EFISIENSI SALURAN IRIGASI
LAPORAN
OLEH :
IMAM MUKHLIS NAINGGOLAN 210308043
TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM A
PRAKTIKUM TEKNIK IRIGASI DAN DRAINASE LABORATORIUM TEKNIK IRIGASI DAN DRAINASE PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2024
EFISIENSI SALURAN IRIGASI
LAPORAN OLEH :
IMAM MUKHLIS NAINGGOLAN 210308043
TPB A
Laporan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi komponen penilaian mata kuliah Praktikum Teknik Irigasi dan Drainase Teknik Pertanian dan Biosistem
Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara
Diketahui Oleh : Asisten Laboratorium
(Anis Dwi Silviandari) NIM : 200308031
LABORATORIUM TEKNIK IRIGASI DAN DRAINASE PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2024
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Teknik Irigasi dan Drainase ini. Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Praktikum Teknik Irigasi dan Drainase pada Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem Universitas Sumatera Utara.
Selama pelaksanaan penyusunan laporan praktikum hingga selesainya laporan ini, penyusun sudah banyak mendapatkan bantuan, dorongan, motivasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka kesempatan ini, penyusun mengucapkan terimakasih kepada Ibu Delima Lailan Sari STP., M.Si., selaku dosen pengampu Mata Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase dan para asisten laboratorium dan juga kepada semua yang telah berpartisipasi dalam menyelesaikan laporan ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari laporan ini, baik dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. Demikianlah, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Khususnya bagi mahasiswa-mahasiswi Fakultas Pertanian Program Studi Teknik Pertanian dann Biosistem, Universitas Sumatera Utara.
Medan, 3 Maret 2024
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
PENDAHULUAN ... 1
Latar Belakang ... 1
TINJAUAN PUSTAKA ... 2
METODOLOGI PRAKTIKUM ... 3
Waktu dan Tempat ... 3
Alat dan Bahan ... 3
Prosedur Praktikum ... 3
HASIL DAN PEMBAHASAN ... 4
Hasil ... 4
Pembahasan ... 4
PENUTUP ... 6
Kesimpulan ... 6
Saran ... 6
DAFTAR PUSTAKA ... 7
LAMPIRAN DATA ... 8
LAMPIRAN ... 8
1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sektor pengairan sangat erat hubungannya dengan masalah pembagian air,hal ini membutuhkan perhatian,mengingat bahwa sector ini merupakan sector yang sangat vital keberadaanya dalam usaha peningkatan taraf kehidupan masyarakat. Usaha peningkatan dalam pengairan adalah eksploitasi dan pemeliharaan.
Efisiensi yaitu ketepatan cara dalam menjalankan kedayagunaan kemampuan menjalankan tugas dengan baik dan tepat.Efisiensi dalam saluran irigasi dibagi menjadi tiga,yaitu efisiensi tempat penampungan,efisiensi saluran dan efisiensi pemakain. Setiap penggunaan saluran irigasi akan memperhitungkan kedayagunaan saluran tersebut.karena air yang dialirkan pada daerah irigasi akan tepat guna atau sampai ke sawah tanpa adanya kendala-kendala dan tidak banyak kehilangan air.Oleh karena itu dibutuhkan bangunan irigasi yang Efisiensi yaitu ketepatan cara dalam menjalankan kedayagunaan kemampuan menjalankan tugas dengan baik dan tepat.
Efisiensi dalam saluran irigasi dibagi menjadi tiga,yaitu efisiensi tempat penampungan,efisiensi saluran dan efisiensi pemakain. Setiap penggunaan saluran irigasi akan memperhitungkan kedayagunaan saluran tersebut.karena air yang dialirkan pada daerah irigasi akan tepat guna atau sampai ke sawah tanpa adanya kendala-kendala dan tidak banyak kehilangan air.Oleh karena itu dibutuhkan bangunan irigasi yang efektif dan efisien.
Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui efisiensi dari suatu irirgasi.
2
TINJAUAN PUSTAKA
Irigasi merupakan bangunan atau saluran air buatan yang digunakan untuk memperoleh kebutuhan air pada produksi pertanian. Pembangunan irigasi meliputi perencanaan, pembuatan, pengelolaan, serta pemeliharaan sarana untuk emngambil air yang diperoleh dari sumber air dan membagi air tersebut secara teratur kemudian apabila terjadi kelebihan air maka akan dibuang melalui saluran pembuangan atau saluran drainase (Kurnia.2019).
Kebutuhan air irigasi pada sektor pertanian dengan sistem irigasi memiliki banyak permasalahan. Salah satu persoalan utama yang terjadi dalam penyediaan air irigasi adalah semakin langkanya ketersediaan air pada waktu tertentu. Jumlah air yang sampai pada suatu areal pertanian dalam skala waktu tertentu mengalami pengurangan sepanjang saluran yang dilaluinya. Kehilangan air yang terjadi erat hubungannya dengan efisiensi. Besaran efisiensi dan kehilangan air berbanding terbalik. Bila angka kehilangan air naik maka efisiensi akan turun dan begitu pula sebaliknya. Efisiensi irigasi menunjukkan angka daya guna pemakaian air yaitu merupakan perbandingan antara jumlah air yang digunakan dengan jumlah yang diberikan. Sedangkan kehilangan air adalah selisih antara jumlah air yang diberikan dengan jumlah air yang digunakan. (Wilhelmus, 2017).
Efisiensi irigasi menunjukkan angka daya guna pemakaian air yaitu merupakan perbandingan antara jumlah air yang digunakan dengan jumlah air yang diberikan yang dinyatakan dalam persen (%). Dengan asumsi bahwa jika angka kehilangan air naik maka efisiensi akan turun dan begitu juga sebaliknya . Menurut Siswoyo secara fisik hal pertama yang mempengaruhi efisiensi adalah kondisi dari saluran itu sendiri. Selain itu secara teoritis, parameter yang berpengaruh terhadap nilai efisiensi antara lain rembesan dan bocoran, bentuk penampang saluran dan jenis material, evaporasi, sedimentasi dan longsoran
3
METODOLOGI PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum‟at tanggal 1Mei 2024 pada pukul 13.00 WIB di Namu Sira Sira Jln. Perkebunan, Durian Lingga, Sei Bingai, Belinteng, kab. Langkat, Sumatera Utara.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum adalah sebagai beriku : 1. Meteran sebagai alat ukur panjang panjang.
2. Pacak sebagai pembatas ukuran.
3. Alat tulis digunakan untuk mencatat hal-hal penting.
4. Buku penuntun sebagai pedoman praktikum.
5. Handphone untuk dokumentasi.
6. Stopwatch sebagai penanda waktu.
7. Sekat Thompson digunakan untuk mengukur debit air sesuai metode Thompson
Adapun bahan yang digunakan dalam pelaksaan praktikum ini adalah saluran irigasi dalam keadaan normal sebagai objek praktikum.
Prosedur Praktikum
Pada pelaksanaan praktikum pengukuran efisiensi irigasi untuk prosedurnya sama saja dengan pengukuran debit sakuran irigasi, hanya saja dibagian praktikum ini diperlukan dua data debit yaitu debit pada awal saluran dan debit di akhir saluran .
1. Menentukan saluran yang akan dilakukan pengukuran.
2. Mengukur kecepatan aliran dengan menggunakan current meter di titik awal (Qin) dan debit di titik berikutnya yang diasumsikan sebagai titik akhir (Qout), pada saluran.
3. Mencatat hasil pengukuran dan melakukan perhitungan.
4
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Adapun hasil yang dieroleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut : Tabel 1. Tinggi Permukaan Air (h) Q in
No.
Parameter Nilai1. h ulangan 1 5 cm
2. h ulangan 2 5,2 cm
3. h ulangan 3 4,8 cm
4. h rata-rata 5 cm
Tabel 2. Tinggi Permukaan Air (h) Q out
No.
Parameter Nilai1. h ulangan 1 5,5 cm
2. h ulangan 2 4,6 cm
3. h ulangan 3 6,4 cm
4. h rata-rata 5,5 cm
Tabel 3. Debit air pada Q in dan Q out
No.
Parameter Nilai1. Debit awal (Q in) 0,0007714 m3/s 2. Debit akhir (Qout) 0,0009790 m3/s
3. Efisiensi (E) 78,79%
Pembahasan
Efisiensi irigasi adalah perbandingan debit „output‟ terhadap debit „input‟
pada saluran irigasi. Bnayak faktor yang mempengaruhi efisiensi saluran irigasi seperti rembesan, evaporasi, infiltrasi, diserap tanaman dan lainnya, semakin banyak air yang hilang maka efisiensi saluran irigasi akan semakin rendah. Dari praktikum dan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai efisiensi saluran irigasi sebesar 78,79%. Irigasi yang dihitumh ini merupakan irigasi sekunder yang
5
mengalirkan air untuk tanaman jagung. Menurut direktorat jendral pengairan kementrin pekerjaan umum (1986) efisiensi saluran irigasi dalam kondisi normal harus memenuhi standar minimum untuk saluran primer sebesar 90%, saluran sekunder 90%, dan saluran tersier 80%. Sehingga saluran air di Namu Sira-Sira, Jln. Perkebunan yang telah dihitung tidak efektif, dimana kurang memenuhi standar sebesar 12%.
Jenis saluran yang di hitung merupakan saluran sekunder terbuka yang berbentuk trapezium. Irigasi ini dibangun menggunakan beton secara keseluruha.
Vegetasi yang ada di saluran ini merupakan jagung, yang juga akan mengairi ladang jagung. Umur irigasi ini sudah cukuo tua sehingga irigasi ini banyak terdapat endapan yang menghambat aliran air sehingga terjadinya rembesan semakin besar.
Kehilangan air yang terjadi pada saluran irigasi ini penyebab utamanya merupakan rembesan air sepanjang saluran. Faktor lainnya adalah evaporasi namun tidak berpengaruh nyata terhadap efisiensi karena jarak pengukuran antara debit awal (Q in) dengan debit akhir (Q out) hanya berjarak 10 meter, dan faktor vegetasi pada saluran irigasi, pada saluran terdapat banyak lumut yang akan menahan dan menghambat air yang membuat koefisien kehalusan Strickler semakin besar. Di sekitar saluuran terdapat berbagai vegetasi seperti jagung dan rumput sehingga vegetasi ini akan menyerap rembesan air dari saluran yang menyebabkan rembesan akan tetap terjadi.
Rendahnya nilai efisiensi sauran irigasi yang diperoleh bukan hanya dipengaruhi oleh besarnya kehilangan air yang terjadi pada irigasi. Tetapi pada saat pengukuran debit menggunakan metode Thompson dengan media triplek masih banyak rembesan terjadi di bawh triplek sehingga pengukuran yang dilaksanakan tidak akurat, yang membuat efisiensi saluran semakin rendah.
Untuk meningkatkan efisiensi saluran irigasi diperlukan pemeliharan dan perbaikan di sepanjang saluran. Pada irigasi ini yang diperlukan merupakan pemeliharaan yaitu dengan mengurangi endapan dan lumut yang ada di saluran.
Diperlukan juga pengecekan terhadap permukaan saluran untuk melihat adanya keretakan yang harus ditambal.
.
6
PENUTUP
Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang diperoleh adalah sebagaii berikut :
1. Efisiensi irigasi merupakan perbandingan debit yang keluar terhadap debit yang masuk ke saluran irigasi.
2. Nilai efisiensi irigasi yang diperoleh sebesar 78,79%, sehingga saluran ini termasuk tidak efektif.
3. Penyebab rendahnya efesiensi yang diperoleh adalah rembesan yang besar, endapan irigasi, evaporasi dan kesalahan dalam pengukuran debit.
Saran
` Adapun saran dalam praktikum ini adalah pada saat melakukan pengukuran debit menggunakan sekat Thompson harus dilakukan dengan benar dan tidak terjadi kebocoran di bawah sekat agar kenaikan air yang terjadi akurat.
Saran lain adalah lokasi prktikum seharusnya lebih dekat sehingga semua anggota kelompok dapat mengikuti praktikum di lapangan.
7
DAFTAR PUSTAKA
Kurnia.2019. Hemat air irigasi : Kebijakan, teknik, pengelolaan dan social budaya, pusat dinamika pembangunan universitas padjajaran, Bandung Siswoyo, H., Wahyudi, I., Soedarsono.2017.Analisis efisiensi jaringan saluran
irigasi di daerah irigasi Kabuyutan (studi kasus di Kabupaten Brebes).
Universitas Islam Sultan Agung, Semarang,
Wilhelmus, Bunganaen , Ruslan Ramang, and Lucya L M Raya. 2017. “Efisiensi Pengaliran Jaringan Irigasi Malaka (Studi Kasus Daerah Irigasi Malaka Kiri).” Jurnal Teknik Sipil6(1):23–32.
8
LAMPIRAN DATA
Diketahui : 1. h Q in
~ Ulangan 1 : 5 cm
~ Ulangan 2 : 5,2 cm
~ Ulangan 3 : 4,8 cm
2. h Q out
~ Ulangan 1 : 5,5 cm
~ Ulangan 2 : 4,6cm
~ Ulangan 3 : 6,4 cm
̅ titik awal = 0,05 cm
̅ titik akhir = 0,055 cm
Q = ⁄ Keterangan:
Q = debit (m3/s)
̅ = rata-rata tinggi permukaan air ( )
( )
Dimana :
E : efisiensi irigasi
Debit di titik awal (Qin) Qin = ⁄ Qin = 0,0007714 m/s
Debit di titik akhir (Qout) Qout= ⁄ Qout = 0,0009790 m/s Maka nilai efisiensi irigasi ialah :
8
LAMPIRAN
Foto bersama setelah pengukuran Proses pembuatan sekat Thompson
Proses pengukuran debit Q in Penambahan penahan sekat pada Q out
Pengukuran tinggi kenaikan air Lokasi Irigasi dilihat dari google maps . pada sekat Q out