PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Bagi guru merangsang guru untuk menggunakan model yang lebih menarik dengan menggunakan model Mind Mapping dan memberikan wawasan kepada guru tentang model Mind Mapping dalam pembelajaran, sehingga diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme guru dalam mengajar khususnya dalam pembelajaran menulis dialog. mata pelajaran bahasa Indonesia. Bagi sekolah diharapkan dapat menjadi acuan dan rujukan lebih lanjut untuk menentukan kebijakan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia, dalam hal ini penulisan dialog dengan menggunakan model Mind Mapping. Bagi pembaca dapat memperkuat keinginan untuk meneliti suatu permasalahan karena tersedianya penelitian yang relevan.
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS
Hakikat Belajar
Sebagaimana diketahui selama ini, belajar adalah suatu proses dari ketidaktahuan menjadi diketahui dan mengubah tingkah laku. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara menyeluruh, sebagian sebagai hasil pengalamannya dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar ini lebih ditekankan pada faktor-faktor dalam pembelajaran individu.
Dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: faktor lingkungan sosial, yang meliputi lingkungan sosial sekolah, masyarakat, dan keluarga.
Hakikat Hasil Belajar
Tujuan proses belajar mengajar pada dasarnya adalah sejumlah hasil yang menunjukkan bahwa siswa telah melakukan tindakan belajar, yang secara umum mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap baru yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa. Setelah melewati proses pembelajaran, siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang disebut juga dengan hasil belajar, yaitu kemampuan yang dimiliki siswa setelah menyelesaikan proses pembelajaran. Sudjana menyatakan bahwa “hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar”. Dari uraian di atas jelas terlihat bahwa proses belajar mengajar pada akhirnya akan menciptakan kemampuan peserta didik yang meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan.
Dalam artian perubahan kemampuan merupakan salah satu indikator penentu hasil prestasi belajar siswa, hal ini sejalan dengan Degeng (Made 2009:6) yang mengatakan bahwa “hasil belajar adalah segala akibat yang dapat dijadikan indikator nilai”. menggunakan strategi pembelajaran dalam kondisi yang berbeda'. Kelima jenis hasil belajar tersebut di atas menunjukkan, bahkan memerlukan kondisi belajar tertentu, sehingga dapat diambil strategi belajar mengajar yang tepat darinya. Menurut Wand dan Brown (Djamarah, dkk. menyatakan bahwa “penilaian adalah tindakan atau proses menentukan nilai sesuatu”.
Dari uraian di atas terlihat bahwa hakikat hasil belajar dalam penelitian ini adalah hasil akhir dari pengambilan keputusan tentang tinggi rendahnya nilai yang dicapai siswa selama proses pembelajaran.
Pembelajaran Bahasa Indonesia
Setiap aspek keterampilan ini berkaitan erat dengan aspek keterampilan lainnya dalam berbagai cara.
Keterampilan Menulis
Aspek penulisan yang berbentuk esai, seperti gaya penulisan, dialog, deskripsi, argumentasi, persuasi atau eksposisi agar pembaca dapat mencerna tulisan tersebut. Menulis merupakan kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat dan medianya. Dari konsep penulisan tersebut dapat dikatakan bahwa tes menulis adalah tes bahasa yang mengukur kemampuan peserta tes dalam menggunakan bahasa tulis untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan.
Menulis adalah suatu proses kreatif mengungkapkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis dengan tujuan membujuk atau menghibur. Untuk itu guru harus memberikan motivasi agar siswa tidak bosan ketika belajar menulis, khususnya ketika menulis esai. Namun masih ada sebagian guru yang memberikan pembelajaran menulis yang lebih banyak memberikan teori dibandingkan keterampilan praktis.
Sehingga yang terjadi di dalam kelas adalah siswa tidak aktif ketika guru berdiri di depan kelas menjelaskan materi pelajaran.
Dialog
Latar adalah bagian cerita yang menjelaskan waktu dan tempat peristiwa yang dialami tokoh. Amanat merupakan pesan atau nasehat yang disampaikan melalui tokoh dan konflik dalam sebuah cerita. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam menulis dialog perlu memperhatikan unsur-unsur yang terkandung di dalamnya, termasuk tema yang menjadi gagasan pokok dalam menulis dialog.
Sebab tujuan pembelajaran dengan materi dialog ini bukan hanya mampu menulis dialog secara sistematis saja, namun juga mampu memahami isi dialog tertulis tersebut. Dapat disimpulkan bahwa teknik penulisan dialog adalah menentukan permasalahan yang dibicarakan dalam dialog yang akan dibuat. Baiklah Ran, aku akui aku salah, tapi kamu berjanji tidak akan melaporkan aku ke mamanya Tuti ya.
Rani: Saya berjanji tidak akan melaporkan awak kepada ibu Tut, asalkan awak berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu.
Model Mind Mapping
Sederhananya, Peta Pikiran digunakan untuk melakukan brainstorming suatu topik dan merupakan strategi yang efektif untuk pembelajaran siswa. Menurut Windura, Mind Map 2013 memberikan banyak manfaat bagi anak dan siswa dalam belajar, berpikir dan merencanakan aktivitas sehari-hari. Mind Map akan membantu kita menemukan banyak contoh praktis bagaimana menggunakan Mind Map untuk membantu merencanakan dan mengatur kehidupan demi kesuksesan maksimal, menghasilkan ide-ide baru yang kreatif dan menakjubkan serta menyerap fakta dan informasi baru dengan sangat mudah.
Sebelum membuat peta pikiran, Anda memerlukan beberapa bahan yaitu kertas kosong tidak bergaris, pulpen dan krayon, otak dan imajinasi Anda.
Kerangka Pikir
Faktanya, banyak siswa yang menyatakan bahwa kemampuan menulisnya masih kurang karena siswa menganggap pembelajaran menulis dalam bahasa Indonesia kurang menarik dan membosankan. Keluhan-keluhan tersebut secara langsung maupun tidak langsung sangat mempengaruhi hasil belajar/prestasi pembelajaran bahasa Indonesia. Guru yang profesional akan selalu mencoba metode atau model pembelajaran yang berbeda-beda agar siswanya paham dan paham dengan apa yang dipelajari dan dipelajarinya.
Salah satu model yang dapat digunakan guru dalam proses pembelajaran adalah model Mind Mapping. Pelaksanaannya dilakukan dalam dua tahap, yaitu pre-test untuk pembelajaran keterampilan menulis dialog dan post-test untuk pembelajaran keterampilan menulis dialog.
Hipotesis Penelitian
METODE PENELITIAN
- Variabel dan Desain Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Devenisi Operasional Variabel
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti penggunaan model mind map memberikan pengaruh terhadap hasil belajar menulis dialog siswa kelas V SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Menarik kesimpulan apakah penggunaan model mind map mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar menulis dialog siswa kelas V SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Untuk mengetahui pengaruh model mind map terhadap hasil belajar menulis dialog siswa kelas V SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa, terlebih dahulu perlu dilakukan analisis; (1) Hasil belajar menulis dialog di SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa sebelum menggunakan model Mind Mapping (pre-test) dan (2) Hasil belajar menulis dialog di SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa setelah menggunakan model Mind Mapping (post-test).
Deskripsi Hasil Belajar Menulis Dialog Siswa Kelas V SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa Sebelum Menggunakan Model Mind Mapping (Pretest). Deskripsi Hasil Belajar Menulis Dialog Siswa Kelas V SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa setelah Menggunakan Model Mind Mapping (Pretest). Berdasarkan analisis data postes hasil belajar menulis dialog siswa kelas V SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa yang berjumlah 32 siswa diperoleh gambaran yang ada.
Berdasarkan skor yang diperoleh dan frekuensinya, maka hasil belajar menulis dialog siswa kelas V SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa dapat dilihat setelah menggunakan model mind map dengan melihat Tabel 4.4 di bawah ini. Analisis Data Pretest dan Posttest Pengaruh Model Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar Menulis Dialog Siswa Kelas V SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Bagian ini menjelaskan pengaruh model mind map terhadap hasil belajar menulis dialog di SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.
Gambaran skor pretest dan posttest model mind map terhadap hasil belajar menulis dialog di SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa disajikan pada Tabel 9 (terlampir). Dalam penelitian ini hipotesis yang diajukan adalah: “Terdapat pengaruh model mind map terhadap hasil belajar menulis dialog siswa kelas V”. Artinya penggunaan model mind map berpengaruh terhadap hasil belajar menulis dialog di Kelas V SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.
Dampak model mind map terhadap penulisan dialog siswa kelas V SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa juga menunjukkan hasil perhitungan uji-t. Jadi, model mind map layak diterapkan dalam meningkatkan hasil belajar menulis dialog pada siswa kelas V SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pembahasan Hasil Penelitian
Fokus utama yang akan dibahas pada bagian ini adalah pengaruh model mind map terhadap hasil belajar menulis siswa kelas V SD Negeri Cambajawaya kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Sebuah desain pembelajaran yang dapat membantu siswa meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pembelajaran menulis dialog melalui penggunaan model mind map. Hasil Penelitian Setelah menggunakan Model Fenomena Mind Mapping menunjukkan bahwa siswa lebih sedikit mengalami kesulitan dalam menulis dialog, nampaknya semua siswa bersemangat dalam belajar.
Fenomena yang dialami siswa pada hasil belajar menulis dialog setelah menggunakan model mind map tentunya memberikan pengaruh positif terhadap nilai akhir yang dicapai. Dapat dikatakan frekuensi dan persentase skor keterampilan menulis dialog siswa kelas V SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa model mind map layak diterapkan dalam dialog tertulis pada siswa kelas V SD Negeri Cambajawaya Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.
Hal ini terlihat dari hasil yang dicapai siswa sebelum menggunakan model mind map mencapai standar ketuntasan belajar yaitu hanya 9,37% atau sebanyak 3 siswa yang mencapai nilai 70 ke atas. Setelah diterapkan model mind map, hasil belajar siswa dalam menulis dialog berkategori cukup, hampir seluruh siswa mampu mencapai nilai diatas. Pendidik disarankan untuk menggunakan model mind map untuk memberikan wawasan kepada guru dalam pembelajaran, sehingga diharapkan dapat meningkatkan keahlian mengajar guru khususnya dalam pembelajaran menulis dialog pada mata pelajaran bahasa Indonesia.
Guru menunjukkan contoh gambar mind map, siswa memperhatikan dengan baik gambar model mind map yang dibawakan guru. Siswa memperhatikan guru memberikan contoh cara membuat kotak dialog peta pikiran di papan tulis. Kemudian guru menginstruksikan untuk membuat dialog berdasarkan kerangka dialog Mind Mapping (POSTTEST) yang telah dibuat.
Buatlah kerangka peta pikiran seputar topik yang telah ditentukan yang akan berkembang menjadi sebuah dialog. Guru membimbing siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahaminya ketika guru menjelaskan langkah-langkah dalam model mind map yang kemudian berkembang menjadi dialog.
SIMPULAN DAN SARAN
Saran
Kami berharap bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan model mind map ini dengan menerapkannya pada materi lain untuk melihat apakah materi lain cocok untuk model pembelajaran ini agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan dan dapat melakukan penelitian yang lebih berhasil. Guru menggunakan pre-test untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan yang diketahui siswa ketika menulis dialog dengan topik “Liburan”. Setelah guru selesai menentukan topik kotak dialog Mind Map, guru membagikan kertas kosong dan pensil warna kepada setiap siswa.
Dengan amanat tersebut, diharapkan pembaca dialog mengambil hikmah atau pengajaran yang terdapat dalam dialog yang dibacakan.