Ercita Kurniasari Page 1
LAPORAN KERJA PRAKTEK BETON
DISUSUN OLEH : ERCITA KURNIASARI
NIM : 4201212022
JURUSAN TEKNIK SIPIL PROGRAM STUDI
TEKNIK PERENCANAAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN
POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
2013
Ercita Kurniasari Page 2
LAPORAN KERJA PRAKTEK BETON
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Kerja Praktek
Jenjang Diploma IV
Program Studi Teknik Perencanaan Perumahan dan Permukiman
DISUSUN OLEH : ERCITA KURNIASARI
NIM : 4201212022
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
2013
Ercita Kurniasari Page 3
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji dan syukur atas kehadirat ALLAH SWT karena atas rahmat, taufik serta karunia-Nya, sehingga saya bisa menyelesaikan penulisan laporan mata kuliah kerja praktek beton sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Maksud dari penyusunan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas kuliah POLNEP. Dalam kesempatan ini saya menyadari bahwa tanpa bantuan, dorongan, dan bimbingan dari berbagai pihak, laporan ini tidak akan selesai dengan baik dan sempurna. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada :
1. Orang tua yang telah doa dan dukungan.
2. Bapak Asmadi ST.MT selaku dosen praktek kerja beton 3. Teman-teman jurusan teknik sipil dan perencanaan
Saya berharap demi kesempurnaan penulisan laporan ini, memohon sumbangan kritik dan saran untuk memperbaiki penulisan laporan yang akan datang.
Demikian kata pengantar dari saya. Akhirnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, dan semoga laporan ini, dapat bermanfaat bagi kita semua AMIN.
Pontianak, November 2013
Penulis
Ercita Kurniasari Page 4
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1LatarBelakang ...………...
1.2Maksud dan Tujuan ...………..………....
1.3Ruang Lingkup pengerjaan ....……….…...
BAB II
DASAR TEORI
2.1 Pengertian ………...…….
2.2 Karakteristik Beton yang Baik……...……….
2.3 Bahan Pembentuk Beton ...
2.4 Kinerja Beton ...
2.5 Kuat Tekan Beton ...
2.6 Perancangan Campuran Beton ...
2.7 Kelebihan dan Kekurangan Beton ...
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Keselamatan Kerja ...
3.2 Pengerjaan ...
BAB IV
DAFTAR GAMBAR
4.1 Alat dan Bahan…..………...
4.2 Pengerjaan ………...
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ...
5.2 Saran ...
1 1 1
2 2 2 3 3 3 5
6 6
16 18
22 22 DAFTAR PUSTAKA
Ercita Kurniasari Page 5
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Beton adalah campuran yang terdiri dari agregat (kasar dan halus) di tambah semen (PC), air ,admixture (bahan tambah) jika diperlukan,diaduk sampai homogen dan sampai waktu tertentu ia dapat menjadi suatu masa yang kompak/keras seperti batu. Setelah mengeras,beton mempunyai sifat menahan gaya tekan sampai batas yang ditentukan dan tidak mampu menahan gaya tarik. Sehingga diperlukan tulangan didalam beton agar beton mampu menahan gaya tekan sekaligus gaya tarik.
Beton yang digunakan sebagai struktur dalam konstruksi teknik sipil, dapat dimanfaatkan untuk banyak hal. Dalam teknik sipil sturuktur beton digunakan untuk bangunan pondasi,kolom,balok,dan pelat.
Pada praktek kerja beton kali ini kami para mahasiswa diajarkan bagaimana merencanakan,membuat,dan mengaplikasikan beton aupun tulangannya dalam kerja dilapangan sehingga diharapkan kami akan menjadi tenaga profesional dalam bidang sipil untuk pengerjaan-pengerjaan bangunan.
1.2 Maksud dan Tujuan
Pelaksanaan praktek kerja beton ini mempunyai peranan yang cukup besar bagi mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Pontianak yaitu agar mahasiswa dapat memahami dan menerapkan :
Dasar teori tentang konstruksi beton dan aplikasinya dilapangan yang meliputi penulangan dan pengecoran
Perencanaan dan analisa perhitungan dalam praktek kerja
Efisiensi waktu,kebutuhan bahan, dan peralatan serta kedisiplinan dalam bekerja
Cara-cara pengecoran yang tepat 1.3 Ruang Lingkup Pekerjaan
Pelaksanaan praktek kerja beton ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu pembuatan tulangan dan pengecoran (pembetonan). Untuk pembuatan tulangan meliputi :
Latihan dasar (pembengkokan dan pembuatan begel)
Penulangan plat beton
Penulangan balok beton
Pengecoran (pembetonan)
Ercita Kurniasari Page 6
BAB II DASAR TEORI
2.1 Pengertian
Beton adalah material yang kuat dalam kondisi tekan, tetapi lemah dalam kondisi tarik, kuat tariknya bervariasi dari 8-4% dari kuat tekannya. Karena rendahnya kapasitas tarik tersebut, maka dipasanglah tulangan.
Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen,agregat kasas dan halus, air dan bahan tambah (admixture).
2.2 Karakteristik Beton yang Baik
Kepadatan
Sepadat mungkin terisi oelh agregat dan pasta semen
Kekuatan
Beton harus mempunyai kekuatan dan daya tahan internal
Faktor Air Semen
Faktor air harus terkontrol sehingga memenuhi persyaratan kekuatan beton yang direncanakan
Tektur
Permukaan beton harus mempunyai kerapatan dan kekerasan tekstur yang tahan segala cuaca
2.3 Bahan Pembentuk Beton
Semen, merupakan matrial yang bersifat hidrolik, artinya semen dapat bereaksi dengan air dan membentuk suatu masa yang keras. Selain itu semen juga bersifat adhesif dan kohesif yang diperlukan untuk mengikat agregat.
Menurut “ASTM” semen dibagi menjadi 5 tipe, yaitu : - Semen tipe 1 : untuk konstruksi beton umum
- Semen tipe 2 : untuk konstruksi beton pada lingkungan sulfat sedang - Semen tipe 3 : untuk beton yang cepat kering
- Semen tipe 4 : untuk beton yang memiliki panas rendah
- Semen tipe 5 : untuk beton dengan daya tahan tinggi terhadap sulfat
Agregat yang terkandung didalam beton mempunyai komposisi ±75%.
Syarat agregat :
- Agregat halus (debu batu/seplit,biji besi,pasir)
Ukuran butir maksimum 4,75 mm
Ercita Kurniasari Page 7
Tidak mengandung lumpur lebih dari 5%
Tidak mengandung zat organik
Tidak tajam / bersudut dan keras - Agregat kasar (batu pecah,batu sungai,dll)
Tidak mengandung lumpur lebih dari 1%
Tidak mengandung zat organik
Mempunyai butiran keras dan bersudut
Butiran pipih kurang dari 20%
Air, tidak boleh mengandung minyak,asam,alkali,zat organik,garam- garam,atau air yang dapat diminum (air bersih)
Bahan-bahan kimia lainnya (admixture), bahan-bahan kimia ini hanya ditambahkan pada beton dalam keperluan-keperluan tertentu.
2.4 Kinerja Beton
Sampai saat ini beto masih menjadi pilihan utama dalam pembuatan struktur.
Selain karena kemudahan dalam mendapatkan material penyusunnya, hal itu juga disebabkan oleh penggunaan tenaga yang cukup besar sehingga dapat mengurangi masalah penyediaan lapangan kerja. Selain kinerja utama yang telah disebutkan diatas, yaitu kuat tekan yang tinggi dan kemudahan pengerjaannya, kelangsungan proses pengerjaan beton pada proses produksinya juga menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan.
Menurut SNI T.15-1990-03 beton yang digunakan pada rumah tinggal atau untuk penggunaan beton dengan kekuatan tekan tidak melebihi 10 Mpa boleh menggunakan campuran 1 semen: 2 pasir : 3 batu pecah dengan slump untuk mengukur kemudahan pengerjaannya tidak lebuh dari 100 mm. Pengerjaan beton dengan kekuatan tekan hingga 20 Mpa boleh menggunakan penakaran volume, tetapi pengerjaan beton dengan kekuatan tekan lebih besar dari 20 Mpa harus menggunakan campuran berat.
2.5 Kuat Tekan Beton
Kekuatan tekan merupakan salah satu kinerja utama beton. Kekuatan tekan adalah kemampuan beton untuk menerima gaya tekan persatuam luas. Semakin tinggi tingkat kekuatan struktur yang dikehendaki, semakin tinggi pula mutu beton yang dihasilkan.
Walaupun dalam beton terdapat tegangan tarik yang kecil, diasumsikan bahwa semua tegangan tekan didukung oleh beton tersebut.
2.6 Perancangan Campuran Beton
Karakteristik dan sifiat bahan akan mempengaruhi hasil rancangan. Proporsi campuran dari bahan-bahan penyusun beton ini ditentukan melalui sebuah perancangan beton. Hal ini dilakukan agar proporsi campuran dapat memenuhi syarat teknis serta ekonomis.
Ercita Kurniasari Page 8 Kriteria dasar perancangan beton,antara lain :
o Kekuatan tekan dan hubungannya dengan faktor air seman yang digunakan o Kemudahan pengerjaan
o Pemilihan agregat yang akan digunakan 2.6.1 Pengerjaan Beton
Pencampuran bahan-bahan penyusun beton dilakukan agar diperoleh suatu komposisi yang solid dari bahan-bahan penyusun berdasarkan rancangan campuran beton. Komposisi yang baik akan menghasilkan kuat tekan yang tinggi, tetapi jika pelaksanaannya tidak dikontrol dengan baik, kemungkinan dihasilkannya beton yang tidak sesuai dengan rencana akan semakin besar. Cara pengelolaan ini akan menentukan kualitas dari beton yang akan dibuat. Adapun tahapan dalam pelaksanaan dilapangan meliputi :
Membuat cetakan beton/bekesting ( merakit dan menyetel bekesting )
Penulangan / pembesian beton ( merakit dan menyetel tulangan )
Mengaduk beton (mencampur adukan dan mengaduk secara masinal atau manual)
Penuangan adukan, beton dalam keadaan diam dalam waktu 20-30 menit terjadi pengikatan
Pengangkutan
Pengecoran ( pengecoran langsung dan pengecoran pipa termi )
Pemadatan ( manual dan masinal )
Perawatan ( menutup dengan plastik setelah pengecoran dan menyiram air pada permukaan beton, beton umur 1 hari )
Pembongkaran bekesting 2.6.2 Metode Pengadukan
Pengadukan Manual
- Pasir dengan semen dicampur ( dalam keadaan kering ) dengan komposisi tertentu, diatas tempat yang datar dan kedap air.
- Pencampuran dilakukan sampai didapatkan warna yang homogen - Tambahkan kerikil, kemudian lakukan pencampuran lagi
- Alat bantu yang digunakan dapat berupa sekop, cangkul, ataupun alat gali lainnya
- Buat lubang ditengah adukan, tambahkan kira-kira 75% dari kebutuhan air - Aduk hingga rata dan tambahkan sedikit demi sedikit air yang tersisa.
2.6.3 Perawatan
Kondisi perawatan yang baik dapat dicapai dengan menggunakan salah satu metode antara lain beton dibasahi terus menerus dengan air, beton dilindungi dengan karung basah,atau kertas perawatan tahan air.
Ercita Kurniasari Page 9 2.7 Kelebihan dan Kekurangan Beton
Kelebihan
- Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi - Mampu memikul beban yang berat
- Tahan terhadap temperatur yang tinggi - Biaya pemeliharaan yang kecil
Kekurangan
- Bentuk yang telah dibuat sulit diubah
- Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi - Berat
Ercita Kurniasari Page 10
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Keselamatan Kerja
1. Tempatkan bahan dan peralatan dekat dengan lokasi pekerjaan sehingga mudah dalam pemakaian dan tidak menghambat berlangsungnya pekerjaan
2. Peralatan yang tidak sedang digunakan hendaknya dimasukkan dalam kotak peralatan
3. Gunakan perlatan sesuai dengan fungsi atau kegunaannya
4. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan rencana, hati-hati dan penuh konsentrasi 5. Gunakan pelindung tangan ( sarung tangan ) dan peralatan keselamatan lainnya
sebelum memulai pekerjaan
6. Bersihkan peralatan dan lokasi pekerjaan setelah pekerjaan tersebut selesai.
3.2 Pengerjaan
JOB 1 : Pembuatan Beton Deking Alat dan Bahan :
- Gunting kawat bendrat - Sendok spesi
- Meteran - Gergaji Kayu - Palu
- Paku - Alas plastik - Papan - Papan alas - Kawat bendrat - Semen
- Pasir - Air Perhitungan :
Campuran = 1 pc ( semen ) : 3 ps ( pasir )
Volume padat : 0,02 x 0,24 x 0,24 = 0,0012 m3
Volume gembur : 0,0012 x 1,3333 = 0,0015 m3
Ercita Kurniasari Page 11
Semen : ¼ x volume gembur = 0,0004 m3 = 383 x 10-9 Liter
Pasir : ¾ x volume gembur = 0,0011 m3 = 1125 x 10-9 Liter
Papan : Ukuran 2 x 24 cm = 2 buah Ukuran 2 x 28 cm = 2 buah
Kawat bendrat : Panjang = 16 cm = 36 potong
Alas plastik : Ukuran 30 x 30 cm = 1 potong Langkah Kerja :
Membuat bakesting menggunakan papan membentuk persegi
Meletakkan alas plastik diatas papan alas
Memposisikan bakesting diatas papan yang telah dilapisi alas plastik
Membuat adukan
Menuangkan adukan ke dalam cetakan / bakesting sampai padat dan rata
Menunggu adukan sedikit mengering, lalu memotong adukan dengan sendok spesi dengan ukuran 4 x 4 cm hingga mencapai 36 potong
Merekatkan ke potongan-potongan adukan 1 per 1 kawat bendrat yang telah di plintir bagian bawahnya, sehingga kawat bendrat yang muncul kepermukaan adukan setinggi 6 cm
Menyimpan beton hingga mengering dan mengeras selama beberapa hari Gambar Kerja :
Ercita Kurniasari Page 12 JOB 2 : PEMBENGKOKAN BESI TULANGAN
Alat dan Bahan : - Pemotong besi - Meteran - Bending - Palu - Meja kerja - Besi Ø 6 Langkah Kerja :
Memotong besi Ø 6 dengan ketentuan sbb : o Sepanjang 109 cm sebanyak 4 buah o Sepanjang 54 cm sebanyak 4 buah o Sepanjang 17 cm sebanyak 2 buah o Sepanjang 35 cm sebanyak 1 buah
Membengkokan kedua ujung dari potongan-potongan besi dengan ketentuan :
o Ukuran 109 cm setelah di bengkokan menjadi 103 cm o Ukuran 54 cm setelah di bengkokan menjadi 45 cm
Membengkokan salah satu ujung potongan besi ukuran 17 cm,sehingga setelah di bengkokan menjadi 12 cm
Membengkokan besi ukuran 35 cm membentuk begel
Ketentuan : panjang bengkokan 3cm
Ercita Kurniasari Page 13
= 4 buah
= 4 buah
= 2 buah
= 1 buah
Gambar Kerja :
Ercita Kurniasari Page 14 JOB 3 : PEMBUATAN BETON PLAT
Alat dan Bahan : - Palu - Meteran - Gergaji Kayu - Sekop
- Sendok spesi - Ember
- Gunting kawat - Bakesting - Paku
- Kawat bendrat
- Tulangan Ø6 ( panjang 12cm, 45cm dan 103 cm ) - Papan
- Pasir dan Kerikil - Semen
- Air Langkah Kerja :
Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan.
Membuat mal menggunakan papan dengan ukuran panjang = 103 cm, lebar
= 50 cm, tinggi = 6 cm
Meletakkan mal diatas alas plastik
Merakit tulangan Ø6, tulangan yang diperlukan antara lain : Ukuran 12 cm = 2 buah
Ukuran 45 cm = 8 buah Ukuran 103 cm = 4 buah
Mengkaitkan bakesting pada tulangan
Setelah tulangan dirakit, tulangan dimasukkan kedalam mal
Mengaduk spesi, dengan campuran 1 pc : 3 ps : 2 batu kerikil dan sedikit air sehingga adukan menjadi solid
Memasukan spesi kedalam mal, kemudian ratakan permukaannya
Ercita Kurniasari Page 15 Gambar Kerja :
Ø6 - 103 cm
Ø6 - 45 cm
Ø6 - 12 cm
Ercita Kurniasari Page 16 JOB 4 : PEMBUATAN BALOK BETON
Alat dan Bahan : - Pemotong besi - Bending Ø7 dan Ø6 - Gunting bendrat - Kakaktua - Meja kerja - Palu - Meteran - Gergaji kayu - Sekop - Sendok spesi - Ember - Paku - Papan - Besi Ø7 - Besi Ø6 - Kawat bendrat - Semen
- Pasir dan kerikil - Air
Perhitungan Bahan : Beton
Volume padat : 0,12m x 0,24 m x 1,25 m = 0,036 m3
Volume gembur : 0,036 m3 x 1,30 = 0,0468 m3
Semen 300 kg : 300 kg/m3 x 0,0468 = 14,04 kg 1 sag = 50 kg
Jumlah sag = 14,04 kg 50 kg = 0,28 sag
Pasir 800 kg : 800 kg/m3 x 0,0468 m3 = 37,44 kg Berat isi pasir = 1,75 kg/liter Jumlah pasir = 37,44 kg 1,75 kg/liter
= 21,39 liter = 21,39 liter 1000
= 0,02 m3
Ercita Kurniasari Page 17
¼p
d¼p
d¼p
d 38p
d83
p
dS = 2,5
Batu pecah / kerikil 1200 kg/m3 : 1200 kg/m3 x 0,0468 m3 = 56,16 kg Berat isi kerikil = 1,45 kg/liter Jumlah kerikil = 56,16 kg 1,45 kg/liter
= 38,73 liter = 38,73 liter 1000
= 0,04 m3 Baja tulangan / pembesian
Jumlah tulangan pokok Ø7 mm = 4 buah
Panjang 1 buah tulangan pokok =
Panjang 1 buah = 125 – 2.(2.S) + 2.(5d) + (38.𝜋.d).2 = 125 – 5 + 2.(5.0,7) + ( 3
8.𝜋.0,7).2 = 125 – 5 + 7 + 1,65
= 128,65 cm
Panjang total tulangan pokok = 4 buah x 128,65 cm = 514,59 cm = 5,15 m Jumlah tulangan = 5,15 m
11,5 = 0,45 m
Jumlah tulangan sengkang / begel =
Ercita Kurniasari Page 18 B = 2.(12) - 2.(2,5) = 19 cm
H = 2.(24) – 2.(2,5) = 43 cm
Panjang 1 buah sengkang = H + B + 3.( 1
4.𝜋.0,6 ) + 2.(3
8.𝜋.0,6 ) + 2.(5d) = 43 + 19 + 1,41 + 1,41 + 6
= 70,82 cm
Jumlah sengkang / begel = 125 – 2.(2,5)
+ 1 =
9 buah 15 Panjang 9 buah sengkang / begel = 9 x 70,82 cm
= 637,38 cm = 6,37 m
Jumlah batang = 6,37 m 11,5 m
= 0,55 batang Papan
1,5/15, panjang 125 cm = 3 keping
1,7/9, panjang 125 cm = 2 keping
1,5/12, panjang 12 cm = 2 buah
1,5/9, panjang 12 cm = 2 buah Langkah Kerja :
Membuat mal balok sesuai dengan ukuran papan yang telah dihitung
Membengkokan besi tulangan pokok dan begel sesuai dengan perhitungan
Merakit tulangan
Memasang bakesting
Meletakkan tulangan yang telah dirakit kedalam mal
Mengaduk spesi sesuai dengan perhitungan
Memasukkan spesi kedalam mal yang telah diberi tulangan
Ercita Kurniasari Page 19
2 Ø7 mm
Ø6 - 150 mm
Ø7 mm
Ø6 - 150 mm
Gambar Kerja : Balok Beton
Ercita Kurniasari Page 20
BAB IV
DAFTAR GAMBAR
4.1 Alat dan Bahan
Ercita Kurniasari Page 21
Ercita Kurniasari Page 22
4.2 Pengerjaan :
JOB 1 : PEMBUATAN BAKESTING
Ercita Kurniasari Page 23
JOB 2 : PEMBENGKOKAN BESI TULANGAN
Ercita Kurniasari Page 24
JOB 3 :PEMBUATAN PLAT BETON
Ercita Kurniasari Page 25
JOB 4 : PEMBUATAN BALOK BETON
Ercita Kurniasari Page 26
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Pekerjaan beton bertulang merupakan pekerjaan konstruksi untuk menahan beban yang sangat besar. Oleh karena itu beton yang dihasilkan mempengaruhi kekuatan menahan beban yang sudah diisyaratkan. Adapun kesimpulan yang dapat kami uraikan sebagai berikut :
1. Perhitungan dalam perencanaan pembuatan beton memerlukan ketelitian,kesabaran,dan kedisiplinan yang itnggi. Sehingga akan dicapai efektifitas dan efisiensi bahan, waktu, dan tenaga.
2. Perawatan beton yang baik akan sangat mempengaruhi sifat beton
3. Keselamatan kerja, kebutuhan bahan, dan alat harus diperhatikan dalam pelaksanaan praktek beton
4. Pada waktu pengecoran beton harus dilakukan dengan hati-hati agar hasilnya sesuai dengan apa yang kita harapkan
5. Pada waktu pembuatan begel harus dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan ukuran yang ditentukan pada gambar kerja
5.2 Saran
Dalam pembuatan beton dibutuhkan ketelitian, kecermatan dan kesabaran. Selain itu rangkaian beton yang dibuat harus sesuai dengan standart dan komposisi karena apabila terjadi banyak kesalahan akan mengakibatkan tidak efektif dan tidak efisiennya bahan, waktu, tenaga, dan biaya.
Keselamatan kerja hedaknya selalu diperhatikan, terutama pada saat penulangan.
Serta keamanan peralatan praktek juga sangat penting.
Ercita Kurniasari Page 27
DAFTAR PUSTAKA
Teknologi beton
Buku konstruksi beton