• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Tindak Lanjut Pelaksanaan Kegiatan Pengawasan Luar Daerah Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah

N/A
N/A
bima aji

Academic year: 2024

Membagikan "Laporan Tindak Lanjut Pelaksanaan Kegiatan Pengawasan Luar Daerah Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

PROVINSI JAWA TENGAH

Jl. Pahlawan No 7 Telp (024) 8415500 – 8311260 – 8311259 FAX.8414415 SEMARANG 50241

LAPORAN TINDAK LANJUT

PELAKSANAAN KEGIATAN PENGAWASAN LUAR DAERAH ANGGOTA DPRD PROVINSI JAWA TENGAH

Bersama ini kami sampaikan laporan Tindak Lanjut Pelaksanaan Kegiatan kunjungan kerja Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dalam rangka mencari data dan masukan tentang kedaulatan pangan di provinsijawa tengah di hotel Novotel Kota Surakarta dan kunjungan kerja dalam rangka mencari data dan informasi tentang balai benih tanaman pangan dan hortikultura milik Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah di Kota Surakarta , tanggal 23 – 24 Agutus 2023 sebagai berikut :

1. Kedaulatan Pangan dan BBTPH Kota Surakarta

dalam rangka mencari data dan masukan tentang Rancangan Peraturan daerah kedaulatan pangan di provinsi jawa tengah di hotel Novotel Kota Surakarta dan kunjungan kerja dalam rangka mencari data dan informasi tentang balai benih tanaman pangan dan hortikultura milik Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah di Kota Surakarta.

2. Hasil :

Kedaulatan Pangan

 Masukan Akademisi (Universitas Diponegoro) :

 Memperkuat 5 pilar pembangunan untuk memperkuat potensi kedaulatan pangan di jawa tengah, diantaranya :

1. Produksi : Mengoptimalkan produksi pangan di daerah dengan memaksimalkan bibit unggul, teknologi terbarukan, dan SDM yang handal;

2. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian : Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan;

3. Distribusi : Pengembangan rantai pasok, peningkatan infrastrutur penyimpanan dan transportasi hasil panen;

(2)

4. Konsumen : Peran serta masyarakat dan pemberdayaan dalam menentukan basis pangan, meningkatkan cadangan pagan;

5. Kelembagaan : memperkuat system kelembagaan dalam menjamin aspek produksi, Teknologi pengolahan hasil pertanian, distribusi dan Konsumen

 Masukan Dinas Ketahanan Pangan.

- Substansi Raperda agar mendasarkan pada manajemen pangan, dimana perlu pembahasan dan pelaksanaan dari hulu ke hilir. Namun, substansi yang pokok dimasukkan adalah yang belum terdapat pada perda-perda yang telah terbit, sehingga perlu lebih diperluas bahasan mengenai 3 aspek hilir (ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan) seperti fluktuasi harga, kerawanan pangan, kesiapsiagaan pangan, diversifikasi pangan dll.

- Penambahan substansi food loss and waste walau belum diatur di UU ttg Pangan, termasuk dimungkinkan reward dan punishment.

- Riset disesuaikan dengan kebutuhan daerah tentag pangan, apabila dimungkinkan berkonsultansi lebih dhulu dengan BRIDA

- Substansi Pangan lokal untuk perlu ditambahkan kebijakan agar tercipta ekosistem hulu – hilir dan agar tercipta pemintaan, termasuk dorongan pemanfaatan pangan lokal terutama pada instansi pemerintah.

- Substansi Logistik daerah perlu disusun kebijakan aturan stabilisasi stok pangan antar waktu dan antar wilayah

Balai Benih Tanaman Pangan Dan Hortikultura

 Pengembangan benih yang dilakukan di Kebun Benih dibawah Naungan BBTPH Surakarta semakin baik, salah satunya kebun benih yang terletak di Magelang pengembangan benih pisang raja bulu, kebutuhan bibit semakin tahun bertambah karena permintaan pasar semakin meningkat;

 BBTPH Surakarta juga bekerjasama dengan perguruan tinggi, untuk transfer ilmu dalam meningkatkan serta mengembangkan benih tanaman yang dikembangkan pada kebun benih naungan BBTPH Surakrta;

3. Kesimpulan

(3)

Ketahanan Pangan kedepan akan menjadi sumber daya yang sangan dibutuhkan oleh masayrakata, hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat untuk memaksimalkan potensi pangan di daerah. Daerah dan pusat harus selalu bersinergi dalam mengembangan sektor pangan yang mana pada tahu 2045 indonesia mencetuskan untuk menjadi lumbung pangan dunia, hal tersebut harus didorong daerah sebagai penyangga pangan nasional untuk lebih memperhatikan dan memaksimalkan potensi pangan dan lahan yang berada di desa

4. Rekomendasi yang diusulkan oleh Komisi B

a. Pemerintah daerah harus selalu bersinergi dan koordinasi dengan pemerintah pusat kabupaten untuk terus mengembangkan potensi pangan di daerah tersebut.

b. Perlu adanya penyediaan lahan yang luas di setiap kabupaten agar bisa memaksimalkan pangan di daerah.

c. Perlu adanya bantuan benih, bibit tanaman dan alsintan kepada masyarkat.

Demikian untuk menjadikan perhatian.

Ketua Komisi B

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah

(SARNO, SE)

Referensi

Dokumen terkait

Hanya saja peneliti menghadapi kesulitan untuk memperoleh data yang lengkap tentang pergeseran kekuatan politik yang ada di DPRD Provinsi Jawa Tengah secara

Rencana Strategis Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 sebagai dokumen untuk pedoman pencapaian target Rencana Pembangunan

Renstra Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 berpedoman pada Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah tentang Rencana Pembangunan Jangka

Penyampaian Raperda Prov.Jateng ttg Perubahan bentuk hukum PT.Penjamin Kredit Daerah Jawa Tengah 2. Penyampaian Perubahan Peraturan Tata Tertib DPRD

Workshop Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota Se-Jawa Tengah dimaksudkan untuk Penguatan Ideologi dan Nalar Politik PPP sebagai Upaya

Komitmen untuk menjadi parlemen terbuka yang dicanangkan oleh DPRD Jawa Tengah menjadi momentum bagi anggota dewan untuk menjadi lebih terbuka dan komunikatif pada

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA TENGAH... SASARAN LUAS TANAM DAN LUAS PANEN

2015, disampaikan mengenai alokasi Bantuan Keuangan dari Provinsi Jawa Tengah sudah turun sehingga perlu merubah Keputusan Pimpinan DPRD Kabupaten Grobogan Nomor 20