MAKALAH
MORFOLOGI AKAR (RADIX)
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Morfologi Tumbuhan Dosen Pengampu: Rita Fitriani, S.Pd., M.Pd. dan Rinaldi Rizal Putra, S.Pd.,
M.Sc.
Disusun Oleh:
Kelas C Kelompok 2 Angkatan 2023
Mira Nur Arifah (232154022)
Mahesa Ayudya Restu Pinasih (232154068) Cipta Indra Fata (232154074) Aufa Shalsabilla (232154078)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI 2024
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul “Morfologi Akar (Radix)” ini dengan baik.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Rita Fitriani, S.Pd., M.Pd.
dan Bapak Rinaldi Rizal Putra, S.Pd., M.S.c. selaku dosen pengampu pada mata kuliah Morfologi Tumbuhan yang senantiasa membimbing dan memberikan arahan kepada penulis dalam penyusunan makalah ini sehingga pada akhirnya makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan.
Penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan, baik dari penyusunan maupun tata bahasa dalam makalah ini. Oleh karena itu, penulis dengan rendah hati menerima saran dan kritik yang membangun dari pembaca agar penulis dapat memperbaiki makalah ini.
Penulis berharap semoga makalah yang penulis susun bisa memberikan manfaat bagi penulis pribadi, menjadi inspirasi bagi pembaca, dapat dijadikan bahan pembelajaran, dan bisa memberikan dampak positif bagi kemajuan di bidang pengembangan ilmu morfologi akar (radix).
Tasikmalaya, 06 Februari 2024
Penulis
ii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... 1
DAFTAR ISI ... ii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Tujuan Makalah ... 2
1.4 Manfaat Penulisan ... 2
BAB 2 PEMBAHASAN ... 4
2.1 Pengertian Akar ... 4
2.2 Karakteristik Akar ... 4
2.3 Fungsi Akar ... 6
2.4 Struktur Morfologi Akar ... 7
2.5 Sistem Perakaran ... 9
2.6 Jenis Akar sesuai Fungsinya ... 13
2.7 Modifikasi Akar ... 15
BAB 3 PENUTUP ... 18
3.1 Kesimpulan ... 18
3.2 Saran ... 18
DAFTAR PUSTAKA ... ii
LAMPIRAN ... iii
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Makhluk hidup merupakan kajian yang sangat luas dalam bidang ilmu biologi. Kingdom plantae menjadi salah satu objek kajian biologi yang menarik untuk dipelajari. Dalam mempelajari, mengidentifikasi, dan mengklasifikasi suatu jenis tumbuhan, biologi terbagi ke dalam beberapa cabang ilmu untuk mempermudah dalam mengkaji lebih dalam terkait tumbuhan. Seperti halnya morfologi tumbuhan sebagai cabang ilmu biologi yang mempelajari mengenai struktur bagian luar tumbuhan. Morfologi tumbuhan merupakan salah satu indikator yang sangat berperan dalam mengidentifikasi tumbuhan secara visual sehingga keragaman tumbuhan yang sangat beranekaragam dapat diidentifikasi dan diklasifikasikan untuk memudahkan dalam pemberian nama spesies, famili, hingga kingdom (Ln et al., n.d.).
Akar merupakan salah satu bahasan yang dipelajari dalam morfologi tumbuhan sebab akar merupakan bagian pokok dari suatu tumbuhan. Secara definisi, akar dapat diartikan sebagai bagian tumbuhan yang umumnya terdapat di dalam tanah dan berperan dalam penyerapan air serta mineral. Akar adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari tanaman dan mempunyai fungsi yang sama pentingnya dengan bagian atas tanaman. Potensi pertumbuhan akar perlu dicapai sepenuhnya untuk mendapatkan potensi pertumbuhan bagian atas tanaman, ini berarti bahwa semakin banyak akar maka semakin tinggi hasil tanaman. Konsep keseimbangan morfologi merupakan yang paling sering digunakan sebagaimana yang dilakukan dalam hubungan allometrik. Konsep ini mempunyai pengertian bahwa pertumbuhan suatu bagian tanaman diikuti dengan pertumbuhan bagian lain (Gembong.T., 2004).
Di bidang biologi, pemahaman tentang morfologi penting untuk memahami struktur dan fungsi organisme, termasuk morfologi akar tumbuhan yang berperan dalam penyerapan air dan mineral. Hal tersebut dapat diintegrasikan dalam bidang pertanian. Pemahaman tentang morfologi akar penting untuk berbagai hal, seperti pemilihan varietas tanaman, pengelolaan tanah, dan pemupukan yang tepat. Misalnya, seorang petani dapat memilih
varietas tanaman berdasarkan morfologi akar yang sesuai dengan kondisi tanah di lokasi pertanian, serta merencanakan praktik pengelolaan tanah dan pemupukan yang sesuai dengan struktur akar tanaman yang dibudidayakan.
Berdasarkan uraian di atas, penulis menyusun makalah ini sebagai bahan kajian untuk mengetahui lebih dalam terkait morfologi akar dan manfaatnya.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan akar?
b. Apa saja karakteristik akar?
c. Apa saja fungsi akar?
d. Bagaimana struktur morfologi akar?
e. Apa saja sistem perakaran akar?
f. Apa saja jenis akar berdasarkan fungsinya?
g. Apa saja modifikasi akar?
1.3 Tujuan Makalah
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini, yaitu:
a. Menjelaskan pengertian akar.
b. Menyebutkan karakteristik akar.
c. Menyebutkan dan menjelaskan fungsi akar.
d. Menyebutkan dan menjelaskan struktur morfologi akar.
e. Menyebutkan dan menjelaskan sistem perakaran tumbuhan.
f. Menyebutkan dan menjelaskan jenis akar berdasarkan fungsinya.
g. Menyebutkan dan menjelaskan modifikasi akar.
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini, yaitu:
a. Pembaca dapat mengetahui dan memahami pengertian akar.
b. Pembaca dapat mengetahui dan memahami karakteristik akar.
c. Pembaca dapat mengetahui dan memahami fungsi akar.
d. Pembaca dapat mengetahui dan memahami struktur morfologi akar.
e. Pembaca dapat mengetahui dan memahami sistem perakaran tumbuhan.
f. Pembaca mengetahui dan memahami jenis akar berdasarkan fungsinya.
g. Pembaca dapat mengetahui dan memahami jenis-jenis modifikasi akar.
BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Akar
Akar adalah bagian paling bawah dari poros tumbuhan dan biasanya berkembang di bawah permukaan tanah, meskipun ada juga akar yang tumbuh di luar tanah. Dalam pengertian lain, akar adalah pangkal suatu tumbuhan, artinya batang yang berkembang di dalam tanah atau air sebagai pusat pertumbuhan untuk mencari makanan dan unsur hara serta menunjang kehidupan (Materi & Sd, n.d.).
Berdasarkan beberapa pengertian akar di atas, penulis menyimpulkan bahwa akar (radix) merupakan bagian dari tumbuhan yang berada di bagian paling bawah dan berkembang di dalam tanah yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan untuk mencari makanan dan unsur hara serta menunjang kehidupan. Selain berkembang di dalam tanah, terdapat pula akar yang tumbuh di atas permukaan tanah karena mengalami modifikasi.
2.2 Karakteristik Akar
Akar sebagai salah satu organ pada tumbuhan kormus tentunya memiliki karakteristik yang membedakan antara organ akar dengan organ yang lainnya. Secara umum, berikut merupakan karakteristik akar beserta penjelasannya:
a. Warna akar biasanya tidak hijau
Pada umumnya akar berwarna coklat, keputih-putihan, ataupun keunguan karena akar tidak mengandung pigmen klorofil yang memberikan warna pada tumbuhan. Warna-warna yang muncul pada akar merupakan ekspresi pigmen karotenoid (memberikan warna oranye) dan antosianin (memberikan warna ungu atau merah). Kombinasi dari pigmen ini akan memunculkan warna keputih-putihan, coklat, merah, atau ungu (tergantung jenis tanamannya).
b. Bersifat geotropic, hydrotropic, dan non-fototropic
Akar memiliki sifat-sifat khusus yakni bergerak menembus tanah (geotropic), mengarah ke sumber air (hydrotropic), dan bergerak menjauhi cahaya (non-fototropic).
c. Bentuk runcing
Bentuk akar seringkali runcing agar akar lebih mudah menembus tanah selama pertumbuhan.
d. Tidak memiliki mata tunas
Akar tidak memiliki mata tunas karena mata tunas berperan dalam pertumbuhan batang dan cabang pada tumbuhan, sedangkan akar memiliki peran yang berbeda yaitu untuk mengikat tanaman serta penyerapan air dan nutrisi dari dalam tanah kemudian ditransportasikan menuju ke batang.
e. Tidak memiliki nodus dan internodus
Akar tidak memiliki nodus dan internodus karena nodus dan internodus merupakan bagian batang tempat menempelnya daun dan di antara kedua nodus tersebut merupakan bagian batang yang tidak terdapat akar.
f. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah Akar merupakan bagian yang tertanam di bawah tanah karena fungsinya untuk menyerap air dan mineral dari dalam tanah dan memindahkannya ke organ tumbuhan lain seperti batang dan daun.
g. Pertumbuhan apikal
Akar tumbuh terus-menerus dari ujung, tetapi pertumbuhannya umumnya lebih lambat dibandingkan pertumbuhan batang dan daun. Hal ini memungkinkannya menembus tanah secara efektif.
h. Tidak berfotosintesis
Akar tidak mengandung klorofil sehingga tidak membentuk daun, sisik, atau bagian tumbuhan lainnya. Hal tersebut yang menyebabkan akar tidak bisa berfotosintesis.
i. Akar memiliki rambut-rambut akar yang bersifat uniseluler
Akar tentu memiliki rambut-rambut akar karena kemampuannya dalam mengoptimalkan penyerapan mineral dan unsur hara dari dalam tanah. Semakin banyak rambut akar yang dimiliki suatu tumbuhan, semakin
besar permukaan akarnya sehingga udara dan mineral-mineral penting dapat mencapai tumbuhan tersebut. Rambut akar merupakan perpanjangan permukaan lapisan epidermis akar dan bersifat uniseluler karena memiliki ukuran relatif kecil yaitu berdiameter 5-17 mikrometer (Reny Dwi Riastuti
& Yuli Febrianti, 2021).
2.3 Fungsi Akar
Akar merupakan salah satu bagian yang terdapat dalam struktur tumbuhan yang memiliki peran penting dalam tumbuh dan berkembangnya tanaman. Berikut beberapa fungsi akar diantaranya:
a. Penyerapan nutrisi dan air
Akar berfungsi sebagai organ penyerap yang menyerap air dan nutrisi. Seperti halnya manusia yang membutuhkan nutrisi untuk berkembang dengan mengonsumsi makanan, tanaman juga menyerap air dan nutrisi dari tanah yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Rambut atau bulu akar adalah bagian lapisan epidermis akar yang bertugas memperluas daerah penyerapan air dan makanan dari dalam tanah (Nuraini, 2016).
b. Akar dapat membantu dalam proses fotosintesis maupun respirasi pada beberapa jenis tanaman
Peranan akar dalam proses fotosintesis yaitu sebagai penyerap dan penyalur zat hara untuk bahan baku fotosintesis, seperti akar napas pada tanaman bakau (Rhizophora racemosa). Tak hanya itu, akar juga membantu untuk proses respirasi suatu tumbuhan seperti akar gantung pada pohon beringin (Ficus benjamina).
c. Penyimpanan cadangan makanan
Beberapa jenis akar dapat menyimpan cadangan makanan dalam bentuk pati atau glikogen yang dapat digunakan oleh tumbuhan saat kondisi lingkungan tidak mendukung fotosintesis. Contohnya wortel (Daucus carota L.), ubi jalar (Ipomoea batatas), dan bengkuang (Pachyrhizus erosus L.).
d. Menunjang dan memperkokoh tumbuhan
Akar berfungsi sebagai penopang dasar tanaman. Dengan adanya akar yang menjalar di dalam tanah membuat tanaman bisa tumbuh dengan tegak. Oleh sebab itu, akar bisa membantu menahan tumbuhan agar tidak mudah tumbang. Adapun fungsi akar berdasarkan sistem perakarannya, yaitu:
Tabel 2.3 Fungsi Akar
Fungsi Akar Tunggang Fungsi Akar Serabut Sebagai akar utama yang tumbuh
menembus akar dan membantu memperluas daerah absorpsi air dan mineral agar tumbuhan dapat tumbuh dengan baik.
Memperkuat tumbuhan supaya dapat berdiri dengan tegak
Sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.
Dapat membantu proses penyerapan air dan zat hara pada tumbuhan karena memiliki banyak cabang akar berbentuk serabut.
Sebagai alat respirasi pada beberapa tumbuhan.
Mencegah terjadinya erosi tanah.
2.4 Struktur Morfologi Akar
Akar merupakan organ tumbuhan yang berperan dalam menyerap air dan unsur hara. Berdasarkan peran tersebut, akar memiliki struktur morfologi yang efektif dalam memperluas daerah penyerapan air dan unsur hara. Struktur morfologi akar dibedakan menjadi bagian-bagian berikut:
a. Pangkal akar (collum)
Pangkal akar atau leher akar (collum) adalah bagian akar yang bersambungan langsung dengan pangkal batang.
b. Cabang-cabang akar (radix lateralis)
Cabang-cabang akar (radix lateralis) adalah bagian yang muncul dari akar pokok, tetapi tidak langsung bersambungan dengan pangkal batang dan masing-masing dapat mengadakan percabangan lagi.
c. Serabut akar (fibrilla radicalis)
Serabut akar (fibrilla radicalis) adalah cabang akar yang berbentuk serabut dan teksturnya halus.
d. Rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar (pilus radicalis)
Rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar (pilus radicalis) adalah penonjolan pada epidermis kulit akar yang berfungsi memperluas area penyerapan supaya lebih banyak air dan zat-zat makanan yang dapat diambil.
Rambut akar ini juga menjadi bagian dari akar yang bersifat sementara, artinya berumur pendek dan terdapat pada bagian ujung akar saja. Jika akar bertambah panjang maka rambut-rambut akar yang paling jauh dengan ujung akar akan mati dan yang dekat dengan bagian ujung akar akan diganti dengan rambut-rambut akar yang baru.
e. Batang akar (corpus radicis)
Batang akar (corpus radicis) adalah bagian akar yang terdapat di antara leher dan ujung akar
f. Ujung akar (apex radicis)
Ujung akar (apex radicis) merupakan bagian yang paling muda dan terdiri atas jaringan-jaringan yang masih aktif membelah (jaringan meristem). Di bagian ujung akar terbagi lagi menjadi beberapa zona bagian, diantaranya:
1. Tudung akar (calyptra) adalah bagian akar yang terletak di ujung akar.
Tudung akar berfungsi untuk melindungi bagian ujung akar yang masih muda dan lemah. Bagian samping tudung akar merupakan bagian yang selalu aus dan dari dalam bagian yang aus tersebut diganti dengan yang baru.
2. Zona pembelahan (meristematic zone) merupakan bagian akar yang paling dekat dengan ujung akar dan sebagai tempat pembelahan sel.
Daerah ini ditandai dengan sel-sel meristem, dinding sel yang tipis, dan
berisi sel-sel yang belum berdiferensiasi. Sel-sel di bagian ini membelah secara aktif sehingga meningkatkan jumlah sel-sel.
3. Zona pemanjangan (elongation zone) merupakan bagian akar yang letaknya di sebelah atas dari zona pembelahan. Pada bagian ini sel-sel mengalami pertumbuhan, pemanjangan, dan perbesaran sehingga berperan untuk pertumbuhan akar.
4. Zona pematangan (maturation region) terletak pada bagian atas zona pemanjangan. Pada bagian ini sel-sel berdifrensiasi menjadi sel-sel dewasa.
2.5 Sistem Perakaran
Sistem perakaran pada tumbuhan dibedakan menjadi dua, yaitu akar tunggang dan akar serabut. Akar berasal dari pertumbuhan radikula. Radikula merupakan bakal calon akar yang tumbuh selama proses perkecambahan.
Radikula berfungsi sebagai bagian tanaman yang akan berkembang menjadi akar untuk melakukan metabolisme dan fotosintesis, menjadi penyokong dan penyuplai bahan makanan untuk diproses di bagian tubuh lainnya.
a. Akar tunggang (radix primaria)
Akar tunggang adalah akar yang memiliki akar pokok. Akar pokok ini bercabang-cabang menjadi bagian akar yang lebih kecil. Akar tunggang hanya dapat dijumpai jika tumbuhan ditanam dari biji (diperbanyak secara generatif).
Fungsi akar tunggang cukup banyak bagi tanaman seperti memperkokoh tanaman agar tidak mudah rubuh, menyerap air dan unsur hara yang ada dari dalam tanah untuk digunakan tumbuhan, berperan sebagai alat reproduksi, dan berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan pada jenis tertentu. Pada beberapa jenis tumbuhan, akar tunggang juga berfungsi sebagai alat reproduksi. Hal ini disebabkan karena akar pada tumbuhan mengalami modifikasi yang selanjutnya berkembang menjadi tunas baru sehingga tumbuh menjadi individu baru pula. Adapun beberapa contoh tumbuhan yang dapat menggunakan akar sebagai alat perkembangbiakan vegetatif diantaranya adalah kencur (Kaempferia
galanga), kunyit (Curcuma longa), temulawak (Curcuma zanthorrhiza), jahe (Zingiber officinale), dan tumbuhan pakis (Polypodiophyta).
Sementara itu, tumbuhan yang menyimpan cadangan makanannya di akar yaitu ubi-ubian (Dioscorea sp.), wortel (Daucus carota L.), dan kentang (Solanum tuberosum).
Berdasarkan percabangan dan bentuknya, akar tunggang dapat dibedakan menjadi akar tunggang tidak bercabang dan akar tunggang bercabang (Tri Saptari Haryani, n.d.).
1. Akar tunggang tidak bercabang atau sedikit bercabang
Akar tunggang jenis ini biasanya tidak memiliki cabang dan jika memiliki cabang pun cabang-cabangnya terdiri atas akar-akar yang halus berbentuk serabut. Akar tunggang yang bersifat demikian biasanya memiliki fungsi sebagai bagian tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan. Selain itu, jenis akar tunggang seperti ini bisa dikonsumsi atau dimanfaatkan. Pada akar tunggang tidak bercabang, terdapat beberapa bentuk, diantaranya:
a) Berbentuk tombak (fusiformis)
Seperti namanya, yaitu berbentuk tombak berarti akar ini memiliki bentuk yang menyerupai tombak dimana bentuk pangkalnya besar dan ujung akar yang kian meruncing. Ujung akar tersebut berbentuk serabut dan biasanya menjadi tempat penimbunan cadangan makanan. Akar berbentuk tombak dapat ditemukan di wortel (Daucus carota L.) dan lobak (Raphanus sativus L.)
b) Berbentuk gasing (napiformis)
Akar jenis ini menyerupai bentuk gasing, yang mana pangkal akar besar membentuk bulatan yang kemudian ujung akar berbentuk serabut serta tampak meruncing. Akar berbentuk gasing dapat ditemukan di tanaman bengkuang (Pachyrrhizus erosus Urb.) dan biet (Beta vulgaris L.).
c) Berbentuk benang (filiformis)
Akar berbentuk benang tampak membentuk serabut pada batang akarnya. Serabut tersebut kecil, tipis menyerupai benang.
Akar berbentuk benang dapat ditemukan pada tanaman kratok (Phaseolus lunatus L.)
2. Akar tunggang bercabang (ramosus)
Akar tunggang bercabang berbentuk seperti kerucut antara pangkal akar hingga cabang akarnya. Cabang akar tersebut memiliki percabangan lagi sehingga daerah perakaran relatif luas dan dapat menyerap air lebih banyak daripada akar tunggang tidak bercabang.
Akar ini dapat dijumpai pada tanaman yang tumbuh dari biji, seperti tanaman kangkung (Ipomoea aquatica), jambu biji (Psidium guajava L.), pohon kapas (Gossypium), dan lain sebagainya.
a) Akar serabut (radix adventicia)
Akar serabut adalah akar yang keluar dari bagian pangkal batang dan terlihat bergerombol atau berkelompok karena jumlahnya yang banyak dan cenderung lebat. Akar serabut memiliki bentuk seperti anyaman akar yang berbentuk seperti benang. Akar-akar ini bukan berasal dari calon akar yang asli. Fungsi akar serabut adalah untuk menopang tanaman sehingga menjadi kokoh walaupun pada dasarnya perakaran serabut lebih lemah dibandingkan dengan akar tunggang. Fungsi lain dari akar serabut adalah untuk menyerap air dan zat-zat mineral dari dalam tanah menuju ke bagian tubuh tumbuhan yang membutuhkan (Angraeni Beaktris Liunokas &
Agsen Hosanty S.Billik, 2021).
Jenis akar serabut dibedakan menurut akar penyusunnya (Tumbuhan Biologi Hutan et al., 2022). Berikut tabel jenis akar serabut dan contohnya:
Tabel 2.5.a.2.a) Jenis Akar Serabut Berdasarkan Akar Penyusunnya
Jenis Akar Serabut Contoh Tanaman
Akar serabut kecil berbentuk benang.
Padi (Oryza sativa).
Akar serabut sedikit besar dan kaku.
Kelapa (Cocos nucifera).
Akar serabut sedikit besar dan masing-masing tidak banyak cabang.
Pandan buah merah (Pandanus conoideus).
Dari sistem akar serabut dan tunggang tersebut terdapat karakteristik yang membedakannya. Berikut tabel karakteristik akar tunggang dan akar serabut.
Tabel 2.5.a.2. Perbedaan Akar Tunggang dan Serabut Karakteristik Akar Tunggang Karakteristik Akar Serabut Memiliki akar utama sebagai
pusat.
Tidak memiliki akar utama.
Memiliki akar yang besar, panjang, dan kuat.
Bentuk akarnya berserabut.
Memiliki akar samping yang biasa disebut dengan akar lateral.
Ukuran akar serabut relatif kecil,
Umumnya memiliki daun yang menyirip atau sejajar.
Tempat tumbuhnya pada bagian pangkal batang.
Bukan berasal dan berkembang dari batang tumbuhan.
Besar setiap akar serabut cenderung sama.
Tidak hanya pada tumbuhan dikotil, akar tunggang juga terdapat pada tumbuhan gymnospermae.
Akar serabut biasanya dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu (monocotyl) seperti kelapa (Cocos nucivera), jagung (Zea mays), padi (Oryza sativa).
Mampu menyimpan cadangan makanan pada kondisi tertentu.
Akar serabut tidak begitu dalam tertancap ke tanah.
Akar tunggang umumnya menembus jauh ke bawah permukaan tanah.
Sistem perakaran serabut lemah.
Tidak ditemukan pada rumput. Akarnya bercabang – cabang.
2.6 Jenis Akar sesuai Fungsinya
Akar dapat pula dibedakan sesuai fungsinya. Adapun perbedaannya termuat dalam tabel berikut.
Tabel 2.6 Jenis Akar sesuai Fungsinya
Jenis Akar Deskripsi Contoh
Akar udara/akar apung
• Tumbuh ke arah tanah
• Muncul dari bagian atas tanah
• Memiliki filamen untuk menyimpan air di udara
Anggrek kalajengking (Arachnis flos aeris)
• Setelah mencapai tanah berfungsi menyerap unsur hara dari tanah.
Beringin (Ficus benjamina)
Akar
penggerek/akar hisap
• Hidup sebagai parasit untuk mengambil unsur hara dari tanaman inang.
Benalu (Loranthus sp.)
Akar pelekat atau akar pembelit
• Keluar dari nodus tanaman.
• Menempel pada tiang atau batang untuk menopang.
Lada (Piper nigrum) Panili (Vanilla planifolla)
Buah naga (Hylocereus polyrhizus)
• Akarnya memanjat agar bisa mendapatkan cahaya matahari.
Akar napas • Cabang akar tumbuh lurus ke atas dapat terlihat dari permukaan tanah.
• Muncul dari
permukaan tanah.
• Memiliki banyak celah (pneumathoda) untuk masuknya udara.
• Biasanya dimiliki oleh tumbuhan dengan kadar oksigen rendah.
Kayu api (Sonneratia sp.)
Akar tunjang • Tumbuh di bagian bawah batang menuju segala arah.
• Terlihat seperti menopang batang.
Pandan (Pandannus conoideus)
Akar lutut • Bagian akar tumbuh ke
atas kemudin
membengkok lagi ke dalam tanah.
Pohon Bakau Putih (Bruguiera cylindrica)
Akar banir • Berkembang pada pohon tinggi.
• Pertumbuhan akar dekat permukaan tanah dan melebar vertikal (ke atas)
• Pohon kenari (Canarium
commune)
• Sukun (Arthocarpus communis)
2.7 Modifikasi Akar
Modifikasi akar adalah perubahan bentuk atau perkembangan akar yang berbeda dari akar umumnya. Modifikasi akar terjadi sebagai bentuk penyesuaian diri terhadap lingkungan dan untuk memenuhi kebutuhan tumbuhan sesuai dengan lingkungan tempat tumbuhnya.
a. Modifikasi akar tunggang
1. Fusiform roots, yaitu akar yang sangat tebal dibagian tengah hingga ke ujung akar. Tipe akar ini hipokopil dan akar berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Contohnya lobak (Raphanus sativus).
2. Conical roots, yaitu akar yang memiliki ketebalan paling besar dibagian atas dan makin kecil kebagian ujung. Contohnya seperti pada wortel (Daucus carota).
3. Napiformis, yaitu pangkal akar yang besar membulat, cabang-cabang akar hanya pada ujung yang sempit meruncing. Contohnya turnip (Brassica rapa).
4. Tuberous root, yaitu akar yang tidak memiliki bentuk tetap dan dapat membesar atau mengembang pada beberapa bagian akar. Biasanya akar ini berbentuk umbi. Contohnya kentang (Solanum tuberosum L.) 5. Nodulated root, yaitu nodul akar terbentuk dari cabang akar yang
didifikasi oleh bakteri nitrogen (Rhizobium). Umumnya terdapat pada famili Leguminosaceae seperti kacang-kacangan.
6. Respiratory root, yaitu akar yang umumnya terdapat pada daerah dengan kadar garam yang tinggi (halophyte) atau mangrove yang tumbuh karena kekurangan oksigen. Beberapa cabang dari ujung akar tumbuh secara vertikal dan keluar dari dalam tanah. Akar ini disebut sebagai pneumatophores yang berfungsi menangkap oksigen ke dalam tubuh tumbuhan. Akar ini umumnya dimiliki oleh Rhizophora, Heritiera, Sonaratia dan tumbuhan mangrove lainnya.
b. Modifikasi dari akar adventif, diantaranya:
1. Akar adventif sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.
a) Umbi akar, yaitu ketika cadangan makanan disimpan di dalam akar maka akar akan membesar (swollen) dan membentuk kumpulan seperti ubi jalar/sweet potato (Ipomea batata).
b) Fasciculated, yaitu akar-akar bergerombol membentuk cluster dari sebelah bawah nodus batang dan berdaging seperti pada dahlia (Chrysanthemum)
c) Nodulose, pada tipe ini ujung akar mengembang ke atas seperti pada semanggi (Melilotus), temu mangga (Curcuma amoda).
d) Beaded atau moniliform, yaitu akar mengembang ke arah atas seperti kancing pada tempat-tempat yang berbeda pada interval yang teratur.
Seperti pada anggur (Vitis), pare (Momordica), dan krokot mawar (Portulaca).
e) Annulated, yaitu akar yang memiliki serangkaian cincin yang mengembang seperti pada genus Psychrotia.
2. Stilt roots atau akar penguat, yaitu akar ini muncul dari bawah nosus dan masuk ke dalam tanah. Seperti pada jagung (Zea mays), sugarcane (Saccharum officinarum), dan pandan (Pandanus amaryllifolius).
3. Prop root atau pillar roots, yaitu akar yang muncul dari cabang-cabang tanaman dan tumbuh ke arah bawah dan masuk ke dalam tanah. Akar ini berfungsi untuk menyokong batang seperti pada banyan.
4. Butteress root, yaitu akar yang muncul dari bagian basal batang dan menyebar ke arah yang berbeda ke dalam tanah seperti pada Ficus, Bombax, Terminalia. Akar ini merupakan karakteristik dari tanaman hutan hujan tropis.
5. Akar pemanjat (climbing roots) , yaitu akar yang muncul dari nodus dan membantu tanaman memanjat. Akar ini banyak ditemukan pada tanaman Pothos, sirih (Pipie betle), lada (Piper nigrum), dan Techoma.
6. Foliar roots atau epiphyllous roots, yaitu akar yang muncul dari daun seperti terdapat pada genus Bryophyllum, Bignonia.
7. Akar penghisap (sucking atau haustorial roots atau parasitic roots) , yaitu akar yang terdapat pada tanaman parasit. Akar ini masuk ke dalam batang
tanaman inang dan mengabsopsi nutrisi dari tanaman inang. Contohnya Dendrophthoe, Cuscuta, dan Viscum.
8. Assimilatory roots, yaitu akar yang terdapat di udara pada tanaman Tinospora dan akar Trapa yang warnanya berubah menjadi hijau sehingga berfungsi juga untuk asimilasi.
9. Hygroscopic roots, yaitu akar yang ditemukan pada tumbuhan epifit khususnya pada anggrek yang berfungsi membantu menyerap uap air dari atmosfir dengan menggunakan jaringan khusus yang disebut dengan velamen. Contoh pada tanaman Orchids, Banda.
10. Contractile roots, yaitu akar yang menyusut hingga 60 – 70% dari panjang awal dan membawa organ ke dalam tanah. Contohnya bongol (corm) dari Crocus dan Fresia.
11. Root thorns, yaitu akar yang keras, tebal dan membentuk duri seperti pada Pothos armatus.
12. Reproductive roots, yaitu akar yang berdaging, atau akar adventif yang digunakan sebagai organ reproduksi seperti pada sweet potato (Ipomea batata) dan dahlia (Chrysanthmum). Akar daun (leaf roots) pada Salvinia, satu daun pada setiap nodus bermodifikasi menjadi struktur menyerupai akar yang bercabang-cabang ke dalam air (oleh MARINA SILALAHI &
Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan, 2015).
BAB 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan
Akar adalah bagian utama tumbuhan yang tumbuh di bawah permukaan tanah. Akar merupakan bagian tumbuhan yang berkembang dari radikula.
Namun karena tanahnya berubah, sebagian akar tumbuh di atas permukaan tanah. Struktur akar terdiri atas pangkal akar, cabang akar, serabut akar, rambut akar, batang akar, dan ujung akar.
Akar ini mempunyai banyak fungsi dan peran yang menunjang metabolisme tanaman. Artinya, ia memperkuat posisi tanaman, tempat penyimpanan makanan, menyerap udara dan unsur hara dari dalam tanah, mengikat tanaman ke tanah, memberikan dukungan pada tanaman, dan berperan dalam perbanyakan vegetatif.
Ada dua jenis akar utama, yakni akar tunggang dan akar serabut, masing-masing memiliki spesies tumbuhan berbeda. Selain itu, akar pun dapat mengalami modifikasi menyesuaikan dengan lingkungannya.
Ilmu mengenai morfologi akar sangat penting untuk dipelajari dan dipahami karena dapat memberikan manfaat di berbagai, salah satunya adalah bidang pertanian.
3.2 Saran
Kajian morfologi akar menjadi kajian yang penting untuk dipelajari dan dibahas karena berdampak baik pada bidang kehidupan, tetapi masih banyak pihak yang belum mempelajari dan mempraktikkan terkait ilmu morfologi akar ini. Maka diperlukan adanya kajian mendalam terkait ilmu ini dan mengedukasikannya kepada masyarakat, khususnya para petani ataupun tenaga pendidik. Untuk memahami morfologi akar tumbuhan lebih mendalam di perlukan analisis histologis secara spesifik, penggunaan mikroskop elektron untuk memperoleh rincian lebih detail. Selain itu, teknik seperti computer tomography dapat membantu memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang struktur dan fungsi akar tumbuhan.
ii
DAFTAR PUSTAKA
Angraeni Beaktris Liunokas, & Agsen Hosanty S.Billik. (2021). KARAKTERISTIK MORFOLOGI TUMBUHAN.
Gembong.T. (2004). Morfologi Tumbuhan.
Ln, F., Wulandari, S., & Mulyeni, G. D. (n.d.). PERTUMBUHAN AKAR TANAMAN KARET PADA TANAH BEKAS TAMBANG BAUKSIT DENGAN APLIKASI BAHAN ORGANIK.
MARINA SILALAHI, D., & Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan, Ms. (2015). BAHAN AJAR MORFOLOGI TUMBUHAN.
Materi, P., & Sd, I. (n.d.). STRUKTUR FUNGSI DAN METABOLISME TUBUH TUMBUHAN Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP) in Science.
Nuraini, S. (2016). Identifikasi sikap siswa pada pembelajaran materi Struktur dan fungsi jaringan tumbuhan di Kelas VIII A MTs Darul Amin Palangka Raya.
Digital Library IAIN Palangkaraya, 31–33.
Reny Dwi Riastuti, M. Pd. Si., & Yuli Febrianti, M. Pd. Si. (2021). MORFOLOGI TUMBUHAN BERBASIS LINGKUNGAN.
Tri Saptari Haryani, D. (n.d.). Organo Nutritivum (Daun, Batang, dan Akar).
Tumbuhan Biologi Hutan, M., Eny Dwi Pujawati, D., Ir Damaris Payung, Ms., Payung, G., & Ulin, L. (2022). BUKU AJAR.
iii LAMPIRAN
Gambar 2.4 Struktur Morfologi Akar Sumber: perpusku.com
Gambar 2.4.7 Zona – Zona Tudung Akar
Sumber: Ilustrasi Bayu dan Cahyo
Gambar 2.5.a.1.a) Akar Tombak (Raphanus sativus)
Sumber: Pngtree
Gambar 2.5.a.1.b) Akar Gasing (Pachyrhizus erosus) Sumber: Mamapedia
Gambar 2.5.a.1.c) Akar Benang (Phaseolus lunatus)
Gambar 2.5.a.2.a) Akar Serabut Kecil (Eichhornia crassipes)
Sumber: Dokumentasi Kelompok
iv Sumber: Bahan Ajar Morfologi
Tumbuhan Universitas Kristen Indonesia
Gambar 2.5.a.2.b) Akar Serabut Sedikit Besar dan Kaku (Coconus nucifera)
Sumber: Radar Tanggamus
Gambar 2.5.a.2.c) Akar Serabut Sedikit Besar dan tidak bercabang:
(Pandanus conoideus) Sumber: Mongabay
Gambar 2.6 Akar Udara (Ficus benjamina)
Sumber: Dokumentasi Kelompok
Gambar 2.6 Akar Penggerek (Loranthus sp.)
Sumber: Dokumentasi Kelompok
Gambar 2.6 Akar Pelekat (Hylocereus polyrhizus)
Sumber: Dokumentasi Kelompok
Gambar 2.6 Akar Napas (Sonneratia sp.)
Sumber:
v Gambar 2.6 Akar Tunjang (Pandanus
ammaryllifolius)
Sumber: Dokumentasi Kelompok
Gambar 2.6 Akar Lutut (Bruguiera cylindrica)
Sumber: Lalaukan
Gambar 2.6 Akar Banir (Canarium commune)
Sumber: Munawi Inside
Gambar 2.7.a.1 Fusiform Roots Sumber: Pngtree
Gambar 2.7.a.2 Conical Roots Sumber: Pixabay
Gambar 2.7.a.3 Napiform Sumber: Hello Sehat
vi Gambar 2.7.a.4 Tuberous Roots
Sumber: Mamikos
Gambar 2.7.a.5 Nodulated Roots Sumber: Dinas Ketahanan Pangan dan
Pertanian Kabupaten Ngawi
Gambar 2.7.a.6 Respiratory Roots Sumber: Tunas Hijau Id
Gambar 2.7.b.1.a) Umbi Akar Sumber: GDM Organik
Gambar 2.7.2.a).2) Fasciculated Roots Sumber: BeritaSatu.com
Gambar 2.7.2.a).3) Nodulase Sumber: PCB Today
Gambar 2.7.b.1.b) Beaded atau Moniliform
Sumber: Socfindo Conservation
Gambar 2.7.b.1.c) Annulated Sumber: Repositori Universitas
Kristen Indonesia
vii Gambar 2.7.b.1.d) Stilt Roots
Sumber: iStock
Gambar 2.7.b.1.e) Prop Roots Sumber: Depositphotos
Gambar 2.7.b.1.f) Butteress Roots Sumber:iStock
Gambar 2.7.b.1.g) Climbing Roots Sumber: Er Institute
Gambar 2.7.b.1.h) Foliar Roots Sumber: Biology Eye
Gambar 2.7.b.1.i) Parasitic Roots Sumber: Dokumentasi Kelompok
Gambar 2.7.b.1.j) Assimilatory Roots Gambar 2.7.b.1.k) Hygroscopic Roots
viii
Sumber: Flickr Sumber: Dokumentasi Kelompok
Gambar 2.7.b.1.l) Contractile Roots Sumber: MeetHK.com
2.7.b.1.m) Thorns Roots Sumber: Wikipedia
Gambar 2.7.b.1.n) Reproductive Roots Sumber: Taman Taman Firdaus