• Tidak ada hasil yang ditemukan

2215040057 Lp02

N/A
N/A
FAHRI SAING

Academic year: 2025

Membagikan "2215040057 Lp02"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM LAPANGAN MATA KULIAH OBSERVASI

SETTING SOSIAL

Disusun Oleh :

Dinda Salsabila (2215040057)

Dosen Pengampu : Mardenny, S.Psi., M.Psi.,

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI ISLAM FAKULTAS USHULUDDIN & STUDI AGAMA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI IMAM BONJOL PADANG 1445 H/ 2024 M

(2)

ii

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami ucapkan atas kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya. Berupa kesehatan dan kesempatan sehingga saya dapat menyelesaikan laporan hasil observasi ini dengan sebaik mungkin. Shalawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw. Semoga kita termasuk dari golongan yang kelak mendapatkan syafaatnya.

Selanjutnya, terima kasih kami ucapkan kepada bapak Mardenny,S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku dosen pengampu mata kuliah Observasi atas segala bimbingan yang diberikan, sehingga saya dapat menyelesaikan laporan hasil observasi tentang Perilaku Introvert. Saya sebagai penulis menyadari laporan ini masih sangat jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang sifatnya membangun selalu saya harapkan.Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala urusan kita. Amiin. Sebelumnya penulis mohon maaf apabila ada terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan.

Padang, 12 mei 2024

Penulis

(3)

iii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... ii

DAFTAR ISI ... iii

A. PENDAHULUAN ... 1

1. Latar Belakang ... 1

2. Rumusan Masalah ... 1

3. Tujuan Observasi ... 1

B. LANDASAN TEORI ... 1

C. METODE OBSERVASI ... 2

1. Definisi Operasional ... 2

2. Indikator Perilaku... 3

3. Jenis Observasi... 3

4. Teknik Pencatatan Data ... 4

5. Langkah Observasi... 4

6. Subjek ... 4

7. Observer ... 4

8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan ... 4

D. HASIL OBSERVASI ... 4

1. Deskripsi Subjek ... 4

2. Deskripsi Data Observasi ... 4

3. Analisis Data ... 5

4. Dinamika Psikologis ... 6

5. Pembahasan... 6

E. PENUTUP ... 6

1. Kesimpulan ... 6

2. Saran ... 7

DAFTAR PUSTAKA ... 8

(4)

1

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Bulan lalu saya mengikuti sebuah volunteer, saat ada acara buka bersama anggota, saya bertemu teman dengan beberapa anggota yg ternyata juga berkuliah di uin, jadi waktu itu teman saya dengan inisial F dari fakultas syariah memperkenalkan kepada saya teman nya yang berinisial R (orang yang di observasi) kami berkenalan dan berteman tapi anehnya dia ini pendiam tidak banyak bicara, terkadang hanya mengangguk atau berdehem jika di tanya. Setelah dari sana saya dan anggota uin dalam volunter ini sering pergi bersama, baik itu pergi bermain atau sekedar membuat tugas bersama. Teman saya yg berinisial R ( yang di observasi) ini awalnya tidak ingin ikut jika temannnya yg berinisial F ini tidak ikut jika kami ingin pergi.selama saya memperhatikannya dia ini anak yang sering di kos,dan jarang pergi keluar jika tidak kuliah. Tapi lambat laun inisial R ini mau pergi walau teman-teman dekat nya tidak ikut bersama. Hal yang aneh itu walaupun dia sering ikut bersama tapi dia cuman banyak diam sibuk dengan kegiatannya sendiri jika di tanya saja baru berbicara. Jadi saya ingin tau apakah dia sebenarnya adalah orang introvert yang ingin berteman?. maka dari itu saya tertarik ingin mengobservasi R ini.

2. Rumusan Masalah: Bagaimana pola interaksi social R yg cenderung introvert

3. Tujuan Observasi : Untuk mengetahui pola interaksi social R yang cenderung introvert

B. LANDASAN TEORI

Teori introvert menurut Carl Gustav Jung berfokus pada sifat-sifat individu yang memprioritaskan pengembangan diri sendiri dan memproses informasi secara lebih introspektif. Menurut Jung, introvert memiliki orientasi ekspresi energi yang lebih ke dalam diri mereka sendiri, berbeda dengan orang ekstrovert yang mengarahkan energi ke luar. Jung mengklasifikasikan orang menjadi dua tipe kepribadian utama: ekstrovert dan introvert. Orang dengan kepribadian ekstrovert arah ekspresi energinya keluar, mengarahkan minatnya ke lingkungan sekitar, dan berpikir, merasakan, dan bertindak sehubungan dengan faktor eksternal. Sebaliknya, orang dengan kepribadian introvert orientasi ekspresi energinya kedalam, mereka

(5)

2

berpikir, merasakan, dan bertindak dengan cara yang menunjukkan bahwa subjek tersebut adalah faktor motivasi utama.

Jung juga menekankan bahwa introvert memiliki kelebihan seperti menjadi pendengar yang baik, bijaksana, dan memiliki empati yang tinggi. Mereka dapat menjadi teman yang setia dan dapat membantu orang lain dalam berbagai situasi.

Namun, mereka juga dapat memiliki kekurangan seperti cenderung menjadi cemas dalam situasi yang tidak terstruktur atau tidak mereka kenali, serta dapat kehabisan energi jika terlalu lama berinteraksi dengan orang lain. Dalam sintesis, teori Carl Jung tentang introvert menekankan bahwa mereka memiliki preferensi untuk memproses informasi secara lebih introspektif dan berinteraksi dengan lingkungan secara lebih selektif. Mereka cenderung memperoleh energi dari aktivitas psikis seperti kontemplasi, merenung, dan refleksi diri, dan mereka dapsat kehabisan energi jika terlalu lama berinteraksi dengan orang lain. Menurut jung aspek aspek nya yaitu Mengutamakan hidup pada diri sendiri, Mengutamakan pemahaman subjektif, Menerima dunia luar dengan sangat selektif, Mengutamakan empati yang tinggi, Mengutamakan kelebihan dalam berbagai situasi.

C. METODE OBSERVASI 1. Devinisi Operasional:

a. Mengutamakan hidup pada diri sendiri: Orang introvert lebih mengutamakan hidup pada diri mereka sendiri, lebih nyaman untuk sendiri dan bereksplorasi lewat pemikirannya

b. Mengutamakan pemahaman subjektif: Orang introvert memiliki pemahaman yang baik terhadap dunia dalam diri sendiri dengan semua bias, fantasi, mimpi dan perspsi yang bersifat individu

c. Menerima dunia luar dengan sangat selektif: Orang introvert akan menerima dunia luar dengan sangat selektif dan dengan pandangan subjektif

d. Mengutamakan empati yang tinggi: Orang introvert memiliki empati yang tinggi terhadap hal-hal di sekitarnya, memperhatikan bahasa tubuh dan ekspresi orang lain, sehingga lawan bicaranya merasa jauh lebih nyaman untuk memulai obrolan

e.Mengutamakan kelebihan dalam berbagai situasi: Orang introvert dapat

memiliki kelebihan dalam berbagai situasi, seperti menjadi pendengar yang baik, bijaksana, dan memiliki empati yang tinggi

(6)

3 2. Indikator Prilaku

No Aspek-aspek Target prilaku Ya Tidak Gambaran prilaku 1. Mengutamakan

hidup pada diri sendiri

lebih nyaman untuk sendiri dan

bereksplorasi lewat pemikirannya

Mengerjakan tugas dengan usaha nya sendiri walau dia sedang bersama teman sekelasnya

2.

Mengutamakan pemahaman subjektif

memiliki

pemahaman yang baik terhadap dunia dalam diri sendiri dengan semua bias, fantasi, mimpi dan perspsi yang bersifat individu

3. Menerima dunia luar dengan sangat selektif

menerima dunia luar dengan sangat selektif dan dengan pandangan subjektif 4. Mengutamakan

empati yang tinggi

memperhatikan bahasa tubuh dan ekspresi orang lain, sehingga lawan bicaranya merasa jauh lebih nyaman untuk memulai obrolan

DIa tau saat saya berbicara dan tenggorokan saya terasa kering dia menyodorkan air pada saya

5. Mengutamakan kelebihan dalam berbagai situasi

memiliki kelebihan dalam berbagai situasi, seperti menjadi pendengar yang baik,

bijaksana, dan memiliki empati yang tinggi

Saat saya berbicara atau bercerita dengan nya dia tidak ada menyela atau mengintrupsinya dia

mendengar dengan baik lalu berbicara saat di minta

3. Jenis Observasi: Partisipan

4. Teknik Pencatatan Data: Time sampling

(7)

4 5. Langkah Observasi:

 Persiapan:Mempersiapkan alat observasi seperti buku pencatatan untuk mencatat perilaku subjek

 Pengamatan yang sistematis: yaitu dengan cara memperhatikan dan berinteraksi secara langsung dengan subjek.

 Fokus pada variasi partisipasi: yaitu dengan cara mengamati subjek apakah subjek ini memiliki sifat yang mencerimankan perilaku self disclosure.

 Mencatat pola partisipasi: dengan cara mengidentifikasi pola partisipasi yang muncul pada saat observasi berlangsung.

 Analisis : yaitu ketika observasi telah selesai, tinjau atau periksa catatan serta apa yang dapat dipelajari dari pola partisipasi yang dilakukan saat bersama subjek.

6. Subjek: Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang jurusan hukum Ekonomi Syariah yang berinisal R.

7. Observer: Dinda Salsabila

8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan: pukul 13.30- 17.00

D. Hasil Observasi

1. Deskripsi subjek: subjek berinisial R berjenis kelamin laki-laki mahasiswa UIN jurusan hukum ekonomi syariah berusia 19 memiliki tinggi 171 cm postur tergap dengan warna kulit sawo matang, jika pergi main keluar biasanya dia selalu menggunakan hoodie hitam nya

2. Deskripsi Data Observasi

No Aspek-aspek Target prilaku Ya Tidak Gambaran prilaku 1. Mengutamakan

hidup pada diri sendiri

lebih nyaman untuk sendiri dan

bereksplorasi lewat pemikirannya

✔️ Mengerjakan tugas dengan usaha nya sendiri walau dia sedang bersama teman sekelasnya

2.

Mengutamakan pemahaman subjektif

memiliki

pemahaman yang baik terhadap dunia dalam diri sendiri dengan semua bias, fantasi, mimpi dan

✔️

(8)

5 perspsi yang

bersifat individu

3. Menerima dunia luar dengan sangat selektif

menerima dunia luar dengan sangat selektif dan dengan pandangan subjektif

✔️ Dia memilih-milih orang untuk menjalin pertemanan

4. Mengutamakan empati yang tinggi

memperhatikan bahasa tubuh dan ekspresi orang lain, sehingga lawan bicaranya merasa jauh lebih nyaman untuk memulai obrolan

✔️ DIa tau saat saya berbicara dan tenggorokan saya terasa kering dia menyodorkan air pada saya

5. Mengutamakan kelebihan dalam berbagai situasi

memiliki kelebihan dalam berbagai situasi, seperti menjadi pendengar yang baik,

bijaksana, dan memiliki empati yang tinggi

Saat saya berbicara atau bercerita dengan nya dia tidak ada menyela atau mengintrupsinya dia

mendengar dengan baik lalu berbicara saat di minta

3. Analisis Data:

a. Mengutamakan hidup pada diri sendiri: Orang introvert lebih mengutamakan hidup pada diri mereka sendiri, lebih nyaman untuk sendiri dan bereksplorasi lewat pemikirannya

b. Mengutamakan pemahaman subjektif: Orang introvert memiliki pemahaman yang baik terhadap dunia dalam diri sendiri dengan semua bias, fantasi, mimpi dan perspsi yang bersifat individu

c. Menerima dunia luar dengan sangat selektif: Orang introvert akan menerima dunia luar dengan sangat selektif dan dengan pandangan subjektif

d. Mengutamakan empati yang tinggi: Orang introvert memiliki empati yang tinggi terhadap hal-hal di sekitarnya, memperhatikan bahasa tubuh dan ekspresi orang lain, sehingga lawan bicaranya merasa jauh lebih nyaman untuk memulai obrolan

(9)

6

e.Mengutamakan kelebihan dalam berbagai situasi: Orang introvert dapat

memiliki kelebihan dalam berbagai situasi, seperti menjadi pendengar yang baik, bijaksana, dan memiliki empati yang tinggi

3. Dinamika Psikologis:

• inisial R cenderung mengarahkan energi ke dalam diri mereka sendiri. Mereka lebih memperoleh energi dari aktivitas yang melibatkan pemrosesan internal, seperti membaca, merenung, atau berkontemplasi.

• R cenderung menganalisis pemikiran dan perasaan mereka, serta mencari makna dalam pengalaman hidup mereka melalui waktu sendiri.

•Meskipun introvert R tidak secara aktif mencari interaksi sosial, mereka tetap memiliki sensitivitas terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

• R mungkin merasa lebih nyaman dan aman dalam lingkungan yang tenang

4. Pembahasan

menurut Carl Gustav Jung berfokus pada sifat-sifat individu yang

memprioritaskan pengembangan diri sendiri dan memproses informasi secara lebih introspektif. Menurut Jung, introvert memiliki orientasi ekspresi energi yang lebih ke dalam diri mereka sendiri, berbeda dengan orang ekstrovert yang

mengarahkan energi ke luar. Jung mengklasifikasikan orang menjadi dua tipe kepribadian utama: ekstrovert dan introvert. Orang dengan kepribadian ekstrovert arah ekspresi energinya keluar, mengarahkan minatnya ke lingkungan sekitar, dan berpikir, merasakan, dan bertindak sehubungan dengan faktor eksternal.

Sebaliknya, orang dengan kepribadian introvert orientasi ekspresi energinya kedalam, mereka berpikir, merasakan, dan bertindak dengan carayang menunjukkan bahwa subjek tersebut adalah faktor motivasi utama.

Setelah saya mengobservasi ternyata 4 dari 5 indikator tersebut ada pada inisial R dengan aspek² Mengutamakan hidup pada diri sendiri, Mengutamakan

pemahaman subjektif, Menerima dunia luar dengan sangat selektif,

Mengutamakan empati yang tinggi, Mengutamakan kelebihan dalam berbagai situasi

E. Penutup 1. Kesimpulan

Dalam simpulan, teori introvert menurut Carl Jung menekankan bahwa individu introvert memiliki preferensi untuk memprioritaskan pengembangan diri dan memproses informasi secara introspektif. Mereka mengarahkan energi ke dalam diri mereka sendiri, berbeda dengan individu ekstrovert yang mengarahkan energi ke luar. Individu introvert cenderung menjadi pendengar yang baik, bijaksana, dan memiliki empati yang tinggi. Mereka memiliki kecenderungan untuk hidup pada diri sendiri, mengutamakan pemahaman subjektif, menerima dunia luar dengan selektif, dan menunjukkan kelebihan dalam berbagai situasi.

Namun, introvert juga dapat memiliki kekurangan seperti cenderung menjadi cemas dalam situasi yang tidak terstruktur atau tidak dikenal, serta dapat

(10)

7

kehabisan energi jika terlalu lama berinteraksi dengan orang lain. Penting untuk diingat bahwa teori ini menggambarkan preferensi umum introvert, tetapi setiap individu memiliki keunikan dalam kepribadian mereka dan dapat memiliki variasi dalam preferensi dan karakteristik introvert.

2. Saran

Jika kamu lelah Jangan ragu ragu untuk bercerita temukan lingkungan yang nyaman dan mendukung, kenali dan hargai diri sendiri, latih kemampuan komunikasi dalam kelompok, cari lah orang-orang yang memahami mu menghargai kepribadian mu

(11)

8

Daftar pustaka

Di akses pada 12 05 2024 https://www.zenius.net/blog/introvert-ekstrovert-carl- gustav-jung

Di akses pada 12 05 2024

https://nationalgeographic.grid.id/read/133791428/memaknai-sejarah-psikologi- kepribadian-carl-jung-introvert-ekstrovert?page=all

Di akses pada 14 05 2024https://tugu.com/artikel/mengenal-perbedaan-karakter- introvert-dan-ekstrovert-serta-mengenal-cara-kerjanya

Di akses pada 14 05 2024

https://nationalgeographic.grid.id/read/133791428/memaknai-sejarah-psikologi- kepribadian-carl-jung-introvert-ekstrovert?page=all

Di akses pada 14 05 2024 https://www.brainacademy.id/blog/tipe-kepribadian- ekstrovert-dan-introvert

Referensi

Dokumen terkait

Dalam menyampaikan gagasan kita kepada orang lain secara lisan tentunya harus memperhatikan bahasa yang akan digunakan karena jika lawan bicara kita tidak

Bentuk deiksis persona orang kedua yang digunakan secara symbolic pemahaman makna dan arah rujukan pembicara terhadap lawan bicaranya dapat dilihat dari konteks

yang baik dan memiliki empati yang tinggi pada orang lain. mempengaruhi seseorang akan lebih mudah untuk memaafkan

Bungong memiliki makna dalam kalimat tersebut karena penutur ingin mengatakan kepada lawan bicaranya bahwa si Mariana merupakan gadis yang paling cantik

Jepang berbicara dalam high context sehingga apa yang mereka ucapkan sering menimbulkan ambigue bagi orang yang menjadi lawan bicaranya (bisnisnya), Ketika menolak

Orang Jawa sering kali menyatakan pendapatnya secara tak langsung kepada lawan bicaranya. Seolah – olah apa yang dikatakannya tertuju pada dirinya sendiri atau paling

orang ketiga, perubahan dari keadaan informal atau sebaliknya, perubahan subjek, dan untuk bergengsi. Pembicara terkadang melakukan alih kode ke lawan bicaranya untuk tujuan

Kelompok introvert maupun ekstrovert memiliki empati afektif dalam kategori sedang yang lebih dominan dibandingkan empati kognitif, yang berarti bahwa mahasiswa dapat merasakan