• Tidak ada hasil yang ditemukan

lembar pernyataan persetujuan publikasi karya ilmiah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "lembar pernyataan persetujuan publikasi karya ilmiah"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

Judul Skripsi : Hubungan Perilaku Tidak Aman Dengan Kecelakaan Kerja Pada Bagian Urgent PT Suzuki Indomobil Motor Tahun 2017. Skripsi ini dipertahankan pada tanggal 17 Juli 2017 di hadapan Majelis Penguji Skripsi Kajian Keselamatan dan Kesehatan Kerja STIKes BINAWAN Jakarta Program dan telah disesuaikan berdasarkan masukan dari panitia ujian. Judul Skripsi : Hubungan Perilaku Tidak Aman Dengan Kecelakaan Kerja Di Bagian Urgent PT Suzuki Indomobil Motor Tahun 2017.

Tuhan Yang Maha Esa, atas karunia-Nya penulis diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. Bapak dan Ibu yang selalu memberikan semangat, motivasi, nasehat dan doanya kepada penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. Sarkosih SSTFT, MKKK selaku pembimbing disertasi saya yang telah memberikan kritik dan saran kepada penulis dalam penyusunan disertasi ini.

Kepada Jusak Andrean Marbun tercinta yang selalu memberikan dukungan, doa dan semangatnya kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Kepada saudara kembarku yang selalu memberikan semangat dan doanya kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Kepada Senior Angkat 2010 Eka Ayu Pratiwi yang selalu memberikan semangat dan doanya bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Judul Skripsi : Hubungan Unsafe Behavior dengan Kecelakaan di Press Section PT Suzuki Indomobil Motor Tahun 2017.

Gambar 2.1   Kerangka teori..............................................................
Gambar 2.1 Kerangka teori..............................................................

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Manfaat Bagi Peneliti

Manfaat Bagi Perusahaan

Manfaat Bagi Program Studi Keselamatan dan

Ruang Lingkup

Perilaku

Definisi Perilaku

Menurut Tarwaka (2015), setiap organisasi perusahaan mempunyai pendekatan yang berbeda-beda dalam menerapkan perilaku K3 di tempat kerja, namun sebagian besar pendekatan yang digunakan pada prinsipnya sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan jenis organisasi perusahaan dan situasi yang terjadi di dalamnya. . setiap perusahaan.

Kejadian Kecelakaan Kerja

Definisi Kejadian Kecelakaan Kerja

Penyebab Kecelakaan Kerja

Upaya pencegahan kecelakan kerja

Promosi, yaitu penggunaan berbagai metode penyuluhan atau pendekatan lain untuk menciptakan sikap terhadap keselamatan, dan asuransi, yaitu pemberian insentif finansial untuk meningkatkan pencegahan kecelakaan, misalnya dalam bentuk pengurangan premi yang dibayarkan perusahaan jika dilakukan tindakan keselamatan. sangat baik.Upaya keselamatan di tingkat perusahaan menjadi kriteria utama efektif tidaknya penerapan keselamatan kerja. Pola kecelakaan yang terjadi pada suatu perusahaan sangat bergantung pada tingkat kesadaran keselamatan kerja semua pihak yang terlibat.

Hubungan Usia terhadap perilaku K3

Hubungan Masa Kerja Terhadap Perilaku K3

Hubungan Pendidikan Terhadap Perilaku K3

Pendidikan seseorang mempengaruhi pola pikir seseorang ketika menghadapi pekerjaan yang dipercayakan kepadanya. Selain itu, pelatihan juga akan mempengaruhi tingkat penyerapan pelatihan yang diberikan dalam melaksanakan pekerjaan dan keselamatan kerja. Kenyataannya, pendidikan menengah lebih terlatih dalam menerapkan keselamatan kerja di tempat kerja karena telah diajarkan topik-topik terkait keselamatan kerja, dibandingkan dengan pendidikan dasar dan menengah (Maulidhasari et al., 2011). Oleh karena itu, pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga diperlukan untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan pekerja mengenai bahaya dan risiko di tempat kerja.

Selain itu, perbaikan ketidaksesuaian dalam desain peralatan diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan pekerja dan mengurangi kelelahan, yang dapat menyebabkan operasi tidak aman (Hidayat et al., 2014).

Status karyawan

Selama masa percobaan, perusahaan wajib membayar upah kepada pekerjanya tidak boleh lebih rendah dari upah minimum yang berlaku.

Kerangka Teori

METODE PENELITIAN

  • Hipotesis penelitian
  • Jenis dan rancangan penelitian
  • Populasi dan sampel penelitian ................................ 14 14
  • Inklusi
  • Eklusi
  • Definisi Operasional
  • Sumber Data Penelitian
  • Instrumen Penelitian
  • Pengolahan Dan Analisis Data
  • Analisa Bivariat

Tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja bagian pengepresan PT SIM Tambun II. Terdapat hubungan antara perilaku dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja di bagian pengepresan PT SIM Tambun II 3.3 Jenis dan desain penelitian. Untuk mengukur variabel kejadian kecelakaan kerja, diberikan skala penilaian Guttman untuk setiap jawaban.

Data primer diperoleh dengan observasi langsung terhadap perilaku kerja bagian darurat kecelakaan industri dengan menggunakan lembar kuesioner. Tabel diatas menunjukkan distribusi frekuensi responden yang pernah mengalami kecelakaan industri sebanyak 34 orang (66,7%) dan distribusi frekuensi responden yang belum pernah mengalami kecelakaan industri sebanyak 17 orang (33,3%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan angka kecelakaan kerja.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status pegawai dengan kejadian kecelakaan kerja. Berdasarkan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, diketahui bahwa dari hasil penelitian mengenai hubungan perilaku dengan kecelakaan kerja serta faktor-faktor penentu terkait seperti umur, status pegawai, beban kerja dan perilaku pada unit percetakan di PT Suzuki Indomobil Engine 2017, dapat disimpulkan bahwa. Variabel umur pada penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan terhadap kejadian kecelakaan kerja.

Variabel masa kerja pada penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan terhadap kejadian kecelakaan kerja. Variabel status pegawai dalam penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Variabel perilaku pada penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap kejadian kecelakaan kerja.

Pengaruh perilaku tenaga kerja dan lingkungan kerja yang dimoderasi oleh faktor pengalaman kerja dan tingkat pendidikan terhadap kecelakaan kerja konstruksi di Seminar Nasional Karya Metal Surabaya Ceper Klaten. Saya Restu Dwi Anjayani, mahasiswa Program Sarjana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Stikes Binawan, sedang melakukan penelitian untuk tugas akhir yang berjudul “Hubungan Perilaku Dengan Kecelakaan Kerja Pada Bagian Pressing PT.

Tabel 3.1 Definisi Operasional
Tabel 3.1 Definisi Operasional

HASIL DAN PEMBAHASAN

Karakteristik Demografi

Karakteristik Okupasi

Dari tabel diatas terlihat distribusi frekuensi responden yang berperilaku aman sebanyak 30 orang (58,8%) dan responden yang berperilaku tidak aman sebanyak 21 orang (41,2%).

Tabel 4.4    Distribusi Frekuensi perilaku aman    Responden
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi perilaku aman Responden

Analisa Bivariat

  • Hubungan Karakteristik Demografi Dengan
  • Hubungan Karakteristik Okupansi Dengan

Hasil uji statistik yang dilakukan dengan metode Koefisien Kontingensi diperoleh hasil nilai p = 0,670 (p > 0,05), sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Hasil uji statistik yang dilakukan dengan metode Koefisien Kontingensi diperoleh hasil nilai p = 1,000 (p < 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan pekerja lebih lanjut dengan mengoptimalkan informasi K3 yang dapat diperoleh dengan menyebarkan poster terkait risiko K3, cara pengendaliannya serta banyaknya rambu keselamatan dan promosi terkait keselamatan dan peningkatan kesehatan kerja yang dilakukan secara berkala.

Diharapkan bagi peneliti selanjutnya perlu melakukan penelitian dengan variabel penelitian yang berbeda untuk mengetahui hubungannya dengan kecelakaan. Hubungan Karakteristik Pekerjaan Dan Faktor Pekerjaan Dengan Kecelakaan Kerja Konstruksi Pada Perusahaan Mebel Kayu Kelurahan Oesapa Kota Kupang.MKM Vol.02 No. Selvia Fitrie, 2014 perbedaan perilaku tidak aman (safety behavior) antara pekerja yang pernah mengalami kecelakaan kerja dengan yang tidak mengalami kecelakaan kerja PT Lancar Jaya Mitra Abadi 2014.

Jenis kecelakaan kerja apa yang pernah Anda alami? Anda dapat memeriksa lebih dari satu dan menunjukkan bulannya).

Tabel 4.7 Hubungan Masa Kerja Dengan Kejadian  kecelakaan kerja
Tabel 4.7 Hubungan Masa Kerja Dengan Kejadian kecelakaan kerja

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan Hubungan Variabel Faktor

Kesimpulan Hubungan Variabel Faktor

Kesimpulan Variabel Perilaku dengan

Keterbatasan Penelitian

Saran

  • Bagi Pekerja
  • Bagi Perusahaan
  • Bagi Penelitian

Meningkatkan efektivitas papan pesan yang ada dengan menambahkan informasi mengenai bahaya keselamatan kerja di tempat kerja, dan mensosialisasikan program perilaku berbasis keselamatan. Analisis faktor karakteristik individu yang berhubungan dengan tindakan tidak aman di kalangan karyawan di perusahaan konstruksi baja. Hubungan pengetahuan dan pengalaman terhadap kecelakaan terhadap persepsi risiko keselamatan kerja pada karyawan S-Line Assembling PT.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, mohon bantuannya untuk menjawab seluruh pertanyaan dalam kuesioner (sebagaimana terlampir) dengan jujur ​​dan sebenar-benarnya.

Gambar

Gambar 2.1   Kerangka teori..............................................................
Gambar 2.1 Kerangka teori
Gambar 3.1 Kerangka konsep PERILAKU
Tabel 3.1 Definisi Operasional
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya maka dapat dikemukakan kesimpulan-kesimpulan, sebagai berikut: 1)

Beberapa hasil dan pembahasan yang telah dikemukakan di Bab sebelumnya, maka pada bab ini akan diuraikan kesimpulan dan saran yang merupakan hasil akhir dari penelitian ini :1)