BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memiliki peran fundamental dalam membentuk individu dan masyarakat. Sebagai fondasi utama, keluarga memiliki tanggung jawab untuk menyediakan kasih sayang, dukungan, dan pendidikan bagi anggotanya.
Memahami definisi, tujuan, fungsi, dan prinsip keluarga menjadi landasan penting dalam membangun keluarga yang sehat dan bahagia, yang pada akhirnya berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang sejahtera. Di era modern, berbagai perubahan dan tantangan dihadapi oleh keluarga. Dinamika sosial, ekonomi, dan budaya membawa pengaruh terhadap struktur dan fungsi keluarga. Di tengah perubahan ini, penting untuk memperkuat pemahaman tentang makna dan peran keluarga.
Keluarga merupakan unit terkecil dari suatu masyarakat. Suatu keluarga terdapat ayah, ibu, anak dan kesemuanya itu mempunyai tugas dan fungsi masing-masing, apabila tidak di jalankan tugas serta fungsinya dengan baik maka akan terjadi suatu ketimpangan antar anggota keluarga yang terkadang memicu konflik. Salah satu anggota keluarganya yang kurang paham bahkan tidak melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik, maka keluarga tersebut akan mengalami gangguan dalam perjalanan kehidupan berkeluarga.
Keluarga tersebut akan mengalami berbagai persoalan yang membuat hubungan kekeluargaan tersebut retak dan tidak sehat. Keluarga dapat dikatakan harmonis yaitu apabila keluarga tersebut saling mengerti dan paham akan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya.
Pola asuh orang tua sangatlah penting di dalam sebuah keluarga, pola asuh merupakan tata sikap atau perilaku yang digunakan orang tua untuk mendidik atau merawat anaknya.
Dengan adanya pola asuh orang tua dapat terjadi interaksi sosial yang berguna untuk mengenalkan anak pada peraturan, norma, dan tata nilai yang berlaku di dalam masyarakat.
Keluarga merupakan salah satu pusat pendidikan. Keluarga memiliki ciri khas tersendiri dalam memberikan kasih sayang dan perhatian kepada anaknya. Pemberian kasih sayang dan perhatian orang tua kepada anak harus seimbang agar anak tidak merasa diberi kebebasan dalam menjalani kehidupannya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari keluarga?
2. Apa tujuan utama sebuah keluarga?
3. Bagaimana fungsi keluarga?
4. Apa prinsip-prinsip dasar keluarga?
1.3 Tujuan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat dikemukakan tujuan sebagai berikut:
1. Untuk Mengetahui definisi dari keluarga
2. Untuk Mengetahui tujuan utama sebuah keluarga 3. Untuk fungsi keluarga
4. Untuk Mengetahui prinsip-prinsip dasar keluarga
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Definisi Keluarga
Keluarga merupakan sumber inspirasi pertama dalam melakukan contoh tingkah laku baik buruk seseorang. Secara etimologis keluarga dalam istilah Jawa terdiri dari dua kata yakni kawula dan warga. Kawula berarti abdi dan warga adalah anggota. Artinya kumpulan individu yang memilik rasa pengabdian tanpa pamrih demi kepentingan seluruh individu yang bernaung di dalamnya. Hufad (dalam Aziz, 2015 : 15) menjelaskan bahwa keluarga adalah suatu kelompok sosial yang ditandai oleh tempat tinggal bersama, kerjasama ekonomi, dan reproduksi yang dipersatukan oleh pertalian perkawinan atau adopsi yang disetujui secara sosial, yang saling berinteraksi sesuai dengan peranan-peranan sosial.
Definisi menurut beberapa peneliti tentang keberfungsian keluarga seperti Walsh (2003) menjelaskan bahwa fungsi keluarga sebagai konstruk multidimensional yang merefleksikan aktivitas dan interkasi keluarga dalam menjalankan tugas penting yaitu menjaga pertumbuhan dan kesejahteraan dari masing-masing anggotanya dan dalam mempertahankan integrasinya. DeFrain, John, Asay, dan Olson (2009) menjelaskan bahwa fungsi keluarga mengacu pada peran yang dimainkan anggota keluarga serta sikap dan perilaku yang ditampilkan saat bersama anggota keluarga. Epstein, Ryan, Bishop, Miller, &
Keitner (2003) menjelaskan bahwa fungsi keluarga sebagai sejauh mana interaksi dalam keluarga memiliki dampak terhadap kesehatan fisik dan emosional anggota keluarga.
Beberapa peneliti melakukn penelitian terhadap keberfungsian keluarga memberikan definisi masing-masing. Walsh (2003) menjelaskan bahwa fungsi keluarga sabagai konstruk multidimensional yang merefleksikan aktivitas dan interaksi keluarga dalam menjalankan tugas penting yaitu menjaga pertumbuhan dan kesejahteraan dari masing-masing anggotanya dan dalam mempertahankan integrasinya Keberadaan keluarga bertujuan memenuhi fungsi keluarga. Sudut pandang keluarga mempengaruhi fungsi keluarga itu sendiri.
Menurut Ahmadi (2007 : 108) menyatakan bahwa : adalah wadah yang sangat penting di antara individu dan group, dan merupakan sosial yang pertama di mana anak-anak menjadi anggotanya. Dan keluargalah sudah barang tentu yang pertama-tama pula menjadi tempat untuk mengadakan sosialisasi kehidupan anak-anak. Ibu, ayah dan saudara-saudaranya serta keluarga-keluarga yang lain adalah orang-orang yang pertama di mana anak-anak
mengadakan kontak dan yang pertama pula untuk mengajar pada anak-anak itu sebagaimana dia hidup dengan orang lain. Sampai anak-anak memasuki sekolah, mereka itu menghabiskan seluruh waktunya di dalam unit keluarga.
2.2 Tujuan Keluarga
Tujuan keluarga mencerminkan serangkaian aspirasi dan harapan yang dikejar bersama oleh anggota keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga secara keseluruhan. Tujuan keluarga dapat bervariasi tergantung pada nilai-nilai, budaya, dan kebutuhan spesifik masing-masing keluarga. Beberapa tujuan umum yang sering dikejar oleh keluarga melibatkan aspek-aspek berikut:
1. Keamanan dan Perlindungan: Keluarga bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan melindungi anggotanya dari risiko dan ancaman. Ini melibatkan perlindungan fisik, emosional, dan finansial.
2. Pengembangan Pribadi: Tujuan ini mencakup dukungan terhadap pertumbuhan dan pengembangan setiap anggota keluarga. Keluarga dapat berusaha memberikan pendidikan, pelatihan, dan kesempatan untuk pengembangan bakat dan minat individu.
3. Kesejahteraan Ekonomi: Banyak keluarga menetapkan tujuan untuk mencapai stabilitas finansial dan meningkatkan kualitas hidup. Ini melibatkan manajemen keuangan yang baik, perencanaan investasi, dan menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
4. Hubungan yang Kuat: Tujuan keluarga juga termasuk membina dan memelihara hubungan yang sehat antaranggota keluarga. Ini melibatkan komunikasi yang efektif, saling pengertian, serta dukungan emosional dan psikologis.
5. Warisan dan Nilai-nilai Keluarga: Beberapa keluarga memiliki tujuan untuk meneruskan nilai-nilai, tradisi, dan warisan keluarga dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ini melibatkan pembentukan identitas keluarga yang kuat.
6. Pencapaian Tujuan Bersama: Keluarga juga mungkin menetapkan tujuan-tujuan spesifik yang perlu dicapai bersama sebagai keluarga. Ini dapat mencakup pencapaian karir, pendidikan anak-anak, atau merencanakan kegiatan bersama sebagai keluarga.
7. Keseimbangan Hidup: Menjaga keseimbangan antara pekerjaan, pendidikan, dan waktu bersama adalah tujuan penting untuk mewujudkan kehidupan yang memuaskan secara holistik.
Penting untuk dicatat bahwa tujuan keluarga bersifat dinamis dan dapat berubah seiring waktu sejalan dengan perkembangan anggota keluarga dan perubahan dalam konteks sosial, ekonomi, dan budaya. Mencapai tujuan-tujuan ini membutuhkan kerjasama, komunikasi, dan komitmen dari seluruh anggota keluarga.
2.3 Fungsi Keluarga
Keberadaan keluarga bertujuan memenuhi fungsi keluarga. Sudut pandang keluarga mempengaruhi fungsi keluarga itu sendiri. Menurut Friedman fungsi keluarga sering digunakan dalam sudut kesehatan.
a. Fungsi keluarga menurut WHO (1978) yaitu:
1. Fungsi Biologis
Fungsi biologis yaitu fungsi untuk bereproduksi, pemelihara dan membesarkan anak, memberi makan, mempertahankan kesehatan dan rekreasi. Syarat yang harus dipenuhi dalam memenuhi fungsi ini yaitu kesehatan genetik, pengetahuan dan pemahaman manajemen fertilitas, perilaku konsumsi sehat, perawatan selama hamil, melakkan perawatan anak.
2. Fungsi Ekonomi
Fungsi yang bertujuan memenuhi kebutuhan sumber penghasilan, menentukan alokasi sumber yang diperlukan, menjamin keamanan finansial. Syarat yang harus dipenuhi dalam memenuhi fungsi ekonomi yaitu memiliki pengetahuan dan keterampilan serta tanggung jawab.
3. Fungsi Psikologis
Berfungsi menyediakan lingkungan yang mampu meningkatkan perkembangan kepribadian yang alami, yang bertujuan melindung psikologis secaa optimal. Syarat yang harus dipenuhi yaitu emosi stabil, kemampuan mengatasi stres dan krisis, perasaan antar anggota baik.
4. Fungsi Edukasi
Fungsi ini untuk mengajarkan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Syarat yang harus dipenuhi yaitu mempunyai tingkat intelegensi meliputi pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang sesuai.
5. Fungsi Sosiokultur
Fungsi ini utuk melaksanakn transfer nilai yang berhubungan dengan perilaku, bahasa dan tradisi/adat. Syarat dari fungsi ini yaitu mengetahui standar nilai yang dibutuhkan, memberi contoh norma perilaku dan mempertahankannya.
b. Fungsi keluarga menurut Friedman:
1. Fungsi Afektif
Perlindungan psikologis, interaksi, rasa aman, mendewasakan dan mengenal identitas individu.
2. Fungsi Sosialisasi Peran
Yaitu fungsi dan peran dalam masyarakat, serta sasaran untuk kontak sosial di dalam/luar rumah.
3. Fungsi Reproduksi
Menjamin kelangsungan generasi dan kelangsungan masyarakat.
4. Fungsi Memenuhi Kebutuhan Fisik dan Perawatan
Pemenuhan sandang, pangan, papan dan perawatan kesehatan.
5. Fungsi Ekonomi
Fungsi untuk pengadaan sumber dana, pengalokasian dan pengaturna keseimbangan dana.
6. Fungsi Pengontrol/Pengatur
Memberikan pendidikan dan norma-norma.
c. Fungsi Keluarga menurut PP No. 21 Th. 1994 dan UU No. 110 Tahun 1992.
1. Fungsi Keagamaan
Keluarga disebut juga sebagai wahana utama dan pertama menciptakan seluruh anggota keluarga menjadi insan yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Fungsi Sosial Budaya
Keluarga berfungsi untuk menggali, mengembangkan serta melestarikan sosial budaya Indonesia,
3. Fungsi Kasih Sayang
Berfungsi mengembangkan rasa cinta dan kasih sayang tiap anggota keluarga, anatarkerabat, antargenerasi.
4. Fungsi Perlindungan
Untuk memberikan rasa aman secara lahir dan batin kepada seluruh anggota keluarga.
5. Fungsi Reproduksi
Memberi keturunan yang berkualitas melalui pengaturan dan perencanaan yang sehat dan menjadi insan pembangunan yang handal.
6. Fungsi Pendidikan dan Sosialisai
Keluarga adalah tempat pendidikan pertama dan utama dari anggota keluarga yang berfungsi meningkatkan fisik, mental, sosial dan spiritual secara serasi, seimbang dan selaras.
7. Fungsi Ekonomi
Disini keluarga meningkatkan keterampilan dalam usaha ekonomi produktif agar pendapatan meningkat dan tercapai kesejahteraan.
8. Fungsi Pembinaan Lingkungan
Meningkatkan diri dalam lingkungan sosial budaya dan lingkungan alam hingga tercipta lingkungan yang seimbang, serasi dan selaras.
2.4 Prinsip-prinsip Keluarga
Prinsip keluarga adalah seperangkat nilai-nilai, norma, dan keyakinan yang membimbing perilaku dan interaksi antaranggota keluarga. Prinsip-prinsip ini menciptakan kerangka kerja untuk membentuk dan mempertahankan keutuhan keluarga, serta memandu keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh anggota keluarga. Prinsip keluarga dapat sangat bervariasi tergantung pada budaya, nilai-nilai individu, dan pengalaman keluarga masing- masing. Berikut adalah beberapa prinsip keluarga umum yang sering diakui:
1. Keterbukaan dan Komunikasi:
Prinsip ini menekankan pentingnya keterbukaan dalam berkomunikasi di antara anggota keluarga. Keluarga yang memiliki prinsip ini cenderung lebih terbuka terhadap berbagi pemikiran, perasaan, dan informasi satu sama lain.
2. Salinan Nilai Keluarga:
Prinsip ini melibatkan penanaman dan pemeliharaan nilai-nilai keluarga yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Nilai-nilai ini dapat mencakup kejujuran, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap orang lain.
3. Kepercayaan dan Dukungan:
Keluarga yang menganut prinsip ini memberikan kepercayaan satu sama lain dan memberikan dukungan emosional, mental, dan fisik. Kepercayaan menjadi dasar hubungan yang sehat di dalam keluarga.
4. Kerjasama dan Solidaritas:
Prinsip ini menekankan pentingnya kerjasama di antara anggota keluarga.
Keluarga yang memiliki prinsip solidaritas cenderung bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dan mengatasi rintangan bersama-sama.
5. Komitmen Terhadap Pertumbuhan Bersama:
Prinsip ini menyoroti pentingnya komitmen terhadap perkembangan dan pertumbuhan bersama sebagai keluarga. Hal ini melibatkan dukungan terhadap perubahan positif dan adaptasi terhadap perubahan kehidupan.
6. Kebersamaan dan Keterlibatan:
Prinsip ini menekankan pentingnya kebersamaan dan keterlibatan aktif di dalam keluarga. Keterlibatan ini dapat termanifestasi dalam kegiatan bersama, perayaan, dan dukungan aktif terhadap anggota keluarga.
7. Keadilan dan Adil:
Prinsip keadilan menuntut bahwa setiap anggota keluarga diperlakukan dengan adil. Ini melibatkan pembagian tanggung jawab, hak, dan kewajiban secara adil di antara anggota keluarga.
8. Penerimaan dan Kasih Sayang:
Keluarga yang menganut prinsip ini menerima anggota keluarga apa adanya dan memberikan kasih sayang tanpa syarat. Ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan pribadi.
Prinsip keluarga ini membentuk landasan untuk interaksi sehari-hari, pengambilan keputusan, dan bentuk dukungan yang diberikan di dalam keluarga. Penting untuk diingat bahwa prinsip- prinsip ini dapat bervariasi dan berkembang seiring waktu sesuai dengan kebutuhan dan perubahan keluarga.
BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa keluarga merupakan unit fundamental dalam masyarakat yang memiliki peran sentral dalam pembentukan dan pengembangan individu. Definisi Keluarga: Keluarga dapat didefinisikan sebagai unit sosial yang terdiri dari individu-individu yang terikat oleh ikatan pernikahan, hubungan darah, atau ikatan adopsi. Definisi ini mencerminkan variasi bentuk keluarga yang dapat ada, mencakup keluarga inti, keluarga diperluas, dan struktur keluarga yang lain.
Tujuan Keluarga Tujuan keluarga mencakup aspirasi dan harapan bersama anggota keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga secara keseluruhan.
Ini mencakup aspek keamanan, pengembangan pribadi, kesejahteraan ekonomi, hubungan yang kuat, pencapaian bersama, dan warisan nilai-nilai keluarga.Fungsi Keluarga:Fungsi keluarga melibatkan peran dan tanggung jawab yang diemban oleh keluarga dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anggota keluarga. Ini mencakup fungsi ekonomi, sosial, pendidikan, emosional, dan spiritual yang membentuk dasar bagi keberlangsungan keluarga.
Prinsip Keluarga Prinsip keluarga melibatkan seperangkat nilai-nilai, norma, dan keyakinan yang membimbing perilaku dan interaksi antaranggota keluarga. Prinsip-prinsip ini menciptakan kerangka kerja untuk membentuk dan mempertahankan keutuhan keluarga, melibatkan keterbukaan, kepercayaan, dukungan, dan nilai-nilai keluarga. Dengan pemahaman yang mendalam terhadap definisi, tujuan, fungsi, dan prinsip keluarga, kita dapat mengapresiasi peran penting keluarga dalam membentuk individu dan kontribusinya terhadap stabilitas sosial. Selain itu, kesadaran akan keragaman struktur dan nilai-nilai keluarga memberikan dasar untuk menghormati perbedaan dan memahami kompleksitas dinamika keluarga dalam masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
LISA OKTIAMA, M. O. N. I. C. A. HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT STRESS MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI Di S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Diss. Universitas
Muhammadiyah Ponorogo, 2020.
Widad, H. (2011). Beban psikologis perempuan single parent sebagai kepala keluarga: Studi kasus keluarga di Desa Prajekan Kidul Kec. Prajekan Kab. Bondowoso (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
SUMBER INTERNET:
http://eprints.umpo.ac.id/5438/3/BAB_2.pdf
http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/20467/BAB%202.pdf?
isAllowed=y&sequence=3
https://repository.um-surabaya.ac.id/257/3/bab_2.pdf