xi BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada atau yang dikenal dengan sebutan SV UGM terbentuk berdasarkan Peraturan Rektor UGM No.
518/P/SK/HT/2008 tentang Sekolah Vokasi, sebelum dikeluarkan peraturan
Rektor Nomor 518/P/SK/HT/2008 lembaga Program Diploma merupakan
salah satu jenis pendidikan yang tergabung dalam Fakultas, dibentuknya
Sekolah Vokasi bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki
keterampilan dan keahlian terapan tertentu di bidang ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni serta menghasilkan penelitian terapan dan kegiatan yang
bermanfaat bagi masyarakat. Jenis pendidikan yang diselenggarakan Sekolah
Vokasi pada jenjang Diploma 3 Hukum mempunyai kompetensi sebagai
berikut : Program Diploma 3 Hukum diarahkan pada lulusan yang menguasai
kemampuan dalam bidang kerja yang bersifat rutin maupun yang belum akrab
dengan sifat-sifat maupun kontekstualnya secara mandiri dalam pelaksanaan
maupun tanggung jawab pekerjaannya serta mampu melaksanakan
pengawasan dan bimbingan atas dasar keterampilan manajerial yang
dimilikinya. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 17 Tahun 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, gelar pendidikan untuk lulusan
xii
Program Diploma 3 Hukum adalah Ahli madya yang ditulis di belakang nama yang berhak, dengan mencantumkan singkatan A.Md. 3
Program Diploma 3 Hukum Universitas Gadjah Mada berdiri sejak tahun 2006. Berdasarkan persetujuan Prinsip Senat Akademik pada tanggal 11 Agustus 2006 dinyatakan sah dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 68/P/SK/HT/2008 selanjutnya berubah menjadi Sekolah Vokasi berdasarkan Peraturan Rektor UGM No. 518/P/SK/HT/2008 tentang Sekolah Vokasi yang bertujuan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang siap dan langsung terjun dalam dunia kerja sehingga dalam perkuliahan mahasiswa Diploma 3 Hukum diberikan pelatihan dan pengalaman berupa pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) baik pada perusahaan swasta, instansi maupun lembaga pemerintah.
Praktik Kerja Lapangan atau magang merupakan suatu kegiatan yang dilakukan mahasiswa dengan turut serta secara nyata dan langsung terjun dalam kegiatan kerja profesi pada suatu Instansi/Lembaga/Perusahaan, dengan cara mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disepakati bersama oleh Instansi/Lembaga/Perusahaan yang bersangkutan sebagai pihak penerima dengan Mahasiswa sebagai pihak peserta Praktik Kerja Lapangan. Dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) didasarkan pada teori yang mahasiswa dapatkan pada perkuliahan selama lima (5) semester.
Penulis memilih tempat praktik kerja lapangan di Kantor Notaris dan PPAT Esnawan, S.H. di JL. Anggrek 26, Baciro Baru, Gondokusuman,
3
http://sv.ugm.ac.id/, Sejarah sekolah vokasi UGM, diakses 15 April 2015, Pukul 19.15 WIB
xiii
Yogyakarta dengan alasan karena Penulis ingin memperdalam ilmu dan menambah wawasan yang dapat Penulis peroleh terkait dunia kenotariatan.
Motivasi Penulis untuk magang di Kantor Notaris dan PPAT Esnawan, S.H.
karena ingin mengetahui segala bentuk pekerjaan yang dilakukan pada Kantor Notaris, mengetahui terkait berbagai dokumen otentik yang dibuat pada Kantor Notaris. Fokus kajian tulisan Penulis pada tugas akhir ini adalah menulis mengenai Akta Jual Beli Hak atas Tanah.
Jual beli Adalah proses pemindahan hak milik/barang atau harta kepada pihak lain dengan menggunakan uang sebagai alat tukarnya. Menurut etimologi, jual beli adalah pertukaran sesuatu dengan sesuatu (yang lain), dimana dapat diartikan sebagai suatu perbuatan penyerahan suatu barang dari satu pihak ke pihak lain dengan dasar rela dengan adanya kesepakatan antar kedua belah pihak, dalam praktik jual beli sudah berlangsung dari dahulu mulai dengan cara tukar menukar barang (barter) sampai dengan saat ini menggunakan uang sebagai alat tukar. 4
Berbicara mengenai transaksi jual beli, tidak terlepas dari konsep perjanjian secara mendasar sebagaimana termuat dalam Pasal 1313 KUHPerdata yang menegaskan bahwa perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih. Ketentuan yang mengatur tentang perjanjian terdapat dalam Buku III KUHPerdata, yang memiliki sifat terbuka artinya ketentuan- ketentuannya dapat dikesampingkan, sehingga hanya berfungsi mengatur saja.
4
Wieldani Sulaiman, http://hukumjualbelidalamislam.blogspot.com/2013/05/pengertian-dan-
dasar-hukum-jual-beli.html, pengertian Jual beli, diakses pada 15 juni 2015, Pukul 23.00 WIB
xiv
Sifat terbuka dari KUHPerdata ini tercermin dalam Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata yang mengandung asas Kebebasan Berkontrak, maksudnya setiap orang bebas untuk menentukan bentuk, macam dan isi perjanjian asalkan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, kesusilaan dan ketertiban umum, serta selalu memperhatikan syarat sahnya perjanjian sebagaimana termuat dalam Pasal 1320 KUHPerdata yang mengatakan bahwa, syarat sahnya sebuah perjanjian adalah sebagai berikut:
1. Kesepakatan para pihak dalam perjanjian 2. Kecakapan para pihak dalam perjanjian 3. Suatu hal tertentu
4. Suatu sebab yang halal
Peralihan hak atas tanah adalah perbuatan hukum pemindahan hak atas tanah yang dilakukan dengan sengaja supaya hak tersebut terlepas dari pemegangnya semula dan menjadi hak pihak lain. Sejak berlakunya UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Undang-undang Pokok Agraria (selanjutnya disebut UUPA), peralihan hak atas tanah dapat dilakukan melalui jual beli, penukaran, penghibahan, pemberian dengan wasiat, pemberian menurut adat dan perbuatan-perbuatan lain yang dimaksudkan untuk memindahkan hak milik. 5
Untuk mengetahui suatu prosedur serta proses terkait dengan Akta jual beli maka berdasarkan hal tersebut Penulis memilih Tema “PROSES JUAL BELI HAK ATAS TANAH” sebagai judul Tugas Akhir Penulis dalam
5
Riza, http://myrizal-76.blogspot.com/2011/08/peran-ppat-dalam-peralihan-hak-atas.html,
Pengertian Peralihan Hak atass Tanah, diakses pada 15 Juni 2015, Pukul 23.15 WIB
xv
pemenuhan tugas akhir sebagai mahasiswa Diploma 3 Hukum Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada.
B. Tujuan
Tujuan Penulis melakukan Praktik Kerja Lapangan di Kantor Notaris dan PPAT terbagi menjadi 2 (dua) macam yaitu tujuan bersifat subyektif dan tujuan bersifat obyektif.
1. Tujuan yang bersifat subyektif berkaitan dengan arti penting pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan ini bagi Penulis yaitu sebagai upaya untuk memenuhi syarat kelulusan dari Program Diploma 3 Hukum sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada demi mendapatkan gelar Ahli Madya Hukum.
2. Tujuan yang bersifat obyektif berkaitan dengan disiplin ilmu dan
pengembangannya yaitu membentuk kedisiplinan bagi Penulis dengan
mengikuti jam kerja pegawai sehingga menumbuhkan jiwa profesional dan
memiliki etos kerja yang tinggi, memberikan pengalaman yang nyata
dalam dunia kerja setelah melakukan perkuliahan selama 5 (lima) semester
sehingga mampu dan mengerti tentang bagaimana mempraktikkan teori-
teori selama perkuliahan serta mengembangkan wawasan dan pengetahuan
mahasiswa dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan minat dan keahlian
yang dimiliki sehingga dengan kerja nyata seperti ini Penulis juga
mengetahui berbagai macam masalah dan pemecahannya selama Praktik
Kerja Lapangan.
xvi C. Manfaat
Manfaat yang Penulis peroleh dari tempat Penulis melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Notaris dan PPAT Esnawan, S.H., antara lain:
1. Mengetahui gambaran dan pengalaman dalam dunia kerja di Kantor Notaris;
2. Membentuk kedisiplinan bagi Penulis pada saat bekerja antara lain disiplin waktu dan disiplin kerja;
3. Menumbuhkan jiwa profesionalitas bagi Penulis sebagai calon pekerja yang bertanggung jawab atas pekerjaan dalam sebuah perusahaan maupun instansi;
4. Mengembangkan keterampilan dari teori-teori yang sudah didapat selama perkuliahan;
5. Mendapatkan wawasan mengenai Akta-akta Otentik yang diurusi dalam Kantor Notaris;
6. Mengetahui Proses jual beli Hak atas Tanah;
7. Praktik Kerja Lapangan ini dapat meningkatkan kualitas dalam hal keterampilan, kedisiplinan, dan profesional mahasiswa Diploma 3 Hukum Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta untuk menjadi calon Ahli Madya Hukum Paralegal serta sebagai tolak ukur keberhasilan dalam pendidikan perkuliahan;
8. Bagi Kantor tempat melaksanakan Praktik Kerja Lapangan hasil laporan
dapat dijadikan masukan untuk peningkatan dan kemajuan Kantor.
xvii
Untuk mempertanggungjawabkan kegiatan Praktik Lapangan, Penulis menyusun laporan berupa karya tulis berbentuk Deskripsi dan Refleksi berisi tentang pengalaman selama melakukan Praktik Kerja Lapangan di Kantor Notaris dan PPAT Esnawan, S.H.
D. Keaslian Penulisan
Berdasarkan pengamatan Penulis terdapat beberapa Penulisan Tugas Akhir mengenai Proses Jual Beli Hak Atas Tanah yang diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Tugas Akhir dengan yang ditulis oleh Rismawan pada tahun 2012 dengan judul “Proses Jual Beli Hak Atas Tanah Berdasarkan Akta Jual Beli” oleh Rismawan. 6 Beberapa perbedaan dengan Penulisan sebelumnya yaitu Penulisan sebelumnya membahas Proses Jual Beli yang berdasarkan Akta Jual Beli, Tugas Akhir ini membahas lebih rinci terkait apa isi dan maksud suatu Akta dalam Jual Beli Tanah sesuai dengan kesepakatan perjanjian Para pihak yang terlibat, dimana suatu perjanjian yang termuat dalam Akta Jual Beli akan mengikat Para pihak yang menyetujuianya sesuai dengan Pasal 1457 KUHPerdata, jual beli adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu kebendaan dan pihak yang lain untuk membayar harga yang telah dijanjikan.
6
Rismawan, 2012, Laporan Tugas Akhir, Proses Jual Beli Hak Atas Tanah Berdasarkan Akta Jual
Beli, Program Studi Diploma 3 Hukum, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
xviii
2. Tugas Akhir dengan judul “Syarat dan Prosedur Peralihan Hak Milik Atas Tanah Karena Jual Beli” ditulis oleh Rinekah Firda pada tahun 2012.
Beberapa perbedaan dengan Penulis yaitu, tulisan sebelumnya membahas mengenai Peralihan Hak Milik. 7
7