MAKALAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN RUANG LINGKUPNYA
NAMA KELOMPOK
1. TERRA PANISIA (2023143105)
2. SHELA CAECILIA (2023143084)
3. VARISA KUSNITA (2023143096)
4. ANA FITRI (2023143080)
5. SHELVY (2023143087)
6. NATIA SWITA (2023143117)
DOSEN PENGAMPU : Dr. MUHAMMAD ALI, M.Pd.
KELAS : 2 C
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAN PEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG TAHUN 2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan tugas makalah Pendidikan Agama Islam dan Ruang lingkupnya.
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam se mester 2 dengan dosen pengampu SOLIHIN, M.Ag. Makalah ini dapat dipergunakan sebagai acuan atau petunjuk pembelajaran mengenai pembahasan materi “Agama Islam dan Ruang Lingkupnya”
Akhirnya, penulis menyampaikan ucapan terima kasih khususnya kepada Bapak SOLIHIN, M.
Ag. Sebagai dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Agama Islam yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam pembuatan makalah ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada seluruh peserta kelompok atas kerjasamanya dalam pembuatan makalah ini. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi orang lain dan kami khususnya. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat penulis harapkan dari pembaca guna meningkatkan pembuatan makalah tugas mata kuliah lainnya pada waktu mendatang.
Palembang, 02 MARET 2024
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI... ii
BAB I PENDAHULUAN... 1
A. LATAR BELAKANG...1
B. RUMUSAN MASALAH...1
C. TUJUAN PENULISAN... 2
BAB II PEMBAHASAN...3
2.1 Fungsi Bahasa Indonesia... 3
2.2 Fungsi Bahasa nasional...3
2.3 Pemerolehan Bahasa...5
BAB III PENUTUP ... 8
A. KESIMPULAN... 8
B. SARAN...8
DAFTAR PUSTAKA...9
ii
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Bahasa adalah sistem komunikasi yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan pesan, ide, dan emosi. Ada banyak bahasa yang berbeda di seluruh dunia, masing-masing dengan struktur, kosakata, dan aturan tata bahasanya sendiri yang unik. Bahasa berperan penting dalam membentuk identitas budaya masyarakat dan memfasilitasi interaksi sosial dan pertukaran informasi.
Bahasa berperan sebagai tanda ciri kekhususan dalam setiap negara. Bahasa adalah unsur penting dalam berlangsungnya komunikasi antar makhluk sosial. Keberagaman bahasa y ang luas, dalam hal ini khususnya bahasa Indonesia tentu memiliki berbagai fungsi dan pemerolehan bahasa, bagaimana fungsi bahasa Indonesia, fungsi bahasa nasional dan pemerolehan bahasa dalam lingkup yang luas. Untuk itu, penulis akan memaparkan beberapa poin pembahasan lebih lanjut terkait materi tersebut.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah Fungsi Bahasa Indonesia?
2. Apakah Fungsi Bahasa Nasional?
3. Bagaimanakah Pemerolehan Bahasa?
C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk Mengetahui Fungsi Bahasa Indonesia 2. Untuk Mengetahui Fungsi Bahasa Nasional
3. Untuk Mengetahui Bagaimana Pemerolehan bahasa
1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 AGAMA ISLAM DAN RUANG LINGKUPNYA
2.1.1 Pengertian Agama Islam
Secara Bahasa Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar yang terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani ajaran agama Islam, dibarengi dengan tuntunannya untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa. Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk menyakini, memahami dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Zuhairimi mengartikan Pendidikan Agama Islam sebagai asuhan-asuhan secara sistematis dalam membentuk anak didik supaya mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam. Menurut Zakiah Daradjat pendidikan agama Islam adalah suatu usaha dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan dapat memahami apa yang terkandung didalam Islam secara keseluruhan, menghayati makna dan maksud serta tujuannya dan pada akhirnya dapat mengamalkannya serta menjadikan ajaran-ajaran agama Islam yang telah dianutnya itu sebagai pandangan hidupnya sehingga dapat mendatangkan keselamatan dunia dan akhirat kelak.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah merupakan usaha sadar dan terencana dalam rangka untuk mempersiapkan peserta didik untuk menyakini, memahami dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yag telah ditetapkan serta menjadikan ajaranajaran agama Islam yang telah dianutnya itu sebagai pandangan hidupnya sehingga dapat mendatangkan keselamatan dunia dan akhirat kelak.
2.1.2 Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan pendidikan Islam sama luasnya dengan kebutuhan manusia modern masa kini dan masa yang akan datang karena manusia tidak hanya memerlukan iman atau agama melainkan juga ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai alat untuk memperoleh kesejahteraan hidup di dunia sebagai sarana untuk mencapai kehidupan yang bahagia di akhirat. Berkaitan dengan tujuan pendidikan Islam, Muhammad Athiyyah Al-Abrasyi berpendapat bahwa:
1. Tujuan pendidikan Islam adalah akhlak. Menurutnya, pendidikan budi pekerti merupakan jiwa dari pendidikan Islam. Islam telah memberi kesimpulan bahwa pendidikan budi pekerti dan akhlak adalah ruh (jiwa) pendidikan Islam, dan tujuan pendidikan Islam yang sebenarnya adalah mencapai suatu akhlak yang sempurna. Akan tetapi, hal ini bukan berarti bahwa kita tidak mementingkan pendidikan jasmani, akal, ilmu maupun ilmu pengetahuan praktis lainnya, melainkan bahwa kita sesungguhnya memperhatikan segi-segi pendidikan akhlak sebagaimana halnya memperhatikan ilmu-ilmu yang lain. Anak-anak membutuhkan kekuatan dalam jasmani, akal, ilmu, dan juga membutuhkan pendidikan budi pekerti, cita rasa dan kepribadian.15 Dengan demikian, tujuan pendidikan Islam adalah mendidik budi pekerti dan pembentukan jiwa.
2. Memperhatikan agama dan dunia sekaligus. Sesungguhnya ruang lingkup pendidikan Islam tidak hanya terbatas pada pendidikan agama dan tidak pula terbatas hanya pada dunia semata-mata. Rasululllah SAW pernah mengisyaratkan setiap pribadi dari umat Islam supaya bekerja untuk agama dan dunianya sekaligus, sebagaimana sabdanya: “Beramallah untuk duniamu seolah-olah engkau akan hidup untuk selama-lamanya dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok hari” Berdasarkan hadis di atas dapat dipahami bahwa Rasulullah SAW tidak hanya memikirkan dunia semata, tetapi beliau juga memikirkan untuk bekerja dan beramal bagi kehidupan akhirat. Karena itu tujuan
pendidikan Islam bukan hanya untuk pencapaian kebahagiaan dunia tetapi juga untuk pencapaian kebahagiaan akhirat.
2.1.3 Fungsi Pendidikan Islam
Islam berfungsi sebagai tuntunan bagi manusia agar memiliki al-akhlāq al-
karīmah (perangai yang mulia dan terpuji).
Rasulullah Saw bersabda:
“Sesungguhnya saya diutus hanya untuk menyempurnakan
akhlaq mulia.” Al-akhlāq al-karīmah harus kita
lakukan, baik yang
berhubungan dengan
Allah maupun yang
berhubungan dengan sesama
manusia dan alam di sekeliling kita.
Islam berfungsi sebagai tuntunan bagi manusia agar memiliki al-akhlāq al- karīmah (perangai yang mulia dan terpuji). Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya saya diutus hanya untuk menyempurnakan akhlaq mulia.” Al-akhlāq al-karīmah harus kita lakukan, baik yang berhubungan dengan Allah maupun yang berhubungan dengan sesama manusia dan alam di sekeliling kita. Dan agama Islam itu juga berfungsi sebagai jalan untuk mengapai kemaslahatan, ketenangan dan kedamaian serta keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat.
2.1.4 Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam
Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam menurut Zakiah Darajat dalam buku Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam adalah:
a. Pengajaran Keimanan
Pengajaran keimanan berarti proses belajar mengajar tentang berbagai aspek kepercayaan menurut ajaran Islam. Dalam hal keimanan inti pembicarannya
adalah tentang keesaan Allah.
Karena itu ilmu tentang keimanan ini disebut juga “Tauhid” ruang lingkup pengajaran keimanan ini meliputi rukun iman yang enam. Yang perlu digaris bawahi dalam pengajaran keimanan ini guru tidak boleh melupakan bahwa pengajaran keimanan banyak berhubungan dengan aspek kejiwaan dan perasaan.
Nilai pembentukan yang diutamakan dalam mengajar ialah keaktifan fungsifungsi jiwa.
Yang terpenting adalah anak diajarkan supaya menjadi orang beriman, bukan ahli pengetahuan keimanan.
b. Pengajaran Akhlak
Pengajaran akhlak berarti pengajaran tentang bentuk batin seseorang yang kelihatan pada tindak-tanduknya (tingkah lakunya). Dalam pelaksanaannya, pengajaran ini berarti proses kegiatan belajar mengajar dalam mencapai tujuan supaya yang diajar berakhlak baik. Pengajaran akhlak membicarakan nilai sesuatu perbuatan menurut ajaran agama, membicarakan sifat-sifat terpuji dan tercela menurut ajaran agama, membicarakan berbagai hal yang langsung ikut mempengaruhi pembentukan sifat-sifat itu pada diri seseorang secara umum.
Ruang lingkup akhlak secara umum meliputi berbagai macam aspek yang menentukan dan menilai bentuk batin seseorang.
c. Pengajaran Ibadah
Hal terpenting dalam pengajaran ibadah adalah pembelajaran ini merupakan kegiatan yang mendorong supaya yang diajar terampil membuat pekerjaan ibadat itu, baik dari segi kegiatan anggota badan, ataupun dari segi bacaan. Dengan kata lain yang diajar itu dapat melakukan ibadat dengan mudah, dan selanjutnya akan mendorong ia senang melakukan ibadat tersebut.
d. Pengajaran Fiqih
Fiqih ialah ilmu pengetahuan yang membicarakan/ membahas/ memuat hukum-hukum Islam yang bersumber pada al-Qur’an, Sunnah dan dalil-dalil Syar’i yang lain.
e. Pengajaran Qira’at Qur’an
Yang terpenting dalam pengajaran ini adalah keterampilan membaca alQur’an yang baik sesuai dengan kaidah yang disusun dalam ilmu tajwid. Pengajaran al-Qur’an pada tingkat pertama berisi pengenalan huruf hijaiyah dan kalimah (kata), selanjutnya diteruskan dengan memperkenalkan tanda-tanda baca. Melatih membiasakan mengucapkan huruf Arab dengan makhrajnya yang benar pada tingkat permulaan, akan membantu dan mempermudah mengajarkan tajwid dan lagu pada tingkat membaca dengan irama.
f. Pengajaran Tarikh Islam
Pengajaran tarikh Islam adalah pengajaran sejarah yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan umat Islam. Tujuan belajar sejarah Islam adalah agar mengetahui dan mengerti pertumbuhan dan perkembangan umat Islam. Hal ini bertujuan untuk mengenal dan mencintai Islam sebagai agama dan pegangan hidup.
Berdasarkan paparan di atas dapat dilihat bebarapa ruang lingkup
pendidikan agama Islam yang diajarkan di Sekolah, baik di Madrasah maupun di Sekolah umum, jika di madrasah ruang lingkup tersebut menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri, sedangkan di Sekolah umum semua menjadi satu kesatuan dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam.
Sebagai Alat Komunikasi
Selaku makhluk sosial yang memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi, manusia menggunakan du acara berkomunikasi, yaitu secara verbal dan non-verbal.
Berkomunikasi secara verbal dilakukan menggunakan alat atau media bahasa (lisan dan tulisan), sedangkan berkomunikasi secara non-verbal dilakukan menggunakan media berupa symbol, isyarat, kode, dan bunyi yang kemudian akan diterjemahkan ke dalam bahasa manusia.
1. Sebagai Alat Berintegrasi dan Beradaptasi Sosial
Pada saat beradaptasi di lingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan ba hasa yang non-standar pada saat berbicara dengan teman sebaya dan menggunakan bahasa standar pada saat berbicara dengan orang tua, orang yang lebih tua, dan orang yang dihormati.
2. Sebagai Alat Kontrol Sosial
Dalam hal ini merujuk pada kemampuan bahasa dalam membentuk dan memengaruhi norma, nilai, dam perilaku dalam masyarakat. Melalui bahasa, norma sosial akan dipertahankan, ditentang, atau bahkan dirubah, sehingga diperlukan adanya peran penting dalam menjaga kohesi sosial dan memaskan kesesuaian individu dalam masyarakat.
A. Fungsi Bahasa Secara Khusus
1. Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Negara a. Sebagai Bahasa Resmi Kenegaraan
Bahasa Indonesia digunakan dalam segala upacara, peristiwa dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun dalam bentuk tulisan. Kegiatan yang termasuk adalah kegiatan-kegiatan berupa penulisan dokumen, keputusan, serta surat-surat yang dikeluarkan pemerintah dan badan-badan kenegaraan lainnya, serta pidato-pidato kenegaraan.
2
3
b. Sebagai Bahasa Pengantar di dalam Dunia Pendidikan
Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar Lembaga-lembaga Pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi diseluruh wilayah Indonesia kecuali di daerah-daerah, seperti Aceh, Bali, Batak, Sunda, Jawa, Madura, dan Makasar yang menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa pengantar sampai dengan tahun ketiga Pendidikan dasar.
c. Sebagai Alat Penghubung pada Tingkat Nasional untuk Kepentingan Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan
Dalam hal ini bahasa Indonesia dipakai bukan hanya sebagai alat komunikasi timbal balik antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan hanya sebagai alat penghubung antardaerah dan antarsuku melainkan juga sebagai alat penghubung di dalam masyarakat terkait latar belakang, sosial budaya, dan bahasanya.
d. Sebagai Bahasa Media massa
Artinya penyampaian informasi dan berita melalui berbagai media massa juga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa baku.
e. Sebagai Alat Pengembangan Kebudayaan Nasional, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Bahasa Indonesia adalah satu-satunya alat yang memungkinkan kita membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa dan identitasnya sendiri, yang membedakannya dengan kebudayaan daerah.
2.2 Fungsi Bahasa Nasional
Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional
Bahasa Indonesia memiliki fungsi utama, yakni sebagai bahasa nasional. Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional sendiri telah tersirat pada butir ketiga sumpah pemuda tahun 1928 yang berbunyi “kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Butir ketiga itu juga menegaskan bahwa kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional berada di atas bahasa daerah.
4
1. Sebagai Lambang Kebanggan Kebangsaan
Pada fungsi ini, bahasa Indonesia dianggap mampu mencerminkan nilai-nilai sosial budaya Indonesia yang mendasari rasa kebanggaan terhadap bangsa Indonesia. Agar fungsi ini tetap terjaga, bahasa Indonesia harus terus dipelihara, dijaga, dan dikembangkan. Kebanggaan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia pun juga harus senantiasa kita bina terus ditingkatkan.
2. Sebagai Lambang Identitas Nasional
Seperti halnya bendera merah putih dan simbol garuda, bahasa Indonesia adalah identitas nasional lainnya yang kita miliki. Di dalam fungsinya bahasa Indonesia tentu harus memiliki indentitasnya sendiri, sehingga serasi dengan lambang kebangsaa yang lain. Agar identitas ini senantiasa hadir, masyarakat Indonesia ditetapkan untuk menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, baik di pergaulan maupun lingkungan kerja.
3. Alat Penghubung Antar Warga, Antar Daerah, dan Antar Budaya
Sebagaimana yang kita tahu, Indonesia kaya akan budaya, suku bangsa, dan bahasa daerah. Agar semua unsur itu bisa terhubung satu sama lain, masyarakat Indonesia harus menggunakan bahasa Indonesia saat berkomunikasi. Masyarakat dapat berpergian ke seluruh p losok tanah air dengan hanya memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai satu-satunya alat komunikasi Hal inilah yang menjadi alasan mengapa bahasa Indonesia dianggap sebagai bahasa persatuan, serta kedudukannya harus berada di atas bahasa daerah.
4. Alat Pemersatu Suku Budaya di Indonesia
Dengan adanya bahasa Indonesia, setiap suku budaya di Indonesia bisa berkomunikasi dengan lebih lancar dan terhindar dari kesalahpahaman. Hal inilah yang bisa memicu persatuan dan keharmonisan antar suku budaya di Indonesia. Walaupun menggunakan bahasa Indonesia, setiap suku budaya di Indonesia masih tetap bisa menggunakan bahasa daerah mereka masing- masing, serta tetap menjaga nilai-nilai sosial budaya yang mereka yakini.
2.3 Pemerolehan Bahasa
5
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
B. SARAN
Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan detail dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber yang lebih banyak dan tentunya dapat dipertanggung jawabkan. Kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan agar maklah ini dapat menjadi acuan dan bermanfaat bagi semua pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Putri, Azzahra; Sirait, Chintia; Simanjuntak, Corry Patricia; pardede, Dhea Omry A.;
Situmorang, Ericiana P.A. ; Melanic, Thara;. (2023, mei 19). Analisis Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia Bagi Mahasiswa. KAMPRET journal, 2, No.3 , 109-110. Retrieved Februari 29, 2024, from http://www.plus62.isha.or.id/index.php/kampret/article/download/131/
101
Universitas Esa Unggul. (2018/2019, September 3-9). MATERI: FUNGSI DAN KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA. Retrieved Februari 29, 2024, from ims-paralel.
esaunggul.ac.id:https://lmsparalel.esaunggul.ac.id/mod/resource/view.p hp?id=4790