• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH KELOMPOK 1: KONSEP PENDIDIKAN MASYARAKAT

N/A
N/A
rainsa nurul huda

Academic year: 2023

Membagikan "MAKALAH KELOMPOK 1: KONSEP PENDIDIKAN MASYARAKAT"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH KELOMPOK 1

KONSEP PENDIDIKAN MASYARAKAT

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Pendidikan Masyarakat

Dosen Pengampu:

Dra. Wirdatul Aini, M.Pd.

Disusun Oleh:

Aniza Ulfa Aulia 21004003 Dwi Ayu Latifa 21004061 Duta Erlangga Oktavio 21004003 Yelmi Masyarah Nuriman 22022050 Wiwi Hijatul Zahara 22022049

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2023

(2)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah Yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan hidayah-Nya jualah kami telah dapat menyelesaikan makalah ini. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas dan kewajiban kami sebagai mahasiswa. Dalam makalah ini kami akan membahas tentang “Konsep Pendidikan Masyarakat”.

Dengan ini kami mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung kami terutama kepada Ibu Dra. Wirdatul Aini, M.Pd. Selaku dosen pembimbing mata kuliah Pendidikan Masyarakat. Kami menyadari bahwa tidak ada yang sempurna diatas dunia ini, begitu pula dengan makalah yang telah kami susun ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak agar kami bisa melakukan perbaikan untuk masa yang akan datang dan menjadi pembelajaran juga bagi kita semua.

Akhir kata kami ucapkan terimakasih. Semoga makalah yang kami susun ini bermanfaat bagi kita semua terutama bagi kami selaku penulis.

Padang, 02 September 2023

Kelompok 1

(3)

iii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Tujuan ... 2

BAB II ... 3

PEMBAHASAN ... 3

A. Konsep Dasar Pendidikan Masyarakat ... 3

B. Pentingnya Pendidikan Masyarakat Bagi Lulusan FIP ... 8

C. Ruang Lingkup Pendidikan Masyarakat ... 9

BAB III ... 12

PENUTUP ... 12

A. Kesimpulan ... 12

B. Saran ... 12

DAFTAR PUSTAKA ... 13

(4)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan masyarakat muncul sebagai tanggapan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat modern. Seiring dengan perubahan cepat dalam teknologi, demografi, ekonomi, dan dinamika sosial, masyarakat di seluruh dunia dihadapkan pada tuntutan yang semakin kompleks. Dalam konteks ini, pendidikan masyarakat menjadi penting sebagai salah satu alat terbaik untuk membantu individu dan masyarakat mengatasi tantangan tersebut. Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh banyak masyarakat adalah ketidaksetaraan akses dan kualitas pendidikan. Banyak individu, terutama yang berasal dari latar belakang ekonomi rendah atau daerah terpencil, seringkali menghadapi hambatan dalam mengakses pendidikan formal yang berkualitas.

Pendidikan masyarakat hadir sebagai solusi untuk mengurangi kesenjangan ini dengan memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan beragam.

Selain itu, masyarakat juga menghadapi tekanan untuk beradaptasi dengan perubahan ekonomi yang cepat. Dunia kerja modern menuntut keterampilan yang berbeda dan pengetahuan yang terus berkembang. Pendidikan masyarakat memungkinkan individu untuk memperoleh keterampilan baru atau meningkatkan keterampilan yang sudah dimiliki, sehingga mereka dapat tetap relevan di pasar kerja yang berubah-ubah. Selain aspek ekonomi, pendidikan masyarakat juga memainkan peran penting dalam memelihara dan mengembangkan identitas budaya serta nilai-nilai sosial dalam masyarakat. Ini melibatkan pembelajaran tentang warisan budaya, toleransi, dan pemahaman antarbudaya. Dalam dunia yang semakin terhubung, pemahaman tentang beragam budaya dan perspektif menjadi semakin penting.

Dengan demikian, makalah ini akan mendalami konsep pendidikan masyarakat, mengapa hal ini menjadi relevan dalam konteks masyarakat modern, serta tujuan dan manfaatnya. Selanjutnya, kita akan membahas bagaimana konsep ini dapat

(5)

2

diimplementasikan secara efektif dalam masyarakat untuk mencapai hasil yang diinginkan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa Konsep Dasar Pendidikan Masyarakat?

2. Apa Pentingnya Pendidikan Masyarakat Bagi Lulusan FIP?

3. Apa Ruang Lingkup Pendidikan Masyarakat?

C. Tujuan

1. Untuk Mengetahui Konsep Dasar Pendidikan Masyarakat.

2. Untuk Mengetahui Pentingnya Pendidikan Masyarakat Bagi Lulusan FIP.

3. Untuk Mengetahui Ruang Lingkup Pendidikan Masyarakat

(6)

3 BAB II PEMBAHASAN

A. Konsep Dasar Pendidikan Masyarakat 1. Pengertian Pendidikan Masyarakat

Pendidikan masyarakat diartikan sebagai proses pendidikan untuk membangun potensi dan partisipasi masyarakat di dalam upaya proses pengambilan keputusan secara lokal, maka pendidikan berbasis masyarakat merupakan respon dari ketidakmampuan negara dalam melayani penduduknya untuk menyelesaikan berbagai aktivitas pembangunan, baik dalam bidang ekonomi, rehabilitasi perumahan, pelayanan kesehatan, latihan kerja, pemberantasan buta huruf, dan maupun bidang pendidikan. Pendidikan berbasis masyarakat merupakan model pendidikan yang mana segala hal yang terkait di dalamnya lebih banyak melibatkan peran masyarakat daripada keterlibatan atau campur tangan negara (pemerintah). Masyarakat mempunyai wewenang dan tanggung jawab besar dalam penyelenggaraannya.

Model Pendidikan berbasis masyarakat merupakan tawaran terhadap mainstream pendidikan yang berbasis negara. Praktek pendidikan berbasis masyarakat telah lama ada sejak kemerdekaan Indonesia bahkan sebelum kemerdekaan, walaupun secara konseptual model pendidikan berbasis masyarakat belum diformulasikan secara baku saat itu.

Menurut Misbah yang dikutip oleh Eroby menyatakan bahwa kemunculan pendidikan berbasis masyarakat dipicu oleh arus besar moderenisasi yang menghendaki terciptanya demokratisasi dalam segala kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Pendidikan berbasis masyarakat di anggap dapat menjadi salah satu pendidikan yang dapat menutup kekurangan dari pendidikan berbasis Negara.

Pendidikan berbasis masyarakat menurut Sihombing (dalam Jalal dan Supriadi, 2001:186) merupakan pendidikan yang dirancang, dilak- sanakan, dinilai dan dikembangkan oleh masyarakat yang mengarah pada usaha menjawab tantangan dan peluang yang ada di lingkungan masyarakat tertentu dengan berorientasi pada masa depan. Dengan kata lain, pendidikan berbasis masyarakat adalah konsep pendidikan “dari

(7)

4

masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat”. Dengan ini Sihombing menegaskan bahwa yang menjadi acuan dalam memahami pendidikan berbasis masyarakat adalah pendidikan luar sekolah, karena pendidikan luar sekolah itu bertumpu pada masyarakat, bukan pada pemerintah.

Pendidikan berbasis masyarakat sesungguhnya bukan hanya dapat dilaksanakan melalui jalur pendidikan luar sekolah (nonformal), sebagaimana diungkapkan dalam UU No. 20 Tahun 2003 pasal 13 ayat (1) menyebutkan bahwa “Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya”. Oleh karena itu, pendidikan berbasis masyarakat dapat juga mengambil jalur formal, non formal dan informal. Pendidikan berbasis masyarakat dengan proses formal biasanya merupakan pendidikan yang diselenggarakan oleh organisasi birokrasi formal semisal sekolah atau universitas. Pendidikan berbasis masyarakat dengan proses nonformal dapat mengambil bentuk pendidikan di luar kerangka sistem formal yang menyediakan jenis pelajaran terpilih, seperti di perpustakaan atau museum. Adapun pendidikan berbasis masyarakat dengan proses informal merupakan pendidikan yang diperoleh individu melalui interaksinya dengan orang lain di tempat kerja, dengan keluraga, atau dengan teman.

2. Ciri Ciri Pendidikan Masyarakat

Ciri-ciri Masyarakat Untuk menentukan identitasnya, menurut Soerjono Soekanto, buku Sosiologi: Suatu Pengantar (2003), masyarakat mempunyai ciri-ciri yang khas. Adapun daftar ciri-ciri masyarakat adalah sebagai berikut : Hidup Berkelompok Sebagai makhluk sosial, manusia tidak mampu hidup sendiri. Ketidakmampuan itu mendorong manusia hidup berkelompok. Sebab, manusia senantiasa membutuhkan bantuan orang lain.

Konsep tersebut mengantarkan masing-masing individu hidup bermasyarakat.

Melahirkan Kebudayaan Ketika manusia membentuk kelompok, mereka selalu berusaha mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia akan berupaya menyatukan pikiran dan pengalaman bersama agar terbentuk suatu rumusan yang dapat menjadi pedoman tingkah laku mereka, yakni kebudayaan. Selanjutnya, budaya itu dipelihara dan diwariskan ke generasi-generasi berikutnya. Mengalami Perubahan Beragam latar

(8)

5

belakang yang menyatukan tiap-tiap individu menjadi suatu masyarakat, membuat manusia mengalami perubahan.

Perubahan ini dianggap sebagai upaya masyarakat menyesuaikan diri dengan keadaan zaman. Sebagai contoh, masyarakat beralih menggunakan surat elektronik untuk menggantikan surat kertas, ketika menerima pengaruh perkembangan teknologi.

Berinteraksi Interaksi adalah hal yang mendasar dari terbentuknya masyarakat. Interaksi ditempuh untuk mencapai keinginan, baik pribadi maupun kolektif. Dengan berinteraksi, masyarakat membentuk suatu entitas sosial yang hidup. Terdapat Kepemimpinan Masyarakat cenderung mengikuti peraturan yang diberlakukan di wilayahnya.

Contohnya, dalam lingkup keluarga, kepala keluarga mempunyai wewenang tertinggi untuk mengayomi keluarganya. Istri dan anak patuh kepada ayah atau suaminya.

Hal itu menunjukkan bahwa dalam masyarakat, ada peran pemimpin yang membantu menyatukan individu-individu. Stratifikasi Sosial Stratifikasi sosial menempatkan seseorang pada kedudukan dan perannya di dalam masyarakat. Ketidakseimbangan hak dan kewajiban masing-masing individu atau kelompok menimbulkan adanya penggolongan masyarakat dalam kelas-kelas tertentu. Dalam kehidupan bermasyarakat, stratifikasi sosial didasari atas kasta sosial, usia, suku, pendidikan, dan beberapa aspek lain yang memicu keberagaman.

Ciri – ciri pendidikan masyarakat :

a. Memiliki legalitas formal yang terstandarisasi b. Memiliki manajemen serta administrasi yang jelas

c. Pendidikan diselenggarakan dalam sebuah ruang kelas yang disediakan oleh lembaga pendidikan formal

d. Proses pembelajarannya menggunakan kurikulum formal Memiliki batasan usia di setiap jenjangnya Memiliki batasan waktu/ lama studi

e. Adanya syarat tingkat pengetahuan tertentu bagi calon peserta didiknya Memiliki prosedur evaluasi belajar

f. Peserta didik yang berhasil lulus akan mendapatkan ijazah g. Ada syarat presensi/ kehadiran

h. Penyelenggaraannya di dalam lingkungan masyarakat, namun di luar lembaga persekolahan.

(9)

6

i. Pendidikan dengan jangka pendek atau waktu studinya singkat, tapi materi yang diberikan sangat padat.

j. Materi pelajarannya didasarkan pada kebutuhan pragmatis.

k. Tidak memiliki batasan usia bagi peserta didiknya.

l. Bertujuan memberikan keterampilan khusus sebagai persiapan diri memasuki dunia kerja.

m. Orang tua berperan sebagai guru n. Tidak ada batasan usia dan waktu

o. Proses belajar mengajar bisa berlangsung secara tidak sengaja (tidak terjadwal seperti pendidikan formal dan non-formal)

p. Tidak ada kurikulum resmi dalam proses pembelajaran

q. Tidak ada persyaratan khusus untuk mengikuti pendidikan informal r. Tidak ada ujian dan ijazah.

3. Tujuan Pendidikan Masyarakat

Tujuan pendidikan berbasis masyarakat biasanya mengarah pada isu-isu masyarakat seperti pelatihan karir, perhatian terhadap lingkungan, pendidikan dasar, pendidikan keagamaan, penangan masalah kesehatan, dan sebagainya.Tujuan pendidkan berbasis masyarakat hakikatnya adalah pemberdayaan masyarakat ke arah yang lebih baik demi terwujudnya masyarakat yang unggul dalam segala bidang. Melalui pendidkan berbasis masyarakat, masyarakat diberdayakan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Pemberdayaan dan pendidikan ini berlangsung terus- menerus dan seumur hidup (long life education). Menurut E. Muyasa hubungan sekolah dengan masyarakat bertujuan antara lain sebagai berikut:

1) Memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan anak,

2) Memperkukuh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat,

3) Menggairahkan masyarakat untuk menjalin hubungan dengan sekolah.

Undang-undang Republik Indonesia no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional tentang peran serta masyarakat dalam pendidikan yang tertuang pada pasal 54 ayat (1) “Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perorangan,

(10)

7

kelompok, keluarga, organisasi profisi, pengusaha dan organisasi kemasyarakatan dalam menyelenggarakan dan pengendalian mutu pada satuan pendidikan. Ayat (2) masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber pelaksanaan dan pengguna hasil pendidikan.”

Demikian pula pendidikan berbasis masyarakat sebagaimana yang tertuang pada pasal 55 ayat 1-4: “Ayat(1) masyarakat berhak menyelenggarakan pendidikan berbasis masyarakat pada pendidikan formal dan non formal sesuai dengan kekhasan agama, lingkungan sosial dan budaya untuk kepentingan masyarakat. Ayat (2) penyelenggaraan pendidikan berbasis mengembangkan dan melaksanakan kurikulum dan evaluasi pendidikan, serta manajemen dan pendanaannya sesuai dengan standard nasional pendidikan. Ayat (3) Dana penyelenggaraan pendidikan berbasis masyarakat dapat bersumber dari penyelenggaraan, masyarakat, pemerintah, pemerintah daerah dan / atau sumber lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku; ayat (4) lembaga pendidikan berbasis masyarakat dapat memperoleh bantuan tekhnis, subsidi dana dan sumbe daya lain secara adil dan merata dari pemerintah dan / atau pemerintah daerah.”

Sementara implikasi pendidikan berbasis masyarakat terhadap masyarakat itu sendiri adalah :

1) Masyarakat diberdayakan,

2) Masyarakat diberi peluang untuk mengembangkan kemampuan,

3) Masyarakat diberi kebebasan mendesain, merencanakan, membiayai, mengelola, dan menilai diri.

Lembaga pendidikan berbasis masyarakat pada jalur pendidikan formal dan non formal dapat memperoleh bantuan teknis, Subsidi dana dan Sumber daya lain yang tata cara mengenai bantuan teknis,subsidi dana, dan sumber daya lainnya. Masyarakat melalui pendidikan berbasis masyarakat, akan mampu mengembangkan potensi dan kemampuannya ke arah perubahan. Pendidikan berbasis masyarakat menjadi model dalam pemberdayaan masyarakat yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

(11)

8

B. Pentingnya Pendidikan Masyarakat Bagi Lulusan FIP

Pendidikan bermakna untuk menciptakan masyarakat yang setara dan adil, Sebagian besar masyarakat dunia percaya bahwa pendidikan adalah senjata ampuh untuk memerangi berbagai masalah yang terjadi di masyarakat. Dalam hal ini, pendidikan bermakna telah muncul sebagai paradigma baru di bidang pendidikan yang menekankan pada pembentukan karakter dan kepribadian, di mana penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan menjadi bagian dari itu. Dengan berfokus pada integrasi pembentukan kepribadian dengan pengembangan pengetahuan dan keterampilan, pendidikan yang bermakna dapat mengembangkan lulusan yang memiliki moral yang baik dan menguasai pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk membawa manfaat bagi masyarakat dan menjaga martabat manusia. Selain itu, pendidikan yang bermakna dapat meningkatkan kualitas pendidikan baik melalui manajemen dan proses pendidikan.

Dengan komitmen untuk memecahkan berbagai masalah sosial yang terjadi di masyarakat saat ini, Fakultas Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan Konferensi Internasional tentang Pendidikan Bermakna (ICMED) dengan tema “Pendidikan Bermakna untuk Menciptakan Masyarakat yang Setara dan Adil”. Hal ini sejalan atas hak pendidikan untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus yang telah dinyatakan dengan jelas dalam Konvensi PBB tentang Hak-hak Penyandang Disabilitas (UNCRPD) pada tahun 2006.

Konvensi tersebut dengan jelas menyatakan bahwa pendidikan inklusif adalah sistem yang digunakan untuk menyediakan peluang bagi semua orang. penyandang cacat atau anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan. Ini membawa perubahan besar dalam paradigma pendidikan untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus yang pada awalnya berorientasi pada pendidikan khusus yang diselenggarakan oleh Sekolah Luar Biasa berubah menjadi pendidikan inklusif di sekolah- sekolah reguler.

Oleh karena itu, kegiatan yang digabung dengan Konferensi Internasional tentang Pendidikan Khusus dan Inklusif (ICSIE) 2018, bertujuan menyediakan forum bagi para akademisi, peneliti, profesional dari berbagai bidang untuk bertukar gagasan, berkomunikasi dan berdiskusi tentang perkembangan terbaru di bidang pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Konferensi ICMED dan ICSIE ini diharapkan menjadi forum bagi para

(12)

9

ahli, praktisi, peneliti pendidikan dan siswa untuk mengumpulkan ide-ide dalam kerangka pendidikan yang bermakna khususnya, serta berbagai aspek pendidikan secara umum. Selain itu, ICMED juga diharapkan menjadi perantara dalam membangun dan memperkuat jaringan dan kolegialitas di antara para peserta.

Alasan Pentingnya Pendidikan Masyarakat bagi Lulusan FIP

a. lulusan FIP dicetak sebagai calon pendidik, tentunya harus bisa menjadi pendidik yang tidak hanya mengabdi pada pendidikan di formal saja, namun juga mengabdi pada pendidikan yang ada di masyarakat.

b. mampu menggeluti segala bidang pendidikan baik formal, nonformal, dan informal c. memiliki sim double artinya memiliki izin mengajar di formal dan non formal

d. memiliki pemahaman dalam menghadapi masyarakat, mengajak masyarakat dalam pendidikan.

C. Ruang Lingkup Pendidikan Masyarakat

Ruang lingkup pendidikan masyarakat menyangkut berbagai aspek kehidupan dari berbagai usia, tempat dan kebutuhan. Ruang lingkup pelayanan pendidikan luar sekolah menjangkau keseluruhan kegiatan pelayanan pendidikan di luar sekolah pelayanan diselenggarakan oleh pendidikan di luar persekolah. Pendidikan luar sekolah tidak hanya dilakukan oleh pemerintah/ departemen, tapi juga dilaksanakan oleh seluruh masyarakat yang mampu membimbing dan melaksanakannya.

Ruang lingkup pendidikan masyarakat dapat ditinjau dari beberapa segi seperti : Pelayanan, pranata, Pelambangan Program. Ketiga segi itu sebagai berikut :

a. Dari segi pelayanan Berdasarkan usia

• Usia Persekolahan

Upaya peralatan pendidikan yang berhubungan dengan anak usia berhubunga antara lain adalah: tempat penitipan anak, dan kelompok sepermainan. Lembaga-lembaga pendidikan semacam ini juga termasuk lembaga pendidikan luar sekolah. Fungsi lembaga tersebut berbeda dengan fungsi taman kanak-kanak yang merupakan persiapan untuk memasuki sekolah dasar.

(13)

10

• Usia Pendidikan Dasar

Pada saat sekarang ini wajib belajar 9 tahun bagi anak-anak usia 7-12 tahun, walau demikian masih banyak anak-anak usia sekolah yang belum tertampung di sekolah Dasar. Oleh karena itu pendidikan luar sekolah mempunyai peranan yang penting untuk merealisasikan tujuan pendidikan yang belum dapat tercapai sepenuhnya melalui pendidikan persekolahan. Oleh karena itu pendidikan luar sekolah mengadakan pelaksanaan wajib belajar 9 tahun, dengan cara program paket A.

• Usia Pendidikan Menengah

Tidak semua kelompok usia 13-18 tahun telah mengenyam pendidikan sekolah menengah tingkat pertama (SMTP) maupun sekolah menengah atas (SMTA). Seperti diketahui sistem pendidikan persekolahan tidak selalu dirancang untuk menghasilkan lulusan yang yan siap kerja.

Dalam hubungan ini, pendidikan masyarakat dapat berperan sebagai pengganti, pelengkap atau penambah program pendidikan persekolahan. Dengan cara mendidik keterampilan dan paket B yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

b. Berdasarkan jenis kelamin

Menurut daftar statistik, ternyata jumlah wanita lebih banyak dari pada pria.

Meskipun demikian, partisipasi wanita masih kurang dalam peningkatan produksi atau pendidikan sosial, ekonomi yang dilaksanakan bersama dengan pria. Mengingat bahwa wanita lebih berperan dalam kegiatan kesejahteraan keluarga, partisipasi wanita dalam hal ini perlu ditingkatkan lagi. Program pendidikan luar sekolah yang sangat menonjol dalam kegiatan itu ialah : program PKK, KB dan sebagainya.

Sistem penyampaian dapat dilakukan dengan menggunakan:

1) Kelompok, organisasi clan lembaga yang ada dalam masyarakat, 2) Mekanisme sosial, budaya seperti perlombaan clan pertandingan,

3) Kesenian tradisional seperti wayang, ludruk, dagelan, maupun teknologi modern seperti : TV, film majalah, dan surat kabar.

(14)

11

4) Prasarana dan sarana seperti : balai desa, masjid, gereja sekolah, alat perlengkapan belajar, dan alat perlengkapan kerja.

a) Dari segi kelembagaan, yang dimaksud dengan pelambangan program ialah keseluruhan proses mengintegrasikan antara pendidikan luar sekolah dan pembangunan masyarakat lainnya seperti :

• Program antar sekolah dan swadaya masyarakat, misalnya program pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK), program keterampilan wanita (PKW).

• Koordinasi pelaksanaan dan perencanaan proram pembangunan.

• Tenaga penggerak di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kotamadya, kecamatan dan desa (pemerintah dan swasta).

(15)

12 BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Pendidikan masyarakat adalah konsep yang vital dalam pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam konteks masyarakat modern yang kompleks, pendidikan masyarakat memiliki peran yang signifikan dalam mengatasi berbagai tantangan. Dalam makalah ini, telah dibahas konsep pendidikan masyarakat, latar belakang pentingnya, tujuan, dan manfaatnya bagi individu dan masyarakat. Pendidikan masyarakat mempromosikan akses universal ke pendidikan, pemberdayaan individu, pengembangan masyarakat, serta keseimbangan antara pendidikan formal dan non- formal.

B. Saran

Untuk meningkatkan efektivitas pendidikan masyarakat, perlu ada investasi yang lebih besar dari pemerintah dan sektor swasta, peningkatan kesadaran masyarakat tentang manfaatnya, kolaborasi yang erat antarlembaga, penyesuaian program dengan kebutuhan lokal, dan peningkatan keterampilan digital individu agar dapat memanfaatkan sumber daya pendidikan online. Dengan langkah-langkah ini, pendidikan masyarakat dapat menjadi alat yang lebih kuat untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, produktif, dan berbudaya.

(16)

13

DAFTAR PUSTAKA

Ardiwinata, Jajat S., dan Dinno Mulyono. “Pendidikan Masyarakat dalam Pembangunan Masyarakat.” PEMBERDAYAAN: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah 7.1 (2018): 25-35.

https://arsipkuliahtarbiyah.blogspot.com/2016/09/fungsi-tujuan-dan-ruang-lingkup-pls.html

https://fipp.uny.ac.id/id/berita/lulusan-fip-harus-mengembangkan-ilmu-pendidikan-untuk- membangun-karakter-bangsa.html

https://reftyputriar.wordpress.com/2019/10/16/resume-pert-1-pendidikan-masyarakat/

Jacub, Mohamad. SALAH SATU BAGIAN KECIL DARI RUANG LINGKUP PENDIDIKAN

LUAR SEKOLAH NONFORMAL EDUCATION DALAM BIDANG

PERKOPERASIAN PADA MASYARAKAT PONDOK PESANTREN. Diss.

Universitas Pendidikan Indonesia, 1986.

Saepudin, Asep, dan Dinno Mulyono. “Pendidikan masyarakat dalam pengembangan masyarakat.” PEMBERDAYAAN: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah 8.1 (2019): 65-73.

Saleh, Syarbaini, Toni Nasution, and Parida Harahap. "Pendidikan Luar Sekolah." (2020).

Sudarsana, I. Ketut. "Peningkatan mutu pendidikan luar sekolah dalam upayapembangunan sumber daya manusia." Jurnal Penjaminan Mutu 1.1 (2015): 1-14.

Suharto, Toto. "Konsep dasar pendidikan berbasis masyarakat." Jurnal Cakrawala Pendidikan 3 (2005)

Suharto, Toto. Pendidikan Berbasis Masyarakat; Relasi Negara dan Masyarakat dalam Pendidikan. LKIS Pelangi Aksara, 2012.

Referensi

Dokumen terkait

Pelatihan dilakukan dalam bentuk: pelatihan P3K dan pengobatan dasar, deteksi status kesehatan, pelatihan analisis jentik nyamuk dan penataan lingkungan sehat,

(Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar-dasar Pendidikan Islam)..

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan siswa akan mengarah kepada pembentukan proses sains pada diri siswa melalui pemberian isu-isu sains, teknologi, masyarakat dan lingkungan

Pendidikan berbasis masyarakat berdiri di atas prinsip dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Dari masyarakat berarti bahwa suatu pendidikan dilakukan

Benar bahwa suatu masyarakat islam adalah tujuan akhir pendidikan islam,tetapi masyarakat seperti itu sekaligus merupakan alat untuk mengkokohkan ajaran-ajaran islam dan

Terobosan pemikiran kembali konsep dasar pembaharuan pendidikan Islam menuju masyarakat madani sangat diperlukan, karena "pendidikan sarana terbaik yang didisain untuk

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep dasar pendidikan karakter pada lingkungan pendidikan formal dengan mengidentifikasi nilai estetika dari kacaping agar dapat menjadi

JURNAL PENDIDIKAN DAN KONSELING VOLUME 5 NOMOR 4 TAHUN 2023 14 Konsep dan Pengembangan Pendidikan Berbasis Masyarakat Azni Aisyah1, Afriza Rahma Rani2 1, Program Studi Pendidikan