MAKALAH
MODEL SIKLUS PEMBIAYAAN PENDIDIKAN
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pembiayaan pendidikan Dosen pengampu : Dr. Erma Fatmawati, S. Ag., M.. Pd. I.
Oleh:
Kelas C4 Kelompok 6
Nia Ramadhani (222101030068) Ayu Rita Risky Rani (222101030072)
Betha Auldina (222101030093)
PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER 2024
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah- Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan makalah dengan judul “Model Siklus Pembiayaan Pendidikan”. shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan Nabi besar Baginda Muhammad saw yang telah menjadikan suri tauladan bagi umat diseluruh alam.
Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu dosen Dr. Erma Fatmawati, S. Ag., M.. Pd. I. yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan tugas mata kuliah Manajemen Pembiayaan Pendidikan, dan pihak- pihak terkait.
Harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca. Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi. Penyusun menyadari bahwa banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini,untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk pembuatan pembuatan makalah yang akan datang.
Jember, 17 April 2024
Kelompok 6
ii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 1
C. Tujuan... 2
BAB II ... 3
PEMBAHASAN ... 3
A. Model Pembiayaan Birokrasi (Bureaucratic Financing Model)... 3
B. Model Pembiayaan Collegial ... 4
C. Model Pembiayaan Pasar (Market Model of Financing) ... 5
BAB III ... 7
PENUTUP ... 7
A. Kesimpulan ... 7
DAFTAR PUSTAKA ... 8
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pendidikan Islam telah menjadi bagian integral dari perkembangan sosial dan intelektual umat Islam di seluruh dunia. Di tengah dinamika perubahan zaman, pendidikan Islam terus berupaya untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional sambil beradaptasi dengan kebutuhan kontemporer. Salah satu aspek yang memainkan peran krusial dalam memastikan kelangsungan pendidikan Islam adalah pembiayaan yang memadai dan berkelanjutan.
Pembiayaan pendidikan Islam memiliki siklus yang kompleks dan signifikan dalam memastikan aksesibilitas, kualitas, dan keberlanjutan institusi pendidikan Islam. Siklus ini mencakup berbagai tahap, mulai dari identifikasi kebutuhan pembiayaan hingga penggunaan dan pengelolaan dana yang diperoleh. Melalui siklus ini, berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat, berkolaborasi untuk memastikan pembiayaan yang memadai untuk pendidikan Islam.
Dalam makalah ini, kami akan membahas lebih dalam tentang siklus pembiayaan pendidikan. Kami akan mengulas berbagai tahap dalam siklus ini, serta faktor-faktor yang memengaruhi dinamika pembiayaan pendidikan Islam. Selain itu, kami akan menganalisis tantangan dan peluang yang dihadapi dalam memastikan kelangsungan pembiayaan pendidikan Islam di era kontemporer. Dengan demikian, diharapkan makalah ini dapat memberikan wawasan yang komprehensif tentang pentingnya siklus pembiayaan dalam mengembangkan pendidikan Islam dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keberlanjutannya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, berikut ini adalah rumusan masalahnya:
2
1. Apa yang dimaksud dari Model Pembiayaan birokrasi (Bureaucratic Financing Model
2. Apa yang dimaksud dengan Model Pembiayaan Collegial
3. Apa yang dimaksud dengan Model Pembiayaan Pasar (Market Model of Financing)
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, berikut ini adalah tujuan dari makalah ini:
1. Mendeskripsikan model pembiayaan birokrasi (Bureaucratic Financing Model
2. Mendeskripsikan Model Pembiayaan Collegial
3. Mendeskripsikan model pembiayaan Pasar (Market Model of Financing)
3 BAB II PEMBAHASAN
A. Model Pembiayaan Birokrasi (Bureaucratic Financing Model)
Siklus pembiayaan pendidikan dalam model birokrasi melibatkan serangkaian langkah yang dilakukan untuk mengalokasikan, mengelola, dan menggunakan dana publik untuk mendukung sistem pendidikan.
Berikut adalah pembahasan mengenai siklus pembiayaan pendidikan dalam konteks model birokrasi:
1. Perencanaan, tahap awal dalam siklus pembiayaan pendidikan adalah perencanaan. Pemerintah dan lembaga pendidikan melakukan peramalan kebutuhan dana untuk mendukung operasi pendidikan, termasuk pembangunan infrastruktur, pembelian buku dan perlengkapan, serta penggajian staf pengajar.
2. Penganggaran, setelah perencanaan dilakukan, langkah berikutnya adalah proses penganggaran. Pemerintah mengalokasikan dana publik untuk pendidikan melalui pembuatan anggaran, yang mencakup alokasi dana untuk lembaga pendidikan negeri maupun swasta, program-program pendidikan khusus, dan proyek-proyek infrastruktur pendidikan.
3. Pelaksanaan, setelah dana dialokasikan, langkah berikutnya adalah pelaksanaan program-program pendidikan. Ini melibatkan penggunaan dana sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan, termasuk pengeluaran untuk pembayaran gaji staf, pembelian barang dan jasa, serta pelaksanaan program pendidikan lainnya.
4. Pengawasan dan Evaluasi, tahap berikutnya dalam siklus pembiayaan pendidikan adalah pengawasan dan evaluasi. Pemerintah dan lembaga pengawas pendidikan memantau penggunaan dana untuk memastikan bahwa dana tersebut digunakan secara efisien dan efektif sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Evaluasi juga dilakukan untuk mengevaluasi hasil pendidikan dan kinerja program-program pendidikan.
4
5. Pelaporan, terakhir pelaporan adalah bagian penting dari siklus pembiayaan pendidikan. Pemerintah dan lembaga pendidikan wajib melaporkan penggunaan dana secara teratur kepada pihak berwenang dan masyarakat umum. Laporan ini memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik untuk pendidikan.1
B. Model Pembiayaan Collegial
Model collegial ini biasanya berimplikasi pada aktivitas organisasi pelayanan pendidikan yang di subsidi oleh pemerintah. salah satu hak organisasi pelayanan pendidikan adalah menarik dana swasta (dengan cara pembayaran untuk biaya sekolah/perkuliahan, layanan yang disediakan, pelaksanaan penelitian ilmiah untuk unit ekonomi lainnya, dan pembiayaan program tertentu atau beasiswa). Selain itu, hak lembaga akademis secara bebas mengelola sumber daya yang diberikan. Struktur model seperti ini didasarkan pada gagasan tradisional yang berupa ketergantungan keuangan dari organisasi pelayanan pendidikan, dan hubungan yang terpercaya antar pemerintah dan satuan pendidikan.2
Pada intinya pembiayaan pendidikan kolegial ini adalah model pembiayaan yang menawarkan beberapa keuntungan. Pertama, dengan melibatkan beberapa lembaga keuangan, risiko terkait pembiayaan pendidikan dapat tersebar dengan lebih baik. Kedua, model ini dapat meningkatkan aksesibilitas pendidikan tinggi dengan memungkinkan individu yang membutuhkan untuk mendapatkan dana dari berbagai sumber, termasuk beasiswa, pinjaman, dan bantuan keuangan lainnya.3
Namun, ada juga beberapa tantangan yang terkait dengan pembiayaan pendidikan kolegial. Salah satunya adalah kompleksitas dalam mengelola pembiayaan dari berbagai lembaga keuangan yang
1 Kiki indah, “Birokrasi Pemerintah Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Pulik” ,2021. Jurnal Moderat, Vol 7, No 3, hal 649.
2 Windi Aprilianti, “Pengaruh Manajemen Pembiayaan Pendidikan terhadap ,, 18 Mutu Lulusan Kelas IX di SMP Islam Raudlatul Hikmah Pemulang” Thesis UIN Jakarta 2017
3 Qiyadah, et al., “ Analysis of financing resources management of yogyakarta islamic elementary school (SD)”, At-Turots: Jurnal Pendidikan Islam, 4.2(2022): 259.
5
terlibat. Proses ini membutuhkan koordinasi yang cermat dan transparansi dalam hal penggunaan dana dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh penerima pembiayaan.4 Selain itu, risiko konflik kepentingan juga dapat muncul antara berbagai lembaga keuangan yang terlibat, terutama jika mereka memiliki persyaratan dan kebijakan yang berbeda terkait pengembalian pembiayaan.
Dalam konteks pembiayaan pendidikan kolegial, penting untuk memastikan bahwa model ini dijalankan dengan transparan, adil, dan bertanggung jawab. Langkah-langkah seperti regulasi yang ketat, kerangka kerja yang jelas, dan pengawasan yang efektif diperlukan untuk memastikan bahwa pembiayaan pendidikan kolegial memberikan manfaat maksimal bagi individu dan lembaga pendidikan yang menerimanya.
Dengan manajemen yang cermat terhadap risiko dan keuntungan yang terkait, pembiayaan pendidikan kolegial dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mendukung akses dan kualitas pendidikan tinggi serta program pendidikan lainnya.
C. Model Pembiayaan Pasar (Market Model of Financing)
Model pembiayaan pasar atau market model of financing adalah suatu model pembiayaan dimana sumber dana berasal dari pasar keuangan. Dalam model ini, perusahaan atau individu mendapatkan pembiayaan melalui penjualan sekuritas, seperti saham atau obligasi, kepada investor di pasar keuangan. Model ini berbeda dengan model pembiayaan bank, dimana sumber dana berasal dari pinjaman bank. Dalam model pembiayaan pasar, risiko ditanggung oleh investor yang membeli sekuritas, bukan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya.5
Salah satu keuntungan dari model pembiayaan pasar adalah fleksibilitas. Perusahaan dapat memilih jenis sekuritas yang akan mereka jual,
4 Josef Papilaya, Manajemen Pembiayaan Pendidikan (Pasaman: CV ASKA PUSTAKA, 2022), 67.
5 Nanang Fattah, Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009), 14.
6
jumlah yang akan mereka jual, dan waktu penjualan. Selain itu, perusahaan juga dapat memanfaatkan pasar keuangan untuk mendapatkan pembiayaan dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan pinjaman bank.
Namun, model pembiayaan pasar juga memiliki beberapa kelemahan.
Salah satunya adalah volatilitas pasar keuangan, yang dapat menyebabkan perubahan drastis dalam biaya pembiayaan. Selain itu, perusahaan juga harus mematuhi berbagai regulasi dan persyaratan pelaporan yang diberlakukan oleh otoritas pasar keuangan.
7 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Model Pembiayaan Birokrasi (Bureaucratic Financing Model) melibatkan serangkaian langkah yang dilakukan untuk mengalokasikan, mengelola, dan menggunakan dana publik untuk mendukung sistem pendidikan. Pembahasan mengenai siklus pembiayaan pendidikan dalam konteks model birokrasi: Perencanaan, Penganggaran, Pelaksanaan, Pelaksanaan &Evaluasi, dan Pelaporan.
Model Pembiayaan Collegial biasanya berimplikasi pada aktivitas organisasi pelayanan pendidikan yang di subsidi oleh pemerintah. salah satu hak organisasi pelayanan pendidikan adalah menarik dana swasta (dengan cara pembayaran untuk biaya sekolah/perkuliahan, layanan yang disediakan, pelaksanaan penelitian ilmiah untuk unit ekonomi lainnya, dan pembiayaan program tertentu atau beasiswa)
adalah suatu model pembiayaan dimana sumber dana berasal dari pasar keuangan. Perusahaan atau individu mendapatkan pembiayaan melalui penjualan sekuritas, seperti saham atau obligasi, kepada investor di pasar keuangan dimana sumber dana berasal dari pinjaman bank. Risiko ditanggung oleh investor yang membeli sekuritas, bukan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya. Salah satu keuntungan dari model pembiayaan pasar adalah fleksibilitas. Juga memiliki kelemahan, salah satunya volatilitas pasar keuangan yang dapat menyebabkan perubahan drastis dalam biaya pembiayaan.
8
DAFTAR PUSTAKA
Aprilianti Windi. 2017. “Pengaruh Manajemen Pembiayaan Pendidikan terhadap ,, 18 Mutu Lulusan Kelas IX di SMP Islam Raudlatul Hikmah Pemulang”
Thesis UIN Jakarta
Fattah Nanang. 2009. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. (Bandung: Remaja Rosdakarya)
Indah Kiki. 2021. “Birokrasi Pemerintah Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Pulik”.
Jurnal Moderat, Vol 7, No 3
Papilaya Josef. 2022. Manajemen Pembiayaan Pendidikan. (Pasaman: CV ASKA PUSTAKA)
Qiyadah, et al. 2022. “ Analysis of financing resources management of yogyakarta islamic elementary school (SD)”, At-Turots: Jurnal Pendidikan Islam, 4.2