• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH KELOMPOK KALIMAT EFEKTIF

N/A
N/A
Ami Dwi Fitriani

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH KELOMPOK KALIMAT EFEKTIF "

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH KELOMPOK KALIMAT EFEKTIF

Dalam Rangka Memenuhi Tugas Kelompok Pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia Dosen Pengampu:

Bpk. Asep Saprudin. M.M

Oleh:

KIKI (20232033) RULLY A (20232037) FAISHAL A (20232029) AGUS S (20232026) M RIKZA Z (20232035)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) AL-MA’ARIF CIAMIS

TAHUN 2023

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI……… 2

BAB 1 PENDAHULUAN……… 3

1.1 Latar Belakang………. 4

1.2 Rumusan Masalah……… 5

1.3 Tujuan Pembahasan……….5

1.4 Manfaat………..5

BAB 2 PEMBAHASAN………...6

2.1 Pengertian Kalimat Efektif………..6

2.2 Unsur-Unsur Kalimat Efektif………..6

2.2.1 Subjek………... 7

2.2.2 Predikat……….... 7

2.2.3 Objek……….... 8

2.2.4 Pelengkap………. 8

2.2.5 Keterangan………... 9

2.3 Ciri-Ciri Kalimat Efektif………. 10

2.3.1 Keseimbangan Struktur………. 10

2.3.2 Kehematan Kata……….. 10

2.3.3 Kesejajaran Bentuk………... 10

2.3.4 Ketegasan Makna……… 10

2.3.5 Kelogisan Kalimat………... 11

2.4 Syarat-Syarat Kalimat Efektif………. 11

2.4.1 Koherensi……….. 11

2.4.2 Kesatuan………. 11

2.4.3 Kehematan………. 11

(3)

2.4.4 Parealisme... 11

2.4.5 Penekanan……….. 11

2.4.6 Kevariasan………. 11

2.4.7 Logis/Nalar………... 11

2.5 Struktur Kalimat Efektif……… 12

2.6 Jenis-Jenis Kalimat Efektif……….12

2.6.1 Kalimat Berita……….. 12

2.6.2 Kalimat Tanya……….. 12

2.6.3 Kalimat Ajakan……… 12

2.6.4 Kalimat Perintah... 12

BAB 3 PENUTUP………... 13

3.1 Kesimpulan………. 13

3.2 Saran……… 13

3.2.1 Bagi Pendidik……… 13

3.2.2 Bagi Calon Pendidik………. 13

3.2.3 Bagi Lembaga Sekolah………. 13

DAFTAR PUSTAKA……….. 14

(4)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Bahasa adalah alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dengan manusia yang lainnya dengan tujuan menyampaikan maksud dari si pembicara. Bahasa tentu memiliki unsur atau aturan yang digunakan agar dapat lebih mudah di pahami oleh lawan bicara.

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Kalau gagasan yang disampaikan sudah tepat, pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas, dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya.

Akan tetapi, kadang-kadang harapan itu tidak tercapai. Misalnya, ada sebagian lawan bicara atau pembaca tidak memahami apa maksud yang diucapkan atau yang dituliskan.

Supaya kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat, unsur kalimat yang digunakan harus lengkap dan eksplisit. Artinya, unsur-unsur kalimat seharusnya ada yang tidak boleh dihilangkan. Sebaliknya, unsur-unsur yang seharusnya tidak ada tidak perlu dimunculkan. Kelengkapan dan keeksplisitan semacam itu dapat diukur berdasarkan keperluan komunikasi dan kesesuaiannya dengan kaidah (Mustakim, 1994:86).

Dalam karangan ilmiah sering kita jumpai kalimat-kalimat yang tidak memenuhi syarat sebagai bahasa ilmiah. Hal ini disebabkan oleh, antara lain, mungkin kalimat-kalimat yang dituliskan kabur, kacau, tidak logis, atau bertele-tele. Dengan adanya kenyataan itu, pembaca sukar mengerti maksud kalimat yang kita sampaikan karena kalimat tersebut tidak efektif. Berdasarkan kenyataan inilah penulis tertarik untuk membahas kalimat efektif dengan segala permasalahannya.

Dalam berkomunikasi dengan orang lain, kita mengenal bahasa lisan dan bahasa tulisan. Kedua bahasa ini sering menimbulkan kesalahpahaman. Penggunaan kalimat yang baik dan benar (yang disebut kalimat efektif) akan memudahkan pemahanam orang lain sehingga kesalahpahaman yang sering terjadi dapat terhindarkan.

Untuk menjadikan kalimat yang diucapkan atau ditulis mudah dimengerti oleh orang lain, ada dua syarat yang harus dipenuhi. Pertama, kalimat tersebut secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis. Kedua, kalimat tersebut sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis. Faktor yang menjadikan gagasan diterima

(5)

dengan baik adalah penggunaan kalimat yang baik dan benar serta penggunaan huruf dan tanda baca yang sesuai dengan kaidah tatabahasa.

1.2.

Rumsan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan kalimat efektif?

2. Apa saja unsur-unsur kalimat?

3. Apa ciri-ciri kalimat efektif?

4. Apa syarat yang mendasari kalimat efektif?

5. Bagaimana struktur kalimat efektif?

6. Apa saja jenis-jenis kalimat efektif?

1.3.

Tujuan Pembahasan

1. Agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunakan bahasa Indonesia sehingga menjadi baik dan benar

2. Mengetahui apa dan bagaimana penggunaan kalimat efektif dalam berbahasa 3. Menjaga kemurnian Bahasa Indonesia

1.4.

Manfaat

Dari rumusan masalah yang ada maka manfaat penulisan makalah ini yaitu : 1. Mengetahui gambaran umum kalimat efektif.

2. Memahami syarat yang mendasari kalimat efektif.

3. Mengerti struktur kalimat efektif.

(6)

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1.

Pengertian Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan penutur/penulisnya secara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yang memiliki kemampuan menimbulkan gagasan atau pikiran pada pendengar atau pembaca

Beberapa definisi kalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa :

1. Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup, segar, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca. (Rahayu:

2007)

2. Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan mudah dipahami orang lain secara tepat. (Akhadiah, Arsjad, dan Ridwan:2001)

3. Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca. (Arifin: 1989)

4. Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. (Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi:

2009)

2.2. Unsur-Unsur Kalimat Efektif

Unsur kalimat adalah fungsi sintaksis yang dalam buku-buku tata bahasa Indonesia lama lazim disebut jabatan kata dan kini disebut peran kata dalam kalimat, yaitu subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel), dan keterangan (Ket). Kalimat bahasa Indonesia baku sekurang-kurangnya terdiri atas dua unsur, yakni subjek dan predikat. Unsur yang lain (objek, pelengkap, dan keterangan) dalam suatu kalimat dapat wajib hadir, tidak wajib hadir, atau wajib tidak hadir.

2.2.1 Subjek

adalah bagian kalimat menunjukkan pelaku, tokoh, sosok (benda), sesuatu hal, suatu masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan. Subjek biasanya diisi oleh jenis kata/frasa benda (nominal), klausa, atau frasa verbal. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh sebagai berikut ini:

a. Ayahku sedang melukis.

b. Meja direktur besar.

c. Yang berbaju batik dosen saya.

(7)

d. Berjalan kaki menyehatkan badan.

e. Membangun jalan layang sangat mahal.

Kata-kata yang dicetak tebal pada kalimat di atas adalah S. Contoh S yang diisi oleh kata dan frasa benda terdapat pada kalimat (a) dan (b), contoh S yang diisi oleh klausa terdapat pada kalimat (c), dan contoh S yang diisi oleh frasa verbal terdapat pada kalimat (d) dan (e).

2.2.2 Predikat

Adalah bagian kalimat yang memberitahu melakukan (tindakan) apa atau dalam keadaan bagaimana subjek (pelaku/tokoh atau benda di dalam suatu kalimat). Selain memberitahu tindakan atau perbuatan subjek (S), P dapat pula menyatakan sifat, situasi, status, ciri, atau jatidiri S. termasuk juga sebagai P dalam kalimat adalah pernyataan tentang jumlah sesuatu yang dimiliki oleh S. predikat dapat juga berupa kata atau frasa, sebagian besar berkelas verba atau adjektiva, tetapi dapat juga numeralia, nomina, atau frasa nominal.

Perhatikan contoh berikut:

a. Kuda meringkik.

b. Ibu sedang tidur siang.

c. Putrinya cantik jelita.

d. Kota Jakarta dalam keadaan aman.

e. Kucingku belang tiga.

f. Robby mahasiswa baru.

g. Rumah Pak Hartawan lima.

Kata-kata yang dicetak tebal dalam kalimat di atas adalah P. Kata meringkik pada kalimat (a) memberitahukan perbuatan kuda. Kelompok kata sedang tidur siang pada kalimat (b) memberitahukan melakukan apa ibu, cantik jelita pada kalimat (c) memberitahukan bagaimana putrinya, dalam keadaan aman pada kalimat (d) memberitahukan situasi kota Jakarta, belang tiga pada kalimat (e) memberitahukan ciri kucingku, mahasiswa baru pada kalimat (f) memberitahukan status Robby, dan lima pada kalimat (g) memberitahukan jumlah rumah Pak Hartawan.

2.2.3 Objek

Adalah bagian kalimat yang melengkapi P. objek pada umumnya diisi oleh nomina, frasa nominal, atau klausa. Letak O selalu di belakang P yang berupa verba transitif, yaitu verba yang menuntut wajib hadirnya O, seperi pad contoh di bawah ini.

1. Nurul menimang 2. Arsitek merancang

(8)

3. Juru masak menggoreng

Verba transitif menimang, merancang, dan menggoreng pada contoh tersebut adalah P yang menuntut untuk dilengkapi. Unsur yang akan melengkapi P pada ketiga kalimat itulah yang dinamakan objek. Jika P diisi oleh verba intransitif, O tidak diperlukan. Itulah sebabnya sifat O dalam kalimat dikatakan tidak wajib hadir. Verba intransitive mandi, rusak, pulang yang menjadi P dalam contoh berikut tidak menuntut untuk dilengkapi.

1. Nenek mandi.

2. Komputerku rusak.

3. Tamunya pulang.

Objek dalam kalimat aktif dapat berubah menjadi S jika kalimatnya dipasifkan.

Perhatikan contoh kalimat berikut yang letak O-nya di belakang dan ubahan posisinya bila kalimatnya dipasifkan. Contoh:

a. Kalimat Aktif

Martina Hingis (S) mengalahkan Yayuk Basuki (O) b. Kalimat pasif

Yayuk Basuki (S) dikalahkan oleh Martina Hingis.(O)

2.2.4 Pelengkap

Pelengkap (P) atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi P. letak Pelengkap umumnya di belakang P yang berupa verba. Posisi seperti itu juga ditempati oleh O, dan jenis kata yang mengisi Pel dan O juga sama, yaitu dapat berupa nomina, frasa nominal, atau klausa. Namun, antara Pel dan O terdapat perbedaan. Perhatikan cnntoh di bawah ini:

a. Ketua MPR membacakan Pancasila.

S P O

b. Banyak orpospol berlandaskan Pancasila.

S P Pel

2.2.5 Keterangan

Adalah bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal mengenai bagian kalimat yang lainnya. Unsur Ket dapat berfungsi menerangkan S, P, O, dan Pel. Posisinya bersifat bebas, dapat di awal, di tengah, atau di akhir kalimat..Berdasarkan maknanya, terdapat bermacam-macam Ket dalam kalimat. Para ahli membagi keterangan atas Sembilan macam (Hasan Alwi dkk, 1998:366) yaitu seperti yang tertera pada tabel di bawah ini.

(9)

Jenis-jenis keterangan:

No. Jenis keterangan Posisi/penghubung Contoh pemakaian

1. Tempat Di

Ke Dari Pada

Di kamar, di kota

Ke Surabaya, ke rumahnya Dari Manado, dari sawah Pada permukaan

2. Waktu -

Pada Dalam Se- Sebelum Sesudah Selama Sepanjang

Sekarang, kemarin Pada pukul 5 hari ini Dalam 2 hari ini Sepulang kantor Sebelum mandi Sesudah makan Selama bekerja Sepanjang perjalanan

3. Alat Dengan Dengan pisau, dengan mobil

4. Tujuan Supaya/agar

Untuk Bagi Demi

Supaya/agar kamu faham Untuk kemerdekaan Bagi masa depan Demi orang tuamu

5. Cara Secara

Dengan cara Dengan jalan

Secara hati-hati Dengan cara damai Dengan jalan berunding

6. Kesalingan - Satu sama lain

7. Similatif Seperti

Bagaikan Laksana

Seperti angin

Bagaikan seorang dewi Laksana bintang di langit

8. Penyebab Karena

Sebab

Karena perempuan itu Sebab kegagalannya

9. Penyerta Dengan

Bersama Beserta

Dengan adiknya Bersama orang tuanya Beserta saudaranya

2.3. Ciri-Ciri Kalimat Efektif

Untuk memenuhi keefektifan kalimat, kalimat efektif harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

2.3.1. Keseimbangan Struktur

Hal pertama yang harus diprhatikan adalah kelengkapan struktur dan penggunaannya inilah yang dimaksud dengan kesepadanan struktur. Ada beberapa hal yang menyangkut ciri-ciri yang satu ini.

a. Pastikan kalimat yang dibuat mengandung unsur klausa minimal yang lengkap, yakni subjek dan predikat

Contoh: Saya pergi ke Pasar

b. Jangan taruh kata depan (preposisi) didepan subjek karena akan mengaburkan pelaku didalam kalimat tersebut.

(10)

Contoh:

Bagi semua peserta diharapkan hadir tepat waktu {tidak efektif).

 Semua peserta diharapkan hadir tepat waktu {efektif)

c. Tidak bersubjek ganda, bukan berarti subjek tidak boleh lebih dari satu, namun lebih ke arah menggabungkan subjek yang sama.

Contoh:

 Adik demam tinggi sehingga adik tidak dapat masuk sekolah (tidak efektif)

 Adik demam tinggi sehingga tidak dapat masuk sekolah (efektif) 2.3.2. Kehematan Kata

Karena salah satu syarat kalimat efektif adalah ringkas dan tidak bertele-tele, kita tidak boleh menyusun kata-kata yang bermakna sama didalam sebuah kalimat.

Contoh:

Para siswa-siswi sedang mengerjakan soal ujian masuk perguruan tinggi (tidak efektif)

 Siswa-siswi sedang mengerjakan soal ujian masuk perguruan tinggi (efektif) 2.3.3. Kesejajaran Bentuk

Ciri-ciri yang satu ini menyangkut soal imbuhan dalam kata-kata yang ada di kalimat, sesuai kedudukannya dalam kalimat itu. Pada intinya, kalimat efektif haruslah berimbuhan paralel dan konsisten. Jika pada sebuah fungsi digunakan imbuhan “me-“, selanjutnya imbuhan yang sama digunakan pada fungsi yang sama.

Contoh:

 Hal yang mesti diperhatikan soal sampah adalah cara membuang, memilah, dan pengolahannya. (tidak efektif)

 Hal yang mesti diperhatikan soal samah adalah cara membuang, memilah dan mengolahnya. (efektif)

2.3.4. Ketegasan makna

Tidak selamanya subjek harus diletakkan diawal kalimat, namun memang perletakan subjek seharusnya selalu mendahului predikat. Akan tetapi, dalam beberapa kasus tertentu, kita bisa saja meletakan keterangan diawal kalimat untuk memberi efek penegasan.

Contoh;

 Kamu sapulah lantai rumah agar bersih (tidak efektif)

 Sapulah lantai rumahmu agar bersih (efektif) 2.3.5. Kelogisan kalimat

Kelogisan berperan penting untuk menghindari kesan ambigu pada kalimat.

Karena itu, buatlah kelimat dengan ide yang mudah dimengerti dan masuk akal agar pembaca dapat dengan mudah pula mengerti maksud dari kalimat tersebut.

Contoh:

 Kepada bapak Kepala Sekolah, waktu dan tempat kami persilahkan. (tidak efektif)

(11)

 Bapak Kepala Sekolah dipersilahkan menyampaikan pidatonya sekarang (efektif)

2.4. Syarat-Syarat Kalimat Efektif

2.4.1. Koherensi adalah Hubungan timbal balik yang baik dan jelas antara unsur - unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kata itu.

2.4.2. Kesatuan, Suatu kalimat efektif harus mempunyai struktur yang baik. Artinya, kalimat itu harus memiliki unsur - unsur subyek dan predikat, atau bisa ditambah dengan obyek, keterangan, dan pelengkap yang bisa melahirkan arti yang merupakan ciri - ciri keutuhan kalimat.

2.4.3. Kehematan adalah kehematan dalam pemakain kata, frase atau bentuk lainnya yang dianggap tidak diperlukan. Kehematan tersebut menyangkut soal gramatikal dan makna kata. Namun, dalam hal ini tidak berarti bahwa kata yang menambah kejelasan kalimat boleh dihilangkan.

2.4.4. Paralelisme atau kesejajaran Adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu Jika pertama menggunakan verba, maka bentuk kedua juga menggunakan verba. Lalu, jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya juga harus menggunakan kata kerja berimbuhan me-, juga.

2.4.5. Penekanan Gagasan pokok atau misi yang ingin ditekankan oleh pembicara biasanya dilakukan dengan memperlambat ucapan, melirihkan suara, dan sebagainya pada bagian kalimat tadi.

2.4.6. Kevariasian, untuk menghindari kebosanan dan keletihan saat membaca, diperlukan variasi dalam teks. Ada kalimat yang dimulai dengan subyek, predikat atau keterangan. Ada kalimat yang pendek dan panjang.

2.4.7. Logis/Nalar, suatu kalimat dikatakan logis apabila informasi dalam kalimat tersebut dapat diterima oleh akal atau nalar. Logis atau tidaknya kalimat dilihat dari segi maknanya, bukan strukturnya. Suatu kalimat dikatakan logis apabila gagasan yang disampaikan masuk akal, hubungan antar gagasan dalam kalimat masuk akal, dan hubungan gagasan pokok serta gagasan penjelas juga masuk akal.

2.5. Struktur Kalimat Efektif

1. Struktur kalimat dasar terdiri dari, a. Pola kalimat dasar

b. Tipe kalimat

2. Struktur kalimat tunggal terdiri dari pola kalimat tunggal 3. Struktur kalimat majemuk terdiri dari,

a. Kalimat majemuk setara b. Kalimat majemuk bertingkat c. Kalimat majemuk campuran

(12)

2.6. Jenis-Jenis Kalimat Efektif

2.6.1 Kalimat Berita

Merupakan kalimat yang memberikan atau memaparkan sebuah kejadian atau perisiwa.

Contoh: Tumpahan minyak menimbulkan pencemaran lingkungan.

2.6.2. Kalimat Tanya

adalah kalimat yang berisi pertanyaan kepada pihak lain untuk memperoleh jawaban dari pihak yang ditanya.

Contoh: Kapan ujian masuk perguruan tinggi diselenggarakan?

2.6.3. Kalimat Ajakan

Adalah kalimat yang menyatakan ajakan kepada seseorang yang diajak bicara untuk melakukan seusatu bersama-sama.

Contoh: Ayo, makan sayuran.

2.6.4. Kalimat Perintah

Merupakan kalimat yang mengandung makna meminta/memerintah seseorang untuk melakukan sesuatu

Contoh: Tolong tutup pintunya!

(13)

BAB 3 PENUTUP 3.1. Kesimpulan

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat berfungsi mengungkapkan informasi secara tepat, cepat, dan mudah dipahami dan mempunyai hubungan kalimat, penekanan dan pengucapannya. Di dalam penyusunan kalimat efektif sangat perlu diperhatikan struktur kalimat, kelugasan penyusunan kata serta faktor-faktor lainnya agar kalimat yang disusun menjadi kalimat utuh yang efektif.Unsur-unsur dalam kalimat efektif, ialah:

subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel) dan keterangan (Ket) dan mengenai syarat-syarat kalimat efektif meliputi: koherensi, kesatuan, kehematan, paralelisme atau kesejajaran, penekanan, kevariasian dan logis/nalar.

3.2. Saran

3.2.1. Bagi para pendidik

Para pendidik sebaiknya memahami dengan seksama tentang bahasa indonesia yang memiliki berbagai ragam bahasa supaya dalam proses kegiatan belajar mengajar terjadi komunikas yang baik dan tepat penggunaan bahasanya antara pendidik dengan peserta didik.

3.2.2. Bagi calon pendidik

Para calon pendidik sebaiknya memahami dan mencari pengetahuan secara seksama mengenai materi dalam makalah ini supaya pada saat pendidik terjun ke lapangan tidak terjadi kekeliruan dalam pemakaian bahasa terhadap peserta didik dengan pendidik.

3.2.3. Bagi lembaga sekolah

Lembaga sekoah sebaiknya memberikan dan menekankan perhatian penuh terhadap penggunaan ragam bahasa yang tepat agar terjalin komunikasi yang selaras.

(14)

DAFTAR PUSTAKA

 Badudu, J.S. 1983. Membina Bahasa Indonesia Baku. Bandung: Pustaka Prima.

 Finoza, Lamuddin. 2002. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Insan Mulia.

 Razak, Abdul. 1985. Kalimat Efektif. Jakarta: Gramedia.

 http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-kalimat-efektif.html

 https://www.academia.edu/9556556/Kalimat_Efektif_Pengertian_Ciri-ciri_Contoh

Referensi

Dokumen terkait

Dengan kata lain, kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pendengar/pembaca dapat memahami

Dengan kata lain, kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pendengar/pembaca dapat memahami pikiran

Hal tersebut sesuai dengan pendapat Manaf (2010:115) mengungkapkan bahwa penempatan unsur fungsi sintaksis merupakan faktor yang membentuk kalimat efektif. Berikut

Mata kuliah ini menyajikan materi tentang konsep tentang kalimat, frasa, klausa, stuktur kalimat dasar, fungsi sintaksis unsur-unsur kalimat, peran semantis

Frasa adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonpredikatif, atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat

Analisis: kalimat di atas belum memenuhi persyaratan kalimat efektif, unsur yang belum terpenuhi adalah kehematan, kata nasabah yang mengajukan kredit sama... dengan

Kehematan Kata Karena salah satu syarat kalimat efektif adalah ringkas dan tidak bertele- tele, kalian tidak boleh menyusun kata-kata yang bermakna sama di dalam sebuah kalimat.. Ada

Dokumen ini membahas tentang sifat dan karakteristik kalimat efektif serta peran mereka dalam