• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPRAK EKOSISTEM DAN RANTAI MAKANAN

N/A
N/A
your favorite girl

Academic year: 2025

Membagikan "LAPRAK EKOSISTEM DAN RANTAI MAKANAN"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEGIATAN PRATIKUM IPA SD EKOSISTEM DAN RANTAI MAKANAN Dosen Pengampu : Drs. Hery Kresnadi, M.Pd

DISUSUN OLEH:

Dina Agustina Putri NIM F1081231065 Freya Laudya Avantie NIM F1081231060 Rifky Anandha NIM F1081231061 Rizky Hidayati NIM F1081231012

KELAS 4/A2

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PENDIDIKAN DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PONTIANAK 2025

(2)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Pratikum IPA SD dengan judul “Ekosistem dan Rantai Makanan” ini dengan baik. Laporan ini dibuat dengan tujuan memenuhi tugas Mata Kuliah Pratikum IPA SD.

Terima kasih diucapkan kepada Dosen Pengampu Mata Kuliah Praktikum IPA SD, Bapak Drs. Hery Kresnadi, M.Pd, yang telah membimbing dan mengarahkan mahasiswa dalam melaksanakan praktikum dan menulis laporan mengenai gerak pada tumbuhan. Tidak lupa juga diucapkan terima kasih kepada seluruh anggota kelompok yang sudah bekerja keras demi menyelesaikan penulisan laporan ini.

Penulis menyadari bahwa laporan yang di buat masih jauh dari kata sempurna, namun penulis sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada pembaca.

Semoga laporan ini dapat bermanfaat dan menjadi referensi penelitian lebih lanjut dalam pembelajaran pratikum IPA SD.

Pontianak, 14 Maret 2025

Penulis

(3)

ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Tujuan Pengamatan ... 2

C. Landasan Teori ... 2

BAB II METODE PRATIKUM ... 4

A. Percobaan 1 Ekosistem Darat ... 4

B. Percobaan 2 Ekosistem Perairan ... 5

C. Percobaan 3 Rantai Makanan, Jaring-jaring Makanan, dan Piramida Ekologi ... 5

BAB III HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN ... 8

A. Percobaan 1 Ekosistem Darat ... 8

B. Percobaan 2 Ekosistem Perairan ... 14

C. Rantai makanan, Jaring-jaring makanan, dan Piramida Ekologi ... 16

BAB IV PENUTUP ... 25

A. Kesimpulan ... 25

B. Saran ... 25

LAMPIRAN ... 27

(4)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang terdiri dari interaksi antara makhluk hidup (biotik) dan lingkungan tidak hidup (abiotik). Di dalam ekosistem, terdapat berbagai hubungan timbal balik antara organisme yang membentuk suatu keseimbangan alam. Salah satu hubungan penting dalam ekosistem adalah aliran energi yang terjadi melalui rantai makanan dan jaring-jaring makanan.

Rantai makanan menggambarkan aliran energi dari satu organisme ke organisme lainnya dalam suatu ekosistem. Proses ini dimulai dari produsen, seperti tumbuhan hijau yang mampu melakukan fotosintesis, kemudian dilanjutkan ke konsumen tingkat pertama (herbivora), konsumen tingkat kedua dan seterusnya (karnivora atau omnivora), hingga mencapai dekomposer yang menguraikan sisa- sisa organisme. Pemahaman tentang rantai makanan sangat penting untuk mengetahui bagaimana energi berpindah dan bagaimana keseimbangan ekosistem dapat terjaga.

Melalui praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami struktur dan dinamika ekosistem serta pola interaksi dalam rantai makanan. Selain itu, praktikum ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi peran setiap komponen dalam ekosistem serta membandingkan ekosistem darat buatan dan alami.

(5)

2 B. Tujuan Pengamatan

Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini yaitu:

1. Membandingkan komponen-komponen yang terdapat pada ekosistem darat alami dan buatan.

2. Mengamati komponen-komponen yang terdapat pada ekosistem perairan.

3. Menentukan rantai makanan, jarring-jaring makanan, dan piramida ekologi dalam ekosistem darat dan ekosistem perairan.

C. Landasan Teori

Menurut Soemarwoto, ekosistem merupakan suatu sistem ekologi di dalamnya terdapat interaksi saling mempengaruhi antara berbagai komponen penyusunnya. Secara keseluruhan, komponen-komponen yang membentuk ekosistem terdiri dari komponen biotik dan abiotik. (Ramadhan, dkk., 2022)

Ekosistem terdiri dari dua komponen utama, yaitu lingkungan fisik atau komponen abiotik yang meliputi unsur-unsur seperti air, tanah, dan udara, serta komponen biotik yang terdiri dari berbagai jenis makhluk hidup. Makhluk hidup ini dapat dikelompokkan dalam satuan-satuan tertentu yang membentuk ekosistem dalam habitat tertentu. Dalam kehidupan, setiap organisme selalu membutuhkan sesuatu dari lingkungannya, sementara lingkungan juga menerima sesuatu dari organisme, seperti aliran energi. Energi yang diperoleh oleh organisme berasal dari makanan yang dikonsumsinya dan digunakan untuk mendukung aktivitas hidupnya. (Rabb,. 2017)

Berdasarkan dua pendapat di atas ekosistem dapat disimpulkan sebagai suatu sistem ekologi yang terdiri dari interaksi timbal balik antara komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (lingkungan fisik, seperti air, tanah, dan udara).

Dalam ekosistem, organisme saling membutuhkan sumber daya dari lingkungan dan sebaliknya, lingkungan menerima hasil dari aktivitas organisme, seperti aliran

(6)

3

energi yang diperoleh dari konsumsi makanan yang digunakan untuk mendukung kehidupan organisme tersebut.

(7)

4 BAB II

METODE PRAKTIKUM

A. Percobaan 1 Ekosistem Darat 1. Alat dan Bahan

a) Seperangkat alat tulis.

b) Lingkungan sekitar.

c) Alat ukur suhu (bisa menggunakan hp) d) Barometer (bisa menggunakan hp) 2. Cara Kerja

a) Tentukan ekosistem darat alami di sekitar tempat tinggal anda atau sekolah tempat anda mengajaryang akan kita amati komponen- komponennya.

b) Setelah anda menemukan tempatnya, kemudian amati komponen komponen abiotiknya meliputi suhu udara, pencahayaan, angin, jenis/warna tanah.

c) Untuk mengetahui suhu udara gunakan barometer, sementara untuk mengetahui keadaan pencahayaan, angin, atau tanah anda dapat memperkirakannya saja.

d) Catat semua data pada tabel.

e) Setelah mengamati komponen abiotik, anda perhatikan komponen biotiknya. Catatlah semua makhluk hidup yang ada di ekosistem tersebut.

f) Mulailah mencatat jenis tumbuhan sebagai produsen yang ada. Jika dapat dilengkapi dengan nama latinnya.

g) Catat semua jenis hewan sebagai konsumen yang anda temui di ekosistem tersebut, baik yang yang tetap maupun yang hanya singgah (Hewan terbang).

(8)

5

h) Amati lebih teliti hewan-hewan kecil yang mungkin terdapat di dalam tanah/dekat permukaan, atau pada sela-sela daun/batang. Gunakan kaca pembesar jika perlu.

i) Semua data dicatat pada tabel.

j) Sebagai pembanding, tentukan suatu ekosistem darat buatan yang ada disekitar tempat tinggal atau sekolah tempat mengajar anda.

k) Lakukan semua kegiatan dari nomor 2 sampai dengan nomor 8 seperti diatas, kemudian dicatat pada tabel.

l) Buat keismpulan umum tentang perbedaan pada kedua tipe ekosistem tersebut.

B. Percobaan 2 Ekosistem Perairan 1. Alat dan Bahan

a) Seperangkat alat tulis.

b) Lingkungan sekitar.

c) Alat ukur suhu (bisa menggunakan hp) d) Barometer (bisa menggunakan hp) 2. Cara Kerja

a) Tentukan satu ekosistem perairan alam atau buatan yang ada di sekitar tempat tinggal atau sekolah tempat mengajar Anda.

b) Amati komponen abiotiknya seperti pada percobaan 1 di atas. Catat semua data pada Tabel.

c) Amati pula komponen biotiknya seperti pada percobaan 1. Catat data yang diperoleh pada Tabel.

d) Buat kesimpulan secara singkat.

C. Percobaan 3 Rantai Makanan, Jaring-jaring Makanan, dan Piramida Ekologi

1. Alat dan Bahan a) Alat Tulis.

(9)

6 b) Lingkungan sekitar.

2. Cara Kerja

1) Ekosistem Darat

a) Perhatikan data pada Tabel dari percobaan I (pilih salah satu). Buatlah bagan rantai makanan pertama dari komponen biotiknya, mulai dari tumbuhan sebagai produsen pada urutan pertamanya.

b) Tentukan jenis hewan pertama sebagai konsumen 1 (herbivor) pada urutan kedua. Selanjutnya tentukan jenis hewan kedua sebagai konsumen 2 (karnivor) pada urutan ketiga, dan seterusnya

c) Buat beberapa bagan rantai makanan sesuai dengan urutannya, sehingga semua jenis tumbuhan maupun hewan yang ada sudah terdapat di dalamnya.

d) Dari beberapa rantai makanan yang sudah ada dan saling berinteraksi, buatlah jaring-jaring makanannya.

e) Buat bagan semua rantai makanan dan jaring makanan.

f) Dari bagan semua rantai makanan yang ada pada ekosistem ini.

kelompokkan komponen biotiknya ke dalam tingkat trofik. Catat data tersebut pada Tabel.

g) Dari data pada Tabel, buat bagan piramida ekologinya berdasarkan kelompok tingkatan trofik komponen biotiknya.

2) Ekosistem Perairan

a) Untuk ekosistem perairan, buat bagan rantai makanan dan jaring- jaring makanannya berdasarkan data pada Tabel percobaan 2. Caranya sama seperti yang dilakukan pada ekosistem darat, poin a) sampai dengan d).

b) Buat bagan semua rantai makanan dan jaring makanan.

(10)

7

c) Dari bagan semua rantai makanan yang ada pada ekosistem ini, kelompokkan komponen biotiknya ke dalam tingkat trofik. Catat data tersebut pada Tabel.

d) Dari data pada Tabel, buat bagan piramida ekologinya.

e) Buat kesimpulan mengenai rantai makanan, jaring-jaring makanan maupun bagan piramida ekologi dari kedua tipe ekosistem ini.

(11)

8 BAB III

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A. Percobaan 1 Ekosistem Darat 1. Hasil Pengamatan

Tabel 1.1 Komponen abiotik ekosistem darat alami (semak belukar)

Tabel 1.2 Komponen biotik ekosistem darat alami (semak belukar)

No Jenis Tumbuhan Jenis

Hewan Pengurai

1

Rumput

Semut Cacing

2

Pohon Bambu

Semut -

No Komponen abiotik Kondisi/keadaan

1 Tanah Tanah gambut

2 Suhu 33˚C

3 Pencahayaan Cerah merata

4 Angin Semilir, ringan

5 Air Menggenangi tanah

(12)

9 3

Tanaman Gulma

Kupu-kupu -

4

Bunga Senduduk

Semut -

5

Kangkung liar

Capung Bakteri

(13)

10

Tabel 1.3 Komponen abiotik ekosistem darat buatan (Hutan Kota Pontianak)

Tabel 1.4 Komponen biotik ekosistem darat buatan (Hutan Kota Pontianak) N

o Jenis Tumbuhan Jenis Hewan Pengur ai

1

Pohon Akasia

Nyamuk -

2

Pohon manggis

Burung -

No Komponen abiotik Kondisi/keadaan

1 Tanah Tanah gambut

2 Suhu 32˚C

3 Pencahayaan Redup

4 Angin Semili

5 Air Menggenangi tanah/cenderung

keruh

(14)

11 3

Pohon jambu

Semut -

4

Pohon Tupai

-

2. Pembahasan

Ekosistem daratan merupakan ekosistem yang terdapat di area darat suatu pulau, di mana terjadi interaksi antara berbagai komponen kehidupan, termasuk flora, fauna, dan unsur abiotik, dalam satu kesatuan sistem.

Ekosistem ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ekosistem darat alami dan

(15)

12

ekosistem darat buatan. Ekosistem darat alami mencakup hutan, tundra, dan sebagainya, sedangkan ekosistem darat buatan meliputi sawah serta kawasan margasatwa.

Dalam penelitian ini, peneliti memilih semak belukar sebagai representasi ekosistem darat alami yang berlokasi di halaman belakang Kampus 2 FKIP UNTAN, Jl. Karya Bhakti, Akcaya, Pontianak Selatan. Semak belukar merupakan salah satu bentuk vegetasi alami yang umumnya ditemukan di daerah dengan kondisi tanah kurang subur, curah hujan rendah, atau sebagai tahap suksesi dari ekosistem hutan. Ekosistem ini dihuni oleh berbagai jenis flora, seperti semak, perdu, dan rumput, serta fauna yang beradaptasi dengan lingkungan tersebut.

Di lokasi semak belukar, peneliti menemukan berbagai jenis tanaman semak, termasuk rumput, bunga senduduk, putri malu, pakis haji, kangkong liar dan beberapa pohon yang belum terlalu besar, seperti pohon bambu dan pohon ketapang kecil. Sinar matahari menyinari area ini secara merata. Tanah di lokasi ini tergolong tanah gambut, yang memang umum ditemukan di wilayah Kalimantan. Dari segi fauna, peneliti hanya menemukan beberapa jenis serangga, seperti semut, kupu-kupu, dan capung. Selain itu, peneliti juga menemukan jamur yang hidup berkoloni pada kayu pohon yang telah mati, berperan sebagai pengurai dalam ekosistem tersebut.

(16)

13

Sementara itu, untuk mewakili ekosistem darat buatan, peneliti memilih Hutan Kota Pontianak, yang berlokasi di Jl. Veteran, Benua Melayu Darat, Pontianak Selatan. Vegetasi di hutan kota sangat beragam, dengan banyak pohon besar dan rindang. Hewan yang ditemukan di lokasi ini lebih bervariasi dibandingkan dengan semak belukar, antara lain kelulut (lebah tanpa sengat endemik Kalimantan), burung, tupai, nyamuk, serta berbagai jenis serangga lainnya.

Suhu udara di hutan kota relatif sama dengan di semak belukar, namun terdapat perbedaan dalam kondisi pencahayaan. Hutan kota cenderung lebih teduh karena banyaknya pohon besar yang menjulang tinggi, sehingga cahaya matahari hanya masuk sebagian melalui celah-celah dedaunan. Keberadaan pohon yang rimbun juga menyebabkan suasana lebih sejuk dibandingkan dengan semak belukar.

3. Kesimpulan

Ekosistem darat alami dan ekosistem darat buatan memiliki perbedaan dan persamaan. Baik dari komponen biotik maupun abiotiknya.

(17)

14 4. Pertanyaan

Menurut pendapat anda ekosistem manakah yang mempunyai jenis komponen biotik lebih banyak? Mengapa demikian? Jelaskan secara secara singkat!

Jawaban:

Berdasarkan teori, ekosistem darat alami mempunyai jenis komponen biotik lebih beragam daripada ekosistem darat buatan. Hal ini karena ekosistem darat alami terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia, sedangkan ekosistem darat buatan dibentuk dan dikelola oleh manusia. Namun, pada penelitian kami dimana sampel yang diambil untuk ekosistem darat alami adalah semak belukar dan ekosistem darat buatannya adalah hutan kota, spesies flora dan fauna ternyata lebih beragam di hutan kota daripada Semak belukar. Hal ini terjadi karena semak belukar yang dijadikan objek penelitian adalah semak yang berlokasikan ditengah-tengah pemukiman warga (Kampus 2 FKIP UNTAN) sehingga ke alamaiannya sudah terganggu dengan kehadiran manusia disekelilingnya. Sedangkan hutan kota yang diteliti terbilang luas dan berumur, spesies-spesies didalamnya juga awalnya terbentuk secara alami namun kemudian dikelola dan dirawat oleh manusia agar tetap terjaga.

B. Percobaan 2 Ekosistem Perairan 1. Hasil Pengamatan

Tabel 2.1 Komponen abiotik ekosistem perairan (kolam)

Tabel 2.2 Komponen biotik ekosistem perairan (kolam) No Komponen abiotik Kondisi/keadaan

1 Tanah Tanah gambut

2 Suhu 33˚C

3 Pencahayaan Cerah Merata

4 Angin Semili

5 Air Jernih (seperti warna air daun

ketapang)

(18)

15 N

o Jenis Tumbuhan Jenis Hewan Pengura i

1

Lumut Ikan sepat

-

2

Lumut di atas daun ketapang Keong

-

3 - Jentik nyamuk -

4 -

Anggang-anggang

-

2. Pembahasan

Ekosistem perairan adalah lingkungan yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik, dengan air sebagai unsur dominan yang menjadi habitat bagi komponennya. Dalam penelitian ini, peneliti memilih kolam sebagai contoh

(19)

16

ekosistem perairan. Di kolam, peneliti menemukan berbagai hewan seperti ikan sepat, keong, jentik nyamuk, dan anggang-anggang. Tumbuhan yang ada di kolam hanya berupa lumut yang menempel pada dinding kolam. Peneliti tidak menemukan adanya pengurai karena pengurai di dalam air biasanya sangat kecil.

3. Kesimpulan

Ekosistem perairan adalah ekosistem yang dimana air sebagai habitat utamanya. Hewan-hewan yang umum ditemukan di ekosistem ini antara lain ikan sepat, keong, jentik nyamuk, dan anggang-anggang.

4. Pertanyaan

Jelaskan menurut pendapat anda perbedaan apa yang tampak jelas antara ekosistem darat pada percobaan 1 dengan ekosistem perairan ini?

Jawaban:

Perbedaan yang paling mencolok antara ekosistem darat dan ekosistem perairan terletak pada komponen biotik dan abiotiknya. Pada ekosistem darat, komponen biotik terdiri dari makhluk hidup yang hanya dapat hidup di daratan, dengan komponen abiotik berupa tanah. Sedangkan pada ekosistem perairan, komponen biotiknya meliputi makhluk hidup yang hanya bisa hidup di perairan atau yang bisa hidup di darat dan perairan, dengan komponen abiotik berupa air.

C. Rantai makanan, Jaring-jaring makanan, dan Piramida Ekologi 1. Hasil Pengamatan

a. Ekosistem Darat

(20)

17

Gambar 1.1 Bagan rantai makanan ekosistem darat buatan

Gambar 1.2 bagan jaring-jaring makanan ekosistem darat buatan

Tabel 3.1 tingkat trofik komponen biotik pada ekosistem darat buatan

No Tingkat Trofik

Pengurai

1 2 3 4

1 Pohon Kelulut Tupai Ular Jamur

2 Pohon Kupu-

kupu Burung Ular Bakteri

(21)

18

Gambar 1.3 bagan piramida ekologi ekosistem darat buatan

b. Ekosistem Perairan

Gambar 2.1 bagan rantai makanan ekosistem perairan

(22)

19

Gambar 2.2 bagan jaring-jaring makanan ekosistem perairan

Tabel 3.2 tingkat trofik komponen biotik pada ekosistem perairan

No Tingkat Trofik

Pengurai

1 2 3 4

1 Pohon Kelulut Tupai Ular Jamur

2 Pohon Kupu-

kupu Burung Ular Bakteri

Gambar 2.3 bagan piramida ekologi ekosistem perairan

(23)

20 2. Pembahasan

a. Ekosistem Darat

Gambar 1.1 menunjukkan dua rantai makanan dalam ekosistem darat buatan di Hutan Kota Pontianak. Pada rantai makanan pertama, pohon berbuah berperan sebagai produsen yang menyediakan makanan bagi tupai, yang merupakan konsumen pertama (herbivora). Tupai kemudian dimangsa oleh ular, yang berperan sebagai konsumen kedua (karnivora). Lalu, pada rantai makanan kedua, pohon berbuah juga bertindak sebagai produsen. Buah dari pohon tersebut dimakan oleh burung, yang menjadi konsumen pertama (herbivora). Selanjutnya, burung dimangsa oleh ular, yang kembali berperan sebagai konsumen kedua (karnivora). Kedua rantai makanan ini menggambarkan aliran energi dari produsen ke konsumen melalui hubungan makan dan dimakan dalam ekosistem tersebut.

Gambar 1.2 menggambarkan jaring-jaring makanan dalam ekosistem darat buatan di Hutan Kota Pontianak. Dalam jaring-jaring makanan ini, pohon berbuah berperan sebagai produsen utama yang menyediakan sumber energi bagi berbagai organisme. Buah dari pohon dimakan oleh kelulut dan tupai sebagai konsumen pertama (herbivora).

Tupai selanjutnya dapat menjadi mangsa ular, yang bertindak sebagai konsumen kedua (karnivora). Di sisi lain, burung yang memakan serangga seperti kelulut juga menjadi bagian dari rantai makanan. Burung tersebut kemudian dapat dimangsa oleh ular, yang berada di tingkat trofik lebih tinggi. Hubungan ini menciptakan jaring-jaring makanan yang saling terhubung, menggambarkan aliran energi yang kompleks dari produsen ke berbagai konsumen dalam ekosistem darat buatan ini.

Piramida ekologi pada gambar 1.3 menggambarkan aliran energi dalam ekosistem darat buatan di Hutan Kota Pontianak. Tingkat pertama

(24)

21

ditempati oleh pohon berbuah sebagai produsen yang menghasilkan energi melalui fotosintesis. Energi ini dimanfaatkan oleh kelulut dan kupu-kupu sebagai konsumen tingkat pertama. Selanjutnya, tupai bertindak sebagai konsumen tingkat kedua yang memakan buah atau serangga kecil. Di puncak piramida, ular berperan sebagai konsumen tingkat ketiga yang memangsa tupai untuk memenuhi kebutuhan energinya. Piramida ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat trofik, jumlah energi yang tersedia semakin sedikit karena sebagian energi hilang dalam bentuk panas selama proses transfer energi.

b. Ekosistem Perairan

Gambar 2.1 menggambarkan dua rantai makanan dalam ekosistem kolam. Pada rantai makanan pertama, lumut bertindak sebagai produsen yang menjadi sumber energi bagi ikan kecil sebagai konsumen pertama (herbivora). Ikan kecil kemudian dimakan oleh ikan besar, yang berperan sebagai konsumen kedua (karnivora). Selanjutnya, ikan besar menjadi mangsa ular, yang berperan sebagai konsumen tingkat tiga (karnivora).

Pada rantai makanan kedua, lumut kembali bertindak sebagai produsen.

Lumut dimakan oleh keong sebagai konsumen pertama (herbivora).

Keong kemudian dimangsa oleh kodok, yang berperan sebagai konsumen kedua (karnivora). Kedua rantai makanan ini menunjukkan hubungan makan dan dimakan, serta aliran energi yang terjadi dalam ekosistem kolam.

Gambar 2.2 menggambarkan jaring-jaring makanan dalam ekosistem kolam. Dalam ekosistem ini, lumut berperan sebagai produsen utama yang menghasilkan energi melalui proses fotosintesis. Lumut dimakan oleh dua konsumen tingkat pertama, yaitu ikan kecil dan keong.

Ikan kecil kemudian dimangsa oleh ikan besar, yang selanjutnya menjadi makanan bagi ular sebagai konsumen tingkat tinggi. Sementara itu, keong

(25)

22

yang memakan lumut menjadi makanan bagi kodok. Kodok berperan sebagai konsumen tingkat kedua dalam rantai makanan ini. Hubungan antara produsen, konsumen tingkat pertama, dan konsumen tingkat lanjutan membentuk pola aliran energi yang saling berkaitan. Pola ini menunjukkan bahwa satu organisme dapat terlibat dalam lebih dari satu rantai makanan, sehingga menciptakan jaring-jaring makanan yang kompleks dan menjaga keseimbangan ekosistem kolam secara keseluruhan.

Piramida ekologi pada gambar 2.3 menggambarkan aliran energi dalam ekosistem kolam. Pada tingkat trofik pertama, terdapat lumut sebagai produsen yang menghasilkan energi melalui fotosintesis. Energi dari lumut dimanfaatkan oleh ikan kecil dan keong sebagai konsumen tingkat pertama. Kemudian, ikan besar dan kodok, yang berperan sebagai konsumen tingkat kedua, memangsa ikan kecil dan keong untuk memperoleh energi. Pada puncak piramida, ular berperan sebagai konsumen tertinggi dengan memangsa kodok dan ikan besar. Piramida ini menunjukkan bahwa jumlah energi berkurang di setiap tingkat trofik karena sebagian besar energi hilang sebagai panas selama proses transfer energi.

3. Pertanyaan

a. Komponen apakah yang sama-sama terdapat pada ekosistem darat maupun ekosistem perairan? Jelaskan!

Jawaban:

Ekosistem darat dan perairan memiliki beberapa komponen yang sama, baik komponen biotik maupun abiotik, yang mendukung kehidupan di kedua ekosistem tersebut. Komponen biotik yang ada di kedua ekosistem ini antara lain adalah organisme autotrof, konsumen, dan pengurai.

Organisme autotrof, seperti tumbuhan hijau di darat dan alga atau

(26)

23

fitoplankton di perairan, berperan dalam menghasilkan makanannya sendiri melalui fotosintesis. Konsumen, yang meliputi herbivora, karnivora, dan omnivora, terdapat baik di darat maupun perairan, dimana mereka bergantung pada organisme lain untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Pengurai, seperti bakteri, jamur, dan detritivora, juga ada di kedua ekosistem untuk mengurai bahan organik mati menjadi unsur yang lebih sederhana. Komponen abiotik yang mendukung kehidupan di kedua ekosistem ini meliputi air, suhu, cahaya, dan tanah atau sedimen.

Air sangat penting bagi kelangsungan hidup organisme, baik di darat dalam bentuk sungai atau danau, maupun di perairan sebagai medium utama bagi organisme hidup. Suhu mempengaruhi metabolisme dan distribusi organisme di kedua ekosistem, sedangkan cahaya mendukung proses fotosintesis pada tanaman darat dan alga di perairan. Tanah di darat menyediakan tempat hidup bagi banyak organisme, sementara di perairan, sedimen di dasar perairan berfungsi sebagai habitat bagi berbagai organisme. Secara keseluruhan, meskipun terdapat perbedaan besar antara ekosistem darat dan perairan, kedua ekosistem tersebut memiliki elemen dasar yang sama untuk mendukung kehidupan, seperti sumber daya energi, tempat hidup, dan kondisi fisik yang mendukung berbagai jenis organisme.

b. Ditinjau dari data yang diperoleh, pada ekosistem mana lebih banyak jenis komponen biotiknya? Mengapa demikian?

Jawaban:

1) Keanekaragaman Habitat: Ekosistem darat seperti hutan dan semak menawarkan berbagai jenis habitat yang mendukung beragam spesies.

2) Ketersediaan Sumber Daya yang Beragam: Di ekosistem darat, sumber daya seperti makanan, tempat tinggal, dan ruang untuk berkembang biak seringkali lebih beragam dibandingkan dengan

(27)

24

ekosistem perairan. Hal ini memungkinkan lebih banyak spesies untuk berkembang dan bertahan hidup.

3) Kehadiran Produsen dan Konsumen yang Banyak: Di ekosistem darat, terdapat banyak jenis tumbuhan (produsen) yang menjadi sumber makanan untuk berbagai herbivora dan konsumen lainnya.

4) Keberagaman Tumbuhan: Tumbuhan darat, seperti pohon, semak, dan rerumputan, memiliki berbagai adaptasi yang memungkinkan mereka hidup di berbagai kondisi lingkungan.

5) Faktor Lingkungan yang Mendukung: Ekosistem darat seringkali memiliki iklim yang lebih stabil dan dapat mendukung kehidupan dalam jangka panjang, dengan curah hujan, suhu, dan pola musiman yang lebih dapat diprediksi dibandingkan dengan ekosistem perairan yang lebih rentan terhadap fluktuasi.

Secara keseluruhan, ekosistem darat memang memiliki banyak potensi untuk mendukung berbagai jenis komponen biotik, baik tumbuhan maupun hewan, karena keragaman habitat, ketersediaan sumber daya yang melimpah, dan hubungan yang kompleks antar spesies.

(28)

25 BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil pengamatan, ditemukan bahwa ekosistem terdiri dari komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (faktor lingkungan seperti suhu, tanah, air, dan cahaya). Dalam pengamatan ekosistem darat, dibandingkan antara ekosistem alami (semak belukar) dan ekosistem buatan (hutan kota). Hutan kota memiliki keanekaragaman hayati yang lebih tinggi dibandingkan semak belukar, karena faktor perlindungan dan pengelolaan manusia. Pada ekosistem perairan, kolam diamati sebagai representasi lingkungan perairan. Berbagai komponen biotik ditemukan dalam rantai makanan, mulai dari produsen (tumbuhan air), konsumen (ikan dan serangga air), hingga dekomposer (bakteri dan jamur).

Dari hasil percobaan tentang rantai makanan dan jaring-jaring makanan, dapat disimpulkan bahwa energi dalam ekosistem mengalir dari produsen ke berbagai tingkat konsumen melalui proses makan dan dimakan. Piramida ekologi menunjukkan bahwa jumlah individu semakin sedikit di tingkat trofik yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, praktikum ini menunjukkan bahwa ekosistem adalah sistem yang dinamis, di mana keseimbangan lingkungan sangat dipengaruhi oleh interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Pemahaman tentang ekosistem dan rantai makanan sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem.

B. Saran

1. Praktikum sebaiknya dilakukan dengan lebih banyak contoh sampel ekosistem baik darat maupun perairan agar pemahaman tentang komponen biotik dan abiotik semakin luas.

2. Pengamatan harus dilakukan dengan lebih teliti dan dalam jangka waktu yang cukup agar hasil yang diperoleh lebih akurat.

(29)

26

3. Gunakan alat bantu seperti lop (kaca pembesar) atau kamera untuk mendokumentasikan interaksi makhluk hidup secara lebih jelas.

4. Perlu adanya referensi tambahan dari buku atau jurnal ilmiah untuk memperdalam analisis hasil praktikum.

5. Praktikum dapat dikembangkan dengan mengamati dampak lingkungan terhadap suatu ekosistem tertentu.

(30)

27 LAMPIRAN

Referensi

Dokumen terkait

Peneliiian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan distribusi karakteristik dasar perairan pada ekosistem terumbu karang, memetakan dan mempelajari perubahan serta

Peneliiian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan distribusi karakteristik dasar perairan pada ekosistem terumbu karang, memetakan dan mempelajari perubahan serta

Pulau Pari merupakan kawasan perairan yang memiliki ekosistem lamun.Ekosistem ini merupakan salah satu habitat yang mendukung kehidupan biota akuatik, salah satunya

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) substrat dasar perairan ekosistem mangrove Sungai Reuleung Leupung adalah pasir lumpur serasah berkerikil, dan substrat

PENDAHULUAN Informasi tentang tipe sedimen di dasar perairan laut merupakan salah satu data dasar dari asoek fisik perairan yang sangat penting dalam mendukung kegiatan pengkajian

Selanjutnya Bapak Ibu peserta PembaTIK dapat mengenal platform teknologi yang mendukung ekosistem digital untuk implementasi kurikulum merdeka di jenjang PAUD, pendidikan dasar dan

KOMPOSISI MAKANAN IKAN BARONANG Siganus guttatus PADA EKOSISTEM LAMUN DI PERAIRAN KOTA TANJUNGPINANG KEPULAUAN RIAU SKRIPSI ULI ROHANA MALAU PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN

Kemudian kajian teori yang akan dibahas secara singkat dan padat di jurnal artikel ini adalah mangrove, yang secara keseluruhan berpotensial besar dalam melakukan pengembangan ekosistem