MAKALAH
KONSEP DASAR BAHASA INDONESIA SD
NAMA KELOMPOK
1. TERRA PANISIA (2023143105)
2. SHELA CAECILIA (2023143084)
3. VARISA KUSNITA (2023143096)
4. ANA FITRI (2023143080)
5. SHELVY (2023143087)
6. NATIA SWITA (2023143117)
DOSEN PENGAMPU : Dr. MUHAMMAD ALI, M.Pd.
KELAS : 2 C
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAN PEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG TAHUN 2024
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan tugas makalah Konsep Dasar Bahasa Indonesia SD
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Konsep Dasar Bahasa Indonesia SD semester 2 dengan dosen pengampu Dr. MUHAMMAD ALI, M.Pd. Makalah ini dapat dipergunakan sebagai acuan atau petunjuk pembelajaran mengenai pembahasan materi “Bahasa Indonesia”
Akhirnya, penulis menyampaikan ucapan terima kasih khususnya kepada Bapak Dr.
MUHAMMAD ALI, M.Pd. Sebagai dosen pengampu mata kuliah Konsep Dasar Bahasa Indonesia SD yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam pembuatan makalah ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada seluruh peserta kelompok atas kerjasamanya dalam pembuatan makalah ini.
Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi orang lain dan kami khususnya. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat penulis harapkan dari pembaca guna meningkatkan pembuatan makalah tugas mata kuliah lainnya pada waktu mendatang.
Palembang, 29 Februari 2024
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI... ii
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. LATAR BELAKANG ...1
B. RUMUSAN MASALAH...1
C. TUJUAN PENULISAN...2
BAB II PEMBAHASAN ...3
2.1 Fungsi Bahasa Indonesia...3
2.2 Fungsi Bahasa nasional...3
2.3 Pemerolehan Bahasa...5
BAB III PENUTUP... 8
A. KESIMPULAN...8
B. SARAN...8
DAFTAR PUSTAKA...9
ii
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Bahasa adalah sistem komunikasi yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan pesan, ide, dan emosi. Ada banyak bahasa yang berbeda di seluruh dunia, masing-masing dengan struktur, kosakata, dan aturan tata bahasanya sendiri yang unik. Bahasa berperan penting dalam membentuk identitas budaya masyarakat dan memfasilitasi interaksi sosial dan pertukaran informasi.
Bahasa berperan sebagai tanda ciri kekhususan dalam setiap negara. Bahasa adalah unsur penting dalam berlangsungnya komunikasi antar makhluk sosial. Keberagaman bahasa yang luas, dalam hal ini khususnya bahasa Indonesia tentu memiliki berbagai fungsi dan pemerolehan bahasa, bagaimana fungsi bahasa Indonesia, fungsi bahasa nasional dan pemerolehan bahasa dalam lingkup yang luas. Untuk itu, penulis akan memaparkan beberapa poin pembahasan lebih lanjut terkait materi tersebut.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah Fungsi Bahasa Indonesia?
2. Apakah Fungsi Bahasa Nasional?
3. Bagaimanakah Pemerolehan Bahasa?
C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk Mengetahui Fungsi Bahasa Indonesia 2. Untuk Mengetahui Fungsi Bahasa Nasional
3. Untuk Mengetahui Bagaimana Pemerolehan bahasa
1
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Fungsi Bahasa Indonesia
A. Fungsi Bahasa Indonesia Secara umum
1. Sebagai Alat Komunikasi dan Penyampaian Pesan
Selaku makhluk sosial yang memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi, manusia menggunakan dua acara berkomunikasi, yaitu secara verbal dan non-verbal.
Berkomunikasi secara verbal dilakukan menggunakan alat atau media bahasa (lisan dan tulisan), sedangkan berkomunikasi secara non-verbal dilakukan menggunakan media berupa symbol, isyarat, kode, dan bunyi yang kemudian akan diterjemahkan ke dalam bahasa manusia.
Dengan adanya bahasa Indonesia setiap masyarakat dapat menyampaikan gagasan, perasaan, dan emosi kepada orang lain.
2. Sebagai Alat Berintegrasi dan Beradaptasi Sosial
Pada saat beradaptasi di lingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan bahasa yang non-standar pada saat berbicara dengan teman sebaya dan menggunakan bahasa standar pada saat berbicara dengan orang tua, orang yang lebih tua, dan orang yang dihormati.
3. Sebagai Alat Kontrol Sosial
Dalam hal ini merujuk pada kemampuan bahasa dalam membentuk dan memengaruhi norma, nilai, dam perilaku dalam masyarakat. Melalui bahasa, norma sosial akan dipertahankan, ditentang, atau bahkan dirubah, sehingga diperlukan adanya peran penting dalam menjaga kohesi sosial dan memaskan kesesuaian individu dalam masyarakat.
B. Fungsi Bahasa Secara Khusus
1. Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Negara a. Sebagai Bahasa Resmi Kenegaraan
Bahasa Indonesia digunakan dalam segala upacara, peristiwa dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun dalam bentuk tulisan. Kegiatan yang termasuk adalah kegiatan-kegiatan berupa penulisan dokumen, keputusan, serta surat-surat yang dikeluarkan pemerintah dan badan-badan kenegaraan lainnya, serta pidato-pidato kenegaraan.
2
b. Sebagai Bahasa Pengantar di dalam Dunia Pendidikan
Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar Lembaga-lembaga Pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi diseluruh wilayah Indonesia kecuali di daerah-daerah, seperti Aceh, Bali, Batak, Sunda, Jawa, Madura, dan Makasar yang menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa pengantar sampai dengan tahun ketiga Pendidikan dasar.
c. Sebagai Alat Penghubung pada Tingkat Nasional untuk Kepentingan Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan
Dalam hal ini bahasa Indonesia dipakai bukan hanya sebagai alat komunikasi timbal balik antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan hanya sebagai alat penghubung antardaerah dan antarsuku melainkan juga sebagai alat penghubung di dalam masyarakat terkait latar belakang, sosial budaya, dan bahasanya.
d. Sebagai Bahasa Media massa
Artinya penyampaian informasi dan berita melalui berbagai media massa juga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa baku.
e. Sebagai Alat Pengembangan Kebudayaan Nasional, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Bahasa Indonesia adalah satu-satunya alat yang memungkinkan kita membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa dan identitasnya sendiri, yang membedakannya dengan kebudayaan daerah.
2.2 Fungsi Bahasa Nasional
Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional
Bahasa Indonesia memiliki fungsi utama, yakni sebagai bahasa nasional. Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional sendiri telah tersirat pada butir ketiga sumpah pemuda tahun 1928 yang berbunyi “kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Butir ketiga itu juga menegaskan bahwa kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional berada di atas bahasa daerah.
4
1. Sebagai Lambang Kebangsaan
Pada fungsi ini, bahasa Indonesia dianggap mampu mencerminkan nilai-nilai sosial budaya Indonesia yang mendasari rasa kebanggaan terhadap bangsa Indonesia. Agar fungsi ini tetap terjaga, bahasa Indonesia harus terus dipelihara, dijaga, dan dikembangkan. Kebanggaan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia pun juga harus senantiasa kita bina terus ditingkatkan.
2. Sebagai Lambang Identitas Nasional
Seperti halnya bendera merah putih dan simbol garuda, bahasa Indonesia adalah identitas nasional lainnya yang kita miliki. Di dalam fungsinya bahasa Indonesia tentu harus memiliki indentitasnya sendiri, sehingga serasi dengan lambang kebangsaa yang lain. Ag ar identitas ini senantiasa hadir, masyarakat Indonesia ditetapkan untuk menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, baik di pergaulan maupun lingkungan kerja.
3. Alat Penghubung Antar Warga, Antar Daerah, dan Antar Budaya
Sebagaimana yang kita tahu, Indonesia kaya akan budaya, suku bangsa, dan bahasa daerah. Agar semua unsur itu bisa terhubung satu sama lain, masyarakat Indonesia harus menggunakan bahasa Indonesia saat berkomunikasi. Masyarakat dapat berpergian ke seluruh plosok tanah air dengan hanya memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai satu-satunya alat komunikasi Hal inilah yang menjadi alasan mengapa bahasa Indonesia dianggap sebagai bahasa persatuan, serta kedudukannya harus berada di atas bahasa daerah.
4. Alat Pemersatu Suku Budaya di Indonesia
Dengan adanya bahasa Indonesia, setiap suku budaya di Indonesia bisa berkomunikasi dengan lebih lancar dan terhindar dari kesalahpahaman. Hal inilah yang bisa memicu persatuan dan keharmonisan antar suku budaya di Indonesia. Walaupun menggunakan bahasa Indonesia, setiap suku budaya di Indonesia masih tetap bisa menggunakan bahasa daerah mereka masing- masing, serta tetap menjaga nilai-nilai sosial budaya yang mereka yakini.
2.3 Pemerolehan Bahasa
2.3.1 Pengertian Pemerolahan Bahasa
Pemerolehan bahasa adalah proses bagaimana seseorang dapat berbahasa atau proses anak-anak pada umumnya memperoleh bahasa pertama. Pemerolehan bahasa berlalu pada ambang sadar. Pemeroleh bahasa biasanya tidak sadar bahwa ia tengah memperoleh bahasa
Menurut Sigel dan Cocking (dalam Rusyini, 2008), pemerolehan bahasa merupakan proses yang digunakan oleh anak-anak untuk menyesuaikan serangkaian hipotesis dengan ucapan orang tua sampai dapat memilih kaidah tata bahasa yang paling baik dan sederhana dari bahasa yang bersangkutan. Pemerolehan bahasa umumnya berlangsung di lingkungan masyarakat bahasa target dengan sifat alami dan informal serta lebih merujuk pada tuntutan komunikasi
2.3.2 Teori Pemerolehan Bahasa 1. Teori Nativisme
Nativisme berpendapat bahwa selama proses pemerolehan bahasa pertama, kanak- kanak (manusia) sedikit membuka kemampuan lingualnya yang secara genetis telah diprogramkan. Teori ini tidak menganggap lingkungan punya pengaruh dalam pemerolehan bahasa, melainkan menganggap bahwa bahasa merupakan pemberian biologis, sejalan dengan yang disebut “hipotesis pemberian alam”.
2. Teori Behaviorisme
Kaum behavioris menekankan bahwa proses pemerolehan bahasa pertama dikendalikan dari luar diri si anak, yaitu oleh ransangan yang diberikan melalui lingkungan. Istilah bahasa bagi kaum behavioris dianggap kurang tepat karena istilah bahasa itu menyiratkan suatu wujud, sesuatu yang dimiliki atau digunakan, dan bukan sesuatu yang dilakukan. Kaum behavioris berendapat bahwa kemampuan berbicara dan memahami bahasa oleh anak diperoleh melalui ransangan dan lingkungannya. Menurut kaum behavioris, anak dianggap sebagai penerima pasif dari tekanan lingkungannya, tidak memiliki peranan yang aktif di dalam proses perkembangan perilaku verbalnya.
3. Teori Kognitivisme
Jean Piaget (dalam Chaer, 2009:223) menyatakan bahwa bahasa itu bukanlah suatu ciri alamiah yang terpisah, melainkan salah satu di antara beberapa kemampuan yang berasal dari kematangan kognitif. Menurut Pieget, bahasa distrukturi oleh nalar, maka perkembangan bahasa harus berlandas pada perubahan yang lebih mendasar dan lebih umum di dalam kognisi.
Piaget menegaskan bahwa struktur yang kompleks dari bahasa bukanlah sesuatu yang diberikan oleh alam, dan bukan pula sesuatu yang dipelajari dari lingkungan. Struktur bahasa itu timbul sebagai akibat interaksi yang terus menerus antara tingkat fungsi kognitif si anak dengan lingkungan kebahasaannya (juga lingkungan lain).
6
4. Teori interaksionisme
Beranggapan bahwa pemerolehan bahasa merupakan hasil interaksi antara kemampuan mental pembelajaran dan lingkungan bahasa. Pemerolehan bahasa itu berhubungan dengan adanya interaksi antara masukan "input" dan kemampuan internal yang dimiliki pembelajar.
Setiap anak sudah memiliki LAD sejak lahir. Namun, tanpa ada masukan yang sesuai tidak mungkin anak dapat menguasai bahasa tertentu secara otomatis. Sebenarnya, faktor intern dan ekstern dalam pemerolehan bahasa pertama oleh sang anak sangat mempengaruhi. Benar jika ada teori yang mengatakan bahwa kemampuan berbahasa anak telah ada sejak lahir (telah ada LAD). Hal ini telah dibuktikan oleh berbagai penemuan seperti yang telah dilakukan oleh Howard Gardner. Dia mengatakan bahwa sejak lahir anak telah dibekali berbagai kecerdasan.
Salah satu kecerdasan yang dimaksud adalah kecerdasan berbahasa
2.3.3 Proses Pemerolehan Bahasa
Pemerolehan bahasa dibedakan menjadi pemerolehan bahasa pertama dan pemerolehan bahasa kedua. Pemerolehan bahasa pertama terjadi jika anak belum pernah belajar bahasa apa pun, lalu memperoleh bahasa. Pemerolehan bahasa kedua terjadi jika seseorang memperoleh bahasa setelah menguasai bahasa pertama atau merupakan proses seseorang mengembangkan keterampilan menggunakan bahasa kedua atau bahasa asing.
Menurut Vygotsky (dalam Rusyini, 2008), pemerolehan bahasa pertama diperoleh dari interaksi anak dengan lingkungannya. Walaupun anak sudah memiliki potensi dasar atau piranti pemerolehan bahasa yang oleh Chomsky disebut language acquisition device (LAD), potensi itu akan berkembang secara maksimal setelah mendapat stimulus dari lingkungan.
Lebih dalam, Otto (2015) mengungkapkan bahwa pemerolehan bahasa pada anak usia prasekolah ditanamkan dalam lingkungan tempat anak-anak berinteraksi, khususnya lingkungan rumah, lingkungan sekolah, dan lingkungan tempat bermain. Ketiga lingkungan ini sangat memengaruhi anak dalam pemerolehan bahasa. Otto (2015) menegaskan bahwa pemerolehan bahasa pada anak dapat terjadi karena faktor lingkungan rumah, lingkungan sekolah, dan lingkungan tempat bermain.
Pertama, lingkungan rumah. Anak dalam kesehariannya menghabiskan setengah harinya untuk melakukan aktivitas di rumah dan setengah harinya lagi melakukan aktivitas di lingkungan, baik itu lingkungan bermain maupun lingkungan sekolahnya. Selama anak beraktivitas di rumah, anak tersebut berada di dalam lingkungan rumah dan menjadi tugas utama orang tua untuk berperan aktif dalam setiap aktivitas yang anak lakukan. Otto (2015) menyebutkan bahwa interaksi orang tua
dengan anak-anak dan konteks pembelajaran yang dibuat di rumah dapat meningkatkan kemampuan pemerolehan bahasa pada anak.
Kedua, lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah menjadi lingkungan tempat pemerolehan pengetahuan sekaligus pendidikan bagi anak. Di lingkungan sekolah anak diajak untuk mengenal berbagai macam pengetahuan yang ada di dunia, baik melalui lisan maupun tulisan. Anak akan lebih dapat berinteraksi dengan orang lain di lingkungan sekolah, baik antara anak dan guru, anak dan teman-temannya, anak dan orang tua, maupun anak dan orang tua teman-temannya. Proses interaksi ini dianggap penting bagi pemerolehan bahasa pada anak.
Otto (2015) menyebutkan bahwa interaksi anak terhadap lingkungan sosialnya dapat meningkatkan kemampuan awal membaca dan menulis. Dalam hal ini, Otto menganalogikannya dengan proses ketika guru membacakan sebuah cerita kepada anak. Saat bercerita, guru menggunakan bahasa sebagai media untuk menggambarkan benda atau peristiwa yang ada di dalam cerita. Hal ini dapat merangsang anak untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptifnya.
Ketiga, lingkungan bermain. Lingkungan bermain adalah lingkungan yang digunakan anak untuk menghabiskan sebagian harinya pada satu kelompok bersama dengan anak-anak seusianya. Situasi dan kondisi lingkungan bermain beragam dan yang paling terlihat adalah jenis interaksi yang terjadi. Di lingkungan ini anak-anak didorong, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk terlibat dalam percakapan dengan orang lain. Hal ini dapat mempercepat perkembangan bahasa pada anak. Lingkungan bermain menjadi salah satu lingkungan yang dapat meningkatkan kemampuan pemerolehan bahasa dengan sangat signifikan.
Hal ini terjadi karena di lingkungan bermain anak akan dihadapkan pada suatu permasalahan yang menuntut anak untuk memecahkan masalahnya sendiri (problem solving).
Otto (2015) mengungkapkan bahwa kemampuan anak dalam bercakap akan makin meningkat di lingkungan bermain yang menyediakan kesempatan untuk percakapan spontan antaranak.
Makin sering anak bercakap maka makin banyak pula kosakata yang akan anak dapat dari percakapan tersebut.
8
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
Bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi baik secara umum ataupun secara khusus.
Secara umum bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi dan penyampaian pesan, alat berintegrasi dan beradaptasi sosial, serta sebagai alat kontrol sosial. Sementara secara khusus fungsi bahasa Indonesia dibagi menjadi dua hal, yakni fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
Sebagai bahasa negara bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, sebagai peengantar di dalam dunia Pendidikan, sebagai alat penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pembangunan, sebagai bahasa media massa, serta sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi(IPTEK). Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional adalah sebagai lambang kebangsaan, sebagai lambang identitas nasional,sebagai alat penghubung antar warga, antar daerah, dan antar budaya, serta sebagai alat pemersatu suku budaya di Indonesia.
Pemerolehan bahasa adalah proses bagaimana seseorang dapat berbahasa atau proses anak-anak pada umumnya memperoleh bahasa pertama. Pemerolehan bahasa berlalu pada ambang sadar. Pemeroleh bahasa biasanya tidak sadar bahwa ia tengah memperoleh bahasa.
Menurut Sigel dan Cocking (dalam Rusyini, 2008), pemerolehan bahasa merupakan proses yang digunakan oleh anak-anak untuk menyesuaikan serangkaian hipotesis dengan ucapan orang tua sampai dapat memilih kaidah tata bahasa yang paling baik dan sederhana dari bahasa yang bersangkutan. Pemerolehan bahasa umumnya berlangsung di lingkungan masyarakat bahasa target dengan sifat alami dan informal serta lebih merujuk pada tuntutan komunikasi.
B. SARAN
Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan detail dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber yang lebih banyak dan tentunya dapat dipertanggung jawabkan. Kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan agar maklah ini dapat menjadi acuan dan bermanfaat bagi semua pembaca.
khomsiyatun, Umi; Samiaji, Mukhamad Hamid;. (2022, Agustus 22). Membaca Proses Pemerolehan Bahasa Anak. Retrieved Februari 29, 2024, from kemdikbud.go.id:
https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/artikel-detail/3692/membaca-proses pemerolehan-bahasa-anak
Putri, Azzahra; Sirait, Chintia; Simanjuntak, Corry Patricia; pardede, Dhea Omry A.; Situmorang, Ericiana P.A. ; Melanic, Thara;. (2023, mei 19). Analisis Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia Bagi Mahasiswa. KAMPRET journal, 2, No.3 , 109-110. Retrieved Februari29,2024,
http://www.plus62.isha.or.id/index.php/kampret/article/download/131/101
Sundari, Weli;. (2018, Juni). PEMEROLEHAN BAHASA. Jurnal Warna, 2,No. 1, 54-59. Retrieved Februari 29, 2024, from https://ejournal.iaiig.ac.id/index.php/warna/article/download/43/pdf
Universitas Esa Unggul. (2018/2019, September 3-9). MATERI: FUNGSI DAN KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA. Retrieved Februari 29, 2024, from ims-paralel. esaunggul.ac.id:
https://lms-paralel.esaunggul.ac.id/mod/resource/view.php?id=4790