• Tidak ada hasil yang ditemukan

List Obat Farmako.docx

N/A
N/A
indira

Academic year: 2023

Membagikan "List Obat Farmako.docx"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

LIST OBAT FARMAKO

1. Antiseptik

a. Chlorehixidine Gluconate 0,12%

Kemanfaatan:

Menghambat pembentukan biofilm, memiliki kemampuan bakterisidal, efektif sebagai anti-plak dan antinflamasi

Keamanan:

Efek samping: Perubahan rasa dan staining gigi, mulut, tambalan gigi,dan denture.

Efek samping yang paling sering dilaporkan termasuk sakit gigi, lapisan lidah, iritasi kulit dan reaksi hipersensitivitas

Kecocokan:

Pasien tidak memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap Chlorhexidine, ada interaksi obat dengan metronidazole

Harga:Rp 35.000 (botol 150 ml) b. Hydrogen Peroxide (H2O2)

Kemanfaatan:

Dikenal dalam kedokteran gigi sebagai obat kumur untuk lesi oral dan akan menyebabkan lingkurangn oral kurang baik untuk organisme anaerob (Spirochete)

Keamanan:

(-) Sisa oksigen peroksida harus dinetralisir atau dihilangkan (perlu aquades) (-) Menghasilkan larutan yang asam

(-) Menyebabkan gigi sensitif

(-) Terkadang muncul iritasi mukosa oral (-) Mulut kering

(-) Pemanjangan papila filiformis

Kecocokan:

(+) Mudah didapatkan

(-) Memiliki rasa pahit sehingga kurang nyaman untuk berkumur (-) sulit menemukan merk dagang yang dijual di Indonesia

Harga:Hydrogen peroxide 3% 100 mL Rp5.900 c. Povidone Iodine 1%

Kemanfaatan:

Povidon iodin merupakan antiseptik spektrum luas dengan bahan aktif iodin yang dapat menekan pertumbuhan bakteri penyebab karies melalui mekanisme penghancuran fungsi sel dan struktur membran sel dari bakteri apabila digunakan secara rutin, dapat meningkatkan kadar IgA.

Keamanan:

Efek samping berupa rasa panas, kemerahan hingga bengkak, dan iritasi lokal di daerah yang diobati.

(2)

Kecocokan:

Bahan ini dapat menyebabkan iritasi, menghambat penyembuhan luka, bersifat alergen, serta meninggalkan residu. Reaksi toksik iodine akan mengakibatkan iritasi pada beberapa orang yang sensitif.

Harga:Rp30.000-Rp. 60.000/ botol 190 ml 2. Analgesik dan Antipiretik

a. Paracetamol

Kemanfaatan:

Termasuk golongan analgesik untuk meredakan nyeri dan antipiretik untuk menurunkan demam

Keamanan:

Efek samping: Penggunaan jangka lama dalam dosis besar dapat menimbulkan kerusakan hati dan reaksi hipersensitivitas, pasien dengan gangguan hati harus berhati-hati dalam penggunaan. Jika alergi terdapat gejala susah bernafas, pembengkakan pada bibir, lidah, wajah, tenggorokan.

Kecocokan:

Tersedia dalam sediaan tablet, drops dan sirup, tidak memiliki efek antiinflamasi, mampu meredakan rasa nyeri tetapi tidak mengatasi penyebabnya, tidak memiliki interaksi obat dengan sebagian besar antibiotic

Harga:Rp 1.500,00 - Rp 6.000,00/10 tablet b. Ibuprofen

Kemanfaatan:

Memiliki onset yang lebih cepat dibandingkan paracetamol meredakan peradangan dan kemerahan, serta dapat meredakan pembengkakan yang terjadi pada pasien.

Keamanan:

Efek samping jarang terjadi seperti mual, muntah, gangguan sel cerna, dapat terjadi ruam kulit, trombositopenia, dan limfopenia, dan penurunan penglihatan (sangat jarang). Dan kontraindikasi untuk pasien dengan hipersensitivitas ibuprofen, penderita ulkus peptikum.

Kecocokan:

Tidak hanya bekerja sebagai antipiretik tetapi juga memiliki aktivitas sebagai antinflamasi yang dibutuhkan untuk perawatan kasus ini, mampu meredakan rasa sakit akibat peradangan, ada interaksi antara ibuprofen dengan metronidazole, yaitu akan meningkatkan kadar atau efek dari ibuprofen dengan mempengaruhi metabolisme enzim hepatic.

Harga: Rp 3.000,00 - Rp 8.000,00/10 tablet c. Aspirin

Kemanfaatan:

Aspirin merupakan golongan obat NSAID yang sering digunakan untuk pereda atau penghilang nyeri dengan menghambat jalur cyclooxigenase (COX) dan

(3)

sistesis prostaglandin. Penghambatan COX dapat menurunkan sekresi cairan mukus dan sekresi bikarbonat, menyebabkan kerusakan vaskular, pembentukan akumulasi leukosit, dan menghambat diferensiasi sel. Aspirin mampu mereduksi proses inflamasi di dalam sendi dan jaringan sehingga mengurangi gejala dan memperbaiki mobilitas penderita.

Keamanan:

Kontraindikasi untuk pasien dengan alergi aspirin dan beresiko melukai gastrointestinal tract seperti perdarahan pada perut. Pada beberapa penderita menyebabkan asma

Kecocokan:

Merupakan golongan obat NSAID yang sering digunakan untuk pereda atau penghilang nyeri, namun dapat menyebabkan kerusakan mukosa rongga mulut

Harga: Rp. 37.900,00/strip 3. Antiinflamasi

a. Triamcinolone acetonide 0,1%

Kemanfaatan:

Triamcinolone acetonide adalah kortikosteroid yang mempunyai efek untuk mengurangi tanda dan gejala inflamasi pada mukosa oral. Kortikosteroid bekerja dengan cara menghambat fosfolipase A2 sehingga menghambat sintesis asam arakidonat. Asam arakidonat merupakan prekursor dari prostaglandin dan leukotrien yang menyebabkan timbulnya tanda-tanda inflamasi seperti rubor, kalor, tumor, dan dolor. Konsentrasi paling efektif dari triamcinolone acetonide adalah 0,1% dan disarankan untuk diaplikasikan langsung pada ulser.

Keamanan:

Menurunkan sistem imun tubuh, bila penggunaan secara jangka panjang dapat menyebabkan kandidiasis. Obat ini kontraindikasi untuk pasien dengan penyakit diabetes, alergi terhadap obat golongan steroid, penderita dengan imun yang buruk, iritasi gaster, hepatic disease dan pada ibu yang menyusui. Obat ini memiliki efek samping iritasi, mulut terasa gatal, kering dan kemerahan, perubahan warna, reaksi hipersensitif terhadap obat. Konsentrasi paling efektif dari triamcinolone acetonide adalah 0,1% dan disarankan untuk diaplikasikan langsung pada ulser (Herawati, 2019).

Kecocokan:

- Tidak cocok pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas dengan kandungan obat

- Beresiko pada penderita tuberkulosis, tukak lambung, atau diabetes melitus - Memiliki efek teratogenik pada pasien dengan kategori kehamilan C, ibu

menyusui, dan penggunaan geriatric

Harga:Rp. 22.000 - 45.000/tube b. Betamethasone

Kemanfaatan:

Betametason atau betamethasone topikal adalah obat untuk mengatasi peradangan pada kulit yang disebabkan oleh sejumlah kondisi, seperti eksim, reaksi alergi, atau psoriasis.

(4)

Keamanan:

Memiliki efek samping rasa terbakar, gatal, iritasi, kering pada daerah yang diaplikasikan namun hilang beberapa hari saat tubuh mulai menyesuaikan diri dengan obat.

Kecocokan:

Cocok untuk membantu mengurangi pembengkakan, kemerahan, gatal, dan reaksi alergi.Tidak cocok pada penderita idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP), tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit hati, diabetes.

Harga:Rp. 2.700 - 20.600 / tube c. Hidrokortison

Kemanfaatan:

Lebih mudah tertelan, sehingga dapat mempengaruhi sistemik secara langsung.

Obat ini bekerja dengan menenangkan respons kekebalan tubuh untuk mengurangi rasa sakit, gatal, dan bengkak (peradangan). Mereka meringankan rasa sakit sariawan dan mempercepat penyembuhan.

Keamanan:

Ada efek samping mual, muntah, pusing, pingsan, otot lemah,adrenal, mengantuk, nafas pendek,

Kecocokan:

Tablet bukal hidrokortison dapat digunakan oleh kebanyakan orang dewasa dan anak-anak berusia 1 bulan ke atas. Tidak cocok untuk pasien dengan memiliki reaksi alergi terhadap hidrokortison atau obat lain, tidak dapat mencerna gula yang disebut laktosa (intoleransi laktosa), memiliki infeksi mulut atau cedera, memakai gigi palsu (gigi palsu), terus terkena sariawan atau semakin parah, sedang hamil atau mencoba untuk hamil.

Harga:Rp. 3.900,00 – Rp. 16.400,00/tube 4. Antibiotik

a. Amoxicillin

Kemanfaatan:

Amoxicillin adalah antibiotik turunan penicillin semisintetis, termasuk golongan penicillin (first line antibiotic), mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram positif dan negatif, bekerja secara bakterisida dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga plasma sel bakteri keluar dan kemudian pecah.

Keamanan:

Efek samping: reaksi hipersensitivitas, gangguan hematologi, mual, muntah, muncul ruam pada kulit, diare, urticaria dan erythematous rashes.

Kecocokan:

Amoxicillin tidak memiliki interaksi dengan ibuprofen dan paracetamol, cepat diserap dalam pemakaian oral, pasien tidak memiliki riwayat alergi penicillin, pasien sedang tidak konsumsi obat lain.

(5)

Harga:Rp. 3.000,00 - Rp. 10.800,00/strip b. Metronidazole

Kemanfaatan:

Metronidazol merupakan antibiotik yang berguna dalam mengatasi berbagai peradangan akibat protozoa dan bakteri anaerob. Spektrum metronidazol terbatas pada bakteri anaerob obligat dan beberapa bakteri mikroaerofilik, dan paling efektif melawan bakteri anaerob Gram negatif yang bertanggung jawab pada peradangan orofasial akut dan periodontitis kronis.

Keamanan:

Pusing,sakit kepala, mual, muntah, hilangnya nafsu makan, diare, sembelit, rasa pahit di mulut, perubahan warna urine menjadi lebih gelap

Kecocokan:

Pasien sedang konsumsi obat lain, memiliki interaksi dengan ibuprofen, yaitu akan meningkatkan kadar atau efek dari ibuprofen dengan mempengaruhi metabolisme enzim hepatic, tidak tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, sirup, ovula, suppositoria, dan infus

Harga:Rp. 3.000,00 - Rp.15.000,00/strip c. Klindamisin

Kemanfaatan:

Klindamisin merupakan obat antibiotik yang efektif untuk bakteri jenis gram negatif anaerob sehingga dapat diterapkan pada kasus NUG yang diakibatkan bakteri gram negative Fusiform bacillus dan Spirochete.

Keamanan:

Efek samping:dapat menyebabkan hipersensitivitas. Terdapat efek samping mual, pusing, diare, serta diwaspadai adalah timbulnya colitis psudomembran

Kecocokan:

Efektif terhadap bakteri anaerob (pencegahan infeksi), penetrasi yang baik ke jaringan lunak dan keras

Harga:Rp10.600,00 - Rp38.000,00/strip d. Eritromisin

Kemanfaatan:

Eritromisin merupakan antibiotika golongan makrolid yang bekerja dengan menghambat sintesis protein kuman dan umumnya bersifat bakteriostatik, walaupun terkadang dapat bersifat bakterisidal untuk kuman yang sangat peka.

Eritromisin memiliki efek terbesar terhadap kokus Gram-positif, seperti S.

pyogens dan S. pneumoniae. S. aureus yang resisten terhadap eritromisin sering dijumpai di rumah sakit. Eritromisin tidak aktif terhadap kebanyakan kuman Gram-negatif.

Keamanan:

(6)

Kontraindikasi pada pasien dengan penyakit hati, efek samping pada beberapa pasien menyebabkan mual, muntah, anoreksia, diare, gangguan fungsi hati, demam, eosinofilia, ruam

Kecocokan:

Pasien tidak memiliki penyakit lain, eritomisin tidak memiliki interaksi dengan ibuprofen dan paracetamol

Harga:Rp11.700,00 - Rp26.000,00/strip 5. Antihistamin Generasi Kedua

a. Cetirizine

Kemanfaatan:

Cetirizine adalah obat yang digunakan dalam pengobatan rinitis alergi dan urtikaria. Cetirizine adalah antihistamin generasi kedua yang efektif meredakan bersin, rinore, dan mata berair yang terkait dengan alergi musiman dan rinitis alergi akibat alergi seperti tungau, debu, dan jamur. Cetirizine juga efektif mengurangi keparahan gatal-gatal dan secara signifikan mengurangi pruritus pada pasien dengan urtikaria idiopatik. Cetirizine telah ditemukan untuk mengerahkan aktivitas anti-inflamasi yang signifikan, mengurangi infiltrasi sel-sel inflamasi dalam pengaturan rinitis alergi.

Keamanan:

Cetirizine merupakan substrat P-glycoprotein (gP) yang terbatas kemampuannya dalam melintasi sawar otak. Karenanya, sangat sedikit kadar obat terikat pada reseptor histamin serebral, sehingga efek sedasi obat minimal. Efek samping yang dapat terjadi setelah seseorang mengonsumsi obat cetirizine adalah mulut kering, sakit tenggorokan, sakit perut, diare. Efek samping dari cetirizine dapat terjadi yang biasanya tidak memerlukan perhatian medis. Efek samping ini dapat hilang selama perawatan karena tubuh menyesuaikan diri dengan obat. Juga, profesional perawatan kesehatan mungkin dapat memberitahu tentang cara-cara untuk mencegah atau mengurangi beberapa efek samping ini.

Kecocokan:

- Pasien tidak memiliki alergi cetirizine, hydroxyzine (cetirizine adalah metabolit hydroxyzine).

- Aman pada kehamilan (namun lebih aman pada antihistamin generasi kesatu).

- Kurang direkomendasikan untuk ibu menyusui (Naqvi, 2020).

- Tidak memiliki interaksi dengan triamcinolone, betamethasone (drug.com)

Harga:Rp. 2.800 - 14.500 / strip b. Loratadine

Kemanfaatan:

Loratadine digunakan untuk meringankan gejala alergi (alergi terhadap serbuk sari, debu, atau zat lain di udara) dan alergi lainnya. Loratadine termasuk dalam kelas obat antihistamin. Obat ini bekerja dengan menghalangi aksi histamin, suatu zat dalam tubuh yang menyebabkan gejala alergi.

Keamanan:

Efek samping yang mungkin terjadi adalah sakit kepala, merasa lelah, sakit perut, muntah, mulut kering, merasa gugup atau hiperaktif. Hentikan

(7)

penggunaan bila merasakan sakit kepala yang sangat parah, rasa pusing seperti akan pingsan dan detak jantung yang cepat atau tidak beraturan.

Kecocokan:

- Tidak cocok pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap obat atau komponen formulasi loratadine

- Penggunaan pada ibu menyusui harus berkonsultasi dengan dokter - Tidak memiliki interaksi dengan triamcinolone, betamethasone

Harga:Rp. 2.600 - 12.700 / strip

Referensi

Dokumen terkait

Gigi samping atau bagian ujung kikir digunakan untuk membuang lapisan yang keras, seperti lapisan terak/karbon pada kulit benda kerja sebagai akibat pembentukan proses panas, atau

sebelumnya; UV-B (290 - 320nm) yang mengakibatkan sunburn maupun reaksi iritasi, serta kanker kulit apabila terlalu lama terpapar dan UV-C (200 - 290nm) yang tertahan

Beberapa studi telah dilakukan untuk membanding PEG-asp IV dan IM, didapatkan bahwa efek samping reaksi hipersensitivitas pemberian satu dosis PEG-asp IV pada bulan pertama

Menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan dan menyebabkan efek seperti yang dijelaskan pad kontak dengan kulit secara akut.. Pernah dilaporkan jika bahan

Uji iritasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya efek samping yang dihasilkan oleh sediaan masker gel ekstrak kulit putih semangka, dilakukan dengan cara

Menurut Wasitaatmadja 1997 dalam purba 2016, pengujian iritasi terhadap kulit untuk mengetahui ada atau tidaknya efek samping, dilakukan dengan cara sabun

Reaksi efek samping ini pada umumnya tergantung pada dosis dan disebabkan oleh kadar obat dalam plasma yang tinggi yang bisa terjadi karena over dosis, absorbsi (penyerapan)

Gambar 39-2 Obat Anti Tiroid Efek Samping Efek samping minor dari terapi thionamide terlihat pada sekitar 5% dari pasien, yaitu urtikaria atau ruam kulit berbentuk makula, arthralgia