• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktik Profesi Lapangan (PPL)

N/A
N/A
Mutmut Ats

Academic year: 2025

Membagikan "Laporan Praktik Profesi Lapangan (PPL)"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

Penyusun : Nama : Muthoharoh NPM : 21010008

Prodi : Hukum Keluarga Islam Dosen Pendamping Lapangan :

MUHAMMAD FARID ZULKARNAIN, M.Sy NIDN 2121017903

SEKOLAH TINGGI ILMU SYARI’AH DARUSY SYAFA’AH LAMPUNG TENGAH

1446H/2025M

(2)

Laporan Praktik Profesi Lapangan (PPL) di Kantor Urusan Agama Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah yang disusun oleh :

Nama : Muthoharoh NPM : 21010008

Prodi : Hukum Keluarga Islam Telah periksa dan disahkan pada hari/tanggal :

Mengetahui

Kaprodi Hukum Keluarga Islam

Muhammad Sirojudin Sidiq, M.H.

NIDN 2105118702

Dosen Pendamping Lapangan

Muhammad Farid Zulkarnain,M.Sy.

NIDN 2121017903

2

(3)

dan karunia- Nya sehingga saya dapat melaksanakan kegiatan Praktik Profesi Lapangan (PPL) di Kantor Urusan Agama Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah sejak tanggal 25 November 2024 hingga tanggal 25 Januari 2025 dalam keadaan baik sehingga dapat menyelesaikan seluruh kegiatan PPL di Kantor Urusan Agama Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah dan dapat menyusun laporan kegiatan PPL dengan tepat pada waktunya. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Penuntun bagi seluruh umat. Semoga kita semua termasuk umat yang mendapat syafa’at di dunia dan di akhirat kelak Aamiin.

Dalam kesempatan ini saya mengucapkan beribu ucapan trimakasih kepada pihak- pihak yang telah banyak membantu dalam pelaksanaan dan penyusunan laporan kegiatan praktik profesi lapangan. Banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapat selama melaksanakan kegiatan PPL di Kantor Urusan Agama Kecamatan Punggur. Tentunya apa yang saya dapatkan selama PPL tersebut tidak terlepas dari bimbingan semua civitas, Oleh karena itu ucapan terima kasih saya haturkan kepada :

1. Bapak Dr. H. Andi Ali Akbar, M.Ag,. Selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Darusy Syafa’ah Lampung Tengah.

2. Bapak Muhammad Sirojudin Sidiq, M.H,. Selaku Kaprodi Hukum Keluarga islam Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Darusy Syafa’ah Lampung Tengah.

3. Bapak Muhammad Farid Zulkarnain, M.Sy,. Selaku Dosen Pendamping Lapangan Yang Telah Membimbing Kami Selama Pelaksanaan Praktik Profesi Lapangan (PPL).

4. Tim Panitia Pelaksanaan Praktik Pengalaman (PPL).

5. Bapak Zainal, S.Hi, M.H,. Selaku Kepala Kantor Urusan Agama (kua) Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah.

6. Bapak Juwahir,S.Ag, Selaku Penghulu Kantor Urusan Agama (kua) Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah sekaligus Pendamping Lapangan.

3

(4)

Laporan praktik profesi lapangan ini kami susun berdasarkan apa yang telah dijalankan selama melaksanakan Praktik Profesi Lapangan, serta sebagai bentuk pertanggung jawaban kami yang telah melaksanakan kuliah Praktik Profesi Lapangan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah, sejak tanggal 25 November 2024 hingga tanggal 17 Januari 2025.

Selanjutnya penulis menyadari bahwa Dalam Menyusun laporan ini tidak terlepas dari bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, kami menyadari masih banyak kekurangan baik dari segi penyusunan serta cara penulisan laporan ini, oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini sangat kami harapkan. Dan semoga laporan hasil Praktik Profesi Lapangan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan juga bermanfaat bagi penyusun khususnya.

Kotagajah, 11 Januari 2025 Penyusun

Muthoharoh NPM.21010008

4

(5)

HALAMAN JUDUL……... i

HALAMAN PENGESAHAN... ii

KATA PENGANTAR... iii

DAFTAR ISI... v

BAB IPENDAHULUAN... 1

BAB IIPELAKSANAAN PRAKTIK PROFESI LAPANGAN... 4

BAB IIIPEMBAHASAN... 19

BAB IVPENUTUP... 20

DAFTAR PUSTAKA... 22

KARTU PRESENTASI/KEGIATAN... 23

PRAKTIK PROFESI LAPANGAN (PPL)...23

Lampiran foto kegiatan PPL di kua kecamatan punggur...26

5

(6)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Paktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan intrakurikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa yang meliputi semua kegiatan teori dan praktik bagi mereka yang akan menyelesaikan studi di perguruan tinggi.1 Dengan adanya PPL ini mahasiswa akan mendapatkan pengalaman faktual yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan diri khususnya dibidang hukum keluarga, waqaf, dan waris. Teori mahasiswa yang didapatkan di perkuliahan harus di selaraskan dengan praktik langsung sesuai permasalahn di masarakat, karena teori yang di dapat belum tentu sama dengan realita yang terjadi di lapangan, sehingga pengalaman guna untuk menyelaraskan keduanya ini sangatlah dibutuhkan.

Kegiatan Praktik Profesi Lapangan (PPL) ini wajib diikuti setiap mahasiswa semester VIII program study Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Darusysyafa’ah Lampung Tengah, dengan tujuan agar mahasiswa dapat lebih mengerti serta memahami kinerja suatu lembaga, serta dapat mengetahui apasaja problem-problem yang ada di masyarakat khususnya dilembaga hukum keluarga, serta bagaimana cara menyelesaikannya.

Tahun ini merupakan angkatan ke-5 Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STISDA) mengadakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilakukan di KUA Kecamatan Punggur Lampung Tengah. KUA ini dipilih karena sebagai salah satu lembaga yang linier dan program study hukum keluarga. Secara administrasi, pelayanan dan program yang di jalankan di KUA merupakan teori yang di ajarkan di bangku kuliah.

Kegiatan ini dilakukan dengan harapan paska kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ini, membuat mahasiswa matang dan memiliki pengalaman dibidang hukum keluarga, profesional dan siap dalam menghadapi problematika yang ada

1 https://www.liputan6.com/hot/read/5271193/ppl-adalah-praktik-pengalaman-lapangan- ketahui-tujuan-dan-manfaatnya

(7)

di masyarakat, serta dapat mengatasi problem tersebut dengan bijaksana dan sesuai hukum syari’ah dan hukum keluarga.

B. Dasar Pelaksanaan Praktik Profesi Lapangan Dasar dari pelaksanaan PPL ini sebagai berikut:

1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

2. Peraturan Pemerintah No. 49 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

3. Peraturan Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Mendikristek) No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Pendidikan Profesi.

C. Pengertian Praktek Profesi Lapangan (PPL)

Paktik Profesi Lapangan (PPL) adalah kegiatan intrakurikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa yang meliputi semua kegiatan teori dan praktik bagi mereka yang akan menyelesaikan studi di perguruan tinggi. Dengan adanya PPL ini mahasiswa akan mendapatkan pengalaman faktual yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan diri khususnya dibidang hukum keluarga, waqaf, dan waris. Teori mahasiswa yang didapatkan di perkuliahan harus di selaraskan dengan praktik langsung sesuai permasalahn di masarakat, karena teori yang di dapat belum tentu sama dengan realita yang terjadi di lapangan, sehingga pengalaman guna untuk menyelaraskan keduanya ini sangatlah dibutuhkan.

D. Kedudukan

Kedudukan Praktik Profesi Lapangan (PPL) adalah sebagai berikut:

1. Sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan tinggi.

2. Sebagai syarat kelulusan atau sertifikasi profesi.

3. Sebagai pengalaman belajar terstruktur.

4. Sebagai mata kuliah wajib.

5. Sebagai bagian dari semester tertentu.

6. Sebagai kegiatan akademik yang dinilai.

E. Tujuan Praktek Profesi Lapangan

Tujuan yang ingin di capai dalam pelaksanaan PPL ini sebagai berikut 1. Sebagai sarana pengembangan kemampuan profesional.

(8)

2. Sebagai pengalaman kerja nyata sebelum memasuki dunia kerja.

3. Sebagai kesempatan membangun jaringan profesional.

4. Mengembangkan keterampilan dan kompetensi.

5. Mengembangkan kesadaran akan etika profesi.

F. Sasaran

Sasaran utama dari kegiatan ini yaitu memberikan pengetahuan dan pengalaman yang lebih luas kepada mahasiswa tentang hal-hal yang berhubungan dengan Hukum Keluarga serta apasaja problematika yang ada didalamnya, dalam hal ini bertujuan sebagai bahan pembanding antara teori yang didapatkan dibangku perkuliahan dengan dilapangan, serta membina hubungan kerjasama yang baik antar lembaga.

(9)

BAB II

PELAKSANAAN PRAKTIK PROFESI LAPANGAN A. Administrasi Kua Secara Umum

1. Profil KUA Kecamatan Punggur

Instansi Kantor Urusan Agama ( KUA ) Kecamatan Punggur berdiri sejak tahun 1955 dengan kepala KUA yang pertama bernama M. Ubaidillah Ibis , yang menjambat dengan periode dari tahun 1955 sampai tahun 1958.

Keberadaan Kantor Urusan Agama ( KUA ) pada saat ini sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan dan bimbingan kepada penduduk kolonis dibidang nikah , talak dan rujuk, pembinaan kehidupan beragama, wakaf serta manasik haji. Pada awal keberadaanya Kantor Urusan Agama ( KUA ) Kecamatan Punggur menempati gedung semi permanen yang sering berpindah datu tempat ke tempat yan lain . Pada perkembangan selanjutunya penataan wilayah yang dilakukan oleh Asisten Wedana ( Camat ) menempatkan gedung Kantor Urusan Agama ( KUA ) pada lokasi tanah wakaf pada tempat yang strategis di Jl . Metro Kota Gajah No. 16 Tanggul Angin Punggur , Lampung Tengah yang dibangun dengan cara swadaya dari P3NTCR . Wilayah Kecamatan Punggur terbagi ke dalam sembilan Kampung yaitu Kampung Mojopahit , Kampung Ngestirahayu , Kampung Astomulyo , Kampung Tanggulangin . Kampung Totokaton , Kampung Nunggalrejo , Kampung Badransari , Kampung Srisawahan , dan Kampung Sidomulyo.

Pada tahun 2024 Kantor urusan agama kecamatan punggur menjadi KUA REPITALISASI dimana tidak hanya urusan yang berkaitan dengan pernikahan yang dilayani melainkan urusan yang berkaitan dengan manasik haji, perwakafan tanah, serta membimbing masyarakat yang akan memeluk agama islam.

2. Visi, Misi Dan Tujuan Kantor Urusan Agama Kecamatan Punggur 1. Visi

Terwujudnya KUA Kecamatan Punggur sebagai kantor pelayanan

"PRIMA"

(10)

2. . Misi

a) Meningkatkan kualitas pelayanan nikah dan rujuk berbasis IPTEK Mewujudkan validitas data dan informasi dengan mudah , cepat dan akurat.

b) Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia KUA yang handal dan professional

c) Memberdayakan perah lama dan Penyuluh agama sebagai motivator dan fasilitator dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama

d) Mengoptimalkan bimbingan masyarakat dalam mewujudkan keluarga Sakinah Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pewakafan . zakat , infaq , dan shodaqoh.

3. Tujuan :

Kantor rusan Agama (KUA) Bertugas menyelenggarakan sebagaian tugas umum pemerintahan dan pembangunan di bidang agama.

4. Tupoksi

1. Pelaksanaan pelayanan, pengawasan, pencatatan, dan pelaporan nikah dan rujuk

2. Penyusunan statistik layanan dan bimbingan masyarakat Islam 3. Pengelolaan dokumentasi dan sistem informasi manajemen KUA

Kecamatan

4. Pelayanan bimbingan keluarga sakinah 5. Pelayanan bimbingan kemasjidan

6. Pelayanan bimbingan hisab rukyat dan pembinaan syari’ah 7. Pelayanan bimbingan dan penerangan agama Islam

8. Pelayanan bimbingan zakat dan wakaf; dan

9. Pelaksanaan ketatausahaan dan kerumahtanggaan KUA Kecamatan.

10. Pelayanan Bimbingan Manasik Haji 5. Struktur Organisasi

(11)

STRUKTUR KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN PUNGGUR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

NO NAMA NIP JABATAN

1. H. Zaenal, S.H.I., M.H 196706022005012002 Kepala KUA

2. Juwahir, S.Ag 196706022005011002 Penghulu

3. Indah Susilowati, S.Ag 1976041120050120009 PAIF 4. Humairoh, S.Pd.I 1972120719930320002 JFU 5. Siti Humaidah, S.Sos. I 1967060120050120006 JFU 6. Yunni Edi, S.H.I 197708102023211008 PPPK

1. Misbakhunuri - Penyuluh Agama Honorer

2. Nur Fajriyah, S.Ag - Penyuluh Agama Honorer

3. Zuhaidi, S.Pd.I - Penyuluh Agama Honorer

4. M. Yusuf Asrori, S.Pd.I - Penyuluh Agama Honorer

5. Ali Gufron, S.Pd - Penyuluh Agama Honorer

6. M. Nahrul Masyhuri - Penyuluh Agama Honorer

7. M.Abdul Syukur Sah - Honorer

8. Suyono - Honorer

9. Miftah Rizkyana Putri, S.Sos - Honorer

(12)

B. Administrasi Kua Secara Khusus 1. Tugas Pokok dan Fungsi KUA

Dalam menjalankan fungsi administrasi KUA senantiasa mengoptimalkan kualitas administrasi perkantoran dan berusaha untuk mencapai ketertiban dalam melaksanakan administrasi kepegawaian, nikah dan rujuk, (NR) keuangan, perwakafan, kegiatan ibadah sosial, kemasjidan, zakat serta administrasi (tata) persuratan. Penjabaran fungsi-fungsi administrasi tersebut meliputi:

a. Administrasi kepegawaian yang menangani bagian:

1) Menyusun file kepegawaian 2) Membuat DP3

3) Menyusun Jobs Description 4) Membuat daftar hadir

5) Merencanakan peningkatan kesejahteraan pegawai b. Administrasi nikah dan rujuk yang menangani bagian:

1) Mencatat kehendak nikah dan rujuk calon pengantin 2) Menyusun jadwal pelaksanaan nikah dan rujuk

3) Menghadiri, mengawasi dan mencatat peristiwa nikah dan rujuk.

4) Membuat dan memberikan kutipan akta nikah dan rujuk.

5) Membuat dan memberikan kutipan akta nikah segera 6) Membuat permohonan duplikat akta nikah.

c. Administrasi keuangan yang meliputi:

1) Menerima dan membukukan biaya pencatatan nikah dan rujuk.

2) Menerima dan membukukan serta mendayagunakan uang DIPA 3) Mengatur dan membukukan pendapatan dan belanja.

d. Administrasi perwaqafan yang meliputi:

1) Mendata jumlah lokasi dan luas tanah waqaf dalam bentuk pendataan AIW dan sertfikat.

2) Membuat permohonan akta ikrar waqaf dan pengesahan nadzir 3) Mengarsipkan AIW dan photo copy sertifikat waqaf.

(13)

e. Administrasi kegiatan ibadah sosial yang meliputi:

1) Mendata tempat ibadah dan kegiatannya 2) Mendata lembaga/pranata sosial keagamaan

3) Melakukankoordinasi lintas tokoh agama untuk meningkatkan kerukunan umat beragama.

f. Administrasi kemasjidan yang meliputi:

1) Mendata perkembangan jumlah langgar, mushola, dan masjid 2) Melaksanakan penataran managemen kemasjidan

3) Membuat permohonan rekomendasi permohonan bantuan pembangunan/renovasi masjid, langgar, dan mushola.

g. Administrasi zakat yang meliputi:

1) Menyebarkan surat himbauan gerakan infaq ramadhan 2) Mencatat penerimaan ZISMenyalurkan hasil ZIS 3) Melaporkan hasil penerimaan dan penyaluran ZIS h. Administrasi (tata) persuratan

1) Mencatat dan mengagendakan surat keluar dan masuk

2) Menyusun kearsipan yang baik (menyimpan dan mengaplikasikan).

2. Prosedur Pernikahan, Perceraian, dan Rujuk.

a. Prosedur Pencatan Nikah

Prosedur pencatatan nikah secara garis besar sebagaimana yang tercantum di buku pedoman pencatatan nikah haruslah melalui beberapa tahap. Tahap yang harus dilalui adalah sebagai berikut:

b. Pemberitahuan kehendak nikah

Langkah pertama bagi pihak yang ingin melangsungkan pernikahan adalah dengan memberitahukan nikah kepada Pegawai Pencatatan Nikah (PPN) atau Pembantu Pegawai Pencatatn Nikah (P3N), sehingga para pihak yang ingin melangsungkan pernikahan mendapatkan arahan yang benar.

Pemberitahuan kehendak nikah dapat dilakukan oleh pihak yang ingin melangsungkan pernikahan adalah dengan memberitahukan kehendak

(14)

nikah kepada Pegawai Pencatatan Nikah (PPN) atau Pembantu Pegawai Pencatatan Nikah (P3N), sehingga para pihak yang ingi melangsungkan pernikahan mendapatkan arahan yang benar.

Pemberitahuan kehendak nikah dapat dilakukan oleh pihak yang ingin melangsungkan pernikahan atau orang tua yang mewakili dengan membawa berkas yang diperlukan berikut ini:

1) Surat keterangan untuk nikah (model N1) a) Surat keterangan asal- usul (model N2) b) Surat persetujuan calon mempelai (model N3) c) Syarat keterangan tentang orang tua (model N4)

d) Surat izin orang tua bagi piahk yang belum cukup umur 21 (model N5)

e) Foto kopi akta kelahiran f) Foto kopi ijazah

g) Foto kopi KTP

h) Foto kopi Kartu Keluarga (KK)

i) Surat keterangan kematian suami/istri (bagi duda/janda mati ingin menikah) (model N6)

j) Pemberitahuan kehendak nikah (model N7) k) Surat izin atasan (bagi TNI/POLRI)

l) Akta cerai talak/ cerai gugat: bagi duda/ janda cerai yang ingin menikah kembali.

m)Surat izin dispensi menikah pengadilan agama: bagi pihak yang ingin menikah namun belum memnuhi batas waktu yang telah ditentukan undang-undang, pria 19 tahun dan wanita 19 tahun

n) Sebelum ketahapan selanjutnya akan diadakan terlebih dahulu pemeriksaan nikah guna mengantisipasi terhadap berkas yang kurang lengkap.

(15)

o) Sebelum ketahapan selanjutnya akan diadakan terlebih dahulu pemeriksaan wali guna mengantisipasi terhadap wali yang tidak sesuai.

c. Pelaksanan Kursus Calon Pengantin (SUSCATIN)

Kursus calon pengantin atau yang sering disebut dengan Konseling Pernikahan merupakan pelatihan berbasis pengetahuan dan keterampilan yang menyediakan informasi mengenai pernikahan yang dapat bermanfaat yang akan menikah.

Konseling pernikahan juga dikenal dengan nama program persiapan pernikahan, pendidikan pranikah, konselingedukatif pernikahan dan terapi pranikah. Konseling pranikah (premarital counseling) ialah upaya untuk membantu calon suami dan calon istri supaya mereka dapat berkembang dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya melalui cara- cara yang menghargai, toleransi, dan dengan komunikasi yang penuh pengertian, sehingga mencapai motivasi keluarga, perkembangan, kemandirian, dan kesejahteraan seluruh anggota keluarga.

Adapun tujuan dari Kursus Calon Pengantin atau konseling pranikah adalah sebagai baerikut:

a) Membantu pasangan calon pengantin untuk mengerti makna dari pernikahan

b) Membantu pasangan calon pengantin membantu kondisi kuat dan menyelaraskan tujuan dalam membentuk rumah tangga.

c) Membantu pasangan calon pengantin untuk mengerti peran serta fungsi masing- masingantara suami istri

d) Membantu calon pengantin untuk mempersiapkan dirinya menjelang pernikahan meliputi fisik, psikologi, dan spiritual.

Calon pengantin juga akan dibekali dengan Sertitikat yang berisi doa-doa pernikahan yang menandakan bahwa calon pasangan suami istri tersebut telah melaksanakan Kursus Calon Pengantin atau konselin

(16)

pranikah. Sekaligus pemeriksaan kembali berkas wali calon mempelai wanita.

d. Akad Nikah dan Pencatatan

Setelah dilakukannya SUSCATIN dan pengumuman kehendak nikah, maka aqad boleh dilangsungkan dan harus dibawa pengawasan PPN.

Kemudian pernikahan tersebut dicatat dalam lembar Model NB yang ditandatanganni oleh suami, istri, dua orang saksi, PPN, atau yang diberi kuasa untuk mewakilinya.

Setelah administrasi diatas selesai, barulah diterbitkan akta nikah, kemudian dibuat pula kutipan akta nikah yang diperuntukkan untuk kedua pasangan tersebut, sebagai bukti bahwa telah diakui sebagai suami istri yang sah secara hukum positifmIndonesia dan memiliki kekuatan hukum.2 e. Prosedur Perceraian

Dalam UU Nomor 22 Tahun 1946 tentang pencatatn nikah, talak, dan rujuk disebutkan dalam pasal pertama bahwa; “nikah yang dilakukan menurut agama Islam, selanjutnya disebut nikah, diawasi oleh Pegawai Pencatan Nikah yang diangkat oleh Menteri Agama atau pegawai yang ditunjuk olehnya. Talak dan rujuk yang dilakukan yang dilakukan menurut agama Islam, selanjutnya disebut Talak dan Rujuk diberitahukan kepada Pegawai Pencatatan Nikah”. Kemudian dalam ayat kedua pasal ke- satu menyebutkan “yang berhak melakukan pengawasan atas nikah dan menerima pemberitahuan tentang talak dan rujuk, hanya pegawai yang diangkat oleh Menteri Agama atau pegawai yang ditunjuk olehnya”. Dari sisni dapat disimpulkan bahwa wewenang tugas PPN yang kaitannya dengan Talak atau Cerai adalah sekedar menerima pemberitahuan yang kemudian mencatatkan peristiwa tersebut ke dalam buku yang telah ditetapkan.

Perceraian menurut perspektif hukum positif Indonesia hanya dianggap sah jika dilakukan di depan sidang pengadilan, sebagaimana

2 Buku pedoman Profil KUA Kecamatan Punggur

(17)

yang tertuang dalam pasal 39 Kompilasi Hukum Islam yang bunyinya

“perceraian hanya dapat dilakukan didepan sidang pengadilan setelah pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak dapat mendamaikan kedua belah pihak”.

Adapun prosedur pencatatan cerai talak adalah suami yang ingin bercerai mengajukan surat permohonan kepada Pengadilan Agama dan memenuhi persyaratan administrasi perkara: seperti membawa kutipan akta nikah, fotokopi surat permohonan tersebut dan menghadirkan kedua belah pihak ke muka persidangan kemudian berusaha mendamaikan (mediasi) dan ternyata tidak berhasil, maka pengadilan mengabulkan permohonan tersebut.

Setelah penetapan memiliki kekuatan hukum tetap maka izin pada suami untuk mengikrarkan talak dimuka sidang. Setelah ikrar talak diucapkan, maka hakim akan membuat penetapan yang isinya menerangkan bahwa pernikahan putus sejak ikrar talak diucapkan.

f. Prosedur Pencatatan Rujuk

Prosedur rujuk adalah sebagai berikut:

Kedua belah pihak yang bermaksud rujuk harus datang penghadap PPN yang mewilayahi tempat tinggal mantan istri yang akan rujuk, dengan membawa dan menyerahkan:

I. Surat keterangan untuk rujuk (model RI) yang ditandatangani oleh kepala desa/lurah

II. Akta cerai talak yang didapat dari pengadilan agama

Sebelum rujuk dilakukan sebagai biasa PPN akan mendapat pemaeriksaan kelayakan rujuk tersebut, pemeriksaan mmeliputi beberapa hal, diantaranya: apakah pria yang akan rujuk memenuhi persyaratan rujuk, apakah rujuk yang akan dilakukan masih dalam masa idah talak raj’i, apakah wanita yang akan rujuk benar merupakan mantan istri.

Setelah pemeriksaan selesai, maka PPN akan meminta si pria untuk mengucapkan ikrar rujuk kepada istrinya dengan disaksikan oleh saksi-

(18)

saksi, yang kemudian peristiwa tersebut dicatat dalam lembar daftar pemeriksaan rujuk (mode RB) rangkap dua, kemudian dibubuhi tanda tangan para pihak yang rujuk, PPN, dan para saksi.

Setelah model RB tersebut diperiksa dan diteliti, barulah PPN menerbitkan kutipan buku pencatatan rujuk yang dipertemukan bagi suami dan istri. Kemudian suami istri tersebut membawa kutipan buku pencatatan rujuk ke pengadilan agama guna mendapatkan kembali kutipan akta nikah masing- masing yang telah diberikan catatan seperlunya.

Sebagaimana layaknya pernikahan yang membutuhkan formulir untuk mencatatnya, begitu pula dalam pencatatan rujuk juga memiliki formulir khusus untuk diisi. Dalam keputusan metri agama nomor 289 tahun 2003 tentang pencatatan nikah disebutkan ada tujuh formulir rujuk yang kemudian secara garis besar dapat dikategorikan menjadi tiga jenis formulir:

i. Formulir pokok yang merupakan tanggung jawab PPN untuk mengisinya yang terdiri dari:

 Buku pencatatan nikah (model R)

 Kutipan buku pencatatan rujuk (model RA)

 Daftar pemeriksaan rujuk (model RB)

ii. Formulir pelengkap yaitu formulir yang harus disiapkan sebelum pelaksanaan rujuk, yang berupa keterangan dari kepala desa/lurah yang mewilayahi tempat tinggal masing- masing pihak (model RI) iii. Formulir Mutasi formulir pemberitahuan perubahan status ke

pengadilan agama dan PPN yang sebelumnya telah mencatat nikah dan talaknya (model RC dan model RD)

(19)

3. Administrasi dan majamemen zakat infak dan wakaf a. Zakat

Zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim (muzaki) sesuai ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya (mustahik). Agar ZIS dapat disalurkan tepat sasaran sesuai yang telah ditentukan oleh agama, maka KUA Kecamatan Pumggur sebagai lembaga pelayanna Agama menerapkan manajemen ZIS sesuai peraturan pemerintah yang tentang dalam UU No. 38 Tahun 1999 tentang pengelolaan zakat. Adapun kegiatan manajemen yang ada di KUA Kecamatan Punggur antara lain;

a. Mengusulkan pembentukan organisasi Badan Amil Zakat (BAZ) dan unit pengelola Zakat (UPZ) ditingkat kecamatan kepada camat.

b. Melakukan pendataan Zakat, Infaq, dan shodaqoh c. Melakukan pendataan mustahiq

d. Mengadakan sosialisasi mengenai UU No. 38 Tahun 1999 tentang pengelolaan Zakat

e. Melaksanakan intruksi Kanwil tentang Infaq Ramadhan

f. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas badan amil zakat g. Membuat laporan tahunan terkait dana ZIS

b. Manajemen Wakaf

Pengertian wakaf adalah menahan harta yang bisa diambil manfaatnya dengan tetap kekalnya zat harta itu sendiri dan menthasarufkan kemanfaatannya dijalan kebaikan dengan tujuan ibadah atau mendekatkan diri kepada Allah Swt, Sesuai UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, terdapat enam syarat wakaf yang harus dipenuhi agar wakaf bisa dilaksanakan, yaitu:

a. Wakil atau orang yang mewakilkan harta

b. Nadzhir atau orang yang akan bertanggung jawab mengelola harta wakaf tersebut

(20)

c. Harta benda Wakaf atau harta ynag diwakafkan

d. Ikrar Wakaf untuk kehendak mewakafkan sebagian harta bendanya demi kepentingan orang banyak

e. Peruntukan harta benda wakaf f. Jangka waktu wakaf

Adapun tahapan pengurusan wakaf di Kantor urusan Agama (KUA) Kecamatan Punggur adalah:

a. Pihak yang bersangkutan (Wakif, Nadzir, dan saksi dating ke Kantor Urusan Agama (KUA)

b. Melengkapi dokumen- dokumen persyaratan yang diperlukan, yaitu:

1) Foto kopi KTP Wakif, Nadzir, dan Saksi

2) Syrat keterangan kepala kampung mengenai tanah wakaf (jika harta yang diwakafkan berupa tanah)

3) Akan benda wakaf (sertifikat tanah atau yang lainnya) 4) Mengisi formulir permohonan pembuatan Akta Ikrar wakaf

5) Setelah semua persyaratan wakaf sudah lengkap dan telah diperiksa dan memenuhi syarat wakaf, selanjutnya pembacaan ikrar wakaf dihadapan Pejabat pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW)

6) Akta ikrar Wakaf diterbitkan oleh kepada KUA selaku PPAIW.

Disebut Akta Ikrar Wakaf apabila untuk wakaf batu/ wakifnya masih ada, sedangkan untuk yang mewakifkan yang telah meninggal, maka disebut Akta Ikrar Pengganti Ikrar wakaf

7) Selanjutnya nadzir atau orang yang bertanggung jawab untuk mengelola wakaf pendaftaran harta wakaf ke kantor Badan Pertahanna Nasional (BPN) setempat untuk mendapatkan sertifikat Tanah Wakaf sesuai persyaratan yang ada.

4. Penyuluhan Hukum Keluarga

Keluarga adalah unsur terkecil sekaligus tiang utama dalam masyarakat.

Keluarga merupakan sekumpulan individu yang terikat satu sama lain. Ikatan tersebut dinamakan pernikahan. Pernikahan adalah suatu cara yang ditempuh

(21)

untuk menciptakan sebuah keluarga. Maka, Islam memberikan perhatian besar pada masalah pernikahan, sebagaimana sabda Rasulullah, yaitu:

“Jika seseorang menikah, dia telah menyempurnakan separuh agamanya.

Karenanya bertaqwalah kepada Allah Swt pada separuh yang lain” (HR. Al- Baihaqi).

Oleh seabab itu, kehidupan berkeluarga adalah harapan dan niat yang wajar dan sehat bagi setiap pasangan muda- mudi dalam fase pertumbuhannya. Namun memelihara dan membina keluarga hingga mencapai taraf kebahagiaan dan kesejahteraan atau yang disebut keluarga sakinah adalah bukan hal yang mudah. Oleh sebab itu, sebagai pasangan yang akan melangsungkan pernikahaan keduanya harus mempersiapkan dengan baik, mempunyai komitmen yang kuat dalam pernikahan.

Sebagai upaya memberikan penerangan kepada pasangan calon suami istri khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya agar dapat berkembang dan mampu memecahkan masalah dengan cara yang bijak dan sesuai syari’at dan hukum yang berlaku, KUA Kecamatan Punggur mempunyai program penyuluhan keluarga sakinah. Adapun program yang ada di KUA Kecamatan Punggur antara lain:

a. Pembentukan kelompok keluarga pra Sakinah, Sakinah I, Sakinah II, Sakinah III, dan Sakinah II Plus.

b. Penyuluhan terhadap kelompok keluarga Pra Sakinah, Sakinah I, Sakinah II, Sakinah II, dan Sakinah III Plus.

c. Mengadakan program SUSCATIN untuk calon pasangan pengantin setiap hari Kamis.

d. Mengikutsertakan lomba kelarga sakinah tingkat kabupaten.

Program- program KUA Kecamatan Punggur di atas merupakan tugas dan fungsi Badan Penasehatan, Pembinaan dan pelestarian Perkawinan (BP4).

Selain itu dalam mewujudkan penyuluhan keluarga sakinah, BP4 dibantu Penyuluh Agama Islam Kecamatan Punggur. Kegiatan penyuluhan keluarga

(22)

Islam tidak hanya dilakukan intra kantor KUA, tetap juga ditingkat kampung binaan penyuluh Agama Islam masing- masing.

Termasuk materi penyuluhan yang disampaikan kepada calon pasangan pengantin dan keluarga dalam program penyuluhan ini adala:

1) Mengenai pelaksanaan ijab qobul (syarat dan rukun) 2) Hak dan kewajuban suami dan isteri

3) Hal- hal yang dilarang untuk dilakukan dalam kehidupan berkeluarga 4) Cara memelihara dan membina keluarga

5) Cara mendidik anak dengan sesuai syari’at.3 5. Pelaksanaan Observasi

Dalam melaksanakan kegiatan PPL di KUA Kecamatan Punggur kami di bimbing oleh Bapak H. Juwahir beliau selaku Pendamping Lapangan (PL) mahasiswi PPL di KUA Punggur, untuk setiap mahasiswa PPL diwajibkan untuk mengetahui bahkan menghafal apasaja persyaratan saat pendaftaran menikah, serta setiap mahasiswa setidaknya mengetahui apa itu KUA serta apasaja visi dan misi di dalamnya.

Tujuan dari Observasi ini agar mahasiswa dapat membandingkan antara teori yang didapat saat kuliah dengan hasil observasi yang di dapat ketika terjun langsung di lapangan. Adapun hasil observasi yang di dapat saat PPL diantaranya yaitu :

a. Mengenai ikrar masuk islam

Saat di bangku perkuliahan bahkan dibangku pesantren yang kita tahu setiap orang yang mengucapkan 2 kalimat syahadat yang kita fikirkan dia sudah masuk islam, akan tetapi kami menyaksikan 1 kali saat kami melaksanakan PPL di KUA kecamatan Punggur kami mengetahui bahwa KUA tidak hanya menerima orang yang akan masuk islam kemudian berikrar lalu kemudian sudah tidak di bimbing, akan tetapi para penyuluh dan seluruh jajaran staf KUA kecamatan Punggur juga

3 Buku pedoman Standar Administrasi dan Bukti Fisik Akuntabilitas Kinerja Penyuluh Agama Kecamatan Punggur

(23)

memikirkan akan diadakan bimbingan selanjutnya agar orang yang baru masuk islam tidak hanya masuk-masuk saja melainkan mengetahui islam itu seperti apa.

b. Tugas dan Fungsi KUA

Saat kami belajar di bangku kuliah hal ini sangat berbeda saat kami terjun langsung di lapangan, kami mulai merasakan hal itu saat kami melaksanakan PPL di KUA punggur kami kira KUA hanyalah tempat untuk mendaftar serta melaksanakan pernikahan ternyata tidak hanya itu, banyak sekali tugas dan fungsi KUA yang belum kita ketahui yaitu:

1) Pelayanan bimbingan kemasjidan

2) Pelayanan bimbingan hisab ru’yah dan pembinaan syari’at 3) Pelaksanaan bimbingan zakat dan wakaf

4) Layanan bimbingan manasik haji bagi jamaah haji reguler 5) Layanan bimbingan Ikrar masuk islam.

(24)

BAB III PEMBAHASAN

Kursus calon pengantin atau yang sering disebut dengan Konseling Pernikahan merupakan pelatihan berbasis pengetahuan dan keterampilan yang menyediakan informasi mengenai pernikahan yang dapat bermanfaat yang akan menikah.

Konseling pernikahan juga dikenal dengan nama program persiapan pernikahan, pendidikan pranikah, konselingedukatif pernikahan dan terapi pranikah. Konseling pranikah (premarital counseling) ialah upaya untuk membantu calon suami dan calon istri supaya mereka dapat berkembang dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya melalui cara- cara yang menghargai, toleransi, dan dengan komunikasi yang penuh pengertian, sehingga mencapai motivasi keluarga, perkembangan, kemandirian, dan kesejahteraan seluruh anggota keluarga.

Namun berdasarkan Mba Miftah Rizkyana Putri, S.Sos yang melihat kejadian seringa kali calon pengantin yang tidak mengikuti bimbingan khusus calon pengantin dan tetap mendapatkan buku nikah, akhirnya membuat sebagian calon pengantin lain menyepelekan menghadiri bimbingan khusus calon pengantin padahal bimbingan tersebut sangat bermanfaat untuk pernikahan yang akan dialami oleh calon pengantin mendatang dari segi indifidu maupun pasangan juga baik segi keagamaan, social, dan kesehatan.

Oleh karna itu pihak KUA saat ini memperketat dan membatasi bagi orang yang tidak mengikuti bimbingan khusus calon pengantin akta buku nikahnya akan ditahan sampai pengantin mengikuti bimbingan tersebut. Untuk itu ada permasalahan bagaimana untuk pasangannya yang sedang jauh dan tidak isa mengikuti bimbingan tersebut?.

Kemudian pihak KUApun meringankan dengan bimbingan khusus calon pengantin melalui media zoom meet dengan pasangan yang akan menikah.

(25)

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan suatu unit terkecil dari birokrasi Kementrian Agama RI yang berada ditingkat kecamatan. Sebagai ujung tombak Kementrian Agama RI, KUA mengemban tugas dan fungsi untuk melaksanakan sebagai tugas Kantor Kementrian Agama kotamadya/kabupaten dibidang urusan Agama Islam dan membantu pembangunan pemerintah umum dibidang keagamaan pada tingkat kecamatan, yang memiliki fungsi sebagai administratif, fungsi pelayanan, fungsi pembinaan dan fungsi penerangan serta penyuluhan. KUA pun berperan sebagai pelaksanaan koordinator pelaksanaan kegiatan pengawas madrasah dan pengawas agama islam (Mapenda) serta kegiatan Penyuluh Agama Islam.

Praktik pengalaman lapangan yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Syari;ah Darusy Syafa’ah merupakan suatu kegiatan akademik yang sangat disayangkan jika dilalui begitu saja tidak mengambil pelajaran apapun dari kegiatan tersebut. Sebagai suatu instansi pemerintah yang berada dibawah naungan Kemenag Kabupaten/Kota, KUA sama halnya dengan instansi pemerintahan yang lain, yang membedakan hanyalah wewenang dan fungsinya saja.

Dalam melaksanakan tugasnya, KUA sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberi pelayanan prima kepada masyarakat, dengan berusaha mempermudah urusan-urusan mereka dengan tanpa mengesampingkan prosedur yang sudah tentu menjadi kewajiban petugas KUA yang melaksanakan.

Perjalanan instansi KUA ini tidak selamanya mulus, terkadang bisa dikatakan sering terdapat hambatan dalam melaksanakan fungsinya sebagai perpanjangan tangan Kemenag Kabupaten, kendala ini dapat bersumber dari

(26)

masyarakat yang kurang memhami peran KUA sehingga terjadi salah komunikasi antara mereka.

B. SARAN

Melalui laporan praktik ini saya menyampaikan beberapa masukan san saran diantaranya sebagai berikut:

1. Untuk mengedepankan sikap transparan kepada masyarakat

2. Selalu membantu mahasiswa yang berpraktik dalam menggali ilmu dan pengalaman di KUA.

Untuk Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Darusy Syafa’ah Lampung Tengah:

Senantiasa menjaga hubungan baik dengan instansi KUA dan instansi lainnya sehingga terjadi simbiosis mutualisme yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi perkembangan kampus.

Kepada mahasiswa yang akan berpraktik

1. Untuk senantiasa mengedepankan adab sebagai seorang penuntut ilmu 2. Untuk selalu aktif dalam mencari dan menggali informasi sebanyak-

banyaknya

3. Aktif dalam menanyakan hal- hal yang terkait dengan kegiatan praktikum seperti juknis laporan, dll.

(27)

DAFTAR PUSTAKA Buku pedoman Profil KUA Kecamatan Punggur.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 Tentang Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk, Pasal 1.

Undang- undang Nomor 27 Tahun 1946 Tentang Pencatatan Nikah, Talak dan Rujuk, Pasal 2.

Dokumen laporan Akhir Tahun KUA Kecamatan Punggur.

Buku pedoman Standar Administrasi dan Bukti Fisik Akuntabilitas Kinerja Penyuluh Agama Kecamatan Punggur.

https://www.liputan6.com/hot/read/5271193/ppl-adalah-praktik-pengalaman- lapangan-ketahui-tujuan-dan-manfaatnya.

(28)

KARTU PRESENTASI/KEGIATAN PRAKTIK PROFESI LAPANGAN (PPL) NAMA : Muthoharoh

NPM : 21010008

PRODI : Hukum Keluarga Islam

NO HARI TANGGAL URAIAN KEGIATAN CATATAN

PARAF PETUGAS 1

Senin, 25 november 2024

Penyerahan mahasiswa PPL ke lembaga kantor urusan agama dan perkenalan dengan petugas KUA

2 Selasa, 26 november 2024 Merapikan arsip dari tahun 1998-2000.

3 Rabu, 27 november 2024 Cuti pemiluhan umum.

4 Kamis,28 november 2024 Mengajari ibu-ibu mengaji al-quran dan iqro’

dikampung dakwah srisawahan dan perkenalan.

5 Jumat,29 November 2024 Membantu merekap laporan evaluasi bulanan.

6 Senin,2 Desember 2024 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi.

7 Selasa,3 Desember 2024 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi.

8 Rabu, 4 Desember 2024 mendokumentasikan acara pernikahan dikantor urusan agama. Dan mengikuti bimbingan suscatin 9 Kamis, 5 Desember 2024 Mengajari ibu-ibu mengaji alquran dan iqro’

dikampung dakwah srisawahan.

10 Jumat, 6 Desember 2024 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi.

11 Senin, 9 Desesmber 2024 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi nikah.

12 Selasa,10 Desember 2024 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi nikah.

(29)

13 Rabu,11 Desember 2024 Melengkapi buku register tahun 2006-2010.

14 Kamis,12 Desember 2024 Mengajari ibu-ibu mengaji alquran dan iqro’

dikampung dakwah Srisawahan.

15 Jumat, 13 Desember 2024 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi nikah.

16 Senin, 16 Desember 2024 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi nikah.

17 Selasa,17 Desember 2024 Melengkapi buku register tahun 2011-2015.

18 Rabu, 18 Desember 2024 Mengikuti bimbingan suscatin

19 Kamis,19 Desember 2024 Mengajar ibu-ibu baca iqro' dikampung dakwah Srisawahan.

20 Jumat,20 Desember 2024 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi nikah.

21 Senin,23 Desember 2024 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi nikah.

22 Selasa,24 Desember 2024 Mengisi buku register tahun 2021-2023.

23 Rabu,25 Desember 2024 Libur natal 2024.

24 Kamis,26 Desember 2024 Cuti natal 2024.

25 Jumat, 27 Desember 2024 Mengisi buku register bulan oktober – desember 2023.

26 Senin,30 Desember 2024 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi nikah.

27 Selasa,31 Desember 2024 Rapat koordinasi tahunan balai nikah dan manasik haji kantor urusan agama kecamatan punggur.

28 Rabu, 1 Januari 2025 Libur tahun baru 29 Kamis, 2 Januari 2025 Cuti tahun baru.

30 Jumat, 3 Januari 2025 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi nikah.

(30)

31 Senin, 6 Januari 2025 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi dan membuat surat undangan wali.

32 Selasa, 7 Januari 2025 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi dan membuat surat undangan wali.

33 Rabu,8 Januari 2025 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi dan membuat surat undangan wali.

34 Kamis, 9 Januari 2025 Melengkapi buku register tahunan 2024 35 Jumat,10 Januari 2025 Melengkapi buku register tahunan 2024

36 Senin, 13 Januari 2025 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi dan membuat surat undangan wali.

37 Selasa, 14 Januari 2025 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi dan membuat surat undangan wali.

38 Rabu,15 Januari 2025 Mengikuti bimbingan suscatin

39 Kamis, 16 Januari 2025 Mengajar ibu2 baca iqro' dikampung dakwah srisawahan.

40 Jumat, 17 Januari 2025 Mengisi data catin dan membuat surat rekomendasi dan membuat surat undangan wali.

Senin, 21 januari 2025 Penarikan Mahasiswa PPL di KUA kecamatan punggur.

(31)

Lampiran foto kegiatan PPL di kua kecamatan punggur Pelepasan mahasiswa PPL angkatan ke V sekolah tinggi ilmu syari’ah darusy syafa’ah lampung tengah.

Monitoring PPL angkatan ke V sekolah tinggi ilmu syari’ah darusy syafa’ah lampung tengah.

(32)

Penjemputan mahasiswa PPL di kantor urusan agama kecamatan Punggur

(33)

Menjaga resepsionis dan mengisi daftar nikah, membuat surat rekomendasi, dan membuat surat undangan wali.

(34)

Mengajar ibu-ibu mengaji AL-QURAN dan IQRO’ dikampung dakwah Srisawahan kecamatan punggur.

(35)

Mengikuti bimbingan khusus calon pengantin

(36)

Menghadiri rutinan bulanan pengajian ibu-ibu muslimat NU di kampong srisawahan

(37)

Menghadiri rutinan bulanan pengajian ibu-ibu muslimat NU di kampong sidomulyo

Mendokumentasikan pernikahan yang berlangsung di KUA

(38)

Merapikan berkas arsip dan mengisi buku register

(39)
(40)

Mengikuti rapat koordinasi tahunan kantor urusan agama

Referensi

Dokumen terkait

Selama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) berlangsung, terdapat banyak pengalaman yang diperoleh baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Mahasiswa PPL memperoleh

Salah satu contoh mata kuliah lapangan yang wajib ditempuh oleh mahasiswa jurusan kependidikan yaitu PPL (Praktik Pengalaman Lapangan). PPL atau Praktik Pengalaman Lapangan

Pelaksanaan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan dilakukan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa pendidikan. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa program S1 kependidikan. Program PPL bertujuan untuk memberikan

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilaksanakan di SMP Negeri 6 Yogyakarta juga memberikan manfaat serta pengalaman bagi mahasiswa PPL, baik yang

Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama dengan mitra sekolah/ lembaga adalah suatu model praktik dalam

Pelaksanaan praktik mengajar di kelas merupakan kegiatan inti dari pelaksanaan praktik pengalaman lapangan (PPL). Selama praktik mengajar di kelas, praktikan

Zuhdan kun Prasetyo, M.Ed selaku Dosen Pembimbing Lapangan Praktik Pengalaman Lapangan (DPL PPL) yang telah memberikan waktu dan tenaga untuk membimbing