• Tidak ada hasil yang ditemukan

Logos, Ethos dan Pathos Di dalam Public Speaking

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Logos, Ethos dan Pathos Di dalam Public Speaking"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Penyimpulan Public Speaking Melalui Evaluasi ; Logos Pathos dan Ethos

Ilma Saakinah Tamsil M.Comm

(2)

LOGOS, PATHOS dan ETHOS

• Logos  appeal to logic

• Pathos  appeal to emotions

• Ethos  appeal to ethics

(3)

LOGOS

• Pengusaan pengetahuan, memiliki banyak perbendaharaan kata, memiliki banyak

contoh, serta mampu memberikan gambaran yang luas dan terperinci secara rasional

• Dengan penguasaan ilmu dan logika yang kuat, pembicara dapat mengarahkan

pemikiran khalayak karena mereka akan

memadang bahwa apa yang dikatakan oleh pembicara sebagai sesuatu yang sungguh- sungguh rasional dan benar adanya

(4)

CONTOH LOGOS

• Elsa menjadi pembicara di sebuah seminar bidang arkeologi sehingga Elsa harus dapat menjabarkan secara lengkap, kompleks dan

terorganisir. Elsa juga harus mengusai kosakata, istilah-istilah yang berkaitan, ditambah dengan info yang up to date misalnya melalui jurnal-

jurnal penelitian arkeologi, mempelajari data- data dari Pusat Pengembangan dan Penelitian Arkeologi Nasional maupun data dari lembaga arkeologi berskala internasional seperti World Archeology Congress

(5)

LOGOS

Menjadi seorang orator yang berbicara di hadapan audiens haruslah menjabarkan hal yang memadai, fakta dan masuk akal

Namun pembahasan bukan merupakan

pembahasan mengenai ‘misalnya’ ‘andaikan’ dan

‘coba bayangkan’

Uraian secara logis tersebut merupakan landasan utama seorang bagi seseorang untuk dapat

berbicara di depan audiens agar apa yang

dikatakannya tidak sekedar menjadi angin lalu

(6)

ETHOS

Berkaitan dengan integritas, karakter dan

kredibilitas seseorang untuk membujuk orang ramai

Memiliki ethos berarti memiliki karakter yang bisa dipercaya dan memiliki alasan untuk dipercaya karena kepercayaan merupakan elemen penting untuk melakukan komunikasi

Pembicara harus mampu meyakinkan khalayak bahwa ia memang berkompeten dan mampu meyampaikan suatu topik pembicaraan

(7)

CONTOH ETHOS

Di dalam sebuah seminar kesehatan Jantung,

panitia memilih seorang pembicara yaitu seorang dokter yang sudah berpengalaman di bidang

spesialisasi penyakit Jantung , yang telah

melakukan banyak penelitian, kaya pengalaman, terkenal, dihormati, memiliki track record yang baik dan positif, menjunjung etika kedokteran, profesional dan santun

Karena pembicara seperti ini dipercaya oleh

audiens untuk memberikan materi dalam seminar tersebut

(8)

ETHOS

Seorang orator harus mampu menarik

perhatian audiens sehingga memiliki persepsi yang diinginkan oleh sang orator, maka dia

sudah di anggap mampu dan dapat di

percaya karena apa yang di katakannya

benar-benar disimak dan diterima oleh

pendengar

(9)

PATHOS

• Hubungan emosional antara pembicara dengan audiens

• Merupakan pengendalian diri, tidak mudah tersinggung dan panik serta empati kepada audiens

• Para pembicara mungkin mendapatkan

pertanyaan dan kritik dari audiensnya, namun mereka harus mampu untuk mengendalikan emosi dan memahami audiensnya

(10)

PATHOS

• Pathos dapat dikorelasikan dengan cara

penyampaian orasi, misalnya pembicara ketika memberi penekanan-penekanan emosi sehingga apa yang disampaikannya penuh dengan gairah dan semangat sehingga pendengar bisa merasa terpacu untuk bertindak

• Pathos dalam berkomunikasi bisa ditunjukkan misalnya lewat intonasi, cerita dan metafora yang bisa membangkitkan perasaan serta bahasa tubuh

(11)

CONTOH PATHOS

Seorang orator menyampaikan aspirasi terhadap pemerintahan di hadapan

pendengarnya. Orator tersebut

menyampaikan kesedihan dan keprihatinan terhadap warga miskin yang semakin

terpuruk. Jika audiens simpati saat

mendengar cerita tersebut, maka orator

berhasil memiliki aspek Logos dalam dirinya

sebagai pembicara

(12)

Setelah memiliki ketiga aspek ; Ethos, Pathos dan Logos 

memenuhi kriteria pembicara yang

baik (expert)

(13)

TERIMAKASIH

Referensi

Dokumen terkait

Keywords: opium, drug trafficking, terrorism, Afghanistan, Saffron Introduction While the phenomenon of drugs is a major social problem that exists in almost all societies in the

Changes in the constitution that use the dual system, which means that the constitution or the Basic Law is amended, have also been experienced in Indonesia, namely the amendments to