MAKALAH MANAJEMEN INDUSTRI
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN LINI PERAKITAN DAN FASILITAS PRODUKSI
Oleh :
HARITS AVICENNA HERLANGGA 2231110062
M. EKO RAMADHAN 2231110107
QONIUL KARIM 2231110103
Kelas : 2D D3TE
PROGRAM STUDI DIII - TEKNIK ELEKTRONIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG 2023
Table of Contents
KATA PENGANTAR...3 BAB 1...4
PENDAHULUAN...4
I. Latar Belakang...4
II. Rumusan Masalah...4
III. Tujuan Penulisan...5
BAB II...6
PEMBAHASAN...6
A. Pengertian Perencanaan dan perancangan lini perakitan serta fasilitas produksi. .6 B. Tahapan-Tahapan Perencanaan dan perancangan lini perakitan serta fasilitas produksi...6
C. Peran Kunci Departemen Perencanaan Proses Produksi...7
D. Bagaimana cara merancang lini perakitan yang efisien dan efektif?...8
E. Bagaimana cara memilih teknologi dan peralatan yang tepat untuk lini perakitan? 9 F. Bagaimana cara merancang tata letak fasilitas produksi yang memaksimalkan alur kerja dan efisiensi?...9
G. Bagaimana cara memastikan bahwa desain lini perakitan dan fasilitas produksi mematuhi standar keselamatan dan ergonomi pekerja?...10
H. Bagaimana cara mengadaptasi desain lini perakitan dan fasilitas produksi untuk memenuhi perubahan permintaan atau kondisi pasar?...11
BAB III...12
KESIMPULAN...12
DAFTAR PUSTAKA...13
Bibliography...13
KATA PENGANTAR
Syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. yang telah memberikan kemudahan dan kesehatan kepada kami sehingga kami mampu menyelesaikan sebuah makalah untuk mata perkuliahan Manajemen Industri dengan judul “Perencanaan Proses dan Penjadwalan Produksi”.
Makalah yang sudah kami susun ini untuk menyelesaikan tugas mata perkuliahan Manajemen Industri yang mesti digarap bersama karena membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar.
Kemudian makalah berikut bisa rampung berkat pihak-pihak yang sudah membantu, khususnya teman – teman dan dosen Manajemen Industri.
Kami pun menyadari jika isi makalah ini jauh dari sempurna karena keterbatasan kami. Oleh sebab itu, kami harapkan adanya umpan balik berupa kritik dan saran yang membangun agar di kemudian hari kami sanggup makalah yang lebih maksimal.
Akhirnya, semoga makalah yang sudah kami susun bersama-sama bisa bermanfaat bagi dunia pendidikan.
Malang, 21 September 2023
BAB 1
PENDAHULUAN
I. Latar BelakangPerencanaan dan perancangan lini perakitan serta fasilitas produksi adalah aspek penting dalam manajemen operasional suatu perusahaan manufaktur. Ini melibatkan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memastikan bahwa proses produksi berjalan dengan efisien dan efektif12.
1. Pentingnya Efisiensi dan Efektivitas: Dalam industri
manufaktur, efisiensi dan efektivitas adalah dua faktor kunci yang menentukan keberhasilan operasional. Efisiensi berarti melakukan lebih banyak dengan sumber daya yang sama, sedangkan
efektivitas berarti mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan1. 2. Peran Lini Perakitan: Lini perakitan adalah bagian integral dari
proses produksi di banyak industri. Ini melibatkan penggabungan berbagai komponen menjadi produk akhir. Konsep
penyeimbangan lintas perakitan banyak diimplementasikan untuk meningkatkan produktivitas departemen perakitan1.
3. Perencanaan Fasilitas Produksi : Perencanaan fasilitas produksi melibatkan penentuan jenis barang yang akan diproduksi, proses produksi yang diperlukan, hubungan antar-departemen, kebutuhan ruangan untuk semua bagian dalam produksi, dan penyusunan rencana fasilitas3.
4. Perancangan Tata Letak (Layout) : Layout adalah rencana pengaturan semua fasilitas produksi guna memperlancar proses produksi yang efektif dan efisien4.
II. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara merancang lini perakitan yang efisien dan efektif?
2. Bagaimana cara memilih teknologi dan peralatan yang tepat untuk lini perakitan?
3. Bagaimana cara merancang tata letak fasilitas produksi yang memaksimalkan alur kerja dan efisiensi?
4. Bagaimana cara memastikan bahwa desain lini perakitan dan fasilitas produksi mematuhi standar keselamatan dan ergonomi?
5. Bagaimana cara mengadaptasi desain lini perakitan dan fasilitas produksi untuk memenuhi perubahan permintaan atau kondisi pasar?
III. Tujuan Penulisan
1. Meningkatkan Pemahaman: Untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya perencanaan dan perancangan dalam proses produksi, serta bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi efisiensi dan efektivitas operasional.
2. Panduan Praktis: Untuk memberikan panduan praktis kepada para Mahasiswa tentang bagaimana merencanakan dan merancang lini perakitan serta fasilitas produksi dengan efektif.
3. Optimalisasi Sumber Daya: Untuk membantu organisasi dalam
mengoptimalkan penggunaan sumber daya mereka, baik itu tenaga kerja, material, atau fasilitas, melalui perencanaan dan perancangan yang efektif.
4. Meningkatkan Produktivitas: Untuk menunjukkan bagaimana perencanaan dan perancangan yang tepat dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya operasional.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Perencanaan dan perancangan lini perakitan serta fasilitas produksiPerencanaan dan perancangan lini perakitan serta fasilitas produksi adalah proses yang melibatkan penentuan bagaimana suatu aset tetap perusahaan digunakan secara efektif dan efisien dalam menunjang
kegiatan produksi1. Ini merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum dan sesudah perusahaan beroperasi1.
Perencanaan produksi adalah proses menciptakan rencana untuk
produksi masa depan dalam bisnis manufaktur dan produksi2. Teknik ini sangat penting untuk operasi manufaktur modern karena menetapkan dasar bagaimana produksi harus berjalan dan mengidentifikasi area di mana produktivitas kurang2.
Perencanaan sistem produksi adalah perencanaan sebuah produk yang nantinya akan diproduksi3. Merancang produk merupakan sebuah syarat untuk produksi3. Selanjutnya hasil desain produk yang telah sudah disetujui akan teruskan ke bagian operasi untuk dijadikan sebagai spesifikasi produk3.
B.
Tahapan-Tahapan
Perencanaan dan perancangan lini perakitan serta fasilitas produksiPerencanaan dan perancangan lini perakitan serta fasilitas produksi melibatkan beberapa tahapan penting:
1. Routing: Tahapan ini menentukan jalur mana produk tersebut diproses menjadi bahan jadi. Fungsi dari routing adalah mengatur waktu untuk setiap tahapan, menunjukkan urutan yang sesuai aktivitas1.
2. Scheduling: Tahapan ini berfokus pada kapan waktu proses produksi akan selesai. Tujuannya untuk memastikan bahwa segala proses produksi berjalan sesuai dengan waktu yang direncanakan1.
3. Dispatching: Beberapa hal yang termasuk dalam bagian dispatching adalah:
o Memberikan bahan yang dibutuhkan untuk produksi
o Mengelola pencatatan dari proses produksi awal hingga akhir
o Mengelola pengerjaan dari satu proses ke proses lainnya1.
Selain itu, ada beberapa tujuan dari perencanaan produksi:
Mempergunakan bahan, alat, dan sumber daya produksi secara efisien
Meminimalisir kelebihan pembelian bahan baku produksi
Menghemat waktu karyawan untuk menjadi lebih efektif
Dengan perencanaan yang tepat maka kualitas produk akan baik1.
Perancangan produk juga melibatkan beberapa tahapan penting seperti:
Memilih metode yang paling baik dan ekonomis dalam pembuatan produk
Menentukan standarisasi atau spesifikasi produk yang dibuat
Menghitung biaya dan menentukan harga produk yang dibuat
Mengetahui kelayakan produk tersebut apakah sudah memenuhi persyaratan atau masih perlu perbaikan kembali2.
C.
Peran Kunci Departemen Perencanaan Proses Produksi
Departemen Perencanaan Proses Produksi memainkan peran kunci dalam operasi manufaktur dan produksi. Berikut adalah beberapa peran penting yang dimainkan oleh departemen ini:1. Menjamin Konsistensi : Departemen ini memastikan bahwa rencana penjualan dan rencana produksi konsisten dengan rencana strategis perusahaan1.
2. Pengukuran Performansi : Departemen ini berfungsi sebagai alat ukur performansi proses perencanaan produksi1.
3. Memonitor Hasil Produksi : Departemen ini memantau hasil produksi aktual dibandingkan dengan rencana produksi dan membuat penyesuaian jika diperlukan1.
4. Mengendalikan Sumber Daya : Departemen ini bertanggung jawab untuk mengendalikan sumber daya dan memastikan penggunaannya secara efisien2.
5. Mempertahankan Standar Kualitas : Departemen ini memastikan bahwa standar kualitas dipertahankan sepanjang siklus hidup produksi2.
6. Menghindari Stock Out dan Stock Over : Fungsi departemen ini dalam kontrol inventaris adalah untuk menghindari kondisi stock out (ketidaktersediaan/kekurangan persediaan bahan baku/bahan kemas untuk proses produksi) dan stock over (kondisi dimana industri memiliki terlalu banyak persediaan bahan baku/bahan kemas untuk diproduksi/melebihi kapasitas produksi)3.
D.
Bagaimana cara merancang lini perakitan yang efisien dan efektif?
1. Pemahaman Produk : Memahami jenis produk, ukuran, dan ketahanannya sangat penting dalam merancang lini perakitan1. 2. Penentuan Proses Produksi : Menentukan urutan proses produksi
yang efisien1.
3. Penentuan Layout Pabrik : Memperhatikan luas pabrik, termasuk tinggi pabrik dan gang untuk lalu lintas barang dan tenaga kerja1. Penempatan mesin harus dipertimbangkan agar mudah dilakukan perbaikan dan penggantian1.
4. Penyeimbangan Lintasan Perakitan : Menggunakan metode Ranked Position Weighted (RPW) dapat membantu
meminimalkan ketidakseimbangan yang terjadi antara mesin- mesin atau stasiun kerja2. Dengan metode ini, dapat terjadi
pengurangan jumlah stasiun kerja, peningkatan efisiensi lintasan, penurunan waktu senggang, dan penurunan indeks kelancaran2. 5. Pemilihan Strategi Proses: Memilih strategi proses yang tepat
juga penting dalam merancang lini perakitan yang efisien dan efektif. Empat strategi yang dapat dipilih antara lain: process focus, repetitive focus, product focus, dan mass customization3.
6. Pembuatan Flow Chart : Membuat flow chart dari proses produksi dapat membantu dalam visualisasi dan analisis proses4.
E.
Bagaimana cara memilih teknologi dan peralatan yang tepat untuk lini perakitan?
Memilih teknologi dan peralatan yang tepat untuk lini perakitan adalah proses yang memerlukan pemahaman mendalam tentang produk dan proses produksi. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu dalam proses ini:
1. Pemahaman Produk: Memahami produk yang akan diproduksi sangat penting. Ini termasuk memahami jenis, ukuran, dan ketahanan produk1.
2. Penentuan Proses Produksi: Menentukan urutan proses produksi yang efisien juga penting. Ini melibatkan pemilihan metode
perakitan yang paling ekonomis pada awal desain, serta mendesain produk untuk proses tersebut1.
3. Pemilihan Teknologi: Pemilihan teknologi yang tepat sangat penting dalam merancang lini perakitan yang efisien dan efektif.
Teknologi harus dipilih berdasarkan kebutuhan spesifik dari produk dan proses produksi1.
4. Pemilihan Peralatan: Peralatan yang dibutuhkan untuk perakitan harus dipilih dengan hati-hati. Peralatan harus sesuai dengan kebutuhan proses produksi dan harus mudah digunakan oleh operator2.
5. Penyeimbangan Lintasan Perakitan : Menggunakan metode seperti Ranked Position Weighted (RPW) dapat membantu meminimalkan ketidakseimbangan antara mesin atau stasiun kerja1.
6. Pengujian dan Evaluasi : Setelah teknologi dan peralatan dipilih, mereka harus diuji dan dievaluasi untuk memastikan bahwa mereka memenuhi persyaratan produksi3.
F.
Bagaimana cara merancang tata letak fasilitas produksi yang memaksimalkan alur kerja dan efisiensi?
Merancang tata letak fasilitas produksi yang memaksimalkan alur kerja dan efisiensi melibatkan beberapa langkah penting:
1. Definisikan Masalah : Pertama, identifikasi dan definisikan masalah yang ada1.
2. Analisis Masalah : Analisis masalah tersebut untuk memahami lebih dalam1.
3. Buat Alternatif Rancangan : Buat beberapa alternatif rancangan berdasarkan analisis masalah1.
4. Evaluasi Alternatif : Lakukan evaluasi terhadap alternatif yang dikemukakan1.
Selain itu, ada beberapa tujuan utama dalam desain tata letak pabrik:
Meminimalkan transportasi dari proses pemindahan bahan2.
Meminimalkan gerakan balik yang tidak perlu2.
Meminimalkan pemakaian area tanah2.
Membuat pola aliran produksi yang terbaik2.
Membuat keseimbangan penggunaan area tanah2.
G.
Bagaimana cara memastikan bahwa desain lini perakitan dan fasilitas produksi mematuhi standar keselamatan dan ergonomi pekerja?
Tentu, berikut adalah penjelasan lebih detail tentang cara memastikan bahwa desain lini perakitan dan fasilitas produksi mematuhi standar keselamatan dan ergonomi pekerja:
1. Pemahaman Produk dan Proses: Memahami produk dan proses produksi sangat penting dalam merancang lini perakitan yang aman. Ini termasuk memahami jenis, ukuran, dan ketahanan produk, serta proses produksi yang digunakan.
2. Desain Ergonomis: Desain fasilitas produksi harus
mempertimbangkan ergonomi pekerja. Ini termasuk penempatan mesin dan peralatan, pencahayaan, suhu, dan tingkat kebisingan.
Misalnya, mesin dan peralatan harus ditempatkan sedemikian rupa
sehingga pekerja dapat menggunakannya dengan mudah dan aman. Pencahayaan harus cukup untuk memastikan bahwa pekerja dapat melihat dengan jelas, suhu harus nyaman, dan tingkat
kebisingan harus minimal.
3. Pelatihan Keselamatan: Pekerja harus diberikan pelatihan keselamatan yang memadai. Ini termasuk pelatihan tentang penggunaan peralatan dan mesin, prosedur darurat, dan
penggunaan peralatan pelindung diri. Misalnya, pekerja harus diberi tahu cara menggunakan mesin dan peralatan dengan aman, apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat, dan bagaimana menggunakan peralatan pelindung diri seperti helm keselamatan, sarung tangan, dan sepatu keselamatan.
4. Pemantauan dan Evaluasi: Fasilitas produksi harus dipantau secara rutin untuk memastikan bahwa standar keselamatan dipatuhi. Evaluasi ini dapat mencakup inspeksi keselamatan, audit, dan penilaian risiko. Misalnya, inspeksi keselamatan dapat dilakukan untuk memeriksa kondisi mesin dan peralatan, audit dapat dilakukan untuk memeriksa apakah prosedur keselamatan diikuti, dan penilaian risiko dapat dilakukan untuk
mengidentifikasi potensi bahaya.
5. Kebijakan Keselamatan: Perusahaan harus memiliki kebijakan keselamatan yang jelas yang mencakup standar keselamatan, prosedur, dan tanggung jawab. Misalnya, kebijakan tersebut dapat mencakup standar untuk penggunaan mesin dan peralatan,
prosedur untuk situasi darurat, dan tanggung jawab masing- masing pekerja dalam menjaga keselamatan di tempat kerja.
Dengan mempertimbangkan langkah-langkah ini, Anda dapat
memastikan bahwa desain lini perakitan dan fasilitas produksi Anda mematuhi standar keselamatan dan ergonomi pekerja.
H.
Bagaimana cara mengadaptasi desain lini perakitan dan fasilitas produksi untuk memenuhi perubahan permintaan atau kondisi pasar?
Mengadaptasi desain lini perakitan dan fasilitas produksi untuk memenuhi perubahan permintaan atau kondisi pasar melibatkan beberapa langkah penting:
1. Pemahaman Produk dan Proses : Memahami produk dan proses produksi sangat penting dalam merancang lini perakitan yang aman1.
2. Desain Ergonomis: Desain fasilitas produksi harus
mempertimbangkan ergonomi pekerja. Ini termasuk penempatan mesin dan peralatan, pencahayaan, suhu, dan tingkat kebisingan1. 3. Pelatihan Keselamatan: Pekerja harus diberikan pelatihan
keselamatan yang memadai. Ini termasuk pelatihan tentang penggunaan peralatan dan mesin, prosedur darurat, dan penggunaan peralatan pelindung diri2.
4. Pemantauan dan Evaluasi: Fasilitas produksi harus dipantau secara rutin untuk memastikan bahwa standar keselamatan dipatuhi. Evaluasi ini dapat mencakup inspeksi keselamatan, audit, dan penilaian risiko2.
5. Kebijakan Keselamatan : Perusahaan harus memiliki kebijakan keselamatan yang jelas yang mencakup standar keselamatan, prosedur, dan tanggung jawab2.
Dengan mempertimbangkan langkah-langkah ini, Anda dapat
memastikan bahwa desain lini perakitan dan fasilitas produksi Anda mematuhi standar keselamatan dan ergonomi pekerja.
BAB III
KESIMPULAN
Perencanaan proses produksi adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk merencanakan dan mengorganisir serangkaian Langkah atau tahapan yang harus dillakukan untuk menghasilkan produk atau jasa dengan efisien dan efektif. Proses produksi merujuk padaa rangkaian kegiatan yang terlibat dalam mengubah bahan mentah atau input menjadi produk jadi atau output yang siap dijual atau digunakan
Tahapan perencanaan proses produksi dibagi menjadi 4, yaitu 1. Penetapan Tujuan atau Serangkaian Tujuan
2. Pemahaman tentang Keadaan Saat Ini
3. Identifikasi Kelebihan, Kelemahan, Kemudahan, dan Hambatan 4. Pengembangan Rencana atau Serangkaian Kegiatan untuk Pencapaian
Tujuan
Penjadwalan proses produksi adalah suatu proses perencanaan dan pengorganisasian urutan dan waktu eksekusi berbagai operasi atau tugas yang terkait dengan produksi barang atau jasa. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa produksi dilakukan secara efisien, tepat waktu, dan sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan. Penjadwalan ini melibatkan alokasi sumber daya, pengaturan urutan produksi, dan penentuan jangka waktu untuk setiap tahap produksi.
DAFTAR PUSTAKA
(t.thn.).
Eprida, B., & Ninny. (2017). Perencanaan Produksi Dan Kebutuhan Bahan Baku Produk Dengan Metode Mrp Pada Cv. Fawas Jaya. Journal of Industrial and Manufacture Engineering, 14-18.
Mail , A., Nusran, M., Chairani , N., Nur, T., & Faturrahman, R. (2018). ANALISIS PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMPBELL DUDECK SMITH DAN PALMER PADA PT. BOBI AGUNG INDONESIA. Journal Of Industrial Engineering Management .
Mega, S., & Krisnadewara, P. D. (2016). ANALISIS SISTEM PENJADWALAN PRODUKSI BERDASARKAN PESANAN PELANGGAN DENGAN METODE SEQUENCING . e- journal UAYJY .
Soeltanong, M. B., & Sasongko, C. (2021). Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan pada Perusahaan Manufaktur. JRAP (Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan) Vol. 8, No. 01, 14-27.