I. Pendahuluan
Rencana konstruksi menara masjid ini mempunyai ukuran 3 x 3 dengan tinggi menara 32 meter 25 meter
Menara ini berada dilokasi Sukolilo – Labang Koordinat Lintang -7.092153 Bujur 112.4839 II. Konsep Perencanaan Struktur
II.1. Sistem Pondasi
Jenis pondasi yang digunakan sesuai dengan data tanah dan kondisi lingkungan, hasil penyelidikan tanah adalah tipe pondasi Plat Setempat / Strouss Pile
II.2. Sistem Struktur Atas
Seluruh struktur atas menggunakan struktur Beton pada elemen balok, kolom dan plat II.3. Parameter Perencanaan Dasar
II.3.1. Peraturan-peraturan standar yang digunakan
1. SNI 1727:2020 tentang Peraturan Beban desain Minimum dan kriteria terkait untuk bangunan Gedung dan struktur lainnya
2. SNI 1726:2019 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk struktur bangunan Gedung dan non Gedung
3. SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk bangunan gedung 4. Code/Standard/Normalisasi International yang relevan.
II.3.2. Bahan (Material) a. Beton
Beton yang digunakan adalah ready mix / Site Mix dengan kualitas K-250 / fc’ 21 Mpa
b. Besi Tulangan
Menggunakan jenis tulangan baja <13 menggunakan BJTP 280 , dan > 13 Mengunakan BJTD 420B
c. Dinding
Dinding menggunakan dinding bata merah finishing Plester Aci atau sesuia dengan gambar perencanaan.
II.3.3. Beban
a. Beban Mati
Beban mati pada struktur bangunan ditentukan dengan menggunakan berat jenis bahan bangunan dengan berdasarkan Peraturan Perencanaan Pembebanan menurut SNI 1727 : 2020 dan unsur-unsur yang diketahui seperti pada denah arsitektur dan struktur.
Beban-beban yang diakibatkan oleh gravitasi yang bersifat permanen dalam hal ini berat sendiri struktur.
Beban mati yang diperhitungkan adalah:
Beton = 2400 kg/m3.
Pasangan Bata = 250 kg/m2 Kubah + Rangka = 77 Kg/m2
b. Beban Hidup
Beban hidup yang diperhitungkan adalah sebagai berikut Beban hidup = 250 kg /m2
c. Beban Angin
Beban Angin yang diperhitungkan adalah sebagai berikut :
d. Beban Gempa
Beban Gempa berdasarkan Respon Sprektrum pada Kecamatan Labang – Kabupaten Bangkalan sesuai dengan Peta Gempa
II.4. Idealisasi Struktur II.4.1. Umum
a. Bangunan diidealisasikan dalam analisa sebagai rangka terbuka (open frame), terdiri atas balok, kolom, dan dinding
b. Dipergunakan program Analisa struktur SAP2000 Versi 22 c. Sistem Pemikul Momen Khusus
II.4.2. Beban-beban Vertikal
a. Beban hidup dapat direduksi sesuai peraturan sebelum dikombinasikan dengan beban mati penuh.
II.5. Perhitungan Struktur Bangunan II.5.1. Umum
Analisa pengaruh beban vertikal ditinjau dalam model struktur tiga dimensi.
II.5.2 Analisa Beban Vertikal
a. Beban terbagi merata pada komponen struktur sesuai dengan ketentuan yang diuraikan diatas.
b. Beban terbagi merata ini didistribusikan ke balok-balok berdasarkan teori “yields line”, sedangkan beban yang langsung bekerja pada balok diterima langsung oleh balok.
II.5.3 Analisis Penulangan Struktur Bangunan
Penulangan unsur-unsur utama struktur bangunan seperti balok dan kolom mempergunakan prinsip daktilitas terbatas, sesuai dengan Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang . Untuk penulangan balok pengikat, juga diperhitungkan pengaruh/besaran diferensial setlement.
III. Perencanaan Struktur Utama
III.1. Letak Perletakan Jepit Pada Dasar Gedung
Struktur utama gedung ini didukung oleh pondasi sebagai struktur jepit. Titik-titik jepit tersebut terletak disetiap kaki kolom dianggap terjepit pada level pondasi.
III.2. Model Struktur
III.2.1. Analisis Struktur
Data masukan yang diperlukan untuk program SAP2000 dan spread sheet Ms.
Excell adalah properties penampang, material dan geometri dari struktur. Kondisi- kondisi pembebanan juga diperlukan sebagai data masukan.
Seluruh beban-beban yang diterapkan pada struktur di bagi dalam beberapa kondisi beban (load condition) dan pada akhir analisis kondisi beban-beban tersebut dikombinasikan.
III.2.2. Penulangan 1. Balok
Penulangan lentur balok dihitung secara manual berdasarkan hasil/ output program SAP2000. Gaya geser dari balok dengan daktilitas terbatas dihitung menurut persamaan berikut :
Vu, b = 1.05 (VD,b + VL,b 4.0/K VE,b) dimana :
VD,b = gaya geser balok akibat beban mati terfaktor VL,b = gaya geser balik akibat beban hidup terfaktor VE,b = gaya geser balok akibat beban gempa terfaktor K = faktor jenis struktur (K > 2)
2. Kolom
Penulangan longitudinal dan geser dari kolom juga dilakukan dengan bantuan program Ms. Excell dari Ms. Excell adalah jumlah luas tulangan untuk kolom yang dibutuhkan. Perhitungan tulangan untuk kolom ini juga didasarkan pada teori daktilitas terbatas. Momen lentur yang digunakan untuk mencari jumlah tulangan dihitung menurut persamaan dibawah ini : Mu, k = 1.05 (MD, k + ML,k wd NE, k)
dimana :
MD, k = Momen balok akibat beban mati terfaktor
ML, k = Momen balok akibat beban hidup terfaktor
NE, k = gaya aksial balok akibat beban gempa terfaktor
wd = faktor pembebanan dinamis
IV. Pondasi IV.1. Tipe Pondasi
Sesuai dengan data-data tanah, kondisi lingkungan dan engineering judgement, tipe pondasi yang dipilih untuk struktur utama adalah pondasi Plat Menerus dan Pondasi Tiang Strouss Pile
IV.2. Perhitungan Daya Dukung
Daya dukung tanah diasumsikan berdasarkan tabel dan data sondir.
PEMODELAN STRUKTUR DAN PEMBEBANAN
I. Pemodelan Struktur
Struktur Bangunan Menara Masjid ini dimodelkan sebagai struktur (open frame). Dimana struktur terdiri atas rangka yang tersusun atas balok dan kolom yang menyangga beban dinding, angin dan beban dari atap.
Gambar 1 – Perspektif Struktur 3 Dimensi
I.1. Pemodelan Balok Struktur
Balok struktur dimodelkan dengan elemen frame biasa dengan dimensi dan material sesuai dengan yang tercantum dalam gambar rencana.
Adapun secara umum balok terdiri atas 2 macam yaitu:
1. Sloof / Tiebeam dengan dimensi 30 cm x 50 cm 2. Balok 30 cm x 50 cm
3. Balok 20 cm x 40 cm
Adapun salah satu contoh frame section balok tersebut adalah sebagai berikut :
Gambar – Frame Section balok
I.2. Pemodelan Kolom Struktur
Kolom struktur dimodelkan dengan elemen frame biasa dengan dimensi dan material sesuai dengan yang tercantum dalam gambar rencana.
Adapun frame section kolom tersebut berdimensi utama:
1. Kolom utama dengan dimensi K 50 cm x 50 cm 2. Kolom Dimensi K 20 cm x 30 cm
Gambar – Frame Section kolom struktur
I.3. Pemodelan Plat Lantai
Plat Lantai Beton dengan tebal 12 cm , permodelan area plat lantai sebagai berikut :
Gambar – Area Section
II. Pemodelan Pembebanan
II.1. Pemodelan Beban Mati
Beban dinding merupakan beban mati yang tetap , dimana didistribusikan secara merata pada balok sloof atau balok yang ditumpu.
Beban Dinding = 250 kg /m2
Beban Merata dinding Elev + 0.6 – 5.8 m = 1125 kg/ m’
Beban Merata dinding Elev + 5.8 – 8.88 m = 950 kg/ m’
Beban Merata dinding Elev + 8.88 – 10.39 m = 375 kg/ m’
Beban Merata dinding Elev + 10.39 – 13.95 m = 875 kg/ m’
Beban Merata dinding Elev + 13.95 – 16.24 m = 575 kg/ m’
Beban Merata dinding Elev + 16.24 – 20.44 m = 1050 kg/ m’
Beban Merata dinding Elev + 20.44 – 22.11 m = 423 kg/ m’
Beban Kubah diasumsikan = 300 Kg/m’
II.2. Pemodelan Beban Hidup
Beban Hidup yang digunakan adalah 250 Kg /m2 mengacu kepada SNI 1727 : 2020
II.3. Pemodelan Beban Angin
Input Beban Angin Pada Program SAP 2000 Menggunakan Metode Sistem Penahan Gaya Angin Utama ( SNI 1727 2020)
II.4. Beban Gempa
Gempa Arah X Gempa Arah Y
III. KOMBINASI PEMBEBANAN
III.1. Kombinasi Yang digunakan adalah :
Comb 1 = 1.4 DL
Comb 2 = 1.2 DL + 1.6 LL Comb 3 = 1.2 DL + 1 LL + 1 W Comb 4 = 1.2 DL + 1 LL + Ex Comb 5 = 1.2 DL + 1 LL + Ey Comb 6 = 0.9 DL + 1 W Comb 7 = 0.9 DL + 1 Ex Comb 8 = 0.9 DL + 1 Ey
Dimana : DL = Beban Mati , LL = Beban Hidup , W = Beban Angin , Ex = Beban Gempa Arah sumbu X , Ey = Beban Gempa Arah Sumbu Y
IV. OUTPUT
Berdasarkan gambar diatas bahwa frame memenuhi tegangan dan tidak mengalami overstress
PERHITUNGAN PENULANGAN BALOK
3000 mm
mm
2000 mm
500 mm
50 mm
21 MPa
280 MPa
15.27 kN
Syarat Gaya Aksial SNI 2847:2013 Pasal 21.5.1.1
Syarat Tinggi Efektif SNI 2847:2019 Pasal
18.6.2.1
Syarat Lebar 1 SNI 2847:2019 Pasal 18.6.2.1
Syarat Lebar 2 SNI 2847:2019 Pasal 18.6.2.1
S1 300 x 500 450 Tumpuan Atas 207 552.3640347 675 16 201.143 4 804.571 45 YA 1 OK OK OK OK OK OK 4 D 16
Bawah 103 552.3640347 675 16 201.143 4 804.571 45 YA 1 OK OK OK OK OK OK 4 D 16
Lapangan Atas 50 552.3640347 675 16 201.143 4 804.571 45 YA 1 OK OK OK OK OK OK 4 D 16
Bawah 103 552.3640347 675 16 201.143 4 804.571 45 YA 1 OK OK OK OK OK OK 4 D 16
B1 300 x 500 450 Tumpuan Atas 362 552.3640347 675 16 201.143 5 1005.714 30 YA 1 OK OK OK OK OK OK 5 D 16
Bawah 180 552.3640347 675 16 201.143 4 804.571 45 YA 1 OK OK OK OK OK OK 4 D 16
Lapangan Atas 161 552.3640347 675 16 201.143 4 804.571 45 YA 1 OK OK OK OK OK OK 4 D 16
Bawah 658 552.3640347 675 16 201.143 5 1005.714 30 YA 1 OK OK OK OK OK OK 5 D 16
C1 300 x 500 450 Tumpuan Atas 599 552.3640347 675 16 201.143 5 1005.714 30 YA 1 OK OK OK OK OK OK 5 D 16
Bawah 500 552.3640347 675 16 201.143 4 804.571 45 YA 1 OK OK OK OK OK OK 4 D 16
Syarat Gaya dan Geometri
Dipasang As
Terpasan g mm2
Jarak Bersih Antar Tulangan
mm
Jarak Bersih >=
db dan 25 mm?
Jumlah Lapis Syarat As Terpasang
>= As min Syarat As Terpasang
>= As Perlu As Perlu
mm2 As min 1 As min 2 Ø
mm Luas mm2 Jumlah :
Gaya Aksial Pu (Balok)
: Tabel 01. Desain Tulangan Lentur Balok
Nama Ukuran Balok (b x
h)
Tinggi Efektif Balok (d) Daerah
Letak Tulanga n :
Bentang, L
: Bentang Bersih Balok, Ln
: Lebar Kolom yg ditempel balok, c2
: Tebal Selimut
: Kuat Tekan Beton, fc'
: Kuat Leleh Baja Tulangan, fy
S1 300 x 500 450 0.2 8 2 100.5309649 502.6548246 113 96 150 Pakai S Max 150.000 2 D 8 - 150
0.2 8 2 100.5309649 502.6548246 225 Pakai S Max 200.000 2 D 8 - 200
B1 300 x 500 450 0.279 8 2 100.5309649 360.3260391 113 96 150 Pakai S Max 150.000 2 D 8 - 150
0.22 8 2 100.5309649 456.9589314 225 Pakai S Max 200.000 2 D 8 - 200
C1 300 x 500 450 0.279 8 2 100.5309649 360.3260391 113 96 150 Pakai S Max 150.000 2 D 8 - 150
Lapangan
Tumpuan Lapangan
Tumpuan
Spasi Max 2 mm
Spasi Max 3
mm Cek Spasi S pakai
mm Dipasang
Tumpuan
Av / Sperlu mm2 / mm
Ø mm
Jumlah
Kaki Luas mm2 S perlu mm Spasi Max 1 mm :
Tabel 02. Desain Tulangan Geser Balok Nama
Ukuran Balok (b x
h)
Tinggi Efektif Balok
(d) Daerah
2000 mm mm
2000 mm
200 mm
30 mm
21 MPa
280 MPa
5.564 kN
Syarat Gaya Aksial SNI 2847:2013 Pasal 21.5.1.1
Syarat Tinggi Efektif SNI 2847:2019 Pasal
18.6.2.1
Syarat Lebar 1 SNI 2847:2019 Pasal 18.6.2.1
Syarat Lebar 2 SNI 2847:2019 Pasal 18.6.2.1
B2 200 x 400 370 Tumpuan Atas 58 302.7773227 370 13 132.786 3 398.357 31 YA 1 OK OK OK OK OK OK 3 D 13
Bawah 29 302.7773227 370 13 132.786 3 398.357 31 YA 1 OK OK OK OK OK OK 3 D 13
Lapangan Atas 14 302.7773227 370 13 132.786 3 398.357 31 YA 1 OK OK OK OK OK OK 3 D 13
Bawah 14 302.7773227 370 13 132.786 3 398.357 31 YA 1 OK OK OK OK OK OK 3 D 13
Syarat Gaya dan Geometri
Dipasang As
Terpasan g mm2
Jarak Bersih Antar Tulangan
mm
Jarak Bersih >=
db dan 25 mm?
Jumlah Lapis Syarat As Terpasang
>= As min Syarat As Terpasang
>= As Perlu As Perlu
mm2 As min 1 As min 2 Ø
mm Luas mm2 Jumlah :
Gaya Aksial Pu (Balok)
: Tabel 01. Desain Tulangan Lentur Balok
Nama Ukuran Balok (b x
h)
Tinggi Efektif Balok (d) Daerah
Letak Tulanga n :
Bentang, L
: Bentang Bersih Balok, Ln : Lebar Kolom yg ditempel balok, c2 : Tebal Selimut
: Kuat Tekan Beton, fc' : Kuat Leleh Baja Tulangan, fy
B2 200 x 400 370 0.287 8 2 100.5309649 350.2821077 93 78 150 Pakai S Max 150.000 2 D 8 - 150
0.229 8 2 100.5309649 438.9998468 185 Pakai S Max 150.000 2 D 8 - 150
Lapangan
Spasi Max 2 mm
Spasi Max 3
mm Cek Spasi S pakai
mm Dipasang
Tumpuan
Av / Sperlu mm2 / mm
Ø mm
Jumlah
Kaki Luas mm2 S perlu mm Spasi Max 1 mm :
Tabel 02. Desain Tulangan Geser Balok Nama
Ukuran Balok (b x
h)
Tinggi Efektif Balok
(d) Daerah
PERHITUNGAN PENULANGAN KOLOM
4500 mm
500 mm
500 mm
21 MPa
280 MPa
223.409 kN
Syarat Sisi Terpendek SNI 2847:2019 Pasal 18.7.2.1
Syarat Rasio Dimensi Penampang SNI 2847:2019
Pasal 18.7.2.1
K1 500 x 500 2500 16 201.0619298 16 3217 OK 16 D 16 OK OK 1.29% OK
: Sisi Pendek Panjang, h
: Kuat Tekan Beton, fc'
: Kuat Leleh Baja Tulangan, fy
: Gaya Aksial Pu (Kolom)
As Terpasang
mm2
Syarat As Terpasang
>= As perlu
Dipasang
Cek Rasio Tulangan
Cek ρ min & ρ max SNI 2847:2019
Pasal 18.7.4.1 Syarat Gaya dan Geometri
: Tabel Desain Tulangan Utama Kolom
Nama Ukuran Kolom
As perlu mm2
Ø
mm Luas mm2 Jumlah :
Tinggi Kolom, L : Sisi Pendek Kolom, b
K1 500 x 500 0.71 8 2 100.5309649 141.5929083 96 150 Pakai S Max 100 2 D 8 - 100
S perlu mm Spasi Max 1 mm
Spasi Max 2
mm Cek Spasi S pakai
mm Dipasang
: Tabel Desain Tulangan Geser Kolom
Nama Ukuran Kolom
Av / Sperlu mm2 / mm
Ø mm
Jumlah
Kaki Luas mm2
4000 mm
300 mm
200 mm
21 MPa
280 MPa
46.016 kN
Syarat Sisi Terpendek SNI 2847:2019 Pasal 18.7.2.1
Syarat Rasio Dimensi Penampang SNI 2847:2019
Pasal 18.7.2.1
K1 200 x 300 600 13 132.7322896 6 796 OK 6 D 13 OK OK 1.33% OK
As Terpasang
mm2
Syarat As Terpasang
>= As perlu
Dipasang
Syarat Gaya dan Geometri Cek Rasio Tulangan
Cek ρ min & ρ max SNI 2847:2019
Pasal 18.7.4.1
: Tabel Desain Tulangan Utama Kolom
Nama Ukuran Kolom
As perlu mm2
Ø
mm Luas mm2 Jumlah :
Tinggi Kolom, L : Sisi Pendek Kolom, b
: Sisi Pendek Panjang, h
: Kuat Tekan Beton, fc'
: Kuat Leleh Baja Tulangan, fy
: Gaya Aksial Pu (Kolom)
K1 200 x 300 0.11 8 2 100.5309649 913.9178629 78 150 Pakai S Max 150 2 D 8 - 150
S perlu mm Spasi Max 1 mm
Spasi Max 2
mm Cek Spasi S pakai
mm Dipasang
: Tabel Desain Tulangan Geser Kolom
Nama Ukuran Kolom
Av / Sperlu mm2 / mm
Ø mm
Jumlah
Kaki Luas mm2
PENULANGAN PLAT (3 X 3 M)
Data - data
tebal plat 0.12 m beban penggantung 0 kg/m2
tebal spesi 2 cm beban AC + pipa 0 kg/m2
tebal tegel 3 cm tebal air hujan 0 m
beban plafond 0 kg/m2 beban guna 250 kg/m2
Beban mati
pelat = 0.12 x 2400 = 288 kg/m2
spesi = 2 x 21 = 42
keramik = 3 x 24 = 72
beban plafond + pengantung + rangka = 0
AC + pipa = 0
DD = 402 kg/m2
Beban hidup
air hujan = 0 kg/m2
guna = 250
DL 250 kg/m2
Beban berfak tor
D = 1,2 x 402 + 1,6 x 250 = 882.4kg/m2
Statika
q 882.4 kg/m2
lx 3.00 m
ly 3.00 m
ly/lx 1.00
Jepit penuh/elastis {1/2] 2
wtx (tabel setelah interpolasi) 36.00 wty (tabel setelah interpolasi) 36.00
Mlx = 0,001x 882.4 x 3.00^2 x 36 = 285.90 kgm Mly = 0,001x 882.4 x 3.00^2 x 36 = 285.90 kgm Mtx = 0,001x 882.4 x 3.00^2 x 36 = 285.90 kgm Mty = 0,001x 882.4 x 3.00^2 x 36 = 285.90 kgm
Penulangan
Data-data
fc' (beton) 20.75 Mpa h 120 mm
fy' (baja) 280 Mpa b 1000 mm
d' (1) 20 mm (dlm ruang)
pmin = = 0.0050
pmaks = = 0.0404
Lapangan x
Mu = 285.8976 *9.8/1000kgm = 2.68 kNm
d = 120 - 20 = 100 mm
Mu = 2.68 = 268.1719
bd2 1 x 0.1^2
p = = 0.0014 < 0.0050
< 0.0404
ppakai = 0.0050
As = 0.0050 x 1000 x 100 = 500.00 mm2
Tumpuan x
Mu = 285.8976 *9.8/1000kgm = 2.68 kNm
d = 120 - 20 = 100 mm
Mu = 2.68 = 268.1719
bd2 1 x 0.1^2
p = = 0.0014 < 0.0050
< 0.0404
ppakai = 0.0050
As = 0.0050 x 1000 x 100 = 500.00 mm2
As' = 0,002 x 1000 x 120 = 240 mm2
Lapangan y
Mu = 285.8976 *9.8/1000kgm = 2.68 kNm
d = 120 - 20 = 100 mm
Mu = 2.68 = 268.1719
bd2 1 x 0.1^2
p = = 0.0014 < 0.0050
< 0.0404
ppakai = 0.0050
As = 0.0050 x 1000 x 100 = 500.00 mm2
Tumpuan y
Mu = 285.8976 *9.8/1000kgm = 2.68 kNm
d = 120 - 20 = 100 mm
Mu = 2.68 = 268.1719
bd2 1 x 0.1^2
p = = 0.0014 < 0.0050
< 0.0404
ppakai = 0.0050
As = 0.0050 x 1000 x 100 = 500.00 mm2
As' = 0,002 x 1000 x 120 = 240 mm2
Rekapitulasi
mm2 mm
Lapangan X (tul atas) 500.00 f10 - 150 ( 524 mm2 ) Tumpuan X (tul atas) 500.00 f10 - 150 ( 524 mm2 ) Tumpuan X (tul bagi) 240.00 f8 - 200 ( 251 mm2 ) Lapangan Y (tul atas) 500.00 f10 - 150 ( 524 mm2 ) Tumpuan Y (tul atas) 500.00 f10 - 150 ( 524 mm2 ) Tumpuan Y (tul bagi) 240.00 f8 - 200 ( 251 mm2 )