LAPORAN
KEGIATAN PRAKTIKUM BELAJAR LAPANGAN
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Laporan Kegiatan Praktik Belajar Lapangan
Oleh
Sitiawati Mulyanah 202154065
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI 2023
Membuat Ecoprint Kesimpulan ecoprint_Dr. Muzayyinah, M.Si
Pengertian
Ecoprint juga sering diartikan sebagai teknik cetak yang menciptakan gambar atau pola pada media seperti kain dengan menggunakan tumbuhan atau bahan-bahan organik lainnya. Proses ini melibatkan pengikatan tumbuhan atau bahan organik pada kain dengan bantuan zat pewarna alami seperti indigo atau kopi, sehingga menciptakan pola-pola yang unik dan ramah lingkungan. Teknik ini juga sering dikenal dengan sebutan "ecoprinting" atau
"botanical printing".
Ecoprint merupakan sebuah proses untuk mentransfer atau mereplika warna serta motif dari tumbuhan pada kain secara langsung.
Media ecoprint terdiri dari kain, kulit, kertas, dan keramik.
Beberapa jenis daun yang potensial ecoprint - Bungli (Orocxylum indicum)
Ciri-ciri: pohon tinggi +/- 18 meter, batang tegak, berkayu, warna hijau kotor. Daun majemuk bentuk lonjong, ujung runcing, pangkal tumpul, warna hijau. Bunganya majemuk, kelompak bentuk tabung, mahkota bentuk terompet. Buah seperti
perahu/pedang bewarna cokelat. Lebih dikenal dengan sebutan daun lanang dan menjadi salah satu daun primadona ecoprint karena dapat menghasilkan warja jingga hingga kuning.
- Jentiri/ Ganitir (Elaeocarpus ganitrus)
Ciri-ciri pohon memiliki tinggi sekitar 20-30 m. Batang pohon berkayu tumbuh tegak dengan sabang sympodial. Daunnya merupakan daun tunggal dengan bentuk lonjong bergerigi bagian tepinya, tulang daun menyirip dengan tangkai daun yang pendek. Duduk daun tersebar dibatang buahnya bewarna ungu dengan biji yang cukup besar. Biji jenetri banyak digunakan sebagai tasbih dalam agama hindu, dikenal dengan sebutan rudraksha.
Indonesia merupakan pengekspor terbesar biji di dunia biji jenitri sebanyak 70%, disusuk Nepal sekitar 20% dan sisanya dari negara lain. India sendiri sebenarnya adalah negara yang paling banyak membutuhkan jenitri, namun hanya mampu memproduksi sekitar 5%
saja.
- Kayu Afrika (Maesopsi eminii)
Ciri-ciri: pohon dengan tinggi bisa mencapai 45 m. Daun tunggal berbentuk bulat telur dengan ujung meruncing, pangkal membulat dan tepi bergeriki, pertulangan daun menyirip. Batang lurus dengan diameter rata-rata 50-180 cm dengan alur vertical.
Perbungaan majemuk, bunnga banci dengan mahkota bewarna kuning kehijauan dan petal berjumlah lima. Warna yang dihasilkan ecoprint adalah kuning kehijauan.
- Truja (Peristrophe bivalvis)
Nama lain dari truja adalah Magenta Plant. Sering digunakan sebagai pewarna makanan, pada ecoprint menghasilkan warna merah muda.
- Jati (Tectona grandis)
Daun yang diambil adalah puncuk ke 2 dan ke 3 atau daun muda, warna yang dihasilkan
pada ecoprint merah hingga ungu.
- Insulin (Tithonia diversifolia)
Digunakan sebagai obat tradisional khususnya diabetes. Sering disebut Mexican Sunflower karena berasal dari Mexico. Menghasilkan warna kuning kecoklatan-hijau pada ecoprint.
- Kenikir (Cosmos)
Di Indonesia sering digunakan sebagai sayuran/lalap. Saat diremas daunnya
mengeluarkan aroma seperti damar. Hasil ecoprint mengeluarkan warna kuning hingga hijau.
Teknik ecoprint 1. Pounding
Teknik ecoprint yang dilakukan dengan cara memukul daun atau bunga yang sudah tersusun di atas kain
2. Boiling
Teknik membuat ecoprint dengan merebus kain yang sudah ditempeli susunan daun untuk mentransfer pola dan warna daun ke kain
3. Streaming
teknik mentransfer pola atau warna daun yang sudah disusun ke kain dengan cara mengukus kain yang sudah ditempeli susunan daun
Proses ecoprint 1. Scouring
Proses pembersihan atau menghilangkan sisa-sisa kotoran dari kain 2. Mordant
Membuka pori-pori pada serat kain sehingga zat-zat bahan akan mudah menempel di kain
3. Ecoprint
Menata daun lalu untuk teknik pounding dipukul dan teknik steaming ditutup kain blanket dan plastic, kemudian digulung dan dikukus
4. Fiksasi
Proses penguatan/penguncian warna
Tahapan ecoprint - Scouring
- Mordant
- Penggulungan kain - Pengukusan - Oksidasi - Fiksasi
Kesimpulan ecoprint_ Alfida Neelam Kurnia Khoirunisya
Pengalaman yang didapat dalam belajar teknik ecoprint adalah mampu menghasilkan kain dengan motif yang indah dan menambah pengetahuan mengenai jenis-jenis daun yang berpotensi dalam pewarna alami teknik ecoprint yang ramah lingkungan. Serta pengalaman yang
bisa diambil adalah dapat melestarikan batik daerah yang ada. Teknik ecoprint ini juga sudah diteerapkan di bidang industry yaitu Etlo.id (Ecoprint Solo Indonesia) yang merupakan suatu industry kreatif yang bergerak di bidang fashion acsessoris berupa totebag dan punc dengan memanfaatkan pewarna alami sebagai bahan dasar pembatan warna dan motif alami.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa teknik ecoprint merupakan teknik ewarna pada kain dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan kayu. Teknik ini menghasilkan pola atau gambar pada kain dengan cara mencetak atau menempelkan bahan-bahan alami tersebut.
Teknik ecoprint tidak hanya menciptakan pola dan warna yang indah tetapi juga rumah lingkungan dan dampak positif pada lingkungan karena bahan-bahan yang digunakan ramah untuk lingkungan