• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN MAGANG PROSEDUR PELAYANAN PENERIMAAN DAN PENGAMBILAN KLIEN PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL (PMKS)

N/A
N/A
Oktavia Fransiska

Academic year: 2024

Membagikan "LAPORAN MAGANG PROSEDUR PELAYANAN PENERIMAAN DAN PENGAMBILAN KLIEN PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL (PMKS) "

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN MAGANG

PROSEDUR PELAYANAN PENERIMAAN DAN PENGAMBILAN KLIEN PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL (PMKS) DI UPTD

LIPONSOS KEPUTIH KOTA SURABAYA

Disusun Oleh :

Octavia Fransiska ( 1112000078 )

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945SURABAYA

2023

(2)

LEMBAR PERSETUJUAN

(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas rahmat dan hidayah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa sehingga Penulis dapat menyelesaikan laporan magang yang berjudul

“Prosedur Pelayanan Penerimaan dan Pengambilan Klien PMKS di UPTD LiponsosKeputih Surabaya” yang dilaksanakan di UPTD LiponsosKeputih dapat terselesaikan dengan baik dan benar. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan magang dapat terselesaikan dengan baik atas bantuan, motivasi, dan dukungan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung kepada penulis. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang tak terhingga kepada :

1. Ibu Anggraeny Puspaningtyas, S. AP., M. AP. Selaku Kepala Program Studi Administrasi Negara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

2. Bapak Drs. Radjikan, MSi. Selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan dukungan motivasi, saran dan wawasan bagi penulis magang dan pembuatan laporan magang.

3. Bapak ImamMuhaji dan Ibu Siti Rukoiyah telah menerima dan mengizinkan saya untuk magang di UPTD LiponsosKeputih Surabaya.

4. Mbak Shelvy, Mas Iwan, Mas Topan, Mas Bagus yang sudah membantu dan memberikan bimbingan selama pelaksanaan magang berlangsung.

5. Semua pihak pegawai yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah memberikan dukungan sehingga dapat terselesaikannya magang ini.

6. Ricky Satya selaku teman satu kelompok magang yang telah membantu untuk menyelesaikan magang ini bersama-sama.

Penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan di dalam penulisan dan penyusunan laporan magang ini, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi perbaikan laporan magang ini.

Surabaya, 08 November 2023

Octavia Fransiska 1112000078

(5)

DAFTAR ISI Cover Luar

Cover Dalam Lembar Persetujuan Halaman Pengesahan i Kata Pengantar Daftar Isi

Daftar Gambar i Daftar Tabel i

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Magang 1.4ManfaatMagang

BAB II GAMBARAN UMUM UPTD LIPONSOS KEPUTIH BAB III METODE PELAKSANAAN MAGANG

BAB IV HASIL YANG DICAPAI MAGANG 4.1Hasil yang dicapai dalam Pelaksanaan Magang 4.2Analisis Pelaksanaan Magang

BAB V PENUTUP 5.1Kesimpulan 5.2Saran

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(6)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1.4 Letak UPTD Liponsos Keputih Gambar 2.1.5 Struktur Organisasi

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.3 Prosedur Pelaksanaan

(8)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Magang merupakan mata kuliah yang wajib dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Dengan pelatihan kerja atau yang disebut dengan magang tersebut, mahasiswa diharapkan dapat melatih diri untuk menghadapi situasi kerja yang nantinya mereka dituntut untuk bersikap terampil, disiplin, kreatif, tekun dan jujur serta mempunyai etos kerja yang tinggi terhadap pekerjaan yang dihadapi. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa ketika berada dalam situasi kerja yang nyata.

Selain itu dapat dijadikan tolak ukur bagi mahasiswa sebagai sumber tenaga kerja yang perusahaan atau instansi lain menjadi pasar tenaga kerja. Maka penulis termotivasi dan terdorong untuk mengikuti kegiatan ini. Penulis memilih UPTD Liponsos sebagai tempat magang karena instansi ini sesuai dengan bidang kuliah, sehingga diharapkan dapat melatih kemampuan kerja mahasiswa dan juga melatih jiwa sosial yang peduli terhadap sesama manusia.

Dengan hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam proses implementasi teori yang telah didapatkan dalam mata kuliah program studi administrasi negara berupa manajemen publik dan pengembangan organisasi.

UPTD LiponsosKeputih adalah suatu instansi dalam Dinas Sosial yang bergerak dalam memberi pelayanan kesejahteraan sosial terhadap psikotik, gelandangan dan pengemis, anak jalanan dan wanita tua susila yang berada di Surabaya. Oleh karena itu, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) perlu diberikan pembinaan dan pemberdayaan salah satunya melalui edukasi pendidikan dan fasilitas kehidupan yang layak agar mereka mendapatkan kualitas kehidupan yang lebih baik.

Pada proses penjaringan, UPTD Liponsos bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Call Center dan Perlindungan Masyarakat (Linmas). Satpol PP dan Linmas berpatroli di tempat ruangan terbuka umum seperti taman kota dan trotoar sepanjang jalan di Kota Surabaya. Mereka yang

(9)

terjaring akan di identifikasi data diri, cek kesehatan, dan diberikan tindakan lanjut sesuai dengan golongan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Permasalahan kesejahteraan sosial menuntut kehadiran pemerintah sebagai pemecah masalah dan memenuhi kebutuhan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sesuai dengan tugas dan fungsinya. Seperti yang diketahui bahwa fungsi dinas sosial adalah menyelenggarakan program kesejahteraan sosial diantaranya adalah memberdayakan gelandangan, pengemis dan anak jalanan. Dalam hal ini permasalahan sosial mengenai gelandangan dan pengemis, anak jalanan menjadikan UPTD Liponsos sebagai alat untuk membina, melayani dan mengendalikan angka penyandang masalah kesejahteraan sosial dengan cara memenuhi kebutuhan yang berdampak pada perubahan sifat dan perilaku mereka kearah yang lebih baik.

Gelandangan, pengemis dan anak jalanan merupakan bentuk dari sekian banyak permasalahan sosial yang terjadi terutama di kota besar seperti Surabaya. Mereka dianggap mengganggu kenyamanan dan keindahan kota.

Dalam laporan ini fokus permasalahan yang diambil adalah fungsi UPTD Liponsos Kota Surabaya dalam melakukan pelayanan dan pembinaan kehidupan yang layak masih belum tercukupi secara maksimal, berdasarkan situasi yang penulis amati kondisi di UPTD LiponsosKeputih Kota Surabaya hanya memenuhi kebutuhan dasar bagi para gepeng dan anak jalanan.

Pelayanan yang dilakukan juga dilakukan secara manual dan kalau banyak klien yang datang bersama Satpol PP akan menjadi antri dan bergantian untuk pendaftarannya. Kadang juga ada pengambilan klien yang dilakukan oleh wali dari klien, oleh sebab itu proses pelayanan dilakukan secara bergantian.

1.2 Rumusan Masalah

Identifikasi permasalahan yang diambil oleh penulis yaitu bagaimana prosedur pelayanan penerimaan dan pengambilan klien di UPTD LiponsosKeputih ? 1.3 Tujuan Magang

Tujuan Umum

1. Menganalisis proses pelayanan yang dilakukan oleh pegawai UPTD Liponsos dalam penerimaan dan pengambilan klien PMKS.

(10)

2. Memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa dalam dunia kerja di ranah instansi UPTD Liponsos dan memberikan ilmu pengetahuan yang sejalan dengan profesi di bidang Administrasi Negara.

3. Menguji kesiapan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja.

Tujuan Khusus

1. Memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa pada lingkup dunia kerja sebenarnya yang berkaitan dengan bidang Administrasi Negara.

2. Melatih kemampuan problem solving mahasiswa dalam mengatasi permasalahan yang teridentifikasi di tempat magang.

3. Memberikan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan konsep dan teori yang telah di dapatkan semasa mengikuti perkuliahan.

1.4 Manfaat Magang

Dengan dilakukannya Magang, berikut adalah manfaat yang diperoleh masing-masing pihak yang terkait dalam program tersebut :

Bagi Mahasiswa

1. Memperoleh pengalaman praktis dan mengenal dunia kerja di instansi Dinas Sosial Surabaya.

2. Dapat mengetahui kemampuan pribadi atau ilmu pengetahuan yang dimiliki.

3. Melatih diri agar tanggap, lebih peka dalam menghadapi situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan.

Bagi Perguruan Tinggi

1. Sebagai bahan evaluasi mengenai kesesuaian kurikulum yang ada dengan perkembangan yang terjadi di dunia kerja.

2. Sebagai pengenalan antara mahasiswa dan instansi dalam peningkatan kreatifitas pribadi.

3. Mempererat hubungan antara universitas dengan instansi.

(11)

Bagi UPTD LiponsosKeputih Surabaya

1. Sebagai salah satu sarana penghubung antara UPTD Liponsos dengan Lembaga Perguruan Tinggi mengenai pengembangan penelitian.

2. Sebagai sarana untuk memberikan pertimbangan atau saran mengenai permasalahan yang dihadapi UPTD Liponsos.

3. Membantu membentuk jiwa kerja yang unggul dengan mengenal dan memahami secara lebih dalam cara kerjadi UPTD LiponsosKeputih agar dapat memberikan semangat kerja dan motivasi kerja.

(12)

BAB II

GAMBARAN UMUM UPTD LIPONSOS KEPUTIH

2.1 Gambaran Umum UPTD LiponsosKeputih Surabaya

2.1.1 Sejarah Berdirinya UPTD LiponsosKeputih Surabaya

Kota Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia dengan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat. Pada tahun 2015, BPS mencatat bahwa penduduk Surabaya sudah mencapai 2.885.385 jiwa.

Jumlah penduduk yang begitu besar tersebut tentu membawa konsekuensi yaitu berbagai macam persoalan di bidang ekonomi, lapangan kerja, persoalan sosial, perumahan, psikologis, dan politik. Salah satu persoalan yang banyak ditemukan di Surabaya adalah terkait semakin bertambahnya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), meliputi gelandangan, gelandangan psikotik, pengemis, waria, wanita rawan sosial ekonomi, dan anak jalanan.

Berdasarkan data Dinas Sosial pada tahun 2012, jumlah gelandangan dan pengemis di Kota Surabaya telah mencapai 11.450 orang. Mereka memilih menjadi gelandangan dan pengemis karena

(13)

terpaksa, diakibatkan tidak memiliki pekerjaan ataupun keterampilan untuk bertahan hidup. Jumlah tersebut diketahui memiliki tren untuk terus bertambah setiap tahunnya, sehingga mengancam keindahan dan keamanan Kota Surabaya. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Surabaya mendirikan Panti Rehabilitasi Sosial di Keputih yang disebut sebagai Unit Pelaksana Teknis Dasar (UPTD) Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih Surabaya.

UPTD LiponsosKeputih Surabaya merupakan bagian dari Dinas Sosial Kota Surabaya untuk menampung Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang ditemukan di Kota Surabaya. Pada prinsipnya, PMKS yang ditampung di UPTD LiponsosKeputih Surabaya akan ditangani, dibina, dan diberdayakan melalui kegiatan pemberian keterampilan supaya mereka tidak lagi mengganggu ketertiban umum.

Maka dari itu, diharapkan PMKS mampu untuk berdaya dan siap dipulangkan kembali ke pihak keluarga setelah melalui masa pembinaan.

2.1.2 Fasilitas UPTD LiponsosKeputih 1. Satu unit mobil ambulance 2. Satu unit mobil pickup

3. 5 orang Pegawai Negeri Sipil 4. Petugas panti yang terdiri dari :

i. Juru masak ii. Petugas perawat iii. Petugas kebersihan iv. Petugas sekretaris

v. Petugas penjaga keamanan 2.1.3 Visi dan Misi UPTD LiponsosKeputih

Visi merupakan suatu rangkaian kata yang di dalamnya terdapat impian, cita-cita atau nilai inti dari suatu lembaga atau organisasi. Bisa dikatakan visi menjadi tujuan masa depan suatu organisasi atau lembaga, berisi pikiran-pikiran yang terdapat di dalam benak para pendiri. Pikiran-

(14)

pikiran itu adalah gambaran dari masa depan organisasi yang ingin dicapai. Ada juga berpandangan bahwa visi adalah suatu pandangan tertentu mengenai arah managemen lembaga. Adanya visi ini dipengaruhi oleh suatu pandangan bahwa untuk mencapai suatu kesuksesan, sebuah organisasi atau lembaga harus memiliki arah yang jelas. Misi adalah penjabaran dari suatu visi. Apabila visi hanya ditulis pada kalimat yang lebih luas supaya orang yang membacanya lebih mudah dalam memperoleh pemahaman utuh.

Visi dan Misi dari UPTD LiponsosKeputih

 Visi

Pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang profesional berbasis panti.

 Misi

1. Meningkatkan kualitas dan kemandirian bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial agar mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar.

2. Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan sumber daya secara profesional.

3. Meningkatkan pola kemitraan dalam penyelenggaraan pelayanan kepada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dengan lembaga dan atau perseorangan sebagai potensi dan sumber daya kesejahteraan sosial.

(15)

2.1.4 Letak UPTD LiponsosKeputih

UPTD Liponsos didirikan oleh pemerintah di bawah naungan Dinas Sosial pada tahun 1997 yang terletak di Jl. Keputih Tegal No. 32.

UPTD Liponsos berada di depan makam Umum TPU Keputih Surabaya, dilihat dari lokasi menuju ke Dinas Sosial UPTD LiponsosKeputih Surabaya Sebagai Berikut :

Gambar 2.1 letak maps UPTD LiponsosKeputih

UPTD LiponsosKeputih Surabaya mempunyai lahan seluas 1,6 Hektar yang terdiri dari :

1. Dua blok bangunan, tiap blok terdiri dari 32 kamar ukuran 3 x 4 m lengkap dengan kamar mandi untuk menampung psikotik atau skizofrenia perempuan dan laki-laki.

2. Dua tempat ukuran 4 x 26 m. Tiap tempat dilengkapi 5 kamar mandi.

(16)

3. Satu blok untuk menampung gelandangan dan pengemis yang tidak mempunyai keluarga terdiri dari 32 kamar lengkap dengan kamar mandi.

4. Satu blok untuk istirahat petugas penjaga, petugas masak, petugas piket dan dilengkapi kamar mandi.

5. Satu ruang dapur umum dengan ukuran 6 x 12 m.

6. Satu ruang serbaguna dengan ukuran 6 x 20 yang biasanya ruangan ini juga digunakan untuk pelatihan para psikotik untuk berwirausaha dan keterampilan.

7. Satu ruang kantor 6 x 12.

8. Satu ruang UPTD.

9. Satu ruang untuk pemeriksaan medis.

10. Satu ruang bangunan musholah.

2.1.5 Struktur Organisasi

`

Gambar 2.2 Struktur Organisasi UPTD LiponsosKeputih Sumber : UPTD LiponsosKeputih, 2016

Kepala UPTD

Fungsi Kepala UPTD adalah bertanggung jawab dalam menyelenggarakan fungsi penunjang urusan yang terkait dengan

KEPALA

Sub Bagian Perlengkapan

Sekretaris

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kelompok

Jabatan

Fungsional Sub Bagian

Keuangan

UPTD KEPALA

(17)

instansi UPTD Liponsos dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan perangkat staff dan pelaksana UPTD Liponsos.

Sekretaris

Fungsi Sekretaris adalah menyusun rencana kegiatan kerja, melakukan pengelolaan terhadap urusan perlengkapan, kerumahtanggaan, dan pengadaan barang instansi. Melaksanakan pengelolaan terkait dengan administrasi, urusan surat menyurat.

Sekretariat terdiri dari beberapa sub bagian yaitu : 4. Sub Bagian Perlengkapan

Tugas Sub Bagian Perlengkapan adalah menyiapkan bahan pelaksanaan pengadaan, penyimpanan, merawat dan melakukan perbaikan terhadap peralatan maupun perlengkapan inventaris kantor. Selain itu, sub bagian perlengkapan juga melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh sekretariat.

5. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Melaksanakan pengelolaan sebagian tugas pokok dalam bidang ketatausahaan terkait pengelolaan kepegawaian, perlengkapan, keuangan, kerumahtanggaan dan urusan umum lainnya

6. Sub Bagian Keuangan

Tugas Sub Bagian Keuangan adalah melakukan pengelolaan administrasi yang terkait keuangan dan melakukan rencana penyusunan laporan keuangan.

Kelompok Jabatan Fungsional

(18)

Kelompok Jabatan Fungsional berperan untuk melaksanakan fungsi yang melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang- undangan.

2.1.6 Tugas dan Fungsi UPTD LiponsosKeputih Surabaya

Organisasi UPTD LiponsosKeputih Surabaya berdasarkan Perwali No. 3 Tahun 2013 telah dibentuk dalam rangka pelaksanaan sebagian tugas Dinas Sosial Kota Surabaya di bidang pelayanan kesejahteraan sosial khususnya rehabilitasi sosial gelandangan, pengemis, gelandangan penderita eks psikotik terlantar, tuna susila dan anak jalanan.

Pelayanan kesejahteraan sosial adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang diberikan terhadap individu, keluarga maupun masyarakat yang membutuhkan atau mengalami permasalahan sosial baik yang bersifat pencegahan, pengembangan maupun rehabilitasi guna mengatasi permasalahan yang dihadapi untuk memenuhi kebutuhan secara memadai sehingga mereka mampu menjalankan fungsi sosial secara memadai.

Sesuai Perwali Surabaya No. 22 Tahun 2013, penyelenggaraan kesejahteraan sosial di UPTD LiponsosKeputih dilakukan secara terpadu dari fungsi-fungsi yang bersifat :

a. Preventif;

b. Rehabilitatif;

c. Represif;

d. Pengembangan;

e. Perlindungan;

f. Penunjang.

2.2 Alur Penerimaan dan Pelayanan PMKS di UPTD LiponsosKeputih Surabaya

(19)

a. Petugas UPTD LiponsosKeputih menerima PMKS hasil razia dengan disertai Berita Acara Serah Terima yang ditandatangani oleh Petugas LiponsosKeputih dan Petugas dari instansi yang berwenang.

b. Petugas UPTD LiponsosKeputih menerima PMKS yang disertai dengan : 1. Surat Pengantar dari Kelurahan;

2. Fotocopy Kartu Keluarga;

3. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk Penanggung Jawab PMKS;

4. Surat Pernyataan Tidak Menuntut Secara Hukum atas Penyerahan yang telah dilakukan dan ditandatangani oleh Penanggung Jawab PMKS.

c. Petugas UPTD LiponsosKeputih melakukan identifikasi PMKS untuk mengetahui berbagai informasi serta latar belakang permasalahannya dengan terlebih dahulu.

d. Cara identifikasi PMKS adalah sebagai berikut :

1. Jika data diri PMKS telah ada dalam database, maka tidak perlu dilakukan pengidentifikasian ulang terhadap PMKS tersebut.

2. Jika data diri PMKS telah ada dalam database akan tetapi terdapat perbedaan hasil identifikasi maka Petugas LiponsosKeputih melaksanakan perubahan data PMKS tersebut.

3. Jika data diri PMKS belum ada dalam database, maka PMKS diidentifikasi dalam pencatatan data diri yang memuat :

1. Nama lengkap atau nomor registrasi 2. Jenis kelamin

3. Agama

4. Pendidikan terakhir

(20)

5. Pekerjaan 6. Alamat 7. Jenis PMKS

(21)

BAB III

METODE PELAKSANAAN MAGANG

3.1 Lokasi Kegiatan

Kegiatan magang ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Dinas Lingkungan Pondok Sosial Keputih Surabaya Jalan Keputih Tegal No. 32 Surabaya.

3.2Metode Pelaksanaan Kegiatan

Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan magang ini meliputi : 1. Observasi

Mahasiswa mengamati sistem pelayanan PMKS di UPTD LiponsosKeputih Surabaya secara mendalam mulai dari penerimaan hingga pemulangan klien UPTD LiponsosKeputih.

2. Wawancara

Mahasiswa melakukan wawancara kepada kepala UPTD Liponsos dan juga petugas yang berwenang di UPTD LiponsosKeputih Surabaya untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam.

3. Partisipasi

Mahasiswa melakukan partisipasi aktif dengan belajar sambil membantu pekerjaan beberapa petugas di kantol UPTD LiponsosKeputih Surabaya.

3.3Prosedur Pelaksanaan 1. Tahap Persiapan

Tahap persiapan magang dimulai pada bulan Juli 2023. Penulis terlebih dahulu mencari informasi di Dinas Sosial apakah menerima kegiatan magang bagi mahasiswa atau tidak. Pada tanggal 5 Juni 2023 penulis mengambil surat izin magang yang telah jadi di TU FisipUntag Surabaya yang kemudian diantarkan langsung ke Dinas Sosial pada tanggal 26 Juni 2023 untuk salah satu syarat dari pihak perusahaan yang berada di Jalan Arief Rahman Hakim No. 131 – 133, Keputih, Kec. Sukolilo, Kota Surabaya Jawa Timur (60117). Kemudian pada tanggal 30 Juni 2023

(22)

penulis dipanggil kembali untuk datang ke Dinas Sosial karena ada pengarahan Magang dari Kepala Dinas Sosial. Pada akhirnya setelah diberikan pengarahan, penulis di tempatkan ke UPTD LiponsosKeputih atas kehendak dari Kepala Dinas Sosial dikarenakan di Dinas Sosial sudah penuh untuk penempatan magang bagi mahasiswa.

2. Tahap Pelaksanaan

Penulis melaksanakan magang pada 17 Juli 2023 sampai 8 September 2023 di UPTD LiponsosKeputih di bidang Pelayanan Administrasi Penerimaan dan Pengambilan Klien selama 5 hari kerja mulai dari hari Senin s/d Jum’at jam kerja pukul 07.30 sampai 16.00 WIB.

3. Tahap Penulisan Laporan Magang

Penulis mendapat kesempatan oleh pihak kantor untuk mengerjakan laporan magang dan dilanjut hingga bulan Oktober sampai November untuk memulai bimbingan oleh Dosen Pembimbing

4. Bimbingan

Bimbingan ini bertujuan untuk membuat laporan lebih jelas dan benar dikarenakan proses membuat laporan dibimbing oleh Dosen Pembimbing yang telah di tunjuk secara langsung oleh pihak kampus.

Tabel 3.1 Pelaksanaan Kegiatan

Waktu Kegiatan Magang

Minggu Ke 1 1. Perkenalan diri kepada pegawai di UPTD LiponsosKeputih bersama dengan Ibu Siti Rukhoiyah selaku

(23)

Kasubag Tata Usaha sekaligus Penanggung jawab magang.

2. Mendata Penerimaan dan Pengambilan Klien

3. Membantu Pegawai dalam scan Surat Perintah Kerja pada bulan Juli 2023 4. Melihat lokasi sekitar UPTD Liponsos

di barak A, B, C, D dan E bersama pegawai Liponsos

Minggu ke 2 1. Membantu pegawai dalam mengurutkan Surat Perintah Kerja

2. Mendata penerimaan dan pengambilan klien

3. Mengunjungi tiap barak untuk melihat keadaan klien

Minggu ke 3 1. Menginput data shift pegawai pada bulan Juli 2023

2. Melakukan pelayanan administrasi pada penerimaan klien baru yang diserahkan oleh petugas Satpol PP

3. Melakukan pendataan pengambilan klien yang diambil oleh pihak keluarga Minggu ke 4 1. Pendampingan mengerjakan tes untuk

pegawai UPTD Liponsos

4. Melakukan pelayanan administrasi pada penerimaan klien baru yang diserahkan oleh petugas Satpol PP, pihak kelurahan setempat

2. Melakukan pendataan pengambilan klien yang dipulangkan oleh kantor Minggu ke 5 1. Membantu pegawai dalam membelikan

hadiah lomba 17 Agustus yang ditujukan untuk klien UPTD Liponsos

(24)

2. Membantu membungkus hadiah lomba 17 Agustus

3. Melakukan pendataan pengambilan klien yang dipulangkan oleh kantor 5. Melakukan pelayanan administrasi pada

penerimaan klien baru yang diserahkan oleh petugas Satpol PP, pihak kelurahan setempat

Minggu ke 6 1. Membantu Pegawai dalam scan Surat Perintah Kerja pada bulan Agustus 2023 2. Membantu pegawai dalam mengurutkan

Surat Perintah Kerja

3. Menginput data shift pegawai pada bulan Agustus 2023

Minggu ke 7 1. Melakukan pendataan pengambilan klien yang dipulangkan oleh klien 2. Melakukan pelayanan administrasi pada

penerimaan klien baru yang diserahkan oleh petugas Satpol PP, pihak kelurahan setempat

Minggu ke 8 1. Penyusunan laporan magang

BAB IV

HASIL YANG DICAPAI

(25)

4.1 Hasil Yang Dicapai Dalam Pelaksanaan Magang

Selama magang 40 hari kerja di UPTD LiponsosKeputih, penulis mendapatkan pengalaman baru dalam menghadapi klien baru maupun ilmu yang baru yang didapat. Penulis juga mengetahui dengan jelas apa saja yang sudah dipelajari di bangku perkuliahan dengan dunia kerja sesungguhnya, berikut hasil yang diperoleh selama kegiatan magang berlangsung yaitu :

 Secara Hard Skill

1. Dapat mengetahui proses pelayanan penerimaan dan pemulangan PMKS

2. Dapat mengoperasikan alat-alat kerja kantor

3. Dapat mengetahui berbagai macam jenis klien-klien PMKS

 Secara Softskill

1. Menjadi disiplin dan tanggung jawab pada waktu jam kerja yang sudah ditentukan sesuai SOP dan membiasakan diri datang tepat waktu sesuai jam yang telah ditentukan perusahaan.

2. Dapat berkomunikasi yang baik dan berperilaku sopan terhadap para pegawai UPTD LiponsosKeputih.

4.2 Analisis Pelaksanaan Magang 4.2.1 Faktor pendukung

1. Fasilitas tempat dan karyawan serta pembimbing magang yang mendukung penuh selama kegiatan magang berlangsung.

2. Pegawai selalu memberikan pekerjaan kepada peserta magang, oleh sebab itu peserta magang dapat meringankan pekerjaan pegawai UPTD Liponsos.

(26)

4.2.2 Faktor Penghambat

1. Proses pelayanan penerimaan dan pengambilan PMKS masih manual, hal tersebut menghambat proses pendaftaran klien baru dan terjadi antrian yang banyak.

2. Pengalaman peserta magang yang masih sedikit sehingga mempengaruhi kecepatan dalam bekerja dibandingkan dengan pegawai kantor.

4.2.3 Teori Pendukung Penyelesaian Pekerjaan Magang 1. Implementasi Pelayanan Publik

Implementasi pelayanan publik adalah Implementasi pelayanan publik yang diterapkan dalam proses pemberian pelayanan kepada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Konsep pelayanan publik yang ideal menurut Nuriyanto (2014:8) untuk mengetahui apakah pelayanan yang diberikan sudah memenuhi kriteria dalam konsep pelayanan tersebut. Indikator atau kriteria yang digunakan untuk mencapai konsep pelayanan yang ideal adalah :

a. Efisiensi

Pelayanan yang diberikan oleh pegawai UPTD Liponsoskeputih maupun pegawai lapangan sudah mengedepankan efisiensi. Para pegawai yang bertugas bekerja sangat kompak dalam memproses laporan klien masuk. Para pekerja yang bertugas sudah terbagi dalam beberapa unit tugas, pada bagian pelayanan sendiri terdapat beberapa pegawai yang

(27)

bekerja dengan baik dalam menanggapi laporan yang ada seperti pada proses penerimaan dan pemulangan yang dilakukan bagian pelayanan sudah baik dan tidak membuat klien maupun pihak keluarga menjadi kesulitan. Untuk efisiensi waktu pembinaan juga diberikan oleh pegawai berulang kali setiap bulannya. Dengan demikian efisiensi waktu yang dilakukan para pegawai dalam melakukan pembinaan tidak dapat dipastikan karena bergantung pada kondisi klien sampai dapat dinyatakan mereka berada di titik kondisi yang lebih baik sehingga mereka siap untuk berkehidupan sosial di masyarakat seperti biasanya.

b. Transparansi

Transparansi pelayanan yang diberikan dengan melihat pegawai menanggapi keluhan dan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan pihak yang terkait dengan klien kepada pegawai.

Yang dilakukan pegawai dalam proses membagikan informasi sangatlah terbuka dan tidak membuat pihak-pihak terkait seperti keluarga dan kerabat merasa kesulitan dalam mengakses informasi. Segala bentuk informasi yang berkaitan dengan klien akan dibagikan secara terbuka dan apa adanya tanpa ada rekayasa sedikitpun sehingga pihak-pihak terkait dapat mengetahui situasi dan kondisi yang sedang dialami oleh klien.

Pihak keluarga dapat memantau kondisi fisik dan mental klien secara rutin. Untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan dan perubahan yang dialami klien, pihak keluarga hanya perlu menghubungi pegawai yang bertugas di lapangan dan pegawai akan memberikan informasi sesuai yang dipertanyakan oleh keluarga klien. Apabila terjadi suatu peristiwa duka seperti kematian klien, pihak keluarga juga dihubungi dan dijelaskan seluruh kronologi kejadian yang

(28)

dialami klien, namun apabila klien yang tidak memiliki keluarga atau pihak yang dapat dihubungi sebagai penanggung jawab maka klien tersebut akan diberi status T4 yang artinya tidak mempunyai siapa-siapa untuk dihubungi. Klien T4 tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab UPTD Liponsos sampai ada pihak yang merasa sebagai keluarga dan membawa bukti-bukti jelas agar dapat dilakukan pemulangan. Tentu atas hasil informasi yang didapat penulis selama magang, UPTD Liponsos sudah menerapkan transparansi dalam memberikan informasi kepada pihak yang terkait dengan klien.

c. Efektivitas

Efektivitas dari pegawai pembinaan UPTD Liponsos dapat menganalisis bahwa para pekerja dan jajaran staff baik pelayanan maupun kantor sudah berusaha memberikan pelayanan dan pembinaan dengan sebaik mungkin terhadap para klien, mulai dari pemberian fasilitas, pembinaan mental, perawatan fisik, bimbingan rohani, dan usaha-usaha untuk memenuhi kebutuhan para klien UPTD Liponsos. Hasil dari kegiatan pelayanan dan pembinaan tersebut yaitu dapat memberikan perubahan terhadap kualitas kehidupan yang didapatkan oleh para PMKS. Melalui pembinaan kesehatan pegawai memberikan pengobatan sesuai dengan kondisi yang diderita oleh klien. Apabila kondisi kesehatan mereka terganggu seperti tidak nafsu makan atau menderita sakit maka mereka akan diberikan obat sampai sembuh, apabila sakit yang diderita cukup parah maka klien akan dirujuk ke rumah sakit yang bekerja sama dengan UPTD Liponsos. Begitu juga dengan pembinaan sosial seperti kedisiplinan, kepatuhan, dan kebiasaan hal tersebut juga diberikan oleh pegawai agar mereka dapat tertib saat dipulangkan dan kembali di dalam lingkungan

(29)

bermasyarakat. Meski terdapat beberapa hal yang dirasa kurang maksimal, namun pada data yang disajikan ini tentu sudah dikatakan efektif hanya saja perlu beberapa peningkatan pelayanan agar kedepannya menjadi lebih efektif.

d. Responsibilitas

Respon yang diberikan UPTD Liponsos juga sangat cepatdan baik. Pegawai menindaklanjuti mengenai informasi yang didapat seperti hasil razia yang segera di identifikasi dan ditelusuri kronologi klien mengapa bisa terjaring razia dan berusaha menggali informasi tentang klien agar dapat ditelusuri dan ditindaklanjuti. Respon yang lain juga diberikan apabila kebutuhan klien perlu tindakan lanjut yang cepat, UPTD Liponsos dengan segenap sumberdaya yang ada akan menindaklanjuti dan memenuhi kebutuhan klien.

(30)

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pelaksanaan magang di UPTD LiponsosKeputih selama 40 hari kerja. Penulis dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat selama masa perkuliahan ke dalam dunia kerja dan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuannya baik softskill maupun hardskill yang dimiliki. Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah kegiatan belajar sambil bekerja yang bertujuan untuk memperkenalkan dan memperluas keterampilan mahasiswa dalam dunia kerja yang sebenarnya. Mahasiswa dapat mempelajari secara langsung prosedur pelayanan penerimaan dan pemulangan PMKS di UPTD LiponsosKeputih dengan menggunakan teori implementasi pelayanan publik.

Berdasarkan pengamatan dari praktikan bahwa UPTD Liponsos Kota Surabaya dalam melakukan pelayanan dan pembinaan yang layak masih belum tercukupi secara maksimal, berdasarkan situasi yang penulis amati kondisi di UPTD LiponsosKeputih Kota Surabaya hanya memenuhi kebutuhan dasar bagi para gepeng dan anak jalanan. Pelayanan yang dilakukan juga dilakukan secara manual dan kalau banyak klien yang datang bersama Satpol PP akan menjadi antri dan bergantian untuk pendaftarannya. Kadang juga ada pengambilan klien yang dilakukan oleh wali dari klien, oleh sebab itu proses pelayanan dilakukan secara bergantian.

5.2 Saran

Bagi pengurus dan pengelola UPTD Liponsos untuk terus memberikan motivasi, pendampingan dan pembinaan kepada warga binaan PMKS supaya mampu bekerja lebih giat agar lebih berdaya secara sosial dan ekonomi serta memberikan sarana dan prasarana yang memadai agar proses pelayanan berjalan dengan lancar dan lebih efisien.

(31)

DAFTAR PUSTAKA

Hardiyansyah, H. 2018. “Kualitas Pelayanan Publik: Konsep, Dimensi, Indikator Dan Implementasinya.”

http://eprints.binadarma.ac.id/3820/%0Ahttp://eprints.binadarma.ac.id/3820/1/Kuali tas Pelayanan Publik.pdf.

Moerni, Iga Sri, and Arief Darmawan. 2021. “PRAJA Observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, Vol. 1 No. 1 (2021).” 1(1): 51–58.

Purwanto, Zaenal. 2021. “Oleh : Zaenal Purwanto (1861183).” (1861183).

Zhafirah Puspitasari, Nira, and Ertien Rining Nawangsari. 2022. “Strategi Dinas Sosial Dalam Penanganan Gelandangan Penderita Psikotik Di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih Surabaya.” Jurnal Sosial Ekonomi Dan Humaniora 8(4): 602–8.

(32)

LAMPIRAN

(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)

Lampiran Surat Pengantar Magang

(41)

Lampiran Daftar Hadir Magang

(42)

Lampiran Daftar Nilai Magang

Gambar

Gambar 2.1 letak maps UPTD LiponsosKeputih
Gambar 2.2 Struktur Organisasi UPTD LiponsosKeputih Sumber : UPTD LiponsosKeputih, 2016
Tabel 3.1 Pelaksanaan Kegiatan

Referensi

Dokumen terkait

Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat melaksanakan kerja magang

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkat, rahmat, dan pertolongannya penulis dapat menyelesaikan praktik kerja magang selama tiga bulan di

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan kerja magang dengan

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan kerja magang yang berjudul

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan

iii KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Pelaksanaan

19750227 201406 2 001 Daftar isi KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat, hidayah, dan segala kemurahannya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian