• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH manajemen keuangan kelompok 5

N/A
N/A
nrlasyiqnn

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH manajemen keuangan kelompok 5"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

ANALISIS RASIO KEUANGAN DAN COMMON SIZE

Dosen Pengampu : Manisha, SKM., S.Ak., BBA., MKM Mata Kuliah : Manajemen Keuangan

Disusun oleh Kelompok 5 :

Nurul Asiqin ( 2302041034 ) Sumayyah Manurung ( 2302041046 ) Dedy Samputra Halawa ( 2302041019 )

S1 ADMINISTRASI RUMAH SAKIT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

INSTITUT KESEHATAN HELVETIA T.A 2023

(2)

KATA PENGANTAR

Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan susunan Makalah Manajemen Keuangan dengan baik yang berjudul “ Analisis Rasio Keuangan ” . Penulis berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi pembaca mengenai cara melakukan analisis rasio keuangan yang baik dan benar.

Makalah ini kami susun melalui beberapa sumber buku dan jurnal literasi sehingga makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan agar makalah ini dapat berkembang menjadi lebih baik. Harapan kami, informasi dan materi yang kami sampaikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Demikian makalah ini kami buat, apabila terdapat kesalahan dalam penulisan atau pun adanya ketidaksesuaian materi yang kami angkat pada makalah ini, kami mohon maaf. Tiada yang sempurna di dunia, melainkan Allah SWT. Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Aamiin

Medan, 26 September 2024

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

ANALISIS RASIO KEUANGAN DAN COMMON SIZE ...

Kata Pengantar ...

BAB I ...

PENDAHULUAN ...

1.1 Latar Belakang ...

1.2 Rumusan Masalah ...

1.3 Tujuan ...

BAB II ...

PEMBAHASAN ...

2.1. Apa Pengertian Analisis Rasio Keuangan dan Common Size ...

2.2. Apa Saja Fungsi Analisis Rasio Keuangan ...

2.3. Apa Tujuan Dari Analisis Common Size ...

2.4. Apa Manfaat Analisis Rasio Keuangan dan Common Size ...

2.5. Apa Rumus-rumus Analisis Rasio Keuangan dan Common Size ...

BAB III ...

PENUTUP ...

3.1 KESIMPULAN ...

DAFTAR PUSTAKA ...

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan dalam beberapa kurun waktu dapat digunakan untuk memprediksi laba atau deviden diwaktu yang akan datang. Dari sudut pandang investor analisa laporan keuangan dapat digunakan sebagai alat prediksi prospek masa depan perusahaan tersebut.

Rasio keuangan dirancang untuk membantu mengevaluasi laporan keuangan atau membantu kita mengidentifikasi beberapa kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan.

Rasio keuangan juga sebagai alat pembanding posisi pperusahaan dengan pesaing. Untuk kebijakan keuangan perusahaan ke depan.

Dan Analisis common size adalah teknik dalam akuntansi keuangan yang digunakan untuk mengevaluasi laporan keuangan dengan cara menyajikan setiap pos sebagai persentase dari total. Dalam laporan laba rugi, setiap item diukur sebagai persentase dari penjualan total, sedangkan dalam neraca, setiap pos diukur sebagai persentase dari total aset. Pendekatan ini memudahkan perbandingan antara perusahaan atau periode waktu yang berbeda, karena menghilangkan perbedaan skala dan memungkinkan pengguna untuk melihat proporsi setiap item terhadap total keseluruhan.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah disampaikan diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

a ) Apa Pengertian dari Analisis Rasio Keuangan dan Common Size ? b ) Apa saja fungsi dari Analisis Rasio Keuangan ?

c ) Apa tujuan dari Analisis Common Size ?

d ) Apa manfaat Analisis Rasio Keuangan dan Common Size ? e ) Apa Rumus Analisis Rasio Keuangan dan Common Size ?

1.3 Tujuan

Dari rumusan masalah diatas, dapat diketahui tujuan nya antara lain : a ) Untuk mengetahui pengertian Analisis Rasio Keuangan dan Common Size b ) Untuk Mengetahui fungsi dari Analisis Rasio Keuangan

c ) Untuk mengetahui tujuan dari Analisis Common Size

d ) Untuk mengetahui manfaat dari Analisis Rasio Keuangan dan Common Size e ) Untuk Mengetahui Rumus-rumus Analisis Rasio Keuangan dan Common Size

(5)

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Analisis Rasio Keuangan dan Common Size

Menurut (James C V Hornes dalam Kasmir). Rasio Keuangan adalah suatu indeks yang menghubungkan antara dua angka akuntansi yang didapat dengan cara membagi satu angka dengan angka lainya dalam akuntansi.

Analisis Rasio Keuangan ialah suatu analisis kuantitatif yang digunakan untuk bisa mengevaluasi berbagai aspek kinerja operasi dan keuangan perusahaan berdasarkan suatu informasi yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan seperti pada suatu laporan neraca (balance sheet), laporan aliran kas (cash flow statement) dan laporan laba-rugi (income statement).

Rasio Keuangan ini juga dapat digunakan oleh manajemen perusahaan, kreditur atau pemberi pinjaman serta investor dan para pemegang saham.

Analisis Rasio Keuangan adalah suatu kegiatan untuk dapat membandingkan nominal (angka-angka) yang terdapat pada laporan keuangan suatu perusahaan guna mengetahui posisi keuangan serta menilai kinerja manajemen dalam periode tertentu.

Dan Analisis common size merupakan angka-angka yang ada dalam neraca dan laporan laba rugi menjadi persentase berdasarkan dasar tertentu. Untuk angka-angka yang ada dineraca, common base-nya adalah total aktiva. Hal ini artinya total aktiva dianggap100%.

Sementara itu, pada laporan laba rugi yang dianggap 100% adalah penjualan neto atau penjualan bersih.

Menurut Hanafi dan Halim, analisis common size ialah analisis yang disusundengan menghitung tiap-tiap rekening dalam laporan laba-rugi dan neraca menjadiproporsi dari total penjualan (untuk laporan laba-rugi) atau dari total aktiva (untukneraca).

Laporan keuangan dalam persentase per komponen (common size) menyatakan masing masing posnya dalam satuan persen atas dasar total kelompoknya. Penyajian dalam bentuk analisis common size mempermudah untuk melakukan analisis laporan keuangan dengan memperhatikan perubahan perubahan yang terjadi dalam neraca dan laporan laba rugi.

2.2. Fungsi Analisis Rasio Keuangan

Rasio keuangan dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaandan kinerjanya.4 Rasio keuangan dirancang untuk membantu mengevaluasi laporankeuangan atau membantu kita mengidentifikasi beberapa kekuatan dan kelemahankeuangan perusahaan.

Rasio keuangan juga sebagai alat pembanding posisi perusahaandengan pesaing, untuk kebijakan keuangan perusahaan ke depan.

Dengan membandingkan rasio keuangan perusahaan dari tahun ke tahun dapat ditentukan apakah terdapat kenaikan atau penurunan kondisi dan kinerja perusahaan selama waktu tersebut. Dengan membandingkan rasio keuangan terhadap perusahaan lainnya yang sejenis atau terhadap rata-rata industri dapat membantu mengidentifikasi adanya penyimpangan dalam keuangan perusahaan.

2.3. Tujuan Analisis Common Size

Menurut Sugiono dan Untung (2016, hal.11) Menyatakan bahwa tujuan dari analisiscommon size mengkonversikan satuan yang terdapat dalam laporan keuangan ke dalamsatuan persen.

Tujuan dari analisis common size adalah untuk memperoleh gambaran tentang :

(6)

1. Komposisi dan proporsi investasi pada setiap jenis aktiva.

2. Struktur modal dan pendanaan.

3. Distribusi hasil penjualan pada biaya dan laba.

Informasi hasil analisis bermanfaat untuk menilai tepat tidaknya kebijakan (operasi,investasi, dan pendanaan) yang diambil oleh perusahaan di masa lalu, sertakemungkinan pengaruhnya terhadap posisi dan kinerja keuangan perusahaan di masayang akan datang.

2.4. Manfaat Analisis Rasio Keuangan dan Common Size Analisis Rasio Keuangan

• Membantu untuk menganalisis tren kinerja sebuah perusahaan.Membantu para stakeholder untuk dapat membandingkan hasil keuangan suatu perusahaan dengan pesaingnya.

• Membantu Manajemen, kreditur dan investor untuk mengambil suatu keputusan.

• Dapat menunjukan suatu letak permasalahan keuangan perusahaan serta kekuatan dan kelemahannya.

Analisis Common Size

Common size bermanfaat untuk melakukan perbandingan kinerja keuangan antar perusahaan, karena laporan keuangan beberapa perusahaan dapat diubah dalam bentuk common size format. Perbandingan common size statement dengan pesaing dapat mengungkapkan perbedaan akun dan distribusinya dalam neraca. Dengan demikian analis dapat mengevaluasi alasan mengapa terjadi perbedaan kinerja antar perusahaan. Analisis ini dapat melihat kekuatan pada setiap akun seperti angka penjualan pada laba rugi dan pembentukan aktiva pada laporan posisi keuangan.

2.5. Rumus-rumus Analisis Rasio Keuangan dan Common Size

Rumus Analisis Rasio Keuangan 1. Rasio Likuiditas

Rasio untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kemampuan finansialnya dalam jangka pendek.

Ada beberapa jenis rasio likuiditas antara lain sebagai berikut :

Current Ratio yakni salah satu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar.

Rumus menghitung Current Ratio yaitu :

“ Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar X 100% “

 Cash Ratio yaitu salah satu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan kas yang tersedia dan berikut surat berharga atau efek jangka pendek.

Rumus menghitung Cash Ratio yaitu :

“ Cash Ratio = Kas + Efek / Hutang Lancar X 100% “

 Quick Ratio atau Acid Test Ratio yaitu salah satu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar yang lebih likuid (Liquid Assets).

Rumus menghitung Quick Ratio yakni :

“ Quick Ratio = Kas + Efek + Piutang / Hutang Lancar X 100% “

(7)

Ps : Nilai ideal dari ketiga analisa rasio likuiditas ini adalah sebesar minimum sebesar 150%, semakin besar adalah semakin baik dan perusahaan dalam kondisi sehat.

2. Rasio Profitabilitas atau Rentabilitas

Rasio untuk dapat mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan nilai penjualan, aktiva, dan modal sendiri.

Ada beberapa jenis rasio profitabilitas antara lain sebagai berikut :

 Gross Profit Margin yaitu salah satu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba kotor dari penjualan.

Rumus menghitung Gross Profit Margin yaitu :

“ Gross Profit Margin = Penjualan Netto – HPP / Penjualan Netto X 100% “

 Operating Income Ratio yakni salah satu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba operasi sebelum bunga dan pajak dari penjualan.

Rumus menghitung Operating Income Ratio yaitu :

“ Operating Income Ratio = Penjualan Netto – HPP – Biaya Administrasi &

Umum (EBIT) / Penjualan Netto X 100% “

 Net Profit Margin yaitu salah satu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih dari penjualan.

Rumus menghitung Net Profit Margin yaitu :

“Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah Pajak (EAT)/Penjualan Netto X 100% “

 Earning Power of Total Investment yaitu salah satu rasio untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola modal yang dimiliki yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi investor dan pemegang saham.

Rumus menghitung Earning Power of Total Investment yakni :

“ Earning Power of Total Investment = EBIT / Jumlah Aktiva X 100% “

 Rate of Return Investment (ROI) atau Net Earning Power Ratio ialah salah satu rasio untuk mengukur kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan pendapatan bersih.

Rumus menghitung Rate of Return Investment (ROI) yaitu :

“ Rate of Return Investment (ROI) = EAT / Jumlah Aktiva X 100% “

Return on Equity (ROE) ialah salah satu rasio untuk mengukur kemampuan equity untuk menghasilkan pendapatan bersih.

Rumus menghitung Return on Equity (ROE) yakni :

“ Return on Equity (ROE) = EAT / Jumlah Equity X 100% “

Rate of Return on Net Worth atau Rate of Return for the Owners ialah salah satu rasio untuk mengukur kemampuan modal sendiri diinvestasikan dalam menghasilkan pendapatan bagi pemegang saham.

Rumus menghitung Rate of Return on Net Worth yakni :

“ Rate of Return on Net Worth = EAT / Jumlah Modal Sendiri X 100% “

(8)

Ps : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Profitabilitas ini adalah akan semakin baik, sebaiknya Anda bisa membandingkannya dengan nilai rata-rata dari industri sejenis di pasarr

3. Rasio Solvabilitas atau Leverage Ratio

Rasio untuk dapat mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memenuhi semua kewajiban finansial jangka panjang.

Ada beberapa jenis rasio Solvabilitas antara lain sebagai berikut :

Total Debt to Assets Ratio ialah salah satu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin hutang-hutangnya dengan sejumlah aktiva yang dimilikinya.

Rumus menghitung Total Debt to Assets Ratio yaitu :

“ Total Debt to Assets Ratio = Total Hutang / Total Aktiva X 100% “

Total Debt to Equity Ratio yaitu salah satu rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai oleh pihak kreditur dibandingkan dengan equity.

Rumus menghitung Total Debt to Equity Ratio yakni :

“ Total Debt to Assets Ratio = Total Hutang / Modal Sendiri X 100% “

Ps : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Solvabilitas ini adalah akan semakin buruk kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka panjangnya, maksimal nilainya adalah 200%.

4. Rasio Aktifitas atau Activity Ratio

Rasio untuk dapat mengukur seberapa efektif perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya.

Ada beberapa jenis rasio Solvabilitas antara lain sebagai berikut :

Total Assets Turn Over merupakan salah satu rasio untuk mengukur tingkat perputaran total aktiva terhadap penjualan.

Rumus menghitung Total Assets Turn Over Ratio yaitu :

“ Total Assets Turn Over Ratio = Penjualan / Total Aktiva X 100% “

Working Capital Turn Over yaitu salah satu rasio untuk mengukur tingkat perputaran modal kerja bersih (Aktiva Lancar-Hutang Lancar) terhadap penjualan selama suatu periode siklus kas dari perusahaan.

Rumus menghitung Working Capital Turn Over Ratio yakni :

“ Working Capital Turn Over Ratio = Penjualan / Modal Kerja Bersih X 100% “

Fixed Assets Turn Over yaitu salah satu rasio untuk mengukur perbandingan antara aktiva tetap yang dimiliki terhadap penjualan. Rasio ini juga berfungsi untuk dapat mengevaluasi seberapa besar tingkat kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktivatetap yang dimiliki secara efisien dalam rangka meningkatkan pendapatan.

Rumus menghitung Fixed Assets Turn Over Ratio ialah :

“ Fixed Assets Turn Over Ratio = Penjualan / Aktiva Tetap X 100% “

(9)

Inventory Turn Over merupakan salah satu rasio untuk mengukur tingkat efisiensi pengelolaan perputaran persediaan yang dimiliki terhadap penjualan.

Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik juga dan dapat menunjukkan pengelolaan persediaan yang efisien.

Rumus menghitung Inventory Turn Over Ratio ialah :

“ Inventory Turn Over Ratio = Penjualan / Persediaan X 100% “

Average Collection Period Ratio adalah salah satu rasio untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam menerima seluruh tagihan dari konsumen.

Rumus menghitung Average Collection Period Ratio yaitu :

“ Average Collection Period Ratio = Piutang X 365 / Penjualan X 100% “

Receivable Turn Over ialah salah satu rasio untuk mengukur tingkat perputaran piutang dengan membagi nilai penjualan kredit terhadap piutang rata-rata. Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik juga dan menunjukan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah.

Rumus menghitung Receivable Turn Over Ratio yaitu :

“ Receivable Turn Over Ratio = Penjualan / Piutang Rata-Rata X 100% “

Ps : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Activity ini adalah akan semakin baik, Anda bisa membandingkannya dengan nilai rata-rata dari industri sejenis di pasar supaya dapat menilai seberapa efisien Anda mengelola sumber daya yang dimiliki.

5. Rasio Investasi ( Investment Ratios )

Rasio Investasi merupakan suatu kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang akan digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan. Laba yang digunakan untuk dapat mengukur rasio ini adalah laba bersih setelah pajak atau EAT.

Rasio ini dihitung dengan rumus seperti berikut :

“ Return On Investment = (EAT : Investasi) x 100% “

 Rumus Common Size

Menurut Harahap (2016:57) Metode untuk merubah jumlah-jumlah rupiah dalamsuatu laporan keuangan menjadi persentase-persentase tersebut dapat dilakukan sebagaiberikut:

1. Nyatakan total aktiva, total pasiva, serta total penjualan neto masing-masing dengan100 %

2. Hitunglah rasio dari masing-masing unsur laporan keuangan dengan totalnya, dengancara membagi jumlah rupiah masing-masing unsur laporan keuangan itu dengantotalnya. Dari tahapan diatas maka rumus dapat dilihat sebagai berikut :

Laporan Neraca

Pada laporan neraca akan menghitung aktiva dan pasiva, rumusanya yaitu : a) Aktiv

Pada laporan laba rugi akan menggunkan rumus :

Setiap komponen aktiva (misalnya, kas, piutang, inventaris, dll.) dinyatakan sebagai persentase dari total aktiva.

(10)

Contoh:

• Jika kas adalah Rp 100 juta dan total aktiva adalah Rp 1 miliar, maka:

b) Pasiva

Pada laporan laba akan menggunakan rumus :

Setiap komponen pasiva (misalnya, hutang, ekuitas, dll.) dinyatakan sebagai persentase dari total pasiva.

Contoh:

• Jika hutang adalah Rp 500 juta dan total pasiva adalah Rp 1 miliar, maka:

(11)

BAB III PENUTUP

Dari penyampaian makalah diatas, dapat disimpulkan bahwa:

Analisis Rasio Keuangan merupakan alat penting yang digunakan untuk menggambarkan posisi keuangan perusahaan. Alat ini berfungsi untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan, dengan fokus pada aspek-aspek seperti likuiditas, aktivitas, solvabilitas, profitabilitas, dan pasar.

Analisis Common Size mengubah angka-angka dalam neraca dan laporan laba rugi menjadi persentase dari total tertentu. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran mengenai komposisi aktiva, struktur modal, serta distribusi hasil penjualan terhadap biaya dan laba. Analisis ini berguna untuk membandingkan kinerja keuangan antar perusahaan, sehingga memudahkan identifikasi prestasi dan kelemahan perusahaan.

Hasil dari analisis rasio keuangan dan common size sangat berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan, seperti manajemen, investor, dan kreditur, sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat. Interpretasi atas laporan keuangan menjadi kunci bagi berbagai pihak untuk memahami kondisi perusahaan, meskipun masing-masing memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Cahyono, K. E. (2016). Analisis Laporan Keuangan. Surabaya: STIESIA.

Darmawan. (2022). Dasar-dasar Memahami Rasio & Laporan Keuangan. Yogyakarta: UNY PRESS.

Diah Nurdiwaty, B. Z. (2016). Analisis Rasio Keuangan Daerah untuk Menilai Kinerja KeuanganDaerah di Kota Kediri. Jurnal Ekonomika-Bisnis, 31-40.

Fatahuddin, I. (2017). Analisis Rasio untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan pada PT.

CiptaBeton Sinar Perkasa di Kota Makassar.

Ginting, M. C. (2018). Peranan Modal Kerja dalam Meningkatkan Profitabilitas. Jurnal Manajemen,187-196.

Hidayat, W. W. (2018). Dasar-dasar Analisa Laporan Keuangan. Ponorogo: Uwais InspirasiIndonesia.

Meilinda Eka Rusti’ani, N. T. (2017, Juli-Desember). Rasio Keuangan sebagai Indikator untukmengukur Kinerja Keuangan Perusahaan Semen. Jurnal Akuntansi, Vol. 17 (No. 2), 128.

Michael Agyarana Barus, d. (2017). Penggunaan Rasio Keuangan untuk mengukur Kinerja KeuanganPerusahaan (Studi pada PT. Astra Otoparts, Tbk dan PT. Goodyer Indonesia, Tbk yang GoPublic di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Administrasi Bisnis, Vol. 44(No. 1), 156-158.

Tyas, Y. I. (2020). Analisis Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan pada Elzatta Probolinggo. Jurnal Ilmiah Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 28-39.

Yogaswara Dewa, S. S. (2016). Analisi Rasio Keuangan sebagai Alat Penilaian untuk MengukurKinerja Keuangan Perusahaan pada SPBU Gedog. 185-201

Referensi

Dokumen terkait

“Net Profit Margin adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari penjualan yang dilakukan perusahaan.. Rasio ini

Hasil penelitian menunjukkan: (1) Rasio profitabilitas dilihat dari nilai Gross Profit Margin , Net Profit Margin, Return On Investment, Return On Equity, Return On Assets

Rasio profitabilitas yang umumnya digunakan untuk mengukur kinerja keuangan diantaranya yaitu Net Profit Margin (NPM).Net Profit Margin yaitu rasio yang digunakan

Maka kesimpulan dalam hasil penelitian ini adalah nilai Net Profit Margin atau rasio laba bersih memiliki pengaruh yang positif atau berbanding lurus terhadap

Hipotesis yang dikemukakan adalah variabel Return On Investment, Net Profit Margin, Price Earning Ratio, dan Earning Per Share secara simultan maupun parsial

Net Profit Margin PT. Hal ini m enunjukkan bahwa laba bersih setelah pajak yang dicapai perusahaan pada tahun 2014 lebih meningkat, mengindikasikan bahwa laba bersih dari setiap

perputaran total aktiva (total asset turnover) dan rasio profitabilitas yang diproksikan oleh margin laba bersih (net profit margin).. Rasio perputaran total aktiva berfungsi

Terdapat dua rumus untuk mencari Ratio Profit Margin atau Profit Margin on Sales, yaitu sebagai berikut: a Untuk margin laba kotor dengan rumus: b Untuk margin laba bersih dengan