LAPORAN KEGIATAN USAHA BUDIDAYA IKAN KONSUMSI
IKAN MAS (Cyprinus carpio L)
KELOMPOK 1 ANGGOTA :
1. KIRANA AYMA YASAWIMALA (14) 2. MOCHAMAD RIJAL (17)
3. NELSON MUHAMMAD AKBAR FEBIO (24) 4. RAYVA WARANGGANI IRAWAN (29)
5. SHABIRA CAHYA SYAHIRA (33) 6. SYFA SAKTI RAMDHANI (35)
XI IPA 4
KATA PENGANTAR
Laporan kegiatan budidaya ikan konsumsi oleh Kelompok 1 kelas XI IPA 4 SMA Negeri 5 Cimahi merupakan hasil dari perjalanan kami dalam mengenal dunia budidaya ikan, khususnya ikan mas. Dalam konteks mata pelajaran
Prakarya di bawah bimbingan Bu Ana Yulianah, S.E., kami merintis
perencanaan hingga implementasi dengan kolaborasi, inovasi, dan semangat kebersamaan.
Kegiatan ini jauh lebih dari sekadar tugas praktikum; ini adalah
perjalanan panjang yang memperkaya wawasan kami tentang pertanian modern dan tanggung jawab sosial sebagai generasi penerus.
Laporan ini berbagi pengalaman, pengetahuan, dan hasil selama budidaya ikan mas. Kesuksesan kami tidak lepas dari dukungan, bimbingan, dan bantuan dari berbagai pihak, terutama Bu Ana Yulianah, S.E., yang penuh kesabaran dan ilmu.
Semoga laporan ini menjadi bukti kerja keras dan dedikasi kami,
memberikan inspirasi dan wawasan bagi pembaca yang tertarik pada budidaya ikan konsumsi, terutama ikan mas. Kami terbuka untuk masukan demi
perbaikan di masa mendatang.
Terima Kasih
Kelompok 1-XI IPA 4 SMA Negeri 5 Cimahi DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...
2
DAFTAR ISI ...
3
BAB I PENDAHULUAN ...
4
I.1. Latar Belakang ...
4
I.2. Ruang Lingkup Usaha ...
4
I.3. Visi dan Misi ...
5
I.4 Jadwal Kegiatan ...
7
BAB II ANALISIS SWOT ...
7
II. 1. AnalisiS SWOT (Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman)) ...
7
BAB III TINJAUAN UMUM ...
8
III.1. Aspek Manajemen Usaha ...
8
III.2. Aspek Produksi ...
9
III.4. Aspek Pemasaran ...
10
BAB IV LAPORAN KEGIATAN ...
13
IV.1. Tabel Hasil Pengamatan Budidaya Ikan Mas ...
13
BAB V DOKUMENTASI ...
15
BAB VI PENUTUP ...
15
VI.1 Kesimpulan ...
15
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang
Kegiatan budidaya ikan saat ini merupakan salah satu usaha ekonomi produktif bagi masyarakat. Segmen usaha budidaya ikan berdasarkan proses produksinya, dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok yaitu usaha pembenihan, pendederan, dan pembesaran ikan.
Usaha pembenihan merupakan suatu tahapan kegiatan perikanan yang
outputnya adalah benih ikan. Usaha pembesaran merupakan kegiatan perikanan yang outputnya adalah ikan berukuran konsumsi. Usaha pendederan merupakan
kegiatan perikanan yang outputnya adalah benih ikan tetapi ukurannya lebih besar dari output pembenihan. Komoditas usaha yang dipilih dalam kegiatan budidaya ikan sangat bergantung pada permintaan pasar, teknis operasional, serta implementasinya.
Permintaan ikan konsumsi khususnya ikan mas yang semakin meningkat menjadikan peluang usaha sangat terbuka bagi para pelaku usaha pembesaran.
Dengan tingkat konsumsi yang tinggi yang terlihat melalui warung-warung makanan dengan menu ikan mas,berdampak secara langsung terhadap kebutuhan benih ikan mas oleh para pengusaha.
Kondisi ini membuat para petani pembenihan ikan mas untuk semakin memanfaatkan usaha pemasaran produknya, karena banyak konsumen yang datang langsung ke lokasi pembenihan.
I.2. Ruang Lingkup Usaha
Ruang lingkup budidaya ikan konsumsi meliputi beberapa aspek penting, antara lain :
1. Pemilihan Spesies Ikan: Sebagai contoh ikan mas. Pemilihan spesies ikan yang tepat harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti permintaan pasar, kecocokan lingkungan, dan kebutuhan perawatan.
2. Pemilihan Lokasi dan Sistem Budidaya: Budidaya ikan konsumsi dapat dilakukan di berbagai lokasi, termasuk kolam, tambak, keramba jaring apung, atau sistem akuakultur lainnya. Pemilihan lokasi dan sistem budidaya harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti ketersediaan air, kualitas air, suhu, dan kestabilan lingkungan.
3. Manajemen Lingkungan: Budidaya ikan konsumsi memerlukan manajemen lingkungan yang baik untuk memastikan kondisi yang optimal bagi
pertumbuhan dan kesehatan ikan. Ini meliputi pemantauan kualitas air, pengaturan suhu, pengelolaan nutrisi, dan pengendalian hama dan penyakit.
4. Pemilihan Bibit: Pemilihan bibit ikan yang berkualitas sangat penting dalam budidaya ikan konsumsi. Bibit yang sehat dan berkualitas akan memberikan hasil yang lebih baik dalam hal pertumbuhan dan kualitas ikan yang dihasilkan.
5. Pemberian Pakan: Pakan yang baik harus mengandung nutrisi yang diperlukan oleh ikan untuk pertumbuhan dan kesehatan yang optimal.
6. Manajemen Kesehatan: Manajemen kesehatan yang baik melibatkan
pemantauan kesehatan ikan, pencegahan penyakit, dan pengobatan yang tepat jika diperlukan. Ini melibatkan praktik-praktik seperti karantina bibit,
kebersihan kolam, dan penggunaan obat-obatan yang aman dan efektif.
7. Pemanenan dan Pemasaran: Pemanenan ikan dilakukan setelah mencapai ukuran yang diinginkan. Setelah pemanenan, ikan harus diproses dan
dipasarkan dengan baik untuk memastikan kualitas dan keamanan produk ikan yang dihasilkan.
I.3. Visi dan Misi
Visi : Menjadi Lembaga Pelayanan Yang Profesional dan Bertanggung Jawab Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Perikanan Budidaya.
Pernyataan visi adalah pernyataan yang harus mampu menjawab pertanyaan dasar seperti “Perusahaan akan menjadi apa?”. Visimenggambarkan impian atau keinginan yang ingin dicapai oleh perusahaan di masadepan, tentunya dengan menangkap peluang dan bersiap dengan tantangan.Sebelum menentukan sebuah misi, visi sebaiknya dikembangkan terlebih dahulukarena visi mempunyai peran membantu mengarahkan perusahaan di dalamberoperasi. Di dalam membuat
visi perusahaan dapat menentukan batas waktu yangingin dicapai. Oleh karena itu, untuk membuat pernyataan visi yang tepat sebaiknyadipenuhi persyaratan visi, antara lain:
1. Berorientasi pada masa depan;
2. Tidak dibuat berdasarkan kondisi atau tren saat ini;
3. Mengekspresikan kreativitas;
4. Mempunyai harapan standar yang tinggi, ide, serta harapan tinggi 5. Menggambarkan keunikan bisnis dalam kompetisi
Misi : Meningkatkan taraf hidup dengan peninglatan pelayanan yang berhasil guna, tepat guna dan cepat sasaran
Misi adalah sebuah pernyataan maksud yang Hak Cipta Dilindungi Oleh Hukum misi adalah sebuah deklarasi tentang alasan keberadaan suatu
organisasi. Pernyataan mísi menjawab pertanyaan yang paling penting, "Apakah bisnis kita?" Pernyataan isi yang jelas sangat penting untuk menetapkan tujuan dan merumuskan strategi. Inti dari sebuah misi adalah hal-hal yang harus dilakukan oleh perusahaan agar yang telah ditetapkan dapat tercapai. Melalui:
1).Memberikan kepuasan pelanggan.
2).Memperluas jangkauan pemasaran guna memenuhi target yang ingin dicapai.
3).Terus mengembangkan inovasi demi kelangsungan dan ketahanan perusahaan.
4) Penyediaan benih bermutu dan induk unggul
5) Penyediaan tekhnologi perbenihan dan budidaya yang ramah lingkungan.
I.4. Jadwal Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan selama 8 minggu lamanya. Dimulai pada tanggal 11 September 2023 sampai dengan tanggal 5 November 2023.
BAB II ANALISIS SWOT
II. 1. AnalisiS SWOT (Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman)) 1. Strengths (kekuatan) :
a) Kualitas produk, memiliki warna yang bagus dan bentuk yang beragam.
b) Warna ikan yang beraneka ragam, warna yang beraneka ragam membuat pembeli tertarik.
c) Sarana dan prasarana yang mudah didapat (mendapatkan beberapa peralatan budidaya di rumah), dan mudahnya mendapatkan bahan pakan.
2. Weaknesses (kelemahan) :
a) Lahan budidaya yang kurang tersedia.
b) Kurangnya teknologi profesional untuk menunjang keberhasilan budidaya c) Kurangnya pengalaman dalam penasaran ikan sehingga sulit untuk
berkembang.
3. Opportunities (peluang) : a) Harga ikan yang stabil.
b) Banyaknya permintaan ikan mas 4. Threats (ancaman) :
a) Harga produk/benih ikan yang tidak stabil.
b) Harga pakan ikan meningkat.
Penanggung Jawab Shabira Cahya
Sekretaris Syfa Sakti Ramdhani
Seksi Kebersihan Nelson Muhammad
Akbar Febio Seksi Dokumentasi
Kirana Ayma Yasawimala
Bendahara Mochamad Rijal
Seksi Pemasaran Rayva Waranggani
Irawan
c) Belum adanya konsumen tetap.
d) Adanya hama penyakit.
BAB III TINJAUAN UMUM III.1. Aspek Manajemen Usaha
A. Nama Perusahaan: EFISHERY
B. Lokasi Usaha: Jl. Pasir Kumeli No. H.113 Baros, Cimahi Tengah, Kota Cimahi
C. Struktur Organisasi
III.2. Aspek Produksi
1). Nama Ikan : Ikan Mas (Cyprinus carpio L)
Spesies ikan mas (Cyprinus carpio L) masuk dalam genus cyprinus dari famili cyprinidae. Ikan mas mempunyai ciri-ciri badan memanjang, sedikit pipih.
kesamping. Mulut terletak diujung tengah (terminal), mempunyai sungut dua pasang, sirip punggung dengan jari-jari keras berjumlah 17-22 serta sirip dada dengan jumlah 15 jari-jari keras.
Letak permulaan sirip punggung ini berseberangan dengan permulaan sirip perut yang hanya ada satu dengan jumlah jari-jari keras antara 7-9. Ikan mas mempunyai sisik yang relatif besar dengan tipe cycloid, mempunyai garis rusuk yang lengkap pada pertengahan sirip ekor dengan jumlah antara 35-39 (Saanin, 1984)
Ikan Mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya
tidakterlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai ataudanau. Ikan Mas dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150-600 m di ataspermukaan air laut (dpl) dan pada suhu 25-30 °C. pH air antara 7-8.
Meskipuntergolong ikan air tawar, ikan Mas kadang-kadang ditemukan diperairan payau ataumuara sungai yang bersalinitas 25-30% (Suseno, 1999).
2) Bahan dan Peralatan
Bahan 1). Benih Ikan Mas
2). Pakan 3) Air 4). Vitamin Alat 1). Aquarium 2). Filter Air 3). Saringan
3) Lokasi Budidaya
Rumah Rayva, Jl.Suka Ssenang No 122c/25c RT.03/RW.09, Cigugur Tengah, Cimahi Tengah
III.3. Aspek Permodalan
1) Sumber Modal : Hasil iuran dari seluruh anggota k elompok 2) Rencana Pemodalan :
Barang Harga
Aquarium Rp. 0
Benih ikan mas Rp. 2.500
Pakan 1.5kg Rp. 23.000
Filter Air Rp. 0
Saringan Rp. 2.000
Vitamin Rp. 10.000
3) Jumlah Modal Yang Dikeluakan Total Modal yang Dikeluarkan Rp. 37.500
III.4. Aspek Pemasaran
Pemasaran menggunakan media poster dapat menjadi strategi yang efektif untuk menarik perhatian calon pelanggan dan menyampaikan pesan dengan cepat. Maka dari itu, kami memilih media poster sebagai cara pemasaran kami, berikut beberapa karya promosi kami yang kami buat
Karya Kirana Ayma Yasawimala Karya Mochamad Rijal
Karya Syfa Sakti Ramdhani Karya Rayva Waranggani Irawan
Karya Nelson Muhammad Akbar Febio
BAB IV LAPORAN KEGIATAN IV.1. Tabel Hasil Pengamatan Budidaya Ikan Mas
Minggu Ke- 1 2 3 4 5 6 7 8
Tanggal 11/9- 17/9
18/9- 24/9
25/9- 1/10
2/10- 8/10
9/10- 15/10
16/10- 22/10
23/10- 30/10
31/10- 5/11 Pemberian
pakan
v v v v v v v v
Pergantian Air 11/9 18/9 25/9 2/10 10/10 17/10 24/10 1/10 Pengendalian
Penyakit
- 18/9 - 2/10 - 17/10 - 1/10
Perubahan Bentuk
4,75- 6,5 gr/ekor
13,7- 15,28 gr/eko
r
32,6- 34,72 gr/eko
r
69,8- 72 gr/eko
r
89- 98,6 gr/eko
r
107- 129,4 gr/eko
r
135- 173,5 gr/ekor
185- 197 gr/ekor
Ikan yang Mati - 3
ekor
2 ekor
- 2
ekor
1 ekor
- -
Jumlah Ikan 12 ekor
9 ekor
7 ekor
7 ekor
5 ekor
4 ekor
4 ekor
4 ekor
*Pemberian Pakan : Merk Maxi Tropical Xpert, 2sdm-penambahan pakan mengikuti berat ikan
*Pengendalian Penyaki : Pemberian vitamin tetes Topfarm-penambahan dosis bertambah sesuai dengan berat ikan
BAB V DOKUMENTASI
BAB VI PENUTUP VI.1 Kesimpulan
Dari hasil praktek pembudidayaan ikan mas yang dilakukan oleh kelompol 1, dapat disimpulkan :
1. Kami kelompok 1 dari kelas XI IPA 4 meaksanakan budidaya ini guna memenuhi nilai pada mata pelajaran prakarya.
2. Teknik budidaya yang kami pilih adalah teknik pendederan ikan.
3. Pendederan ikan mas ini dilakukan dengan benih ikan yang memiliki berat 4,75-6,5 gr/ekor sebanyak 12 ekor.
4. Pemberian pakan dilakukan setiap hari pada pagi dan sore bergiliran setiap anggota kelompok. Pakan dengan merk Maxi Tropical Xpert, diawl pemberian 2sdm hingga 6 sdm karena perubahan berat dan ukuran ikan 5. Pergantian air dilakukan secara berkala yaitu semingu sekali
6. Pengendalian penyakit diberikan vitamin tetes Topfarm-penambahan dosis bertambah sesuai dengan berat ikan, dosis awal pemberian vitamin sebanyak seukuran 1 buah tutup botol hingga bertamah menjadi seukuran 2 tutup botol
7. Bentuk dan ukuran awal ikan adalah 4,75-6,5 gr/ekor hingga mengalami perubahan menjadi 185-197 gr/ekor
8. Ikan yang mati berjumlah sebanyak 8 ekor - Minggu ke-2 : 3 ekor
- Minggu ke-3 : 2 ekor - Minggu ke-5 : 2 ekor - Minggu ke-6 : 1 ekor
9. Faktor penghambat pada proses pendederan yang dilakukan oleh
Kelompok 1 kami yaitu kualitas air yang kurang baik karena terkadang filter air bermasalah karena kurang stabil nya arus listrik. Hambatan lainnya adalah kurangnya pengalaman dalam budidaya dan pendektesian penyakit pada ikan hingga sulit memepertahankan ikan yang masih hidup