Learning Management System dalam pembelajaran kitab kuning di Madrasah Diniyah Wustho Darul Falah Sukorejo Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan sistem manajemen pembelajaran dalam pembelajaran kitab kuning di Madrasah Diniyah Wustho Darul Falah dengan fokus pembahasan: 1.
RUMUSAN MASALAH
Sementara itu, para Kyai sepuh masih mempertahankan tradisi mempelajari Kitab Kuning versi cetak sambil menunggu sistem digital semakin sempurna. Penyimpangan dari alasan tersebut menarik peneliti untuk membahas dengan judul “Sistem Manajemen Pembelajaran pada Pembelajaran Kitab Kuning di Madrasah Diniyah Wustho Darul Falah Sukorejo Ponorogo”.
TUJUAN PENELITIAN
MANFAAT PENELITIAN
TELAAH HASIL PENELITIAN TERDAHULU Penelitian terdahulu bertujuan untuk mendapatkan
Muhammad Zainal Abidin dengan judul “Pengelolaan Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Salafiyah (Studi Multi Lokasi di Pondok Pesantren Al-Ustmani dan Al-Hasani Al-Lathifi Kabupaten Bondowoso)”. Pembelajaran Kitab Kuning di Era Digital (Studi.. penelitian ini telah membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi digital di.
SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Bab keempat memuat data kegiatan yang dilakukan pada pembelajaran kitab kuning berbasis tablet yang meliputi LMS, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dalam rangka perubahan metode dan strategi pembelajaran. Bab lima berisi tentang data pembelajaran kitab kuning berbasis tablet yang meliputi LMS, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran sehingga dapat mengubah metode dan strategi pembelajaran.
KAJIAN TEORI
Definisi Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran melibatkan pengambilan keputusan yang tepat tentang tujuan dan sasaran pembelajaran tertentu yang dimaksudkan untuk menghasilkan perubahan perilaku pada siswa. Perencanaan pembelajaran sebagai suatu disiplin ilmu merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan yang selalu memperhatikan hasil penelitian dan teori-teori tentang strategi.
Urgensi Perencanaan Pembelajaran
Oleh karena itu, penting bagi asatidz untuk merencanakan peran peserta didik dan dirinya dalam proses pembelajaran, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Oleh karena itu proses pembelajaran harus memperhitungkan berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi, oleh karena itu perencanaan yang matang sangat diperlukan bagi setiap asatidz.
Prinsip dan Karakteristik Perencanaan Pembelajaran
Oleh karena itu, penting bagi asatidz untuk memperhatikan perbedaan minat dan kebutuhan siswa dalam pembelajaran. D. Dengan demikian, pemilihan bahan pembelajaran yang tepat akan membantu meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa.
Pelaksanaan Pembelajaran
- Pengelolaan Kelas
- Pengelolaan Guru
- Definisi Learning Management System
- Urgensi Learning Management System dalam Pembelajaran
- Peran Learning Management System dalam Pembelajaran
- Metode Pembelajaran Menggunakan Media Learning Management System
Apabila menggunakan Learning Management System (LMS) perlu perhatian khusus karena pembelajaran dengan LMS akan berbeda dengan pembelajaran yang tidak menggunakan LMS. 46 Dengan demikian, blended learning memungkinkan interaksi pembelajaran berlangsung tidak hanya di dalam kelas, namun juga di luar kelas, dengan memanfaatkan teknologi sebagai media pendukungnya.
Pembelajaran Kitab Kuning 1. Definisi Kitab Kuning
- Metode Pembelajaran Kitab Kuning
- Ciri Kitab Kuning
Dalam dunia pendidikan pesantren, kitab kuning dianggap sebagai sumber belajar yang umumnya diakses oleh kelompok tradisional. Kitab kuning biasanya terdiri dari delapan jenis cabang ilmu yang sering diajarkan di pesantren, sebagai berikut: 50. Kitab kuning ini biasanya diajarkan dengan terjemahan kembali ke bahasa Jawa, Indonesia dan Arab.
51 Muhammad Thoriqussu’ud, “Model Pengembangan Kajian Kitab Kuning di Pondok Pesantren,” Jurnal Ilmiah Tarbiyah”. Secara umum metode pembelajaran Kitab Kuning yang digunakan di pondok pesantren meliputi dua hal sebagai berikut: 53. 52 Muhammad Thoriqussu 'ud, “Model Pengembangan Kajian Kitab Kuning di Pondok Pesantren,” Jurnal Ilmiah Tarbiyah”.
Namun meskipun kita menggunakan sistem sekolah modern, namun materi yang diajarkan di pesantren masih menggunakan Kitab Kuning.
Dampak Pembelajaran Kitab Kuning Berbasis LMS Kemajuan teknologi digital yang tidak dapat
- Pemanfaatan teknologi digital semakin maksimal dan mengarah pada hal-hal yang positif
- Sebagai sarana dakwah digital dan pengenalan kepada madrasah diniyah sekitar
- Madrasah Diniyah dikenal sebagai madrasah yang mampu menjadikan santri melek teknologi
- Keterbatasan Akses Teknologi Pendukung
- Kurangnya Interaksi Sosial
- Tidak Ada Pengawasan Secara Langsung
Pemanfaatan LMS dalam pembelajaran kitab kuning di madrasah Islam dapat meningkatkan minat membaca, pemahaman dan keterlibatan siswa. Platform digital yang digunakan sebagai media pembelajaran Kitab Kuning tentunya belum banyak digunakan di madrasah Islam lainnya. Dampak negatif penggunaan LMS pada pembelajaran kitab kuning di Madin yang pertama adalah terbatasnya akses terhadap teknologi pendukung.
Dalam teori ini terdapat beberapa ahli yang menekankan pentingnya teknologi pendukung dalam penerapan LMS dalam pembelajaran kitab kuning. Dampak negatif lain dari penggunaan LMS pada pembelajaran kitab kuning di Madrasah Diniyah adalah kurangnya interaksi sosial antar siswa. Dampak negatif ketiga dari penggunaan LMS untuk pembelajaran Kitab Kuning di madrasah Islam adalah tidak adanya pengawasan secara langsung.
Beberapa ahli juga menyoroti kurangnya pengawasan langsung terhadap siswa dalam penggunaan LMS dalam pembelajaran kitab kuning di madrasah Islam.
Lokasi Penelitian
Data dan Sumber Data
Data juga diperoleh dari informan berupa dampak penelitian buku yang dilakukan terhadap tablet. Sedangkan data yang diperoleh dari observasi adalah data aktivitas pembelajaran, data aktivitas dan guru dalam melaksanakan pembelajaran kitab kuning berbasis tablet, serta data aktivitas siswa dalam melaksanakan pembelajaran kitab kuning berbasis tablet. Bukti tersebut dapat dilihat pada catatan harian kelas, hasil pantauan tim pengembang, dan catatan ustadz.
Teknik Pengumpulan Data 1. Wawancara
- Observasi
- Dokumentasi
Wawancara ini dilakukan untuk menggali data berupa informasi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan dampak positif Learning Management System terhadap pembelajaran kitab kuning di Madrasah Diniyah Wustrho Darul Falah. Cahyo Widiarto, S.Pd.I selaku guru kitab Mabadi Fiqh juz 1 Madrasah Diniyah Wustho Darul Falah Sukorejo. Dari informan tersebut akan dikumpulkan data mengenai pelaksanaan pembelajaran kitab kuning berbasis tablet, dampak pembelajaran terhadap pemahaman siswa, dan interaksi antar siswa ketika pembelajaran kitab kuning berbasis tablet dilaksanakan.
Eka Ayu Gandhini, selaku guru kitab Mabadi Fiqh juz 2 Madrasah Diniyah Wustho Darul Falah Sukorejo. Dari para informan tersebut akan dikumpulkan data tingkat pemahaman dan interaksi siswa ketika pembelajaran kitab kuning berbasis tablet dilaksanakan. Observasi dilakukan untuk mengkaji data berupa kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Learning Management System pada pembelajaran kitab kuning di Madrasah Diniyah Wustho Darul Falah Sukorejo Ponorogo.
Dokumen yang diambil peneliti untuk dijadikan data adalah jurnal kelas, hasil monitoring tim pengembang, dokumen rekaman guru ustadz dan foto terkait Learning Management System pada pembelajaran kitab kuning di Madrasah Diniyah Wustho Darul Falah Sukorejo Ponorogo.
Teknik Analisis Data
72 Dengan cara ini, data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti mengumpulkan data lebih lanjut dan menemukannya bila diperlukan. Miles, Huberman, dan Saldana mengatakan bahwa kondensasi data adalah proses memilih, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi, dan mentransformasikan data yang dikumpulkan dalam catatan lapangan atau transkrip penelitian. Hal ini dilakukan agar data yang dikumpulkan lebih terorganisir dan mudah dipahami, serta memungkinkan peneliti melihat pola dan temuan yang muncul dari data secara keseluruhan.
Miles, Huberman dan Saldana menyatakan bahwa pemfokusan data merupakan bagian dari pra-analisis dalam penelitian kualitatif. Pada tahap pembuatan ringkasan inti, peneliti mengevaluasi kembali data yang dikumpulkan, terutama berkaitan dengan kualitas dan kecukupannya. Peneliti melakukan seleksi data yang ketat, memilih data yang paling relevan dan bermakna, kemudian mengklasifikasikan data tersebut ke dalam pola yang lebih luas.
Pada tahap ini, data yang diringkas akan disajikan secara terstruktur dan sistematis agar mudah dipahami dan dianalisis lebih lanjut.
Teknik Pengecekan Keabsahan Data
- Pengamatan yang Tekun
- Triangulasi
- Kecukupan Referensial
Hal ini dilakukan untuk memastikan data yang dikumpulkan berkualitas baik dan dapat dipercaya. Teknik ini dilakukan dengan membandingkan atau mengkonfirmasi hasil dari satu sumber data dengan sumber data lainnya atau dengan menggunakan metode yang berbeda dalam pengumpulan data. Dalam hal ini teknik triangulasi berguna untuk memverifikasi keabsahan data dengan membandingkan hasil dari berbagai sumber data guna meningkatkan validitas dan reliabilitas data yang diperoleh dalam penelitian.
Dengan cara ini, peneliti dapat memastikan bahwa data yang diperoleh dari sumber yang sama, namun dengan metode yang berbeda, memberikan hasil yang konsisten dan dapat diandalkan. Triangulasi dengan peneliti digunakan untuk menjamin keabsahan data dengan melibatkan peneliti atau pengamat lain yang dapat mengecek kembali data yang diperoleh. Kedua jenis triangulasi ini memungkinkan peneliti memperoleh data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Konsep ini digunakan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh mencakup seluruh aspek yang relevan dengan topik penelitian dan dapat diandalkan.
Tahapan Penelitian
- Identitas Madrasah
- Visi dan Misi Madrasah
- Sejarah Berdirinya Madrasah
- Identitas Kepala Madrasah
- Struktur Organisasi
- Perencanaan pembuatan program LMS
- Perencanaan Pembelajaran Kitab Kuning dengan LMS
Madrasah Diniyah Wustho Darul Falah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berada di bawah payung Pondok Pesantren Darul Falah. Madin Wustho Darul Falah merupakan salah satu dari sekian lembaga yang berada langsung di bawah payung Pondok Pesantren Darul Falah. Santri Madin Wustho Darul Falah terdiri dari anak-anak yang tinggal di Pondok Pesantren Darul Falah.
Sedangkan untuk Santri dan Asatidz di Asrama Islam Darul Falah Sumberejo merawatnya dengan sabar dan ikhlas. Keteladanan yang beliau ajarkan masih terpatri di hati para santri dan Asatidz Pondok Pesantren Darul Falah Sumberejo. Hal ini menunjukkan bahwa dari segi perencanaan, Madin Wustho Darul Falah sudah memaksimalkan perencanaan sejak awal.
Adaptasi ini juga mendasari Madin Wustho Darul Falah menjadi salah satu Madin yang mulai beradaptasi dengan digitalisasi (literasi digital). Dari hasil wawancara tersebut terlihat bahwa Madin Wustho Darul Falah terus mengembangkan program LMS yang sudah ada. Hal ini menunjukkan bahwa Madin Wustho Darul Falah serius menerapkan digitalisasi pada pembelajaran kitab kuning siswa.
Analisis Data
Tujuannya adalah perencanaan pembelajaran dengan LBS ini telah dipersiapkan sejak awal untuk memperkirakan segala risiko yang mungkin terjadi. Rencana pembelajaran yang matang dapat membantu asatidz untuk mengetahui langkah-langkah yang harus diambil dan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran.100. Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber serta data dokumentasi, pengamatan dan pengamatan di lapangan, terlihat bahwa perencanaan pembelajaran mempunyai peranan penting dalam menentukan keberhasilan proses pendidikan di Madin.
Perencanaan pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengawali kegiatan pembelajaran di sekolah dan mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Perencanaan pembelajaran mengacu pada kemampuan guru dalam mengambil keputusan tentang bagaimana mengatur, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Sesuai dengan peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan no. 137 Tahun 2014, Pasal 12 Ayat 1, perencanaan pembelajaran harus dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan dan model pembelajaran yang memenuhi kebutuhan, karakteristik siswa, dan budaya setempat.
Dengan demikian, desain pembelajaran harus disesuaikan dengan karakteristik siswa dan budaya lokal untuk menjamin keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran.101.
Sinkronisasi Data
- Apersepsi (pendahuluan)
- Pendekatan Pembelajaran
- Metode Pembelajaran
- Media Pembelajaran
Pada pembahasan implementasi sistem manajemen pembelajaran dalam pembelajaran kitab kuning di Madrasah Diniyah Wustho Darul Falah Sukorejo. Pelaksanaan pembelajaran kitab kuning di Madin Wustho Darul Falah merupakan tindak lanjut dari perencanaan yang dilakukan. Secara keseluruhan proses pembelajaran kitab kuning di Madin Wustho Darul Falah sudah berjalan dengan baik, khususnya di seluruh LMS.
Implementasi pembelajaran kitab kuning menggunakan LMS di Madin Wustho Darul Falah dilaksanakan sesuai dengan langkah pembelajaran pada lembaga formal. Dari dokumentasi di atas terlihat bahwa proses pelaksanaan pembelajaran kitab kuning dengan LMS berjalan dengan efisien. Proses pembelajaran kitab kuning di Madin Wustho Darul Falah dilaksanakan dengan berbagai metode yang disesuaikan dengan materi yang disampaikan.
Namun adaptasi dari metode klasik ke digitalisasi dengan LMS dalam pembelajaran kitab kuning berlangsung sangat cepat.