UTS MANAJEMEN KEUANGAN
Nama :JUAN FARHAN A. DJALALUDDIN Kelas : III C MANAJEMEN
Npm : 02042311135
I. PG 1. S 2. B 3. B 4. S 5. B
6. C Rp. 37,5 juta 7. C Rp. 18.691.588,785
8. B Memiliki syarat jatuh tempo 9. S
10. A. 0,2.
II.ESSAY 1.
Tanggal Nama item Pendapatan Pengeluaran Saldo
5/9/2024 Pendapatan Rp2.500.000 Rp 2.500.000
5/9/2024 Kebutuhan pokok
Makan Rp 1.500.000 Rp 1.000.000
Uang kos Rp 700.000 Rp 1.800.000
Sabun Mandi Rp 10.000 Rp 2.490.000
11/9/2024 Ongkos Kuliah
Bensin Rp 160.000 Rp 2.340.000
Pulpen Rp 5.000 Rp 2.495.000
Buku Rp 50.000 Rp 2.450.000
25/9/2024 Pulsa/internet Rp 100.000 Rp 2.400.000
Hiburan
30/9/2024 Nongkrong Rp 50.000 Rp 2.450.000
Jumlah Rp2.500.000 Rp 2.575.000
Sisa saldo Rp 0
Deskripsi: Berikut adalah ringkasan singkat mengenai kondisi keuangan saya pada bulan September:
Pemasukan: saya memiliki satu kali pemasukan sebesar Rp1.500.000 pada awal bulan.
Pengeluaran: Total pengeluaran saya selama bulan September adalah Rp965.000.
Sisa Saldo: Setelah dikurangi seluruh pengeluaran, sisa saldo saya pada akhir bulan adalah Rp535.000.
Rincian Pengeluaran:
Pengeluaran saya terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu:
Kebutuhan Pokok: Terdiri dari biaya makan, uang kos, dan kebutuhan sehari-hari seperti sabun mandi.
Pendidikan: Meliputi biaya kuliah, alat tulis, dan pulsa/internet.
Hiburan: Terdiri dari biaya nongkrong dan kemungkinan termasuk biaya hiburan lainnya yang tidak tercatat secara spesifik.
2. Rincian Belanja Modal dan barang (Rp 30.000.000):
Perlengkapan Produksi/Bahan Baku: Rp 10.000.000 (termasuk kain, benang, aksesoris, alat jahit)
Sewa Tempat: Rp 5.000.000 (untuk 1 tahun)
Perlengkapan Toko: Rp 3.000.000 (rak, manekin, kasir)
Promosi Awal: Rp 2.000.000 (spanduk, sosial media, brosur)
Modal Kerja: Rp 10.000.000 (untuk membeli bahan baku tambahan, membayar gaji jika ada karyawan, dll)
Simulasi Hasil Usaha Selama 1 Tahun:
Bulan Pendapatan
Penjualan Biaya
Produksi Biaya
Operasional Laba/Rugi Januari 5.000.000 3.000.000 1.500.000 500.000 Februari 6.000.000 3.500.000 1.500.000 1.000.000 Maret 7.000.000 4.000.000 1.500.000 1.500.000 April 8.000.000 4.500.000 1.500.000 2.000.000 Mei 9.000.000 5.000.000 1.500.000 2.500.000 Juni 10.000.000 5.500.000 1.500.000 3.000.000 Juli 11.000.000 6.000.000 1.500.000 3.500.000 Agustus 12.000.000 6.500.000 1.500.000 4.000.000 september 13.000.000 7.000.000 1.500.000 4.500.000 Oktober 12.000.000 6.500.000 1.500.000 4.000.000 November 11.000.000 6.000.000 1.500.000 3.500.000 Desember 12.000.000 6.500.000 1.500.000 4.000.000
3. Ringkasan Artikel
latar belakang: Fluktuasi pada harga saham di bursa efek adalah penyebab internal dan eksternal faktor terpenting dari perusahaan-produsen. Internal adalah faktor yang lebih mudah dikendalikan, sedangkan eksternal adalah faktor yang di luar kendali, termasuk kondisi ekonomi global. Saham yang pertama laba pada bursa efek adalah suatu investasi risiko dalam perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana, khususnya penipis farmasi, karena reaksinya diakui dalam berbagai perubahan dari dalam dan di luar negeri.
kajian teoritis dan hipotesis : Rasio keuangan teoritis. Rasio keuangan memiliki istilah definisi ukuran performa perusahaan. Rasio keuangan menurut sudaryanto adalah, rasio keuangan adalah ukuran tertentu yang diperoleh dengan membagi dua pernyataan akuntansi dengan rentang waktu yang berturut-turut. Hipotesis penelitian yang diajukan berdasarkan bahwa masing-masingCR, DER, DAR, ROE, EPSberpengaruh signifikan terhadap harga saham. Pengujian hipotesis. Dapatkah rasio- rasio rasio ini digunakan sebagai prediksi masa depan bagi investor.
Metode : Metode korelasional digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis regresi linier berganda guna menguji hubungan variabel independen (CR, DER, DAR, ROE, EPS) terhadap variabel dependen (harga saham). Data diambil dari laporan keuangan perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI dan periode waktu tertentu dengan menggunakan metode purposive sampling untuk memilih sampel yang memenuhi kriteria yang ditentukan.
Hasil penelitian: penelitian artikel tersebut, dapat disimpulkan bahwa CR, DAR, ROE, dan EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan farmasi, sementara DER tidak berpengaruh signifikan. Hal ini diperkuat dengan koefisien determinasi sebesar 95,1%, artinya variabel harga saham perusahaan farmasi dapat dijelaskan oleh keempat rasio keuangan tersebut. Secara implisit, ini menunjukkan bahwa terdapat rasio keuangan tertentu yang dapat dijadikan panduan investor dalam pengambilan keputusan investasi di sektor farmasi.
4. APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah)
adalah rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang mencakup seluruh pendapatan dan belanja daerah dalam satu tahun anggaran. APBD disusun sebagai pedoman dalam mengatur penerimaan dan pengeluaran keuangan daerah guna mendukung program-program pembangunan dan pelayanan publik sesuai prioritas dan kebutuhan daerah. Tujuan utama dari APBD adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan menjaga stabilitas keuangan daerah.
Struktur APBD:
1. Pendapatan Daerah: Sumber keuangan yang diperoleh daerah untuk membiayai belanja daerah.
Pendapatan daerah meliputi:
Pendapatan Asli Daerah (PAD): Pendapatan yang berasal dari daerah itu sendiri, termasuk pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan lain-lain.
Dana Perimbangan: Dana yang bersumber dari pemerintah pusat untuk pemerataan kesejahteraan, meliputi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil.
Pendapatan lain-lain: Dana yang diterima daerah dari sumber lain seperti hibah dan dana darurat.
2. Belanja Daerah: Pengeluaran yang dilakukan daerah untuk membiayai program dan kegiatan.
Belanja daerah terbagi menjadi:
Belanja Operasi: Belanja rutin untuk operasional pemerintahan, seperti belanja pegawai, barang, jasa, dan pemeliharaan.
Belanja Modal: Belanja yang menghasilkan aset tetap untuk mendukung pelayanan publik, seperti pembangunan infrastruktur.
Belanja Tidak Terduga: Alokasi untuk pengeluaran yang sifatnya darurat atau tidak terencana.
Belanja Transfer: Transfer dana kepada desa atau lembaga yang membutuhkan, seperti bantuan keuangan.
3. pembiayaan Daerah: Sumber penerimaan dan pengeluaran yang menutup selisih antara pendapatan dan belanja daerah. Pembiayaan terdiri dari:
Penerimaan Pembiayaan: Penerimaan yang bukan merupakan pendapatan, seperti Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).
Pengeluaran Pembiayaan: Penge luaran yang tidak termasuk bel anja daerah, misalnya penyertaan modal.
5. A. Rasio Likuiditas : Aset Lancar Kewajiban Lancar 2021 : 64.932.853
19.701.199=¿3.30
2022 : 58.598 .231 26.985 .368=2.17
B. Rasio Likuiditas perusahaan PT.Rukun Raharja TBK Tahun 2021 sebesar 3.30% Sedangkan pada Tahun 2022 sebesar 2.17%
A. Rasio Solvabilitas : Total Utang Total Aktiva 2021 120.468 .896
245.586 .152=0.50
2022 127.448 .943 260.504 .575=0.50
B. Rasio Solvabilitas perusahaan PT. Rukun Raharja TBK Tahun 2021 sebesar 0.50% Sedangkan pada Tahun 2022 sebesar 0.50%
A. Rasio Profitabilitas : Laba Bersih Setelah Pajak Modal Sendiri
2021 3.396 .731
125.117 .256=0.03
2022 10.839 .343
133.055 .632=0.08
B. Rasio Profitabilitas perusahaan PT. Rukun Raharja TBK Tahun 2021 sebesar 0.03% Sedangkan pada Tahun 2022 sebesar 0.08%