• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH KEL 3 AKUNTANSI SEKTOK PUBLIK 2.1 (1)

N/A
N/A
Nur Fadilaaa

Academic year: 2025

Membagikan "MAKALAH KEL 3 AKUNTANSI SEKTOK PUBLIK 2.1 (1)"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

ANALISIS ANGGARAN SEKTOR PUBLIK

Tugas Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akuntansi sektor publik Dosen Pengampu: Ibu Ari Fahimatussyam Putra Nusantara,S.E., M.Ak.

Disusun oleh Kelompok 3 : 1. Fardanila utari (222105030066)

2. Afiatul mila (222105030064) 3. Zilvin nabila (222105030072) 4. Sinta nurhidayah (222105030058)

5. Dean vandika (222105030070) 6. Ruliyadi ahmad faresi (222105030086) 7. Siti fauziah muthmainnah (222105030088)

8. Nur Fadila (224105030001)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER

SEPTEMBER 2024

(2)

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah piji syukur kami ucapkan ke hadiran Allah SWT atas limpahan nikmat-nya, baik berupa sehat fisik maupun akal pikiran sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini sebagai tugas dari mata kuliah Akuntansi Sektor Publik yang berjudul “analisis anggaran sektor publik” dengan tepat. Tanpa pertolongan- Nya tentu kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Sholawat serta salam semoga tetap terlimpah kepada baginda agung yaitu Nabi Muhammad SAW, semoga kita mendapatkan syafa’atnya di akhirat kelak.

Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Ari Fahimatussyam Putra Nusantara,S.E., M.Ak. selaku dosen pengampu yang membimbing kami dalam pengerjaan tugas makalah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman- teman yang selalu setia dan ikut serta dalam pembuatan makalah ini.

Selanjutnya, apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat kesalahan yang belum kami ketahui, kami mohon kritik dan saran dari dosen dan teman-teman demi tercapai-nya makalah yang sempurna.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Jember, 29 Septrmber 2024

Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

Cover... I Kata Pengantar...II Daftar Isi ... III BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang... 4

B. Rumusan Masalah...4

C. Tujuan...4

BAB II PEMBAHASAN A. Proses akuntansi sektor publik...5

B. peran akuntansi manajemen sektor publik...5

C. proses akuntansi manajemen sektor publik...7

D. Pengertian dan tujuan anggaran sektor publik..….………10

E. Prinsip-prinsip anggaran sektor publik………..11

F. Jenis -jenis anggaran sektor publik………13

G. Pengertian sikulus anggaran………..13

H. Penyususnan anggaran sektor publik……….13

I. Sikous anggaran……….15

J. Tujuan dan peran siklus anggaran……….17

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan...18

B. Saran... 18

DAFTAR PUSTAKA...19

(4)

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang

Analisis anggaran sektor publik merupakan kajian penting dalam konteks pengelolaan keuangan negara. Anggaran publik tidak hanya berfungsi sebagai alat perencanaan keuangan, tetapi juga sebagai instrumen untuk mencapai tujuan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di banyak negara, pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien menjadi kunci dalam menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.

Dalam era globalisasi dan kompleksitas tantangan sosial ekonomi, analisis anggaran menjadi semakin relevan. Berbagai isu seperti ketimpangan pendapatan, perubahan iklim, dan krisis kesehatan global menuntut pendekatan yang lebih cermat dalam perencanaan dan pengalokasian sumber daya. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan anggaran menawarkan peluang untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi.

Makalah ini bertujuan untuk menggali berbagai aspek analisis anggaran sektor publik, termasuk prinsip-prinsip dasar, metode analisis, serta tantangan dan peluang yang dihadapi.

Dengan pemahaman yang lebih mendalam, diharapkan pengambil keputusan dapat merumuskan kebijakan anggaran yang lebih baik, sehingga berdampak positif pada pembangunan sosial ekonomi masyarakat.

Melalui pemaparan ini, diharapkan pembaca dapat memahami pentingnya analisis anggaran dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana proses akuntansi manajemen di sektor publik?

2. Bagaimana konsep anggaran sektor publik?

3. Bagaimana siklus anggaran?

C. Tujuan

1. Menjelaskan proses akuntansi manajemen di sektor publik 2. Menjelaskan konsep anggaran sektor publik

3. Menjelaskan siklus anggaran

(5)

BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN

Akuntansi sektor publik memiliki kaitan yang erat dengan penerapan dan perlakuan akuntansi pada domain publik. Domain publik sendiri memiliki wilayah yang lebih luas dan kompleks dibandingkan dengan sektor swasta. Keluasan wilayah publik tidak hanya disebabkan luasnya jenis dan bentuk organisasi yang berada di dalamnya, akan tetapi juga karena kompleksnya lingkungan yang memengaruhi lembaga-lembaga publik tersebut. Secara kelembagaan. domain publik antara lain meliouti badan-badan

pemerintahan (bemerintah busat dan daerah serta unit keria pemerintahl.

perusahaan milik negara (BUMN dan BUMD), yayasan, organisasi politik dan organisasi massa, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), universitas, dan organisasi nirlaba lainnya. Jika dilihat dari variabel lingkungan, sektor publik dipengaruhi ole banyak faktor tidak hanya faktor ekonomi semata, akan tetapi faktor politik, sosial, budaya, dan historis juga memiliki pengaruh yang signifikan.

Sektor publik tidak seragam dan sangat heterogen.

Istilah "sektor publik" sendiri memiliki pengertian yang bermacam-macam. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari luasnya wilayah publik, sehingga setiap disiplin ilmu (ekonomi, politik, hukum, dan sosial) memiliki cara pandang dan definisi yang berbeda-beda, Dari sudut pandang ilmu ekonomi, sektor publik dapat dipahami sebadai suatu entitas vang aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang dan jasa pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik.

B. PERAN AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK 1. Perencanaan strategik

Pada tahap ini manajemen membuat alternatif-alternatif program untuk mendukung strategi organisasi adalah peran akuntansi disini adalah untuk menentukan berapa biaya program dan berapa biaya suatu aktivitas sehingga informasi akuntansi dapat menentukan anggaran yang di butuhkan dikaitkan dengan sumber daya yang di miliki Untuk dapat menentukan bahwa program tersebut adalah efektif dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik,

(6)

organisasi publik dapat menerapkan tehnik akuntansi manajemen seperti ABC, Job casting sebagai alat untuk menentukan biaya produk/pelayanan.

2. Pemberian informasi biaya

Ada 3 kategori biaya dalam organisasi publik :

 Biaya input adalah sumber daya yang di korbankan untuk memberikan pelayanan (BBB, BTK)

 Biaya output adalah biaya yang di keluarkan untuk mengantar produk ke tangan pelanggan

 Biaya proses adalah biaya yang dipisahkan berdasarkan fungsi organisasi.

Misal: biaya departemen produksi, personalia.

Peran akuntansi manajemen dalam pemberian informasi biaya meliputi penentuan klasifikasi biaya, biaya apa saja yang dapat di kategori biaya rutin (recurrent expenditure) dan apa yang masuk ke kategori biaya modal (capital expenditure), controllable dan uncontrollable, biaya tetap dan variable dsb.

Proses penentuan biaya meliputi 5 aktivitas,

 Cost Finding dimana pemerintah mengakumulasikan data mengenai biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk/jasa pelayanan

 Cost recording yaitu kegiatan pencatatan data ke sistem akuntansi organisasi

 Cost analizing yaitu mengidentifikasikan jenis dan perilaku biaya, perubahan biaya dan volume kegiatan.

 Stategic cost management (penentuan strategi penghematan biaya agar mencapai value for money). Tahap ini manajemen memberi informasi biaya secara lengkap kepada pimpinan dalam bentuk internal report yang kemudian diagregasi ke dalam laporan yang nanti di sampaikan ke pihak eksternal

3. Penilaian investasi

Penilaian investasi pada sektor publik lebih rumit di banding dengan sektor swasta, namun organisasi sektor publik juga dapat menerapkan tehnik-tehnik penilaian investasi sektor swasta. Misal: NPV, IRR dsb. Tetapi tidak semua tehnik penilaian invest sektor swasta tsb dapat di pakai oleh sektor publik.Kemudian untuk memudahkan tehnik penilaian invest, sektor publik menggunakan analisis efektifitas biaya (cost effectiveness analysis). Tehnik

(7)

penilaian ini menekankan sebagian besar dampak (outcome) yang di capai untuk suatu proyek/invest dengan biaya tertentu.

4. Penganggaran

Akuntansi manajemen membahas tentang perencanaandanpeangendalian sedangkan salah satu fungsi anggaran adalah perencanaan dan pengendalian akuntansi manajemen berperan untuk memfasilitasi tercipta anggaran public yang efektif. 3 Fungsi anggaran: alat alokasi sumber daya, alat distribusi dan stabilisasi agar alokasi dan distribusi sumber dana publik efisiensi, efektif, andal dan merata diperlukan akuntansi manajemen

5. Penentuan biaya pelayanan dan penentuan tarif pelayanan akuntansi manajemen di gunakan untuk menentukan berapa baya yang di keluarkan untuk memberikan pelayanan tertentu dan berapa tarif yang akan di bebankan kepada pemakai jasa termasuk subsidi

6. Penilaian kineria

Penilai kinerja merupakan bagian dari sistem pengendalian akuntansi manajemen dari penilaian kerja berperan dalam pembuatan indikator kinerj kunci dan saham ukur untuk masing-masing.

C. PROSES AKUNTANSI MANAJEMEN DISEKTOR PUBLIK

Semua organisasi, baik swasta maupun sektor publik, didirikan untuk mencapai satu atau lebih tujuan. Pemerintah, misalnya, memiliki banyak fungsi dan tujuan yang harus dicapai, antara lain pelayanan kesehatan, pendidikan, dan jasa- jasa lainnya. Salah satu persamaan antara organisasi swasta dan sektor publik adalah sama-sama memiliki keterbatasan dalam hal sumber daya.

Dengan keterbatasan sumber daya, suatu organisasi tidak mungkin hanya menyatakan tujuan akhirnya tanpa membuat rencana untuk mencapai tujuan akhir tersebut. Agar perencanaan dan pengendalian dapat dilakukan dengan baik, perlu ada informasi yang mendukung perencanaan dan pengendalian tersebut. Proses akuntansi manajemen bertujuan mendapatkan informasi tersebut.1 Menurut The Chartered Institute of Management Accountant (1996), akuntansi manajemen mencakup aktivitas inti berikut ini :

1

(8)

1) Partisipasi dalam proses perencanaan pada tingkatan strategis dan operasional hal ini melibatkan pembuatan kebijakan, penentuan rencana sampai dengan penyusunan anggaran yang dinyatakan secara kuantitatif.

2) Pembuatan dari panduan untuk keputusan manajemen. Hal ini mencakup pembutana, analisis, penyajian, dan interpretasi dari informasi relevan yang memadai.

3) Memberikan kontribusi kepada pengawasan dan pengendalian kinerja melalui pembuatan laporan atas kinerja organisasi (atau segmen tertentu dalam organisasi yang mencakup perbandingan antara kinerja aktual dengan kinerja yang direncanakan/ditanggarkan.

Proses akuntansi manajemen merupakan integrasi yang tidak terpisahkan antara perencanaan dan pengendalian. Dalam perspektif tersebut, perlu dibedakan antara dua jenis aktivitas perencanaan.

1) Perencanaan strategis, yaitu jenis perencanaan untuk tujuan dan sasaran yang bersifat fundamental. Jenis perencanaan ini sangat penting untuk menentukan tujuan organisasi secara keseluruhan.

2) Perencanaan operasional adalah jenis perencanaan yang penting untuk mengimplementasikan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang bersifat fundamental tersebut.

Tahap-tahap penting dari proses perencanaan dan pengendalian ada lima, yaitu:

1) Perencanaan strategis berupa penyusunan tujuan dan sasaran yang bersifat fundamental dan jangka panjang,

2) Perencanaan operasional, 3) Proses penganggaran,

4) Pengendalian dan pengukuran, 5) Pelaporan, analisis, dan umpan balik.

Jika dibandingkan, sektor publik dan sektor swasta tidak memiliki perbedaan substansial. Namun, proses di sektor publik biasanya lebih rumit. Sektor swasta bertujuan memaksimalkan kekayaan pemegang saham, selain beberapa tujuan lain seperti pangsa pasar atau citra perusahaan. Bertolak dari tujuan dasar tersebut, perencanaan strategis ditentukan langsung oleh manajemen walaupun pengaruh dari kelompok lain mungkin cukup besar.

(9)

Meskipun demikian, tanggung jawab untuk menetapkan perencanaan strategis dari organisasi sektor publik jauh lebih rumit karena mengakomodasi banyak faktor, seperti persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang, intervensi pemerintah, serta berbagai proses politik yang kental. Setelah tujuan dan sasaran yang bersifat fundamental tersebut diidentifikasi, proses manajemen strategis dapat digunakan kemudian untuk menentukan strategi dan tindakan yang diperlukan untuk implementasinya.

Rencana operasional biasanya meliputi periode waktu untuk jangka pendek atau jangka menengah dan dapat dinyatakan, baik secara finansial maupun non- finansial. Penggunaan indikator kinerja dan taget yang bersifat non-finansial menjadi semakin penting dalam perencanaan operasional. Setelah aktivitas jangka pendek yang perlu dilakukan telah teridentifikasi, mereka dinyatakan secara finansial. Tahap ini adalah tahap penganggaran.

Peran penting anggaran dalam organisasi sektor publik berasal dari kegunaannya dalam menentukan estimasi pendapatan atau jumlah tagihan atas jasa yang diberikan. Namun, peran anggaran dalam siklus perencanaan dan pengendalian manajemen lebih dari sekadar dua hal tersebut karena anggaran memiliki keterikatan antara perencanaan dan pengendalian.

Peran anggaran dalam perencanaan dicapai dengan menyatakan dalam nilai uang besarnya input yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas yang direncanakan dalam periode anggaran. Sementara, peranan anggaran dalam pengendalian dapat dicapai dengan mempersiapkan anggaran dengan cara yang dapat menunjukkan input dan sumber daya yang telah dialokasikan kepada individu atau departemen sehingga memungkinkan mereka untuk melakukan tugasnya dibebankan kepada mereka.

Organisasi sektor publik sering berhadapan dengan kurangnya pengukuran output yang sesuai sehingga pengukuran efektivitas didasarkan pada input yang digunakan. Padahal, pengeluaran yang dialokasikan pada anggaran tertentu amat penting sebab tidak hanya alokasi tersebut menunjukkan jumlah dana maksimum yang dapat dikeluarkan untuk kegiatan ini, melainkan juga alokasi tersebut memberikan indikasi mengenai level/tingkat dari pemberian jasa.

Pengukuran mencakup pencatatan biaya aktual yang telah ditimbulkan.

Kalau memungkinkan, pencatatan atas output yang dicapai, dan pengendalian akan mendeteksi perbedaan dari posisi anggaran dan mengambil tindakan untuk

(10)

memperbaiki penyimpangan tersebut. Hal ini berarti individu atau departemen yang bertanggung jawab atas anggaran harus mengetahui mengenai penyimpangan tersebut sesegera mungkin dan ini merupakan fungsi umpan balik dari tahapan pelaporan, analisis, dan pemberian umpan balik.

D. PENGERTIAN DAN TUJUAN ANGGARAN SEKTOR PUBLIK 1. Pengertian Anggaran

Elemen utama dari aktivitas keuangan negara adalah pada penyusunan anggaran. Penganggaran adalah proses pengalokasian sumber dana yang terbatas untuk membiayai kegiatan prioritas. Dalam pandangan sektor publik (pemerintahan), anggaran menggambarkan kewenangan yang sah atau otorisasi untuk membelanjakan uang, guna membiayai kegiatan sektor publik sesuai kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing kementerian/lembaga.

2. Pengertian Anggaran Sektor Publik

Menurut Mardiasmo (2004:2) dilihat dari sudut pandang ilmu ekonomi, Sektor Publik adalah suatu entitas yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik.

Jadi, sektor publik merupakan sutau wadah pemerintah untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan publik dengan mengutamakan kesejahteraan masyarakat. Dalam menjalankan segala aktivitasnya sektor publik menyusun seluruh kegiatan dan program kerjanya dalam sebuah anggaran.

Anggaran Sektor Publik merupakan rincian seluruh aspek kegiatan yang akan dilaksanakan yang tersusun atas rencana pendapatan dan pengeluaran yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu satu tahun. Anggaran sektor publik dibuat untuk membantu pemerintah dalam membantu tingkat pertumbuhan masyarakat seperti listrik, air bersih, kualitas kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya agar terjamin secara layak dan tingkat kesejahteraan masyarakat akan semakin terjamin serta penggunaan dan pengalokasiannya lebih efektif dan efisien.

3. Tujuan Anggaran Sektor Publik

(11)

Mardiasmo, seorang ahli dalam bidang keuangan publik, memberikan pandangan yang komprehensif mengenai tujuan anggaran sektor publik. Secara garis besar, anggaran sektor publik memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:

 Alat Perencanaan: Anggaran berfungsi sebagai blueprint atau peta jalan bagi pemerintah dalam menjalankan aktivitasnya. Dengan anggaran, pemerintah dapat menentukan program dan kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan, serta berapa banyak sumber daya yang dibutuhkan.

 Alat Pengendalian: Anggaran juga berfungsi sebagai alat untuk mengontrol pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah. Dengan membandingkan realisasi anggaran dengan rencana anggaran, pemerintah dapat mengidentifikasi penyimpangan dan mengambil tindakan korektif.

 Alat Akuntabilitas: Anggaran merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat. Melalui anggaran, masyarakat dapat mengetahui bagaimana pemerintah menggunakan uang pajak yang mereka bayarkan.

 Alat Koordinasi: Anggaran berfungsi sebagai alat untuk mengkoordinasikan berbagai kegiatan pemerintah. Dengan adanya anggaran, berbagai unit kerja pemerintah dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.

Lebih spesifik lagi, Mardiasmo juga menyebutkan beberapa tujuan lain dari anggaran sektor publik, antara lain:

 Mendorong efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran.

 Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.

 Menjamin keadilan dalam distribusi anggaran.

 Mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional.

E. Prisip-prinsip Anggaran Sektor Publik

Menurut Indra Bastian prinsip-prinsip anggaran publik terdiri dari:

a. Demokratis mengandu makna bahwa anggaran baik yang berkaitan dengan pendapatan maupun yang berkaitan dengan pengeluaran, harus ditetapkan melalui suatu nproses yang mengikutsertakan sebanyak mungkin unsur masyarakat, selain harus di bahas dan mendapatkan persetujuan legislatif.

b. Adil, berarti bahwa anggaran negara harus diarahkan secara optimal bagi nkepentingan orang banyak dan secara proporsional dialokasikan kesemua kelompok dalam masyarakat sesuai dengan kebutuhannya.

(12)

c. Transparan, adalah proses perencanaan pelaksanaan, serta pertanggungjawaban anggaran negara yang harus diketahui tidak saja oleh wakil rakyat, tetapi juga masyarakat umum.

d. Bermoral tinggi, berarti bahwa pengelolaan anggaran negara berpegang pada peraturan perundangan yang berlaku, serta senantiasa mengacu pada etika dan moral yang tinggi.

e. Berhati-hati, berarti pengelola anggaran negara harus juga dilakukan secara berhati-hati, karena posisi sumberdaya jumlahnya terbatas dan mahal harganya.

Hal ini akan semakin penting jika dikaitkan dengan unsur hutang organisasi.

f. Akuntabel, berarti bahwa pengelola keuangan organisasi harus dapat dipertanggungjawabkan setiap saat secara internal maupun eksternal kepada rakyat.

F. Jenis-jenis Anggaran Sektor Publik

Dalam penyusunan anggaran sektor publik, anggaran disususn berdasarkan jenisnya. Ada dua jenis anggaran sektor publik, yaitu:

a. Anggaran Operasional

Anggaran digunakan untuk melakukan perencanaan kebutuhan dalam menjalankan organisasi sektor publik. Belanja operasional merupakan tidak untuk menambah aktiva organisasi dan masa manfaatnya hanya satu periode b. Anggaran Modal

Anggaran modal menunjukkan rencana membelanjakan aktiva tetap yang sifatnya jangka panjang dan digunakan untuk kegiatan organisasi seperti gedung, peralatan, kendaraan, dan sebagainya. Belanja modal adalah pengeluaran yang masa manfaatnya lebih dari satu tahun.

G. PENGERTIAN SIKLUS ANGGARAN

Siklus merupakan suatu tahapan yang berisikan rangkaian kegiatan dan selalu berulang untuk jangka waktu tertentu. Siklus Anggaran (Budget Cycle) adalah masa atau jangka waktu mulai saat anggaran (APBN) disusun sampai dengan saat perhitungan anggaran disahkan dengan undang-undang.

Pada dasarnya secara umum siklus anggaran adalah sama untuk setiap organisasi yang berbeda hanya skala prioritas Menurut Mardiasmo siklus anggaran terdiri dari 4 (empat) tahap, adalah sebagai berikut:

1. Tahap Persiapan Anggaran (preparation) 2. Tahap Ratifikasi (approval/ ratification)

(13)

3. Tahap Implementasi (implementation)

4. Tahap Pelaporan dan Evaluasi (reporting and evaluation) 1. Tahap Persiapan Anggaran

Tahap Persiapan Anggaran dilakukan taksiran pengeluaran atas dasar taksiran pendapatan yang tersedia. Terkait dengan masalah tersebut, yang perlu diperhatikan adalah sebelum menyetujui taksiran pengeluaran, hendaknya terlebih dahulu dilakukan penaksiran pendapatan secara akurat.

2. Tahap Ratifikasi

Tahap ratifikasi ini merupakan tahap yang melibatkan proses politik yang cukup rumit dan cukup berat. Pemimpin eksekutif dituntut tidak hanya memiliki managerial skill namun juga harus mempunyai political skill, salesman ship, dan coalition building yang memadai.

3. Tahap implementasi

Tahap Implementasi dalam tahap ini yang penting adalah harus diperhatikan oleh manajer keuangan publik adalah dimilikinya sistem informasi dan sistem pengendalian manajemen.

4. Tahap pelaporan dan evaluasi

Tahap pelaporan dan evaluasi terkait dengan aspek akuntabilitas. Jika tahap implementasi telah didukung dengan sistem akuntansi dan sistem pengendalian manajemen yang baik, maka diharapkan tahap bugget reporting and evaluation tidak akan menemukan banyak masalah.

H. PENYUSUNAN ANGGARAN SEKTOR PUBLIK

Menurut Mardiasmotapan-tahapan yang dilakukan dalam penyusunan anggaran sektor Publik adalah sebagai berikut:

1. Tahap persiapan dan penyusunan anggaran (budget preparation)

Pada tahap persiapan dan penyusunan anggatan dilakukan taksiran pengeluaran atas dasar taksiran pendapatan yang tersedia.Terkait dengan masalah tersebut, yang perlu diperhatikan adalah sebelum menyetujui taksiran pengeluaran, hendaknya terlebih dahulu dilakukan penaksiran pendapatan secara lebih akurat.Selain itu, harus disadari adanya masalah yang cukup berbahaya jika anggaran pendapatan diestimasi pada saat bersamaan dengan pembuatan keputusan tentang anggaran pengeluaran. Dalam persoalan estimasi, yang perlu mendapat perhatian adalah terdapatnya faktor “ uncertainty”' (tingkat ketidakpastian) yang cukup tinggi.Oleh sebab itu,

(14)

manajer keuangan publik harus memahami betul dalam menentukan besarnya suatu mata anggaran.Besarnya suatu mata anggaran sangat tergantung pada teknik dan sistem anggaran yang digunakan.

2. Tahap ratifikasi anggaran

Tahap berikutnya adalah budget ratification. Tahap ini merupakan tahap yang melibatkan proses politik yang cukup rumit dan cukup berat.

Pimpinan eksekutif (kepala daerah) dituntut tidak hanya memiliki

"managerial skill” namun juga harus mempunyai “political skill,"

"salesmanship," dan "coalition building" yang memadai. Integritas dan kesiapan mental yang tinggi dari eksekutif sangat penting dalam tahap ini. Hal tersebut penting karena dalam tahap ini pimpinan eksekutif harus mempunyai kemampuan untuk menjawab dan memberikan argumentasi yang rasional atas segala pertanyaan-pertanyaan dan bantahan-bantahan dari pihak legislatif.

3. Tahap pelaksanaan anggaran (budget impleméntation)

Setelah anggaran disetujui oleh legislaiif, tahap berikutnya adalah pelaksanaan anggaran. Dalam tahap ini, hal terpenting yang harus diperhatikan oleh manajer keuangan publik adalah dimilikinya sistem (informasi) akuntansi dan sistem pengendalian manajemen. Manajer keuangan publik dalam hal ini bertanggung jawab untuk menciptakan sistem akuntansi yang memadai dan handal untuk perencanaan dan pengendahan anggaran yang telah disepakati, dan bahkan dapat diandalkan untuk tahap penyusunan anggaran periode berikutnya. Sistem akuntansi yang digunakan hendaknya juga mendukung pengendalian anggaran.

4. Tahap pelaporan dan evaluasi anggaran

Tahap terakhir dari siklus anggaran adalah pelaporan dan evaluasi anggaran. Tahap persiapan, ratifikasi, dan implementasi anggaran terkait dengan aspek operasional anggaran, sedangkan tahap pelaporan dan evaluasi terkait dengan aspek akuntabilitas. Apabila pada tahap implementasi telah didukung dengan sistem akuntansi dan sistem pengendalian manajemen yang baik, maka pada tahap pelaporan dan evaluasi anggaran biasanya tidak akan menemui banyak masalah.

5. Ruang lingkup, peran, dan fungsi DPRD

Sesuai dengan paradigma baru yang berkembang saat ini, DPRD mempunyai posisi, tugas, dan fungsi yang strategis dan penting dalam

(15)

perencanaan dan pengawasan pengelolaan keuangan daerah. Fungsi pengawasan dan perencanaan hendaknya sudah dilakukan DPRD sejak proses penjaringan aspirasi masyarakat hingga penetapan arah dan kebijakan umum APBD serta penentuan strategi dan prioritas APBD. Sementara itu, fungsi pengawasan hendaknya dilakukan oleh DPRD pada saat perencanan APBD, pelaksanaan APBD, dan pelaporan APBD.

I. SIKLUS ANGGARAN

Siklus dan proses penganggaran dapat bervariasi antar negara, namun pada dasarnya mengikuti urutan dan tujuan yang serupa. Berdasarkan panduan mengenai Analisis dan Advokasi Anggaran Pemerintah Daerah di Indonesia yang diterbitkan oleh Yayasan Asia (The Asia Foundation) dan Bank Pembangunan Asia (ADB), proses anggaran dapat dibagi menjadi empat tahap, yaitu:

1. Penyusunan Anggaran

Tahap ini melibatkan pengumpulan aspirasi masyarakat melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), diikuti oleh penyusunan kegiatan oleh satuan kerja perangkat daerah hingga penyiapan draf usulan APBD yang disampaikan oleh kepala daerah kepada DPRD untuk dibahas. Proses penyusunan anggaran ini memakan waktu beberapa bulan, dengan Tim Anggaran Eksekutif yang terdiri dari Sekretariat Daerah, BAPPEDA, dan BPKD memainkan peran penting. Meskipun masukan masyarakat diperoleh untuk menentukan prioritas, penyusunan program berlangsung secara tertutup di masing-masing SKPD.

2. Penetapan Anggaran

Penetapan anggaran dimulai ketika eksekutif menyerahkan usulan anggaran kepada legislatif. Proses ini biasanya ditandai dengan pidato kepala daerah di hadapan anggota DPRD. Selanjutnya, DPRD melakukan pembahasan yang melibatkan diskusi antara Panitia Anggaran Legislatif dan Tim Anggaran Eksekutif, di mana legislatif dapat mengajukan pertanyaan mengenai dasar-dasar kebijakan eksekutif.

3. Pelaksanaan Anggaran

Pelaksanaan anggaran dimulai setelah APBD disahkan melalui peraturan daerah pada akhir tahun, sebelum tahun anggaran baru dimulai. Proses ini berlangsung

(16)

selama satu tahun, mulai Januari, dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab eksekutif melalui SKPD sesuai dengan struktur organisasi pemerintah daerah.

4. Tahapan Audit (Pemeriksaan)

Audit mencakup penelaahan pelaksanaan anggaran selama satu tahun. Pemeriksaan dilakukan secara internal oleh Badan Pengawas Daerah (BAWASDA) dan BPKP, serta pemeriksaan eksternal oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menurut Indra Bastian (2010:208) dalam bukunya “Akuntansi Sektor Publik,”

siklus penganggaran publik dijelaskan dalam Gambar 0.1 sebagai berikut:

Penjelasan dari gambar di atas :

 Penetapan Prosedur dan Tim Penganggaran: Langkah pertama melibatkan penentuan prosedur untuk pembuatan anggaran serta pembentukan tim penganggaran untuk tahun yang bersangkutan.

 Penetapan Dokumen Standar Harga :Pada tahap kedua, dokumen standar harga digunakan untuk mengontrol biaya berbagai kebutuhan organisasi, baik barang maupun jasa.

 Penyebaran dan Pengisian Formulir Rencana Kerja dan Anggaran : Di tahap ini, formulir untuk program kerja dan anggaran disebarkan. Pedoman pengisian formulir tersebut mengacu pada dokumen standar harga dan rencana yang telah disusun sebelumnya.

 Rekapitulasi Kertas Kerja: Tahap berikutnya adalah merekap dan mengumpulkan data dari kertas kerja.

(17)

 Pembahasan Perubahan dan Penyelesaian Draft Anggaran Pendapatan dan Belanja: Pada tahap ini, anggaran untuk periode mendatang dibahas berdasarkan kertas kerja dan rencana akhir. Selanjutnya, draft anggaran pendapatan dan belanja diselesaikan, dengan pengecekan ulang untuk memastikan kesesuaiannya dengan perencanaan.

 Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja: Draft anggaran yang telah diselesaikan kemudian ditetapkan menjadi anggaran resmi. Proses ini merupakan langkah akhir dalam siklus pembuatan anggaran.

J. TUJUAN DAN PERAN PENYUSUNAN ANGGARAN

Dapat kita ketahui dari pengertian anggaran dapat di kemukakan bahwa tujuan anggaran adalah sebagai Menyusun anggaran adalah:

1. Untuk menyatakan tujuan/sasaran Perusahaan secara jelas dan formal.

2. Untuk dikomunikasikan kepada manajemen apa tujuan/sasaran kepada pihak pihak terkait sehingga anggaran di mengerti, didukung dan dilaksanakan.

3. Untuk merinci tentang aktivitas supaya jelas dan dengan maksud mengurangi ketidak pastina supaya memiliki arah yang jelas bagi individu dan kelompok dalam mencapai tujuan perusahaan.

4. Untuk mengkordinasikan bagaimana cara/metode yang akan di tempuh untuk memaksimalkan sumberdaya.

5. Untuk sebagai alat pengukur dan menyediakan kinerja individu dan kelompok, serta menyediakan transparansi informasi yang mendasari perlu tidak nya tindakan koreksi

DAFTAR PUSTAKA

Mardiasmo. (2018). Akuntansi Sektor Publik. Edisi Terbaru. Penerbit Andi.Yogyakarta.

(18)

Biswan T.A. (2021). Penajaman Peran Penganggaran Sektor Publik Sebagai Alat Perencanaan dan Pengendalian. JAS (Jurnal Akuntansi Syariah).

Indra Bastian,2010. Akuntansi Sektor Publik : Suatu Pengantar, Edisi Ketiga:

Erlangga, Jakarta.

Mardiasmo, T. (2009). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi.

Mardiasmo. 2002. Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta:

Penerbit Andi.

Hartoto, Tatmimah itat, Djazuli muhammad. (2023). Akuntansi Sektor Publik.

Jawa Barat: Widana bhakti persada Bandung.

Sadat Anwar. (2020). Govermental Accounting. Yogyakarta: Deepublish.

Rosmaidah Tambun, SE., M.Si. Penganggaran Perusahaan, Oktober 2020, PT Rel Karir pembelajaran

Referensi

Dokumen terkait

Deskripsi Singkat : Matakuliah ini membahas karakteristik organisasi sektor publik dan mekanisme akuntansi yang ada di dalamnya, baik akuntansi manajemen, akuntansi keuangan,

Matakuliah ini membahas karakteristik organisasi sektor publik dan mekanisme akuntansi yang ada di dalamnya, baik akuntansi manajemen, akuntansi keuangan, sistem akuntansi,

Tahap perencanaan strategik merupakan tahap yang menentukan kekomprehensivan, kekoherenan, dan keseimbangan rencana laba jangka panjang untuk mewujudkan visi organisasi ke

Akuntansi Manajemen Sektor public & system pengendalian Manjemen Sektor Publik Pemahaman terhadap pengertian akuntansi dan system perencanaan dan pengendalian

kontemporer Manajemen strategik Perencanaan dan pembuatan keputusan Pengendalian manajemen dan pengendalian operasional Penyajian laporan keuangan sebagai dasar manajemen untuk

Akuntansi Manajemen atau Akuntansi Manajerial adalah sistem akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer atau manajemen

Tahap perencanaan strategik merupakan tahap yang menentukan kekomprehensivan, kekoherenan, dan keseimbangan rencana laba jangka panjang untuk mewujudkan visi organisasi ke

Beberapa faktor motivasi diidentifikasi sebagai alasan adopsi akuntansi manajemen strategik oleh bisnis, yaitu kemampuannya untuk menilai informasi pesaing, alat untuk mendukung proses