Transaksi perdagangan antarnegara melibatkan pertukaran mata uang asing, yang kemudian menimbulkan kebutuhan akan sistem nilai tukar (kurs) dan mekanisme pasar valuta asing (foreign exchange market atau bursa valas). Kurs mata uang, atau nilai tukar, merupakan harga suatu mata uang terhadap mata uang lainnya. Spot rate sangat dipengaruhi oleh kekuatan permintaan dan penawarn oleh kekuatan mata uang di pasar.
Jika permintaan terhadap mata uang suatu negara (misalnya USD) meningkat karena tingginya ekspor atau masuknya investasi asing, maka nilai tukarnya. Sebaliknya, jika penawaran terhadap mata uang tersebut lebih tinggi dari permintaan, maka nilai tukarnya akan melemah. Ini menyebabkan turunnya daya saing ekspor, yang berujung pada penurunan permintaan terhadap mata uang lokal, sehingga spot rate mata uang tersebut melemah.
Sebaliknya, defisit neraca perdagangan menyebabkan permintaan terhadap mata uang asing meningkat (untuk membayar impor), sehingga nilai tukar mata uang lokal melemah. Tindakan ini dapat memengaruhi permintaan dan penawaran mata uang dan pada akhirnya memengaruhi spot rate. Negara dengan utang luar negeri yang tinggi memiliki kewajiban untuk membayar bunga dan pokok utang dalam mata uang asing.
Jika beban utang meningkat, permintaan terhadap mata uang asing meningkat menyebabkan pelemahan mata uang local dan lemahnya kurs spot.
Derivative Market
Pasar Forward Contract
Forward contract bukan investasi, melainkan perjanjian melakukan transaksi dengan harga dan tanggal tertentu dimasa yang akan datang. Sebagai kesepakatan pribadi antara dua pihak, forward contract diatur secara khusus untuk memenuhi kebutuhan masing-masing pihak, oleh karena disebut sifatnya adalah private (bergantung pada pribadi kedua belah pihak). Sedangkan yang namanya future contract berbeda dengan forward contract bentuknya sudah standar (sudah dibuat baku), telah disecuritisasi dan diperdagangkan dipasar tertentu, ditengah-tengah masyarakat, kontrak tidak dilakukan secara pribadi oleh kedua pihak, tetapi dilakukan melalui bursa yang terorganisir.
Menurut Madura forward contract adalah perjanjian antara sebuah perusahaan dengan bank komersial untuk menukar sejumlah mata uang tertentu dengan kurs nilai tukar tertentu (yang disebut kurs forward) pada tanggal tertentu dimasa depan. Kontrak forward yang paling umum berjangka waktu dan 360 hari, meskipun tersedia juga untuk jangka waktu lainnya (termasuk jangka waktu yang lebih panjang). Menurut (Levi dalam Wahyuni 2015) forward contract yaitu kurs forward adalah kurs yang disepakati saat ini untuk dipertukarkan mata uang pada tanggal tertentu dimasa yang akan datang.
Sedangkan menurut (Brigham dan Houston dalam Angelina 2012) forward contract adalah perjanjian dimana salah satu pihak setuju untuk membeli sebuah komoditas pada suatu harga tertentu dimasa depan dan pihak lain setuju untuk melakukan penjualan tersebut. Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa forward contract adalah perjanjian yang dilakukan kedua belah pihak berupa penyerahan sejumlah mata uang asing, dimana dibeli sekarang tetapi pembayaran dilakukan dimasa yang akan datang setelah membuat kontrak yang disepakati. Perusahaan multinasional yang melakukan hedging memakai forward contract harus membeli kontrak forward muntuk valuta asing yang sama dengan valuta yang mendominasi kewajiban dimasa depan.
Perusahaan yang menggunakan contract forward harus mengadakan kesepakatan dengan pihak bank untuk menentukan besarnya nilai kurs mata uang asing yang dibutuhkan oleh bank perusahaan dan pihak bank akan meminta sejumlah premium atas kegiatan suatu kontrak untuk menutupi besarnya perbedaan bunga. Menurut Madura perusahaan multinasional menggunakan kontrak forward sebagai lindung nilai atas impor dan dapat menetapkan kurs untuk membeli mata uang yang diperlukan guna membayar impor. Jika forward rate>spot rate atau valuta asing mengala mi apresiasi, perhitungan diatas menghasilkan bilangan positif berarti forward contract valuta asing dilaksanakan dengan forward premium.
Adanya keluwesan yang dimilki oleh kontrak tersebut, yaitu dengan menginjinkan pembeli untuk mendapatkan valuta asing pada setiap hari selama beberapa hari sebelum periode kontrak. Kontrak forward dengan bank dapat dibuat untuk setiap jumlah yang diingikan sedangkan untuk contract future dan opsi valuta, jumlah nilai kontrak dan tanggal jatuh tempo telah terstandarisasi, tidak fleksibel seperti kontrak forward. Pasar forward tidak terdapat aturan formal dan universal untuk melakukan penyesuain terhadap simpanan karena fluktuatif kurs spot mendatng diharapkan dan nilai kontrak forward.
Karakteristik Kontrak Forward
Mekanisme Kontrak Forward
Currency Futures Market
Tujuan Penggunaan Currency Futures
Perusahaan atau individu yang memiliki eksposur terhadap fluktuasi nilai tukar dapat mengunci kurs dengan kontrak futures, sehingga melindungi nilai aset atau kewajiban dalam mata uang asing. Trader individu atau institusi dapat memanfaatkan currency futures untuk mengambil posisi atas ekspektasi pergerakan nilai tukar tanpa harus benar-benar membeli mata uang fisik.
Cara Kerja Currency Futures Market
Keuntungan dan Risiko Currency Future Market
Currency futures untuk mata uang utama (seperti USD, EUR, JPY) sangat likuid karena banyak diperdagangkan setiap hari. Investor hanya perlu menyetor margin awal (sebagian kecil dari nilai kontrak), memungkinkan kontrol atas posisi besar dengan modal terbatas. Karena kontraknya standar, futures tidak bisa disesuaikan dengan kebutuhan khusus seperti jumlah dana yang tidak sesuai kontrak standar atau tanggal jatuh tempo yang tidak tersedia.
Sebagian besar kontrak futures tidak diselesaikan dengan pertukaran mata uang sungguhan, tetapi melalui penutupan posisi sebelum jatuh tempo. Hal ini kurang cocok untuk perusahaan yang benar-benar membutuhkan mata uang fisik untuk pembayaran internasional.
Currency Option Market
Jenis-Jenis Currency Option Market
Tujuan Penggunaan Currency Option a. Hedging
Keuntungan dan Risiko Currency Option Market a. Keuntungan Currency Option
Jika pasar bergerak tidak sesuai harapan, pemegang opsi tidak perlu mengeksekusi opsi dan hanya menanggung premi. Jika nilai tukar bergerak sesuai arah yang diharapkan (naik untuk call, turun untuk put), pemegang opsi bisa mendapatkan keuntungan besar. Ini berbeda dengan kontrak derivatif lain seperti futures, yang bisa menyebabkan kerugian besar akibat leverage.
Perubahan volatilitas yang tidak sesuai harapan dapat menyebabkan penurunan nilai opsi, meskipun arah nilai tukar menguntungkan. Bagi penjual (writer) opsi, potensi kerugian bisa tidak terbatas jika pasar bergerak melawan posisi mereka. Beberapa jenis opsi mata uang (terutama yang tidak standar atau diperdagangkan di OTC) kurang likuid, sehingga sulit untuk dijual kembali.
Euro Currency Market
Karakteristik Euro Currency Market Beberapa ciri khas dari pasar ini adalah
Tujuan dan Fungsi Euro Currency Market A. Tujuan Euro Currency Market
Manajemen Risiko Valuta Asing: Memungkinkan perusahaan dan pemerintah melakukan lindung nilai (hedging) terhadap risiko fluktuasi nilai tukar dengan lebih efektif5. Diversifikasi Sumber Dana: Memudahkan perusahaan dan pemerintah memperoleh dana dalam berbagai mata uang tanpa harus bergantung pada pasar domestik.
Jenis-Jenis Uang dalam Euro Currency Market
Mata uang utama lainnya: Termasuk Canadian Dollar (CAD), Australian Dollar (AUD), dan lain-lain, selama disimpan di luar negara penerbitnya.
PENUTUP