LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN INDONESIA COMNETS PLUS (ICON+)
Disusun sebagai salah satu syarat kelulusan pelaksanaan kegiatan Praktek Kerja Lapangan Tahun Pelajaran 2024/2025
Disusun Oleh : Revalin Gania Setiawan
122042393
TEKNIK KOMPUTER JARINGAN (TKJ) SMK NEGERI 2 KOTA BANDUNG
JL. CILIWUNG NO. 4 BANDUNG 022-7234285
LEMBAR PENGESAHAN OLEH PIHAK SEKOLAH
Bandung,...
Wakasek Bid. Hubin, Pembimbing Sekolah,
Agus Hendrik Rivai,S.Pd NIP. 197608162007011014
Mengetahui, Kepala SMKN 2 Bandung,
Hasan Iskandar, M.Pd NIP. 19670805 199003 1 008
2
LEMBAR PENGESAHAN OLEH PIHAK PERUSAHAAN / INSTANSI
Bandung,...
Mengetahui :
Pimpinan / Kepala Pembimbing Industri,
KATA PENGANTAR
Pembelajaran merupakan suatu proses pengembangan potensi dan pembangunan karakter peserta didik sebagai sinergi antara Pendidikan yang berlangsung di sekolah, keluarga dan masyarakat. Proses tersebut memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki menjai kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan yang di perlukan untuk kehidupan dirinya dan kehidupan bermasyarakat pada umumya, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia.
Guru merealisasikan program Menteri Pendidikan & Kebudayaan dalam rangka menyelaraskan kurikulum sekolah dengan industri serta meningkatkan sikap profesional Lulusan SMKN 2 Bandung melaksanakan. Pembelajaran yang di selenggarakan di masyarakat antara lain berupa Praktk Kerja Lapangan (PKL). Program PKL disusun bersama antara sekolah dan masyarakat (Institusi Pasangan/
Industri) dalam rangka memenuhi rangkaian kebutuhan peserta didik, sekaligus merupakan wahana bagi dunia kerja (DU/DI) untuk berkonstribusi dalam upaya pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan di SMK. Untuk mendeteksi Perkembangan Siswa selama pembelajaran di Industri disusun perangkat yang dapat memberikan informasi tentang kualifikasi dan jenis praktek kegiatan siswa yaitu “Laporan Praktik Kerja Lapangan”. Khususnya laporan ini berfungsi sebagai bentuk kegiatan siswa selama bekerja di insutri.
...
Bandung,
4
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN OLEH PIHAK SEKOLAH...2
LEMBAR PENGESAHAN OLEH PIHAK PERUSAHAAN / INSTANSI...3
KATA PENGANTAR...4
DAFTAR ISI...5
LAMPIRAN...6
DAFTAR GAMBAR...7
DAFTAR TABEL...8
BAB I... 9
PENDAHULUAN...9
1.1. Latar Belakang...10
1.2. Ruang Lingkup PKL...10
1.3. Manfaat dan Tujuan PKL...11
BAB II...12
LAPORAN KEGIATAN PKL... 12
2.1. Gambaran Umum Perusahaan / Instansi...13
2.1.1. Sejarah umum kantor / instansi...13
2.1.2. Stuktur Organisasi...14
2.1.3. Bidang – bidang kerja... 15
2.2. Pelaksanaan PKL...16
2.2.1. Jenis dan bentuk kegiatan PKL...16
2.2.2. Prosedur Kerja... 16
2.2.3. Kendala yang dihadapi dan upaya penanggulangannya...16
BAB III...16
KESIMPULAN DAN SARAN...17
3.1. Kesimpulan... 17
3.2. Saran - saran... 17
LAMPIRAN
6
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
8
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Praktik Kerja Lapangan yang selanjutnya di sebut PKL adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan di INDUSTRI DAN DUNIA KERJA (IDUKA) untuk penerapan,
pemantapan, dan peningkatan kompetensi. Pelaksanaan PKL melibatkan praktisi ahli yang berpengalaman di bidangnya untuk memperkuat pembelajaran dengan cara pembimbingan peserta didik saat praktik kerja lapangan.
Penyelenggaraan PKL merupakan bagian dari pelaksanaan pembelajaran pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang melibatkan IDUKA. Tujuan utamanya selain untuk memperkuat penguasaan kompetensi teknis sesuai dengan kompetensi keahliannya, juga untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik memaknai nilai – nilai positif “ke dunia kerjaan”. Selama melakukan PKL peserta didik wajib menyusun jurnal kegiatan PKL. Jurnal ini dibuat selengkap mungkin sesuai dengan topik – topik pembelajaran/jenis pekerjaan dan tugas – tugas lain yang di berikan pembimbing industri, dilengkapi catatan kejadian – kejadian penting (pengalaman belajar) selama kegiatan PKL.
Proses pembelajaran diselenggarakan dengan berbasis aktivitas secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik. Selain itu proses pembelajaran juga memberikan ruang untuk berkembangnya keterampilan abad 21 yaitu kreatif, berfikir kritis, penyelesaian masalah, kolaborasi, dan komunikasi yang memberikan peluang bagi pengembangan prakarsa dan kemandirian sesuai dengan minat, bakat, dan perkembangan psikologis peserta didik. Karakteristik proses pembelajaran dengan
mengintegrasikan nilai – nilai Pancasila dalam pendidikan karakter di antaranya adalah nilai – nilai jujur, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, komunkatif, peduli lingkungan, peduli social, dan bertanggung jawab.
Program PKL sangat penting dalam rangka memberikan bekal kemampuan nilai – nilai positif kepada peserta didik, oleh karena itu perlu dibuat suatu pedoman yang betul – betul dapat dijadikan acuan oleh semua yang terlibat dalam pelaksanaannya, sesuai dengan pernyataan pada pasal 4 Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah yang dinyatakan
bahwa pelaksanaan pembelajaran di DU/DI berupa Praktik Kerja Lapangan diatur lebih lanjut oleh Direktorat Jendral terkait
1.2. Ruang Lingkup PKL
1.3.
Manfaat dan Tujuan PKL1. Manfaat bagi peserta didik
a. Mengaplikasikan dan meningkatkan ilmu yang telah diperoleh diskolah.
b. Menambah wawasan mengenai dunia kerja khususnya berupa pengalaman kerja langsung (real) dalam rangka menanamkan iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja.
c. Menambah dan meningkatkan kompetensi serta menanamkan etos kerja yang tinggi sesuai budaya industri.
d. Memperkuat kemampuan produktif sesuai dengan kompetensi keahlian yang dipelajari.
e. Mengembangkan kemampuan sesuai dengan bimbingan/ arahan pembimbing industri dan dapat berkontribusi kepada dunia kerja.
f. Memperkuat kepribadiannya yang berkarakter sesuai dengan tuntunan nilai – nilai yang tumbuh dari budaya industri.
2. Manfaat bagi sekolah
a. Terjalinnya hubungan kerja sama yang saling menguntungkan antara sekolah dengan dunia kerja (DU/DI).
b. Meningkatkan kualitas lulusan melalui pengalaman kerja langsung selama PKL.
c. Meningkatkan rellevansi dan efektivitas program sekolah melalui sinkronisasi kurikulum.
d. Proses pembelajaran, teaching factory, dan pengembangan sarana dan prasarana praktik berdasarkan hasil pengamatan di tempat PKL.
e. Merealisasikan program penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat secara terencana dan implementatif, khususnya nilai – nilai karakter budaya
10
industri sebagai salah satu bentuk implementasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Peningkatan Pendidikan Karakter.
f. Meningkatkan kualitas lulusan.
3. Manfaat bagi dunia kerja
a. Dunia Kerja (DU/DI) lebih dikenal oleh masyarakat khususnya masyarakat sekolah sehingga dapat wahanana dalam promosi produk.
b. Adanya masukan yang postif dan konstruktif dari SMK untuk perkembangan DU/DI.
c. Dunia Kerja (DU/DI) dapat mengembangkan proses dan atau produk melalui optimalisasi peserta PKL.
d. Mendapatkan calon tenaga kerja yang berkualitas sesuai dengan kebutuhannya.
e. Meningkatkan citra positif DU/DI karena dapat berkontribusi terhadap dunia pendidikan sebagai implementasi dari Instruksi Presiden Nomor. 9 Tahun 2016.
4. Tujuan PKL
a. Memberikan pengalaman kerja langsung (real) kepada peserta didik dalam rangka menanamkan (internalize) iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja.
b. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membangun dan mengembangkan kepribadiannya yang berkarakter sesuai dengan nilai – nilai positif yang tumbuh dan diperlukan oleh masyarakat, khususnya di dunia kerja yang ditekuni.
c. Menanamkan etos kerja yang tinggi bagi peserta didik untuk memasuki dunia kerja seusai tuntutan pasar kerja gobal.
d. Memenuh hal – hal yang belum dipenuhi disekolah agar mencapai kebutuhan standar kompetensi lulusan.
e. Mengaktualisasikan salah satu bentuk aktivitas dalam penyelenggaraan Model Pendidikan Sistem Ganda (PSG) antara SMK dan Institusi Pasangan yang memadukan secara sistematis dan sistemik program pendidikan di sekolah (SMK) dan program pelatihan penguasaan keahlian di dunia kerja (DU/DI).
BAB II
LAPORAN KEGIATAN PKL
2.1. Gambaran Umum Perusahaan / Instansi
2.1.1. Sejarah umum kantor / instansi
Gambar 2.1 Logo Icon+
PLN Icon Plus merupakan Entitas Anak PT PLN (Persero). Pada tahun 2000, PLN Icon Plus memulai kegiatan komersialnya dengan Network Operation Centre yang berlokasi di Gandul, Cinere. Sebagai Entitas Anak PT PLN (Persero), pendirian PLN Icon Plus difokuskan untuk melayani kebutuhan PT PLN (Persero) terhadap jaringan telekomunikasi. Namun, seiring dengan kebutuhan industri akan jaringan telekomunikasi dengan tingkat availability dan reliability yang konsisten, PLN Icon Plus mengembangkan usaha dengan menyalurkan kelebihan kapasitas jaringan telekomunikasi ketenagalistrikan serat optik milik PT PLN (Persero) di Jawa dan Bali bagi kebutuhan publik. PLN Icon Plus menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan dan lembaga, terutama yang kegiatan operasionalnya membutuhkan jaringan telekomunikasi yang ekstensif dan handal.
Sejak tahun 2008, PLN Icon Plus secara konsisten dan bertahap melakukan ekspansi konektivitas jaringan telekomunikasi ke berbagai wilayah terpencil di Indonesia dengan memaksimalkan pendayagunaan hak jaringan ketenagalistrikan milik PT PLN (Persero), yaitu
“Right of Ways” (RoW), yang memiliki cakupan wilayah di seluruh Indonesia. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan visi “Menjadi Penyedia Solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Terkemuka di Indonesia Berbasis Jaringan Melalui Pemanfaatan Aset Strategis”. PLN Icon Plus juga secara konsisten melakukan Inovasi produk dan layanan dengan mengedepankan kualitas jaringan dan teknologi terkini.
12
Peresmian holding subholding PLN oleh Menteri BUMN pada 21 September 2022 lalu pun menjadi awal dari babak baru ICON+ sebagai PLN Icon Plus. Menyandang status subholding PLN, PLN Icon Plus tak lagi hanya berperan sebagai IT Enabler PLN. Melainkan, akan menjadi ujung tombak PLN dalam membangun lini bisnis di luar kelistrikan atau Beyond kWh. Pembentukan subholding Beyond kWh mengubah arah bisnis PLN Icon Plus. Dari semula fokus pada bisnis connectivity, kini mengonsolidasikan semua inisiatif Beyond kWh di PLN Group. PLN Icon Plus pun bertanggung jawab untuk mengelola 3 cluster bisnis, yaitu kelistrikan, layanan konektivitas, dan layanan IT PLN.
Tahun Keterangan
1987
PT PLN (Persero) membuat rencana jaringan telekomunikasi untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi sistem ketenagalistrikan di Jawa dan Bali.
1991 Kontrak Pembangunan Jaringan Fiber Optic.
1999
Pengajuan proposal pendirian anak perusahaan beserta aspek bisnis yang akan dikelola oleh PT PLN (Persero).
2000 Berdirinya PT Indonesia Comnets Plus (ICON+).
2001 Berhasil melakukan perjanjian kerjasama (PKS) dengan PT TELKOM(Persero).
2002
Bekerjasama dengan PT Indosat (Persero) dan Departemen Perhubungan.
2005
ICON+ memperoleh Izin Prinsip Internet Telephony untuk keperluan Publik Mencapai kinerja korporasi AAA (Triple A) dengan skor 99.
Tabel 2.1 Tahun Perkembangan Perusahaan
Tahun Keterangan
2007 – 2012
ICON+ mendapatkan Izin Prinsip Penyelenggara Jasa Interkoneksi Internet (NAP) dan penyelenggara Jasa Internet Telephony untuk Keperluan Publik. Membentuk Unit Bisnis Retail (UBR) dan membentuk Unit Bisnis Power IT ICON+ melakukan ekspansi konektivitas jaringan
telekomunikasi ke Pulau Sumatera ICON+ melakukan ekspansi konektivitas jaringan telekomunikasi ke wilayah Indonesia bagian Timur.
2012 Dengan pencapaian kinerja yang gemilang, Maka ICON+ Layak disebut "THE LIMIT BREAKER".
2013
ICON+ merencanakan strategi re-brending dan aktivasi komunikasi korporat dengan mengusung tagline "We speak Beyond Connectivity".
Tabel 2.1 Tahun Perkembangan Perusahaan (Lanjutan) 2.1.2. Stuktur Organisasi
14
2.1.3. Bidang – bidang kerja
2.2. Pelaksanaan PKL
2.2.1. Jenis dan bentuk kegiatan PKL
2.2.2. Prosedur Kerja
Jadwal dan waktu Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan
Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan di laksanakan pada tanggal 22 April – 13 September 2024. Adapun jadwal keseharian Praktik Kerja Lapangan di Icon+ sebagai berikut :
No Hari Jam Masuk Jam Istirahat Jam Pulang
1 Senin 08.00 12.00 – 13.00 17.00
2 Selasa 08.00 12.00 – 13.00 17.00
3 Rabu 08.00 12.00 – 13.00 17.00
4 Kamis 08.00 12.00 – 13.00 17.00
5 Jum’at 08.00 12.00 – 13.00 17.00
Tabel 2.2 Jadwal Kerja Icon+
2.2.3. Kendala yang dihadapi dan upaya penanggulangannya
Kendala merujuk pada faktor- faktor atau batasan – batasan yang membatasi untuk menghambat kemampuan seseorang atau organisasi
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1. Kesimpulan
3.2. Saran - saran
16