• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN ANALISA KEPUTUSAN “MENGOPTIMALKAN BIAYA TOTAL PENGERIMAN KUE BASAH DENGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRANSPORTASI”

N/A
N/A
Della Cantika

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN ANALISA KEPUTUSAN “MENGOPTIMALKAN BIAYA TOTAL PENGERIMAN KUE BASAH DENGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRANSPORTASI”"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN ANALISA KEPUTUSAN

“MENGOPTIMALKAN BIAYA TOTAL PENGERIMAN KUE BASAH DENGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRANSPORTASI”

Dosen Pembimbing:

Faradila Ananda Yul,ST.,M.Sc.

Disusun oleh:

Della Cantika 190103060 Indah Nurlita Sari 190103061 M. Fadly Andrachmon 190102047

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU PEKANBARU

2022

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Besar Analisis Keputusan. Laporan Tugas Besar ini disusun untuk melengkapi syarat kelulusan mata kuliah Analisis Keputusan, Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Riau. Dalam penyusunan laporan tugas besar ini, penulis tak lepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan, dorongan dan masukan yang telah diberikan kepada:

1. Ibu Faradila Ananda Yul, ST., M.Sc selaku dosen pengampu dimata kuliah

Analisis Keputusan.

2. Teman- teman dan pihak- pihak yang membantu kami dalam penyusunan laporan ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca. Akhir kata penulis berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Aamiin.

Pekanbaru 7 Agustus 2022

Penulis

(3)
(4)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I...1

PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah...2

1.3 Batasan Masalah...2

1.4 Tujuan Adapun...2

1.5 Manfaat...3

BAB II...4

LANDASAN TEORI...4

2.1 Transportasi...4

2.2 Kesetimbangan Model Transportasi...4

2.3 Persoalan transportasi...4

2.4 Metode Penyelesaian...5

2.4.1 Metode ongkos terkecil (Least Cost Method)...5

2.4.2 Metode North West Corner (NCR)...6

2.4.3 Metode Vogel Approximation (VAM)....6

BAB III...8

METODOLOGI PENELITIAN...8

3.1 Identifikasi Masalah...8

3.2 Obyek Penelitian...8

3.3 Pengumpulan Data...8

3.4 Pengolahan Data...9

3.5 Tahap Analisa....9

3.6 Kesimpulan dan Rekomendasi...9

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA...11

4.1 Pengumpulan Data...11

4.2 Pengolahan Data...12

4.2.1 Pemecahan Masalah Dengan Metode Least Cost...12

(5)

4.2.2 Pemecahan Masalah Dengan Metode North-West Corner (NWC)....13 4.2.3 Pemecahan Masalah Dengan Metode Vogel Approximation (VAM).13 5.1 Kesimpulan...15 5.2 SARAN...15 DAFTAR PUSTAKA...16

(6)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Persoalan transportasi yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, merupakan golongan tersendiri dalam persoalan program liniear. Masalah transportasi merupakan masalah pengangkutan sejenis barang dari beberapa sumber ke beberapa tujuan. Pengalokasian produk dari sumber yang bertindak sebagai penyalur ke tujuan yang membutuhkan barang bertujuan agar biaya pengangkutannya seminimal mungkin dari seluruh permintaan dari tempat tujuan dipenuhi. Model transportasi digunakan untuk menyelesaikan masalah distribusi barang dari beberapa sumber ke beberapa tujuan.

Metode transportasi adalah metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber sumber yang menyediakan produk yang sama ke tempat- tempat yang membutuhkan secara optimal. Transportasi merupakan pendorong supply chainyang penting karena produk hampir tidak pernah diproduksi dan dikonsumsi pada tempat yang sama. Transportasi juga menyebabkan biaya yang besar dalam supply chain yang umum. [ CITATION Mul07 \l 1033 ] Supply Chain memerlukan transportasi yang responsif untuk memusatkan persediaan dan beroperasi dengan fasilitas yang terbatas [ CITATION Cho10 \l 1033 ] Asumsi sumber dalam hal ini adalah tempat asal barang yang hendak dikirim, sehingga dapat berupa pabrik, gudang, grosir, dan sebagainya. Sedangkan tujuan diasumsikan sebagai tujuan pengiriman barang. Dengan demikian informasi yang harus ada dalam masalah transportasi meliputi: banyaknya daerah asal beserta kapasitas barang yang tersedia untuk masing tempat, banyaknya tempat tujuan beserta permintaan (demand) barang untuk masing-masing tempat dan jarak atau biaya angkut untuk setiap unit barang dari suatu tempat asal ke tempat tujuan.

Berdasarkan keadaan ini peneliti mencoba untuk mencari solusi dengan pemilihan rute (jalur) pengangkutan atau pendistribusian yang mengakibatkan biaya total dari pengangkutan atau pendistribusian tersebut optimum. Dalam hal

(7)

menentukan suatu rute pendistribusian yang tepat dapat digunakan suatu metode transportasi dengan judul “Mengoptimalkan Biaya Total Pengeriman Kue Basah Dengan Dengan Menggunakan Metode Transportasi”

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1.

Bagaimana mengoptimalkan efisiensi biaya dengan menggunakan Model Transportasi Metode Least Cost (Ongkos Terkecil) pada pendistribusian produk diusaha kue basah ?

2.

Bagaimana mengoptimalkan efisiensi biaya dengan menggunakan Model Transportasi Metode North West Corner (NWC) pada pendistribusian produk diusaha kue basah?

3.

Bagaimana mengoptimalkan efisiensi biaya dengan menggunakan Model Transportasi Metode Vogel's Approximation Method (VAM) pada pendistribusian produk diusaha kue basah?

1.3 Batasan Masalah

Terdapat beberapa batasan masalah pada laporan ini, yaitu:

1. Penelitian dilakukan pada usaha kue basah

2. Penelitian dilakukan pada gudang pengiriman produk yang berlokasi di Pekanbaru.

3. Analisa hanya dilakukan menggunakan model transportasi

(8)

1.4 Tujuan Adapun

Adapun tujuan dari laporan ini adalah:

1. Mengoptimalkan efisiensi biaya dengan menggunakan Model Transportasi Metode Least Cost (Ongkos Terkecil) pada pendistribusian produk di usaha kue basah,

2. Mengoptimalkan efisiensi biaya dengan menggunakan Model Transportasi Metode North West Corner (NWC) pada produk di usaha kue basah,

3. Mengoptimalkan efisiensi biaya dengan menggunakan Model Transportasi Model Transportasi Metode Vogel's Approximation Method (VAM) pada pendistribusian produk diusaha kue basah.

1.5 Manfaat

1. Dapat memberikan penghematan biaya transportasi dalam hal

pendistribusian dalam kasus ini khususnya pendistribusian pada usaha kue basah.

2. Dapat menghilangkan resiko terjadinya kerugian pada perusahaan sehingga menghasilkan kentungan pada usaha kue basah.

(9)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Transportasi

Masalah transportasi merupakan metode program linear, sebuah teknik yang paling utama untuk menghitung biaya yang paling optimal dengan menggunakan jaringan pabrik dan gudang. Dinamakan demikian karena aplikasi menyangkut proses pengantaran produk dari beberapa sumber ke beberapa tujuan.

Karena bentuk masalah transportasi yang khas, ia dapat ditempatkan dalam suatu bentuk tabel khusus yang dinamakan tabel transportasi

Memiliki m x n kotak. Biaya transportasi per unit (Cij) dicatat pada kotak kecil di bagian kanan atas setiap kotak. Permintaan dari setiap tujuan terdapat pada baris paling kanan bawah, sementara penawaran setiap sumber dicatat pada kolom paling kanan. Kotak pojok kiri bawah menunjukkan kenyataan bahwa penawaran sama dengan permintaan (S=D). Variabel Xijpada setiap kotak menunjukkan jumlah barang yang diangkut dari sumber i ke tujuan j (yang akan dicari).

2.2 Kesetimbangan Model Transportasi

Pada kenyataannya bahwa jumlah yang disuplai tidak sama dengan permintaannya, dapat lebih besar atau lebih kecil. Kondisi tersebut tidak setimbang.Kondisi tidak setimbang harus dibuat setimbang dengan menambahkan sumber/tujuan yang bersifat dummy.

Jika suplai >demand, tambahkan tujuan dummy untuk menerima sejumlah

Jika demand > suplai, tambahkan sumber dummy untuk mensuplai sejumlah .

2.3 Persoalan transportasi

Membahas masalah pendistribusian suatu komoditi atau produk dari sejumlah sumber (supply) ke sejumlah tujuan (destination, demand), dengan tujuan meminimumkan ongkos pengiriman yang terjadi. Ciri–ciri khusus persoalan transportasi ini adalah:

(10)

1.

Terdapat sejumlah sumber dan sejumlah tujuan.

2.

Kuantitas komoditi atau produk yang didistribusikan dari setiap sumber dan produk yang dibutuhkan atau diminta oleh setiap tujuan, besarnya tertentu.

3.

Komoditi (produk) yang dikirim atau diangkut dari satu sumber ke suatu tujuan, besarnya sesuai dengan permintaan dan kapasitas sumber.

4.

Biaya transportasi komoditi (produk) dari sumber ke tujuan besarnya tertentu.

2.4 Metode Penyelesaian

Dalam pemecahan masalah transportasi ini, penulis menggunakan metode NCR (Northwest Corner), metode Least Cost (ongkos terkecil), metode VAM dan di hitung indeks perbaikannya dengan metode MODI untuk kemudian diambil total keuntungan yang paling maximum. Penulis menggunakan metode ini dapat memberikan pemecahan awal yang lebih baik, dalam arti bahwa nilai fungsi tujuan yang bersangkutan adalah lebih kecil. Langkah – langkah untuk menyelesaikan persoalan transportasi adalah sebagai berikut:

1.

Tentukan solusi fisibel basis awal

2.

Tentukan Entering variable dari variable – variable nonbasis. Bila semua variable sudah memenuhi kondisi optimum, STOP. Bila belum lanjutkan ke langkah 3(tiga)

3.

Tentukan Leaving variable diantara variable – variable basis yang ada, kemudian hitung solusi yang baru. Kembali ke langkah 2(dua) Least Cost (Biaya Terkecil)

2.4.1 Metode ongkos terkecil (Least Cost Method)

untuk mencapai solusi fisibel awal dari masalah transportasi adalah sebagai berikut :

1. Menyusun tabel awal yang berisi tabel biaya transportasi.

(11)

2. Mencari sel yang memiliki biaya terkecil Cij pada tabel awal.

3. Pada Cij terkecil dialokasikan sebanyak mungkin tanpa melanggar batasan-batasannya.

a. Mengisi Xij = min(ai,bj). - Jika bj < ai maka Xij = bj kolom ke j tidak diperhitungkan lagi dan ai berkurang sebesar bj.

b. Jika bj > ai maka Xij = ai baris ke i tidak diperhitungkan lagi dan bj berkurang sebesar ai.

c. Jika bj = ai maka Xij= ai = bj baris ke i dan kolom ke j tidak diperhitungkan lagi.

4. Mencari sel yang memiliki Cij terkecil, dilanjutkan dengan cara yang sama sampai semupersediaan habis dan permintaan terpenuhi.

2.4.2 Metode North West Corner (NCR)

Metode ini adalah metode yang paling sederhana diantara metode untuk mencari solusi awal, karena tidak mempertimbangkan biaya transportasi (Siagian;

1987; 159). Algoritma metode pojok kiri atas pojok kanan bawah (North West Corner Method) untuk mencapai solusi fisibel awal dari masalah transportasi adalah sebagai berikut :

1. Memulai dari pojok barat laut alokasikan sebesar X11 = min(a1, b1).

a. Bila a1 > b1, maka X11 = b1. Teruskan ke sel (1,2) yaitu gerakan mendatar dimana X12 = min(a1-b1, b2).

b. Bila a1 < b1, maka X11 = a1. Teruskan ke sel (2,1) yaitu gerakan tegak dimana X21 = min (b1-a1, a2). - Bila a1 = b1, maka buatlah X11 = a1 = b1 dan gerakan teruskan ke X12 (gerakan miring).

(12)

2. Meneruskan langkah ini, sehingga mendekati pojok barat laut hingga akhirnya sampai semua penawaran telah dihabiskan dan keperluan permintaan telah terpenuhi.

2.4.3 Metode Vogel Approximation (VAM).

Metode untuk mendapatkan solusi awal adalah metode Vogel Approximation (VAM). VAM melakukan alokasi dalam suatu cara yang akan meminimumkan penalty (opportunitycost) dalam memilih kotak yang salah untuk suatu alokasi. Proses VAM dapat diringkas sebagai berikut:

1. Hitung opportunity cost untuk setiap baris dan kolom. Opportunity cost untuk setiap baris I dihitung dengan mengurangkan nilai cij terkecil pada baris itu dari nilai cij satu tingkat lebih besar pada baris yang sama. Opportunity cost kolom diperoleh dengan cara yang serupa.

Biaya – biaya ini adalah penalty karena tidak memilih kotak dengan biaya minimum.

2. Pilih baris atau kolom dengan opportunity cost terbesar (jika terdapat nilai kembar, pilih secara sembarang). Alokasikan sebanyak mungkin ke kotak dengan nilai cij minimum pada baris atau kolom yang dipilih, Untuk cij terkecil, xij =minimum [Si,Dj]. Artinya penalty terbesar dihindari.

3. Sesuaikan penawaran dan permintaan untuk menunjukkan alokasi yang sudah dilakukan. Hilangkan semua baris dan kolom di mana penawaran dan permintaan telah dihabiskan.

4. Jika semua penawaran dan permintaan belum dipenuhi, kembali ke langkah 1 dan hitung lagi opportunity cost yang baru. Jika semua penawaran dan permintaan telah dipenuhi, solusi awal telah diperoleh.

(13)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah perencanaan merupakan langkah awal yang dilakukan. Permasalahan yang dihadapi adalah distribusi pada transportasi total biaya usaha kue basah.

3.2 Obyek Penelitian

Penelitian akan dilakukan di usaha kue basah Penelitian dilakukan terhadap aspek-aspek yang berhubungan dengan biaya transportasi ,Objek yang diteliti adalah menentukan solusi optimal untuk keuntungan bersih pada biaya transportasi.

3.3 Pengumpulan Data

Data-data yang dibutuhkan dalam penelitian akan dikumpulkan pada tahap ini melalui:

1. Studi Kepustakaan. Studi kepustakaan adalah usaha mencari dan mengumpulkan literatuliteratur,karya ilmiah, catatan-catatan kuliah, dan referensi yang mendukung serta berkaitan dengan masalah yang diteliti sehingga dapat digunakan sebagai dasar analisis dalam pemecahan masalah.

2. Observasi. Pengamatan data melalui pengamatan secara langsung dan terhadap objek yang akan diteliti dengan tujuan memperoleh data yang diinginkan dan melengkapi data yang tidak ada sebelumnya

(14)

Gambar 1. 1 Kue Basah Sumber: Obeservasi Lapangan, 2022

3. Wawancara. Merupakan teknik pengumpulan data dengan cara tanya jawab yang dilakukan secara langsung baik lisan maupun tertulis kepada karyawan perusahaan yang berkaitan dengan penelitian.

3.4 Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan untuk memperoleh hasil penelitian yang akan digunakan untuk menganalisa hasil akhir untuk dijadikan patokan pemberian rekomendasi dan saran. Pengolahan data pada penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi biaya transportasi pada setiap wilayah pemasaran kemudian menentukan besarnya total keuntungan yang tereleksi dari optimasi biaya transportasi tersebut. Menetukan biaya transportasi dengan menggunakan metode Least Cost (Ongkos Terkecil), North West Corner (NWC), Metode Vogel Approximation (VAM).

(15)

3.5 Tahap Analisa.

Hasil pengolahan dan analisis data kemudian didiskusikan untuk mengetahui kekurangan atau kelebihan dari hasil pegolahan sehingga dapat dijadikan rekomendasi terhadap hasil pegolahan ini.

3.6 Kesimpulan dan Rekomendasi

Penarikan kesimpulan bertujuan untuk menjawab tujuan penelitian yang sudah ditetapkan. Saran-saran juga dikemukakan untuk memberikan masukan mengenai penyelesaian kasus yang dihadapi pada sistem yang diteliti. Selain itu juga diberikan saran-saran perbaikan bagi penelitian-penelitian berikutnya untuk melakukan pengembangan model dan mensimulasikan sistem dalam penyelesaian kasus yang lebih kompleks akan tetapi mempunyai karakteristik yang sama dengan kasus dalam penelitian ini.

.Rekomendasi merupakan sebuah sugesti bagi pengambil kebijakan mengenai apa yang diharapkan atau yang seharusnya akan terjadi. Rekomendasi yang terbaik adalah yang dapat menggambarkan secara spesifik aksi yang sebaiknya dilakukan. Kaitkan rekomendasi dengan tujuan dari policy brief dan sifat dari penelitian.

(16)

BAB IV

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

4.1 Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan kegiatan mencari data di lapangan yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian. Validitas pengumpulan data serta kualifikasi pengumpul data sangat diperlukan untuk memperoleh data yang berkualitas. Data tentang biaya transportasi ke setiap wilayah penjualan di peroleh melalui pengangkutan dari gudang sampai dengan tujuan.

Untuk penelitian kali ini kasusnya adalah terdapat tiga sumber yang yang memiliki kapasitas berbeda, Dan untuk mengatur pemasaran ini usaha kue basah.

mempunyai tiga supplayer yang mengatur wilayah pemasaran. Adapun data–data dari setiap supplayer dapat di lihat dari tabel di bawah ini:

4.1 Data Supply Dan Demand, Serta Biaya Distribusi

Data biaya distribusi perusahaan jumlah supply, jumlah demand dan biaya ongkos distribusi pada produk calmic pengharum ruangan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.1 Jumlah Supply dan Demand

Sumber: Pengolahan Data, 2022

Dari data jumlah supply dan demand pada tabel diatas bahwa supply sebanak 420 sedangkan jumlah demand berbeda-beda ke setiap tujuan.

Tabel 4.2 Biaya Distribusi Dari Sumber Setiap Tujuan

(17)

Sumber: Pengolahan Data, 2022

Data diatas merupakan data biaya distribusi dari Dapur Umi, Anek Kue Rini, Dapur Goldie ke setiap tujuan. Dari data tersebut penulis mencoba untuk menghitung kembali biaya distribusi yang optimal. Maka data ini akan diolah dengan menggunakan model transportasi sehingga dapat mengoptimalkan biaya distribusi di bulan Berikutnya.

4.2 Pengolahan Data

Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Metode ongkos terkecil (Least Cost Method), Metode North West Corner (NCR), Metode Vogel Approximation (VAM).

4.2.1 Pemecahan Masalah Dengan Metode Least Cost

Prinsip dari metode Least Cost (ongkos terkecil) adalah pemberian prioritas pengalokasian kapasitas atau kebutuhan pada tempat yang mempunyai ongkos terkecil (Cij terkecil). Perhitungan metode least cost dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 4.3 Metode Least Cost

(18)

Sumber: Pengolahan Data, 2022

Langkah pemecahan masalah di metode ini dimulai dari ongkos terkecil, yaitu dengan memasukan jumlah demand yang di butuhkan lalu kurangkan dengan supply dari sumber, begitu seterusnya.

(19)

Z = (65x 100) + (10x80) + (110x80) +(50x75) +(150x80) = 27.750

4.2.2 Pemecahan Masalah Dengan Metode North-West Corner (NWC) Dalam melakukan pengolahan data dengan metode North West Corner.

Alokasi pertama dilakukan pada sel pojok kiri atas (barat laut) kemudian ke arah samping dan atau ke bawah selama masih ada sel yang masih memungkinkan untuk diisi. Cara ini dilakukan hingga semua kapasitas terpakai dan permintaan terpenuhi dapat dilihat pada tabel

Tabel 4.4 Metode North-West Corner Sumber: Pengolahan Data, 2022

Maka Z= (65x 100) + (10x80) + (110+80) + (50x75) + (150x80)

= 31.850

4.2.3 Pemecahan Masalah Dengan Metode Vogel Approximation (VAM).

mencari selisih biaya terkecil dengan biaya terkecil berikutnya untuk setiap kolom maupun baris. Kemudian pilih selisih biaya terbesar dan alokasikan produk sebanyak mungkin ke sel yang memiliki biaya terkecil. Cara ini dilakukan secara berulang hingga semua produk sudah dialokasikan.

Tabel 4.5 Metode Vogel Approximation (VAM).

(20)

Sumber: Pengolahan Data, 2022

Maka Z = (70 x 80) +(30 x 70) + (120 x 60) + (110 x 50) + (90 + 95)

= 27.150

Dari tiga metode diatas bahwa dengan menggunkan metodeVogel

Approximation (VAM) dapat mengoptialkan biaya produksi distribusi kue basah.

(21)

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dengan menggunakan metode Least Cost, total biaya distribusi kue basah dari sumber ke seluruh tujuan yaitu Rp. 27. Untuk metode North West Corner, total biaya sebesar Rp. 31.850 sedangkan untuk metode Vogel Approximation adalah 20.800 maka dapat simpulkan bahwa dengan metode Vogel Approximation dapat lebih menghemat biaya produksi distribusi kue basah ke seluruh tujuan.Biaya distribusi yang dihitung dengan metode Vogel Approximation hampir mencapai titik optimal sebesar

5.2 SARAN

Untuk peneliti selanjutnya yang menggunakan metode transportasi, diharapkan supaya penentuan solusi awal berdasarkan metode NWC, Least Cost dan Vogel Approximation dilakukan dengan teliti sehingga mendekati solusi optimalnya.

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Chopra Sunil, P. (2010). Supply Chain Management, Strategy, Planning and Operation Fourth Edition. USA: Pearson Education Inc.

dimyati, T. (1987). Operation research, Model-Model Pengambilan Keputusan . Bandung: CV. sinar Baru.

Hamdy, A. T. (1996). Riset Operasi. Jakarta: Binapura Aksara.

Jacobs, R. (2011). operation and supply chain anagement global Edition. USA:

McGraw Hill.

Mulyono. (2007). Riset Operasi Edisi Revisi. Jakarta : Universitas Indonesia .

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan masalah yang sudah dipaparkan oleh penulis tentang estimasi biaya pemeliharaan Sistem Informasi Pelayanan Jasa Balai Besar Bahan dan Barang Teknik maksud dari penelitan

Penentuan jalur distribusi produk kertas ke customer untuk meminimalkan biaya transportasi dengan Metode Savings Matrix di PT.

Hasil dari pengamatan mendiskripsikan bahwa Sistem Informasi Pengeluaran Barang Impor dari Kawasan Berikat ke tempat lain dalam daerah pabean menggunakan Inhouse

Dalam skripsi ini dibuat program bantu untuk memilih kos dengan mempertimbangkan informasi yang terdapat pada penghuni kos yang menempati suatu tempat kos seperti asal daerah,

pada masalah transportasi nilai dari biaya angkutan, jumlah penawaran (supply) maksimum pada sumber, dan jumlah permintaan (demand) minimum pada tujuan terhadap suatu

keputusan; (3) Mendukung keputusan untuk membahas masalah terstruktur, semi- terstruktur dan tidak terstruktur; (4) Memiliki kapasitas untuk dialog untuk memperoleh

Masalah transshipment yang merupakan bentuk khusus dari masalah transportasi menpunyai ciri bahwa adalah cara pengiriman barang dari tempat permintaan tidak dapat

Analisis Hasil Akhir Total Biaya Transportasi dengan menggunakan Solusi Fisibel Awal dengan Average Opportunity Cost Method AOCM dan Average Total Opportunity Cost Method ATOCM dan