• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KERJA PRAKTEK (KP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN KERJA PRAKTEK (KP)"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KERJA PRAKTEK (KP)

PT.PP (PERSERO) Tbk

PEMBANGUNAN JALAN TOL INDRAPURA – KISARAN KECAMATAN SEI SUKA, KAB. BATU BARA

ADINDA MILA UTAMI 4103191258

JURUSAN TEKNIK SIPIL

PROGRAM STUDI D- III TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

BENGKALIS - RIAU 2021

(2)

ii

LEMBAR PENGESAHAN

(3)

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya yang telah memberi kemudahan dan melancarkan segala urusan sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Kerja Lapangan pada Kantor PP Persero Sumut.

Laporan ini diajukan untuk memenuhi syarat kelulusan pada Jurusan D3 Teknik Sipil di Politeknik Negeri Bengkalis. Tujuan utama dari Kerja Lapangan ini adalah untuk memantapkan teori dan praktek yang telah dipelajari di kampus dan dapat diselesaikan serta diaplikasikan di lapangan.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan laporan ini, ucapan terima kasih tersebut penulis sampaikan kepada :

1. Orang tua saya atas dukungan spiritual dan material.

2. Bapak Lizar M.T. selaku dosen pembimbing.

3. Bapak Hutama,ST selaku pembimbing lapangan yang telah memberi arahan dan kesempatan kepada saya.

4. Semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak terdapat kekurangan maupun kesalahan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran demi kesempurnaannya.

Demikian laporan ini penulis sampaikan atas perhatiannya penulis ucapkan terima kasih.

Bengkalis, 22 Oktober 2021

ADINDA MILA UTAMI

(4)

iv

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ...... iii

DAFTAR GAMBAR ...... iv

DAFTAR TABEL ... vi

BAB I. PENDAHULUAN ...... 1

1.1. Latar Belakang Proyek ... 1

1.2. Tujuan Proyek... 1

1.3. Struktur Organisasi Proyek ... 2

1.4. Ruang Lingkup Perusahaan ... 9

BAB II. DATA PROYEK ...... 10

2.1. Pemilik Proyek (Owner) ... 10

2.2. Proses Pelelangan Proyek ... 10

2.3. Data Proyek ... 10

BAB III. DESKRIPSI KEGIATAN KERJA PRAKTEK ... 12

3.1. Spesifikasi Tugas yang Dilaksanakan ... 12

3.2. Target yang diharapkan ... 33

3.3. Perangkat lunak/keras yang digunakan ... 33

3.4. Dokumen-dokumen file yang dihasilkan ... 34

3.5. Kendala-kendala selama kerja praktek(KP) ... 34

3.6. Hal-hal yang dianggap perlu ... 35

BAB IV. PENUTUP ...... 36

4.2. Kesimpulan ... 36

4.3. Saran ... 36

DAFTAR PUSTAKA ...... 37 LAMPIRAN

(5)

v

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Struktur organisasi proyek ... 2

Gambar 3.1. Peta proyek ... 13

Gambar 3.2. Peta lokasi proyek ... 13

Gambar 3.3. Potongan Melintang sta 123+100 ... 13

Gambar 3.4. Plan profil sta 122+800-123+400 ... 13

Gambar 3.5. Plan profil sta 123+430 ... 13

Gambar 3.6. Alat Crane ... 16

Gambar 3.7. Alat Truck Mixer ... 17

Gambar 3.8. Alat Motor Grade ... 17

Gambar 3.9. Alat Water Tank ... 18

Gambar 3.10. Alat Dump Truck ... 18

Gambar 3.11. Alat concrete paver... 19

Gambar 3.12. Alat Excavator ... 19

Gambar 3.13. Alat Vibroler ... 19

Gambar 3.14. Alat Bulldozer ... 20

Gambar 3.15. Alat Sheepfoot ... 20

Gambar 3.16. Struktur perkerasan kaku ... 23

Gambar 3.17. Pengujian CBR lapangan ... 24

Gambar 3.18. Pengujian sandcone ... 24

Gambar 3.19. Lapisan drainase ... 25

Gambar 3.20. Dokumentasi Pekerjaan Lean Concrete ... 26

Gambar 3.21. Pengujian slump beton ... 27

Gambar 3.22. Pembuatan Benda Uji ... 27

Gambar 3.23. Pekerjaan perkerasan beton menggunakan alat wirtgen ... 28

Gambar 3.24. Slab Beton ... 28

Gambar 3.25. Dowel ... 29

Gambar 3.26. Uji slump beton ... 29

Gambar 3.27. uji kuat tekan beton ... 30

Gambar 3.28. Pemotongan pada segmen beton ... 30

(6)

vi

Gambar 3.29. Hasil pemotongan ... 31

Gambar 3.30. Pengujian saringan agregat yang lolos ... 31

Gambar 3.31. Hasil agregat yang lolos ... 32

Gambar 3.32. Peta Provinsi Sumatra Utara ... 34

(7)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Data Proyek………11 Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan ...12

(8)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Proyek

PT PP (Persero) didirikan dengan nama NV Pembangunan Perumahan berdasarkan Akta Notaris No 48 tanggal 26 Agustus 1953. Pada saat itu didirikan PT. PP (Persero) telah dipercaya untuk membangun rumah bagi para petugas PT Semen Gresik Tbk, anak perusahaan dari BAPINDO di Gresik. Seiring dengan peningkatan kepercayaan, PT PP (Persero) menerima tugas untuk membangun proyek-proyek besar yang berhubungan dengan kompensasi perang Pemerintah Jepang dibayarkan kepada Republik Indonesia, yaitu Hotel Indonesia, Bali Beach Hotel, Ambarukmo Palace Hotel dan Samudera Beach Hotel.

HKI merupakan spin-off dari devisi jalan dan jembatan milik HKI yang sudah berjalan sejak tahun 1961 dengan segudang pengalaman di bidang konstruksi jalan, jalan tol, jembatan, dan pekerjaan-pekerjaan lain nya sejenis.

HKI berdiri sebagai salah satu implementasi strategi value capture yang dijalankan HKI dalam rangka optimalisasi manfaat atas penugasan pengembangan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang diamanatkan Pemerintah Republik Indonesia kepada HKI.

1.2. Tujuan Proyek

Adapun tujuan pembangunan Jalan Tol Indrapura-Kisaran STA 109+100 s/d 156+850 adalah sebagai Untuk akses jalan tujuan Indrapura-Kisaran dan Menyambung proyek Jalan Tol Trans-Sumatera, Membangun jembatan overpass sebagai sarana transportasi masyarakat untuk melewati lalu lintas jalan tol, Melakukan pengujian material untuk mendapatkan bahan yang sesuai spesifikasi.

dimana jaringan jalan tol ini direncanakan untuk menyambung kota-kota di pulau Sumatera, dari Aceh hingga Lampung.

(9)

2 1.3. Struktur Organisasi Proyek

Pada struktur organisasi proyek ini terdapat nama-nama atau jabatan sebagai berikut :

Gambar 1.1 Struktur organisasi proyek (Sumber : PT PP (Persero) Tbk,2021)

General Superitendent Yusuf Luqman

HSE O.P Dody S.

QUALITY ADMIN

Sri Ulina Br. Purba QUALITY INSPECTOR 1. Dhery M.Nazri 2. Syahpril Hutagaol

Fadlan Effendi Surya Sumarlin

QUALITY CONTROL QC Assurance

SEM

Gatot Febianto Fahmi Akmal H.

Rifqi Hendria Rahma Dinna

SAK SE

SOM

GSP

1. RM Reza Sisanto 2. Margono

Tubagus Kamaludin

SAM

Ridho Feri Sitohang Perawatan Gineung Pratidina

Admin HSE 1. Fanri H. Sinaga 2. Muslim Mulyadani

Safety Supervisor Muhammad Bimo S.

HSE

Sumartono CHIEF SURVEYOR

(10)

3 1. General Superitendent

General Superitendent akan menjelaskan kepada timnya jenis pekerjaan dan urutan pekerjaan terutama dari aspek keselamatan dan keamanan kerja.

General Superitendent harus memastikan bahwa rencana pemasangan meliputi:

a. Mengindentifikasi jenis pekerjaan yang akan dilakukan b. Melaksanakan penilaian resiko (risk assessment) c. Mengindentifikasi tindakan pengendalian

d. Mengarahkan pekerjaan agar mengetahui pekerjaan dan resiko e. Melakukan tool-box meeting sebelum melaksanakan pekerjaan f. Membuat JSA yang terkait pekerjaan.

2. QC Assurance

Quality assurance (QA) adalah proses memastikan bahwa persyaratan kualitas sebuah perusahaan sudah terpenuhi. Proses ini meliputi perencanaan dan pengawasan aktivitas pembuatan produk perusahaan. QA sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan sebuah produk, agar pekerjaan yang dilakukan tetap efektif. QA merupakan proses pengawasan apakah persyaratan kualitas perusahaan sudah terpenuhi. Jadi, QA berfokus ke proses pembuatan produk tersebut. tujuan utama QA adalah untuk mengembangkan dan menguji proses, agar tidak ada kesalahan saat dan setelah produk dikembangakan. Sebagai contoh, sedang dibuat produk software oleh sebuah perusahaan. Tim yang menjalankan QA akan menguji software tersebut untuk mencari bug, freeze, dan kesalahan yang biasa muncul saat menggunakan software.

3. Quality Control

Quality Control (QC) adalah pengendali mutu dalam sektor industri, mulai dari suatu manufaktur hingga sebuah produksi tangan. Para QC bisa berasal dari dalam maupun dari luar perusahaan yang sengaja diminta untuk mengontrol kualitas suatu barang. Tugas QC dalam industri adalah memeriksa secara visual untuk bisa menguji produk. Pemeriksaan suatu produk dapat berlangsung sebelum, selama dan setelah proses dalam produksi. Kemudian

(11)

4 pengujian dilakukan baik secara manual, maupun menggunakan sebuah bantuan teknologi. Tergantung dari sektor industri di mana QC tersebut bekerja, pada dasarnya QC dapat melakukan pengecekan untuk menjamin mutu produk.

4. Quality Inspector

Quality Inspector bertujuan untuk melihat dan menginspeksi proses produksi yang berlangsung. Entah itu bahan baku atau raw materialnya yang harus dicek. Ataukah mesin produksinya (work center) atau bahkan proses produksi dan bahkan dalam beberapa kasus, bisa melibatkan kebersihan dari operator yang menjalankan proses manufakturing. maka hasil dari pemeriksaan biasanya hanya akan menjadi catatan saja. Artinya, si pemeriksa hanya bisa memberikan rekomendasi saja kepada pihak produksi dan PPIC untuk poin- poin minus yang bisa diperbaiki pada proses berikutnya.

5. HSE

Health Safety Environment atau disingkat HSE merupakan bagian di perusahaan yang bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan kerja serta pengelolaan lingkungan. Program HSE dibuat untuk melindungi karyawan dan aset perusahaan supaya dapat terhindar dari bahaya kecelakaan serta penyakit akibat kerja. Selain itu, program HSE juga menciptakan suasana kerja yang mendukung bersih dan aman sehingga karyawan merasa nyaman dan diharapkan dapat bekerja dengan lebih produktif.

6. HSE Coordinator

Tugas-tugas HSE coordinator antara lain :

a. Merencanakan, mengkoordinator, mengevaluasi dan melaporkan seluruh aktivitas safety dan health di site project dalam rangka menjamin pelaksanaan seluruh aktivitas di site project sesuai dengan Rencana Mutu dan K3 Project Membuat mitigasi resiko terhadap project yang bersangkutan.

b. Bekerjasama dengan bagian Diklat untuk mengadakan Pelatihan terhadap karyawan yang akan bekerja di Project mencakup Safety Regulations.

(12)

5 c. Penggunaan alat pelindung diri baik secara umum maupun pada pekerjaan

tertentu.

d. Tanggap darurat termasuk prosedur evakuasi.

e. Prosedur komunikasi pada saat darurat.

f. Safety standar dan prosedur yang terkait dengan pekerjaan yang berisiko tinggi.

g. Tindakan pencegahan pada area yang berbahaya.

h. Menganalisa serta memastikan tidak adanya potensi bahaya K3 dan aspek lingkungan yang akan menyebabkan kecelakaan kerja dan pencemaran lingkungan di sekitar tempat kerjanya, serta berpartisipasi dalam proses tanggap darurat bila terjadi bencana, mengacu kepada standar dan prosedur keselamatan yang diterapkan perusahaan, untuk meminimalisir resiko kerugian baik benda maupun jiwa yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja maupun bencana tersebut

i. Menjalankan penugasan khusus atas perintah atasan langsung, dalam rangka mendukung operasional divisi

7. HSE Officer

HSE Officer merupakan bagian yang bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan para tenaga kerja di perusahaan, pada deskripsi jabatan HSE Officer dikhususkan pada industri Minyak dan Gas atau Pertambangan. HSE Officer harus mengawasi dan memastikan tenaga kerja bekerja sesuai dengan SOP agar kesehatan dan keselamatan tenaga kerja dapat terjamin. Berikut deskripsi tugas HSE Officer:

a. Membuat program kerja K3 dan perencanaan pengimplementasian.

b. Memastikan berjalannya program K3 dan membuat dokumentasikannya.

c. Membuat laporan dan menganalisis data statistik SHE.

d. Melakukan peninjauan resiko assessment, SOP/SWP dan JSA.

e. Melakukan pemeriksaan pada peralatan kerja, tenaga kerja, kesehatan tenagakerja serta lingkungan kerja.

f. Meninjau keselamatan kerja dan pelatihan keselamatan.

(13)

6 g. Mampu melakukan penanggulangan kecelakaan kerja dan

melakukanpenyelidikan penyebabnya.

h. Memastikan tenaga kerja telah bekerja sesuai dengan SOP.

i. Meninjau dan mengarahkan karyawan bekerja sesuai kewajiban dan sesuai dengan sistem operasi perusahaan.

8. SAM

Tugas Site Adm. Manager yaitu :

a. Bertanggung jawab atas penyelenggaraan administrasi di lapangan.

b. Membuat laporan keuangan mengenai seluruh pengeluaran proyek.

c. Membuat secara rinci pembukuan keuangan proyek.

d. Memeriksa pembukuan arsip-arsip selama pelaksanaan proyek.

9. SEM

Site Engineer Manager (SEM) Site Engineer Manager mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

a. Bertanggung jawab atas urusan teknis yang ada di lapangan.

b. Memberikan cara-cara penyelesaian atas usul-usul perubahan desain dari lapangan berdasarkan persetujuan pihak pemberi perintah kerja, sedemikian rupa sehingga tidak menghambat kemajuan pelaksanaan di lapangan.

c. Melakukan pengawasan terhadap hasil kerja apakah sesuai dengan dokumen kontrak.

10. SOM

Site Operation Manager (SOM) Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan perencanaan baik teknis maupun keuangan sebagaimana disiapkan oleh unit engineering. Mengkoordinasikan para kepala pelaksana (General Superintendant) dalam mengendalikan dan mengontrol pekerjaan

para mandor dan subkontraktor. Tugas site Operation Manager yaitu : a. Mengkoordinir pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

b. Melaksanakan kegiatan sesuai dokumen kontrak.

(14)

7 c. Memotivasi pelaksana agar mampu bekerja dengan tingkat efisiensi dan

efektifitas yang tinggi.

d. Menetapkan rencana dan petunjuk pelaksanaan untuk keperluan pengendalian dari pelaksanaan pekerjaan.

11. SAK

Foreman adalah orang yang bertugas dan bertanggung jawab menyelesaikan suatu pekerjaan dalam lingkup area tertentu dan membawahi beberapa team fitter, welder dan helper. Dalam proyek skala besar biasanya antara fitter dan welder akan masuk dalam management team terpisah, meskipun area pekerjaan sama.

12. SE

Tugas dan tanggung jawab :

a. Membuat perencanaan kegiatan operasional Survey b. Mengatur kegiatan operasional Survey

c. Melaksanakan kegiatan operasional Survey d. Mengontrol pelaksanaan operasional Survey 13. GSP

Pengertian Operator alat berat adalah orang yang memiliki keterampilan atau keahlian khusus dalam bidang mengoperasikan alat-alat berat seperti excavator, bulldozer, wheel loader, mobile crane, Dan Lain-lain. Secara Umum Pengertian operator alat berat adalah berbagai pekerjaan yang membutuhkan keterampilan khusus untuk menjalankan macam alat seperti Bulldozer, Hydraulic Excavator, Wheel Loader, Dump Truck, Forklift, maka dari itu penguasaan terhadap alat tersebut sangat diperlukan tenaga yang sangat profesional dibidangnya.

14. CHIEF SURVEYOR

Tugas dan tanggung jawab :

a. Membuat perencanaan kegiatan operasional proyek b.Mengatur kegiatan operasional proyek

(15)

8 c. Melaksanakan kegiatan operasional proyek

d.Mengontrol pelaksanaan operasional proyek 15. Safety Supervisor

Safety Supervisor merupakan pihak yang bertanggung jawab atas terjaminnya keselamatan dan keamanan dari pelaksanaan pekerjaan. Adapaun uraian dan tanggung jawab Safety Supervisor adalah sebagai berikut :

a. Membuat perencanaan kegiatan Kesehatan dan keselamatan kerja

1. Bersama dengan Safety Team Merencanakan sasaran dan program kerja urusan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

2. Merencanakan kebutuhan APAR dan peralatan K3 3. Menyusun jadwal inspeksi audit K3 di proyek

b. Mengatur kegiatan operasional Kesehatan dan keselamatan kerja

1. Melakukan koordinasi dengan divisi terkait untuk Kesehatan dan keselamatan kerja

2. Mengatur penempatan APAR

3. Mengatur kegiatan tanggap darurat K3 proyek

4. Melakukan koordinasi dengan divisi terkait peralatan dan pelanggaran standar K3

5. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait (RS, Jamsostek, pihak kepolisian dan aparat setempat)

c. Melaksanakan kegiatan operasional Kesehatan dan keselamatan kerja 1. Menjamin dipatuhinya peraturan penggunaan peralatan K3 2. Menginventarisasi perlengkapan K3 di proyek

3. Mengidentifikasi, menginventarisasi dan membuat laporan tertulis tentang semua potensi kejadian kebakaran, kecelakaan kerja dan penyakit akibat kondisi kerja

4. Mencegah dan menanggulangi kebakaran dan kecelakaan kerja

5. Melakukan kerjasama dengan pihak RS dalam hal penangan kecelakaan kerja

(16)

9 6. Memberikan penyuluhan program kerja K3 proyek melalui

program Safety Induction, Safety Morning dan Tool Box Meeting

7. Melakukan Safety Control dengan menerbitkan Surat Ijin Bekerja untuk pekerjaan beresiko tinggi dan melakukan Safety Patrol setiap hari dan mencatat hasilnya

8. Melakukan pemeriksanaan atas perbaikan yang telah dilaksanakan 9. Melaksanakan pelatihan K3 dan pemadaman kebakaran bagi setiap unit

kerja, serta mengevaluasi dan membuat laporan hasil pelatihannya 10. Membuat usulan pengembangan sistem dan prosedur K3

11. Menindaklanjuti kejadian kecelakaan kerja, membuat Laporan Kecelakaan, Investigasi dan Penyelesaian

12. Membuat Laporan Bulanan kepada atasan

13. Melakukan penanganan ketidaksesuaian dengan cara:

14. Memerintahkan penghentian pekerjaan apabila ditemukan kondisi berbahaya atau pekerjaan berbahaya dilakukan tanpa Surat Ijin Bekerja 15. Membuat Laporan Ketidaksesuaian K3 (LK-K3) yang ditemukan dalam

inspeksi K3 maupun Safety Patrol 16. Membuat surat peringatan (bila perlu) 17. Mengikuti rapat koordinasi Proyek

18. Melaksanakan tugas lain terkait yang diberikan oleh atasan 19. Memelihara kebersihan dan kerapian area kerja

d. Mengontrol pelaksanaan operasional Kesehatan dan keselamatan kerja 1. Mengontrol pelaksanaan sistem dan prosedur K3 proyek

2. Mengontrol penggunaan peralatan K3 proyek 3. Mengontrol persediaan peralatan K3 proyek

4. Memantau kelayakan alat / kendaraan berat dalam kaitannya dengan keselamatan kerja

5. Mengontrol ijin kendaraan berat proyek, SIO dan masa berlaku SIO

(17)

10 1.4. Ruang Lingkup Proyek

PT PP (Persero) adalah salah satu BUMN yang bergerak dibidang perencanaan dan konstruksi bangunan yang terdiri dari beberapa anak perusahaan seperti PT.PP Properti Tbk, PT.PP Presisi Tbk, PT.PP Urban, PT.PP Infrastruktur, dan beberapa anak perusahaan lainnya, dimana perusahaan ini berpegang pada visi, misi, dan akhlak sebagai nilai-nilai perusahaan sebagai upaya membangun landasan yang kokoh untuk mewujudkan pertumbuhan berkelanjutan.

Pada Pembangunan Jalan Tol ini Proyek yang dimiliki oleh ITDC ini memiliki ruang lingkup pekerjaan, antara lain: pekerjaan pembangunan Jalan, Tempat Penyebrangan, Area Parkir, Penerangan Jalan, River Training, Tempat Evakuasi Sementara, Laguna Barat, Fasilitas Inti Amenity, Gerbang dan Security Booth, Jaringan Pipa, Pemadam Kebakaran, Tempat Limbah, Tangki Air Tanah, dsb.

(18)

11

BAB ll DATA PROYEK

2.1. Pemilik Proyek (Owner)

Pemilik (Owner) proyek ini adalah PT. HK (Hutama Karya). PT.HK merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang jasa konstruksi, pengembangan dan penyedia jasa jalan tol.

2.2. Proses Pelelangan Proyek

Jenis pelelangan yang digunakan dalam proyek ini adalah kontrak terima jadi (turn key). Kontrak turn key adalah kontrak pengadaan pekerjaan konstruksi atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan ketentuan sebagai berikut.

1. Jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh pekerjaan selesai dilaksanakan 2. Pembayaran dapat dilakukan berdasarkan termin sesuai kesepakatan dalam

kontrak.

3.

2.3. Data Proyek

Dalam data proyek ditampilakan beberapa data yang berkaitan dengan proyek seperti terlihat pada tabel 2.1 berikut:

Tabel 2.1 Data Proyek

Nama proyek Pembangunan Jalan Tol Indrapura-Kisaran STA

109+100 s/d 156+850

Pemberi tugas PT. Hutama Karya

Konsultan perencana PT. Virama Karya (Persero) Kontraktor pelaksana PT. PP (Persero) Tbk.

Lokasi Kantor PT. PP (Persero) Tbk, Jl. Lintas Sumatera, Desa Sipare-pare, Kec. Air Putih, Kab. Batu Bara, Sumatera Utara

Waktu pelaksanaan 1289 Hari

Sub Kontraktor PT.PP Presisi, PT.LMA, PT.PSG,

PT.HAKAASTON dll.

(19)

12

BAB lll

DESKRIPSI KEGIATAN KERJA PRAKTEK

3.1. Spesifikasi Tugas yang Dilaksanakan

Pada bab kegiatan kerja praktik dijelaskan mengenai kegiatan kerja praktek yang dilakukan selama berada di lapangan secara singkat. Sebelum melaksanakan kerja praktik, terlebih dahulu dilakukan proses briefing oleh pembimbing dan dijelaskan tentang kegiatan kerja proyek dan sistem kerja praktik pada proyek tersebut. Adapun proses pelaksanaan kerja praktik terdapat pada tabel 3.1.

Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan

No. URAIAN PIC

Juli Minggu ke-

Agustus Minggu ke- 1 2 3 4 1 2 3 4

1. Spek Bab II Yusuf

Spek Bab IV Yusuf

Spek Bab IX Juli, Adinda

2. Baca Gambar dan Pengenalan Alat Pak Kamal

A. Plan Profile

B. Potongan Melintang

C. Jembatan

D. Struktur

3. Belajar Pengujian Lapangan Pak Sumarlin

A. CBR dan Sandcone

B. Kuat tekan beton dan tarik lentur

C. Membuat sampel benda uji

4. Uji Material Pak Sumarlin

A. Gradasi agregat

B. Abrasi Los Angeles

5. Pembesian

A. Gambar Pembesian Pak Agung

B. Kunjungan lapangan pembesian Pak Kamal

(20)

13

6. Perbaikan Laporan

7. Presentasi

3.1.1. Tempat dan waktu pelaksanaan

Pada kesempatan kerja praktek kali ini penulis melaksanakan kegiatan kerja praktek di proyek pembangunan jalan tol Indrapura-Kisaran STA 109+100 s/d 156+850 di Desa Sipare-pare, Kec. Air Putih, Kab. Batu Bara, Sumatera Utara.

Kerja praktek ini dilaksanakan mulai tanggal 5 Juli 2020 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2021. Peta lokasi proyek dapat dilihat pada gambar.

Gambar 3.1. Peta Proyek (Sumber : google maps,2021)

Gambar 3.2. Peta lokasi proyek

(21)

14 (Sumber : goggle maps,2021)

3.1.2. Metodologi pelaksanaan kerja praktek

Untuk mendapatkan berbagai informasi terkait mengenai proyek, penulis menggunakan dua metode yaitu metode observasi dan wawancara. Dalam metode observasi penulis melakukan langsung pengamatan di lokasi poyek serta mencatat hasil pengamatan. Sedangkan dalam metode wawancara, penulis melakukan wawancara kepada pihak perusahaan yang melaksanakan proyek diantaranya Quality Control koordinator, Pengawas, Konsultan, HSE, dan Pekerja.

Kedua metode tersebut diaplikasikan dalam kegiatan praktek dilapangan.

Dimana mahasiswa mengamati dan mengumpulkan data secara langsung yang hasil akhirnya akan ditampilkan dalam laporan kerja praktik. Pada studi lapangan mahasiswa melakukan pengumpulan data secara langsung dengan mempergunakan teknik pengumpulan data. Berikut adalah mekanisme studi lapangan yang dilakukan mahasiswa untuk memperoleh data:

1. Meminta data proyek kepada pihak proyek.

2. Melakukan wawancara dilapangan dengan Kontraktor, Pengawas dan Quality Control.

3. Mengamati proses pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan.

4. Mempelajari dokumen seperti shop drawing, serta spesifikasi teknis yang digunakan diproyek.

5. Melakukan dokumentasi di lapangan guna penyusunan laporan kerja praktik.

3.1.3. Pengamatan lapangan

Pengamatan lapangan merupakan salah satu metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yang tidak memerlukan pengetahuan mendalam akan literatur. Pengamatan lapangan biasa diadakan di lokasi proyek. Pengamatan lapangan dilakukan untuk mencari informasi yang akan diolah oleh penulis untuk membuat laporan kerja praktik. Selain itu pengamatan lapangan memberikan pengalaman secara langsung kepada pengamat tentang kegiatan proyek pembangunan pondasi.

(22)

15 1. Pengenalan gambar dan alat-alat berat

Adapun yang dilakukan penulis dalam melakukan pengenalan gambar dan alat-alat berat adalah :

a. Mengamati dan mempelajari gambar plan profile dan struktur.

Gambar 3.3 Potongan Melintang sta 123+100 (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

Gambar 3.4. Plan profile sta 122+800-123+400 (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

(23)

16 Gambar 3.5. Plan profile sta 123+430

(Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

b. Alat-alat berat yang digunakan serta fungsinya.

1. Crane

Crane merupakan salah satu pesawat pengangkat dan pemindah material yang banyak di gunakan. Crane juga merupakan mesin alat berat (heavy equitment) yang memilki bentuk dan kemampuan angkat yang besar dan mampu berputar hingga 360 derajat dan jangkauan hingga puluhan meter.

Gambar 3.6. Alat Crane (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

2. Truck Mixer

Truck Mixer atau biasa juga disebut dengan truk molen memiliki beragam jenis dengan fungsi sama, yaitu mengangkut beton satu lokasi ke lokasi yang lain dengan menjaga konsistensi beton sehingga tetap cair dan tidak mengeras dalam perjalanan. Truck Mixer adalah Alat transportasi khusus bagi beton curah siap pakai (Readymix concrete) yang digunakan untuk

(24)

17 mengangkut campuran beton curah siap pakai (Readymix concrete) dari Batching Plant (Pabrik Olahan Beton) ke lokasi pengecoran.

Gambar 3.7. Alat Truck Mixer (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

3. Motor Grader

Motor Grader atau biasa disebut grader adalah alat berat yang memiliki 6 roda ban dengan alat kerja berupa pisau lebar (blade) yang berfungsi utama untuk meratakan jalan. Oleh karena itu motor grader sering digunakan di pekerjaan- pekerjaan pembuatan jalan.

Gambar 3.8. Alat Motor Grade (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

4. Water Tank

Water Tank dalam aplikasinya di proyek konstruksi seringkali berbentuk truk. Alat ini berfungsi sebagai penyedia air untuk kebutuhan material konstruksi.

(25)

18 Gambar 3.9. Alat Water Tank

(Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

5. Dump Truck

Pengangkut material hasil galian maupun dari CBM. Digunakan juga untuk pengujian proof rolling untuk mengetahui kelendutan tanah.

Gambar 3.10. Alat Dump Truck (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

6. Concrete Paver

Alat berat ini biasanya digunakan untuk pekerjaan beton. Pavers menghampar beton ready mix yang fungsinya seperti pada pekerjaan asphalt finisher. Alat ini menggunakan sistem (slipform) dan digunakan dalam proses pengecoran jalan raya beton (rigid pavement) secara menerus dengan jaminan kualitas, kemiringan, dan kerataan sesuai dengan titik yang ditentukan dengan sangat akurat.

(26)

19 Gambar 3.11. Alat concrete paver

(Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

7. Excavator

Excavator atau bego adalah jenis alat berat yang umumnya digunakan untuk melakukan penggalian tanah dan memindahkan tanah/material lain ke dalam truk muatan.

Gambar 3.12 Alat Excavator (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

8. Vibroler

Vibro Roller atau juga disebut dengan wales adalah alat yang digunakan untuk memadatkan permukaan tanah atau aspal. sering digunakan ketika membuat sebuah jalan raya.

Gambar 3.13. Alat Vibroler

(27)

20 (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

9. Bulldozer

Digunakan untuk menghamparkan tanah yang baru saja di turunkan dari Dump Truck. Dan juga digunakan sebagai alat untuk melakukan clearing.

Gambar 3.14. Alat Bulldozer (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

10. Sheepfoot

sheep foot roller adalah sebuah silinder yang di bagian luarnya dipasang kaki-kaki. Pada kaki-kaki ini terjadi tekanan yang tinggi, sehingga kaki kaki ini masuk ke dalam tanah dan memberikan efek “pemadatan dari bawah”.

Gambar 3.15. Alat Sheepfoot (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

2. Metode pelaksanaan pembersihan lahan, galian, dan timbunan

Dalam memulai pekerjaan pembuatan jalan tol, hal yang harus dilakukan pertama kali yaitu pekerjaan pembersihan lahan, galian, dan timbunan untuk menyesuaikan elevasi eksisting dengan elevasi rencana. Adapun sedikit penjelasan mengenai pembersihan lahan, galian, dan timbunan yaitu:

a. Pembersihan lahan (clearing)

(28)

21 Pembersihan lahan (clearing) adalah pembersihan tanah dari rerumputan atau pohon-pohon kecil menggunakan backhoe dan bulldozer. Adapun urutan pekerjaan pembersihan lahan (clearing) yaitu:

1. Pembuatan batas lahan yang akan dilakukan pekerjaan untuk dilakukan pekerjaan clearing.

2. Dilakukan pembersihan semua objek yang berada diatas tanah hingga benar-benar bersih.

3. Pembersihan dilakukan hingga mencapai kondisi tanah yang diinginkan.

Untuk mengetahui jenis tanah dilakukan test DCP untuk mendapat kedalaman tebal soft soil yang akan dibuang.

b. Pekerjaan galian untuk dibuang

Galian ini merupakan galian biasa untuk mendapatkan elevasi rencana yang dimana jika hasil galian ini tidak sesuai spesifikasi untuk dipakai untuk tanah timbunan maka tanah ini akan dibuang ke tempat yang sudah disepakati. Adapun urutan pekerjaan galian ini yaitu:

1. Lakukan penyetingan alat ukur untuk mengetahui top elevasi permukaan tanah eksisting sebelum galian.

2. Galian dilakukan dengan alat excavator sampai kedalaman yang sudah ditentukan oleh elevasi rencana, setelah galian sudah dilakukan makan lakukan pengukuran tanah untuk menentukan elevasi rencana menggunakan alat ukur.

3. Selama pengerjaan galian, buat saluran tepi untuk mengalirkan air pada daerah rencana jalan.

4. Penggalian tanah sesuai tebal dari hasil perhitungan DCP selebar badan jalan.

5. Material hasil penggalian dibuang kelokasi yang sudah ditentukan.

6. Galian dibuat kemiringan +/- 4%

7. Setelah terbentuk galian maka lakukan pengujian CBR lapangan dan proof rolling untuk melihat kepadatan tanah, dimana dasar galian merupakan top subgrade yang tingkat kepadatannya harus 100%.

(29)

22 c. Pekerjaan galian untuk timbunan

Pekerjaan galian ini tidak ada bedanya dengan galian biasa, hanya saja jika tanah hasil galian ini sesuai spesifikasi, maka dipakai untuk tanah timbunan, bukan dibuang, cara menentukan tanah ini layak dipakai adalah dengan menggunakan pengujian laboratorium, dimana spesifikasi tanah timbunan yaitu:

1. Tidak termasuk tanah yang berplastisitas tinggi, bila penggunaannya tidak terhindarkan maka bahan ini digunakan hanya pada bagian dasar timbunan atau pada penimbunan kembali yang tidak memerlukan daya dukung atau kekuatan geser yang tinggi.

2. Memiliki nilai CBR tidak kurang dari 6%.

3. Tidak merupakan tanah yang sangat expansive yang memiliki nilai aktif lebih besar dari 1,25.

d. Pekerjaan timbunan

Pekerjaan timbunan yaitu pekerjaan yang dilakukan untuk menimbun tanah eksisting untuk menyesuaikan ketinggian elevasi rencana, tanah yang digunakan untuk pekerjaan timbunan adalah tanah hasil galian yang sudah diuji di laboratorium dan Common Borrow Material. Adapun urutan pekerjaan timbunan yaitu:

1. Material timbunan dibawa dump truck menuju lokasi pekerjaan.

2. Sesampainya di lokasi pekerjaan, material dibongkar dan diratakan dengan bantuan bulldozer.

3. Pekerjaan penimbunan dilakukan lapis per lapis setebal 30cm atau sesuai spesifikasi.

4. Kemudian dipadatkan dengan menggunakan sheepfoot dan vibrator dengan jumlah lintasan masing-masing.

5. Pekerjaan diusahakan dilakukan dengan kadar air optimum pemadatan, jika tanah lebih basah maka dikeringkan terlebih dahulu dan jika tanah terlalu kering maka basahi dengan water tank.

(30)

23 6. Pekerjaan dilakukan pada salah satu jalur terlebih dahulu untuk

menyediakan akses jalur lainnya.

7. Langkah kerja yang sama dilakukan juga ke lapisan-lapisan atasnya hingga mencapai ketinggian dan dimensi sesuai shop drawing, dan sebelum melanjutkan ke layer berikutnya, terlebih dahulu dilakukan pengujian CBR lapangan, Sandcone, dan proofrolling untuk mendapatkan data kepadatan tanah dan daya dukung tanah yang sesuai dengan spesifikasi.

8. Untuk lapisan sebelum top, diberi toleransi tingkat kepadatan sebesar 95%, sedangkan untuk lapisan top harus memiliki tingkat kepadatan 100%.

e. Pekerjaan subgrade

Pada pekerjaan jalan tol Indrapura-Kisaran, struktur perkarasan kaku (rigid pavement) terdiri atas lapis drainase, lean concrete, dan slab beton diatas subgrade. Kualitas subgrade yang akan menjadi tanah dasar ini akan menentukan kinerja perkerasan.

Gambar 3.16. Struktur perkerasan kaku (Sumber : internet,2021)

Pekerjaan ini juga merupakan finishing dari pekerjaan timbunan, dimana pada top subgrade harus sudah 100% tingkat kepadatan yang dapat dilihat dari pengujian sandcone dan proof rolling, dan juga harus memiliki nilai CBR yang tinggi guna mendapat daya dukung tanah yang sempurna untuk dijadikan sebagai tanah dasar dari perkerasan.

(31)

24 Gambar 3.17. Pengujian CBR lapangan

(Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

Gambar 3.18. Pengujian sandcone (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

Subgrade yang sudah lulus uji kualitas harus segera ditutup dengan lapisan selanjutnya agar tidak rusak akibat cuaca atau jika diperlukan ditutup dengan plastik. Jika pekerjaan lapis drainase tidak segera dilaksanakan, dapat diberikan ketinggian berlebih sehingga jika terjadi kerusakan akibat cuaca tidak berdampak pada elevasi sebenarnya.

f. Pekerjaan lapis drainase

Lapis drainase merupakan lapisan struktur yang berada diantara subgrade dan lean concrete, dimana lapisan drainase ini merupakan hamparan pasir dan batu yang sudah di gradasi yang tebal lapisannya setebal 15cm.

(32)

25 Gambar 3.19. Lapisan drainase

(Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

Lapis drainase akan berfungsi sebagai lapisan yang dapat menyalurkan air yang dimungkinkan dating dari rembesan timbunan atau aliran dari limpasan hujan. Meskipun dirancang bukan sebagai penyumbang daya dukung perkerasan, lapis drainase akan memberikan dampak pada umur perkerasan jika lapisan ini tidak bekerja dengan baik, karena pengaruh air terhadap beton sangat berpengaruh terhadap perkerasannya. Adapun metode pekerjaan lapis drainase yaitu:

1. Material dibawa menggunakan dump truck menuju lokasi pekerjaan.

2. Material dibongkar dari dump truck, setelah dibongkar dihamparkan menggunakan motorgrader ke lajur-lajur pekerjaan.

3. Motorgrader meratakan sesuai dengan ketebalan yang sudah ditentukan.

4. Penghamparan disarankan dimulai dari arah garis tengah menuju keluar agar melancarkan sistem drainase dan tidak merusak subgrade.

5. Setelah dilakukan penghamparan, selanjutnya dilakukan pemadatan menggunakan vibrator, jumlah lintasan yang digunakan sesuai dengan persetujuan.

6. Untuk mencapai kadar air optimum dan didapatkan hasil pemadatan yang baik maka perlu dilakukan penyiraman dengan water tank.

7. Setelah itu, dilakukan proof rolling untuk mengetahui daya dukung secara visual dengan melihat lendutan yang terjadi.

8. Setelah selesai, dilakukan pengukuran elevasi oleh tim survey untuk memastikan elevasi sudah sesuai shop drawing.

(33)

26 g. Pekerjaan Lean Concrete

Lean Concrete adalah lantai kerja untuk pekerjaan rigid pavement.

Sehingga lapisan ini bukan termaksud lapisan struktur. Namun wajib ada sebelum pekerjaan beton (rigid).

Gambar 3.20. Dokumentasi Pekerjaan Lean Concrete (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

Fungsinya hanya sebagai lantai kerja agar air semen tidak meresap ke dalam lapisan bawahnya. Tebal LC ini biasanya 10 cm. LC ini pada dasarnya terbuat dari beton dengan mutu K175. Proses pelaksannya cukup mudah. Beton dari truck mixer dituang kemuadian diratakan menggunakan jidar oleh tukang. Adapun Metode Pelaksanaan LC yaitu:

1. Menandai elevasi atas (top) LC sesuai gambar kerja menggunakan Total Station.

2. Penyiraman Lapisan Drainase sebelum pengecoran Lean Concrete menggunakan Water tank untuk mengjaga kadar air semen.

3. Pemasangan bekisting Lean Concrete

a. Pemasangan Bekisting dilaksanakan setelah diadakan pengukuran secara benar (kelurusan & kerataan)

b. Elevasi top bekisting = elevasi top rencana, toleransi perbedaan ketinggian maksimum 5 mm

c. Bekisting harus bersih dan dilapisin pelumas sebelum pengecoran.

4. Material didatangkan dari Bacthing plan yang dibangun di sekitar proyek dan dibawa menggunakan Truck Mixer

5. Pembersihan area Lapisan Drainase

6. Sebelum pengecoran lean concrete diawalin dengan pengujian slump lapangan dan pembuatan benda uji

(34)

27 7. Melakukan pengecoran lean concrete menggunakan talang beton

a. Beton dituang dari Truck Mixer melalui talang cor, diratakan secara manual dengan sekop dan cangkul kemudian dipadatkan diratakan dengan conctere screeder.

8. Setelah beton setting, ditutup permukaannya dengan menggunakan Geotextil non woven untuk melindungin beton lean concrete dari

cahaya sinar matahari secara langsung.

9. Dilakukan perawatan dan penyiraman beton lean concrete selama tidak kurang 7 hari.

10. Pengukuran dilakukan oleh tim survey memeriksa dan mengetahui elevasi actual setelah pengecoran.

Gambar 3.21. Pengujian slump beton (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

Gambar 3.22. Pembuatan Benda Uji (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

(35)

28 h. Pekerjaan Perkerasan Beton

Struktur perkerasan yang akan digunakan di Tol Indrapura-Kisaran adalah perkerasan kaku rigid pavement. Perkerasan kaku di Tol Indrapura-Kisaran terdiri dari lapisan drainase, lean concrete, dan slab beton yang dihampar di atas tanah dasar subgrade yang disiapkan dengan kemiringan sesuai dengan shop drawing dan dengan properties teknis sesuai dengan spesifikasi.

Pelaksaan yang dimaksud akan dilaksanakan secara manual dan menggunakan alat concrete paver. Sebagai struktur utama, slab beton harus dilaksanakan dengan langkah sesuai dengan spesifikasi teknis meliputi bahan, material, alat dan metodenya.

Gambar 3.23. Pekerjaan perkerasan beton menggunakan alat wirtgen (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

Pada pekerjaan slab beton, persiapan ini berupa penyiapan tenda, penggelaran plastic di atas LC, penyiapan dowel dan dudukannya, dan melaksanakan pemasangan stringline concrete paver. Plastik digunakan sebagai pembatasan LC dan slab beton. Tenda perlu disiapkan untuk mengurangi penguapan bila pelaksanaan dilaksanakan pada saat terik matahari dan jika turun hujan.

Gambar 3.24. Slab Beton

(36)

29 (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

Dowel akan diletakkan pada sambungan melintang dan dipasang ke arah longitudinal. Pada salah satu ujung dowel dioleskan gemuk dan diberi selubung plastic. Untuk menempatkan dowel berada diposisi yang sesuai dengan gambar kerja, dowel diletakkan di atas dudukan yang sesuai dengan gambar kerja. Dowel dicat dari sisi tengah kearah cutting dowel. Untuk menghindari dudukan dowel bergerak akibat penuangan beton dari dump truck, dudukan dowel diberi angkur sesuai dengan gambar kerja.

Gambar 3.25. Dowel

(Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

Jika nilai slump memenuhi ketentuan, pekerjaan dapat dilanjutkan. Sembari melanjutkan pekerjaan, diambil sampel diuji slinder dan balok. Dari uji silinder akan menunjukan nilai kuat tekan (fc’) dan dari uji balok akan menunjukan nilai lentur beton (fs’).

Gambar 3.26. Uji slump beton (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

(37)

30 Gambar 3.27. uji kuat tekan beton

(Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

Gambar 3.28. Pemotongan pada segmen beton (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

(38)

31 Gambar 3.29. Hasil pemotongan

(Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

i. Pekerjaan Gradasi Agregat

Pengujian Agregat bertujuan untuk mengetahui sifat atau karakteristik agregat yang diperoleh dari hasil pemecahan stone crusher ( mesin pemecah batu). Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mementukan pembagian butiran (gradasi) agregat halus dan agregat kasar dengan menggunakan saringam.

Gambar 3.30. Pengujian saringan agregat yang lolos (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

Gambar 3.31. Hasil agregat yang lolos (Sumber : Dokumentasi Lapangan,2021)

(39)

32 Benda uji diperoleh dari alat pemisah contoh atau cara perempat banyak benda uji disiapkan berdasarkan standar yang berlaku dan terkait kecuali apabila butiran yang melalui saringan No. 200 tidak perlu diketahui jumlahnya dan bila syarat-syarat ketelitian tidak menghendaki pencucian.

a. agregat halus terdiri dari :

a. ukuran maksimum 4,76 mm; berat minimum 500 gram;

b. ukuran maksimum 2,38 mm; berat minimum 100 gram.

b. agregat kasar terdiri dari :

a. ukuran maks. 3,5"; berat minimum 35,0 kg b. ukuran maks. 3"; berat minimum 30,0 kg c. ukuran maks. 2,5"; berat minimum 25,0 kg d. ukuran maks. 2"; berat minimum 20,0 kg e. ukuran maks. 1,5"; berat minimum 15,0 kg f. ukuran maks. I"; berat minimum 10,0 kg g. ukuran maks. 3/4" berat minimum 5,0 kg h. ukuran maks. 1/2"; berat minimum 2,5 kg i. ukuran maks. 3/8"; berat minimum 1,0 kg

c. Bila agregat berupa campuran dari agregat halus dan agregat kasar, agregat tersebut dipisahkan menjadi 2 bagian dengan saringan No. 4.;

Selanjutnya agregat halus dan agregat kasar disediakan sebanyak jumlah seperti tercantum diatas.

3.2. Target yang diharapkan

Adapun target yang diharapkan dalam kerja praktik ini ialah:

1. Mahasiswa diharapkan mendapatkan hal/pengetahuan baru dilapangan.

2. Mahasiswa diharapkan dapat menyerap ilmu dari pekerja dilapangan yang tidak di dapat di bangku kuliah.

3. Mahasiswa diharapkan memanfaatkan kesempatan untuk menerapkan langsung ilmu yang dipelajari di bangku kuliah ke lapangan.

4. Melatih mahasiswa menyesuaikan diri dalam dunia pekerjaan.

(40)

33 5. Mahasiswa diharapkan mempunyai pengenalan untuk dunia kerja

setelah selesai menyandang nama mahasiswa.

6. Mahasiswa diharapkan mampu memberi masukan apabila ada masalah yang bisa jadi tidak dipahami oleh pihak perusahaan.

3.3. Perangkat lunak/keras yang digunakan 1. Laptop

Laptop digunakan untuk membuka data-data yang diperlukan saat KP seperti gambar rencana, pengerjaan administrasi, dll.

2. Smartphone

Smartphone sangat penting pada saat melakukan KP karena Mahasiswa harus selalu berkomunikasi dengan pembimbing dilapangan, dapat juga digunakan sebagai alat untuk dokumentasi pekerjaan.

3. Autocad

Autocad digunakan untuk membuka gambar rencana yang diberikan oleh perusahaan.

4. Microsoft excel

Microsoft excel digunakan untuk membuka file yang diberikan oleh perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan administrasi.

5. Microsoft word

Microsoft word digunakan untuk membuat laporan selama melaksanakan KP.

6. Mesin fotocopy

Mesin ini digunakan untuk mengcopy shop drawing ataupun materi yang diberikan perusahaan untuk pegangan semasa KP.

3.4. Dokumen-dokumen file-file yang dihasilkan

Adapun data yang di peroleh selama kerja praktek di PT. PP (Persero) Tbk, antara lain:

1. Shop drawing plan profile.

(41)

34 2. Shop drawing cross section.

3. Shop drawing jembatan underpass jalan STA 123+430.

4. Work Method Statement.

5. Spesifikasi Teknik.

6. Form pengujian sandcone.

7. Form pengujian gradasi agregat.

8. Dokumentasi pekerjaan selama KP.

3.5. Kendala-kendala selama kerja praktek(KP)

Adapun kendala-kendala yang ditemukan selama kerja praktek adalah sebagai berikut :

1. Faktor alam yaitu hujan yang mengakibatkan proses pekerjaan terkendala.

2. Lokasi lapangan pekerjaan yang jauh dari lokasi kantor.

3. Akses jalan di lapangan tidak memadai untuk kendaraan pribadi.

4. Kondisi lapangan yang sangat berdebu akibat akses jalan yang tidak dibasahi supaya tidak berdebu.

3.6. Hal-hal yang dianggap perlu 1. Peta Lokasi Kegiatan

Gambar 3.32. Peta Provinsi Sumatra Utara (Sumber : Internet,2021)

(42)

35 2. CBM (Common Borrow Material)

Common Borrow Material (CBM) adalah material untuk timbunan yang diambil dari luar proyek, dimana jika tanah hasil galian untuk dilakukan penimbunan tidak mencukupi, maka CBM ini akan digunakan sebagai bahan timbunan, dimana CBM ini sudah diuji material nya sesuai spesifikasi untuk dilakukan penimbunan.

(43)

36

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari Laporan Kerja Lapangan Untuk akses jalan tujuan Indrapura-Kisaran dan Menyambung proyek Jalan Tol Trans- Sumatera, Membangun jembatan overpass sebagai sarana transportasi masyarakat untuk melewati lalu lintas jalan tol, Melakukan pengujian material untuk mendapatkan bahan yang sesuai spesifikasi, dimana jaringan jalan tol ini direncanakan untuk menyambung kota-kota di pulau Sumatera, dari Aceh hingga Lampung.

4.2. Saran

Dalam melaksanakan kera praktek (KP) di PT.PP (Persero) Tbk penulis menemui beberapa hambatan ataupun kekurangan dalam pekerjaan sehingga penulis memberi saran yang mungkin bermanfaat terhadap pihak terkait.

1. Perlunya perhatian terhadap debu hasil dari kedaraan berat dengan menyirami akses jalan dengan air untuk menghindari polusi atau debu yang dapat menyebabkan orang-orang di proyek kesulitan melihat karena debu atau terhirup debu.

2. Perlunya pengambilan sikap yang lebih tegas terhadap pihak-pihak yang kurang serius dalam mengerjakan tugasnya masing-masing, maka dari itu pengawasan juga harus lebih ditingkatkan, agar setiap pekerjaan yang dilaksanakan sesuai mutu dan biaya yang ditentukan.

3. Pihak perusahaan harus lebih memperhatikan safety dalam bekerja seperti APD yang lengkap dan masih layak pakai terutama pada pekerjaan pada ketinggian.

(44)

37

DAFTAR PUSTAKA

https://kppip.go.id/proyek-strategis-nasional/a-proyek-pembangunan- infrastruktur-jalan-tol/

https://lauwtjunnji.weebly.com/cbr-lapangan.html

http://sipil.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jmts/article/view/593

(45)

38 LAMPIRAN

Laporan Harian

(46)

39

(47)

40

(48)

41

(49)

42

(50)

43

(51)

44

(52)

45

(53)

46

(54)

47

(55)

48

(56)

49

(57)

50

(58)

51

(59)

52

(60)

53

(61)

54

Gambar

Tabel 2.1 Data Proyek……………………………………………………………11  Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan ....................................................................................12
Gambar 1.1 Struktur organisasi proyek  ( Sumber : PT PP (Persero) Tbk,2021)
Tabel 2.1 Data Proyek
Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan tanah atau bahan berbutir yang disetujui untuk pembuatan timbunan, untuk penimbunan kembali

Pada gambar DMH di atas, galian di luar freehaul  ( 500 m ) disebut waste , yaitu material yang digali namun tidak digunakan untuk menimbun, sedang timbunan di lauar freehaul 

Laporan Kerja Praktek ini disusun sebagai laporan hasil Kerja Praktek dan sebagai salah satu syarat untuk kelulusan mata kuliah Kerja Praktek pada Program Studi

Kerja praktek ini merupakan salah satu kegiatan bagi mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis dalam menyelesaikan studi yang dilaksanakan pada semester VI enam dan sebagai persyaratan

Pegadaian Persero Cabang Dumai yang telah memberikan bimbingan dan banyak pengalaman kepada penulis selama melakukan magang.. Khusus untuk Ayah saya Agus Salim, Ibu saya Fazar Azar

Anggi Putra Maulana sebagai support system yang telah banyak membantu penulis baik dari segi material maupun non material, serta dukungan serta doa untuk penulis agar bisa menyelesaikan

RAIH USAHA KARYA MANDIRI MUSICOOL PENGHEMAT DAYA LISTRIK PADA MESIN AC CASSETE DENGAN METODE RETTROFIT Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Kerja Praktek KP RAHMAT DANI

PERTAMINA persero RU IISEI PAKNING Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Pesyaratan Kerja Praktek Kp Oleh: MHD YUDI SAPUTRA 3204171176 PROGRAM STUDI D4 TEKNIK LISTRIK JURUSAN