LATIHAN SOAL
PENGANTAR EKONOMIKA Dosen: Trismi Ristyowati, S. T., M.T.
Disusun oleh:
ADELIA NASHWA RAKHILI 122230096/TI-C
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2024
1. Buatlah pergeseran kurva penawaran sup dan tentukan ekuilibrium yang baru apabila produksi gagal, karena bayak produk cacat sehingga Q produk yang bisa ditawarkan hanya sedikit. Di sisi lain masyarakat pendapatannya juga menurun karena krisis ekonomi ?.
Kurva penawaran bergeser ke kiri karena produksi yang gagal menyebabkan kuantitas barang yang ditawarkan sedikit sebab produk cacat.
Namun, karena pendapatan konsumen menurun maka titik ekuilibrium akan bergeser ke kiri bawah karena masyarakat akan menekan harga supaya menjadi mudah dijangkau dengan pendapatan yang sedang rendah.
Sehingga jumlah produk yang terjual dan harga yang didapat akan sama sama menurun.
2. Buatlah pergeseran permintaan demand dan tentukan harga ekuilibrium yang baru jika pendapatan masyarakat bertambah sehingga mereka akan termotivasi menambah konsumsi barang tersebut. Di sisi lain, produsen juga berhasil memproduksi barang dengan kualitas yang lebih bagus dan kuantitas yang lebih banyak karena penggunaan teknologi baru.
Kurva permintaan akan bergeser ke kanan karena pendapatan masyarakat bertambah sehingga harga produk akan naik karena demand yang meningkat.
Produsen yang juga berhasil memproduksi kualitas barang yang bagus akan meningkatkan kuantitas dari produk serta menaikkan harga karena permintaan banyak sehingga titik ekuilibrium akan bergeser ke kanan atas
Sehingga jumlah barang akan meningkat dan menjadi lebih berkualitas karena penggunaan teknologi baru serta harga yang naik karena permintaan dari konsumen tinggi.
3. Mana yang permintaan berikut yang paling tidak elastis sampai paling elastis, urutkan : parfum, garam, penisilin, rokok, es krim dan beras? Berikan alasan jawaban pada setiap komoditi tsb !.
a. Garam: kebutuhan masyarakat terhadap garam tidak dipengaruhi oleh harga karena akan selalu dipakai setiap hari sebagai komponen penting dalam bahan pangan rumah tangga dan tidak ada alternatif lain untuk memberi rasa asin/gurih yang alami pada makanan selain garam.
b. Beras: kebutuhan masyarakat terhadap beras tidak dipengaruhi oleh harga karena beras adalah kebutuhan karbohidrat pokok yang setiap hari dikonsumsi. Namun, dalam tingkatan tertentu beras dapat dialihkan ke alternatif karbohidrat lain.
c. Penisilin: merupakan kebutuhan medis yang vital karena berpengaruh terhadap kondisi kesehatan tubuh. Namun, dapat diganti dengan alternatif jenis obat lain dengan fungsi yang sama dengan penisilin.
d. Parfum: beberapa masyarakat sudah memiliki langganan membeli parfum di suatu merk tertentu dalam waktu yang cukup lama. Jumlah penggunaan parfum tidak sebesar beras dan urgensinya tidak sebesar obat obatan. Kebanyakan orang sudah memiliki merk kesukaannya masing masing walaupun penggantian merk/aroma parfum tetap sangat memungkinkan.
e. Rokok: terdapat banyak produk pengganti. Namun, ketergantungan kepada rokok akan memungkinkan konsumen untuk tetap membeli rokok walaupun harga naik.
Selain itu, faktor kesehatan juga dapat mempengaruhi elastisitas karena konsumen akan mempertimbangkan untuk berhenti merokok karena alasan kesehatan
f. Es krim: terdapat banyak alternatif pengganti, bukan merupakan barang yang bersifat esensial, dan tersedia banyak rasa dengan banyak merk.
4. Apa akibat dari kenaikan harga terhadap penerimaan total bila permintaan bersifat elastis, tidak elastis atau elastis uniter ? Apa pengaruh dari naiknya kuantitas pada ketiga keadaan itu ?
Elastisitas permintaan adalah konsep yang mengukur sejauh mana jumlah barang yang diminta berubah sebagai akibat dari perubahan harga.
a. Elastis (>1): persentase perubahan jumlah barang yang diminta lebih besar daripada persentase perubahan harga. Jika harga naik, jumlah barang yang diminta akan turun.
Sehingga, penerimaan total akan menurun karena jumlah yang terjual berkurang.
b. Inelastis (<1): persentase perubahan jumlah barang yang diminta lebih kecil daripada persentase perubahan harganya. Meskipun harga naik, jumlah barang yang diminta hanya berkurang sedikit. Sehingga, penerimaan total masih meningkat karena penurunan jumlah yang terjual tidak signifikan.
c. Elastis Uniter (=1): persentase perubahan jumlah barang yang diminta sama dengan persentase perubahan harganya. Sehingga, penerimaan total tetap sama karena penurunan jumlah yang terjual seimbang dengan kenaikan harga.
Kesimpulannya, kuantitas yang terjual sangat mempengaruhi penerimaan total. Semakin besar perubahan kuantitas, semakin signifikan dampaknya pada penerimaan total.