MAKALAH
LEMBAGA PENDIDIKAN SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Dasar-Dasar Pendidikan
DISUSUN OLEH : Kelompok 1
Aliza Novitasari (2111101145) Ahmad Naufal Fikri Najib (2111101137)
Dio Doral Aji Pramesti (2111101122) Izzatu Jahra (2111101066) M. At-Tirmidzi Rijaa’i (2113016123)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN AJI MUHAMMAD IDRIS 2021
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang dan dengan memanjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat, nikmat, dan karunia-Nya sehingga kita masih diberikan kesehatan jasmani dan rohani. Sholawat serta salam tetaplah kita curahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Yang telah menunjukan kita kepada jalan yang terang pada saat ini.
Penulis akhirnya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “LEMBAGA PENDIDIKAN SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER” Dalam makalah ini penulis sangat berharap makalah ini dapat menambah pengetauan dan wawasan pembaca. Penulis mengucapakan terimakasih atas semua pihak dan sumber yang telah membantu hingga terselesaikan makalah ini. Menyadari apabila makalah ini masih banyak kekurangan saran serta kritik senantiasa kami terima dengan senang hati guna memperbaiki kesalahan sebagai mana mestinya di masa mendatang.
Kalimantan Timur, 8 Okober 2021
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... ii DAFTAR ISI ... iii BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...1 B. Rumusan Masalah ...1 C. Tujuan Penulisan...1 BAB II PEMBAHASAN
Lembaga Pendidikan Sebagai Pembentuk Karakter ...2 BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ... 6 B. Saran ...6 DAFTAR PUSTAKA ...7
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Karakter menjadi hal penting dalam kehidupan seseorang, karena karakter menjadi salah satu penentu kesuksesan seseorang. Oleh karena itu, karakter yang kuat dan positif perlu dibentuk dengan baik. Pendidikan tak cukup hanya untuk membuat anak pandai, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai-nilai luhur atau karakter. Kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill).
Pembentukan karakter terutama peserta didik menjadi hal yang urgen dan mendesak untuk segera direalisasikan. Pendidikan sebagai totalitas usaha dan tindakan harus dijalankan melalui tiga lembaga pendidikan yaitu, keluarga, sekolah dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan keterpaduan lembaga pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan lembaga pendidikan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan karakter. Penguatan ketiga lembaga pendidikan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter sangat diperlukan dalam rangka mengantisipasi persoalan-persoalan dimasa depan yang semakin kompleks.
B. Rumusan Masalah
Bagaimanakah peran lembaga pendidikan dalam hal pembentukan karaker?
C. Tujuan Penulisan
Makalah ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para pembaca tentang peran lembaga pendidikan dalam hal pembentukan karaker.
BAB II PEMBAHASAN
Lembaga Pendidikan Sebagai Pembentuk Karakter
Karakter ialah perilaku nilai-nilai manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang maha Esa, sesama manusia, lingkungan, diri sendiri, dan kebangsaan yang terwujud didalam adat istiadat, budaya, tata karma, hokum, pemikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama. Tujuan pendidikan karakter adalah membentuk karakter yang baik yakni hidup dengan perilaku yang benar dalam hubungannya dengan manusia, alam lingkungan dan dengan diri sendiri.
Penanaman nilai-nilai karakter merupakan hakekat penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan merupakan upaya yang terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi peserta didik agar berkembang dan tumbuh menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, berilmu dan berakhlak mulia
Upaya mengoptimalkan muatan-muatan karakter yang baik dan positif (baik sifat, sikap, dan perilaku budi luhur, akhlak mulia) melalui lembaga pendidikan menjadi pegangan kuat dan modal dasar pengembangan individu dan bangsa nantinya. Pembentukan watak dan kepribadian melalui pendidikan karakter dimulai dari rumah, sekolah, dan masyarakat. Pembentukan karakter tidak bisa dilakukan semata-mata melalui upaya mentransfer pengetahuan melalui kegiatan pengajaran, namun juga harus melalui penanaman atau pendidikan nilai-nilai.
Pendidikan sebagai totalitas usaha dan tindakan harus dijalankan melalui tiga lembaga pendidikan yaitu, keluarga, sekolah dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan keterpaduan lembaga pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan lembaga pendidikan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan karakter.
1. Lembaga Pendidikan Keluarga
Pendidikan karakter dimulai dari lingkungan keluarga. Pendidikan yang diberikan dalam lingkungan keluarga yang mempersiapkan suatu model mendidik untuk membentuk kecakapan hidup sebagai dasar dalam kehidupan selanjutnya. Peranan keluarga sebagai lingkungan sosial pertama, memiliki hubungan dengan kepribadian dan karakter anak.
Pendidikan karakter dan nilai-nilai keperibadian menjadi tujuan utama pendidikan kaluarga. Pendidikan keluarga diposisikan sebagai lembaga pembentukan kecerdasan spiritual. Dalam keluarga benih pendidikan mulai tumbuh dalam hubungan cinta kasih, tolong menolong, dan saling memberi pengertian. Keluarga merupakan lembaga pendidikan permulaan sehingga orang tua pertama kalinya berstatus sebagai panutan untuk memberikan pendidikan budi pekerti, nilai kebaikan dan nilai etika. Dengan demikian dapat dipahami bahwa keluarga sebagai sistem sosial merupakan faktor determinan pertama dan utama dalam memberikan pendidikan kepribadian, budi pekerti, dan karakter dan sangat menentukan pula terhadap pembentukan dan perkembangan kecerdasan moral emosional anak.
2. Lembaga Pendidikan Sekolah
Pendidikan sekolah merupakan lembaga pendidikan kedua setelah pendidikan keluarga. Pembentukan karakter merupakan bagian dari pendidikan nilai (values education). Bahkan, kalau kita berbicara tentang masa depan, sekolah bertanggungjawab bukan hanya dalam mencetak peserta didik yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dalam jati diri, karakter dan kepribadian.
Usaha pembentukan watak melalui sekolah, secara berbarengan dapat pula dilakukan melalui pendidikan nilai dengan langkah-langkah sebagai berikut : Pertama, menerapkan pendekatan “modelling” atau
“exemplary” atau “uswah hasanah”. Yakni mensosialisasikan dan
Setiap guru dan tenaga kependidikan lain di lingkungan sekolah hendaklah mampu menjadi “uswah hasanah” yang hidup (living exemplary) bagi setiap peserta didik. Mereka juga harus terbuka dan siap untuk mendiskusikan dengan peserta didik tentang berbagai nilai-nilai yang baik tersebut. Kedua, menjelaskan atau mengklarifikasikan kepada peserta didik secara terus menerus tentang berbagai nilai yang baik dan yang buruk. Usaha ini bisa dibarengi pula dengan langkah-langkah;
memberi penghargaan (prizing) dan menumbuhsuburkan (cherising) nilai-nilai yang baik dan sebaliknya mengecam dan mencegah (discouraging) berlakunya nilai-nilai yang buruk; menegaskan nilai- nilai yang baik dan buruk secara terbuka dan kontinu; memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memilih berbagai alternatif sikap dan tindakan berdasarkan nilai; melakukan pilihan secara bebas setelah menimbang dalam-dalam berbagai konsekuensi dari setiap pilihan dan tindakan; membiasakan bersikap dan bertindak atas niat dan prasangka baik (husn al-zhan) dan tujuan-tujuan ideal; membiasakan bersikap dan bertindak dengan pola-pola yang baik yang diulangi secara terus menerus dan konsisten. Ketiga, menerapkan pendidikan berdasarkan karakter (character-based education). Hal ini bisa dilakukan dengan menerapkan character-based approach ke dalam setiap mata pelajaran nilai yang ada di samping matapelajaran-mata pelajaran khusus untuk pendidikan karakter, seperti pelajaran agama, pendidikan kewarganegaraan (PKn), sejarah, Pancasila dan sebagainya.
3. Lembaga Pendidikan Masyarakat
Masyarakat dituntut untuk turut serta dalam pembentukan karakter anak. Pendidikan masyarakat merupakan pendidikan yang diselenggarakan dalam lingkungan masyarakat. Dalam hal ini yang dimaksud dengan masyarakat disini adalah orang yang lebih tua yang “ tidak dekat “, “ tidak dikenal “ “ tidak memiliki ikatan famili “ dengan
atau melarang anak dalam melakukan suatau perbuatan. Pendidikan luar sekolah (masyarakat) merupakan pendidikan yang bersifat kemasyarakatan yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang tidak berjenjang dan tidak berkesinambungan seperti kepramukaan, kursus, pendidikan keagamaan, dan lain-lain.
Tanggung jawab masyarakat dalam penanaman kecerdasan moral emosional, spiritual dan intelektual sama kedudukannya dengan tanggung jawab keluarga (orang tua) dan guru (pendidik di sekolah).
Pendidikan masyarakat bertanggung jawab terhadap penanaman nilai kebaikan untuk kemudian dapat menumbuhkembangkan keadilan dalam seluruh aspek sosial. Pengembangan pendidikan karakter di lembaga pendidikan masyarakat seperti pendidikan keagamaan, juga berhubungan dengan pengembangan akhlaq, moral dan pengembangan agama serta nilai spiritualitas seseorang.
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Upaya pembentukan karakter bangsa yang tercermin pada karakter individu sangat ditentukan oleh kualitas proses pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat. Dalam keluarga, pengembangan kecerdasan emosional ditentukan oleh kualitas pendidikan orang tua. Kualitas pendidikan orang tua bukan hanya dilihat dari tinggi rendahnya pendidikan formal, akan tetapi dilihat dari aspek perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, lembaga pendidikan sekolah bertanggung jawab pula untuk membangun kecerdasan emosional dalam mengembangkan karakter.
Tanggung jawab masyarakat dalam penanaman kecerdasan moral emosional, spiritual dan intelektual sama kedudukannya dengan tanggung jawab keluarga (orang tua) dan guru (pendidik di sekolah). Dengan masing masing peran yang dilakukan dengan baik oleh keluarga, sekolah maupun masyarakat dalam pendidikan, yang saling memperkuat dan saling melengkapi antara ketiga pusat itu, akan memberi peluang besar mewujudkan sumber daya manusia terdidik yang bermutu.
B. Saran
Saran yang dapat dipetik dari materi ini adalah agar kita lebih mengetahui dan menyadari seberapa pentingnya pendidikan karakter dalam setiap individu. Oleh karena itu, lembaga pendidikan harus lebih mengoptimalkan peran serta manfaatnya agar menciptakan karakter anak bangsa yang positif, berkualitas dan unggul.
DAFTAR PUSTAKA
Saleh, S. (2017, February). Peran lembaga pendidikan dalam membentuk karakter bangsa. In Prosiding Seminar Nasional Himpunan Sarjana Ilmu-Ilmu Sosial (Vol. 2, pp. 101-112).
Subianto, J. (2013). Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam pembentukan karakter berkualitas. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 8(2).