LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN STERIL
“PRINSIP CPOB DALAM PERSIAPAN PEMBUATAN SEDIAAN STERIL DIRUMAH SAKIT”
Disusun Oleh Kelompok 13:
Afista Pramesar 21484011067
Nabila Hadi 21484011100
Nur Salzabillah 21484011108 Trisna Hasanah 21484011128 Jery Regorius Juk 19484011017
LABORATORIUM TEKNOLOGI SEDIAAN STERIL PROGRAM STUDI DIPLOMA III FARMASI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA
2023/2024
A. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mahasiswa mengetahui dan memahami teori dan cara sterilisasi alat-alat kesehatan yang digunakan di rumah sakit.
2. Mahasiswa mampu melakukan sterilisasi alat-alat kesehatan yang digunakan di rumah sakit.
B. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada praktikum dijelaskan spesifikasi ruang bersih pada pembuatan sediaan steril dilakukan pada ruangan A, B, C, dan D (White Area), sedangkan ruang E untuk pembuatan sediaan obat non steril (Grey Area).
Pada praktikum di jelaskan secara detail mengenai prosedur cuci tangan, memakai sarung tangan, dan cara pemakaian baju coverall steril sesuai CPOB.
a. Prosedur cuci tangan aseptik 1. Dibuka bungkus pembersih kuku.
2. Tangan dicuci dari ujung jari hingga siku dengan air mengalir.
3. Dioleskan sabun antiseptic pad tangan, dari ujung jari hingga siku.
4. Kuku disikat menggunakan pembersih kuku hingga bersih.
5. Dibersihkan sela-sela jari, punggung dan telapak tangan sampai bersih.
6. Dibersihkan pergelangan tangan hingga siku sampai bersih.
7. Dibilas tangan hingga bersih.
8. Air dibiarkan menetas hingga siku.
9. Tangan dikeringkan dengan tissue.
b. Prosedur memakai sarung tangan atau handscoon 1. Dicuci tangan dengan air mengalir.
2. Diambil sarung tangan dengan ukuran yang sesuai.
3. Dibuka pembungkus sarung tangan
4. Diperhatikan bahwa terdapat daerah sarung tangan yang dilipat keluar.
5. Sarung tangan bagian luar tidak boleh di sentuh dengan tangan.
6. Sarung tangan digunakan hingga overlap pada lengan baju.
7. Lakukan hal yang sama dengan tangan yang lain.
c. Prosedur penggunaan baju steril diruang Grey Area 1. Masuk keedalam ruangan grey area
2. Dilepas aksesoris maupun barang lainnya, lalu disimpan di lemari atau loker.
3. Wajah di bersihkan dari make up bila ada.
4. Sanitasi atau semprot tangan dengan alkohol.
5. Dipasang penutup kepala dan masker.
6. Digunakan jas laboratorium steril, diusahakan tidak menyentuh bagian luar jas dan tidak mengenai lantai, kancing dengan cara menjepit bagian celana dengan kaki lalu di kancing rapi.
d. Prosedur penggunaan baju steril di ruang White Area
1. Masuk ke dalam ruang ganti white area, pintu dibuka dengan menggunakan siku.
2. Sanitasi kedua tangan dengan cairan desinfektan (alkohol 70%).
3. Digunakan sarung kepala steril.
4. Sanitasi kedua tangan dengan cairan desinfektan alkohol 70%).
5. Digunakan masker.
6. Sanitasi kedua tangan dengan desinfektan (alkohol 70%).
7. Digunakan baju coverall steril.
8. Sanitasi kedua tangan dengan desinfektan (alkohol 70%).
9. Digunakan shoes cover steril.
10. Dilangkahkan atau dipindahkan kaki yang telah memakai shoes cover pada area bersih.
11. Digunakan cara yang sama pada kaki yang lainnya.
12. Sanitasi kedua tangan dengan desinfektan (alkohol 70%).
13. Digunakan kacamata pelindung, dipastikan kacamata menutupi penutup kepala steril,.
14. Sanitasi kedua tangan dengan cairan desinfektan (alkohol 70%).
15. Digunakan sarung tangan sesuai dengan prosedur.
16. Sanitasi kedua tangan dengan cairan desinfektan (alkohol 70%).