LAPORAN PRAKTIKUM RISET PASAR RISET IDENTIFIKASI KONSUMEN PERUSAHAAN J.CO DONNUTS
TUGAS TERSTRUKTUR IDENTIFIKASI RISET KONSUMEN Syarat mengikuti ujian akhir semester genap
Dosen Pengampu:
DRA. PONIASIH LELAWATTY, M.Si
Oleh
SARIANI NUR ZUNAIS NIM PBE210001.
JURUSAN EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM STUDI D4 MANAJEMEN PEMASARAN INTERNASIONAL
POLITEKNIK BAU BAU
TAHUN 2023
2 DAFTAR ISI
Hlm
COVER……… i
DAFTAR ISI……… iii BAB I: PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ………. 1
1.2 Rumusan penelitian ………...…… 2 1.4 Tujuan Penelitian ………... 3 BAB II: TINJAUAN TEORITIS
2.1 Pengertian riset konsumen ………...
2.1.1 Keputusan pembelian………...………
BAB III: PERUMUSAN MASALAH BAB IV PEMBAHASAN
BAB V
3.1 Kesimpulan………...
3.2 Rekomendasi ………...……….
DAFTAR PUSTAKA………
3 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
J.CO Donuts and Coffee Corporation merupakan salah satu franchise yang sangat terkenal dan sangat terkemuka sekarang ini di Indonesia khususnya Jakara, Medan, dan Bandung. Franchise ini merupakan suatu bentuk usaha yang memberikan jasa pelayanan dalam penjualan donat, yang merupakan gaya hidup dan makanan tea time buat orang-orang di Kota besar. Karena keempukan, kelezatan, rasa donatnya dan ngetrednya usaha ini sehingga banyak pelanggan yang sangat tertarik untuk mencoba membeli dan menjadi pelanggan yang menjadi loyalitas untuk membeli donut tersebut.
• J.CO Donuts and Coffee Corporation didirikan oleh Johnny Andrean yang sebelumnya terkenal sebagai pengusaha salon yang sukses. Tak kurang dari 168 jaringan salon dan 41 sekolah yang dimiliknya, namun insting penata rambut ini kemudian membawanya terJun kebisnis makanan. sejak tahun 2003 ia aktif menegmbangkan J.CO.
J.CO adalah produk dalam negeri dan disempurnakan dengan modernisasi dan kualitas terbaik. J.CO Donuts and Coffee Corporation ini terinspirasi dari donat di Amerika Serikat. Johnny yang sering melakukan perjalanan bisnis ke USA, mendapat kesempatan menikmati berbagai jenis donat dengan varian rasa yang berbeda.
Awalnya ia berkeinginan membeli frenchise donat AS, namun dia menemukan beberapa kelemahan produk sehingga mengurungkan niatnya, dan akhirnya Johnny mengembangkan donat sendri ketika ia kembali ke Indonesia, dan mana yang kemudian ia beri nama J.CO.
persiapan J.CO membutuhkan waktu yang cukup lama. Selama 3 tahun johnny Andrean daan timnya mempelajari bisnis donat,
4
mengekplorasi resepnya, serta melakukan riset pasar dan sampling.
Johnny meluncurkan J.CO dengan konsep “apa yang disukainya dan hal ini bisa diterima dimasyarakat.”
Pada 6 juni 2005, J.CO mulai beroprasi pertama kali di supermall Karawaci, Tangerang dan kemudian langsung membuka outlet sebanyak banyaknya dalam waktu setahun, J.CO telah punya 16 buah gerai dengan 450-an orang karyawan untuk gerai saja. Tujuh gerai terdapat di Jakarta dan sisanya di Bandung, Surabaya, Makasar, dan Pekanbaru. Dalam waktu dekat mereka akan keinginan juga untuk go International pada tahun 2007 dengan pilihan lokasi di Australia, Hongkong, atau Singapura.
• Visi dan Misi Perusahaan Visi perusahaan J.CO yaitu ;
Membentuk J.CO Donuts and Coffee sebagai International Premium Donuts and Coffee Brand terkemuka serta menjadi trend- setting Lifestyle dalam donuts and coffee brand dan sebagai perusahaan yang tepat bagi orang-orang yang tepat dalam meraih cita- cita mereka.
Misi Perusahaan J.CO yaitu ;
1. Menyediakan kualitas premium donat
2. Mendorong karyawan dalam meraih cita cita 3. Menempatkan pelanggan sebagai prioritas
4. Berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan sungguh- sungguh
5. Menyediakan tempat sempurna untuk bersantai
6. Memperlakukan setiap orang dengan hormat dan bermartabat
5
• Logo J.CO
Logo J.CO Donuts & Coffee
Sumber: http:\\www.jcodonuts.com\id
Dari gambar diatas kita bisa lihat terdapat:
• burung merak menggambarkan cinta kasih dan jauh dari kesan angkuh dimata konsumen.
• Warna coklat sebagai warna yang memberikan kesan kehangatan
• Warna orange menggambarkan dinamika dari kegiatan usaha J.CO Donuts & Coffee yang akan terus berkembang.
J.CO memiliki program program khusus yang dilakukan bersama komunitasnya seperti J.CO safari yaitu program field trip dan
6
pengalaman mempelajari pembuatan donat, J.CO reach out yaitu progarm pengumpulan dana untuk institusi dan sekolah yang membutuhkan dana. Perkembangan suatu produk tentu saja hingga mencapai kesuksesan tentulah melalui serangkaian proses yang harus dilalui produk tersebut, perusahan yang mampu menerapkan pemasaran yang baik tentunya dapat membawa produk tersebut untuk mendapat respon yang posistif dari konsumen.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa pengertian riset konsumen dan peran riset konsumen dalam perusahaan J.CO ?
b. Bagaimana cara J.CO Donuts mengatur strategi operasi pemasaran dan menumbuhkan citra baik kepada para konsumen?
c. Bagaimana jaminan kehalalan produk J.CO dalam memasarkan produk kepada para konsumen
1.3 Tujuan Penulisan
a. Untuk mengetahui tentang arti riset konsumen dan peran riset konsumen dalam melakukan riset pasar
b. Untuk memahami tentang strategi operasi pemasaran dan dapat menumbuhkan citra baik di mata kosumen
c. Untuk memahami tentang jaminan halal dalam memasarkan produk kepada para konsumen
7 BAB II
TINJAUAN TEORITIS
Loudon dan Della-Bitta (1993:57) mendefinisikan bahwa riset konsumen merupakan pengumpulan, pencatatan, dan penganalisisan, data secara sistematis tentang konsumen.
Dengan demikian, penelitian tentang konsumen sangatlah penting karena kita dapat mengetahui apa yang mereka inginkan dan yang tidak diinginkannya.
Keputusan pembelian merupakan serangkaian proses yang melibatkan beberapa faktor seperti adanya faktor rangsangan, faktor perbedaan individu, faktor psikologis, faktor lingkungan, serta faktor proses keputusan yang dimiliki
oleh konsumen itu sendiri. Menurut Engel et al (1994) terdapat empat tahapan Antara lain yaitu ;
1. Pengenalan kebutuhan
Engel et al (1994) mengatakan perilaku proses pembelian selalu dimulai dengan pengenalan kebutuhan yang didefinisikan sebagai perbedaan antara keadaan yang diinginkan dan situasi aktual yang memadai untuk menggugah dan mengaktifkan proses keputusan.
Pengenalan kebutuhan sebagai tahap awal pengambilan keputusan dipengaruhi oleh tiga determinan, yaitu informasi yang disimpan di dalam ingatan, perbedaan individual, dan pengaruh lingkungan. Kotler (2009:184) menjelaskan bahwa proses pembelian dimulai pada saat pembeli mengenali kebutuhan.
2. Pencarian informasi
Informasi bernilai bagi konsumen karena keluasaannya membantu membuat keputusan pembelian yang lebih memuaskan dan menghindari konsekuensi negatif sehubungan dengan pengambilan keputusan yang buruk. Jadi, konsumen bersedia memberi nilai yang lebih tinggi dan melakukan pencarian lebih banyak informasi apabila pembelian merupakan hal penting.
8
Sumarwan (2004:296) mengatakan bahwa pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang bahwa kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan membeli dan mengkonsumsi sesuatu.
Pencarian informasi dapat bersifat internal dan eksternal. Internal melalui ingatan untuk melihat pengetahuan yang relevan dengan keputusan yang tersimpan di dalam ingatan jangka panjang. Apabila pencarian internal tidak mencukupi maka konsumen akan mencari informasi tambahan. Pencarian informasi tambahan biasanya melalui pencarian eksternal yang didapatkan dari kumpulan informasi tambahan dari lingkungan. Sumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen diantaranya
• Sumber pribadi: keluarga, teman, tetangga, kenalan
• Sumber komersil: iklan, wiraniaga, penyalur. 10 Hasibuan (2003:23) menjelaskan bahwa ada tiga faktor utama yang mempengaruhi konsumsi pangan seseorang dalam hubungan dengan preferensi pangan, yaitu:
a) Karakteristik individu misalnya umur, jenis kelamin, suku, pendapatan.
b) Karakteristik makanan misalnya rasa, harga, tekstur.
c) Karakteristik lingkungan misalnya pekerjaan, musim, tingkat sosial.
Hasibuan (2003:25) menjelaskan juga bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi makanan adalah:
a) Kesediaan makanan di suatu tempat.
b) Kesukaan makanan oleh anggota keluarga khususnya orang tua.
• Evaluasi alternatif
9
Menurut Sumarwan (2004:301), evaluasi alternatif adalah proses mengevaluasi pilihan komoditas serta memilihnya sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Pada proses evaluasi alternatif, konsumen membandingkan berbagai pilihan yang dapat memecahkan masalah yang dihadapinya.
Mowen dan Minor (1999:301) menyatakan pada tahap ini konsumen membentuk kepercayaan, sikap, dan intensitasnya mengenai alternatif komoditas yang dipertimbangkan tersebut.
Evaluasi alternatif muncul karena banyaknya alternatif pilihan dan saling terkait erat dengan pembentukan kepercayaan dan sikap dari suatu pilihan. Hal ini serupa dengan
Kotler dan Keller (2009:186) yang menjelaskan bahwa evaluasi alternatif dapat didefinisikan sebagai proses dimana suatu alternatif pilihan dievaluasi dan dipilih untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
• Keputusan pembelian
Engel et al (1994:301) menjelaskan tindakan pembelian merupakan alternatif pilihan yang dipilih oleh konsumen antara memilih atau tidak memilih atau mencari pengganti yang dapat diterima jika perlu. Pembelian produk dan atau jasa yang dilakukan oleh konsumen bisa digolongkan ke dalam tiga macam, yaitu terencana, separuh terencana, tidak terencana.
Engel et al (1994:153) Keputusan pembelian berarti konsumen memperoleh alternatif yang dipilih atau pengganti yang dapat diterima bila perlu, sedangkan hasil berarti konsumen mengevaluasi apakah alternatif yang dipilih memenuhi kebutuhan dan harapan segera sesudah digunakan.
Konsumen yang rasional akan memilih tempat berbelanja yang
10
lebih mampu memenuhi harapan dan kepuasannya berbelanja.
Selanjutnya Engel et al mengilustrasikan bahwa pembelian merupakan fungsi dari dua faktor yaitu
(1) niat dan (2) pengaruh lingkungan atau perbedaan individu
• Perilaku konsumen
Schiffman dan Kanuh (2006:25), mendefinisikan perilaku konsumen sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan atau jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.
Sedangkan Engel et al,(1994:99), perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.
Setiadi (2010:2) menjelaskan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini. Perilaku konsumen ini juga memainkan peranan penting dalam merancang kebijakan publik sekaligus pengambilan keputusan berkenaan dengan strategi pemasaran.
Setiadi (2010:7) menambahkan bagi kalangan akademis, kajian tentang perilaku konsumen akan dapat digunakan untuk memperdalam pengetahuan tentang perilaku manusia.
11 BAB III
PERUMUSAN MASALAH
3.1 Pengertian riset konsumen
Menurut Lighter Capital, riset konsumen adalah praktik untuk mengidentifikasi perilaku, preferensi, motivasi dari pelanggan dalam membeli suatu produk atau layanan yang ditawarkan.Praktik ini biasanya juga disebut sebagai consumer research dan merupakan bagian dari market research. Tujuan dari diberlakukannya praktik ini tidak lain adalah untuk meningkatkan kepuasan dari para pelanggan. sebagai contoh, perusahaan J.CO yang menjual produk roti donat ingin meluncurkan produk terbarunya.
Akan tetapi, sebelum itu mereka melakukan riset terkait para pelanggannya dengan mencari tahu perilaku pembelian, masalah, serta permintaan tertinggi dari pasar. Setelah itu, perusahaan tentu akan mengetahui apa saja kekurangan dari produknya serta solusi apa yang dapat menyelesaikan masalah dari pelanggannya. Alhasil, perusahaan dapat menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari target customer.
Manfaat riset konsumen pada perusahaan J.CO donuts yaitu ;
• Menumbuhkan bisnis
Secara tidak langsung, dengan riset konsumen perusahaan J.CO akan berkembang secara cepat. Pasalnya, perusahaan telah mengetahui keinginan dan kebutuhan dari para pelangganmu.
Dengan begitu, kemungkinan besar para pelanggan akan menyukai produk yang perusahaan J.CO tawarkan
• Mempertahankan konsumen
Manfaat lainnya yang bisa perusahaan dapatkan adalah berhasil mempertahankan customer yang telah membeli produk
perusahaan Sebab, perusahaan berusaha untuk meningkatkan
12
kepuasan mereka sehingga konsumen tidak akan sungkan membeli kembali produk perusahaan tersebut.
3.2 Strategi Operasi Pemasaran Dan Menumbuhkan Citra Baik Kepada Para Konsumen
Menurut Johnny Andrean sebagai pemilik J.CO, filosofi dari bisnis yang digelutinya sederhana saja, yaitu apapun yang dilakukan fokusnya selalu kepada pelanggan. Senantiasa mengeksplorasi kebutuhan pelanggan dan mendengar respon pelanggan adalah hal yang terpenting. Oeh karena itu J.CO memiliki hotline yang dapat diakses dengan telepon dan e-mail.
juga mempunyai konsep premium oleh karena itu kualitas produk mendapat tempat nomor satu. sebagus apapun experiential marketing yang diciptakan tidak akan sukses tanpa kualitas, karena lidah konsumen tidak dapat dibohongi. Konten (produk dan servis) serta kemasan harus sama-sama bagus dan ada juga value untuk pelanggan di mana dalam hal ini J.CO menawarkan donat yang enak tetapi juga sehat. Pasalnya, J.CO tidak menggunakan gula, melainkan madu dan coklat murni yang baik untuk kesehatan sehingga rasanya tidak terlalu manis dan sehat untuk dikonsumsi
Komunikasi juga menjadi unsur yang sangat diperhatikan jco diperkenalkan dengan cara yang unik, sama sekali tidak ada promosi above the line saat peluncurannya. Johnny hanya mengandalkan kekuatan produk dan mengundang 77 selebriti yang kebetulan suka produk jco untuk melakukan j.Coing bersama-sama
Dari segi produk, Johnny menggunakan sistem manajemen kaizen yaitu dengan peningkatan yang terus-menerus dan diaplikasikan dengan meluncurkan produk baru minimal 3 bulan sekali. unsur kreativitas tampak pada bentuk dan nama-nama yang diberikan pada donat titik penamaan pada donat disiapkan dengan cermat yang diikuti penjelasan pendek mengenai donat tersebut.
Contohnya, donat berlapis kacang almond diberi nama Al capone. Tidak lupa nama itu dibubuhi keterangan, " don't miss Al capone for a single day, the California almond lower your cholesterol levels". nama-nama dari produk
13
donatnya memang berbau ke barat-baratan karena konsep J.CO memang mengambil dari Amerika tetapi donat yang ditawarkan oleh JCO merupakan donat asli Indonesia. JCO mengambil konsep luar negeri, dan disempurnakan dengan lebih modern dan berkualitas. Donat JCO dikemas dengan rasa yang lain kualitas yang terbaik dan topping yang meleleh di mulut. konsep produk dikemas dalam bentuk fresh, modern dan dengan kualitas yang terbaik. Sistem manajement J.CO saat ini salah-satunya dapat ditunjukkan dari kreativitas dalam pemberian bentuk dan nama-nama donatnya sehingga lebih mudah ingat, serta diberi keterangan penjelasan pendek yang memberikan suatu padangan baik tehadap pelanggan.
J.CO tidak pernah memasang iklan di koran maupun televisi, JCO memanfaatkan kegiatan public relation (PR) dan word of mouth (mulut ke mulut) dari konsumen, namun karena semakin ketatnya persaingan usaha dari kompetitor maka jika kemudian mulai memanfaatkan media komunikasi yang belum dipakai oleh kompetitor. perusahaan J.Co Donuts & Coffee juga menggunakan peran maupun aktivitas public relations dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk perusahaan. Dengan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk perusahaan, maka akan timbul keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi atau membeli produk yang dibuat oleh perusahaan. Aspek lain, brand image diperkirakan memainkan peranan yang penting dalam mendorong pembelian produk. Konsumen membeli suatu produk salah satunya karena citra produk yang baik (Schiffman dan Kanuk, 2010). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah aktivitas public relations yang dilakukan perusahaan J.Co Donuts & Coffee dapat membuat konsumen tertarik untuk membeli.
Dalam rangka mendorong minat membeli donat J.Co, pengelola merk ini perlu terus meningkatkan aktivitas public relation dan usaha-usaha untuk meningkatkan brand image. Kegiatan yang membuat masyarakat semakin mengenal perusahaan, seperti melakukan kegiatan sponsorship dan amal, ataupun kegiatan komunitas perusahaan yang diliput oleh media massa atau dipublikasikan ke media massa, perlu dilakukan sehingga masyarakat dapat mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan oleh J.Co Donuts & Coffee. Juga perlu dilakukan usaha untuk menjalin hubungan baik dengan konsumen dan masyarakat dengan selalu dengan cepat menanggapi berbagai keluhan, saran maupun kritikan dari konsumen mengenai produk perusahaan.Dalam rangka mempertahankan brand image positif J.Co Donuts &
14
Coffee perlu terus menjaga kualitas dan karakteristik donat yang merupakan produk andalan perusahaan, dengan melakukan pemilihan bahan baku yang berkualitas tinggi dan proses pembuatan donat yang sempurna serta memberikan pelayanan atau service yang baik dan ramah kepada konsumen, dengan rutin melakukan training karyawan setiap tiga atau enam bulan sekali, sehingga karyawan tetap dapat menjaga dan mempertahankan sikap ramah kepada konsumen dalam menjalankan tugasnya, yang nantinya dapat memberikan dampak positif bagi J.Co Donuts & Coffee
Berangkat dari kenyataan bahwa suatu produk termasuk donat perlu memiliki brand image (citra merk) yang kuat dan pentingnya aktivitas public relations (kehumasan) dalam mendorong suksesnya suatu produk, penelitian ini menyelidiki pengaruh aktivitas public relations dan brand image terhadap intensi membeli produk donat yang dalam hal ini donat dengan merk J.Co
Brand image dari suatu perusahaan juga penting diperhatikan oleh konsumen. Shimp et al dalam Sangadji dan Sopiah (2013:327) mengatakan bahwa, “Citra merek (brand image) dapat dianggap sebagai jenis asosiasi yang muncul di benak konsumen, ketika mengingat sebuah merek tertentu. Asosiasi tersebut secara sederhana dapat muncul dalam bentuk pemikiran atau citra tertentu yang dikaitkan dengan suatu merek sama halnya ketika kita berpikir mengenai orang lain.” Sangadji dan Sopiah (2013:327) berpendapat bahwa, “Citra merek dapat positif atau negatif, tergantung pada persepsi seseorang terhadap merek.”[7]
Jadi pada intinya, keunggulan produk, inovasi produk, standarisasi produk, pada perusahaan khususnya pada J.CO ini sangatah penting. Oleh karenannya J.CO mengevaluasi pasar selama 3 bulan sekali, dimana dilakukan seleksi pada produk yang mereka tawarkan apabila minat dari konsumen kurang dari 30% maka mereka akan mengganti produk tersebut dengan yang lebih menarik dimata konsumen.
15 3.3 jaminan kehalalan produk J.CO
Kehalalan suatu makanan merupakan kata kunci bagi masyarakat Indonesia tentunya dalam memilih makanan dan minuman, makanan tidak lagi hanya sekedar nikmat dan bersih, akan tetapi juga harus bersertifikat halal. Rasa nyaman saat menyantap makanan menjadi hal yang sangat penting, J.CO donat dan coffee berkomitmen menyajikan produk yang nikmat, berkualitas serta bersertifikat halal. Saat ini J.CO donat dan coffee sudah mendapat sertifikat halal yang dikeluarkan oleh majelis ulama Indonesia dan islamic food research center Malaysia & Asia. Dapat dijelaskan bahwa seluruh produk yang digunakan disetiap gerai dari proses pembuatan, pengepakan, pengiriman, pemasakan hingga penyajian produknya dilakukan secara higienis dan distandarisasi di seluruh negara, baik di Indonesia, Malaysia, Singapura, ataupun negara-negara lainnya.
Bahan-bahan dasar yang digunakan adalah halal.
Jadi produk yang dikeluarkan oleh J.CO donuts dan coffee di seluruh Indonesia adalah halal. Hal tersebut adalah komitmen J.CO donut dan coffee yang akan terus dipegang teguh, khususnya konsumen muslim akan semakin nyaman dan tidak ragu-ragu menyantap produk nikmat dari JCo donat dan coffe
METODE PENELITIAN 1.1 Sumber Data
a. Data Primer
Merupakan data yang langsung diambil dari sasaran penelitian (didapat dari sumber pertama) baik individu maupun perseorangan yaitu hasil kuesioner atau wawancara responden yang ada dikampus STIE TRI DHARMA NUSANTARA
b. Data Sekunder
Merupakan data primer yang telah diolah dan disajikan dalam bentuk table/diagram dan digunakan peneliti untuk diproses lebih lanjut dan data yang berasal dari literatur/media baik cetak maupun elektronik seperti buku dan internet, dapat berupa dasar teori atau data-data lain yang mendukung
16 1.2 Pengambilan Sampel
a. Unit pengambilan sampel
Sample dari penelitian ini adalah responden (konsumen) dikampus STIE TRI DHARMA NUSANTARA
b. Ukuran Sampel
Banyaknya sampel yang dijadikan responden adalah 40 orang c. Prosedur pengambilan sampel
Sampel/responden diambil secara acak, siapapun mahasiswa/i,mempunyai peluang besar untuk dijadikan responden.
1.3 Instrumen Riset
instrument yang digunakan untuk melakukan penelitian ini berupa kuesioner/angket, yaitu cara pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden, dengan harapan responden akan memberikan respon terhadap pertanyaan tersebut. Daftar pertanyaan bersifat tertutup, artinya alternatif jawaban telah disediakan dimana setiap kuesioner/angket terdiri dari 5 pertanyaan
1.4 Data hasil dari 40 responden
NO JENIS
KELAMIN
JAWABAN RESPONDEN UNTUK ITEM PERTANYAAN 1-5
TOTAL
A B C D E
1 P 3 3 1 2 3 12
2 P 3 3 1 2 3 12
17
3 P 2 2 1 2 3 10
4 P 3 2 1 2 3 11
5 P 2 2 1 2 3 10
6 P 2 2 1 3 3 11
7 P 1 3 1 1 3 9
8 P 3 1 3 2 3 12
9 P 2 1 3 3 1 10
10 P 2 1 3 3 3 12
11 P 3 1 3 3 3 13
12 P 3 2 1 3 3 12
13 P 2 2 1 3 3 11
14 P 1 3 1 3 2 10
15 P 1 3 2 2 2 10
16 P 2 2 2 2 2 10
17 P 3 1 3 2 2 11
18 P 3 2 3 1 2 11
19 P 2 2 3 2 2 11
20 P 2 1 1 2 3 9
21 P 1 1 1 2 3 8
22 P 2 3 1 2 3 11
23 P 3 3 1 3 1 11
24 P 2 3 1 3 2 11
18
25 P 2 2 1 3 3 11
26 P 3 2 1 1 1 8
27 L 1 3 1 3 2 10
28 L 3 3 1 3 2 12
29 L 3 3 1 2 3 12
30 L 1 3 1 3 3 11
31 L 1 3 1 3 3 11
32 L 3 3 1 1 3 11
33 L 1 2 1 2 3 9
34 L 2 2 1 2 3 10
35 L 3 2 1 3 2 11
36 L 1 1 1 3 2 8
37 L 3 1 1 3 2 10
38 L 3 1 1 3 2 10
39 L 3 2 1 3 2 11
40 L 1 3 3 3 2 12
TOTAL 87 85 58 96 99 425
.
19
PRESENTASE JAWABAN PERTANYAAN “ A “
S SS TS
45 32,50% 25%
PRESENTASE JAWABAN PERTANYAAN “ B’’
S SS TS
37,50% 37.50% 25%
PRESENTASE JAWABAN PERTANYAAN “ C’’
S SS TS
20% 5% 75%
PRESENTASE JAWABAN PERTANYAAN “ D’’
S SS TS
50% 40% 10%
PRESENTASE JAWABAN PERTANYAAN “ E’’
S SS TS
55% 37,50% 7,50%
20 BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. KESIMPULAN
J.CO Donuts and Coffee Corporation didirikan oleh Johnny Andrean yang sebelumnya terkenal sebagai pengusaha salon yang sukses. Pada 6 juni 2005, J.CO mulai beroprasi pertama kali di supermall Karawaci, Tangerang dan kemudian langsung membuka outlet sebanyak-banyaknya dalam waktu setahun.
perusahaan J.Co Donuts & Coffee juga menggunakan peran maupun aktivitas public relations dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk perusahaan. Dengan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk perusahaan, maka akan timbul keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi atau membeli produk
21
yang dibuat oleh perusahaan. Aspek lain, brand image diperkirakan memainkan peranan yang penting dalam mendorong pembelian produk. Konsumen membeli suatu produk salah satunya karena citra produk yang baik (Schiffman dan Kanuk, 2010). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah aktivitas public relations yang dilakukan perusahaan J.Co Donuts & Coffee dapat membuat konsumen tertarik untuk membeli.
Jadi produk yang dikeluarkan oleh J.CO donuts dan coffee di seluruh Indonesia adalah halal. Hal tersebut adalah komitmen J.CO donut dan coffee yang akan terus dipegang teguh, khususnya konsumen muslim akan semakin nyaman dan tidak ragu-ragu menyantap produk nikmat dari JCo donat dan coffe.
B. REKOMENDASI
Perbaharui dan perbaiki kualitas dari Donat J.CO , Untuk mengetahui kualitas rasa dari donat, perusahaan dapat membagi sampel kepada konsumen terdekat untuk memperoleh reaksi mereka terhadap produk perusahaan.
Setelah itu perusahaan dapat memperbaiki agar sesuai dengan keinginan konsumen.
DAFTAR PUSAKA
Kotler, Philip. Keller, Kevin Lane. 2009. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Erlangga http://novanero.blogspot.co.id/
https://id.wikipedia.org/wiki/Donat
22 https://www.google.co.id/
Jannah, roudhoh. “https://trhnf.blogspot.com/2019/01/strategi-jco-coffee-donuts- dalam.html?m=1”
Levina, Loudia “Pengauh Public Relation dan Brand Image Terhadap Intensi Membeli”, (jakarta:2013) Vol:12, no.2,
Setyanto Adi, Agus. “Peran dan Fungsi Public Relation Dalam Mempertahankan Citra Perusahaan” ( Surakarta : A. Setyanto Adi, 2018 )