• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mahasiswa Sebagai Agent of Change

N/A
N/A
ritika adiba

Academic year: 2023

Membagikan "Mahasiswa Sebagai Agent of Change"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 2

PEMBAHASAN

Mahasiswa sebagai generasi muda bangsa terkenal dengan teriakan agent of change.

Peran Mahasiswa sangat besar dalam perubahan Indonesia yang sudah terlihat dalam masa kemerdekaan hingga saat ini dengan kepedulian yang tinggi dan melakukan pergerakan yang maju. Pada era Disrupsi ini, tantangan yang harus dihadapi oleh setiap mahasiswa dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan melakukan suatu inovasi yang menyebarkan virus yang bermanfaat untuk setiap kalangan. Mahasiswa harus terus melakukan perubahan besar di tengah masyarakat dan menjadi pion yang mendorong masyarakat melakukan suatu kontribusi nyata dalam mewujudkan suatu cita – cita bangsa.

Menghadapi era Disrupsi Mahasiswa dapat meningkatkan Ilmu pengetahuan dan literasi teknologi demi kesiapan mahasiswa dalam menghadapi masa mendatang untuk memiliki etos kerja, optimistis, sikap terbuka, dan dapat bekerjasama dalam menyelesaikan berbagai

permasalahan yang dinamis dan kompleks. Hal tersebut, menjadi keuntungan mahasiswa untuk bergerak tepat dalam waktu yang cepat dalam melakukan perubahan besar.

Disrupsi sendiri adalah sebuah era terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran yang secara fundamental mengubah semua sistem, tatanan, dan landscape yang ada ke cara-cara baru.

Akibatnya pemain yang masih menggunakan cara dan sistem lama akan kalah bersaing.Dalam menyikapi era disrupsi ini masyarakat utamanya mahasiswa tidak akan tinggal diam dan pastinya untuk memenangkan persaingan maka dibutuhkan berbagai cara. Persaingan yang dimaksud dalam hal ini adalah persaingan dalam pasar tenaga kerja yang mana setelah lulus kemampuan yang mereka kuasai akan menjadi nilai jual dalam memperoleh pekerjaan kelak. Lalu

bagaimanakah peran mahasiswa dalam mengahadapi era disrupsi tersebut?

Dalam menghadapi era disrupsi mahasiswa harus adaptif terhadap perkembangan

teknologi dan harus bisa melakukan sebuah inovasi guna menghadapi persaingan. Hal ini karena di masa sekarang persaingan kerja semakin kompetitif apalagi sejak Indonesia masuk dalam kawasan perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) serta bonus demografi yang membuat persaingan di pasar tenaga kerja pasti akan sangat ketat.

Mahasiswa harus memiliki kemampuan yang di atas standar agar turut bisa bersaing dan tentu saja kemampuan atau softskill yang dimiliki harus banyak dan lebih berkualitas. Yang tidak kalah penting adalah skill pembentukan karakter seperti disiplin, meiliki etos kerja, dan

sebagainya yang merupakan softskill dasar yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa. Karena kedepannya juga seperti yang kita tahu bahwa era disrupsi merupakan eranya teknologi yang

(2)

mana teknologi seperti robot AI (artificial intelligent) akan mengambil alih pekerjaan umat manusia. Kalangan pengusaha tentu saja lebih memilih pekerja yang diatas standard dan juga mau dibayar murah, maka robot bisa saja menjadi solusinya. Jadi lapangan kerja akan semakain sedikit sehingga masyarakat khususnya mahasiswa harus benar-benar bisa berinovasi dalam segala hal guna menjawab tantangan tersebut. Kedepannya persaingan bukan lagi hanya antar manusia dengan manusia dalam mencari kerja, tetapi juga antar manusia dan robot AI tersebut.

Lapangan kerja yang sedikit membuat mahasiswa harus bisa berinovasi dalam hal berwirausaha yang bisa menjadi pembuka lapangan kerja karena saat ini jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja. Sehingga perlu keseimbangan diantara keduanya supaya pengangguran dapat diminimalisir.

Di negara kita, Indonesia, jumlah pengusaha masih terbilang sedikit. Padahal untuk menjadi sebuah negara maju dibutuhkan sekitar 13% masyarakatnya yang merupakan pengusaha sedangkan di indonesia jumlah pengusahanya masih lumayan jauh dari angka tersebut yaitu sekitar 3%.

Oleh karenanya untuk menghadapi era disrupsi ini memang perlu banyak usaha karena tantangan yang dilalui benar-benar berat dan kita tidak bisa menolak itu. Satu-satunya cara adalah dengan bersikap adaptif terhadap perubahan-perubahan tersebut dengan cara mengasah skill utamnaya terhadap para mahasiswa yang bersiap-siap untuk masuk ke pasar tenaga kerja dan bersaing dengan banyak lulusan universitas lainnya. Kita harus memiliki kemampuan diatas standar karena itulah yang akan menajadi nilai jual. Dan juga untuk lebih mengasah skill

berwirausaha yang kelak bisa menjadi penyumbang lapangan kerja dan menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

Ke depannya peran mahasiswa harus terus diperlihatkan dalam memanfaatkan suatu era teknologi yang sangat pesat untuk dapat memikirkan langkah pribadi ke depannya dan

menanamkan sikap peduli bahwa perubahan akan terus berjalan untuk sebuah pencapaian yang besar. Perubahan dengan pemikiran kritis terus diterapkan dalam diri mahasiswa karena bila perubahan tidak dibarengi dengan suatu akal dan prinsip akan menyebabkan timbul

permasalahan yang akan lebih kompleks.

(3)

DAFTAR PUSTAKA

Zidan. 2021. “Peran Mahasiswa Dalam Menghadapi Era Disrupsi”,

https://yoursay.suara.com/kolom/2021/08/08/172447/peran-mahasiswa-dalam-menghadapi-era- disrupsi, diakses pada 20 November 2021 pukul 19.07.

Suriawijaya, M. Ridhwan. 2019. “Menjadi Mahasiswa Transformatif di Era Disrupsi Digital”, https://ruangmahasiswa.com/ragam/opini/menjadi-mahasiswa-transformatif-di-era-disrupsi- digital/, diakses pada 20 november 2021 pukul 19.10.

Abdhul, Yusuf. 2021. “Contoh Nyata Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan”,

https://penerbitbukudeepublish.com/contoh-nyata-mahasiswa-sebagai-agen-perubahan/, diakses pada 22 November 2021 pukul 21.27.

Kurniaji, Ardana. 2012. Mahasiswa Dalam Perubahan. Kendari: Academia.

https://www.academia.edu/18579978/MAHASISWA_DALAM_PERUBAHAN

(4)

Mahasiswa Sebagai Agent of Change BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam masyarakat kerap kali atau bahkan memang sudah lazim terjadi yang namanya perubahan, apakah itu suatu perubahan yang kecil maupun besar dan perubahan itu tidak dapat dibendung kecuali dengan cara menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Tak terkecuali dengan perubahan ke arah yang lebih modern yang kita sebut dengan era disrupsi.

Sebagai kaum intelektual, mahasiswa dipandang punya peran besar dalam mengubah tatanan sosial. Narasi yang berkembang selama ini menyebutkan bahwa mahasiswa merupakan agent of change atau agen perubahan. Mahasiswa diharapkan menjadi generasi penerus bangsa yang mampu membuat perubahan-perubahan positif untuk masyarakat. Peran sebagai agen perubahan ini hanyalah satu dari lima peran yang diberikan kepada mahasiswa. Mahasiswa diharapkan bisa menjalankan peran ini dengan baik.

Mahasiswa dapat menjalankan perannya sebagai agen perubahan dan membawa

masyarakat pada tatanan sosial yang lebih adil. Ketika mahasiswa mampu melihat secara kritis kondisi sosial yang ada maka ia bisa mengupayakan perubahan agar masyarakat hidup dalam kondisi yang lebih ideal. Mahasiswa sebagai agen perubahan adalah yang mempunyai kesadaran jiwa, peka, peduli, dan punya imajinasi akan kehidupan yang lebih baik. Disrupsi semakin populer di semua kalangan, seiring pesatnya berkembang digitalisasi dan internet. Tak disangka, era disrupsi mendorong untuk menciptakan sebuah kesempatan besar bagi Mahasiswa untuk memanfaatkan dunia teknologi dan dengan produktif. Mahasiswa akan tertinggal apabila tidak dapat memanfaatkan dan menjadi beban kemunduran untuk diri sendiri.

(5)

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan dapat diidentifikasikan yaitu bagaimana peran mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan di era disrupsi ini?

BAB 3 PENUTUP

KESIMPULAN

Dalam menghadapi era disrupsi mahasiswa harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan harus bisa melakukan sebuah inovasi guna menghadapi persaingan. Oleh karenanya untuk menghadapi era disrupsi ini memang perlu banyak usaha. Satu-satunya cara adalah dengan bersikap adaptif terhadap perubahan-perubahan tersebut dengan cara mengasah skill utamanya terhadap para mahasiswa yang bersiap-siap untuk masuk ke pasar tenaga kerja dan bersaing dengan banyak lulusan universitas lainnya. Tak disangka, era disrupsi mendorong untuk menciptakan sebuah kesempatan besar bagi Mahasiswa untuk memanfaatkan dunia teknologi dan dengan produktif. Mahasiswa akan tertinggal apabila tidak dapat memanfaatkan dan menjadi beban kemunduran untuk diri sendiri.

SARAN

Sebagai penutup dari makalah ini, kami memberikan saran yang kiranya dapat

bermanfaat bagi pembaca yaitu sebaiknya mahasiswa lebih mengutamakan fungsi dan peranannya untuk melakukan perubahan secara universal, jangan pernah berhenti berinovasi, mengembangkan ilmu pengetahuan/skill, dan manfaatkan teknologi agar tidak tertinggal.

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 adalah kompetensi yang menjadikan siswa memiliki

“Pembangunan Hukum Bisnis Dalam Perspektif Pancasila Pada Era Revolusi Industri 4.0.” Jurnal Jurisprudence 9, no.. “Revolusi Industri 4.0 Dan Tantangan

Menurut peneliti relevansinya hubungan filsafat dan ilmu pengetahuan di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 saat ini atau dikenal dengan era disrupsi masyarakat

Society 5.0 adalah masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0 seperti

Beberapa strategi pembelajaran yang bisa diterapkan oleh guru SD dalam menghadapi tantangan Era Revolusi Industri 4.0, antara lain 1 membantu siswa dalam belajar, 2 memberikan

Dokumen ini membahas tentang tantangan dan penguatan ideologi Pancasila dalam menghadapi Revolusi Industri

1 INOVASI DAN PENGEMBANGAN PRODUK KEUANGAN SYARIAH: TANTANGAN DAN PROSPEK DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Azizah Shodiqoh Rafidah K.K1, Happy Novasila Maharani2 1,2Pascasarjana UIN

Meskipun perkembangan Pendidikan belum bisa secara optimal mengikuti kecepatan akibat revolusi industri, tetapi salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk menghadapi tantangan revolusi