• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN HACCP MAKANAN RS

N/A
N/A
Diyanah Fradani Mareta

Academic year: 2025

Membagikan "LAPORAN HACCP MAKANAN RS"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

11 BAB III

PERENCANAAN HACCP

1. Pembentukan Tim HACCP

Tabel 3. 1 Pembentukan Tim HACCP

No Nama Jabatan Tanggung Jawab

1. Dr. Elvi Manurung SpGk. MS

Quality Assurance

Manager

1. Sebagai ketua tim HACCP 2. Memastikan syarat-syarat

HACCP terpelihara dan implementasi dengan baik.

2. Ahli Gizi dan Tim Mahasiswa Poltekkes Kemenkes

Palembang

(Khaerunnisa, S.Gz, Serly Marlenda)

Deputy General Manager

divisi logistic

1. Menjamin semua karyawan di dalam departemen telah terlatih dan memahami sistem keamanan pangan 2. Memastikan bahan baku

yang diterima dari supplier ditangani dengan baik 3. Mmeastikan gudang, area

karantina, gudang kemasan dalam keadaan bersih 4. Memastikan kualitas bahan

baku dari supplier sesuai SOP atau spesifikasi 5. Memeberikan masukan

bagi analisa bahaya yang mungkin terjadi pada bahan baku

(2)

3. Tim Mahasiswa Poltekkes Production

Manager (Alisma, Faninda Tsabitah)

Production Manager

1. Memastikan bahwa seluruh pegawai di RSU Kabupaten Tangerang telah mendapatkan pelatihan yang memadai serta memiliki pemahaman yang mendalam mengenai sistem keamanan pangan 2. Memastikan bahwa

setiap produk yang dihasilkan telah melalui proses yang sesuai dengan standar persyaratan mutu yang telah ditetapkan, serta mematuhi protokol keamanan pangan.

3. Memastikan bahwa seluruh proses yang berjalan sesuai dengan GMP, SOP dan SSOP yang telah ditetapkan

oleh RSU

Kabupaten Tangerang 4. Tim Mahasiswa

Poltekkes Palembang (Maulia, Diyanah)

Quality Control

Mengontrol dan

mengendalikan terhadap kualitas bahan dan produk, Memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar

(3)

13

kualitas dan persyaratan yang ditetapkan.

(4)

2. Makanan Cair Rumah Sakit a. Karakteristik Akhir Produk

Tabel 3. 2 Karakteristik Akhir Makanan Cair Rumah Sakit Nama Produk Makanan Cair Rumah Sakit

Deskripsi Produk Makanan cair adalah makanan yang memiliki konsistensi cair hingga kental.

Makanan ini diberikan kepada pasien yang mengalami gangguan mengunyah, menelan, dan mencernakan makanan yang disebabkan oleh menurunnya kesadaran, suhu tinggi, rasa mual, muntah, pasca perdarahan saluran cerna, serta pra dan pasca pembedahan, digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien yang tidak dapat mengonsumsi makanan biasa (padat).

Deskripsi Proses Penerimaan bahan, penyimpanan, persiapan, Perhitungan dan penimbangan, Pencampuran bahan, Pelarutan, Pengolahan (dimasak dengan api kecil selama 15 menit), Pengemasan, pendistribusian (pemasukan makanan cair kedalam box), penyajian ke pasien.

Informasi Gizi dan Komposisi (1 porsi)

• Energi : 251 kkal

• Protein : 12,3 gram

• Lemak : 7,3 gram

• Karbohidrat : 32,4 gram Umur simpan 1 jam setelah dihidangkan Kondisi penyimpanan Suhu ruang

(5)

15

Kemasan Cup Plastik

Informasi pada label

Etiket Diet

Metode distribusi Menggunakan box dan trolly tertutup

Rencana penggunaan Langsung dikonsumsi 1 jam setelah dihidangkan Target penggunaan Pasien rawat inap dewasa dengan yang

gangguan menelan tetapi diet Normal

(6)

b. Karakteristik Bahan Baku

Tabel 3. 3 Karakteristik Bahan Baku

No Nama

Bahan Spesifikasi Bahan Informasi Gizi Umur simpan

Kondisi penyimpanan

Metode

distribusi Supplier

1. Full Cream

a. Asli b. Bersih

c. Tidak kadaluarsa d. Kemasan 400 gr/dus

Lemak, protein, karbohidrat, natrium

Dihabiskan dalam 3 minggu

Suhu ruang (20- 25ºC)

Mobil CV. Kali Jati Utama

2. Skim

a. Asli b. Putih c. Bersih

d. Tidak kadaluarsa e. Rendah lemak

Lemak, karbohidrat, Protein, Natrium

12 bulan Suhu ruang (20- 25ºC) dalam wadah tertutup

Mobil CV. Kali Jati Utama

3. Tepung maizena

a. Setara merk Honig b. Bersih

c. Tidak kadaluarsa d. 300 gr/bks

Protein, Karbohidrat

3-8 bulan (disimpan ditempat kering dan sejuk

Suhu ruang (20- 25ºC)

Mobil CV. Kali Jati Utama

(7)

17 4. Telur

a. Bersih b. Utuh

c. Tidak busuk d. Jumlah 15 butir/kg

Protein dan Lemak

<2 jam

(WHO) Suhu ruang (20- 25ºC)

Motor

CV. Kali Jati Utama

5. Gula pasir

a. Kering b. Bersih c. Murni d. Putih

e. Kemasan karung plastik f. Tidak kadaluarsa

Karbohidrat, Kalsium, Forfor, Natrium, Kalium,

Besi

2-5 tahun setelah tanggal

produksi (jika disimpan dengan benar)

Suhu ruang (20- 25ºC)

Mobil CV. Kali Jati Utama 6. Minyak jagung a. Setara merk CCO

b. Tidak tengik c. Tidak kadaluarsa d. 1 ltr/bks

Energi, Lemak 6 bulan Suhu ruang (20- 25ºC)

Mobil CV. Kali Jati Utama Sumber : Dokumen Spesifikasi Bahan Makanan RSUD Kab. Tangerang

(8)

Diagram Alir Patofiologi

Teori Transplantasi dan dan Implantasi Sampson ( Grodstein et al. 1993) ( Missmer et al. 2010 )

Teori transplantasi Invasi bakteri TB

Menstruasi retrograde

Penyebaran melalui hematogen/limfatik

Peradangan pada lapisan endometrium

Konsumsi lemak trans yang tinggi Sistem kekebalan tubuh

berespon

Menstruasi 14-15 hari

Kurang berolahraga

Kurang konsumsi asam lemak omega

3 Endometritis

Goreng-gorengan (pangsit goreng,

nugget) Kista Endometriosis

Nyeri panggul

Fakor resiko pola makan pasien

Refluks jaringan endometrium dari uterus ke tuba fallopi (selama

mentruasi)

Protein hewani (ikan)

Anemia Mencapai organ

oktopik

Teori Metaplasia (Sel-sel di luar rahim berubah menjadi sel-sel seperti endometrium dan mulai

tumbuh)

Nyeri haid

Ayam, daging

(9)

20 d. Verifikasi Diagram Alir

Bagan 3 1 Verifikasi Diagram Alir

Penerimaan bahan baku kering Penyimpanan diruang penyimpanan

Skim Full

cream

Tepung maizena

Gula pasir

Minyak jagung

Penerimaan telur Penyimpanan

Telur Pemecahan Pencucian

n

Persiapan Perhitungan dan penimbangan

Mixing

Pelarutan Penambahan air Penyaringan Pengolahan

(dimasak hingga mendidih)

Pengukuran ml air

Pengemasan Distribusi Persiapan

Perhitungan dan penimbangan

Full cream, skim, tepung maizena, gula

pasir

Mixing Pelarutan

Penambahan air

Pengolahan Pencampuran

telur Penyaringan

Pengukuran ml air Pengemasan

Distribusi

Menggunakan gelas ukur, dan

cup plastik dipress Dimasak hingga

mendidih menggunakan

api kecil

Menggunakan box dan trolly

tertutup Tidak dilakukan pengayakan

PENERIMAAN

PROSES

(10)

2

Tabel 3. 4 Analisa Bahan Baku No Bahnn

Baku

Identifikasi Bahaya

Sumber Bahaya

Acceptable Level in end Product

Control Measure Decision Tree Categor

y

Jen is

Q1 Q2 Q3 CCP/NOT CCP 1. Full cream

F

Adanya gumpalan, tidak kering

Penyimpanan tidak tepat

Full cream yang digunakan berwujud kering, tidak menggumpal

ataupun basah

Menyimpan bahan baku tertutup rapat

(suhu ruang

penyimpanan <25°C)

Y Y T NOT CCP

K - - - -

B

Entrobacteriaceae, Staphylococcus aureus, Salmolla

Kemasan kurang higienis dan penyimpanan yang salah

10 koloni/g (ISO 21528-2)

10 koloni/g (ISO 68881-1;SNI

2897) Negatif 25/g (SNI ISO 11290-

1;SNI 2897)

Menyimpan bahan baku tertutup rapat

(suhu ruang

penyimpanan <25°C)

Y Y T NOT CCP

2. Skim

F

Lembab (basah dan menggumpal apabila disimpan pada suhu yang tidak tepat

Penyimpanan tidak tepat

Skim yang digunakan berwujud kering, tidak menggumpal ataupun basah serta tidak terdapat benda

Menyimpan bahan baku tertutup rapat

(suhu ruang

penyimpanan <25°C)

Y Y T NOT CCP

(11)

2 11 Terdapat benda

asing (seperti batu , rambut, dll)

asing

K - - - -

B

Staphylococc us aureus, Salmonella

Kemasan rusak dan

penyimpanan yang salah

10 koloni/g (ISO 21528-2)

10 koloni/g (ISO 68881-1;SNI

2897) Negatif 25/g (SNI ISO 11290-

1;SNI 2897)

Menyimpan bahan baku tertutup rapat

(suhu ruang penyimpanan <25°C)

Y Y T NOT CCP

3. Tepung maizena

F

Kerikil, serangga

Terbawa dari suplayer

mikroba perusak (amilolitik)

Pengayakan Y Y T NOT CCP

K Logam berat Terbawa dari suplayer

Arsen 0,25 mg/kg Kadmium 0,2 mg/kg

Merkuri 0,03 mg/kg Timbal 0,25 mg/kg (SNI 7387—2009)

Jaminan suplayer Y Y T NOT CCP

(12)

2 B

Bacillus cereus Kapang

Penyimpa nan

< 1x104 koloni/g

1x104 koloni/g

(SNI 7388:2009

)

SOP Penyimpanan Y Y T NOT CCP

4. Telu r

F

Batu, debu, kotoran ayam

Terbawa dari pemasok

Tidak ada kotoran yang menempel pada

cangkang telur

Petugas quality control memeriksa kondisi fisik telur yang datang di area penerimaan barang

Y Y T NOT CCP

K - - - -

B

Pertumbuhan mikroba

(Salmonella, E.

Coli,

enterobacteriacce ae)

Dari kotoran yang menempel pada

cangkakng telur, transportasi saat pengiriman kurang bersih dan

penyimpanan pada suhu ruang

Negatif 25/g, 1x101 koloni,g (SNI 7388:2009) 10 koloni/g (ISO

21528-2)

Mencuci telur dengan air mengalir sebelum diolah (saat persiapan bahan) Telur

sebaiknya tidak disimpan di suhu ruangan lebih dari 2 jam, Setelah waktu tersebut, risiko kontaminasi bakteri seperti Salmonella meningkat secara signifikan.

Y Y T NOT CCP

(13)

2 13 5. Gula pasir

F

Batu, debu, benda asing

Terbawa dari pemasok, kerusakan pada kemasan dan kualitas gula yang rendah

Tidak terdapat benda asing dalam kemasan kasung gula

Menggunakan gula pasir yang berkualitas baik, putih bersih atau tidak mengandung kontaminasi dan kerusakan fisik

Y Y T NOT CCP

K - - - -

B Koliform, kapang dan khamir

Kemasan Kurang higienis

<3/g, 1x10 2 koloni/g (SNI 7388:2009)

Mengecek kemasan dan penyimpanan yang benar (suhu ruang penyimpanan <25℃) 6. Minyak

jagung

F - - - - Y Y T NOT CCP

K Logam

berat

Terbawa dari suplayer

Arsen 0,25 mg/kg Kadmium 0,2

mg/kg Merkuri 0,03 mg/kg

Timbal 0,25 mg/kg (SNI 7387—2009)

Jaminan suplayer Y Y T NOT CCP

B

Kaliform, Escherichia coli, Salmonella sp., Staphylococcus aureus

Penyimpanan tidak tepat, kemasan tidak mengalami kerusakan

10/g,<3/g.

negatif/25 g, 1 x 102 koloni/g (SNI 7388:2009)

Melakukan

penyimpanan dalam ruang dengan suhu

<25℃, dan tidak membiarkan sisa margarin disimpan diruang terbuka (harus didalam freezer)

Y Y T NOT CCP

(14)

7. Air F Kontaminasi benda asing

(kotoran, serangga, lumut),

tidak berbau

Kontaminasi dari lingkungan sekitar sumber

air

Tidak ada kontaminasi benda asing

Melakukan pemeriksaan dan pengecekan pipa secra

berkala

Y Y T NOT CCP

K Besi, Fluorida, Mangan, Air

raksa, Seng

Berasal dari komposisi tanah sekitar

sumber air

1;1,5;0,5;0,00 1;15 (mg/1) (Permenkes NO.32 Tahun

2017)

Dilakukan pengolahan dengan cara filtrasi

Y Y T NOT CCP

B E.Coli Kontaminasi

dari lingkungan sekitar sumber

air

0 CFU/100ML (Permenkes No.32 Tahun

2017)

Uji mikroba 1x/th, sterilisasi perebusan

hingga mendidih (100℃) agar bakteri

mati.

Y Y T NOT CCP

(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)

51 BAB IV PEMBAHASAN

Pengamatan HACCP dilakukan pada hari Jum’at tanggal 20 Agustus tahun 2024 pada Makanan Cair RS. Pengamatan dimulai dari proses perispan MC, hingga proses pendistribusian kepada pasien. Berikut hasil pengamatan HACCP yang telah dilakukan.

A. Persiapan dan Perhitungan MC

Tabel 4.1 Persiapan dan Perhitungan MC

Tanggal Waktu

Penerimaan Kegiatan Penyimpanan

19 September

2024

08:10 Penerimaan bahan baku telur

Disimpan diruang penyimpanan telur

Penerimaan bahan makanan dijadwalkan dimulai pukul 07:00-08.30 WIB (SPO RSUD Kab. Tangerang). Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada hari Kamis tanggal 19 September tahun 2024 bahan makanan segar yaitu telur diterima pukul 08.10 WIB, setelah pengecekan bahan baku sesuai spesifikasi. Sedangkan bahan kering dikeluarkan dari Gudang penyimpanan dengan system FIFO dan FEFO.

Bahan makanan cair seperti telur tidak disimpan kedalam chiller, karena system penggunaan telur langsung digunakan pada hari penerimaan telur. untuk bahan makanan kering seperti tepung maizena, gula, minyak yang disimpan di dalam gudang bahan makanan kering dengan suhu ruangan 23°C. Berdasarkan PGRS tahun 2013 yang menyatakan bahwa suhu penyimpanan bahan makanan kering yaitu <25°C yang artinya bahwa suhu gudang BMK sudah sesuai dengan standar, Sedangkan untuk bahan makanan cair seperti susu diambil dari stok gudang penyimpanan susu.

B. Persiapan Bahan Makanan

Tenaga pengelola yang bertugas di persiapan MC sudah menyiapkan bahan makanan cair RS yaitu full cream, skim, tepung maizena, gula pasir,

(28)

telur, dan minyak jagung. Setelah itu bahan diracik atau ditimbang sesuai kebutuhan makanan cair rumah sakit. Alat-alat yang dipersiapkan sudah dicuci bersih, Tenaga pengelola menggunakan APD berupa apron masker dan sarung tangan.

Sediaan makanan cair disiapkan pada pagi hari, Adapun kegiatanya menimbang bahan Makanan cair, Formula Rumah Sakit dan dikemas dalam plastik, setelah itu diantar ke ruang pengolahan makanan cair. Pengukuran makanan cair yang tersedia secara komersial dilakukan dengan sendok pengukur khusus dan dibungkus dengan kertas roti.

(29)

53 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, penerapan HACCP penyelenggaraan menu di RSUD Kab Tangerang dengan menu snack “Bolu Pisang” meliputi proses yang dimulai pada pemesanan, penerimaan dan penyimpanan bahan makanan, persiapan bahan makanan, pengolahan bahan makanan, pemorsian dan pengemasan hingga distribusi makanan kepada pasien.

2. Pada proses penerimaan bahan makanan, sudah sesuai dengan PGRS 2013 karena bahan makanan yang diterima sudah dipastikan dalam kondisi yang baik, sesuai jumlah dengan pesanan, dan sesuai spesifikasi.

3. Pada proses penyimpanan bahan makanan, sudah sesuai dengan PGRS 2013 karena suhu penyimpanan bahan makanan kering yaitu 23°C (standarnya <25°C). Penyimpanan bahan makanan kering menggunakan sistem FIFO (First in Firs out)

4. Persiapan bahan makanan, belum sesuai dengan PGRS 2013 karena sebelum diolah, bahan baku segar seperti telur dan pisang harusnya dicuci dulu menggunakan air mengalir sampai bersih, akan tetapi tidak dilaksanakan sedangkan alat yang digunakan sudah dicuci menggunakan air mengalir sampai bersih.

5. Pada proses pengolahan makanan, sudah sesuai dengan PGRS 2013, karena bahan di olah dengan suhu ˃140°C, akan tetapi petugas pengolah makanan belum sesuai dengan ketentuan yaitu tidak menggunakan APD lengkap berupa sarung tangan.

6. Pada proses pemorsian dan distribusi, sudah sesuai dengan PGRS 2013, karena sudah memakai APD lengkap seperti penutup kepala, masker dan sarung tangan, hanya saja tidak konsisten ukuran bolu pada saat pemotongan oleh petugas snack.

B. Saran

(30)

1. Petugas snack diharapkan dapat memorsikan makanan sama rata antara potongan yang satu dengan yang lainnya.

2. Petugas snack maupun petugas lainnya diharapkan untuk mengikuti standar rumah sakit dalam menyajikan makanan dan diharapkan untuk meningkatkan kesadaran diri pentingnya menggunakan APD lengkap, seperti, masker, sarung tangan, dan penutup kepala.

3. Untuk meningkatkan kesadaran tenaga pengolah dan pramusaji tentang pentingnya menggunakan APD Lengkap seperti masker, penutup kepala, dan sarung tangan dapat dilakukan dengan edukasi kepada tenaga pengolah dan pramusaji di unit gizi RSUD Kab.

Tangerang.

LAMPIRAN Bahan Baku

(31)

55 Proses dan Hasil

(32)

SPO Pembuatan Snack RSUD Kab. Tangerang

(33)

57

(34)

Referensi

Dokumen terkait