PENDAHULUAN
Latar Belakang
40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal yang selanjutnya disebut Fatwa Pasar Modal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketentuan dalam fatwa DSN-MUI tentang penerapan prinsip syariah di pasar modal secara umum telah sejalan dengan ketentuan dan praktik yang ada di sektor pasar modal. Berdasarkan UUPM, kegiatan pasar modal Indonesia dapat dilakukan sesuai dengan prinsip syariah, maupun secara konvensional.8.
7 Tim Kajian Fatwa, Kajian Fatwa DSN-MUI Tentang Penerapan Prinsip Syariah di Sektor Pasar Modal, Bapepam-LK Menteri Keuangan, artikel tidak diterbitkan. 8 Abdul Ghofur Anshori, Penerapan Prinsip Syariah Dalam Pembiayaan Lembaga Keuangan dan Perusahaan Pembiayaan, (Yogyakarta: Pustaka Mahasiswa, 2008), hal. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah prinsip-prinsip syariah dari fatwa tersebut dapat menjadi bagian integral dari persoalan ekologi.
Rumusan Masalah
Sehubungan dengan rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan analisis prinsip syariah yang terkandung dalam fatwa DSN-MUI tentang penerapan prinsip syariah di sektor pasar modal dari perspektif maqa>s}id asy- syari>ah fi> h}ifz} al -bi>'ah. Dimaksudkan untuk memberikan penjelasan mengenai analisis metode istinba>t} peraturan perundang-undangan fatwa DSN-MUI tentang pasar modal syariah. Memberikan gambaran tentang transaksi pasar modal syariah yang berwawasan lingkungan dalam pandangan maqa>s}id asy-syari>'ah.
Kegunaan hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan paradigma baru mengenai transaksi pasar modal syariah yang berwawasan lingkungan hidup dalam maqa>s}id asy-syari>'ah yang dapat dijadikan tolak ukur mendasar dalam mempertimbangkan dan memutuskan fatwa-fatwa di bidang perekonomian. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan tradisi keilmuan (teoretis), yaitu memberikan gambaran analisis metode penetapan hukum dalam fatwa DSN-MUI tentang pasar modal syariah dan pasar modal syariah. transaksi yang berwawasan lingkungan hidup dalam pandangan maqa>s}id asy-syari >ah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas untuk mengetahui dan memperdalam kajian fatwa DSN-MUI tentang transaksi pasar modal syariah berwawasan lingkungan dalam pandangan maqa>s}id asy-syari>ah .
Kajian Pustaka
Kemudian penelitian lapangan oleh Maria Rio Rita mengenai Penerapan Prinsip Syariah dalam Investasi Ekuitas Syariah di Pasar Modal. Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian yang berkaitan dengan kajian analisis fatwa DSN-MUI tentang pasar modal dalam perspektif maka>s}id asy-syari>ah fi>h}ifz} al-bi >'ah belum ada yang ditemukan sama sekali, sehingga penelitian ini menarik untuk dikaji lebih lanjut. Penelitian ini menyajikan kajian ekonomi syariah dan lingkungan hidup, kajian analitis fatwa DSN-MUI tentang pasar modal, dan pedoman umum penerapan prinsip syariah di sektor pasar modal.
Oleh karena itu, penelitian ini memuat pemikiran terkait fatwa DSN-MUI tentang pasar modal ramah lingkungan dengan pendekatan maqa>s}id asy-syari>'ah. Pada bagian ketiga kajian mulai terfokus pada data penelitian yaitu pembahasan peraturan hukum dalam fatwa DSN-MUI tentang pasar modal. Pada bab keempat ini akan dibahas hasil Ekonomi dan Lingkungan Syariah: Kajian Analitik Fatwa DSN-MUI tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Sektor Pasar Modal.
Meri Piryanti, “Penerapan Prinsip Syariah Dalam Investasi Saham Syariah di Pasar Modal”, Tesis Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, (. Didirikan : FATWA PASAR MODAL DAN PETUNJUK UMUM PELAKSANAAN BIDANG PASAR MODAL.
Kerangka Teoritik
Metode Penelitian
Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif yang datanya diambil dari perpustakaan (library Research), yang menitikberatkan pada sumber informasi dari bahan pustaka seperti buku, jurnal, hasil penelitian dan media literatur lain yang relevan dengan penelitian. 21 Must}afa Abu> Bergoyang “Menuju Praktek Hukum Lingkungan Islam: Fiqh al-Bi>'ah fi> al-Isla>m”. Diantara kajian teoritis yang penulis rujuk adalah buku Yu>suf Al-Qarad}a>wi yang berjudul Agama Islam Ramah Lingkungan, buku Ali Yafie yang berjudul Merintis Fikih Lingkungan, kemudian artikel ilmiahnya Must}afa> Abu> - Bergoyang dengan judul Melawan Yurisprudensi Islam. tentang lingkungan hidup: Fiqh al-Bi>'ah \fi> al-Isla>m dan beberapa pendapat ulama lain yang mendukung penelitian ini.
Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis-kualitatif,24 yaitu mendeskripsikan permasalahan yang akan diteliti kemudian dilanjutkan dengan analisis permasalahan yang dalam hal ini adalah permasalahan hukum istinbat>t} dalam fatwa DSN-MUI tentang pasar modal syariah dalam perspektif maqa>s}id asy-syari>'ah dalam rangka pemeliharaan lingkungan. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mencari dan mengkaji sumber data sekunder yang berkaitan dengan pembahasan yang akan diteliti baik berupa ayat Al-Quran, hadis, pandangan-pandangan ulama dalam buku, jurnal atau tulisan yang mendukung analisis mendalam. berkaitan dengan kajian fatwa DSN-MUI tentang pasar modal syariah. Analisis data yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah analisis deskriptif kualitatif, yaitu setelah data yang diperoleh terkumpul, kemudian diuraikan dengan menggunakan dua metode, yaitu metode deduktif (istiba >t}i) untuk menggali hukum (kita} u>l fiqh) menggunakan pernyataan istinba>t}.
Sistematika Pembahasan
Bagian ini akan diawali dengan menganalisis dalil-dalil istinba>t} dalam fatwa DSN-MUI tentang pasar modal, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan transaksi pasar modal syariah dalam perspektif maqa>s}id asy-syari >ah fi> h }ifz} al-bi>'ah, maka akan diketahui dalil fatwa tersebut yang fokusnya hanya pada produk, sedangkan kebutuhan primer lainnya seperti pemeliharaan hidup dikesampingkan. Istinba>t} Peraturan perundang-undangan fatwa DSN-MUI yang digunakan dalam fatwa pasar modal ini pada umumnya tidak dijelaskan secara hujjah atau apa yang jelas wajh ad-dila>lah (argumentasi) nas} (s}ari>h} bukan merupakan al- lafz) dan secara khusus menyebutkan diperbolehkannya hukum jual beli saham di pasar modal sesuai dengan prinsip syariah. Ketegasan membolehkan transaksi di pasar modal merujuk khusus pada pendapat para ulama kontemporer, sebagai respon terhadap perkembangan perekonomian global.
Oleh karena itu, perlu mengkaji kembali fatwa syariah di pasar modal (i'a>da>t an-naz}ar) melalui konsep maqa>s}id asy-syari>'ah fi> h}ifz } untuk memberikan kehidupan baru. al-bi >'ah dalam setiap fatwanya agar sesuai dengan konteks permasalahan yang kita hadapi saat ini dan berkelanjutan. Perlu adanya revisi fatwa syariah ekonomi yang lebih fokus pada visi berkelanjutan dan ramah lingkungan. Salah satunya adalah fatwa pasar modal yang erat kaitannya dengan konflik kepentingan antara dunia usaha dan lingkungan hidup. Nota Kesepahaman antara DSN-MUI dan Bapepam tanggal 14 Maret 2003 M./ 11 Muharram 1424 H dan Pernyataan Bersama Bapepam, APEI dan SRO tanggal 14 Maret 2003 tentang Kerja Sama Pengembangan dan Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal Indonesia .
Efek Syariah adalah surat berharga sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal, yaitu surat berharga yang akad, tata kelola perusahaan, dan cara penerbitannya sesuai dengan prinsip syariah. Shariah Compliance Officer (SCO) adalah pihak atau pejabat suatu perusahaan atau lembaga yang telah mendapatkan sertifikasi dari DSN-MUI untuk memahami prinsip-prinsip syariah di pasar modal.
EKONOMI SYARIAH DAN LINGKUNGAN HIDUP
Analisis Istinba>t} Hukum Fatwa Pasar Modal Syariah
Kesimpulan
Dimana aturan yang berbunyi tafri>q al-hala>l min al-hara>m tidak boleh dimasukkan dalam pertimbangan fatwa tersebut, meskipun sistem pencampuran modal antara bank konvensional dan bank syariah masih diperbolehkan di pasar modal syariah. padahal penerapan kaidah ini akan bertentangan dengan kaidah ushul fiqh yang berbunyi: iz\a> ijtama'a al-h}ala>l wa al-h}ara>m ghuliba al-h}ara>m” . Dari sudut pandang maqa>s}id asy-syari>'ah, fatwa ini juga seolah-olah hanya menjawab kebutuhan ekonomi kaum sich yang bersifat eksklusif dan sementara. Fatwa DSN-MUI tentang Pasar Modal Syariah belum sepenuhnya menjawab permasalahan dan kebutuhan masyarakat pada umumnya saat ini, selain memenuhi kebutuhan investor atau manajemen perusahaan/emiten terutama pada isu-isu yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat. industri/emiten. kepentingan lingkungan hidup, sehingga menjadi krisis lingkungan hidup yang dampaknya menjalar ke permasalahan sosial di masyarakat.
Tujuan dari kajian ini adalah sebagai upaya mengkaji kembali penetapan fatwa dengan menambahkan landasan hukum terkait permasalahan lingkungan hidup, baik dari Al-Qur’an, hadits maupun kaidah ushul fiqh, sehingga dapat dimasukkan dalam produk fiqh. yang ramah lingkungan.. Maka dalam fatwa tersebut juga harus memuat ketentuan transaksi (investasi) yang ditujukan pada produk dan jasa yang ramah lingkungan (ecolabelling) dan larangan tindakan yang merusak baik terhadap lingkungan alam maupun lingkungan masyarakat di mana emiten syariah beroperasi. .
Saran
Zulqarnain, “Penetapan Hukum dalam Hukum Islam: Analisis Metodologi Penetapan Hukum dalam Fatwa DSN-MUI Tentang Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah”, dalam Jurnal Hukum Islam Ar-Risala, Vol. Tim Kajian Fatwa, Kajian Fatwa DSN-MUI Tentang Penerapan Prinsip Syariah di Sektor Pasar Modal, Menteri Keuangan Bapepam-LK, Makalah Tidak Diterbitkan. Pernyataan Kesesuaian Syariah adalah pernyataan tertulis yang diterbitkan oleh DSN-MUI sehubungan dengan suatu Efek Syariah bahwa Efek tersebut sesuai dengan prinsip Syariah.
Emiten atau perusahaan publik yang menerbitkan surat berharga syariah wajib menjamin kegiatan usahanya sesuai prinsip syariah dan mempunyai Pejabat Kepatuhan Syariah. Efek syariah meliputi saham syariah, obligasi syariah, Reksa Dana Syariah, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK EBA) dan efek lainnya yang memenuhi prinsip syariah. Surat berharga komersial syariah merupakan surat pengakuan atas pembiayaan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan prinsip syariah.
Dalam hal DSN-MUI memandang perlu untuk memperoleh informasi, maka DSN-MUI berhak memperoleh informasi dari Bapepam dan pihak lain sehubungan dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. Prinsip-prinsip syariah mengenai pasar modal dan seluruh mekanisme kegiatan yang terkait didalamnya, yang belum diatur dalam fatwa ini, akan ditentukan lebih lanjut dalam fatwa atau keputusan DSN-MUI.