedagang sudah menentukan harga dan para petani menyetujuinya maka mereka menganggap itu adalah perjanjian. Dalam jual beli cabai di Sulil Barat petani dan pedagang jujur dalam jual belinya, misalnya petani tidak menimbun atau memonopoli, sedangkan pedagang dalam melakukan penimbangan tidak menurunkan timbangan petani. Inilah pentingnya mengetahui dan menerapkan prinsip jual beli dan sumber hukum agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Menurut ulama Malikiyah, jual beli utang dan penagihan dilarang oleh agama, namun berdasarkan observasi melalui wawancara, petani cabai di Sulil Barat tidak mempermasalahkan hal tersebut karena menganggap semua orang adalah keluarga. Seperti jual beli cabai di Sulil Barat yang mana pedagang diuntungkan dan petani dirugikan karena pedagang sudah mengambil cabai petani namun petani belum menerima pembayarannya. An-Nisa/4:29 kita diharamkan memakan riba atau melakukan riba dan dalam jual beli di Sulil Barat tidak ada riba.
Dalam jual beli cabai di Sulili Barat tidak ada riba, namun dalam proses pembayarannya kita dilarang untuk menundanya, sesuai ulama Malikiyah. Harahap, Masitoh Fajaria.2020 Praktik Jual Beli Cabai Giling Campur di Pasar Malintang Kecamatan Bukit Malintang Dilihat dari Fiqh Muamala. Menurut Anda, praktik jual beli cabai yang dilakukan saat ini dapat meningkatkan pendapatan petani cabai.
Apakah menurut Anda praktik jual beli ini dapat menciptakan lapangan kerja bagi penduduk setempat? Dalam praktek jual beli cabai, jika kita mengeluarkan modal yang banyak maka dijamin kita juga akan mendapat untung yang banyak atau pendapatan kita akan bertambah. Dalam praktek jual beli tentu kita akan menghadapi resiko, pertanyaan saya resiko apa saja yang anda ambil dalam praktek jual beli cabai?
PENUTUP
Simpulan
Peningkatan pendapatan petani melalui praktek jual beli cabai di Sulili Barat mempengaruhi petani dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan mencapai tujuan hidup dan memenuhi kebutuhan yang diperlukan dalam jangka waktu yang lama, hal ini terlihat dari hasil wawancara yang dilakukan dengan petani di Sulili Barat. Kecamatan Sulili mengaku pendapatannya meningkat karena ada yang membelikan sepeda motor untuk anaknya dan ada juga petani yang membeli emas. Dan faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan pendapatan petani di Sulili Barat adalah keterampilan dan keahlian, motivasi, ketekunan dalam bekerja dan besarnya modal yang digunakan.
Saran
Tinjauan Fiqih Muamalah Sistem Jual Beli Cabai Besar dan Evaluasi di Kalangan Petani dan Pengepul di Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah. Kajian Hukum Islam Jual Beli Cabai Dengan Sistem Uang Muka Di Desa Sumberejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo (Studi Kasus Desa Sumberejo). Misalnya saja sengaja memetik cabai hijau dalam jumlah banyak dan mencampurkannya dengan cabai merah untuk mendapatkan keuntungan yang banyak.
Supaya untung, apalagi kalau cabainya berbuah sekali, masa panennya seminggu sekali, jadi untung banyak, apalagi kalau harga cabainya tinggi, kami juga akan urus pupuknya. hasilkan buahnya banyak, yang pasti penghasilan kita juga banyak." - Pak Gusman. Saya kira sesuai dengan ekonomi Islam, kenapa saya bilang cocok karena petani dan pedagang merasa tidak ada yang dirugikan dan sama-sama mendapatkan apa yang diinginkannya." - Pak Amir.