• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM SURVEI TERESTRIS III

N/A
N/A
sekar nur

Academic year: 2024

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM SURVEI TERESTRIS III "

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM SURVEI TERESTRIS III

Minggu ke-8

Topik: Plotting Titik Detail dan Interpolasi Garis Kontur

Disusun oleh : Sekar Nur Amalia 19/446566/TK/49671

Kelas B

PROGRAM STUDI SARJANA TEKNIK GEODESI DEPARTEMEN TEKNIK GEODESI

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA 2020

(2)

A. Mata Acara Praktikum

Plotting Titik Detail dan Interpolasi Garis Kontur menggunakan aplikasi AutoCad Civil 3D B. Tujuan Praktikum

Tujuan dari Praktikum Survey Terestis minggu ke-8 adalah mahasiswa mampu mengolah data hasil pengukuran dan memplotting titik detail serta interpolasi garis kontur menggunakan aplikasi AutoCad Civil 3D

C. Waktu dan Tempat

Hari, Tanggal : Selasa, 17 November 2020 Waktu : 09.00 – 11.30 WIB

Tempat : Via Online (Zoom Meeting) D. Landasan Teori

Menurut Basuki dalam buku Ilmu Ukur Tanah (2006), detil adalah segala obyek yang ada di lapangan, baik yang bersifat alamiah seperti sungai, lembah, bukit, alur, dan rawa maupun hasil budaya manusia seperti jalan, jembatan, gedun g, lapangan, stasiun, selokan, dan atas batas pemilikan tanah yang akan dijadikan isi dari peta yang akan dijadikan isi dari peta yang dibuat.

Pemilihan detil, distribusi dan teknik pengukurannya dalam pemetaan sangat tergantung dari skala dan tujuan peta itu dibuat. Misal untuk peta kadaster atau pendaftaran hak atas tanah, yang diperlukan adalah unsur batas-batas pemilikan tanah, sedang beda tinggi atau topografinya tidak diperlukan. Sedang untuk peta teknik, yang diperlukan adalah unsur unsur topografi, detil alamiah serta hasil budaya manusia yang konkrit di lapangan.

Penentuan posisi dari titik - titk detil diikatkan pada titik-titik kerangka pemetaan yang terdekat yang telah diukur sebelumnya, atau mungkin juga ditentukan garis ukur, yang merupakan sisi – sisi dari kerangka peta ataupun garis yang dibuat khusus untuk itu. Ada beberapa metode yang digunakan dan salah satunya metodenya adalah metode polar atau koordinat kutub.

Ploting detil disesuaikan dengan cara perhitungan posisi detil tersebut. Apabila posisi detil ditentukan secara umum (X,Y,Z) maka posisi planimetrisnya ditentukan dengan mengeplot koordinat (X,Y,Z).

Garis kontur adalah garis khayal dilapangan yang menghubungkan titik dengan ketinggian yang sama atau garis kontur adalah garis kontinyu diatas peta yang memperlihatkan titik-titik diatas peta dengan ketinggian yang sama. Garis kontur mempunya beberapa sifat antara lain :

1. Tidak berpotongan 2. Tidak bercabang 3. Tidak bersilangan

4. Semakin jarang menunjukkan daerah semakin datar 5. Semakin rapat menunjukkan daerah semakin curam 6. Tidak berhenti di dalam peta

Disini ada istilah interval kontur, yaitu selisih tinggi antara dua garis k ontur yang berurutan.

Besar interval kontur biasanya tergantung dari kebutuhan atau tujuan peta tersebut dibuat, namun pada umumnya adalah (1/2000)x skala.

(3)

Penarikan garis kontur diperoleh dengan cara perhitungan interpolasi, pada pengukuran garis kontur cara langsung, garis-garis kontur merupakan garis penghubung titik-titik yang diamati dengan ketinggian yang sama, sedangkan pada pengukuran garis kontur cara tidak langsung umumnya titik-titik detail itu pada titik sembarang tidak sama.

E. Langkah Kerja

1. Siapkan dan susun data koordinat dengan format penulisan No.titik,Y,X,Z,Jenis titik pada Microsoft Excel.

2. Install Aplikasi AutoCad Civil 3d pada perangkat PC anda

3. Buka aplikasi Autocad Civil 3D dan ganti tampilan/workspace menjadi civil 3D dengan memilih option Civil 3D pada Workspace Switching.

4. Memasukkan koordinat data dengan pilih “Map

Import” pada Insert atau dengan menuliskan “Mapimport” pada command kemudian pilih data koordinat dari Ms Excel yang sudah disusun pada tahap (a) lalu tekan OK.

(4)

5. Pada pengisian formatting isikan “Select Formatting” dengan “PNEZD (comma delimited)” lalu pilih meters dengan “Z-Unit” dan enter code dengan “XY-M”

6. Hasil dari plottingan koordinat akan menjadi seperti gambar dibawah ini

(5)

7. Tambahkan layer pada peta sebelum memulai digitasi dengan memilih “Layer Properties” pada Home lalu pilih “New Layer” untuk membuat layer baru dan isikan nama layer dan warna layer.

8. Kemudian digitasi peta, cara pertama adalah digitasi manual dengan menggunakan garis 3D bisa dengan menuliskan “3DPOLY” pada Command lalu jalankan dengan space atau enter dan sambungkan secara manual setiap titiknya

9. Cara digitasi kedua adalah dengan mengolah data di Ms Excel dan dengan pemanggilan rumus “="3dpoly "&X(EASTING)&","&Y(NORTHTING)&","&Z(ELEVASI)” pada baris koordinat pertama dan “= X(EASTING)&","& Y(NORTHTING)&","&

Z(ELEVASI)” pada baris koordinat selanjutnya kemudian copy paste semua koordinat tadi ke Autocad Civil 3D.

10. Kemudian setiap garis hasil digitasi tadi dimasukkan layer sesuai dengan id yang telah dibuat dengan memilih “layer” kemudian sesuaikan dengan nama layer, jika ingin cepat mencari tuliskan nama layer seperti “j” untuk jalan maka layer akan muncul.

(6)

11. Maka setelah dilakukan digitasi dan pemilihan layer, akan tampak seperti gambar berikut ini

12. Kemudian beri garis batasan sebagai batasan kontur

(7)

13. Kemudian buat surfaces dengan me-klik kanan mouse pada “Surfaces” dan pilih

“Create Surfaces”

14. Kemudian beri nama surface dan untuk mengganti interval kontur tekan titik tiga pada”style” kemudian klik dan pilih contur interval kemudian isikan “Base elevation” , “Minor Interval” dan “Mayor Interval”.

15. Jika kontur dirasa terlalu tajam maka gunakan “Contour Smoothing”, namun jangan terlalu smooth agar fungsi tidak berubah kemudian klik “Aplly” lalu “OK”

(8)

16. Kemudian untuk memasukkan titik untuk garis kontur maka pilih tanda “+” pada nama surfaces kemudian “definition” lalu klik kanan mouse pada “point files” dan pilih

“add..”

17. Pilih file yang akan digunakan dan isikan Specify point file format dengan “PNEZD (comma delimited)” dan tidak perlu mencentang apapun lalu klik “OK”

18. Kemudian bila hasil garis kontur berada pada luar batas maka gunakan “boundaries”

pada “definition” yang tadi lalu klik kanan dan pilih “add…”

19. Isikan nama dan isikan Type dengan “Outer” dan Mid-Ordinate distance dengan

“0.010m” lalu klik “OK” dan pilih objek/layer yang dijadikan sebagai batasan.

(9)

20. Jika terdapat garis kontur yang memoting objek maka gunakan “breaklines” dengan memilih definition kemudian “add” breaklines dengan klik kanan mouse pada

“Breaklines”

21. Beri nama pada Breaklines kemudian isi “Mid-ordinate” sesuai yang diinginkan kemudian klik “OK”

22. Kedudian pilih Objek/layer yang akan dijadikan sebagai breaklines, maka peta akan menjadi seperti gambar berikut

23. Kemudian untuk menambahkan label kontur pilih “Add Labels” pada menu

“Annotate”.

24. Kemudian isikan “Feature” dengan “Surface” dan “Label Type” dengan “Contour Multiple”.

(10)

25. Karena peta yang dibuat mengikuti aturan RBI, maka hanya ditampilkan Major Contour dan untuk pengaturannya pilih pada “Major contour label styles” dan isikan “Text Height” lalu ubah Visibility menjadi “True” agar bisa ditampilkan lalu klik “Apply” dan “OK”

26. Kemudian pilih garis kontur yang akan diberikan label dan agar label kontur tidak berbentuk kotak, maka pilih “Properties” pada kontur tersebut dan pilih “Contour line only” pada masking.

(11)

27. Kemudian buat grid dengan membuat tanda “+” dengan garis masing masing 1 cm menggunakan comand “line”.

28. Kemudian untuk memperbanyak grid maka tuliskan “array” pada command kemudian akan muncul option menu dan isikan berapa kolom dan baris yang dibutuhkan dan selisih grid.

29. Kemudian tuliskan koordinat pada grid yang ada dengan menulis “text” pada command dan sesuaikan dengan koordinat dan interval skalanya, maka akan dihasilkan seperti gambar berikut.

(12)

30. Kemudian buat garis batas layout dengan menuliskan “reactangle” pada comand, dan hasilnya akan seperi berikut.

31. Kemudian export ke PDF.

F. Hasil dan Pembahasan

Peta dengan skala 1:250 dengan Interval Kontur = (1/2000) x 250 atau sama dengan 0,125 dan hanya ditampilkan Mayor Kontur. Objek sungai digambarkan dengan layer warna biru, objek jalan dengan layer warna hijau dan bangunan dengan warna ungu muda.

(13)

G. Kesimpulan

Berdasarkan praktikum Survey Terestris 3 minggu ke 8 mahasiswa dapat memahami dan mempraktikkan secara langsung plotting koordinat titi detil dan interpolasi kontur dengan menggunakan aplikasi AutoCad Civil 3D sehingga menghasilkan peta digital. Plotting dapat menggunakan 2 cara yaitu plotting manual pada AutCAD atau otomatis dengan bantuan MsExcel dengan pemanggilan rumus. Sedangkan pembuatan kontur harus memperhitungkan interval kontur dengan rumus (1/2000) x skala.

H. Daftar Pustaka

https://salmanisaleh.files.wordpress.com/2013/03/6_garis-kontur.pdf(Diakses pada 21 November 2020)

Slamet Basuki, 2006, Ilmu ukur tanah, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

(14)

Referensi

Dokumen terkait