Penyimpulan Public Speaking Melalui Evaluasi ; Logos Pathos dan Ethos
Ilma Saakinah Tamsil M.Comm
LOGOS, PATHOS dan ETHOS
• Logos appeal to logic
• Pathos appeal to emotions
• Ethos appeal to ethics
LOGOS
• Pengusaan pengetahuan, memiliki banyak perbendaharaan kata, memiliki banyak
contoh, serta mampu memberikan gambaran yang luas dan terperinci secara rasional
• Dengan penguasaan ilmu dan logika yang kuat, pembicara dapat mengarahkan
pemikiran khalayak karena mereka akan
memadang bahwa apa yang dikatakan oleh pembicara sebagai sesuatu yang sungguh- sungguh rasional dan benar adanya
CONTOH LOGOS
• Elsa menjadi pembicara di sebuah seminar bidang arkeologi sehingga Elsa harus dapat menjabarkan secara lengkap, kompleks dan
terorganisir. Elsa juga harus mengusai kosakata, istilah-istilah yang berkaitan, ditambah dengan info yang up to date misalnya melalui jurnal-
jurnal penelitian arkeologi, mempelajari data- data dari Pusat Pengembangan dan Penelitian Arkeologi Nasional maupun data dari lembaga arkeologi berskala internasional seperti World Archeology Congress
LOGOS
• Menjadi seorang orator yang berbicara di hadapan audiens haruslah menjabarkan hal yang memadai, fakta dan masuk akal
• Namun pembahasan bukan merupakan
pembahasan mengenai ‘misalnya’ ‘andaikan’ dan
‘coba bayangkan’
• Uraian secara logis tersebut merupakan landasan utama seorang bagi seseorang untuk dapat
berbicara di depan audiens agar apa yang
dikatakannya tidak sekedar menjadi angin lalu
ETHOS
• Berkaitan dengan integritas, karakter dan
kredibilitas seseorang untuk membujuk orang ramai
• Memiliki ethos berarti memiliki karakter yang bisa dipercaya dan memiliki alasan untuk dipercaya karena kepercayaan merupakan elemen penting untuk melakukan komunikasi
• Pembicara harus mampu meyakinkan khalayak bahwa ia memang berkompeten dan mampu meyampaikan suatu topik pembicaraan
CONTOH ETHOS
• Di dalam sebuah seminar kesehatan Jantung,
panitia memilih seorang pembicara yaitu seorang dokter yang sudah berpengalaman di bidang
spesialisasi penyakit Jantung , yang telah
melakukan banyak penelitian, kaya pengalaman, terkenal, dihormati, memiliki track record yang baik dan positif, menjunjung etika kedokteran, profesional dan santun
• Karena pembicara seperti ini dipercaya oleh
audiens untuk memberikan materi dalam seminar tersebut
ETHOS
•
Seorang orator harus mampu menarik
perhatian audiens sehingga memiliki persepsi yang diinginkan oleh sang orator, maka dia
sudah di anggap mampu dan dapat di
percaya karena apa yang di katakannya
benar-benar disimak dan diterima oleh
pendengar
PATHOS
• Hubungan emosional antara pembicara dengan audiens
• Merupakan pengendalian diri, tidak mudah tersinggung dan panik serta empati kepada audiens
• Para pembicara mungkin mendapatkan
pertanyaan dan kritik dari audiensnya, namun mereka harus mampu untuk mengendalikan emosi dan memahami audiensnya
PATHOS
• Pathos dapat dikorelasikan dengan cara
penyampaian orasi, misalnya pembicara ketika memberi penekanan-penekanan emosi sehingga apa yang disampaikannya penuh dengan gairah dan semangat sehingga pendengar bisa merasa terpacu untuk bertindak
• Pathos dalam berkomunikasi bisa ditunjukkan misalnya lewat intonasi, cerita dan metafora yang bisa membangkitkan perasaan serta bahasa tubuh
CONTOH PATHOS
•