LAPORAN
PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) II
SISTEM PENABURAN TANAH PADA MESIN PEMBIBITAN PADI MODEL DAPOG DI PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA) TAJU JAWA DESA KEBONDALEM LOR, KECAMATAN PRAMBANAN,
KABUPATEN KLATEN, PROVINSI JAWA TENGAH
Oleh
Nama : M.Elsan Saupani Nim : 07.14.19.013
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI MEKANISASI PERTANIAN POLITEKNIK ENJINIRING PERTANIAN INDONESIA
BPPSDM PERTANIAN KEMENTRIAN PERTANIAN
2022
HALAMAN PENGESAHAN
PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) II
Disetujui :
Pembimbing I Pembimbing II
Athoillah Azadi, S.TP., MT Bagus Prasetia, S.TP.,M.P NIP. 198310222011011007 NIP. 198706282019021001
Diketahui:
Ketua Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian
Athoillah Azadi, S.TP., MTNJ NIP. 198310222011011007
NAMA : M.ELSAN SAUPANI
NIM : 07.14.19.013
PROGRAM STUDI : Teknologi Mekanisasi Pertanian
JUDUL LAPORAN : Sistem penaburan tanah pada mesin pembibitan padi model dapog di UPJA Taju Jawa desa Kebondalem lor Kec. Prambanan, Kab.Klaten, Provinsi.Jawa Tengah.
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-nya, sehingga saya selaku mahasiswa semester VI jurusan Teknologi Mekanisasi Pertanian dapat menyelesaikan laporan PKL II ini dengan baik, laporan ini disusun untuk melengkapi persyaratan sebelum mengikuti kegiatan PKL II tahun Akademik 2022, yang akan dilaksanakan di UPJA Taju Jawa desa kebondalem lor, Kec.Prambanan, Kab.Klaten, Prov.Jawa Tengah dengan fokus Kegiatanya adalah tentang Magang teknis sistem penaburan tanah pada mesin pembibitan padi model dafog, Dengan hati yang jujur saya menyadari bahwa dalam penyusunan laporan PKL II ini banyak pihak yang telah memberikan kontribusi yang tak terhingga terutama dalam penyusunan laporan ini. Untuk itu, saya izin ingin menyampaikan sebuah ucapan Terimakasih kepada :
1. Athoillah Azadi, S.TP., MT selaku Pembimbing I 2. Bagus Prasetia, S.TP.,M.P. selaku Pembimbing II
3. Didik Purwadi Nugroho, S.E. selaku Pembimbing Eksternal 4. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.
Demikian Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini jauh dari sempurna.
Untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat di harapkan, apabila terdapat hal-hal yang semestinya diperbaiki. Semoga laporan Praktik ini dapat bermanfaat umumnya bagi pembaca dan khususnya bagi penulis.
Kalaten, April 2022
M.Elsan Saupani (NIM.07.14.19.013)
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL... iv
DAFTAR GAMBAR ... iv
DAFTAR LAMPIRAN ... vi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Tujuan ... 3
1.3. Manfaat Pelaksanaan PKL... 3
1.4. Manfaat bagi pihak terkait instansi pemerintah/ swasta ... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4
2.1. Tanaman Padi... 4
2.2. Benih ... 4
2.3. Mesin pembibitan ... 5
2.4. Sistem penggunaan dapog ... 6
2.5. Keselamatan dan Keamanan K3 ... 7
2.6. Petunjuk Keselamatan Kerja mesin pembibitan ... 7
BAB III RENCANA KEGIATAN ... 9
3.1. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan PKL II ... 9
3.1.1. Waktu Pelaksanaan ... 9
3.1.2. Tempat Pelaksanaan ... 9
3.2. Materi Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) II ... 9
3.3. Prosedur Pelaksanaan PKL II ... 10
BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PELAKSANAAN ... 12
4.1. Gambaran Umum UPJA Taju Jawa ... 12
4.1.1 Sejerah dan Perkembangan ... 12
4.1.2 Profile UPJA Taju Jawa ... 13
4.1.3 Struktur Organisasi pengurus UPJA Taju Jawa ... 13
4.1.4 Posisi dan Denah Lokasi UPJA Taju Jawa ... 14
iii
4.1.5 Daftar Pegawai UPJA Taju Jawa ... 14
4.2. Identifikasi alsintan UPJA Taju Jawa ... 15
4.3. Mesin pembibitan Grain Seeder ... 16
4.4. Fungsi dan Spesifikasi Mesin Pembibitan Padi ... 17
4.5. Sistem penaburan tanah ... 18
4.6. Komponen mesin penaburan tenah ... 19
4.6.1. Feeding Elevator... 19
4.6.2. Penakar dan penuang tanah ... 19
4.6.3. Kotak bibit/dafoq (tray) ... 21
4.7. Perawatan dan perbaiakan mesin grain seeder ... 21
4.8. Penerapan prinsip K3 ... 22
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 23
5.1. Kesimpulan ... 23
5.2. Saran ... 23
DAFTAR PUSTAKA ... 24
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 3.2.Rencana Materi Kegiatan Pelaksanaan PKL II ... 9
Tabel 3.3.Prosedur Pelaksanaan PKL II ... 11
Tabel 4.1.5.Daftar pegawai UPJA Taju Jawa ... 15
Tabel 4.2.Alsintan di UPJA Taju Jawa ... 15
Tabel 4.4.Spesifikasi mesin Pembibitan grain seeder ... 17
v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.3. Mesin Pembibitan Padi... 5
Gambar 4.3. Mesin pembibitan tipe dongfeang Gatra GS 808 ... 16
Gambar 4.1.3 Struktur Organisasi UPJA Taju Jawa ... 13
Gambar 4.1.4 Denah peta lokasi PKL II ... 14
Gambar 4.5. Proses penaburan tanah secara otomatis ... 18
Gambar 4.6.1. Alat pengangkut tanah dan penuang tanah ... 19
Gambar 4.6.2. Tempat penambungan media tanah ... 19
Gambar 4.6.3. Tempat penyiapan kotak dafog/tray ... 21
Gambar 4.8. Kegiatan pengoprasian mesin grain seeder ... 22
vi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Jadwal Palang Kegiatan Pelaksanaan (PKL) II ... 24
Lampiran 2. Lembar Konsultasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) II... 25
Lampiran 3. Jurnal Harian Praktik Kerja Lapangan (PKL) II ... 26
Lampiran 4 dokumentasi hasil kegiatan PKL II... 27
vii
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan produktvitas dan produksi padi seiring dengan peningkatan kebutuhan pangan nasional. Kementrian Pertanian menetapkan progamswasembada komoditas padi secara berkelanjutan. Salah satu hambatan dan tantangan yang dijumpai untuk mewujudkan target pemerintah tersebut adalah permasalahan kekurangan/
terbatasnya tenaga kerja tanam padi. Kelangkaan tenaga kerja tersebut menyebabkan jadwal tanam sering tidak tepat waktu/mundur, tanam tidak serempak, umur bibit lebih tua, sehingga berpeluang terhadap serangan hama penyakit dan kekeringan yang akhirnya berpengaruh terhadap penurunan produksi padi. Kondisi tersebut tentunya perlu adanya teknologi yang dapat mempercepat proses/ waktu tanam, salah satu diantaranya adalah menggunakan mesin pembibitan.
Mesin pembibitan adalah mesin penanam benih padi yang dipergunakan untuk menanam benih padi yang telah disemaikan pada areal khusus (menggunakan tray/dapog) dengan umur atau ketinggian tertentu, pada areal tanah sawah kondisi siap tanam, dan mesin dirancang untuk bekerja pada lahan berlumpur (puddle) dengan kedalaman kurang dari 40 cm. Oleh karena itu mesin ini dirancang dan dilengkapi dengan alat perendam dan pemeram benih dengan memanfaatkan tanah sebagai media tanam mesin ini merupakan alat untuk perpindahan tanaman dari satu media tanam ke media tanam yang lain,mesin pembibitan padi yang dirakit oleh Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian Balibangtan. merupakan penggabungan teknologi percepatan pembibitan dengan media tanah sebagai media untuk penanaman.
(Kushartanti, 2014)
2
Pembuatan kotak persemaian padi menggunakan tray/dapog pada biasanya menggunakan alas plastik atau kertas koran. Namun dengan penggunaan alas dari plastik dan kertas koran dapat mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman padi karena mengandung bahan kimia dan akan menjadi limbah saat bibit ditanam ke lahan. Hal tersebut disebabkan pada saat penanaman bibit ke lahan alas plastik dan kertas koran tersebut tidak dapat dilepas karena sudah tertembus dan terikat oleh akar bibit padi. Selain itu terdapat permasalahan yang timbul pada saat persemaian bibit padi yaitu penggunaan tanah sebagai media tanam yang membutuhkan jumlah tanah cukup banyak. Dimana tanah yang dibutuhkan untuk media tanam persemaian bibit padai pada lahan 1 ha yaitu sebesar 1.500 kg tanah.(sumardi, 2008)
Jumlah benih yang ditanam pada dafoq dan cara penebaran tanah yang tidak merata atau sembarangan juga akan mempengaruhi pertumbuhan persemaian padi. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan bahwa jumlah benih untuk persemaian padi pada tiap dapog adalah 60 gram.
Berdasarkan dari masalah di atas, maka perlu dilakukan modifikasi alas persemaian untuk pembibitan padi pada tray/dapog menggunakan Media Tanam Organik (MTO). MTO sendiri berbahan dasar batang eceng gondok dan batang tanaman pisang, sehingga aman bagi tanaman maupun lingkungan karena dapat beralih fungsi sebagai pupuk organik. Selain itu penggunaan MTO juga dapat mengurangi penggunaan tanah untuk media tanam persemaian bibit padi. Kemudian juga dilakukan pemberian sekat satu jalur vertical pada persemaian bibit padi tersebut menggunakan plastik mika kaku dengan penaburan tanah yang merata dan rapi untuk meminimalisir penggunaan benih. Sehingga akan diketahui pengaruh pemberian MTO dan sekat terhadap uji kinerja mesin pembibitan. (Lazuardy, 2016)
3 1.2. Tujuan
1. Mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan teknis melalui praktik magang teknik dan usaha serta perawatan dan perbaikan mesin pembibitan padi.
2. Meningkatkan kemampuan entrepreneur melalui magang yang meliputi kegiatan pengumpulan data dan informasi umum dari UPJA tersebut.
3. Untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana cara pengoprasian dan penggunaan mesin pembibitan padi.
1.3. Manfaat Pelaksanaan PKL
1. Mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan dan dapatkan pengalaman saat PKL II.
2. Mahasiswa dapat berlatih dalam bermasyarakat dengan kondisi sosiokultur yang berbeda-beda.
3. Mahasiswa dapat melakukan kerjasama dengan instansi pemerintah/ swasta, pelaku utama dan pelaku usaha serta stakeholder lain.
1.4. Manfaat bagi pihak terkait instansi pemerintah/ swasta
1. Mengenal PEPI sebagai penyelenggara pendidikan program Diploma III Jurusan Teknologi Mekanisasi Pertanian.
2. Menciptakan kerjasama yang baik dan saling menguntungkan di bidang pemberdayaan SDM pertanian.
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Tanaman Padi
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman yang sangat penting keberadaannya di Indonesia karena menghasilkan beras yang merupakan sumber makanan pokok. Seperti yang diketahui populasi penduduk Indonesia semakin hari semakin bertambah, sehingga kebutuhan pokok seperti pangan harus di penuhi. Dari data yang didapat sekitar 1.750 juta jiwa dari 3 milyar penduduk Asia termasuk 200 juta penduduk Indonesia, menggantungkan kebutuhan kalorinya dari beras. Sementara di Afrika dan Amerika Latin yang berpenduduk sekitar 1,2 milyar, 100 juta diantaranya pun hidup dari beras.
Oleh karena itu, di negara-negara asia beras memiliki nilai ekonomis sangat berarti. Dan padi dapat mempengaruhi kestabilan politik, ekonomi dan pertanian negara, serta mempengaruhi biaya kerja dan harga bahan lainnya.
(Andoko, 2010).
2.2. Benih
Benih merupakan faktor penting pada suatu pertanaman karena benih merupakan awal kehidupan dari tanaman yang bersangkutan. Benih adalah biji tanaman yang sengaja diproduksi dengan teknik-teknik tertentu, sehingga memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai bahan pertanaman selanjutnya. Benih adalah symbol dari suatu permulaan. Benih merupakan inti dari kehidupan dialam karena kegunaannya sebagai penerus dari generasi tanaman. Kualitas benih sangat menentukan keberhasilan suatu usahatani, sehingga apabila kemampuan tumbuhnya rendah, jumlah populasi per satuan luas akan berkurang. Salah satu kunci budidaya padi terletak pada kualitas benih yang ditanam. Untuk itu diperlukan benih yang memiliki daya tumbuh yang tinggi (90 s.d 100%) dan sehat. Benih yang memiliki persyaratan tersebut diharapkan akan menghasilkan bibit yang kuat dan sehat. Benih padi adalah bahan tanaman (planting material) yang dihasilkan dari proses perkembangbiakan tanaman padi secara generatif yang digunakan untuk
5
produksi benih atau produksi tanaman. Benih unggul padi dibedakan menjadi empat kelas yakni benih penjenis (breeder seeds/ BS), benih dasar (foundation seeds/ FS), benih pokok (stock seeds /SS), serta benih sebar (extension seeds/ ES). Benih unggul ini diproduksi oleh instansi atau badan yang ditetapkan atau ditunjuk oleh Badan Benih Nasional dan telah mempunyai sertifikat. (PURBA, 2017).
2.3. Mesin pembibitan
Mesin pembibitan merupakan mesin yang di peruntukan dan di manfaatkan sebagai alat untuk persemaian bibit dan teknologi pada unit Pembibitan Padi ini merupakan teknologi yang terintegrasi terdiri atas beberapa komponen seperti Mesin perendam dan pemeram benih, Penghalus tanah (Hammer Mill), Feeding Elevator Mesin Penabur tanah dan benih, Kotak persemaian atau dapok dan Rak pemeliharaan persemaian. Mekanisme atau cara penggunaan unit pembibitan padi ini dilakukan mulai dari penyiapan tanah dan benih sampai dengan pemeliharaan persemaian, Persemaian dapat dilakukan untuk peliharaan di lahan kering diluar areal tanam/sawah dengan penyiraman (hemat lahan/air) tentunya dapat Mengurangi resiko kegagalan karena banjir di lahan sawah,kemudian Mengurangi resiko serangan hama dan penyakit, Pengendalian pertumbuhan lebih mudah, Pertumbuhan bibit lebih cepat, kemudian dapat mengikuti jadwal air/percepatan musim tanam. (Pertanian, 2019).
Gambar 2.3. Mesin Pembibitan Padi (Sumber : lqgrowgreen.en.made-in-china.com)
6 2.4. Sistem penggunaan dapog
Dapog/tray merupakan tempat tumbuhnya bibit padi yang ditanam secara acak dengan cara ditabur pada media tumbuh untuk disemaikan. Pesemaian dengan sistem dapog umumnya dilakukan apabila penanaman dilakukan menggunakan alat tanam rice transplanter. Salah satu titik kritis tanam bibit menggunakan mesin tanam pindah bibit padi (rice transplanter) adalah pembuatan pesemaian karena memerlukan bibit khusus. Cara pembuatan pesemaian berbeda dengan pesemaian yang biasa dilakukan (konvensional).
Ukuran dapog untuk mesin pembibitan mempunyai lebar 18,3 cm dan panjang sekitar 58 cm. Cara penyemaian dapog dapat dilakukan langsung di lahan basah (sawah) ataupun di pekarangan rumah. Kebutuhan benih per dapog pesemaian adalah 90 -100 gram. Tebal media tumbuh untuk pesemaian yaitu 2–3 cm. Umur bibit yang dapat ditanam berkisar 15 –20 hari setelah semai dan tinggi bibit yang disarankan mencapai 15 –20 cm. Lokasi tempat pesemaian bisa di pekarangan rumah atau langsung dilakukan di sawah.
Intinya adalah mudah diari/disiram, terbebas dari hewan ternak jika di pekarangan dan jauh dari sinar lampu untuk menghindari organisme pengganggu tanaman (OPT). Jika pembibitan di pekarangan/halaman rumah bisa dibuat rak-rak dari bambu, ketinggian rak disesuaikan dengan kondisi tempat. Setelah lokasi kita tentukan kemudian dapok/tray yang telah diisi media, ditata dengan hati-hati selanjutnya disiram air sampai basah betul (bila diangkat dafog/tray airnya menetes). Sedangkan pesemaian/pembibitan yang dilakukan di lahan sawah sebaiknya dibuat guludan/bedengan setingga 10 cm dengan lebar bedengan sekitar 150 cm untuk dua dapok kanan kiri.
Panjangnya disesuaikan dengan kebutuhan kemudian ratakan (harus datar).
Untuk menabur benih pada dapog/tray dapat disebar langsung dengan tangan atau menggunakan alat penabur benih (Seeder). Pemeliharaan dilakukan setelah pesemaian umur 4 hari setelah semai (hss). Bila tempat pesemaian di lahan pekarangan setiap hari perlu penyiraman secara intesif. Sementara cara pemeliharaan pesemaian dilahan sawah, saat masa kecambah, atur ketinggian air dibawah tray/dapok. Pada masa pertumbuhan daun, atur ketinggian air sama dengan guludan jika penyemaian disawah. (Purba, 2017)
7 2.5. Keselamatan dan Keamanan K3
Keselamatan dan keamanan adalah faktor yang sangat penting dalam pengoperasian sebuah alat. Pada pengoperasian alsin Mesin pembibitan, keselamatan dan keamanan operator harus sangat diperhatikan. Selain itu pengecekan kondisi mesin secara rutin sebelum beroperasi juga sangat perlu, hal ini untuk mendapatkan performansi mesin yang bagus saat dioperasikan di lapangan. Petunjuk operasional dan perawatan mesin biasanya dapat dipelajari pada buku manual operasional yang terlampir pada setiap mesin yang ada. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam operasional mesin pembibitan padi antara lain :
1 Kondisi fisik operator harus sehat, tidak dibawah pengaruh obat- obatan, tidak mabuk, hamil dan digunakan oleh orang dewasa.
2 Baca dan pahami manual book mesin pembibitan
3 Menyiapkan kotak P3K dan mencatat nomor penting disekitar lokasi seperti puskesmas, pemadam kebakaran dan apotik.
4 Selalu perhatikan setiap tanda peringatan/ larangan yang menempel pada beberapa bagian mesin/ peralatan.
5 Gunakan perlengkapan keselamatan kerja, berupa : topi (safety helmet), pakaian kerja, penutup mulut dan hidung (masker), penutup telinga (ear plug), sepatu (safety shoes) dan lain-lain yang mendukung keselamatan disesuaikan dengan kebutuhan.
Kesalahan dan tidak memperhatikan petunjuk operasional mesin dengan baik dapat mengakibatkan kecelakaan atau cedera yang fatal dan mesin akan cepat rusak
2.6. Petunjuk Keselamatan Kerja mesin pembibitan
1. Jalankan alsin perontok padi hanya bila operator benar–benar telah memahami cara pengoperasiannya. Gunakan buku petunjuk (manual book) sebagai panduan Sebelum mengoperasikan alsin mesin pembibitan pada ruangan tertutup berbahaya bagi kesehatan di karnakan ada zat-zat kimia yang keluar ketika melakukan persemaian bibit.
8
1. Jaga bagian tubuh (tangan, lengan, rambut dan kaki) dari sentuhan komponen mesin yang berputar/ bergerak. Kenakan pakaian berlengan pendek dan tidak longgar agar tidak tersangkut pada bagian mesin yang berputar.
2. Gunakan masker penutup mulut dan hidung agar terhindar dari debu yang ditimbulkan sewaktu proses persemaiian berlangsung dan rambut yang panjang sebaiknya diikat dan gunakan topi supaya tidak terkena bagian-bagian mesin yang berputar.
3. Jangan bekerja pada mesin yang kondisinya kurang baik (mur dan baut kendur/ longgar, berbunyi tidak normal).
4. Sediakan selalu kotak perlengkapan PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) pada tempat yang mudah terlihat.
9
BAB III
RENCANA KEGIATAN
3.1. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan PKL II 3.1.1. Waktu Pelaksanaan
Praktik kerja lapang (PKL) II mahasiswa program studi Teknologi Mekanisasi Pertanian, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia akan dilaksanakan pada semester VI (enam) yang akan dilaksanakan mulai tanggal 14 maret sampai dengan 27 April 2022.
Objek yang di amati adalah tentang mesin pembibitan hal yang di amati yaitu tentang sistem penaburan tanah menggunakan mesin pembibitan pada dafog,variable yang di amati tentang mekanisme atau cara penaburan tanah yang di lakukan pada mesin pembibitan.
3.1.2. Tempat Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan PKL II akan dilaksanakan di UPJA Taju Jawa desa Kebondalem lor Kec. Prambanan, Kab.Klaten, Prov.Jawa Tengah
.
3.2. Materi Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) II
Cangkupan Materi Kegiatan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) II Mahasiswa Prodi Teknologi Mekanisasi Pertanian.
Tabel 3.2. Rencana Materi Kegiatan Pelaksanaan PKL II
No. Materi
Kegiatan Rincian Kegiatan Output
Kegiatan 1. Keadaan dan
informasi umum institusi, Dunia Usaha, Dunia Industri, UMKM, dan stakeholder lain.
Sejarah dan perkembangan
Profil instansi
Posisi dan denah
Tata letak (lay out)
Struktur Organisasi
Personalia, tenaga kerja dan kualifikasi
Gambaran dan informasi perusahaan.
10 No. Materi
Kegiatan Rincian Kegiatan Output
Kegiatan
Tata kerja pegawai (jam kerja, shift)
2. Cakupan
entrepreneurship dari institusi, Dunia Usaha, Dunia Industri, UMKM, dan stakeholder lain.
Jenis usaha
Produk
Konsumen
Strategi pemasaran
Masalah/kendala pemasaran
Pemecahan masalah/kendala pemasaran
Informasi cakupan
entrepreneurship
3. Layanan komplain dan purna jual
Penanganan komplain produk/jasa dari konsumen.
Kegiatan layanan purna jual produk/jasa
Pengalaman dan informasi tentang pengelolaan layanan komplain dan purna jual.
4. Pemeliharaan dan perbaikan alat dan mesin pertanian
Pemeliharaan dan perbaikan alat dan mesin prapanen
Pemeliharaan dan perbaikan alat dan mesin pascapanen dan pengolahan hasil pertanian
Pengalaman pemeliharaan dan perbaikan alat dan mesin pertanian
3.3. Prosedur Pelaksanaan PKL II
Kegiatan praktek kerja lapangan (PKL) II yang akan dilaksanakan yaitu disesuaikan dengan aktivitas dan kegiatan kerja yang ada di UPJA Taju Jawa desa Kebondalem lor Kec. Prambanan, Kab.Klaten, Prov.Jawa Tengah
.
dan juga di lapangan. Mahasiswa melaksanakan PKL II dengan menerapkan protocol Kesehatan yang ketat sesuai dengan anjuran pemerintah dan di bawah pembimbingan internal maupun pembimbing eksternal.Mahasiswa berkewajiban mengisi jurnal yang akan di tanda tangani oleh pembimbing Eksternal. Mahasiswa diperbolehkan berangkat ke lokasi PKL II jika sudah menyerahkan proposal yang telah disetujui oleh dosen pembimbing dan melaksanakan PKL dengan membawa petunjuk teknik PKL II, proposal serta instrument pelaksanaan kegiatan, Alokasi waktu pelaksanaan kegiatan PKL dilaksanakan selama 1 setengah Bulan dari Tanggal 14 maret s/d 27 April11
2022. Kegiatan praktek kerja lapangan (PKL) II di laksanakan sesuai dengan aktivitas dan kegiatan kerja di UPJA Taju Jawa Dan di Lapangan. Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) II yang akan dilaksanakan di UPJA Taju Jawa desa Kebondalem lor Kec. Prambanan, Kab.Klaten, Prov.Jawa Tengah, Berikut Jadwal dan Prosedur Plaksanaan Kegiatan PKL II :
Tabel 3.3. Prosedur Kegiatan Pelaksanaan PKL II
No Uraian Kegiatan Pelaksanaan PKL II
Waktu
Pelaksanaan Metode
1. Koordinasi dengan
Ketua UPJA Taju Jawa 1 HARI Kunjungan untuk pelaksanaan PKL II 2. Mengumpulkan data
dan informasi terkait dengan keadaan umum dan profil perusahaan, organisasi dan
manajemen SDM
3 HARI
Koordinasi dan
wawancara dg Pengurus UPJA.
3. Mengumpulkan informasi ttg alsintan yang di oprasikan di sana
3 HARI
Koordinasi dengan pekerja disana dan Pembimbing eksternal.
4. Mengumpulkan informasi data jenis Alsintan yang ada di UPJA
2 HARI
Koordinasi dan wawancara dengan teknisi.
5. Belajar tentang pengoprasian alsintan
yang ada di UPJA 10 HARI
Diskusi dan wawancara di tempat kerja dengan teknisi yang bekerja disana.
6.
Praktik Penerapan prinsip keamanan, keselamatan dan kesehatan ker (K3) di lapangan
3 HARI
Diskusi dan wawancara dg teknisi alsintan
7. Peroses perawatan dan
perbaikan alsintan 4 HARI Diskusi dan wawancara dg pengurus UPJA 8. Penyusunan dan
pembuatan Laporan 7 HARI Diskusi dengan
pembimbing Eksternal
12
BAB IV
PEMBAHASAN DAN HASIL PELAKSANAAN
4.1. Gambaran Umum UPJA Taju Jawa 4.1.1 Sejerah dan Perkembangan
UPJA Taju Jawa telah berdiri sejak tahun 2012 yang didirikan oleh Didik Purwadi Nugroho seorang penggemar permesinan yang akhirnya tertarik untuk mendalami mesin-mesin pertanian padi, berawal dari hobi dan motivasi untuk ikut menempelkan sebutir pasir pada bangunan yang bernama
“Kedaulatan Pangan Indonesia” yang menarik minat para pemerhati pertanian di klaten dan sekitarnya untuk bergabung dengan membawa keahlian masing- masing sehingga tersusun sebuah struktur organisasi Taju Jawa.
Taju jawa merupakan dua buah kata yang kemudian dipilih sebagai nama dari paguyuban atau kelompok. Taju jawa adalah dua akronim yang merupakan kependekan dari kalimat “Tata Maju Jajar Legawa”. UPJA Taju Jawa mempunyai ketertarikan yang kuat terhadap mekanisasi pertanian khususnya mesin-mesin padi modern. Dalam kesehariannya yang dilakukan oleh UPJA Taju Jawa adalah meliputi :
1 Pembibitan, penanaman dengan menggunakan rice transplanter
2 Pengolahan tanah dengan menggunakan traktor roda 4 dan hand tracktor.
3 Pemanenan padi dengan menggunakan combine harvester 4 Pengolahan padi dengan rice mile unit
5 Penjualan beras
6 Penjualan mesin dan spare part produk PT. Rutan 7 Pembengkelan Alsintan
8 Menyediakan Trainer mekanisasi atau pelatihan
13 4.1.2 Profile UPJA Taju Jawa
Nama Instansi : UPJA Taju Jawa
Alamat : Jl. Manisrenggo Km. 3.5, Tegal Serut 08/03, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan. Prambanan, Kabupaten.
Klaten, Provinsi Jawa Tengah Status Bangunan : Milik Sendiri
Kondisi Bangunan : Baik
Direktur Utama UPJA : Didik Purwadi Nugroho Nomor Telp UPJA : 08156700736 (Indosat)
Email : [email protected]
Kecamatan Wilayah Kerja : 1. Bantul 2. Sleman 3. Klaten 4. Sukoharjo 5. Sragen
4.1.3 Struktur Organisasi pengurus UPJA Taju Jawa
Gambar 4.1.3 Struktur Organisasi UPJA Taju Jawa
14
4.1.4 Posisi dan Denah Lokasi UPJA Taju Jawa
Gambar 4.1.4 Denah peta lokasi PKL II (Sumber : Pengambilan gambar dari Google earth)
Alamat lokasi PKL II : 7GG3+69W Didik Purwadi Nugroho, Tegalserut, Kab.Dalem Lor, Kec. Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57454 4.1.5 Daftar Pegawai UPJA Taju Jawa
Pegawai UPJA Taju Jawa memiliki anggota diantaranya yaitu meliputi Direktur utama UPJA /Kepala UPJA, Penasehat,Direktur keuangan,Direktur pembibitan, Direktur penanaman,Direktur pemanenan, Direktur penggilingan, dan Direktur pengolahan tanah, mereka semua bekerja sama untuk menhhujudkan pertanian yang lebih baik dengan membentuk sebuah kelompok yang dinamakan dengan UPJA Taju Jawa tentu memperlukan orang-orang yang berkompten dan berani dalam mewujudkan pertanian yang lebih baik.
15
Tabel. 4.1.5. Daftar pegawai UPJA Taju Jawa
4.2. Identifikasi alsintan UPJA Taju Jawa
Alsintan atau alat mesin pertanian adalah sebuah sebutan untuk semua alat dan mesin yang digunakan dalam usaha bidang pertanian. Alsintan ini juga sangat dibutuhkan dalam pembangunan pertanian. Peningkatan teknologi tepat guna melalui alsintan ini sangat dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi pertanian. Peran alsintan dalam pengembangan pertanian bukan sebatas proses budidaya dan pascapanen, tapi juga bagi upaya pengembangan proses dan hasil yang menjadi aneka produk pangan tambahan. Adanya alsintan ini menjadi pemicu transformasi teknologi kepada petani menuju pertanian yang lebih modern, efektif, dan ramah lingkungan.
Pada UPJA Taju jawa memiliki beberapa unit Alsintan dengan salah satunya sebagai berikut :
Tabel. 4.2. Alsintan di UPJA Taju Jawa
No Alsintan yang ada di UPJA Taju Jawa Jumlah 1. Mesin rice transplanter dengan sistem
tanam tegal 2 unit
No. Nama Pegawai Jabatan
1. Didik Purwadi Nugroho Direktur Utama 2. 1. Ngadimin
2. Ngadiran 3. Sudarto
Penasehat
3. Ir. Diah Retno Utami Direktur Keuangan 4. Kasikin Hadi Priyanto Direktur Pembibitan
5. Suratman Direktur Penanaman
6. 1. Didik Purwadi Nugroho
2. Sumandi Direktur Pemanenan
7. Taufik Edy Prasetyo, S.Tp Direktur Penggilingan
8. Monadi Direktur Pengolahan Lahan
16
2. Mesin rice transplanter dengan sistem
tanam jarwo 2:1 1 unit
3. Mesin rice combine harvester panen padi 3 unit
4. Mesin penggiling padi 1 unit
5. Mesin hand tracktor rotary 1 unit
6. Mesin hand tracktor dengan implement
singkal atau piringan 1 unit
7. Traktor roda 4 dengan implemen singkal
dan rotary 1 unit
8. Mesin pembibitan 1 unit
4.3. Mesin pembibitan Grain Seeder
Dalam proses pembibitan pada dafog (tray) diperlukan pengoprasian yang baik dan tentunya harus fokus ketika benih padi sudah akan di tebar pada tray dalam pengoprasian mesin pembibitan tentu memiliki tujuan yaitu untuk mempermudah dalam peroses penyiapan benih padi dan untuk mengefisiensi waktu dalam penyiapan bibit padi sebelum di tanam, mesin pembibitan yang di gunakan yaitu jenis mesin semai benih padi dongfeang Gatra GS 808 dengan daya mesin listrik 220 V- 360 V dan kapasitas produksi yang di miliki 650-700 tray/jam.
Gambar 4.3. Mesin pembibitan tipe dongfeang Gatra GS 808 (Sumber : Dokumentasi kegiatan PKL II)
17
4.4. Fungsi dan Spesifikasi Mesin Pembibitan Padi
Mesin semai benih berfungsi untuk membuat persiapan benih bibit padi dalam bentuk dafog (tray) yang nantinya akan di pergunakan untuk penanaman padi menggunakan translpanter. Mesin ini terdiri dari beberapa bagian utama yaitu bagian pengumpan dafog (tray),bagian penakar tanah dasar, bagian perata tanah, bagian penyiram, bagian penakar benih, bagian penakar tanah penutup serta bagian pengumpul dafog secara otomatis, Masing-masing bagian digerakan oleh motor listrik. Mekanisme kerja alat ini yaitu dafog (tray) berjalan melewati bagian penghantar yang terbuat dari roll conveyor menuju bagian penaburan tanah untuk alas benih kemudian diisi tanah, setelah itu disiram air di bagian penyiraman dan di isi benih di bagian penaburan benih yang selanjutnya ditutup dengan menggunakan media tanah penutup pada bagian penaburan tanah.
Mesin pembibitan grain seeder tipe dongfaeang Gatra GS 808 ini memiiki spesifikasi yaitu :
Table 4.4. Spesifikasi mesin pembibitan grain seeder
Produktivitas ± 100 tray/jam Rata sebaran semai 95%
Listrik 50 Hz 220 V-360 W
Panjang 10650 mm
Lebar 1900 mm
Berat 1590 mm
Tinggi 190 kg
Volume penampungan media tanah 45 Liter
Volume penampungan benih 30 Liter
Volume penampungan tanah penutup 45 Liter KINERJA
DAYA MESIN
DIMENSI
18 4.5. Sistem penaburan tanah
Mesin pembibitan padi model dongfeang gatra GS 808 memiliki sistem penaburan yang dilakukan yaitu dengan cara tanah yang sudah di haluskan secara manual kemudian di angkut ke bak penampungan tanah yang ada di mesin pembibitan kemudian setelah mesin di hidupkan secara otomatis tanah akan ditarik oleh tangga conveyor pengangkut tanah kemudian tanah akan secara langsung masuk ke dalam bak penakar tanah dasar pada bagian bak penakar tanah memiliki tampungan media tanah yaitu 45 liter, kemudian dari tempat penampung tanah tersebut dilakukan peroses penebaran tanah dengan ukuran atau takaran per dafog (tray) 3 liter untuk di tebar pada dafog (tray),proses penebaran tanah dilakukan dengan cara ketika tanah sudah jatuh dari bak penakar tanah dasar ke dafog (tray) secara otomatis pada bagian perata tanah akan meratakanya dengan menggunakan roll perata tanah yang kemudian secara langsung media tanah akan merata pada dafog (tray) kemudian secara otomatis akan disirami air agar tanah basah sebelum menuju peroses penebaran benih padi.
Gambar 4.5. Proses penaburan tanah secara otomatis
Tanah yang di perlukan dalam peroses penaburan yaitu memiliki ukuran pertikal tanah harus kurang dari 4 mm dan suhu tanah rendah, jika tidak mesin tidak bisa meratakan dan menutup media tanah dengan secara merata,kemudian media tanah juga harus bersih dari rumput dan batu yang berarti tidak boleh tercampur ke dalama media tanah yang akan di tebarkan pada dafog (tray).
19 4.6. Komponen mesin penaburan tenah 4.6.1. Feeding Elevator
Gambar 4.6.1. Alat pengangkut tanah dan penuang tanah
Alat pengangkut/pengangkat dan penuang tanah Fungsinya sebagai alat pengangkut tanah untuk dituangkan ke penampung tanah yang akan dituangkan/ditakar ke kotak bibit.
Kapasitas : 300 kg/jam
Penggerak : motor listrik 0,5 Hp/1450 rpm Cara pengoperasian alat :
Aliran daya listrik dihubungkan
Setelah mesin berjalan, tanah halus hasil proses dari Hammer Mill dimasukkan ke dalam hopper/penampung tanah Feeding Elevator.
Elevator mengangkut tanah dan menuangkan ke dalam hopper/penampung tanah pada penabur tanah untuk ditakar/dituang ke kotak bibit.
4.6.2. Penakar dan penuang tanah
Gambar 4.6.2. Tempat penambungan media tanah
20
Alat penampung medai tanah fungsinya yaitu untuk sebagai tempat penakar tanah yang nantinya akan diisikan kedalam kotak bibit.
Kapasitas : 100 tray/ jam
Penggerak : motor listrik ½. HP/1.450 rpm Terdiri atas komponen-komponen :
1. Belt conveyor berfungsi sebagai alat angkut/pembawa kotak bibit yang akan diisi tanah dan benih. bergerak dengan kecepatan tertentu sehingga kotak berisi tanah dan benih sesuai dengan jumlah yang diinginkan.
2. Penuang dan penakar tanah dasar berfungsi menakar dan menuangkan tanah kedalam kotak bibit sesuai jumlah yang diinginkan.
Mekanisme kerja : menggunakan roll penakar Sistem penjatuhan tanah dasar m e m i l i k i diameter roll penakar 90 mm dan putaran 22,4 rpm, pada ketebalan tanah 2 cm (2 kg/kotak bibit).
3. Penuang dan penakar benih berfungsi menakar dan menuang benih sesuai jumlah yang diinginkan Sistem penjatuhan benih memiliki diameter roll penakar 90 mm putaran 35 rpm, dgn dosis benih 200 gr/kotak bibit.
4. Penuang dan penakar tanah penutup berfungsi untuk menuangkan tanah untuk menutup atau melapisi benih yang telah ditabur pada kotak bibit Sistem penjatuhan tanah penutup :memiliki diameter roll penakar 90 mm putaran 7,5 rpm, pada ketebalan tanah 0,50 cm (500gr/kotak bibit).
Cara pengoperasian alat :
Tanah yang diangkut dan disalurkan oleh Feeding Elevator masuk kedalam hopper penakar tanah
Kotak bibit diletakkan diatas belt conveyor
Setelah semua bahan siap, saklar pada mesin penakar diposisikan pada keadaan “on” dan mesin bekerja secara otomatis.
21 4.6.3. Kotak bibit/dafoq (tray)
Gambar 4.6.3. Tempat penyiapan kotak dafog/tray
Kotak bibit atau dafoq persemaian berfungsi sebagai tempat pemeliharaan persemaian sistem kering untuk padi dengan ukuran/dimensi 60 x 297 x 35 cm disesuaikan dengan standar penanaman secara mekanis.
dafoq terbuat dari bahan plastik atau PVC atau bahan lainnya dengan alas berlubang-lubang untuk drainase air,dalam 1 tray terdapat 217gram benih.
4.7. Perawatan dan perbaiakan mesin grain seeder
Dalam kegiatan perawatan dan perbaaikan mesin grain seeder yang sering dilakukan di upja taju jawa yaitu :
1. Pengecekan secara berkala kondisi dari belt konveyor, apabila terjadi aus/putus maka dilakukan penggantian
2. Pengecekan kondisi sensor gerak/potensiometer apabila terjadi error/rusak maka bisa diservis perbaikan/diganti.
3. Memberikan pelumas pada bagian motor agar motor penggerak mesin bisa bergerak/berjalan lancar.
4. Pengecekan pada bagian kelistrikan agar tidak terjadi korsleting.
5. Membersihkan mesin setelah digunakan dan dioprasikan.
6. Mengganti belt pada konveyor yang sudah aus/rusak.
7. Mengganti selang yang sudah bocor /rusak pada bagian tempat untuk penyiram tanah (tray).
8. Melakukan perbaikan pada sensor potensiometer yang error/rusak.
22
4.8. Penerapan prinsip K3
Gambar 4.8. Kegiatan pengoprasian mesin grain seeder
Pelaksanaan penerapan K3 di lapangan tentu sangat di perlukan dan di pehatikan dengan baik terutama dalam melakukan pengoprasian mesin secara otomatis sangat di perlukan ke fokusan ketika mesin berjalan secara otomatis dikarnakan walaupun mesin bekerja secara otomatis tentunya jika tidak di perhatikan dengan baik maka kecelakaan kerja bisa terjadi seperti tanah tempat penampungan jatuh karna tidak sesuai dengan kapasitas yang di perlukan, dafoq/tray yang tidak pas enempatanya sehingga bibit padi yang akan di tebar kedalam tray menjadi tiidak merata,dan hal-hal lain yang tidak di ingingkan bisa saja terjadi jika tidak di perhatikan dengan baik dan tentunya harus fokus ketika mesin bekerja secara otomatis.
23
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan PKL II yang telah dilaksanakan di UPJA Taju Jawa, bahwa pemanfaatan dan pengoprasian dilapangan terkait mesin pembibitan sudah dilakukan secara baik dan optimal oleh oprator.
Kegiatan persemaian dan penebaran bibit padi secara otomatis telah dilakukan oleh oprator di UPJA Taju jawa menggunakan mesin jenis dongfeang Gatra GS 808 dengan daya mesin listrik 220 V- 360 V dan kapasitas produksi yang di miliki 650-700 tray/jam namun dikarnakan harurs menyesuaikan dengan pemesanan bibit dari petani maka per hari mesin beroprasi dan memproduksi ± 100 tray/jam, tentunya dengan adanya mesin penyemaian bibit padi ini lebih memudahkan dan efisien untuk persiapan bibit pada secara merata dengan menggunakan dafog.sehingga oprator juga lebih mudah untuk menyesuaikan jumlah penyiapan bibit padi yang di inginkan oleh konsumen atau para petani 5.2. Saran
Berdasarkan hasil kegiatan PKL II yang telah di laksanakan di UPJA Taju Jawa bahwa dari kegiatan yang sudah dilakukan dapat di sampaikan sarankan yaitu :
1. Dalam penggunaan mesin pembibitan ini sangat baik untuk mempermudah dalam peroses penyiapan benih sercara cepat dan efisien namun dalam pengoprasian mesin pembibitan walapun secara otomatis bekerja tentu dengan 1 oprator kurang efektif dalam pengerjaan dan penyiapan oleh karna itu harus menggunakan 2 oprator sehingga oprator bisa membagi pekerjaannya dan tidak repot.
2. Penggunaan mesin dalam penyiapan benih padi bagus dan mempermudah pekerjaan petani dalam produksi benih padi,dari pemerintah juga harusnya memperhatikan dan memberikan bantuan grain seeder ke para kelompok tani seperti bantuan alsintan lainnya
24
DAFTAR PUSTAKA
Andoko, A. (2010). Budidaya Padi secara Organik. Jakarta: Penebar Swadaya.
Kushartanti. (2014). Peranan Pelatihan Aplikasi Indo Jarwo Transplanter Dalam Upaya. Persemaian Padi Teknik Dapog Menggunakan Media Tanam, 50.
Lazuardy. (2016). Skripsi. Malang: Universitas Brawijaya. Pengaruh Kepadatan Benih Pada Media Persemaian Terhadap Performansi, 97.
Mugni, B. A. (2016). KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. Retrieved from repositori.unsil:
http://repositori.unsil.ac.id/1105/6/BAB%20II.pdf
Muhafidz. (2012, Januari 6). Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA): Sebuah Peluang Bisnis di Pedesaan. Retrieved from harapanrakyat:
https://www.harapanrakyat.com/2012/01/usaha-pelayanan-jasa-alsintan- upja-sebuah-peluang-bisnis-di-pedesaan/
Pertanian, B. P. (2019). Mesin Pembibitan Benih Padi Hemat Lahan. Alat dan Mesin.
Purba, U. I. (2017). Model Rancangan Alat Penyemai Benih Padi Sistem Dapog Skala Laboratorium.
PURBA, U. I. (2017). MODEL RANCANGAN ALAT PENYEMAI BENIH PADI SISTEM DAPOG SKALA LABORATORIUM.
Roeroe, S. D. (2013). Vol.XXI/No.4. EFEKTIFITAS HUKUM DALAM LAYANAN PURNA JUAL.
sumardi. (2008). Vol 27 no.8 Produktivitaas Padi Sawah Pada Kepadatan Populasi Berbeda. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian,
Lampiran 1. Jadwal Palang Kegiatan Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) II
Kegiatan 22/01/2022 13 Maret s/d selesai 12/03/2022 Bulan April Setelah pelaksanaan
Minggu Ke-5 Minggu Ke-6 PKL II di Lakasnakan 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
Pembekalan penyusunan Proposal Pemberangkatan Penerimaan di Lokasi Penetapan Perizinan Kegiatan
Kegiatan Di CV. Adi Setia Utama Pengolahan Data
Penyusunan Laporan
Penyelesaian & Penyerahan Laporan Ujian PKL I
Bulan Maret
Minggu ke-1 Minggu Ke-2 Minggu Ke-3 Minggu Ke-4
25
Lampiran 2. Lembar Konsultasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) II LEMBAR KONSULTASI PKL II
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI MEKANISASI PERTANIAN TAHUN AKADEMIK 2022
Nama : M.Elsan Saupani
Nim : 07.14.19.013
Program Studi : Teknologi Mekanisasi Pertanian Pembimbing Internal : 1. Athoillah Azadi, S.TP, M.T
2. Bapak Bagus Prasetia, S.TP.,M.
Pembimbing Eksternal 1. Didik Purwadi Nugroho, S.E
No Tanggal Materi Konsultasi Koreksi Pembimbing Paraf Pembimbing 1 1 Maret
2022
Melakukan metode penulisan
proposal. Penulisan
2 7 Maret 2022
Melakukan koreksi terhadap
isi proposal dan penulisan. Cara Penulisan 3 8 Marert
2022
Melakukan koreksi terhadap
isi proposal Cara Penulisan
4. 15 Maret 2022
Diskusi terkait draf proposal PKL II
Perbaiakan judul PKL II 5. 24 April
2022
Diskusi dengan pembimbing eksternal
Menambahkan data yang diperlukan
26
Lampiran 3. Jurnal Harian Praktik Kerja Lapangan (PKL) II JURNAL HARIAN
KEGIATAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) II POLITEKNIK ENJINIRING PERTANIAN INDONESIA
TAHUN AKADEMIK 2022
Nama : M.Elsan Saupani NIM: : 07.14.19.013
Lokasi PKL II: : UPJA Taju Jawa desa kebondalem lor, Kec.Prambanan, Kab.Klaten, Prov.Jawa Tengah
No. Hari/
Tanggal Kegiatan Harian PKL II
Paraf Pembimbing
Eksternal
Keterangan 1. Senin
14/03/2022
Melaksanakan kegiatan koordinasi dengan kepala UPJA Taju Jawa dan pengenalan lokasi PKL yang di laksanakan.
Jam (08.00 - selesai).
Kegiatan selanjutnya pertemuan dengan dosen pembimbing untuk
peresmian kegiatan PKL II yang di laksanakan di UPJA Taju Jawa Pada.
Jam (15.15-16.05).
Kegiatan selanjutnya membantu pemindahan benih ke lahan yang sedang di semai pada lahan.
jam (16.10-selesai).
Koordinasi dan pengarahan untuk PKL II.
Pertemuan dan Kunjungan dengan Dosen pembimbing internal.
membantu pemindahan benih padi ke lahan.
27
2. Selasa 15/03/2022
Kegiatan pada pagi hari yaitu membantu penyiapan bibit padi dengan
menggunakan mesin pembibitan
Jam (08.00-09.10).
Kegiatan selanjutanya melakukan diskusi proposal dengan pembimbing eksternal.
jam (09.20-12.00).
Selanjutnya pada siang hari melakukan kegiatan
sanitasi lahan/pembersihan gulma jam (14.30-selesai).
penyiapan benih padi.
diskusi terkait proposal.
sanitasi lahan dan pembersihan gulma.
3. Rabu
16/03/2022
Kegiatan pada pagi hari yaitu membantu penyiapan media tanah pada tray dan melakukan penebaran benih padi secara manual menggunakan raicesider.
jam (08.00-10.00).
Kegiatan selanjutnya melakukan sanitasi lahan pencabutan gulma yang ada di bedengan.
jam (10.15-12.00).
Melakukan pengurasan air yang ada di lahan
menggunakan pompa air untuk persiapan lahan untuk di tanami bibit padi, jam (13.30-selesai).
penyiapan bibit benih.
sanitasi lahan (gulma) pada bedengan.
penyiapan lahan untuk penanaman bibit padi.
4. Kamis 17/03/2022
Kegiatan pada pagi hari melaksanakan kegiatan penyiapan benih padi dan penebaran benih padi
Penyiapan benih padi pada tray dengan mesin pembibitan.
dengan mengunakan mesin pembibitan.
jam (08.10-09.30).
Kegiatan selanjutnya melakukan kegiatan pemanenan padi dengan menggunakan alsin Combine harvester di beberapa tempat/lahan jam (10.05-13.50).
Kegiatan setelah itu pada sore hari melanjutkan sanitasi lahan yang sudah di lakukan sebelumnya jam (15.00-selesai).
Kegiatan pemanenan tanaman padi menggunakan combine harvester.
Sanitasi lahan untuk di lakukan penanaman.
5. Jum´at 18/03/2022
Melaksanakan kegiatan persiapan bibit padi dengan menggunakan medai tanah pada tray menggunakan mesin pembibitan Jam (08.00-10.45).
Kegiatan selanjutnya yaitu melaksanakan kegiatan sanitasi lahan dan
membersihkan gulma pada sekitar tanaman.
Jam (13.20-Selesai).
Penyiapan benih padi pada tray dengan mesin pembibitan.
Sanitasi lahan untuk di lakukan penanaman.
6. Sabtu 19/03/2022
Kegiatan pada pagi hari yaitu sedang melakukan kegiatan perbaikan mesin yang ada pada alat penghalus tanah.
Jam (08.30-10.00).
Kegiatan selanjutnya pada pagi hari yaitu
melaksanakan kegiatan persiapan media tanah
Perbaikan Mesin yang digunakan untuk
menghaluskan tanah.
Penyiapan media tanah untuk persemaian benih padi.
untuk penyemaian benih padi pada tray.
Jam (10.05-12.30).
Kegiatan selanjutnya pada siang hari yaitu perawatan dan pembersihan lahan Jam (14.00-selesai).
perawatan tanaman dan sanitasi lahan.
7. Minggu 20/03/2022
Kegiatan pada hari ini yaitu melaksanakan kegiatan di lingkungan sekitar Mes tempat tinggal.
Jam (08.30-selesai).
Kegiatan selanjutnya yaitu membantu penyiapan benih padi di dengan menggunakan mesin pembibitan
Jam (11.20-Selesai).
Kegiatan kebersihan di lingkungan tempat tinggal.
Membantu penyiapan Benih padi.
8. Senin 21/03/2022
Kegiatan pada pagi hari yaitu melaksanakn
kegiatan sanitasi lahan dan menggemburkan tanah di sekitar tanaman
Jam (08.10-12.00).
Kegiatan selanjutnya yaitu diskusi dengan
pembimbing eksternal terkait laporan
Jam (13.20-15.50).
Belajar cara pengelasan dengan membuat alat untuk penarik padi jam (16.05-selesai).
Sanitasi lahan /menggemburkan tanah di sekitar tanaman.
Diskusi penyusunan laporan kegiatan.
Belajar
pengelasan dan membuat alat.
9. Selasa 22/03/2022
Kegiatan pada pagi hari ini yaitu membantu penyiapan benih dengan
menggunakan mesin semai grain seeder.
Jam (08.10-09.40).
Kegiatan selanjutnya melakukan sanitasi lahan bedangan dan mencabut gulma di tanah.
Jam (09.50-12.00).
Kegiatan selanjutnya pada siang hari yaitu membantu memindahkan pupuk cair yang sudah di distribusikan Jam (13.20-Selesai).
Penyiapan
persemaian benih padi.
Sanitasi lahan bedengan dan membersihkan gulma.
memindahkan pupuk cair yang.
10. Rabu
23/03/2022
Kegiatan pada pagi hari yaitu sedang membantu menyiapkan dan
memindahkan bibit padi ke mobil unuk di bawa ke lahan dan akan di tanam.
Jam (08.10-09.00).
melakukan penanaman bibit padi dengan
menggunakan mobil,dan untuk penanaman bibit padi di lahan di lakukan menggunakan mesin transplanter.
Jam (09.10.-Selesai).
Membantu persiapan bibit padi yang akan di bawa ke lahan.
Menanam bibit padi di lahan dengan menggunakan mesin
transplanter.
11. Kamis 24/03/2022
melakukan kegiatan pengolahan lahan dengan menggunakan Traktor R4 yang di laksanakan di lahan lumpur.
Jam (08.30-17.20).
Kegiatan
pengolahan lahan lumpur
menggunakan Traktor R4.
12. Jum´at 25/03/2022
Kegiatan pada pagi harinya yaitu melaksanakan
kegiatan sanitasi lahan yang ada di sekitar tempat persemaian benih padi Jam (08.10-09.50).
Kegiatan selanjutnya yaitu membantu melanjutkan kegiatan pengolahan lahan dengan menggunakan TR 4 Jam (13.40-16.30).
Kegiatan sanitasi lahan yang ada di sekitar tempat semai bibit padi.
Kegiatan
pengolahan lahan menggunakan TR4.
13. Sabtu 26/03/2022
Kegiatan yang di lakukan hari ini yaitu melanjutkan kegiatan pengolahan lahan dengan menggunakan TR4 Jam (08.30-11.30).
Kegiatan pada siang hari yaitu melakukan perbaikan roda belakang TR4 yang mengalami pecah ban dalem, akibat terkena kayu balok yang ada di lahan lumpur.
Jam (13.30-17.20).
Melanjutkan Pengolahan lahan menggunakan TR4.
Melakukan perbaikan Roda Traktor yang Pecah.
14. Minggu 27/03/2022
melaksanakan kegiatan kebersihan pada sekitar are tempat tinggal
Jam (08.30-10.05).
Melaksanakan kegiatan pemasangan roda belakang TR4 akibat pecah ban kemarin, dan kemudian melakukan pengolahan lahan lumpur dengan menggunakan rotary.
Jam (11.00-17.15).
Kegiatan kebersihan lingkungan di are tempat tinggal.
Kegiatan
pengolahan lahan menggunakan TR4 dengan menggunakan implment rotary.
15. Senin 28/03/2022
Kegiatan pada hari ini yaitu mencari lokasi tempat penjualan bensin solar untuk TR4 karna penjualan bensin solar masih minim di dapatkan.
Jam (08.20-10.30).
Kegiatan selanjutnya pada siang hari mengikuti kegiatan pengolahan lahan menggunakan Traktor R4.
Jam (13.15-16.50).
mencari lokasi tempat penjualan bensin solar.
melaksanakan kegiatan
pengolahan lahan menggunakan traktor roda 4.
16. Selasa 29/03/2022
Kegiatan pada hari ini yaitu melanjutkan kegiatan pengolahan lahan dengan menggunakan alsintan traktor roda 4.
Jam (08.30-17.10).
melanjutkan kegiatan
pengolahan lahan
17. Rabu 30/03/2022
mencari bensin solar untuk mesin traktor roda 4 yang akan di isikan dan akan di gunakan untuk melakukan pengolahan lahan.
Jam (09.10-09.50).
Kegiatan selanjutnya yautu melakukan penyusunan lapora dri kegiatan PKL yang sudah di laksanakan.
Jam (13.30-selesai).
Mencarikan bensin solar untuk Mesin TR4.
mencicil penyusunan laporan hasil kegiatan.
18. Kamis 31/03/2022
Kegiatan pada hari ini yaitu sedang mengikuti kegiatan pemanenan padi dengan menggunakan alsin Combne harvester di lahan yang sudah siap panen.
Jam (08.45-16.30).
Kegiatan
pemanenan padi menggunakan combine harvester.
19. Jum´at 01/042022
Kegiatan pada hari ini yaitu melaksanakan pemanenan padi dengan menggunakan combine harvester.
Jam (09.15-10.50).
Kegiatan dilanjutkan pada siang hari dengan
melakukan perbaikan dan menggantik roda karet (rubber track) pada combine yang mengalami kerusakan atau putus kemudian dilnjutkan dengan melakukan penggantian roller roda dan pemasangan roller back untuk alur jalannya roda karet pada combine harvester.
Jam (14.50-17.20).
Melaksanakan kegiatan
pemanenan padi menggunakan alsin combine harvester.
melakukan perbaikan dan pemasangan roda karet (rubber track) pada alsin combine.
20. Sabtu 02/04/2022
Kegiatan pada hari ini yaitu membantu
membersihakn tray yang akan di gunakan untuk persemaian padi setelah itu juga membantu pembuatan media semai pembibitan padi yang di taburkan secara otomatis menggunakan mesin pembibitan.
Jam (09.10-12.00).
Kegiatan selanjutnya pada siang hari melakukan pembersihan dan perbaikan mesin pembibitan pada bagian penampung tray yang bermasalah pada bagian sensor penggerak
Penyiapan kotak tray untuk sebagai tempat untuk media pemnyemaian benih tanaman padi.
Melakukan pembersihan dan perbaiakan pada bagian tempat penampungan kotak tray.
(Proximity switch) yang tidak bekerja secara otomatis ketika menurunkan dan
mendorong tray oleh karna itu dilakukan perbaikan pada bagian sensor penggeraknya.
Jam (13.00-16.20).
21. Minggu 03/04/2022
Kegiatan pada pagi hari yaitu melaksanakan bersih- bersih di sekitar tempat tinggal/mes.
Jam (08.20-09.05).
Melaksanakan kegiatan diskusi dengan
pembimbing eksternal untuk membahas terkait dengan laporan.
Jam (09.20-selesai).
Kegiatan kebersihan di sekitar tempat tinggal/mes.
Diskusi terkait Laporan PKL.
22. Senin 04/04/2022
Kegiatan pada pagi hari yaitu membantu
memindahkan bibit padi yang sudah di semai dan akan di tanam di lahan.
Jam (08.20-09.40).
Kegiatan pada hari ini yaitu melaksanakan kegiatan pemanenan jagung dengan
menggunakan mesin corn combine.
Jam (10.20-15.55).
Membantu pemindahan bibit padi yang akan di tanam di lahan.
Kegiatan pemanenan jagung
menggunakan alsin corn combine.
23. Selasa 05/04/2022
Kegiatan pada hari ini yaitu melaksnakan kegiatan persemaian padi yang ada di lahan
persemaian
jam (09.30-Selesai).
Menyemai bibit padi yang ada di lahan.
24. Rabu 06/04/2022
membantu mengangkat bibit padi yang akan di tanam di lahan
menggunakan RTP Jam (08.40-09.10).
Kegiatan selanjutnya yaitu melakukan kegiatan penanaman padi dengan menggunakan transplanter dan melakukan
penyulaman padi yang ada di lahan.
Jam (09.30-15.50).
memindahkan bibit padi yang akan di tanam di lahan.
Melaksanakan kegiatan menanam padi menggunakan translpalanter di lahan..
25. Kamis 07/04/2022
Kegiatan pada pagi hari in yaitu membantu
pemindahan bibit padi yang di semai di lahan yang kemudian akan di tanam di lahan
menggunakan transplanter.
Jam (08.30-09.50).
Keiatan selanjutnya melakukan kebersihan di lingkungan sekitar tempat tinggal/mes.
Jam (10.05-10.45).
Kegiatan pada siang hari melakukan penyusunan laporan dari kegiatan yang sudah di laksanakn
sebelumya.
Jam (13.25-selesai).
Memindahkan bibit padi yang sudah di semai dan akan di tanam dilahan menggunakan transplanter.
Melakukan kegiatan kebersihan lingkungan tempat tinggal.
Mencicil penyusunan laporan PKL II.
26. Jum´at 08/04/2022
Kegiatan pada hari ini yaitu melakukan perbaiakn TR4 pada bagian box transmisi implment rotary yang mengalamai
kerusakan pada bagi gear yang lepas dikarnakan tidak adanya plumas dan oli yang kurang karna bocor pada bagian sild yang rusak dan harus di lam lagi.
Jam (08.40-11.20).
Kemudian dilanjutkan pada siang hari melakukan pengolahan lahan dengan menggun akan implment rotary untuk mencacah dan meratakan tanah.
Jam (13.40-16.30).
Perbaiakan TR4 yang mengalami kerusakan pada bagian box transmisi
imlpment rotary.
Melakukan pengolahan lahan menggunakan TR4 dan menggunakan implment rotary.
27. Sabtu 09/04/2022
Kegiatan pada hari ini melaksanakan kegiatan pengujian alat tanam jagung biji-bijian yang di awali dengan praktik bongkar pasang alat tanam jagung, kemudian
melaksanakan pengujian yang di lakukan di lahan yang sudah di siapakan pengujian yang di lakukan di antaranya yaitu
pengujian kecepatan,jarak tanam,kedalaman
tanam,dan efektifitas alat.
Jam (08.20-16.15).
Melakukan kegiatan pengujian alat tanam jagung.
28. Minggu 10/04/2022
Melaksanakan kegiatan kebersihan di lingkungan sekitar tempat tinggal/mes Jam (08.20-08.40).
Kegiatan kebersihan di lingkungan tempat tinggal.
Kegiatan selanjutnya yaitu melakukan perbaikan transplanter yang
mengalami kerusakan pada bagian alat penanam padi (planting arm) pada bagian cover dalamnya patah dan harus di ganti dengan cover yang baru agar bisa di gunakan lagi.
Jam (08.55-12.40).
Melakukan perbaikan alsin transpalnter yang mengalami kerusakan.
29. Senin 11/04/2022
Kegiatan pada hari ini yaitu melaksanakan kegiatan pengelasan alat penyiang gabah padi yang mengalami kerusakan dan di perbaiki, setelah itu di bawa menuju gudang tempat produksi padi di salah satu kelompok usaha tani.
Jam (09.20-13.15).
melakukan perbaikan alat penyiang padi dan pengantaran alat penyiang gabah padi.
30. Selasa 12/04/2022
Kegiatan pada hari ini membantu persemaian padi dan mengangkut bibit padi yang sudah siap akan di tanam di lahan dengan menggunakan transplanter.
Jam (08.10-08.50).
selanjutnya melakukan penyusunan laporan dari hasil kegiatan yang sudah di laksanakan dari
beberapa minggu ini.
Jam (10.30-Selesai).
Kegiatan
penyemaian benih padi dan pengangkutan bibit padi yng akan di tanam.
Mencicil laporan hasil kegiatan.
31. Rabu 13/04/2022
Kegiatan pada pagi hari yaitu membantu
mengangkat dafog bibit padi dan penyiapan bibit padi pada dafog yang akan
Kegiatan
penanaman bibit padi di lahan sawah
menggunakan
di tanam menggunakan transplanter pada lahan sawah yang sudah siap.
Jam (08.30-15.50).
transplanter.
32. Kamis 14/04/2022
melakukan pengecekan lahan tempat pengujian alat tanam biji-bijian yang sebelumnya sudah di tanami bibit jagung dengan menggunakan alat tanam corn sedeer.
Jam (08.35-09.10).
Kegiatan selanjutnya melakukan pengukuran jarak dan tinggi tanaman jagung yang sudah tumbuh yang ada pada lahan.
Jam (09.20-Selesai).
Kegiatan
pengecekan lahan tanaman jagung.
Pengecekan dan pengukuran tanaman jagung yang sudah tumbuh.
33. Jum´at 15/04/2022
Kegiatan pada hari ini yaitu melakukan perbaikan alat sprayer sebelum di gunakan,sprayer
mengalami kerusakan pada bagian aki dan juga
charger yang mengalami kerusakan dan harus di ganti.
Jam (08.30-Selesai).
Melakukan perbaikan sprayer yang akan di gunakan.
34. Sabtu 16/04/2022
Kegiatan pada hari ini yaitu membantu persiapan persemaian padi
mengunakan mesin pembibitan padi secara otomatis, kemudian padi yang sudah di semai di dafoq di susun untuk nantinya di taruh pada lahan untuk di tanam.
Jam (08.10-08.50).
Membantu persemaian benih padi
menggunakan mesin pembibitan secara otomatis.
Kegiatan selanjutnya membantu pengangkatan bibit padi yang sudah tumbuh dan kemudian akan di tanam di lahan dengan menggunakan transplanter.
Jam (09.20-15.30).
Membantu penanaman padi menggunakan transplanter.
35. Minggu 17/04/2022
Kegiatan pada pagi hari ini melakukan kegiatan
keberihan di sekitar tempat tinggal/mes.
Jam (08.20-08.55).
Kegiatan selanjutnya melakukan pengecekan tanaman jagung yang sudah ditanam dengan menggunakan alat tanam corn sedeer dan melakukan perbaikan sprayer.
Jam (09.15-11.20).
Selanjutnya pada siang hari yaitu melakukan
pengerjaan laporan dari hasil kegiatan PKL yang sudah di laksanakan beberapa minggu ini.
Jam (13.25-Selesai).
Keiatan kebersihan lingkungan tempat tinggal.
Pengecekan tanaman jagung dan perbaikan sprayer.
Pengerjaan Laporan hasil kegiatan PKL II.
36. Senin 18/04/2022
Kegiatan pada hari senin membantu penyiapan persemaian padi dengan menggunakan dafoq dan menggunakan mesin pembibitan secara otomatis.
Jam (08.20-09.30).
Kegiatan
penyiapan benih padi
menggunakan mesin
pembibitan.
Melaksanakan
selanjutnya membantu pengangkatan bibit padi yang sudah jadi untuk di bawa ke lahan dan akan di tanam menggunakan transplanter.
jam (09.50-15.25).
kegiatan penanamn mnggunakan transplanter.
37. Selasa 19/04/2022
Kegiatan hari ini yaitu melakukan sanitasi gulma dan pembersihan sekitar lahan bedangan tanaman mentimun yang nantinya akan sebagai tempat untuk di lakukannya percobaan springkel.
Jam (07.10-12.00).
Kegiatan selanjutnya melakukan perbaikan sprayer yang mengalami kerusakan pada bagian daya dan aki yang kurang kemudian membelikan charger untuk nantinya mengisi daya dari alat sprayer otomatis.
Jam (13.10-15.30).
Kegiatan sanitasi lahan bedengan.
Melakukan perbaikan sprayerdan membelikan charger yang rusak.
38. Rabu 20/04/2022
Kegiatan pada hari yaitu melanjutkan kegiatan sanitasi lahan dan
membersihkan parit yang ada di sekitar bedengan untuk percobaan springkel.
Jam (08.10-10.30).
Kegiatan selanjutnya hari ini yaitu melaksanakan kegiatan pemanenan padi dengan menggunakan combine harvester.
Jam (13.25-16.20).
perbaiak sprayer dan melakukan pemasangan aki pada sprayer yang sudah di perbaiki.
Jam (18.45-21.40).
Kegiatan sanitasi gulma di lahan pada bedengan dan parit.
Kegiatan
pemanenan padi menggunakan combine harvester.
Perbaikan dan pemasangan komponen sprayer.
39. Kamis 21/04/2022
Kegiatan pada hari ini yaitu melaksanakan pemanenan padi dengan menggunakan mesin combine harvester yang di lakukan di lahan kering, kemudian mengangkat hasil panen ke atas mobil yang akan membawa padi hasil panen
Jam (08.20-16.10).
Selanjutnya pada malam hari yaitu kegiatan
kunjungan monitoring dan evaluasi kegiatan PKL yang sedang di laksanakan.
Jam (08.10-09 15).
Kegiatan
pemanenan padi menggunakan combine.
Kegiatan Monev yang di
laksanakan dari Kampus PEPI.
40. Jum´at 22/04/2022
Kegiatan pada hari ini yaitu melakukan
pemanenan padi dengan menggunakan combine harvester di lahan.
Jam (09.20-11.45).
Selanjutnya melakukan penggantian ban truk pengangkut combine harvester yang mengalami pecah ban.
Jam (12.05-13.30).
Selanjutnya pada siang hari melakukan pemanenanpadi lagi dengan menggunakan combine harvester.
Jam (13.45-18.05).
Kegiatan
Pemanenan Padi.
Melakukan pergantian ban truk yang pecah.
Melanjutkan kegiatan
pemanenan padi.
41. Sabtu 23/04/2022
Kegiatan pada hari ini melanjutkan pemanenan padi di lahan yang berbeda dengan menggunakan combine harvester.
Jam (09.30- 19.00).
Kegiatan pemanena padi menggunakan combine harvester.
42. Minggu 24/04/2022
Kegiatan pada hari minggu yaitu melakukan perbaikan ban truk yang mengalami kebocoran dan mengganti dengan yang baru
kemudian melakukan pemasangan ban truk yang akan di ganti.
Jam (08.30-09.50).
Kegiatan selanjutnya yaitu melakukan penyusunan laporan dan mencicil hasil kegiatan PKL yang sudah di laksanakan sebelumnya Jam (10.30-Selesai).
Kegiatan perbaikan ban truk yang bocor.
Kegiatan penyusunan laporan hasil kegiatan PKL.