PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN
2023
LAPORAN KERJA PRAKTEK I DAN II
PENGAWASAN PEMASANGAN BALOK DAN PLAT LANTAI PADA PROYEK PEMBANGUNAN LANJUTAN GEDUNG KANTOR BAPENDASU BINJAI DAN
PERENCANAAN PENYUSUNAN DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED) RSUD PENYABUNGAN
Disusun Untuk Memenuhi Tuntutan Tugas dan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Kelulusan Pada Mata Kuliah Kerja Praktek
Disusun Oleh :
ANDREAS SOHMONO BERUTU
188140021
Dosen Pembimbing : RINA SARASWATY, ST, MT.
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN
2023
LAPORAN KERJA PRAKTEK II
PERENCANAAN PENYUSUNAN DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED) RSUD PENYABUNGAN
Disusun Oleh:
ANDREAS SOHMONO BERUTU 188140021
Dosen Pembimbing : RINA SARASWATY, ST, MT.
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN
2023
LAPORAN PERENCANAAN PENYUSUNAN DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED) RSUD PENYABUNGAN
KERJA PRAKTEK II
Disusun Oleh:
ANDREAS SOHMONO BERUTU NPM: 188140021
Diketahui Oleh:
Ketua Prodi Arsitektur Dosen Pembimbing
Aulia Muflih Nasution, ST, MSc Rina Saraswaty, ST, MT
i KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan bagi Tuhan Yang Maha Esa berkat nikmat limpahannya praktikan dapat menyelesaikan penulisan Laporan Kerja Praktek I ini dengan lancar dengan judul “Perencanaan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Rumah Sakit Penyabungan”. Penyusunan laporan ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan kelulusan mata kuliah kerja praktek ini. Selama proses kerja praktek yang dilakukan dalam waktu 2 bulan perencanaan di kantor CV. Wastu Cipta Konsultan untuk proses penyusunan laporan ini tidak luput dari bantuan, arahan, serta bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu praktikan ucapkan terima kasih banyak kepada :
1. Bapak Aulia Muflih Nst, ST, MSc selaku Ketua Program Studi Arsitektur Universitas Medan Area
2. Ibu Rina Saraswaty ST, MT selaku Dosen Pembimbing Kerja Praktek yang banyak memberikan bantuan, arahan untuk praktikan menyelesaikan laporan ini.
3. Dosen penguji yang telah banyak memberikan ilmu dan didikannya yang membantu praktikan selama diperkuliahan.
4. Bapak Budiwin Handoko ST, yang banyak memberikan ilmu dan kesempatan sehingga praktikan dapat diterima magang di Perusahaan CV. Wastu Cipta Konsultan.
5. Kedua orang tua praktikan yang selalu senantiasa mendoakan dan memberikan motivasi agar praktikan dapat melaksanakan dan menyelesaikan kerja praktek ini.
6. Teman-teman yang telah memberi dukungan selalu, terutama kepada Nizar Fauzi selaku rekan magang di Perusahaan CV. Wastu Cipta Konsultan.
Meski demikian, praktikan menyadari masih banyak kekurangan dalam hal penulisan laporan kerja praktek ini, sehingga praktikan secara terbuka menerima kritik dan saran yang positif dari pembaca. Agar hasil laporan ini dapat mencapai kesempurnaan dan bisa menjadi referensi bagi pembaca.
Hormat Saya
( Andreas Sohmono Berutu)
ii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR GAMBAR ... iv
BAB 1 PENDAHULUAN ...1
1.1 Latar Belakang ...1
1.2 Maksud Dan Tujuan ...2
1.3 Batasan Waktu Dan Tempat ...2
1.3.1 Ruang Lingkup Kerja Praktek ...3
1.4 Metode Pengumpulan Data ...3
1.4.1 Studi Literatur ...3
1.4.2 Wawancara ...3
1.4.3 Analisa ...3
1.5 Sistematikan Penulisan ...3
BAB 2 PROFIL INSTITUSI DAN PROYEK KP ... 5
2.1 Profil Perusahaan ...5
2.2 Proyek Kerja Praktek ...5
2.3 Pengertian ...6
2.3.1 Pengertian Rumah Sakit Umum Daerah ...6
2.3.2 Pengertian Konsultan Perencanaan Arsitektur ...6
2.4 Struktur Organisasi ...7
BAB 3 KEGIATAN KP DAN PEMBAHASAN KRITIS ... 8
3.1 Tahap persiapan ...8
3.2 Deskripsi pekerjaan ...8
iii
3.3 Lingkungan Kerja Praktek ... 8
3.4 Pelaksanaan Kerja Praktek... 8
3.5 Jadwal Kegiatan Kerja Praktek ... 9
3.5.1 Laporan Deskripsi Kegiatan ... 9
3.5.2 Laporan Urutan Pekerjaan ... 10
3.6 Pembahasan Kritis ... 13
3.6.1 Masalah Dalam Pengerjaan ... 13
3.6.2 Solusi Dalam Pengerjaan ... 14
BAB 4 PENUTUP ... 15
4.1 Kesimpulan ... 15
4.2 Saran ... 16
DAFTAR PUSTAKA ... 17
LAMPIRAN ... 18
iv DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. 1 Gambar desain tampak RSUD Penyabungan ... 18
Gambar 2. 2 Denah rencaana bangunan ... 19
Gambar 3. 1 Software yang dipakai untuk persiapan ... 20
Gambar 3. 2 Pekerjaan Selama Magang ... 20
Gambar 3. 3 Bersama rekan tim di kantor perencana ... 20
Gambar 3. 4 Suasana studio ... 21
Gambar 3. 5 Kegiatan kerja praktek ... 21
Gambar 3. 6 Beberapa hasil tugas yang dikerjakan ... 21
Gambar 3. 7 Laporan kegiatan ... 10
Gambar 3. 8 Laporan kegiatan ... 11
Gambar 3. 9 Laporan kegiatan ... 11
Gambar 3. 10 Laporan kegiatan ... 12
Gambar 3. 11 Laporan kegiatan ... 13
Gambar 3. 12 Laporan kegiatan ... 13
Gambar 3. 13 Laporan kegiatan ... 13
1 BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Kerja praktek merupakan mata kuliah wajib yang harus dilaksanakan untuk sebagai syarat tugas akhir program studi arsitektur di Universitas Medan Area.
Kerja praktek ini diharapkan dapat membuat mahasiswa dapat mengetahui bagaimana situasi di dunia kerja dan dapat merealisasikan apa yang selama ini di pelajari didunia perkuliahan apakah sesuai dengan yang terjadi di dunia kerja, dan dapat membentuk mental dan sifat mahasiswa yang bertanggung jawab, disiplin, dan mempunyai kreatifitas yang tinggi, agar mahasiswa dapat mengatasi masalah dalam sebuah perancangan produk arsitektur.
Dalam hal ini, praktikan melaksanakan kerja praktek di salah satu konsultan perencana yang dimana praktikan ditugaskan dalam satu tim yang sedang mengerjakan proyek Penyusunan Detail Engineering Design (DED) RSUD Penyabungan, dan pada laporan ini praktikan difokuskan di perencanaan konsep desain untuk bangunan RSUD tersebut yang dimana hasil konsepan desain bangunan tersebut adalah untuk dipresentasikan.
Presentasi dilakukan oleh perusahaan perencanaan arsitektur dalam upaya agar pemilik proyek mendapatkan bayangan dan ekspektasi tentang proyek yang akan dibangun. Itu mengapa hasil desain bangunan yang akan di presentasikan harus direncanakan sebaik mungkin dan sesuai kemauan pemilik proyek yang tertera dalam briefing atau hasil diskusi atau interview dengan pemilik proyek.
Mata kuliah kerja praktek ini diharapkan dapat membantu mahasiswa termasuk praktikan sendiri agar memahami bagaimana proses kerja arsitek dalam mendapatkan proyek, dalam mengerjakan proyek maupun mempresentasikan proyek tersebut.
2 1.2 Maksud Dan Tujuan
Maksud dari pelaksanaan kerja praktek II adalah
1. Agar mengetahui bagaimana tahapan Arsitek untuk menyelesaikan proyek 2. Untuk mahasiswa dapat menghadapi dan menyelesaikan suatu masalah
arsitektur di lapangan
3. Untuk mengetahui bagaimana mekanisme penetapan standar harga barang dan jasa
4. Untuk melatih dan mengembangkan skill dan ilmu yang diperoleh selama di perkuliahan
Tujuan dari pelaksanaan kerja praktek II adalah
1. Syarat agar dapat memenuhi syarat melakukan Tugas Akhir
2. Memperkenalkan mahasiswa pada dunia kerja yang sebenarnya sehingga dapat memiliki wawasan dan pengalaman
3. Untuk mempersiapkan agar mahasiswa lulusan UMA mempunyai SDM yang baik
4. Untuk mendapatkan ilmu yang tidak pernah diajarkan di bangku perkuliahan
5. Syarat agar dapat lulus mata kuliah kerja praktek
1.3 Batasan Waktu Dan Tempat
Pada laporan ini pembahasan difokuskan pada proses perencanaan konsep desain untuk bangunan RSUD Penyabungan yang menjadi objek utama praktikan untuk penulisan laporan ini di Perusahaan CV. Wastu Cipta Konsultan. Untuk batasan waktu sesuai yang telah diatur oleh pedoman kerja praktek yaitu selama 2 bulan di konsultan perencana. Kerja praktek di perencanaan konsep desain untuk bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Penyabungan dari tanggal 22 Oktober 2022 sampai tanggal 23 Desember 2022 yang dilaksanakan dikantor CV.
Wastu Cipta Konsultan di Jl. Suluh No.48 Sidorejo Hilir, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20222.
3 1.3.1 Ruang Lingkup Kerja Praktek
Pada pembahasan ruang lingkup kerja praktek ini praktikan fokus pada perencanaan, masalah dan solusi dalam perencanaan, workshop untuk perencanaan, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan perencanaan.
1.4 Metode Pengumpulan Data 1.4.1 Studi Literatur
Metode ini dengan banyak mencari referensi dari berbagai sumber, sesuatu yang pernah terjadi dilapangan kemudian dibandingkan apa yang benar terjadi dilapangan dengan yang telah didapat di peroleh di dalam buku-buku dan jurnal.
1.4.2 Wawancara
Metode ini dengan mengumpulkan data melalui wawancara langsung dengan yang terkait langsung seperti melakukan tanya jawab atau dengan diskusi langsung dengan para senior atau arsitek yang berada di Kantor CV. Wastu Cipta Konsultan.
1.4.3 Analisa
Metode ini dilakukan pembahasan dengan beberapa analisa yang dihasilkan praktikan yang didapat dari masukan pada saat kerja praktek seperti dari masalah yang timbul kemudian cara penyelesaiannya hingga menjadi kesimpulan.
1.5 Sistematikan Penulisan BAB I PENDAHULUAN
Berisikan latar belakang, maksud dan tujuan, batasan waktu dan tempat, metode pengumpulan data dan sistematika penulisan yang dimana ini sebagai pendahuluan dari isi laporan kerja praktek.
4 BAB II PROFIL INSTITUSI DAN PROYEK KP
Berisikan profil perusahaan, proyek kerja praktek, pengertian dan struktur organisasi ini sebagai perkenalan proyek dan lokasi kerja praktek yang dilakukan praktikan.
BAB III KEGIATAN DAN PEMBAHASAN KRITIS
Berisikan tahap persiapan, deskripsi pekerjaan, lingkungan kerja praktek, pelaksanaan kerja praktek, jadwal kegiatan kerja praktek, laporan deskripsi pekerjaan, masalah dan solusi dalam pengerjaan dan perbandingan teori yang diberikan di kampus dengan di lapangan, ini merupakan isi dari kegiatan yang dilakukan praktikan pada saat melakukan kerja praktek.
BAB IV PENUTUP
Berisikan kesimpulan dan saran yang didapat pada saat melakukan kerja praktek yang didapat dari ilmu saat melakukan kerja praktek.
5 BAB II
PROFIL INSTITUSI DAN PROYEK KP
2.1 Profil Perusahaan
Nama : CV. Wastu Cipta Konsultan
Alamat Perusahaan : Jl. Suluh No.48 Sidorejo Hilir, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara.
Nama Pendiri : Budiwin Handoko, ST.
Kota / Kabupaten : Medan
Provinsi : Sumatera Utara
Kode Pos Perusahaan 20222.
Alamat kerja praktek : Jl. Merdeka No.40, Kayu Jati, Kec. Penyabungan, Kab Mandailing Natal, Sumatra Utara
Email : [email protected]
Telepon : 085275293304
2.2 Proyek Kerja Praktek
Lokasi Jl. Merdeka No.40, Kayu Jati, Kecamatan. Penyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara 22913 dan proyeknya ialah perencanaan konsep desain untuk bangunan RSUD Penyabungan dengan luas bangunan 1812 m2.
Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang Penyusunan Detail Engineering Design (DED) RSUD Panyabungan.Sedangkan tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil perencanaan berupa Detail Engineering Desain (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) terhadap Bangunan.
Melihat betapa pentingnya fasilitas yang memadai, guna meningkatkan pelayanan Kesehatan Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal. Salah satu di antaranya yang dinilai mempunyai peranan yang cukup penting adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit (Adisasmito, 2009).
6 Hal ini sangat penting agar masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal terutama pada Kecamatan Penyabungan agar dapat berobat di daerah mereka sendiri tanpa harus mendapat rujukan keluar daerah, dan begitu juga masyarakat yang dari luar daerah kabupaten mandailing natal dapat berobat di RSUD Penyabungan.
Dengan ini pemerintah yang memiliki wewenang dan tanggung jawab terhadap pengelolaan dan pembangunan. Pemerintahan Mandailing Natal dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal merencanakan adanya Penyusunan Detail Engineering Design (DED) RSUD Panyabungan. (Gambar 2. 1 terlampir pada lampiran).
2.3 Pengertian
2.3.1 Pengertian Rumah Sakit Umum Daerah
Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan secara umum memiliki peran yang sangat penting dalam upaya menaikkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia (Aditama, 2002).
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) adalah institusi pelayanan kesehatan yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Pelayanan yang diberikan rumah sakit dituntut untuk selalu melakukan perunbahan, agar pelayanan itu dapat sesuai dengan harapan dan kebutuhan pelanggan yaitu masyarakat.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Penyabungan mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat di tingkat kabupaten Madina.Selain mempermudahkan masyarakat berobat dengan fasilitas kesehatan yang cukup juga nantinya dapat meningkatkan perekonomian warga karena akan terbuka lapangan kerja baru.
Bangunan RSUD berfungsi melakukan pelayanan di semua bidang Kesehatan dalam satu bangunan. Dengan adanya rumah sakit ini para pasien tidak lagi dirujuk ke luar Madina bahkan sebaliknya menjadi tempat rujukan bagi RSU yang ada diluar Madailing Natal sehingga desain bangunan lebih welcoming dan dapat menampung semua kegiatan pelayanan (Gambar terlampir).
2.3.2 Pengertian Konsultan Perencanaan Arsitektur
Pengertian dari konsultan perencana adalah suatu badan / biro jasa yang
7 bergerak dalam studi kelayakan dalam bidang arsitektur, estetika, landscaping I pertamanan, sipil, dll, yang meliputi pemprograman, perencanaan, perancangan, penaksiran, pengawasan, penilaian, dll, berdasarkan suatu pemberian tugas. Adanya suatu konsultan perencana karena tuntutan masyarakat dalam mewujudkan ide/
gagasannya dalam manciptakan lingkungan buatan ke dalam bentuk nyata. Dalam suatu konsulta perencana selain dituntut kemahiran dalam bidang arsitektural dan struktural dalam mewujudkan suatu perencanaan juga dituntut keahlian.
2.4 Struktur Organisasi
Posisi praktikan sebagai “Magang” di perusahaan ini.
SEKRETARIS
TEAM SIPIL
TEAM ARSITEK TEAM ELECTRICAL &
PLUMBING DIREKTUR
TEAM MAGANG
8 BAB III
KEGIATAN DAN PEMBAHASAN
3.1 Tahap persiapan
Untuk tahap persiapan praktikan harus sudah perlu menguasai aplikasi pendukung seperti aplikasi autocad. Yang dimana software ini paling sering digunakan dan berperan penting untuk persiapan sebagai kerja praktek. (Gambar 3. 1 terlampir pada lampiran).
3.2 Deskripsi pekerjaan
Sebelum memulai pekerjaan yang akan diberikan oleh team leader, persiapan yang dilakukan adalah dengan memberi arahan tentang proyek yang akan direncanakan seperti membuat Denah Rencana RSUD Penyabungan, rencana struktur dan Mekanika kelistikan. Namun pengerjaan tugas dengan penggambaran melalui software Autocad. (gambar 3. 2 terlampir pada lampiran).
3.3 Lingkungan Kerja Praktek
Dalam pelaksanaan kerja praktek, khususnya untuk tugas yang diberikan diarahkan langsung oleh Team Leader. Pekerjaan yang akan dilakukan adalah sebagai drafter yang diberikan arahan langsung oleh Team leader. Team leader memberikan arahan dan banyak pelajaran tentang proyek yang akan dijalankan dan sedang dijalankan. Pemberian arahan tersebut lalu dituangkan dalam aplikasi autocad. (Gambar 3. 3, Gambar 3. 4, Gambar 3. 5 terlampir pada lampiran)
3.4 Pelaksanaan Kerja Praktek
Praktikan di berikan tugas sebagai drafter di tim ini yang dimana tugasnya membantu menyelesaikan DED denah,(Gambar 3. 6 terlampir pada lampiran).
9
3.5 Jadwal Kegiatan Kerja Praktek 3.5.1 Laporan Deskripsi Pekerjaan
Saat ini Penyusunan Detail Engineering Design (DED) RSUD Panyabungan yang mulai bergeser kepada pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, maka dengan adanya tuntutan akan tempat yang lebih layak maka Pemerintah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal melakukan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Penyabungan.
Detail Engineering Design (DED) Dalam Pekerjaan Konstruksi dapat diartikan sebagai produk dari konsultan perencana, yang biasa digunakan dalam membuat sebuah perencanaan (gambar kerja) detail bangunan sipil seperti gedung, kolam renang, jalan, jembatan, bendungan, dan pekerjaan konstruksi lainnya.
Detail Engineering Design (DED) bisa berupa gambar detail namun dapat dibuat lebih lengkap yang terdiri dari beberapa komponen seperti di bawah ini:
1. Gambar detail bangunan/gambar bestek, yaitu gambar desain bangunan yang dibuat lengkap untuk konstruksi yang akan dikerjakan
2. Engineer's Estimate (EE) atau Rencana Anggaran Biaya (RAB) 3. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
4. Laporan akhir tahap perencanaan, meliputi - laporan arsitektur;
- laporan perhitungan struktur termasuk laporan penyelidikan tanah (Soil Test)
- laporan perhitungan mekanikal dan elektrikal;
- laporan perhitungan IT (Informasi & Teknologi)
10 Untuk keterangan lebih jelasnya mengenai isi dari DED berikut ini:
a. Gambar detail bangunan atau bestek bisa terdiri dari gambar rencana teknis.
Gambar rencana teknis ini meliputi arsitektur, struktur, mekanikal dan elektrikal, serta tata lingkungan. Semakin baik dan lengkap gambar akan mempermudah proses pekerjaan dan mempercepat dalam penyelesaian pekerjaan konstruksi.
b. Rencana Anggaran Biaya atau RAB adalah perhitungan keseluruhan harga dari volume masing-masing satuan pekerjaan. RAB dibuat berdasarkan gambar.
Kemudian dapat dibuat juga Daftar Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) serta spesifikasi dan harga. Susunan dari RAB nantinya akan direview, perhitungannya dikoreksi dan diupdate harganya disesuaikan dengan harga pasar sehingga dapat menjadi Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
c. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini mencakup persyaratan mutu dan kuantitas material bangunan, dimensi material bangunan, prosedur pemasangan material dan persyaratan-persyaratan lain yang wajib dipenuhi oleh penyedia pekerjaan konstruksi. RKS kemudian menjadi syarat yang harus dipenuhi penyedia sehingga dapat dimasukan ke dalam Standar Dokumen Pengadaan (SDP).
3.5.2 Laporan Urutan Pekerjaan
1. Membuat Rencana Denah Bangunan (22 Oktober 2022 – 27 Oktober 2022).
Gambar 3. 7 Laporan Kegiatan
11 2. Membuat Rencana Struktur Pondasi dan Sloof (28 Oktober
2022 – 5 November 2022)
Gambar 3. 8 Laporan Kegiatan
3. Membuat Rencana Struktur Kolom (5 November 2022– 12 November 2022)
Gambar 3. 9 Laporan Kegiatan.
12 4. Membuat Rencana Struktur Balok dan Ring Balok (12 November 2022 –
20 November 22
Gambar 3. 10 Laporan Kegiatan
5. Membuat Rencana Arsitektur (21 November 2022 – 27 November 2022) 6. Membuat Rencana, Detail Pintu dan Jendela (28 November – 10
Desember2022
13
Gambar 3. 11 Laporan Kegiatan
7. Membuat Rencana Penutup Lantai (11 Desember 2022 – 17 Desember 2022)
Gambar 3. .12 Laporan Kegiatan.
8. Membuat Rencana Atap (18 Desember 2022 – 23 Desember 2022)
Gambar 3. 13 Laporan Kegiatan
3.6 Pembahasan Kritis
3.6.1 Masalah Dalam Pengerjaan
• Kurangnya praktikan untuk lebih memahami shortcut pada aplikasi Autocad membuat pengerjaan gambar menjadi lebih lama dan harus mendapat perhatian lebih oleh pendamping magang.
• Kurang teliti dalam pengerjaan yang diberikan sehingga sering mendapat revisi dalam pekerjaan.
14 3.6.2 Solusi Dalam Pengerjaan
• Mencari dan mempelajari lagi shortcut dalam aplikasi autocad.
• Mencoba untuk memeriksa kembali pekerjaan sebelum diserahkan kepada Team Leader magang.
15 4.1 Kesimpulan
BAB IV PENUTUP
Perencanaan atau yang sudah akrab dengan istilah planning adalah satu dari fungsi management yang sangat penting. Bahkan kegiatan perencanaan ini selalu melekat pada kegiatan hidup kita sehari-hari, baik disadari maupun tidak. Sebuah rencana akan sangat mempengaruhi sukses dan tidaknya suatu pekerjaan. Karena itu pekerjaan yang baik adalah yang direncanakan dan sebaiknya kita melakukan pekerjaan sesuai dengan yang telah direncanakan.
Dengan selesainya pelaksanaan kerja praktek II ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai ilmu arsitektur yang diperoleh secara teotitis dari bangku kuliah ataupun literature dengan praktek dan kendala yang dihadapi di lapangan. Serta menjadi pengalaman mahasiswa sebagai pengalaman kerja yang nantinya setelah lulus dari jenjang pendidikan akan terjun kedunia kerja yang sebenarnya. Setelah melaksanakan kerja praktek II ini mahasiswa bisa lebih percaya diri, dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi di dunia kerja
Perbandingan Antara Teori Yang Diberikan Di Kuliah Dengan Di Lapangan
• Rasa tanggung jawabnya berbeda karena rasa tanggung jawab di kuliah menurut praktikan hanya untuk diri sendiri sedangkan apabila sudah dilapangan rasa tanggung jawab lebih besar dan bukan untuk diri sendiri lagi karena sudah menjadi rasa tanggung jawab profesi.
• Wawasan tentang Aplikasi yang digunakan antara kampus dan pekerjaan cukup berbeda dimana di lapangan cukup banyak dan bervariasi, seperti shortcut-shortcut dalam aplikasi yang tidak pernah didapat di kampus.
16
• Semua pekerjaan yang dilakukan dikantor tetap harus tetap pada satu visi perusahaan, dalam hal ini perusahaan CV. Wastu Cipta Konsultan memiliki identitas sebagai konsultan perencana dan kontraktor dimana pengerjaan proyek harus sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.
4.2 Saran
Segala hal baru yang dirasa dapat menjadi pembelajaran yang baik sebaiknya harus dilalui seberapa berat itu, seperti dalam perancangan RSUD Penyabungan. Praktikan merasa punya tugas yang begitu banyak dan tanggung jawab yang sangat besar dikarenakan bangunan RSUD Penyabungan merupakan perencanaan serius oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dan praktikan harus ikut dalam perencanaan tersebut. Mental bekerja keras dan berani yang praktikan dapatkan dalam kerja praktek ini sangat membantu praktikan mengetahui situasi dunia kerja sebelum terjun ke dunia kerja langsung serta mempelajari lagi tentang penggunaan software-software yang akan digunakan dalam dunia kerja .
17 DAFTAR PUSTAKA
Laksito Boedhi. 2014, Metode Perencanaan dan Perancangan Arsitektur, Jakarta : Griya Kreasi.
Aditama, Y. T. (2002). Rumah Sakit dan Konsumen. Jakarta PPFKM UI Adisasmito, W. (2009). Sistem kesehatan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Ahmad, F. 2004. Strategi peningkatan kualitas pelayanan Rumah Sakit dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi. Semarang : Tesis Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.
Snyder, James C. dan Catanese, Anthony J. 1979. Pengantar Arsitektur.
Terjemahan. Jakarta: Erlangga
18 LAMPIRAN
Gambar 2. 1 Desain tampak bangunan RSUD Penyabungan
19
Gambar 2. 2 Denah rencana bangunan RSUD.
20
Gambar 3. 1 software yang dipakai untuk persiapan.
Gambar 3. 2 pekerjaan selama melakukan magang
Gambar 3. 3 Bersama rekan tim di kantor Perencana
21
Gambar 3. 4 suasana di kantor perencana
Gambar 3. 5 kegiatan magang.
Gambar 3.6 beberapa hasil tugas yang dikerjakan.
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN
2023
LAPORAN KERJA PRAKTEK I
PENGAWASAN PEMASANGAN BALOK DAN PLAT LANTAI PADA PROYEK PEMBANGUNAN LANJUTAN GEDUNG KANTOR BAPENDASU
BINJAI
Disusun Oleh:
ANDREAS SOHMONO BERUTU 188140021
Dosen Pembimbing : RINA SARASWATY, ST, MT.
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN
2023
LAPORAN PENGAWASAN PEMASANGAN BALOK DAN PLAT LANTAI PADA PROYEK PEMBANGUNAN LANJUTAN GEDUNG KANTOR
BAPENDASU BINJAI KERJA PRAKTEK I
Disusun Oleh:
ANDREAS SOHMONO BERUTU NPM: 188140021
Diketahui Oleh:
Ketua Prodi Arsitektur Dosen Pembimbing
Aulia Muflih Nasution, ST, MSc RINA SARASWATY, ST, MT
i KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat karunia dan nikmat limpahannya penulis dapat menyelesaikan penulisan Laporan Kerja Praktek II ini dengan lancar dengan judul “Pengawasan Pemasangan Balok dan plat lantai pada Proyek Pembangunan Lanjutan Bangunan BAPENDASU Binjai” Selama proses kerja praktek yang dilakukan dalam waktu 1 bulan pengawasan di kantor C.V Wastu Cipta Konsultan untuk proses penyusunan laporan ini tidak luput dari bantuan, arahan, serta bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis ucapkan terima kasih banyak kepada :
1. Bapak Aulia Muflih Nst, ST, MSc selaku ketua Program Studi Arsitektur Universitas Medan Area
2. Ibu Rina Saraswaty, ST, MT selaku Dosen Pembimbing Kerja Praktek yang banyak memberikan bantuan untuk laporan ini.
3. Dosen penguji yang telah banyak memberikan ilmu dan didikannya yang membantu penulis selama diperkuliahan.
4. Bapak Budiwin Handoko ST, yang banyak memberikan ilmu dan
kesempatan sehingga praktikan dapat diterima magang di Perusahaan CV.
Wastu Cipta Konsultan.
5. Kedua orang tua penulis yang selalu senantiasa mendoakan dan memberikan motivasi agar penulis dapat melaksanakan kerja praktek ini.
6. Teman-teman seperjuangan yang telah memberi dukungan selalu, terutama kepada Nizar Fauzi selaku rekan magang di CV Wastu Cipta Konsultan.
Meski demikian, penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam hal penulisan laporan kerja praktek ini, sehingga penulis secara terbuka menerima kritik dan saran dari pembaca.
Hormat Saya
( ANDREAS SOHMONO BERUTU)
ii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...1 DAFTAR ISI ...2 DAFTAR GAMBAR ...4 BAB I PENDAHULUAN ...1 1.1 Latar Belakang ...1 1.2 Maksud dan Tujuan ...2 1.3 Sasaran Pelaksanaan Kerja Praktek ...2 1.4 Manfaat Kerja Praktek ...2 1.5 Lingkup Pembahasan dan Batasan...3 1.5.1 Lingkup Pembahasan ...3 1.5.2 Batasan waktu ...3 1.5.3 Batasan Kegiatan ...3 1.6 Metodologi Pembahasan ...4 1.6.1 Studi Literatur ...4 1.6.2 Wawancara ...4 1.6.3 Observasi...4 1.6.4 Analisa ...4 1.7 Sistematika Pembahasan ...5 BAB II PROFIL INSTITUSI DAN PROYEK KP ... 6 2.1 Profil Perusahaan ...6 2.2 Proyek Kerja Praktek ...6 2.3 Tugas Pengawas ...6 2.4 Struktur Organisasi ...7
iii BAB III KEGIATAN KP DAN PEMBAHASAN KRITIS ...8 3.1 Pembahasan...8 3.1.1 Pengertian Balok ...8 3.1.2 Pengertian Plat Lantai ...11 3.2 Kebutuhan Bahan, Alat dan Tenaga ...13 3.2.1 Bahan Yang Dipakai ...13 3.2.2 Alat yang digunakan ...14 3.2.3 Tenaga yang dibutuhkan ...14 3.3 Pelaksanaan Pekerjaan ...14 3.3.1 Lingkup Pekerjaan ...14 3.3.2 Laporan Pekerjaan ...15 BAB IV PENUTUP ...20 4.1 Kesimpulan ...20 4.2 Saran ...20 DAFTAR PUSTAKA ...21
iv DAFTAR GAMBAR
Gambar 3. 1 Ilustrasi balok sederhana ...10 Gambar 3. 2 Ilustrasi balok kantilever ...10 Gambar 3. 3 Ilustrasi balok dengan ujung tetap ...11 Gambar 3. 4 Ilustrasi balok kontinu ...11 Gambar 3. 5 Bahan yang digunakan ...13 Gambar 3. 7 Laporan kegiatan ...14 Gambar 3. 8 Laporan kegiatan ...14 Gambar 3. 9 Laporan kegiatan ...14 Gambar 3. 10 Pengawasan pembuatan bekisting ...15 Gambar 3. 11 Pengawasan penulangan balok utama ...16 Gambar 3. 12 Pemasangan tulagan balok gantung ...17 Gambar 3. 13 Pengukuran jarak besi beugel ...17 Gambar 3. 14 Membuat penulangan pada balok anak ...17 Gambar 3. 15 Membuat penulangan pada plat lantai ...18
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kerja praktek merupakan mata kuliah wajib yang harus dilaksanakan untuk sebagai syarat tugas akhir program studi arsitektur di Universitas Medan Area.
Kerja praktek ini diharapkan dapat membuat mahasiswa dapat mengetahui bagaimana situasi di dunia kerja dan dapat merealisasikan apa yang selama ini di pelajarin didunia perkuliahan apakah sesuai dengan yang terjadi di dunia kerja, dan dapat membentuk mental dan sifat mahasiswa yang bertanggung jawab, disiplin, dan mempunyai kreatifitas yang tinggi, agar mahasiswa dapat mengatasi masalah dalam sebuah perancangan produk arsitektur.
Untuk hal ini penulis melakukan kerja praktek di CV. Wastu Cipta Konsultan dengan proyek pembangunan lanjutan Gedung BAPENDASU Kota Binjai, Sumatera Utara yang dimana penulis memfokuskan untuk kerja praktek ini dengan pengawasan pemasangan Balok dan plat lantai untuk bangunan tersebut.
Bangunan yang penulis akan laporkan hasil pengawasannya kali ini adalah Gedung Dispenda Su Kota Binjai.
Keberadaan bangunan Gedung BAPENDASU Kota Binjai yang terletak di JL. Soekarno-Hatta / JL. Ikan Paus, Kota Binjai, menunjukkan seberapa pentingnya fungsi bangunan ini setelah terbangun, sehingga Pembangunan Gedung BAPENDASU Kota binjai ini dapat meningkatkan pelayanan untuk masyarakat Kota Binjai. Sehingga hasil pengawasan yang penulis lakukan harus dilakukan dengan seksama. Mata kuliah kerja praktek ini diharapkan dapat membantu mahasiswa termasuk praktikan sendiri agar memahami bagaimana proses kerja arsitek dalam mendapatkan proyek, dalam mengerjakan proyek maupun mempresentasikan proyek tersebut.
2 1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud dari pelaksanaan kerja praktek I adalah :
1. Agar dapat mengetahui nama-nama dan bahan langsung dilapangan 2. Untuk mengetahui tahapan pengerjaan apa saja yang dilakukan pekerja 3. Beserta mengoreksi apabila pekerja salah tahapan dari gambar kerja 4. Menambah pengalaman dilapangan dunia kerja
Tujuan dari pelaksanaan kerja praktek I adalah:
1. Untuk melengkapi syarat Tugas Akhir
2. Membandingkan yang terjadi antara teori dengan yang terjadi dilapangan 3. Membentuk mental dan rasa tanggung jawab
4. Syarat agar lulus mata kuliah kerja praktek
1.3 Sasaran Pelaksanaan Kerja Praktek
Sasaran yang dicapai dari pelaksanaan kerja praktek ini adalah :
1. Untuk mengetahui tahapan-tahapan pelaksanaan pengawasan kerja 2. Untuk mengetahui cara mengatasi masalah yang dihadapi dilapangan 3. Menambah rasa tanggung jawab, disiplin, cermat dalam mengawasi dan
mengatasi suatu masalah, dan jujur
1.4 Manfaat Kerja Praktek
Manfaat yang diperoleh dari kerja praktek ini adalah :
1. Menjadikan pembelajaran dan trial error pastinya agar kedepan dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi untuk bekerja dibidang arsitektur.
2. Menambah relasi dimana saat butuh bantuan, senior bisa ditanyai
3. Membentuk pola pikir yang lebih kreatif dan cepat tanggap dalam setiap mengambil keputusan
4. Menambah ilmu dan pengalaman baru pastinya 5. Ilmu yang didapat dapat digunakan saat diperkuliahan 6. Menambah wawasan didalam dunia kerja
3 1.5 Lingkup Pembahasan dan Batasan
1.5.1 Lingkup Pembahasan
Lingkup pembahasan kerja praktek ini meliputi pengawasan pemasangan balok dan plat lantai pada gedung samsat pada pembangunan lanjutan Gedung BAPENDASU Kota binjai. Yang berada di JL. Soekarno-Hatta / JL. Ikan Paus Kota Binjai, Sumatera Utara, sesuai jangka waktu dari tanggal 22 September 2022 sampai 22 Oktober 2022.
1.5.2 Batasan waktu
Dengan waktu 1 bulan dalam pengawasan ini ada beberapa objek yang penulis lakukan tetapi pada laporan penulis fokus untuk pengawasan pemasangan balok dan plat lantai pada gedung samsat pada pembangunan lanjutan Gedung BAPENDASU Kota binjai. Waktu yang diberikan yaitu 1 bulan sesuai dengan peraturan yang diberikan. Kerja praktek pengawasan pengerjaan pemasangan Balok dan Plat Lantai pada Gedung BAPENDASU pendukung Pembangunan Lanjutan Gedung BAPENDASU tinggal berlangsung dari tanggal 22 September 2022 sampai 22 Oktober 2022.
1.5.3 Batasan Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan praktikan dalam pengawasan ini seperti mengawasi pemasangan tulangan , pengukuran tulangan besi pada balok utama, balok anak dan pengawasan pengecoran pada plat serta penutupan Plat dengan Bekisting.
4 1.6 Metodologi Pembahasan
Adapun metodologi yang digunakan dalam pembahasan laporan kerja praktek ini adalah sebagai berikut:
1.6.1 Studi Literatur
Untuk pembahasan studi literatur ini dengan apa yang telah didapat dilapangan kemudian setelah itu dibandingkan dengan apa yang telah didapat di jurnal, buku, internet, dll.
1.6.2 Wawancara
Pembahasan wawancara ini dilakukan dengan berinteraksi langsung dengan yang bersangkutan seperti bertanya, mengobrol, diskusi, ikut rapat dll. Untuk pemabngunan rumah ini penulis selalu berdiskusi dengan mandor atau pennanggung jawab unutk pembangunan rumah tersebut.
1.6.3 Observasi
Untuk metode observasi ini karena dilapngan pastinya banyak melakukan pengamatan lansgung untuk mengamati situasi dan kondisi dan juga untuk sebagai bukti juga difoto di setiap tahapannya
1.6.4 Analisa
Kemudian setiap analisa yang praktikan dapatkan pada setiap pekerjaan yang dimana keluar disetiap masalah dapat digunakan sebagai suatu hasil analisa yang dimana dapat dijadikan suatu kesimpulan dan saran, setiap analisa didapat dari ketidak sesuaian yang berada dilapangan yang dimana juga dapat menambah ilmu baru karena perbedaan itu dijadikan kesimpulan.
5 1.7 Sistematika Pembahasan
BAB I PENDAHULUAN
Pada pembahasan ini terdiri dari latar belakang, maksud dan tujuan,sasaran pelaksanaan kerja praktek, manfaat kerja praktek, lingkup pembahsan dan batasan kemudian sistematika pembahasan yang dimana ini adalah sistem yang dilakukan penulis untuk membuat laporan ini
BAB II PROFIL INSTITUSI DAN PROYEK KP
Pada tahap ini adalah memberikan uraian dan biodata dari perusahaan kontarktor dan lokasi dimana pembangunan bangunan tersebut beserta juga struktur organisasi dari perusahaan
BAB III KEGIATAN KP DAN PEMBAHASAN KRITIS
Menjelaskan apa saja kegiatan yang dilakukan saat kegiatan kerja praktek, kemudian juga kebutuhan dari alat, tenaga, bahan yang digunakan dan juga waktu pelaksanaan kerja praktek
BAB IV PENUTUP
Untuk memberikan kesimpulan dan saran yang selama ini didapat saat pelaksanaan kerja praktek
6 BAB II
PROFIL INSTITUSI DAN PROYEK KP
2.1 Profil Perusahaan
Nama : CV. Wastu Cipta Konsultan
Alamat Perusahaan : Jl. Suluh No.48 Sidorejo Hilir, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara.
Nama Pendiri : Budiwin Handoko, ST.
Kota / Kabupaten : Kota Medan
Provinsi : Sumatera Utara
Kode Pos Perusahaan 20222.
Alamat kerja praktek : JL. Soekarno-Hatta / JL. Ikan Paus Kota Binjai, Sumatera Utara,
Email : [email protected]
Telepon : 085275293304
2.2 Proyek Kerja Praktek
Proyek ini merupakan pembangunan lanjutan Gedung BAPENDASU Kota Binjai, proyek kerja praktek berada di JL. Soekarno-Hatta / JL. Ikan Paus Kota Binjai, Sumatera Utara,
2.3 Tugas Pengawas
- Bertugas mengawasi segala yang dilakukan pekerja di lapangan - Mengikuti peraturan yang telah diterapkan perusahaan
- Membuat laporan meliputi laporan harian, mingguan, dan bulanan kepada pemilik proyek
- Sebagai penanggung jawab proyek dilapangan - Mengawasi masuknya barang dan pemakaian bahan - Mengawasi pekerja dilapangan
7 2.4 Struktur Organisasi
Posisi penulis di perusahaan ini ialah sebagai “Magang” yang dimana hubungan ke pihak perusahaan mitra dalam pembangunan proyek ini dalam hal ini kontraktor/pengawas harus melalui Direktur Perusahaan.
KONTRAKTOR
TEAM SIPIL
TEAM ARSITEK TEAM ELECTRICAL &
PLUMBING DIREKTUR
TEAM MAGANG
8 BAB II
PEMBAHASAN
3.1 Pembahasan 3.1.1 Pengertian Balok
Balok adalah elemen struktur yang berfungsi menyalurkan beban ke kolom.
Balok merupakan bagian dari struktur inti bangunan selain kolom dan pondasi.
Sehingga pengecorannya harus dilakukan dengan baik. Tahap pengecoran dimulai sejak tahap persiapan pengerjaan tulangan sampai pada saat perawatan (curing).
Pelaksanaan pengecoran yang kurang baik dapat menimbulkan pengeroposan pada balok, dan hasil dari survey yang tidak sesuai dengan yang sudah direncanakan.
agar mencegah terjadinya pengeroposan tersebut, perlu dilakukan proses- proses pengujian kualitas beton seperti slump test dan test kuat beton yang dilakukan oleh bagian pengendalian mutu (Quality Control).
Balok dibuat dari bahan yang sama dengan kolomnya sehingga hubungan balok dengan kolom bersifat kaku tidak mudah berubah bentuk. Pola gaya yang tidak seragam dapat mengakibatkan balok melengkung atau defleksi yang harus ditahan oleh kekuatan internal material. Balok juga mempunyai karakteristik lain yaitu bersifat lentur. Dengan sifat tersebut, balok merupakan elemen bangunan yang dapat diandalkan untuk menangani gaya geser dan momen lentur. Pendirian konstruksi balok pada bangunan umumnya mengadopsi konstruksi balok beton bertulang. Struktur beton bertulang terdiri atas dua bahan bangunan yang saling mendukung yakni baja dan beton. Baja ialah material homogen yang terbentuk dari satu unsur sehingga properti mekaniknya dapat didefinisikan dengan jelas.
Sedangkan pembuatan beton dari campuran semen, mortar, dan agregat batuan yang bersifat heterogen dengan properti mekanik bermacam-macam dan tidak bisa didefinisikan secara pasti.
9 Dalam sebuah konstruksi bangunan, terdapat dua jenis balok beton, diantaranya:
1. Balok Beton Tanpa Tulangan
Sifat dan karakteristik dari beton itu sendiri adalah kuat terhadap gaya tekan tetapi lemah terhadap kekuatan tarik. Oleh sebab itu, elemen yang satu ini pun ternyata bisa mengalami keretakan apabila beban yang dipikulnya menimbulkan tegangan tarik yang melebihi kuat tariknya dengan masa yang terlalu besar.
jika sebuah bangunan dibuat dengan menggunakan balok beton tanpa menggunakan tulangan yang dapat berguna untuk melakukan tumpuan sederhana (sendi dan rol) di atas balok tersebut bekerja beban terpusat (P) serta beban merata (q)? Hal tersebut adalah momen luar sehingga balok akan melengkung ke bawah.
Sementara itu, pada balok yang melengkung ke bawah akibat beban luar ini pada dasarnya dapat ditahan oleh kopel gaya-gaya dalam yang berupa tegangan tekan dan tarik. Sehingga, pada bagian tepi atas tepatnya pada serat-serat balok akan terjadi penahanan tegangan tekan. Selain itu, semakin ke bawah tegangan yang terjadi akan semakin kecil. Pun jika sebaliknya, pada serat-serat bagian tepi bawah akan menahan tegangan tarik, maka akan semakin kecil pula tegangan tariknya jika mengarah semakin ke atas.
Kemudian, pada tengah bentang atau yang disebut dengan garis netral, serat- serat beton tidak mengalami tegangan sama sekali. Tegangan tekan dan tarik disimbolkan dengan huruf o. Apabila beban diatas balok terlalu besar, biasanya garis netral bagian bawah akan mengalami tegangan tarik cukup besar. Hal tersebut kemungkinan akan mengakibatkan retak pada beton pada bagian bawah. Kondisi tersebut dapat terjadi, terutama pada daerah beton yang memiliki momen besar.
Misalnya, pada lapangan atau juga tengah bentang.
2. Balok Beton dengan Tulangan
Jenis balok beton selanjutnya adalah balok beton dengan tulang. Supaya dapat menahan gaya tarik yang cukup besar pada serat-serat balok bagian tepi bawah, sangat perlu diberi baja tulangan. Hal tersebutlah yang menyebabkan balok beton jenis ini disebut “beton bertulang”.
10 Pada jenis balok beton bertulang ini, tulangan ditanam sedemikian rupa. Hal tersebut dimaksudkan supaya gaya tarik yang dibutuhkan untuk menahan momen pada penampang retak dapat ditahan oleh baja tulangan tersebut.
Terdapat beberapa jenis balok dalam konstruksi yang telah berkembang, di antaranya:
1. Balok Sederhana
Balok sederhana itu sendiri pada kolom diujung-ujungnya bertumpu. Di mana, dengan menggunakan satu ujung bebas berotasi dan tidak memiliki momen tahan. Balok jenis ini hampir sama seperti struktur statis lainnya. Nilai dari semua reaksi serta pergeseran dan juga momen untuk balok sederhana itu sendiri tidak tergantung bentuk penampang dan materialnya.
Gambar 3. 1 Ilustrasi Balok Sederhana
2. Kantilever
Kantilever merupakan salah satu jenis balok yang diproyeksikan atau struktur kaku lainnya didukung hanya pada satu ujung tetap. Dalam arti lain, balok yang satu ini berguna untuk menanggung beban di ujung yang tidak memiliki penyangga.
Gambar 3.2 Ilustrasi Balok Kantilever
3. Balok Teritisan
Balok teritisan merupakan salah satu ragam balok sederhana yang memilik bentuk memanjang. Balok yang satu ini melewati salah satu kolom tumpuannya.
11 4. Balok dengan Ujung Tetap
Jenis balok yang satu ini disebut balok dengan ujung tetap karena dikaitkan kuat. Selain itu, balok tersebut juga dibuat untuk menahan translasi dan rotasi.
Pada umumnya, ujung-ujung dari balok ini dikunci sedemikian kuat sehingga tidak bergerak ataupun bertotasi karena momen.
Gambar 3. 3 Ilustrasi balok dengan ujung tetap
5. Bentangan Tersuspensi
Bentangan tersuspensi merupakan salah satu jenis balok sederhana yang ditopang oleh teristisan dari dua bentang dengan konstruksi sambungan pin pada momen nol.
6. Balok Kontinu atau Balok Menerus
Balok kontinu atau balok menerus ini memiliki bentuk yang memanjang secara menerus serta melewati lebih dari dua kolom tumpuan. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan kekakuan yang lebih besar dan momen yang lebih kecil dari serangkaian balok tidak menerus dengan panjang dan beban yang sama pada bangunan.
Gambar 3. 4 Ilustrasi balok kontinu
3.1.2 Pengertian plat lantai
Pelat lantai adalah lantai yang tidak terletak di atas tanah langsung, merupakan lantai tingkat pembatas antara tingkat yang satu dengan tingkat yang
12 lain.Pelat lantai harus direncanakan kaku, rata, lurus dan waterpass (mempunyai ketinggian yang sama dan tidak miring), pelat lantai dapat diberi sedikit kemiringan untuk kepentingan aliran air. Ketebalan pelat lantai ditentukan oleh:
beban yang harus didukung, besar lendutan yang diijinkan, lebar bentangan atau jarak antara balok-balok pendukung, bahan konstruksi dari pelat lantai. Pelat lantai merupakan suatu struktur solid tiga dimensi dengan bidang permukaan yang lurus, datar dan tebalnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan dimensinya yang lain
Pelat Beton Pelat lantai beton ini umumnya bertulang dan di cor ditempat, bersama dengan balok penumpu dan kolom pendukungnya. Pelat lantai ini dipasang tulangan baja pada kedua arahnya, dan tulangan silang untuk menahan momen tarik dan juga lenturan. Perencanaan dan perhitungan pelat lantai beton ini telah diatur oleh pemeritah yang tercantum di dalam buku SNI Beton 1991 yang mencakup beberapa hal, antara lain:
1. Pelat lantai harus mempunyai tebal minimum 12 cm, dan untuk pelat atap minimum 7 cm.
2. Harus di beri tulangan silinder dengan diameter minimum 8 mm yang terbuat dari baja lunak ataupun baja sedang.
3. Pelat lantai dengan tebal lebih dari 25 cm harus dipasang tulangan rangkap diatas dan dibawah.
4. Jarak tulangan pokok yang sejajar tidak kurang dari 2,5 cm dan tidak lebih dari 20 cm atau dua kali tebal pelat, dan dipilih yan terkecil.
5. Semua tulangan pelat harus dibungkus dengan lapisan beton dengan tebal minimum 1 cm, yang berguna untuk melindungi baja dari korosi maupun kebakaran.
Pelat lantai beton ini mempunyai bebrapa keunggulan/ keuntungan nya sendiri antara lain:
1. Mendukung untuk digunakan pada bangunan dengan beban besar.
2. Tidak dapat terbakar dan kedap air, sehingga dapat dijadikan sebagai lantai dapur, kamar mandi.
3. Dapat dipasang keramik
4. Bahan yang awet dan kuat, perawatan nya mudah dan berumur panjang
13 3.2 Kebutuhan Bahan, Alat dan Tenaga
3.2.1 Bahan Yang Dipakai : - Tulangan Beton :
1. Besi ulir 16 mm 2. Besi ulir 12 mm 3. Besi polos 8 mm 4. Besi polos 10 mm 5. Kawat pengikat
Gambar 3. 5 Bahan yang digunakan
- Campuran beton K250
(Perbandingan campuran beton 1 :1.6: 2.5 dengna : 1 semen, 1.6 pasir, 2.5 krikil)
- Bahan Bekisting
(Kayu terentang, Paku, Balok kayu, Dolken Kayu,multiplex)
3.2.2 Alat yang digunakan : 1. Paku.
2. Tangga / Peranca.
3. Palu besi.
4. Meteran 5 meter.
5. Linggis.
6. Siku.
7. Waterpass.
8. Pensil.
14 3.2.3 Tenaga yang dibutuhkan :
- 7 Pekerja - 1 Pengawas
3.3 Pelaksanaan Pekerjaan 3.3.1 Lingkup Pekerjaan
Pengawasan Bangunan Proyek
Gambar 3. 7 Laporan kegiatan
Bangunan di lingkup pekerjaan.
Gambar 3. 8 Laporan kegiatan
Mengawasi pekerjaan proyek.
Gambar 3. 9 Laporan kegiatan
15 3.3.2 Laporan Pekerjaan
Proyek pembangunan lanjutan Gedung BAPENDASU Kota Binjai ini luas keseluruhan bangunan 456 m2 dengan ukuran bangunan 15 x 16 meter 2 lantai.
Praktikan mengambil pekerjaan pemasangan balok dan plat lantai pada bangunan BAPENDASU Kota Binjai.
Metode Pelaksanaan Konstruksi pada Pekerjaan Balok dan Plat lantai merupakan pekerjaan beton bertulang yang direncanakan untuk menahan tegangan tekan dan tegangan tarik yang diakibatkan oleh beban lentur. Balok merupakan bagian struktur bangunan yang kaku dan dirancang untuk menanggung dan mentransfer beban menuju elemen-elemen kolom penopang.
Sebelum kegiatan pemasangan balok ini dilakukan telebih dahulu untuk persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Persiapan alat kerja, antara lain: waterpass, beton mixer, meteran, bar bending, mesin potong besi, unting-unting, benang, vibrator, gerobak sorong, dan selang air, perangkat ukur material, meteran, palu dan paku, benang, mistar ukur, slang air atau waterpass. Dan alat-alat yang lain. Persiapan material, antara lain:
Portland cement, pasir, split, air, kaso, multiplek 12 mm, besi beton, kawat beton, dan paku.
2. Persiapan pembuatan bekisting sebagai wadah untuk cetakan beton.
Bekisting dipasang dalam 3 sisi, sisi kanan, sisi kiri dan sisi bawah, dipasang dengan multiplek 12 mm sebagai bahan bekisting + tulangan kayu kaso 4/6. Multiplek digunakan sebagai mal kemudian pasang Multiplek diukur sesuai kebutuhan utnuk wadah pengecoran plat lantai. Kemudian Juga dipasang penyangga bambu untuk menahan plat lantai selama pengecoran dan akan dilepas setelah plat lantai keri`ng.
Gambar 3.10 Pengawasan pembuatan bekisting.
16 3. Dalam pengerjaan pembesian balok utama dengan ukuran tulang utama 25 x 50 cm. 3 biji tulang atas dengan diameter 16 mm menggunakan besi ulir, 4 biji tulang tengah dengan diameter 11 mm, 2 biji tulang bawah dengan diameter 16 mm menggunakan besi ulir. Sengkang atau begel berdiameter 8 mm. jarak cor antara begel terluar dengan coran 1,5 cm. Pemasangan tulangan balok dilakukan sebagai berikut :
a) Awal mula pengangkatan besi ulir Tulangan berdiameter 16 mm dan juga pengangkatan tulang sengkang diameter 8 mm atau beugel ke atas. Kemudian pemasangan tulangan sengkang yang diatur jaraknya dimana jarak pada tumpuan rapat yaitu 20 cm dibandingkan dengan jarak tengah 15 cm bentang. Sengkang diikat dengan kawat bendrat atau beton.
b) Tulangan atas dipasang dengan cara dimasukkan satu per satu kedalam tulangan sengkang dibagian atas kemudian diikat dengan kawat pengikat.
Gambar 3. 11 Pengawasan penulangan balok utama.
4. Pemasangan penulangan balok gantung dengan ukuran 15 cm x 40cm dibentangkan pada bagian dalam bangunan yang menjadikannya pada sisi bagian dalam menjadi balok gantung yang di topang dengan balok anak dan pada sisi luar merupakan balok utama. Pemasangan tulangan balok gantung dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a). Pembesian dengan 2 biji tulang atas menggunakan besi ulir 16mm, 2 biji tulangan tengah dengan besi ulir berdiameter 12 mm, 2 biji tulangan bawah menggunakan besi ulir 16 mm. besi beugel menggnakan bes polos diameter 8 mm dengan jarak 10 cm.
b). Pembesian dilakukan dengan cara tulangan utama dimasukkan kedalam besi sengkang atau beugel kemudian diikat dengan kawat.
17
Gambar 3. 12 Pemasangan Tulangan Balok gantung
Gambar 3. 13 Pengkuran jarak besi beugel
5. Pemasangan menulangan Balok Anak sama dengan pemasangan balok utama hanya berbeda dengan ukuran 20 cm x 40 cm, pada penulangan balok anak ini memiliki 3 biji tulangan atas diameter 16 mm menggunakan besi ulir dan 2 biji tulangan bawah diameter 16 mm menggunakan besi ulir, 4 biji tulangan tengah diameter 12 mm dengan menggunakan besi ulir dan besi beugel menggunakan besi polos 8 mm degan jarak 20 cm. pemasangan balok anak ini pada setiap jarak bentangan 3 meter.
Gambar 3.14 Pemasangan tulangan balok anak
18 6. Persiapan tulangan untuk plat lantai. Tulangan pada plat lantai ini menggunakan besi polos berdiameter 10 mm dengan lebar plat 1meter dan Panjang per bentangan 3 meter dan diikat langsung pada balok utama dan balok gantung kemudian ditopang oleh balok anak dibawahnya.
Pekerjaan Pembesian
a) Tahap selanjutnya yaitu pembesian plat lantai yang dilaksanakan setelah pembesian balok. Proses pembesian ini dilakukan secara langsung di atas bekisting plat.
b) Lakukan perakitan tulangan besi ini dengan tulangan bawah terlebih dahulu. Setelah itu, pasang tulangan besi yang berdiameter 10 mm. Pembesian berikutnya dilakukan secara menyilang, lalu ikat menggunakan kawat.
c) Letakkan beton deking antara tulangan bawah plat dan bekisting alas plat.
Kemudian pasang juga tulangan kaki ayam antara untuk tulangan atas serta bagian bawah plat.
d) Lakukan proses ini sampai pekerjaan pembesian plat lantai selesai.
Kemudian lakukan pengecekan untuk memeriksa hasil kerja pembesian tulangan.
e) Periksalah penyaluran pembesian plat terhadap balok, jumlah dan jarak tulangan ekstra, perkuatan (sparing) pada lubang-lubang di plat lantai, beton decking, kaki ayam, dan kebersihannya.
Gambar 3. 15 Membuat tulangan pada plat lantai.
7. Selanjutnya dilakukan proses pengecoran plat lantai harus dilakukan bersama-sama dengan pengecoran balok. Untuk memudahkan pekerjaan disiapkan gerobak sorong sebagai pengantar adukan ke areal pekerjaan. Peralatan yang digunakan untuk pekerjaan pengecoran balok dan plat lantai antara lain, dan papan perata . Pengecoran pada plat lantai dengan campuran adukan 1 : 1.6 : 2.5 yaitu 1
19 semen, 1.6 pasir, 2.5 krikil. Dengan mutu beton K-250. Pekerjaan dilanjutkan oleh pekerja cor yang akan meratakan beton segar ke bagian balok terlebih dahulu, lalu dilanjutkan ke plat. Khusus untuk plat lantai, beton diratakan memakai scrub secara manual.
20 BAB IV
PENUTUP 4.1 Kesimpulan
Dari kegiatan Kerja Praktek yang telah dilakukan maka kesimpulan yang dapat saya ambil adalah teori yang dipelajari diperkuliahan sesuai dengan praktek dilapangan, adapun ketidak sesuaiannya tidak begitu signifikan dikarenakan masalah-masalah yang disebabkan keadaan dilapangan dan desain-desain dari para arsitek dan perubahan iklim yang terkadang tidak tentu.
Perbandingan antara teori di kampus dengan di lapangan
• Teori yang berbeda antara teori di kampus dengan yang terjadi di lapangan.
Contohnya adanya perbedaan cara pembesian plat lantai pada perkuliahan dengan pelaksanaan dilapangan. Hal ini mungkin terjadi karena beban yang akan ditopang plat tidak begitu besar dan luas penampang plat juga tidak begitu lebar.
• Rasa tanggung jawab yang berbeda yang mana setiap progres dan masalah yang timbul harus selalu dilaporkan kepada pendamping magang dan pengawas proyek agar dapat ditindak lanjuti segera, sehingga proyek dapat berjalan dengan baik.
• Wawasan tentang material antara kampus dan pekerjaan cukup berbeda dimana di lapangan cukup banyak dan bervariasi, seperti pengetahuan tentang material yang berbeda komposisi tiap jenis dan merk.
4.2 Saran
Adapun saran untuk mata kuliah kerja praktek kali ini adalah lebih banyak melakukan observasi langsung kelapangan dan memahami secara langsung proses pekerjaan konstruksi bangunan agar menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang nantinya praktikan akan terjun kedunia kerja yang sebenarnya,sehingga dapat menjadi bekal ketika praktikan menghadapi suatu permasalahan.
21 DAFTAR PUSTAKA
Asroni, A., 2010. Struktur Beton I (Balok dan Plat Beton Bertulang), Graha Ilmu, Yogyakarta.
Departemen Pekerjaan Umum, 1990, Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal, SK SNI T-15-1990-03, Badan Penelitian dan Pengembangan Pekerjaan Umum, Jakarta.
Departemen Pekerjaan Umum, 1982. Persyaratan Umum Bahan Bangunan Di Indonesia (PUBI – 1982), Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan, Bandung.
Wahyudi, L., 1997. Struktur Beton Bertulang, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.