MAKALAH
TEKNIK PEREFERENSIAN DAN RUJUKAN
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia
Oleh:
Dania Nurdiani (23.48.0247) Dosen Pengampu:
Lisma Meilia Wijayanti, M.pd.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN GIRI
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr. wb. Puji syukur atas segala rahmat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah dengan judul Teknik Pereferensian dan Rujukan dapat selesai.
Makalah ini dibuat dengan tujuan memenuhi tugas semester 1 Prodi PIAUD dari Ibu Lisma Meilia Wijayanti, M.pd. pada mata kuliah Bahasa Indonesia. Selain itu, penyusunan makalah ini bertujuan menambah wawasan kepada pembaca tentang Teknik Pereferensian dan Rujukan.
Penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ibu Lisma Meilia Wijayanti , M,pd. Pada mata kuliah Bahasa Indonesia. Berkat tugas yang diberikan ini, dapat menambah wawasan penulis berkaitan dengan topik yang diberikan. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam proses penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan masih melakukan banyak kesalahan. Oleh karena itu penulis memohon maaf atas kesalahan dan ketidaksempurnaan yang pembaca temukan dalam makalah ini.
Penulis juga mengharap adanya kritik serta saran dari pembaca apabila menemukan kesalahan dalam makalah ini.
Ponorogo, 14 Oktober 2023
Dania Nurdiani
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...
ii
DAFTAR ISI...
iii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
...
4
B. Rumusan Masalah
...
4
C. Tujuan Penulis
...
5
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Referensi dan Rujukan
...
6
B. Tujuan Penggunaan Referensi dan Rujukan
...
7
C. Teknik Pereferensian dan Penulisan Rujukan
A. Simpulan
...
14 B. Saran
...
15
DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang memiliki struktur yang baik. Hal ini terlihat pada unsur-unsur yang saling berkaitan satu sama lain. Unsur-unsur ini dapat memberikan peran yang baik dalam menjaga keutuhan bahasa Indonesia. Penulisan karya tulis ilmiah tidak lepas dari bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penulisan karya tulis ilmiah.
Penggunaan bahasa indonesia dapat berupa tata bahasa atau rujukan.
Dalam Penulisan karya tulis ilmiah, penulis harus mencari sumber untuk menunjang karya ilmiahnya. Berbagai sumber dari karya ilmiah penyusunan harus dicantumkan ke dalam daftar rujukan. Daftar Rujukan adalah salah satu materi bahasa indonesia yang penting agar mempermudah pembaca suatu karya tulis ilmiah dapat mencari sumber dalam sumber rujukan tersebut. Oleh karena itu, kita harus memahami pengertian dari daftar rujukan, baik itu penyusunan daftar rujukan yang baik maupun penulisan daftar rujukan itu. Dalam penyusunan rujukan daftar perlu diperhatikan cara dan ketentuannya. Sebagian besar orang belum memahami bahkan mengabaikan penulisan daftar rujuan yang dianggap tidak penting. Pada kesempatan kali ini penulis akan menjelaskan mengenai daftar rujukan yang mana terdapat cara penulisan daftar rujukan yang baik dan benar. Oleh karena itu, pembahasan ini sangat penting untuk menunjang mata kuliah bahasa Indonesia.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan referensi dan rujukan ? 2. Apa tujuan dari pereferensian dan rujukan?
3. Bagaimana teknik pereferensian dan penulisan rujukan?
C. Tujuan Penulis
1. Untuk mengetahui pengertian referrensi dan rujukan 2. Untuk memahami tujuan penulisan referensi dan rujukan
3. Untuk mengetahui teknik-teknik penulisan referensi dan rujukan
BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Referensi dan Rujukan
Istilah referensi berasal dari bahasa inggris “refer to” yang berarti
“mengacu pada” atau “merujuk pada”. Istilah tersebut lantas diserap dalam bahasa Indonesia, sehingga penulisan dan pengucapannya menjadi referensi. Dalam kamus Bahasa Indonesia(KBBI), ati referensi adalah sumber acuan seperti buku yang menjadi rujukan atau petunjuk. 1
Referensi juga kerap diartikan sebagai sumber acuan untuk memperkuat suatu pernyataan atau argument. Terkait hal ini, dalam karya ilmiah referensi bisa berupa pernyataan secara lisan maupun tulisan.
Pernyataan tersebut dipakai untuk mendukung atau memperkuat hasil penelitian yang dilakukan. Dengan begitu, hasil yang dikemukakan juga akan lebih meyakinkan.
Sedangkan Daftar Rujukan merupakan daftar yang berisi buku, makalah, artikel, atau bahan lainnya yang dikutip baik secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan beberapa buku seperti PPKI (UM, 200) dan buku karya Wahab dan Lestari (1999: 64-69) pada dasarnya, unsur yang ditulis dalam Daftar Rujukan secara berturut-turut meliputi (1) nama penulis ditulis dengan urutan : nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik, (2) tahun penerbitan, (3) judul, termasuk anak judul (sub judul), (4) kota tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit.
B. Tujuan Penggunaan Referensi dan Rujukan
1
Dalam suatu penelitian atau karya ilmiah referensi menjadi rujukan untuk mendukung atau menyempurnakan hasil penelitian. Lebih lanjut, dalam penelitian penggunaan referensi didasarkan pada beberapa tujuan.
Berikut beberapa tujuan penggunaan referensi dalam karya ilmiah.
1. Untuk Memperkuat Pernyataan
Dengan adanya referensi tambahan yang mendukung argument, suatu penelitian akan memeiliki landasan dan dasar yang kuat. Sehingga akan dianggap lebih meyakinkan dan bisa dipertanggung jawabkan.
2. Untuk Menambah Wawasan Pembaca
Referensi juga bisa menjadi informasi di luar pembahasan yang dilakukan peneliti atau penulis. Dalam hal ini, bagi pembaca keberadaan referensi bisa menjadi informasi tambahan yang menambah wawasan.
3. Untuk Menghindari Plagiarisme
Referensi menjadi sumber informasi sekaligus hak kekayaan intelektual dari penulis. Oleh sebab itu, saat mencantumkan karya orang lain sebagai referensi, penulis harus mencantumkan sumber agar terhindar dari tuduhan plagiat.
Masih berkaitan dengan tujuan yang ketiga, seorang penulis dan peneliti telah menghabiskan waktu, pikiran, dan tenaga dalam membuat sebuah karya. Maka dari itu, mencantumkan karya tersebut sebagai suatu referensi bisa dianggap sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi.
C. Teknik Pereferensian dan Penulisan Rujukan
Pengutipan/ pereferensian adalah suatu proses, cara mengutip sebuah/ beberapa pendapat dari sumber lain untuk digunakan sebagai data pendukung sebuah tulisan. Dengan adanya kutipan, sebuah tulisan akan terkait dengan tulisan lain sehingga keberadaan sebuah tulisan lebih bersifat objektif dan terhindar dari pendapat-pendapat pribadi yang bersifat subjektif.
Ada 3 cara dalam penulisan referensi, untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut:
1) Kutipan Langsung
Kutipan langsung merupakan referensi yang ditulis secara persis taanpa adanya perubahan. Penulisan kutipan langsung harus disertai dengan nama penulis dan waktu (biasanya tahun) ketika penulis asli mengemukakan pendapatnya tersebut. Selain itu, sumber lengkap dari kutipan langsung juga harus ditulis di daftar pustaka. Adapun aturan menulis kutipan langsung adalah:
- Kutipan langsung kurang dari lima baris ditulis tergabung ke dalam teks
- Sementara, kutipan langsung yang lebih dari lima baris ditulis terpisah atau dalam paragraph berbeda dengan spasi rapat.
2) Kutipan Tidak Langsung
Kebalikan kutipan langsung, kutipan tidak langsung merupakan referensi yang tidak ditulis persis. Artinya, penulis hanya mengambil ide gagasan asli kemudian dikembangkan dalam bahasanya sendiri.
Sama seperti kutipan langsung, kutipan tidak langsung juga perlu mencantumkan nama penulis dan waktu (biasanya tahun). Namun tidak perlu menuliskan sumber lengkap dalam daftar pustaka.
3) Catatan Kaki
Referensi yang ditulis dalam bentuk keterangan yang dicantumkan pada margin bawah pada halaman. Aturan dallam menulis catatan kaki:
-Catatan kaki dipisahkan dengan jarak tiga spasi daRI TEKS.
-Nama pengarang ditulis tanpa di balik urutannya (sesuai nama yang tertulis pada buku).
-Penulisan gelar akademik pada catatan kaki, juga disesuaikan dengan yang ada di buku.
Berikut Dwiloka Bambang dan Rati Riana (2005) memberikan contoh penulisan rujukan yang berasal dari berbagai sumber yaitu
1. Rujukan dari buku misalnya:
Klammer, Enno. 1984. Writing: Readings and Advance. New York:
HBJ.
Aminuddin (Ed.). 1990. Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam bidang Bahasa dan Sastra. Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3.
3. Rujukan dari Artikel dalam Buku Kumpulasn Artikel (Ada Editornya) Misalnya:
Hasan, M.Z. 1990. “Karakteristik Penelitian Kualitatif”. Dalam Aminuddin (Ed), Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra (hlm. 12-25), Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3.
4. Rujukan dari artikel dalam Jurnal misalnya:
Yusup, Pawit M. 2016. “Model Pengembangan Usaha Serabutan Berbasis
Sumber Informasi Kepustakaan di Desa”. VISI PUSTAKA, 18(3):197-206.
5. Rujukan dari Artikel dalam Jurnal dari CD-ROM misalnya:
Krashen, S.,M.Long, dan R.Scarcella. 1997. “Age, Rate and Eventual Attaintmen Second Language Acquisisition “. TESOL Quarderly, 13:573-82(CD-ROM:TESOL Quarterly Digital, 1997).
6. Rujukan dari Artikel dalam Majalah atau Koran misalnya:
Risparyanto, Anton. 2017. “Pengaruh Motivasi dan Kompetensi terhadap Kualitas Layanan Perpustakaan”. Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 13(1):1-11.
7. Rujukan dari Koran Tanpa Penulis misalnya:
Kompas. 27 Oktober 2017. “Anggaran Fokus pada Sumber Daya Manusia”, hlm. 1.
8. Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan oleh Suatu Penerbit tanpa Penulis dan tanpa Lembaga misalnya:
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. 2015. Jakarta: Perpustakaan Nasional.
9. Rujukan dari Lembaga yang ditulis Atas Nama Lembaga tersebut misalnya:
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2003. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Bandung: Yrama Widya.
10. Rujukan Berupa Karya Terjemahan misalnya:
Connel, D.W. dan G.J.Miller. 1990. Kimia dan Entioksikologi
11. Rujukan dari Skripsi, Tesis, atau Disertasi misalnya:
Pitayaningrum, C.W. 2004. “Efek Perebusan 30 Menit dengan Daun Kumis Kucing terhadap Penurunan Kandungan Logam Berat dalam Hati dan Usus Sapi yang Digembalakan di TPA Jatibarang, Semarang”. Skripsi. Semarang: Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro.
12. Rujukan dari Makalah yang Disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya misalnya:
Dwiloka, B. 2003. “Menulis Karya Ilmiah”. Makalah disajikan dalam Penataran dan Lokakarya Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa Universitas Stikubank Semarang. Semarang: 2 Agustus.
13. Rujukan dari Internet Berupa Karya Individu misalnya:
Abadi, C.J. 2002. “Kumis Kucing”. (Online),
http://www.chang.jaya.abadi.com.jamu-jawa04html, diakses 12 Desember 2003)
14. Rujukan dari Internet Berupa Artikel dari Jurnal misalnya:
Griffith, A.I. 1995. “CooOrdinating Family and School: Mothering for Schooling”.
Education Policy Analysis Archive, (Online), Vol. 3, No.
1,http://olam.ed.asu .
Edu/epaa/, diakses 12 Februari 1997).
15. Rujukan dari Internet Berupa Bahan Diskusi misalnya:
Wilson, D. 20 November 1995, “ Sumary of Citing Internet Siyes”.
NETTRAIN Discussion List, (Online),
( [email protected],edu , diakses 22 November 1995).
16. Rujukan dari Internet Berupa E-mail Pribadi misalnya:
Naga, Dali S. ( [email protected] ). 1 Oktober 1997. “Artikel untuk JIP”. E-mail kepada Ali Saukah ( [email protected] )
PENUTUP
A. Simpulan
1. Referensi diartikan sebagai sumber acuan untuk memperkuat suatu pernyataan atau argument.
2. Daftar Rujukan merupakan daftar yang berisi buku, makalah, artikel, atau bahan lainnya yang dikutip baik secara langsung maupun tidak langsung.
3. Tujuan penggunaan referensi dalam karya ilmiah yaitu:
a. Untuk Memperkuat Pernyataan b. Untuk Menambah Wawasan Pembaca c. Untuk Menghindari Plagiarisme
d. Sebagai Bentuk Penghargaan pada karya Orang Lain 4. Teknik Pereferensian
a. Kutipan Langsung
b. Kutipan Tidak Langsung c. Catatan Kaki
5. Teknik Penulisan Rujukan a. Rujukan dari buku
b. Rujukan dari Buku yang berisi Kumpulan Artikel (Ada Editornya)
c. Rujukan dari Buku yang berisi Kumpulan Artikel (Ada Editornya)
d. Rujukan dari artikel dalam Jurnal
e. Rujukan dari Artikel dalam Jurnal dari CD-ROM f. Rujukan dari Artikel dalam Majalah atau Koran
g. Rujukan dari Koran Tanpa Penulis
h. Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan oleh Suatu Penerbit tanpa Penulis dan tanpa Lembaga
i. Rujukan dari Lembaga yang ditulis Atas Nama Lembaga j. Rujukan Berupa Karya Terjemahan
k. Rujukan dari Skripsi, Tesis, atau Disertasi
l. Rujukan dari Makalah yang Disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya
m. Rujukan dari Internet Berupa Karya Individu n. Rujukan dari Internet Berupa Artikel dari Jurnal o. Rujukan dari Internet Berupa Bahan Diskusi p. Rujukan dari Internet Berupa E-mail Pribadi
B. Saran
Makalah ini masih sangat jauh dari kata kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis sangat berharap kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah selanjutnya.