LAPORAN
PRAKTIKUM PENJERNIHAN AIR Untuk memenuhi tugas mata kuliah sains terapan
Dosen pengampu : Faudina Permatasari, M.Pd.
Penulis :
Sabilla Rohmah (22184206008)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA FAKULTAS SOSIAL DAN HUMANIORA UNIVERSITAS BHINNEKA PGRI TULUNGAGUNG
2025/2026
A. LANDASAN TEORI
Penjernihan air merupakan proses untuk menghilangkan kotoran, zat pencemar, dan mikroorganisme dari air sehingga air menjadi bersih dan layak digunakan. Proses ini sangat penting terutama di daerah yang sulit memperoleh air bersih. Secara umum, penjernihan air dapat dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penyaringan, pengendapan, dan desinfeksi. Bahan-bahan alami seperti arang aktif, pasir, dan kerikil sering digunakan dalam proses penyaringan karena mampu menyaring partikel-partikel halus dan zat organik. Selain itu, bahan seperti tawas dapat digunakan sebagai koagulan untuk mempercepat pengendapan kotoran.
Penjernihan air juga dapat dijadikan sebagai media pembelajaran IPA karena mengandung konsep sains seperti campuran, perubahan fisika, dan penerapan teknologi sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Praktikum ini bertujuan untuk mengenalkan peserta didik pada pentingnya menjaga kebersihan air serta cara sederhana untuk menjernihkannya menggunakan bahan-bahan yang mudah lingkungan sekitar.
B. ALAT DAN BAHAN Alat :
- Galon 12,8 L - Pipa
- Kran
- Pisau/gunting Bahan : - Kapas - Batu kerikil - Pasir halus - Sabut kelapa - Arang
- Batu zeolite C. LANGKAH PERCOBAAN
1. Potong gallon secara vertikal dan lubangi bagian bawah untuk memasang pipa atau kran.
2. Pasang pipa atau kran di bagian bawah botol sebagai saluran air keluar, pastikan tidak bocor.
3. Susun bahan penyaring dari bawah ke atas sebagai berikut:
• Paling bawah: Kapas
• Di atas kapas: Batu zeolit (10 cm)
• Selanjutnya: Arang (15 cm)
• Lalu: Sabut kelapa (10 cm)
• Di atasnya: Pasir halus (10 cm)
• Paling atas: Kerikil (10 cm)
4. Siapkan air keruh (air yang dicampur tanah atau bahan organik).
5. Tuangkan air keruh ke bagian atas alat penyaring.
6. Biarkan air mengalir melalui setiap lapisan penyaring secara gravitasi.
7. Tampung air bersih yang keluar dari pipa pada wadah bening.
8. Amati dan catat perubahan warna, bau, dan kejernihan air.
D. HASIL PENGAMATAN
Parameter Sebelum disaring Setelah disaring Warna Keruh kecoklatan Jernih/trasparan
Bau Sedikit berbau
tanah/amis
Hamper tidak berbau Kejernihan Tidak tembus cahaya Tembus cahaya E. PEMBAHASAN
Pada praktikum ini, dilakukan penyaringan air keruh menggunakan alat sederhana yang terdiri dari beberapa lapisan bahan alami, yaitu kapas, batu zeolit, arang, sabut kelapa, pasir halus, dan kerikil. Setiap bahan memiliki fungsi spesifik dalam proses penjernihan air, dan disusun secara berlapis untuk memaksimalkan efektivitas penyaringan. Lapisan paling bawah adalah kapas, yang berfungsi sebagai filter halus terakhir. Kapas mampu menangkap partikel mikroskopis yang masih terbawa dari lapisan-lapisan sebelumnya. Di atas kapas terdapat batu zeolit, yaitu batuan berpori yang memiliki kemampuan untuk menyerap ion logam berat dan senyawa kimia berbahaya. Zeolit juga membantu mengurangi kadar amonia dalam air. Selanjutnya adalah lapisan arang, yang merupakan penyerap aktif. Arang dapat menghilangkan bau, rasa tidak sedap, serta warna yang tidak diinginkan dari air. Selain itu, arang juga efektif dalam mengikat senyawa organik dan beberapa mikroorganisme.
Lapisan sabut kelapa yang diletakkan di atas arang berperan sebagai penyaring biologis. Sabut kelapa mengandung lignin dan selulosa yang bisa menghambat pertumbuhan bakteri serta menyaring partikel kasar. Selain itu, sabut kelapa memiliki rongga serat yang membantu dalam menjebak kotoran. Pasir halus kemudian digunakan sebagai penyaring partikel-partikel kecil seperti lumpur dan debu. Pasir merupakan media filter yang umum digunakan dalam sistem penyaringan karena memiliki struktur padat dan pori-pori kecil yang mampu menahan partikel halus. Lapisan paling atas adalah kerikil, yang berfungsi untuk menyaring kotoran berukuran besar seperti daun kecil atau serpihan tanah. Selain itu, kerikil juga berfungsi sebagai pelindung agar lapisan pasir tidak langsung terganggu saat air dituangkan. air keruh yang melewati seluruh lapisan ini
mengalami proses penyaringan bertahap, mulai dari penyaringan fisik (partikel besar dan kecil), penyaringan kimia (penyerapan senyawa berbahaya oleh arang dan zeolit), hingga sedikit penyaringan biologis (melalui sabut kelapa). Setelah proses ini, air yang keluar dari alat penyaring menjadi lebih jernih, tidak berbau, dan tampak lebih bersih.
Namun, meskipun air terlihat jernih, belum tentu bebas dari mikroorganisme patogen. Oleh karena itu, air hasil penyaringan ini belum layak langsung diminum tanpa proses lanjutan seperti perebusan atau penambahan desinfektan.
F. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa alat penjernih air sederhana yang terdiri dari lapisan kerikil, pasir halus, sabut kelapa, arang, batu zeolit, dan kapas dapat secara efektif menyaring air keruh menjadi lebih jernih. Setiap bahan penyaring memiliki fungsi tertentu yang saling melengkapi, mulai dari menyaring kotoran kasar hingga menyerap zat kimia dan bau. Meskipun air hasil penyaringan terlihat bersih dan tidak berbau, air tersebut belum sepenuhnya steril dan masih memerlukan proses tambahan seperti perebusan agar aman untuk dikonsumsi.
Praktikum ini menunjukkan bahwa penjernihan air dapat dilakukan secara sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar.
G. DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Z., & Sulastri, E. (2018). Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII.
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Haryono, A. (2020). Pengolahan Air Secara Sederhana. Yogyakarta: Deepublish.
Widodo, S. A., & Nuraini, L. (2016). Penjernihan Air Menggunakan Bahan Alami. Jurnal Pendidikan Sains, 4(1), 45–52.
Sulastri, N. (2019). Teknologi Tepat Guna: Penjernih Air Sederhana.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Rahmawati, D. (2017). "Efektivitas Arang Aktif dan Zeolit dalam Menjernihkan Air", Jurnal Sains Lingkungan, 9(2), 89–95.
Nugroho, S. B. (2015). Sains Terapan untuk Sekolah Menengah Pertama.
Bandung: Grafindo Media Pratama.
LAMPIRAN
i. Alat dan bahan
Kapas Batu kali Pasir halus
Batu zeolit Arang Air kali/sungai
Galon air Sabut kelapa
ii. Proses pembuatan
Susun kapas dan batu zeolite 10cm
Susun arang 15cm Susun sabut kelapa 10cm
Susun pasir halus 10cm Susun batu kerikil 10cm
iii. Proses penyaringan
Penyaringan pertama Hasil penyaringan pertama
Prosess penyaringan kedua
Hasil penyaringan kedua